1 / 38

PENYUSUN: Kelompok 7

PENYUSUN: Kelompok 7. Program Keluarga Berencana dan Kesetaraan Gender. Keluarga Berencana. Definisi Program keluarga Berencana (KB): program yang ditujukan kepada pasangan suami-istri yang ingin menentukan jumlah dan jarak anak mereka dengan metode kontrasepsi Latar Belakang

winka
Download Presentation

PENYUSUN: Kelompok 7

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENYUSUN: Kelompok 7 Program KeluargaBerencana danKesetaraan Gender

  2. KeluargaBerencana • DefinisiProgram keluargaBerencana (KB): program yang ditujukankepadapasangansuami-istri yang inginmenentukanjumlahdanjarakanakmerekadenganmetodekontrasepsi • LatarBelakang Angkakelahirantinggi> ledakanpenduduk Mortalitasibudanbayitinggi • Tujuan Menurunkanangkakelahiran, mortalitasibudanbayi.

  3. Tabel Angka Kelahiran

  4. Tabel Angka Kematian

  5. Angka Kematian Ibu

  6. Penilaian: • Crude Birth Rate (CBR): • Spesific Age Fertility Rate (SAFR) • Total Fertility Rate (TFR) • Growth Rate (GR) • Contraceptive Prevalence Rate (CPR) • Current User Rate (CU) • Mix CPR • Continuation Rate • Complication Rate

  7. Kegiatan • Edukasi • Jenis Pelayanan (kontrasepsi) • Pola Pelayanan • Sarana Pelayanan • Sistem Rujukan

  8. Edukasi Menggunakan media: poster, leaflet, konseling, penyuluhan, dll.Informasi harus memuat: • Fungsi reproduksi • Masa subur • Manfaat KB • Kontrasepsi (jenis, cara penggunaan, efek samping, cara memperoleh)

  9. JenisPelayanan • Koitusinteruptus: koitusbiasa, penis ditarikkeluardariliang vagina sebelumterjadipengeluaran semen (sperma)> kemungkinanhamilberkurang. Kelebihan: carainitidakmemerlukanalatatauobat. Kekurangan: kegagalancukuptinggi (spermabisakeluarsebelumlaki-lakimerasapuas), terlambatmenarik penis, pasanganmerasakecewa/tidakpuas.

  10. PantangBerkala: tidakmelakukankoituspadasaatisteridalammasasubur. • Metode: • Metodekalender : dihitungsiklushaidselama 3 bulan, waktuovulasi: saathari ke-14, masasubur: 2 harisebelumdansesudahovulasi. • Metodesuhu basal: diukursuhubadansetelahbangunpagiselamasiklushaidselama 3 bulan, ovulasi: satuharisetelahsuhu basal naik, masasubur: satuharisebelumdantigaharisetelahsuhu basal naik. • Metodelendir: jumlahdansifatlendir vagina selama 3 bulan, ovulasi: lendirlebihbanyakdanlebihliat, masasubur: 2 harisebelumdansesudahlendirbanyakdanliat.

  11. Kesulitan: • Sulit memastikan masa subur perempuan. • Tidak semua perempuan mendapat haidnya teratur • Sulit memperoleh termometer khusus (termometer basal) • Memerlukan ketekunan dan ketelitian perempuan> mengetahui masa subur • Tidak semua pasangan menaati untuk tidak berpasangan saat masa subur.

  12. Kondom: sarung karet tipis yang dipakai oleh laki-laki pada waktu koitus. • Cara penggunaan: • dipakai dengan menyarungkan pada penis yang ereksi, dari glan penis sampai ke pangkal penis. • Sarung karet ini mencegah sperma bertemu dengan ovum. • Setelah koitus, kondom segera dikeluarkan dari liang vagina, sebelum penis melemas.

  13. Kelebihan: • Murah, mudahdidapat, tidakperluresepdokter • Mudahdipakaisendiri • Dapatmencegahpenularan HIV/AIDS • Efeksampinghampirtidakada • Membantumencegahkankerserviks. • Kekurangan: • Setiapberkoitusharusmemakaikondombaru • Selaluharusadapersediaan • Terasanyeri, panas, danlecetpadapreputium penis • Kegagalandapatterjadi • Kontraindikasi: alergiterhadapbahankondom.

  14. Tisu KB: kertas tipis yang dapat hancur dalam liang vagina perempuan, dan dapat dipakai untuk mencegah kehamilan. • Cara penggunaan: • Tisu KB dipakai 2-5 menit sebelum koitus • Cuci tangan, ambil tisu KB, lalu diremas menjadi gumpalan kecil • Masukan tisu KB ke dalam liang vagina dengan mendorong menggunakan jari tengah sampai menyentuh serviks, tunggu 2 sampai 5 menit agar tisu tersebut hancur.

  15. Kelebihan: • Tidak menganggu • Tidak perlu resep dokter • Mudah dipakai sendiri • Kekurangan: harus selalu tersedia • Kontraindikasi: alergi terhadap bahan tisu KB

  16. Spiral/Intra Uterine Device (IUD)/Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR): memiliki bentuk bermacam-macam. • Cara pemasangan: • Spiral dimasukkan ke dalam uterus, • Sebelum dimasukkan,kesehatan ibu diperiksan dulu • Dipasang saat haid atau masa nifas.

  17. Kelebihan: • Tidak menganggu kelancaran air susu ibu • Aman untuk jangka panjang: 4-8 tahun (tergantung jenis spiralnya) • Mudah dikontrol • Tidak dipengaruhi faktor lupa • Kekurangan: • Beberapa ibu mengalami rasa nyeri di perut dan perdarahan sedikit. • Suami dapat mengeluh ketika koitus.

  18. Pil KB: obat oral yang berbentukpildanberisihormon estrogen danprogesteronatauhanyaprogesteron. Harusdimakansecarateratursetiapharigunamencegahkehamilan. • Suntikan KB: mengandunghormon long acting progestin (DepoMedroxyProgesteronAcetatdannorethisteroneenanthate). Penyuntikandilakukanpadadaerah deltoid atai 1/3 lateral garis SIAS-tulangekor, dan intra muskulatdalam) • Spermicidaadalahobat-obatkimiawipembunuhsperma yang dimasukkankedalamliang vagina sesaatsebelumkoitus. Dapatmenyebabkanreaksialergi.

  19. Implant/ susuk KB: alatkontrasepsi yang terdiridaritabungplastik (silastik),berisilevenorges>mencegahkehamilan, bersifatjangkapanjang (1 kapsuluntuk 3 tahun). • Tubektomi: salahsatucaramencegahkehamilandengancaramengikat/menutup tuba uterus. • Vasektomi: mencegahspermakeluardengancaramenutupduktus deferens. Tubektomidanvasektomi: kontasepsimantap(kontap)

  20. Pola Pelayanan • Berdasarkan Tujuan

  21. Berdasarkan Umur dan Jumlah Anak

  22. SaranaPelayanan: • Pos KB Desa:Tenagatelatih, ruanganmemadai, alatkontrasepsi • Tim KeluargaBerencanaKeliling: calonpeserta yang tidakterjangkau, butuhkendaraan. • Apotik • PraktekDokterSwasta (dokterumum, dokterobsgin, dll) • Praktekbidanswasta • Klinikkeluargaberencana (pemerintah/swasta) • Rumahsakitumum/swasta

  23. SistemRujukan: • Pesertamengalamikomplikasi, efeksampingkegagalandi pos KB desadirujukkepuskesmas • Puskesmastidakmampumelayani, dirujukke RS kabupaten • RS Kabupatentidakmampumelayani, dirujukke RS propinsi • Kasus KB madiridanmendapatkanpelayanandijalurswasta, jalurrujukannya: • Bidanpraktek> dokterumumataudokterobsgin • Dokterumum> dokterobsgin, rumahsakittipe D, C, B, A • Dokterobsgin> rumahsakittipe D, C, B,A

  24. KB yang tidak aman: • Keyakinan bahwa selama menyusui dan belum menstruasi setelah melahirkan, ibu tidak akan hamil • Perempuan berloncat-loncat setelah koitus • Segera mencuci organ genetalia eksterna setelah koitus • Minum jamu, air nanas muda, bir hitam, lada hitam, dsb. • Membalik peranakan dengan jalan memijat-mijat.

  25. Dampak KB tidak aman: • Kehamilan yang tidak diharapkan • Mengalami perdarahan , infeksi > keguguran, bayi prematur, kematian. • Kecacatan bayi • Tidak menyayangi anak (melampiaskan rasa kesal pada anak).

  26. Keluraga Berncana: 4T • Tidak cepat/terlalu muda punya anak • Tidak banyak punya anak • Tidak sering punya anak • Tidak terlalu tua punya anak

  27. Contoh Keluarga Berencana

  28. Kesetaraan Gender • Latar Belakang • Kualitas hidup kaum perempuan (sosio ekonomi) masih rendah. • Di tahun 1999, 35,5 % laki-laki tamat SMA, perempuan hanya 27 %. • Partisipasi angkatan kerja laki-laki 73,5 %, perempuan hanya 45,6 %. • Di bidang kesehatan, tahun 2002-2003, angka kematian ibu sebesar 307 kasus per 100.000 kelahiran. Indeks tertinggi di ASEAN “jika perempuan baik, maka negara akan baik”

  29. Keadilan gender (gender Equity): suatukondisidanperlakuan yang adilterhadapperempuandanlaki-laki. • Kesetaraan gender (gender equality): kesamaankondisisosio-kulturaldan status legal laki-lakidanperempuanuntukmemperolehkesempatandanjugamenikmatihak-haknyasebagaimanusiadanwarganegaraterutama agar merekamampuberperandanberpartisipasisecaraproporsionaldalampembangunanpolitik, ekonomi, sosialbudaya, pendidikan,hankam, sertamenikmatisegalahasilpembagunan.

  30. Bentuk kesetaraan gender: • Bidang pendidikan: mendapatkan prioritas yang sama dalam melanjutkan pendidikan • Bidang ekonomi: mendapatkan upah dan tunjangan yang sama • Bidang hankam: mendapatkan peran yang sama dalam membela negara • Bidang kesehatan: mendapatkan perhatian yang sama mengenai kondisi kesehatan • Bidang politik: memiliki hak yang sama untuk mengemukakan pendapat dan menjabat • Keluarga: memiliki peran yang sama dalam membersihkan rumah • Keluarga berencana: memiliki kewajiban yang sama menggunakan kontrasepsi.

  31. Masalah Kesetaraan Gender: • Wujud marjinalisasi • Ketimpangan relasi gender • Pencitraan negatif • Kekerasan dan pelecehan • Pembebanan kerja ganda (upah dan tunjangan) • Peran dan posisi perempuan dalam pembangunan di berbagai aspek kehidupan masih rendah.

  32. Upayapembangunankesetaraan gender: • Mengadakan program peningkatankualitasperempuan • Menyosialisasikankonsepkeadilandankesetaraan gender • Menghapussegalatindakkekerasan , penganiayaan, dankedzaliman yang berbasis gender. • Memperkuatlembaga yang memperjuangkankeadilandankesetaraan gender.

  33. Masalah Kesetaraan Gender

  34. Contoh Kesetaraan Gender

  35. Contoh Kesetaraan Gender

  36. Contoh Kesetaraan Gender

  37. Pelopor Kesetaraan Gender

  38. Terima Kasih

More Related