1 / 20

MINYAK ATSIRI

MINYAK ATSIRI. KELOMPOK 6 Desy Himmatul Izze. MINYAK ATSIRI . Minyak atsiri, atau yang dikenal juga sebagai volatile oil , atau essential oil , adalah cairan pekat yang tidak larut air, mengandung senyawa-senyawa beraroma yang berasal dari berbagai tanaman. Tanaman penghasil minyak atsiri.

vlora
Download Presentation

MINYAK ATSIRI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. MINYAK ATSIRI KELOMPOK 6 DesyHimmatulIzze

  2. MINYAK ATSIRI • Minyak atsiri, atau yang dikenal juga sebagai volatile oil, atau essential oil, adalah cairan pekat yang tidak larut air, mengandung senyawa-senyawa beraroma yang berasal dari berbagai tanaman

  3. Tanaman penghasil minyak atsiri • Cendana/Sandalwood • akar wangi • kunyit • lajago • daun nilam • Cengkeh • sereh dapur • sereh wangi • sirih mentha • kayu putih • Gandapura • jeruk purut • Kenikir • Kunci • Selasih • Seledri • Dan lain lain

  4. CIRI MINYAK ATSIRI • Umumnya tidak berwarna akan tetapi bila dibiarkan lebih lama warnanya berubah menjadi kecoklatan karena terjadi oksidasi/mencegahnya disimpan di tempat yang sejuk dankering di dalam wadah tertutup rapat dan berwarna gelap • Umumnya larut dalam pelarut organik dan tidak larut dalam air • Sebagian besar minyak atsiri terdiri dari persenyawaan hidrokarbonasiklik dan hidrokarbon isosiklik serta hidrokarbon yang mengikat oksigen seperti alkohol, fenoldan eter

  5. Metode Pengolahan Minyak Atsiri • Penyulingan : Penyulingan dengan uap langsung/pengkukusan (Direct Steam Distillation) :Teknik penyulingan ini digunakan untuk memproduksi minyak atsiri berbahan baku dedaunan, tangkai bunga, dan rimpang Penyulingan dengan sistem jaket : pada prinsipnya sama hanya ada tabung reaktan yang terpisah Penyulingan dengan sistem uap tak langsung : teknik penyulingan yang digunakan untuk memproduksi minyak atsiri berbahan atau kayu seperti kulit kayumanis, kayu masoyi, kayu gaharu • Ekstraksi : biasa digunakan untuk bahan minyak atsiri yang memiliki randemen rendah seperti bunga mawar, melati dan bunga-bungan yang lain

  6. PENYULINGAN

  7. Gambaran Proses Penyulingan secara umum

  8. Langkah pengolahan Penyulingan dengan uap langsung/pengkukusan (Direct Steam Distillation) • Dikeringkan bahan hingga layu • Dipotong kecil-kecil • Dimasukkan bahan kedalam tangki pemanashingga 75% volume tangki • Dipanaskan dalam air mendidih bersuhu 100 °C • Uap air panas dan uap minyak panas mengalir melalui pipa menuju tabung kondenesor • Didalam kondensor uap mengembun berubah menjadi cair • Didalam sparator minyak dan air terpisah karena berbeda berat jenis • Minyak dan air ditampung dalam wadah yang berbeda • Air yang terpisah dari minyak dialirkan kedalam tangki pemanas agar tidak kekeringan dan gosong

  9. Penyulingan dengan uap langsung/pengkukusan (Direct Steam Distillation)

  10. Penyulingan dengan sistem jaket • Bahan baku yang telah dirajang dimasukkan kedalam tabung reaktan hingga 75% dari kapasitas • Panaskan hingga mendidih suhu 100 °C • Uap air panas dan uap minyak panas mengalir menuju tabung kondensor • Uap air dan uap minyak mengembun berbentuk cair • Didalam kondensor uap mengembun berubah menjadi cair • Didalam sparator minyak dan air terpisah karena berbeda berat jenis • Minyak dan air ditampung dalam wadah yang berbeda • Air yang terpisah dari minyak dialirkan kedalam tangki pemanas agar tidak kekeringan dan gosong

  11. Penyulingan dengan sistem jaket

  12. Penyulingan dengan sistem uap tak langsung • Bahan baku yang telah dirajang dimasukkan kedalam tabung reaktan hingga 75% dari kapasitas • Uap panas didapatkan dari boiler yang mengalir melalui pipa • Uap air panas dan uap minyak panas dari tabung reaktan mengalir menuju tabung kondensor • Uap air dan uap minyak mengembun berbentuk cair • Didalam kondensor uap mengembun berubah menjadi cair • Didalam sparator minyak dan air terpisah karena berbeda berat jenis • Minyak dan air ditampung dalam wadah yang berbeda

  13. Penyulingan dengan sistem uap tak langsung

  14. Pengolahan dengan metode ekstraksi

  15. Pengolahan dengan metode ekstraksi • Hancurkan bunga melati dengan alat penggiling • Rendam bubur melati dengan pelarut non polar • Setelah 1 jam saring larutan untuk memisahkan ampas • Masukkan larutan dalam tabung erlemayer • Nyalakan rice cooker hingga temperatur 40-50°C • Hasil destilasi berupa minyak concrete. Untuk memurnikannya larutan didestilasi ulang untuk menghasilkan minyak melati absolut

  16. Pengolahan dengan cara lemak menyerap minyak

  17. Pengolahan dengan cara lemak menyerap minyak • Lumuri permukaan kaca chasis dengan 200 gr lemak secara merata berketebalan 0,3cm • Letakkan 200 gr bunga mawar yang telah dibersihkan dari tangkainya diatas permukaan chasis yang dilumuri lemak • Tutup chasis dan biarkan lemak menyerap aroma mawar • setiap 24 jam keluarkan bunga dan diganti dengan bunga yang baru selama 7 hari berturut-turut • Ambil lemak dari chasis dengan spatula dan masukkan kegelas kaca • Larutkan lemak dalam alkohol 95% • Panaskan campuran lemak dan alkohol pada suhu 30 °C • Dinginkan sampai suhu -35 °C • Filtrat disaring dan menghasilkan minyak bunga dalam lemak • Filtrat kemudian dipanaskan dengan suhu 30 °C dengan tekanan vakum 550 mmHg hingga mendapat absolut mawar

  18. TERIMA KASIH

More Related