1 / 37

FUNGSI DAN REGULASI HORMON

FUNGSI DAN REGULASI HORMON. Erkadius. Hormon adalah suatu zat yang. Dihasilkan oleh satu sel atau sekelompok sel neuron  akson  ujung akson  kelenjar endokrin  sel-sel bebas  Dimasukkan ke cairan tubuh cairan interstitium  sel-sel (self or others) cairan interstitium  plasma

upton
Download Presentation

FUNGSI DAN REGULASI HORMON

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. FUNGSI DAN REGULASI HORMON Erkadius

  2. Hormon adalah suatu zat yang • Dihasilkan oleh satu sel atau sekelompok sel • neuron  akson  ujung akson  • kelenjar endokrin  • sel-sel bebas  • Dimasukkan ke cairan tubuh • cairan interstitium  sel-sel (self or others) • cairan interstitium  plasma • Memiliki kontrol fisiologis terhadap sel lain • dekat: parakrin, autokrin • jauh: neurokrin, endokrin

  3. 1. Pertumbuhan - prolaktin • Perkembangan mammae dan produksi ASI • Mulai naik pada hamil 5 minggu  10-20 x • Perangsang: PRF, TRH, dibantu estrogen • hisapan papilla mammae • paling responsif: 0-6 mg postpartum • tidur, stress fisik dan mental • Penekan: PIF/dopamin dan somatostatin

  4. Merangsang • proliferasi saluran ASI, dengan bantuanestrogen, progesteron, kortisol, GH • pertumbuhan lobuli dan alveoli hamil, dengan bantuanestrogen dan progesteron • merangsang sintesis dan sekresi ASI, dibantu kortisolditekan estrogen dan progesteronmeningkat setiap ada rangsangan papilla mammae • Menekan • sekresi LHRH dan gonadotropin  menekan ovulasi, spermatogenesis. libido • overproduksi  infertilitas, galaktorrhea

  5. 2. Pertumbuhan - Somatotropin • Sel: pembesaran, perbanyakan, diferensiasi • Protein: • transport AA, pembentukan protein • Lemak: • mobilisasi  asetil ko-A  Kreb’s • bisa berakibat ketosis dan fatty liver • Karbohidrat: • glukosa penggunaan dihambat, disimpan sbg glikogen • bisa berakibat diabetes pituitary

  6. peran somatomedin (hati) • somatomedin = insulin-like growth factordirangsang oleh somatotropin • Peran terhadap kondrosit dan sel osteogenik • protein dan reproduksi sel meningkat • perubahan rawan menjadi tulang • Peran terhadap pertumbuhan • garis epifisis: tulang makin panjang • permukan: pembesaran dan penebalan tulang

  7. Efek GH secara umum • adiposum: perlemakan ↓ • otot: lean body mass ↑ • hati: sintesis protein dan somatomedin ↑ • Efek GH melalui somatomedin • tulang: pertumbuhan linear ↑ • ukuran dan fungsi organ ↑ • otot: lean body mass ↑

  8. … interaksi GH dengan insulin • Diet protein tinggi: • sintesis protein dan pertumbuhan: meningkat • penyimpanan kalori stabil • Diet karbohidrat tingg: • sintesis protein dan pertumbuhan stabil • penyimpanan kalori meningkat • Puasa: • sintesis protein dan pertumbuhan menurun • penyimpanan kalori menurun

  9. 3. Insulin • substrat  merangsang sekresi insulin • insulin  menarik substrat dari sirkulasi

  10. Respons insulin thd pemberian nutrisi • Terhadap glukosa • insulin plasma naik dalam dua fase (biphasic) • naik cepat dalam 5 menit: kompartemen labil • turun cepat, lalu naik perlahan • Terhadap protein, terutama ARG dan LYS • sinergi dengan glukosa • Terhadap lemak • trigliserida, asam lemak  efek kecil • asam keto plasma  moderat

  11. Efek insulin terhadap glukosa • Diffusi terbantu (facilitated diffusion) glukosa • ke dalam sel otot dan sel jaringan adiposum • BM glukosa 180, celah sel untuk BM 100 • dipermudah olahraga • (hati & otak: masuk bebas - permiabel) • Efek thd glukosa • Hati: glikogenesis dan glikolisis, menghambat pembentukan glukosa • Otot: glikogenesis dan glikolisis • Adiposum: lipogenesis (suplai gliserofosfat)

  12. Efek insulin terhadap lemak • Menghambat mobilisasi dan oksidasi lemak • produksi asetil-koA turun, asam keto turun, asam keto yang ada dijadikan enerji • insulin = antiketogenic hormone • Mendorong lipogenesis • plasma: lipase lipoprotein  chylomicron: VLDL & trigliserida  FFA • adiposum: FFA + α-gliserofosfat = trigliserida(gliserofosfat berasal dari glukosa)

  13. Efek insulin terhadap protein • Transport AA ke dalam sel • Pembentukan protein (anabolik) • menghambat pembebasan dan oksidasi AA • menghambat proteolisis • Molekul makro jaringan: • rawan dan tulang

  14. 4. Hormon tiroid • Pembentukan: I2 50 mg/th: 10 ppm dlm NaCl • folikel: I2 mono/di-iodo tirosin (MIT/DIT) • koloid: MIT/DIT tri/tetra-iodi tironin (T3/T4) • sekresi: pinositosis ke sel, difusi keluar • 93% sekresi T4, yang paling aktif T3 (1,75x) • Hormon utama metabolisme tubuh • tiroid (-): turun 40-50%; (++++): naik 60-100%

  15. Fungsi tiroid intrasel • Sel-sel menggunakan tiroid untuk transport AA ke sel  pembentukan • protein enzim, terutama Na,K,ATPase • protein struktural/fungsional (otak) • Untuk suplai AA, tiroid memecah protein otot • perlu sebagai sumber AA • AA disusun lagi membentuk protein baru

  16. Efek umum: termogenesis • Kecuali otak, gonad, limpa • Konsumsi O2 meningkat: • Tir(-)150, (N)250, (+)400 mL/1’ • Untuk ini perlu peningkatan: • suhu, aliran darah, keringat • ventilasi paru, eritrosit naik •  Pulse pressure (systole-diastole) naik • sistole naik (stroke volume) • diastole turun (resistensi perifer)

  17. Suplai substrat untuk energi • Tiroid mendorong penyerapan glukosa/lemak • penguatan efek-efek: katekolamin, glukagon, kortisol, GH • merangsang produksi kolesterol:untuk membentuk empedu • Growth and development: • tubuh dan otak

  18. 5. Metabolisme Ca dan PO4 • Vitamin D dan hormon paratiroid • Produksi awal vitamin D • ergosterol tanaman: radiasi UV  D2/D3 • kulit: 7‑dehidrokolesterolprevitamin D3 (UV)  D3 (panas) • Perubahan di hati: D3  25-OH D3 • Perubahan di ginjal: 25-OH D3  • 1,25-(OH)2-D3: potensi 10x D3 • 24,25-(OH)2-D3: potensi 0,5x D3

  19. Pembentukan 1,25‑(OH)2-D3 • defisiensi vitamin D, • defisiensi kalsium dan hipokalsemia, • defisiensi pospat dan hipopospatemia, • peningkatan sekresi hormon paratiroid. • Pembentukan 24,25‑(OH)2-D3 • vitamin D cukup • didorong 1,25‑(OH)2-D3 • Ca dan PO4 plasma cukup berlebih

  20. … peran vitamin D • Penyerapan Ca/PO4 dari usus dan tulang • Usus: reseptor di sel villi dan kripta. • menghasilkan kalbindin. • penyerapan Ca melawan beda konsentrasi. • Tulang: reseptor di osteoblast, • merangsang osteoklast (via gap junction) • Ginjal: efek penyerapan Ca lemah

  21. Hormon paratiroid (PTH) • Efek utama: • sintesis 1,25‑(OH)2-D3 • penyerapan Ca: tulang dan ginjal • penghambatan reabsorpsi PO4 di ginjal. • Pospat naik: • Ca+menurun  PTH terangsang

  22. Hormon korteks adrenal • Glukokortikoid: kortisol dan kortikosteron • efek metabolisme dan efek anti-peradangan; • Mineralokortikoid: aldosteron • keseimbangan sodium dan potassium; • Pendahulu androgen dan estrogen • ciri seks sekunder • DHEA/androstenedion  testosteron: perempuan: 50-60% efek androgenik • testosteron  estrogen: pasca-menopause

  23. 6. Regulasi metabolisme - Kortisol • Kontrol: CRH  ACTH. • ACTH: perubahan kolesterol sampai kortisol . • siklus diurnal, puncak sebelum bangun, terendah menjelang tertidur. • Stress: CRH  ACTH  kortisol naik • bedah, luka bakar, infeksi, demam, psikosis, ECT, cemas hebat • olahraga berat dan lama, hipoglisemia.

  24. Efek kortisol thd karbohidrat • Penggunaan glukosa ↓, • konservasi glukosa dan glikogen • kadar gula darah ↑  diabetes adrenal • Produksi glukosa ↑ • glukoneogenesis dan glikogenesis hati • mobilisasi AA otot ↑ → glukosa ↑ → glikogen.↑

  25. Efek kortisol terhadap protein • Sel tubuh (selain hati): • sintesis ↓ , pemecahan ↑., AA darah ↑ • transport terutama ke hati. • Hati: • asam amino ↑, deaminasi ↑ • sintesis protein ↑,  protein plasma ↑ • Kortisol berlebihan: • otot lemah • fungsi imunitas limfoid rendah

  26. Efek kortisol terhadap lemak • Asam lemak bebas • mobilisasi dari adiposum↑ → kadar darah ↑ • oksidasi di sel-sel ↑.→ energi ↑. • penggunaan glukosa ↓ • Obesitas unik • penumpukan lemak: dada dan kepala • dada seperti banteng, ‘moon face’. • nafsu makan ↑, produksi > mobilisasi lemak

  27. Efek kortisol thd stress dan radang • Menekan stress • trauma, infeksi, panas atau dingin ekstrim, • injeksi norepinefrin, bedah, restraining, • injeksi zat yang membunuh jaringan subkutis • penyakit yang melemahkan. • Menekan proses radang, penyelamat pada: • artritis reumatoid • demam rematik • glomerulonefritis akut

  28. 7. Regulasi Na dan K - Aldosteron • Mineralokortikoid (-), mati 3-14 hari: • ekstrasel: [K] ↑, [Na] ↓ dan [Cl] ↓ • volume total cairan ekstrasel ↓↓. • cardiac output ↓↓, syok, dan meninggal dunia. • selamat kalau dapat NaCl mineralokortikoid • Aktifitas mineralokortikoid • aldosteron 90%, • kortisol 1/400 aldosteron, tapi sekresi 80x • lain: kortikosteron dan deoksikortikosteron.

  29. Sirkulasi dan Ginjal • Fungsi di tubuli distal dan duktus koligentes • penyerapan Na • pengeluaran K • Penyerapan Na diikuti oleh: • kadar Na naik  cairan interstitium ditarik • volume darah ↑  tekanan darah ↑ • ekskresi air/garam ↑, (pressure natriuresis)

  30. Efek pada keringat, saliva, dan usus • penyerapan sodium dan ekskresi potassium • tanpa aldosteron: diare. • Pengaturan sekresi • (1) [K] ekstrasel ↑, sekresi aldosteron ↑ • (2) Renin-angiotensin ↑, sekresi aldosteron ↑ • (3) [Na] ↑ sedikit menurunkan aldosteron • (4) ACTH: permissive.

  31. Gangguan Prolaktin • Peningkatan [ ] penekanan gonadotropin: overproduksi, penurunan metabolisme di hati • libido menurun  overproteksi keturunan • pematangan folikel terganggu  KB • galaktorea • Peningkatan [ ] pada pria • produksi sperma dan libido terganggu • ginekomastia

  32. Gangguan somatotropin • Overproduksi - gigantisme • pemanjangan tulang (pra-pubertas) • penebalan tulang, pembesaran organ • hiperglikemia • urine di ginjal  diabetes pituitari • perangsangan insulin  kerusakan sel-sel beta pankreas  diabetes melitus tipe I • Kekurangan produksi - dwarfism

  33. Diabetes mellitus • Jenis • Tipe I – produksi insulin turun • Tipe II – respons reseptor rendah • Ciri khas • sel kekurangan glukosa  lapar, polifagia • glukosa di urin membawa air  poliuria • cairan tubuh bekurang  polidipsia • Uji toleransi gluosa • makanan merangsang insulin, insulin memasukkan makanan ke dalam sel

  34. Gangguan tiroid • Tirotoksikosis – akibat kelebihan produksiThyroid-stimulating immunoglobulin • metabolisme tinggi • produksi panas, pembuangan panas • ventilasi paru meningkat • eksoftalmos • Miksedema – penurunan produksiKekorangan iodium atau gangguan kelenjar • non-pitting edema • idiot (gangguan dalam kandungan)

  35. Gangguan paratiroid dan vitamin D • Hipoparatiroidisme: Ca turun, tetani larings • Hiperparatioridisme: dekalsifikasi tulang • depresi saraf pusat/perifer, kelemahan otot • kalsifikasi luas di alveoli, tubuli ginjal, arteri • Riketsia: • vitamin D turun, absorbsi Ca usus terganggu • kelemahan tulang jangka panjang, tetani • Osteomalasia: sering akibat steatorrhea • Osteoporosis: penurunan matriks, bukan Ca

  36. Gangguan adrenal • Peny. Addison: kegagalan sekresi • Penurunan aldosteron: • pembuangan Na, air, penurunan TD darah • Penurunan kortisol • hipoglikemia • stress dan radang sulit diatasi • Peny. Cushing: hipersekresi ACTH, kortisol • penarikan asam amino untuk suplai glukosa • kekebalan menurun, moon face • efek androgenik hirsutism

More Related