slide1
Download
Skip this Video
Download Presentation
JENDER DAN POLITIK MATA KULIAH PENGANTAR ILMU POLITIK

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 20

JENDER DAN POLITIK MATA KULIAH PENGANTAR ILMU POLITIK - PowerPoint PPT Presentation


  • 262 Views
  • Uploaded on

JENDER DAN POLITIK MATA KULIAH PENGANTAR ILMU POLITIK. STIA LAN JAKARTA SEMESTER GASAL 2012 DOSEN:RATRI ISTANIA, SIP, MA. Konsepsi Jender. Dibedakan pertama kali oleh sosiolog Inggris, Ann Oakley, membedakan antara jender dan seks.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'JENDER DAN POLITIK MATA KULIAH PENGANTAR ILMU POLITIK' - yale


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
slide1
JENDER DAN POLITIKMATA KULIAH PENGANTAR ILMU POLITIK

STIA LAN JAKARTA

SEMESTER GASAL 2012

DOSEN:RATRI ISTANIA, SIP, MA

konsepsi jender
Konsepsi Jender
  • Dibedakan pertama kali oleh sosiolog Inggris, Ann Oakley, membedakan antara jender dan seks.
  • Seks berarti perbedaan atas dasar ciri-ciri biologis, menyangkut prokreasi (menstruasi, hamil, melahirkan, dan menyusui)
  • Jender berarti perbedaan simbolis atau sosial yg berpangkal pd perbedaan seks ttp tdk selalu identik dgnnya
jender
Jender
  • Pembedaan peran, perilaku, peranggai laki-laki dan perempuan oleh budaya/masyarakat melalui interpretasi terhadap perbedaan laki-laki dan perempuan
  • Jender tidak diperoleh sejak lahir tapi lebih dibentuk dalam proses belajar (sosialisasi) pd masa kanak-kanak yg terus dibawa sampai dewasa
prasangka
Prasangka
  • Prasangka=dasar pribadi, setiap orang memilikinya, didahului oleh sikap
  • Kecenderungan untuk berespons, baik secara positif maupun negatif, terhadap orang, obyek, atau situasi (Morgan, 1996)
glass ceiling
Glass Ceiling
  • Perempuan ibarat barang “apik” tidak tersentuh, rapuh, tidak boleh cacat, harus dirawat, disediakan rumah beratap kaca yang memberikan kehidupan tapi tidak kebebasan
  • Fenomena ketidakmampuan perempuan dalam mencapai karir puncak
  • Ketidakmampuan menyebabkan posisi perempuan sulit berhadapan dengan laki-laki dalam organisasi yg sering disebut sebagai managerial blocks
kesetaraan gender
Kesetaraan Gender
  • persoalan pokok pembangunan yg akan memperkuat kemampuan negara untuk berkembang, mengurangi kemiskinan, dan memerintah secara efektif
hak asasi perempuan
Hak Asasi Perempuan
  • Berdasarkan akal sehat=pengakuan perempuan adalah manusia, sewajarnya memiliki hak asasi
  • Visi dan maksud transformasi relasi sosial melalui perubahan relasi kekuasaan berbasis jender
jender dalam konstitusi
Ratifikasi Perjanjian Hak Politik Perempuan

Ratifikasi Perjanjian Penghapusan Diskriminasi thd Perempuan

UUD 1945=tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan (ps. 27)

UU 7/1984 ttg Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Wanita (CEDAW)

1966/1976: Kovenan Hak Sipil dan Politik dan Kovenan Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya ps. 3 (belum diratifikasi)

Deklarasi Wina, Pasal I/18 tahun 1993

Komnas Perempuan (Komisi Nasional Anti Kekerasan thd Perempuan didirikan tahun 1998, SK Presiden 181

Protocol CEDAW ditandatangani

UU 12/2003 ttg Pemilihan Umum

Permasalahan:

Diskriminasi

De jure dgn de facto berbeda

Jender dalam Konstitusi
uu pemilu dan perempuan
UU Pemilu dan Perempuan
  • Pasal 65 (1): “setiap partai politik peserta pemilu dapat mengajukan calon anggota DPR, DPRD, Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota utk setiap dapil dgn memperhatikan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30%
3 isu utama
3 Isu Utama
  • Kekerasan dalam rumah tangga
  • Kewarganegaraan
  • Anak
kasus kekerasan dalam rumah tangga
Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga
  • Penghormatan HAM
  • Pengkhianatan rasa keadilan
  • Permasalahan kesetaraan gender
fenomena gunung es
Fenomena Gunung Es
  • Kasus-kasus berhasil ditangani atau masuk proses hukum jauh lebih sedikit dibandingkan dengan fakta di lapangan
piramida partisipasi politik
Piramida Partisipasi Politik

Pemain (Gladiators)

5-7% populasi termasuk gladiators yaitu org yg sgt aktif dlm dunia politik

Penonton (Spectators)

60% populasi aktif scr minimal termasuk memakai hak pilihnya

Apatis (Apathetics)

33% populasi termasuk apathetics, yaitu org yg tdk aktif sama sekali, termasuk tdk memakai hak pilihnya

Pemain

(Gladiators)

Penonton

(Spectators)

Apatis

(apathetics)

Sumber: Milbrath and Goel (1998: 82)

permasalahan gender dalam negara negara berkembang
Budaya patriarki

Kesempatan meraih pendidikan terbatas dibandingkan laki-laki

Tingkat melek huruf lebih rendah dibandingkan laki-laki

Pendapatan rendah

Kesehatan buruk

Partisipasi politik rendah

Permasalahan Gender dalam Negara-negara Berkembang
budaya patriarki
Budaya Patriarki
  • Oxford Advanced Learner’s Dictionary: “refers to society, a system or a country that is ruled or controlled by men” (2000: 110)
pemberdayaan politik perempuan
Pemberdayaan Politik Perempuan
  • Era 70an, diawali gerakan perempuan Amerika Latin, Perempuan memainkan peranan lebih pada organisasi politik grass root mandiri
  • Lahir organisasi NSM “New Social Movements) fokus pada isu jender, HAM, dan kemiskinan
permasalahan pengarusutamaan jender dalam politik pemerintahan
Permasalahan Pengarusutamaan Jender dalam Politik Pemerintahan
  • Strategi peningkatan kualitas kehidupan perempuan
  • Sulitnya analisis jender dalam strategi pembangunan
  • Sulitnya mengidentifikasi kebutuhan laki-laki dan perempuan dalam politik
  • Kebijakan netral jender diberlakukan dalam pemerintahan tidak mampu menghasilkan keuntungan pembangunan bersama laki-laki dan perempuan
pendekatan pembangunan konvensional vs etno development gender and development gad
Pendekatan Pembangunan Konvensional vs. Etno-Development/Gender and Development (GaD)
  • Pembangunan konvensional menitikberatkan pada benda, sedangkan etno-development/GaD pada manusia
etno development gad
Etno-Development/GaD
  • Masyarakat terbagi dlm kelompok2 kebudayaan teritorial
  • Fokus pada kualitas hidup perseorangan
  • Penekanan kuat pada identitas etnis, partisipasi, teriotiralitas, kemandirian, dan keseimbangan ekologis
  • Semua aspek kehidupan perempuan dilihat mulai dari kerja produktif, reproduktif, privat, dan publik
ad