Sekilas tentang hiv art
Download
1 / 123

SEKILAS TENTANG HIV & ART - PowerPoint PPT Presentation


  • 373 Views
  • Uploaded on

Dr. Sigit Priohutomo, MPH Subdirektorat AIDS & PMS, Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL Kantor: 021-42881032 HP: 0818989182 Email: sigitpriohutomo@yahoo.com. SEKILAS TENTANG HIV & ART.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'SEKILAS TENTANG HIV & ART' - thiery


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
Sekilas tentang hiv art

Dr. Sigit Priohutomo, MPH Subdirektorat AIDS & PMS, Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

Kantor: 021-42881032

HP: 0818989182

Email: sigitpriohutomo@yahoo.com

SEKILAS TENTANG HIV & ART


Sekilas tentang hiv art
Penyakit Menular Seksual (PMS) : Dit.P2ML, Ditjen PPM & PLpenyakit umumnya terjadi pada alat kelamin dan ditularkan terutama melalui hubungan seksual

  • Beberapa organisme penyebab:

    • Bakteri: Neisseria gonorrhoeae, Chlamydia trachomatis, Treponema pallidum, Gardanella vaginalis, Haemophilus ducreyi, Donavania granulomatis, Mycoplasma hominis, Ureaplasma urealycum.

    • Virus: Herpes simplex, Human papilloma, Hepatitis, Cytomegalovirus, HIV

    • Protozoa: Trichomonas vaginalis

    • Jamur: Candida albicans

    • Ektoparasit: Phtirus pubis, Sarcoptes scabei.

Free template from www.brainybetty.com


Bagaimana cara cara melakukan hubungan seksual
Bagaimana cara-cara melakukan hubungan seksual? Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

  • Genito genital (kelamin dengan kelamin)

  • Oro-genital (mulut dengan kelamin)

  • Ano-genital (anus dengan kelamin)

  • Mano-genital (tangan dengan kelamin)

  • Heteroseksual (berbeda jenis kelamin)

  • Homoseksual (sesama jenis kelamin) seperti waria, gay, dan lesbian

  • Biseksual (sejenis maupun lain jenis kelamin)

Free template from www.brainybetty.com


Apakah hiv aids
APAKAH HIV/AIDS? Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

Virus hanya dapat menginfeksi manusia

H - Human

Virus, membuat tubuh manusia turun sistem kekebalannya , sehingga tubuh gagal melawan infeksi

I - Immuno-deficiency

Virus,karakteristiknya mereproduksi diri sendiri didalam sel manusia

V - Virus

Free template from www.brainybetty.com


Apakah hiv itu

Apakah HIV itu? Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

HIV (Human Immuno-deficiency Virus): adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan menimbulkan AIDS.

HIV menyerang limfosit yang disebut ‘sel T-4’ atau ‘sel T-penolong’ (T-helper), atau disebut juga ‘sel CD-4’.

HIV tergolong kelompok retrovirus yang memiliki kemampuan untuk “mengkopi-cetak”


Sekilas tentang hiv art

APAKAH AIDS? Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

A - Acquired

Didapat

Ditularkan dari orang ke orang.

I - Immune

Kekebalan adalah sistem pertahanan tubuh untuk mempertahankan diri dari serangan infeksi seperti bakteri atau virus.

D - Deficiency

Penurunan sistem kekebalan tubuh

Kumpulan tanda & Gejala

Orang dengan AIDS mengalami berbagai infeksi oportunistik dan penyakit lainnya.

S - Syndrome


Bagaimana cara penularan hiv
Bagaimana cara penularan HIV? Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

  • Melalui hubungan seksual dengan seseorang yang sudah terinfeksi HIV

  • Melalui transfusi, IDUs dan kegiatan medis dengan alat tusuk dan iris tercemar HIV

  • Dari Ibu ke janin/bayi-nya selama kehamilan, persalinan atau menyusui

Free template from www.brainybetty.com


Kegiatan tidak menularkan hiv
KEGIATAN Dit.P2ML, Ditjen PPM & PLTIDAK MENULARKAN HIV :

  • Sentuhan tubuh (makan bersama, bersalaman, berpelukan, cium pipi, batuk, bersin, menggunakan telpon umum, mengunjungi RS)

  • Feses, urin, air liur, keringat, airmata .

  • Donor darah

  • Penggunaan toilet umum

  • Gigitan serangga (nyamuk)

  • Kolam renang

Free template from www.brainybetty.com


Sekilas tentang hiv art

TARGET SELULER INFEKSI HIV Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

  • Target Utama :

    • CD4+ Limfosit T.

    • Monosit dan makrofag.

  • Virus memindahkan RNAnya kedalam sel manusia :

    • Terintegrasi kedalam materi genetik.

    • Replikasi.

  • Menghasilkan antibodi


Sekilas tentang hiv art

Free template from www.brainybetty.com Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL


Proses masuknya hiv
PROSES MASUKNYA HIV Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

‘T’

HIV

Free template from www.brainybetty.com


Proses masuknya hiv1
PROSES MASUKNYA HIV Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

Free template from www.brainybetty.com


Proses hiv di lymphosit t
PROSES HIV DI LYMPHOSIT-T Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

Free template from www.brainybetty.com


Perjalanan infeksi hiv
PERJALANAN INFEKSI-HIV Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

HIV

CD-4

ANTIBODI

PERIODE JENDELA

SERO-POSITIF

A I D S

2 TAHUN

5 – 10 TAHUN

8 – 12 MG

Free template from www.brainybetty.com


Sekilas tentang hiv art

1000 Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

900

Sel T CD4+

800

700

Sindrom

Infeksi

Akut HIV

Jumlah sel CD4+

TB

600

Asimtomatik

500

HZV

400

Periode jendela

OHL

Level relatif

Plasma HIV-RNA

300

OC

200

PPE

PCP

100

CM

Antibodi

CMV, MAC

0

0 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Bulan…..

Tahun sesudah terinfeksi HIV

PERJALANAN INFEKSIHIV


Sekilas tentang hiv art

PROGRESIFITAS HIV Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

  • Umur < 5 tahun atau > 40 tahun.

  • Infeksi lain.

  • Kemungkinan faktor genetik.

  • Dipengaruhi oleh muatan virus dalam plasma &

    jumlah CD4 sel T :

    • Makin tinggi muatan virus (jumlah virus dalam

    • badan) makin rendah jumlah CD4 & makin

    • tinggi progresifitas HIV menjadi AIDS & kematian.


Sekilas tentang hiv art

STADIUM INFEKSI HIV (WHO) Dit.P2ML, Ditjen PPM & PLPADA DEWASA & REMAJA > 13 TH

  • Stadium klinis I – IV.

  • Skala Performance/kinerja (modifikasi dari The Eastern Co-operative Oncology Group Score).

  • Stadium Laboratorium mengukur jumlah sel CD4.


Sekilas tentang hiv art

Stadium klinis HIV Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

(Stadium 1-4)


Sekilas tentang hiv art

Diagnosis pada Dewasa Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

  • Sebaiknya berdasarkan hasil lab dan klinik

  • Tidak semua tempat memiliki sarana lab

  • Diagnosis berdasarkan gejala dapat mengikuti pedoman Nasional


Sekilas tentang hiv art

Stadium klinis HIV dewasa (WHO) Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

Stadium Klinis 1

  • Asimptomatis

  • Limfadenopati Meluas Persistent (PGL)

    Skala Penampilan 1: asimtomatis, aktivitas normal


Sekilas tentang hiv art

  • Stadium Klinis 2 Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

  • Berat badan menurun <10% dari BB semula

  • Kelainan kulit dan mukosa ringan seperti

  • dermatitis seboroik, papular pruritic eruption (PPE),

  • infeksi jamur kuku, ulkus oral yang rekuren,

  • cheilitis angularis,

  • Herpes zoster dalam 5 tahun terakhir

  • Infeksi saluran napas bagian atas seperti

  • sinusitis bakterial

  • Skala Penampilan 2: simtomatis, aktivitas normal


Sekilas tentang hiv art

  • Stadium Klinis 4 Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

  • HIV wasting syndrome (BB turun 10% + diare kronik

  • > 1 bln atau demam >1 bln yg tdk disebabkan peny lain)

  • Pneumonia Pneumocystis (PCP)

  • Toksoplasmosis pada otak

  • Kriptosporidosis, Isosporiasis, Microsporidiosis dgn

  • diare >1 bulan

  • Kriptokokosis, ekstra paru

  • Cytomegalovirus (CMV) pada 1 organ selain hati, limpa,

  • kelenjar getah bening (mis: retinitis)

  • Herpes simplex virus (HSV) mukokutaneus > 1 bulan,

  • Progressive multifocal leucoenphalopathy (PML)

  • Mikosis disseminata (histoplasmosis, koksidioidomikosis,

  • penisiliosis)


Sekilas tentang hiv art

Stadium Klinis 4 Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL(lanjutan)

  • Kandidiasis esofagus, trakea, bronkus atau paru

  • Mikobakteriosis atipik disseminata atau di paru

  • Septikemi Salmonella non-tifoid

  • TB ekstra paru

  • Limfoma

  • Sarkoma Kaposi

  • Ensefalopati HIV (Gangguan dan/atau disfungsi motorik yg

  • mengganggu aktivitas hidup sehari hari dan berlangsung

  • beberapa minggu/bulan yg tidak disertai penyakit lain

  • Skala penampilan 4: berbaring di tempat tidur >50%

  • selama 1 bulan terakhir


Sekilas tentang hiv art

Stadium klinis HIV Anak (WHO) Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

  • Stadium klinis 1

  • Asimptomatik

  • Limfadenopati generalisata

  • Hepatosplenomegali


Sekilas tentang hiv art

  • Stadium klinis 2: Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

  • Infeksi sal. napas atas kronis atau kambuh (otitis media, otorhoea, sinusitis > 2 episode dalam 6 bln)

  • Pruritic papular eruption

  • Herpes zoster (> 1 episode dalam 6 bulan)

  • Ulkus oral rekurens (> 2 episode dlm 6 bln)

  • Lineal gingiva erythema (LGE)

  • Cheilitis angularis

  • Pembesaran parotis

  • Dermatitis seboroika

  • Infeksi human papiloma virus yang luas atau infeksi moluscum (> 5 % tubuh)

  • Infeksi jamur kuku


Sekilas tentang hiv art

  • Stadium klinis 3 Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

  • Malnutrisi sedang tanpa etiologi jelas yang tidak membaik dengan terapi standar

  • Diare persisten tanpa etiologi yang jelas (> 14 hari)

  • Demam tanpa etiologi jelas (intermiten atau konstan, > 1 bln)

  • Kandidiasis oral (di luar masa neonatal)

  • Oral hairy leukoplakia (OHL)

  • TB paru

  • Dugaan pneumonia bakteri kambuh yang berat (> 2 episode dalam 6 bulan)

  • Necrotizing ulcerative gingivitis/peridontitis akut

  • Pneumonitis limfoid interstitialis (LIP)

  • Anemi (< 8 g/dL), netropeni (< 1.000/mm3) atau trombositopeni (<30.000/mm3) > 1 bulan

  • Penyakit paru terkait HIV kronis termasuk bronkiektasis

  • Kardiomiopati terkait HIV atau nefropati terkait HIV


Sekilas tentang hiv art

  • Stadium klinis 4: Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

  • Keadaan dimana dugaan diagnosis dapat dibuat berdasarkan tanda klinis atau investigasi sederhana

  • Malnutrisi berat atau wasting berat tanpa etiologi jelas yang tidak

  • membaik dengan terapi standar

  • Pneumonia Pneumocystis

  • Dugaan infeksi bakteri berulang yang berat (> 2 episode dalam

  • 1 tahun, mis: empiema, piomiositis, infeksi tulang atau sendi,

  • meningitis selain pneumonia)

  • Infeksi Herpes simpleks orolabial atau kulit yg kronis (lamanya

  • > 1 bulan)

  • TB ekstra paru

  • Sarkoma Kaposi

  • Kandidiasis esofageal

  • Toksoplasmosis Sus. saraf pusat

  • Ensefalopati HIV


Sekilas tentang hiv art

  • Stadium klinis 4 Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL(lanjutan):

  • Keadaan dimana konfirmasi diagnosis dapat dilakukan.

  • Infeksi CMV (retinitis atau infeksi organ lain selain hati,

  • limpa, atau kel. limfe dengan onset pd umur > 1 bulan)

  • Meningitis Cryptococcus (atau penyakit ekstra paru lain)

  • Setiap mikosis endemis diseminata (Histoplasma,

  • Koksidioidomikosis atau Penisiliosis ekstra paru))

  • Kriptosporidiosis

  • Isosporiasis

  • Infeksi Mikobakteria non-TB diseminata

  • Kandidiasis trakea, bronkus, atau paru

  • Fistula rekto-vesiko yang terkait HIV

  • Limfoma non Hodgkin serebral atau sel B

  • Progressive Multifocal Leukoencephalopathy (PML)


Sekilas tentang hiv art

3 INFEKSI OPORTUNISTIK PALING UMUM DI ASIA Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

  • Tuberkulosis.

  • Peumocystiscarinii pneumonia.

  • Cryptococcosis, extrapulmonary.


Komitmen deklarasi ungass

Tahun 2001 Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

Tahun 2003

Adanya strategi nasional yang memperkuat sistem kesehatan & ditujukan kepada faktor2 yg mempengaruhi ketersediaan pelayanan untuk HIV-termasuk ARV dan IO .

Tahun 2005

Mengembangkan dan membuat kemajuan yang nyata dalam menerapkan strategi pelayanan komprehensif termasuk akses pada obat.

Tahun 2006

Percepatan program pencegahan, perawatan & pengobatan untuk mencapai tujuan

“ UNIVERSAL ACCESS “

pada TH. 2010

KOMITMEN DEKLARASI UNGASS


Sekilas tentang hiv art

Akhir 2004 baru 7 Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL00,000orang diseluruh dunia menggunakan ART dari total 6 juta orang yang memerlukannya saat ini (2005).

“3 by 5 “ Initiative  target WHO / UNAIDS :

3 juta ODHA akses terhadap ART

Di Asia, sekitar 1 juta orang membutuhkan ART < 50,000 orang yang mempunyai akses.

Target Indonesia  10.000 ODHA akses ART pada th 2005

2006

SITUASI SAAT INI?


Sekilas tentang hiv art

Sudah Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL>> banyak obat generik tersedia.

Turunnya biaya ARV.

Banyak negara telah melakukan kemajuan yang berarti dalam meningkatkan terapi ARV :

Thailand 13,000 (‘05 : 30,000).

Malawi 500 (‘05 : 25,000).

Uganda 10,000 (‘05 : 30,000).

Brazil 115,000 (‘05 :jangkauan universal).

India < 20,000 di sektor swasta.

Indonesia sekitar 4000 orang ( ’05 :10.000)

Myanmar sekitar 100 di sektor swasta

SITUASI SAAT INI?


Peran konselor art

Penilaian kesiapan penerimaan ART. Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

Perjanjian terapi.

Konseling kepatuhan/adherence terapi.

Konseling side efek T/

PERAN KONSELOR & ART


Perlu diingat

* KONDOM Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

* CPT : COTRIMOZASOL PROPHYLAXIS Tx

* GIZI : MAKAN YANG SEHAT & SEIMBANG

PERLU DIINGAT !!!


Kepatuhan berobat adherence
KEPATUHAN BEROBAT (ADHERENCE) Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL


Faktor sosial ekonomi

Faktor-faktor yang mempengaruhi Dit.P2ML, Ditjen PPM & PLadherence

Kurang/tdk ada jejaring dukungan sosial dan situasi kehidupan yg tdk stabil

Kultur & kepercayaan setempat ttg sakit & pengobatan

Stigma, Etnis, Gender, Usia

Biaya pengobatan yg tinggi

Biaya transport yg tinggi

Terkait dg hukum kriminal

Terkait dg ketersediaan obat

Upaya utk meningkatkan adherence

Asesmen kebthan sosial

Dukungan sosial, perumahan, PMT, uang transpor

Dukungan sebaya

Mobilisasi LSM

Optimalisasi kemitraan antar unit pelayanan

KIE masy & petugas utk me < i stigma

Dukungan keluarga dan masy

FAKTOR SOSIAL EKONOMI


Faktor sistem kes petugas kes

Faktor-faktor yang mempengaruhi Dit.P2ML, Ditjen PPM & PLadherence

Pelayanan kes yg < ; Hub petugas & psn < baik

Petugas kes tdk terlatih, beban kerja yg tinggi

< / tdk ada supervisi

Tdk mampu memprediksi kemungkinan psn tdk patuh

Hub baik antara psn & dokter

Tersedianya ahli ; Adanya sistem dukungan psn

Jam pelayanan yg fleksibel

Upaya utk meningkatkan adherence

Tdk terputus

Informasi tersedia

Pelthan & proses manajemen utk pelayanan pd psn

Dukungan organisasi/kelompok setempat pd psn

Manajemen penyakit dan pengobatan psn

Perawatan paripurna

Supervisi staf yg intensif

Pelthan monitoring adherence

Menggunakan PMO

FAKTOR SISTEM KES / PETUGAS KES


Faktor faktor berhubungan dg kondisi

Faktor-faktor yang mempengaruhi Dit.P2ML, Ditjen PPM & PLadherence

Asymtomatis/Tdk merasa skt

Penggunaan obat

Perub mental akbt narkoba

Depessi & stres psikis

Penget ttg pengobatan peny

Informasi ttg peny & ptgnya pengobatan

Upaya utk meningkatkan adherence

Pengetahuan ttg pengobatan

Informasi ttg ptgnya pengobatan

FAKTOR-FAKTOR BERHUBUNGAN DG KONDISI


Faktor faktor berhub dg pengobatan

Faktor-faktor yang mempengaruhi Dit.P2ML, Ditjen PPM & PLadherence

Paduan obat

Efek samping

Toksisitas

Upaya utk meningkatkan adherence

Penget ttg pengobatan & efek samping

Pengetahuan ttg adherence

Penggunaan obat

PMO

Kesepakatan (tertulis/lisan) utk menyelesaikan Tx

Monitoring & asesmen berkesinambungan

FAKTOR-FAKTOR BERHUB DG PENGOBATAN


Faktor faktor berhub dg pasien

Faktor-faktor yang mempengaruhi Dit.P2ML, Ditjen PPM & PLadherence

Lupa

Pengguna Narkoba

Depesi

Stres psikis

Dikucilkan akbt stigma

Percaya akan pengoabatan yg efektif

Motivasi

Upaya utk meningkatkan adherence

Hub baik dg psn (empati)

Tujuan bersama

Alat bantu utk mengingatkan

Insentif/dorongan semangat

Tel atau kunjungan rumah bagi yang lalai

FAKTOR-FAKTOR BERHUB DG PASIEN


Pitc provider initiated testing counselling

SBG PEMBERI UMPAN BAGI KLINIK VCT Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

DILAKSANAKAN OLEH PETUGAS KES. & LAY KONSELOR

UPAYA MENGATASI :

KETERBATASAN WAKTU

SUMBER DAYA

STIGMA

BERBAGAI RAGAM KEBTHAN PSN (DUKUNGAN EMOSIONAL, AKSES PD LAYANAN SOSIAL LAIN, PERAWATAN DIRUMAH)

PITC(PROVIDER INITIATED TESTING & COUNSELLING)


Sekilas tentang hiv art

Stadium klinis 1 (WHO) Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL


Sekilas tentang hiv art

Persistent Generalized Lymphadenopathy (PGL) Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

  • Kelenjar GB dgn diameter > 1.5 cm pada > 2 tempat di ekstra inguinal selama > 3 bulan

  • Benjolan tidak nyeri tekan, simetris, dan sering mengenai servikal posterior, aksila, oksipital, dan epitrochlear

  • Periksa DL dan X-foto dada (KGB hilus & mediastinum)


Sekilas tentang hiv art

  • Terjadi pada sampai 50% infeksi HIV Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

  • Sampai 1/3 nya tidak ada gejala lain

  • PGL dapat mengecil secara perlahan selama perjalanan penyakit dan dapat hilang sendiri sebelum timbulnya AIDS

  • Tidak ada terapi spesifik


Tatalaksana universal
TATALAKSANA UNIVERSAL Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

HIV

CD-4

ANTIBODI

Abstinent Be faithfull Contraception Drug

No Sex, No drugs No Pregnan Cuma satu Alat proteksi tatalaksana

S E P A N J A N G W A K T U

PERIODE JENDELA

SERO-POSITIF

A I D S

2 TAHUN

5 – 10 TAHUN

8 – 12 MG

Free template from www.brainybetty.com


Akses universal pitc
AKSES UNIVERSAL & PITC Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

Free template from www.brainybetty.com


Sekilas tentang hiv art

Free template from www.brainybetty.com Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL


Latar belakang
LATAR BELAKANG Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

AKBT TERBATASNYA PENGETAHUAN TTG STATUS HIV, BANYAK ORG TDK MEMPEROLEH :

  • PERAWATAN

  • DUKUNGAN

  • PENGOBATAN

    SECARA DINI SERTA MELAKSANAKAN PENCEGAHAN PENULARAN

    ESTIMASI :

  • DUNIA :

    • 38.6 JT ODHA TERMSK 4.1 JUTA PD AHIR TH. 2005

    • 80 % TDK MEMP. AKSES KE LAYANAN.

  • INDONESIA:

    • 193.000 ODHA PD TH. 2006

    • 94 % BLM MEMP. AKSES KE LAYANAN

  • Free template from www.brainybetty.com


    Tujuan
    TUJUAN Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    • PERCEPATAN PENGEMBANGAN LAYANAN SECARA KOMPREHENSIF DLM PENCEGAHAN, PERAWATAN, DUKUNGAN DAN PENGOBATAN

    • MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DENGAN PENGETAHUAN MENGENAI STATUS HIV

    Free template from www.brainybetty.com


    Paket dasar
    PAKET DASAR Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    • PAKET DASAR DARI PENCEGAHAN, PERAWATAN, DUKUNGAN DAN PENGOBATAN MERUP. KOMPONEN KUNCI KES MASY UTK MENCAPAI TUJUAN AKSES UNIVERSAL TH. 2010

    • PKT DSR HRS :

      • DPT DIAKSES

      • MEMENUHI KEBTHAN

      • MEMENUHI KUALITAS STD MINIMAL

    OPTIMALISASI LAYANAN HIV

    Free template from www.brainybetty.com


    Paket dasar1
    PAKET DASAR Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    • Health facility-based interventions

    • Community-based interventions

    • Interventions delivered through outreach to

      most at -risk populations (in partnership with

      other sectors)

    • National measures needed to support service

      delivery

    Free template from www.brainybetty.com

    Source: TOWARDS UNIVERSAL ACCESS BY 2010. WHO 2006


    Sekilas tentang hiv art

    Free template from www.brainybetty.com Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    Source: TOWARDS UNIVERSAL ACCESS BY 2010. WHO 2006


    Sekilas tentang hiv art

    Cont. Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    Free template from www.brainybetty.com

    Source: TOWARDS UNIVERSAL ACCESS BY 2010. WHO 2006


    Sekilas tentang hiv art

    Cont. Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    Free template from www.brainybetty.com

    Source: TOWARDS UNIVERSAL ACCESS BY 2010. WHO 2006


    Sekilas tentang hiv art

    Cont. Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    Free template from www.brainybetty.com

    Source: TOWARDS UNIVERSAL ACCESS BY 2010. WHO 2006


    Sekilas tentang hiv art

    Cont. Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    Free template from www.brainybetty.com

    Source: TOWARDS UNIVERSAL ACCESS BY 2010. WHO 2006


    Sekilas tentang hiv art

    Cont. Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    Free template from www.brainybetty.com

    Source: TOWARDS UNIVERSAL ACCESS BY 2010. WHO 2006


    Strategi dlm memberdayakan pengetahuan mengenai status hiv
    STRATEGI DLM MEMBERDAYAKAN PENGETAHUAN MENGENAI STATUS HIV Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    • Client-Voluntary HIV counselling and testing (VCT)

    • Provider-initiated HIV testing and counselling (PITC)

    • Infant HIV diagnosis and family testing and counselling

    Free template from www.brainybetty.com


    Prinsip kebijakan testing hiv
    PRINSIP KEBIJAKAN TESTING HIV Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    BERKAITAN DG HAM, UTK ITU HARUS :

    • SUKARELA

    • INGAT 3 “C” :

      • inform CONSENT

      • CONFIDENTIAL

      • access to COUNSELLING

        (sejak tes HIV dpt dilaksanakan th. 1985)

    Free template from www.brainybetty.com


    Pitc provider initiated testing counselling1
    PITC Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL(PROVIDER INITIATED TESTING & COUNSELLING)

    • TDK MENGGANTIKAN VCT

    • SBG PEMBERI UMPAN BAGI KLINIK VCT / MELUASKAN

      JANGKAUAN

    • DILAKSANAKAN OLEH PETUGAS KES. & LAY KONSELOR

    • OPT OUT

    • INGAT 3 “C”

    • KONSELING BKN MERUP. KEHARUSAN DLM PITC

    • DPT DILAKSANAKAN DG. KESIAPAN LAYANAN MINIMAL

      TANPA ARV, MIS. HANYA ADA COTRIMOXAZOLE

    Free template from www.brainybetty.com


    2 kategori pitc
    2 KATEGORI PITC Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    • KEBTHAN DIAGNOSIS :

      MERUP INDIKASI BL PSN MEMP TANDA ATAU GEJALA ADANYA PENY TERKAIT HIV, TERMSK TBC

    • DITAWARKAN SECARA RUTIN :

      • IMS ATAU DIKLINIK IMS

      • BUMIL

      • ASIMPTOMATIK PD KLINIK DIWILAYAH DG PREV

        HIV TINGGI & TERSEDIA ART

    Free template from www.brainybetty.com


    Mengapa pitc

    MENGAPA PITC Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    WAKTU :

    KETERBATASAN WKT DARI DOKTER MENGAKIBATKAN

    KONSELING TERABAIKAN

    SDM :

    KETERBATASAN WKT DPT DIATASI DG MENGAKTIFKAN

    STAF/PETUGAS KES LAINNYA & LAY KONSELOR

    STIGMA :

    ADANYA STIGMA DPT DIATASI BL TES HIV DITAWARKAN SECARA RUTIN SHG MENJADI BIASA

    BERBAGAI KEBTHAN PSN

    DPT DIPENUHI SPT :

    DUKUNGAN EMOSIONAL

    AKSES DG FASILITAS SOSIAL LAINNYA

    DUKUNGAN PERAWATAN LAINNYA SPT

    “HOME BASE CARE”


    Sekilas tentang hiv art

    PERBEDAAN ANTARA VCT DAN PITC Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    VCT

    Provider-Initiated

    • Individu mencari layanan konseling HIV dan Testing

    • Hasil tes memudahkan mendorong klien untuk menyusun rencana hidupnya

    • Konseling terfokus pada perilaku berisiko dan penurunan risiko

    • Layanan Anonymous atau konfidensial

    • Individu mencari layanan medik

    • Konseling HIV diberikan dan tes ditawarkan oleh petugas kesehatan

    • Pengguna hasil tes utamanya adalah petugas kesehatan agar dapat mendiagnosis dan menyiapkan terapi yang tepat

    • Layanan konfidensial dan didokumentasikan distatus catatan medik agar ada tindak lanjut

    Meluaskan Layanan HIV di Layanan Kesehatan Anak

    Tantangan dan Harapan

    Free template from www.brainybetty.com


    Pitc provider initiated testing counselling2
    PITC Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL(PROVIDER INITIATED TESTING & COUNSELLING)

    • AKSES UNIVERSAL TH. 2010

    • SBG PEMBERI UMPAN BAGI KLINIK VCT

    • DILAKSANAKAN OLEH PETUGAS KES. & LAY KONSELOR

    • UPAYA MENGATASI :

      • KETERBATASAN WAKTU

      • SUMBER DAYA

      • STIGMA

      • BERBAGAI RAGAM KEBTHAN PSN (DUKUNGAN EMOSIONAL, AKSES PD LAYANAN SOSIAL LAIN, PERAWATAN DIRUMAH)

    Note 1206: 228 jaringan konselor VCT

    ( Total 296 VCT Klinik untuk dikaitkan)

    Free template from www.brainybetty.com


    Sekilas tentang hiv art

    Free template from www.brainybetty.com Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    Source: WHO/UNAIDS Guidance on Provider-initiated HIV Testing and Counselling in Health Facilities

    DRAFT FOR PUBLIC COMMENT - November 27, 2006


    Pada status epidemi meluas general
    PADA STATUS EPIDEMI MELUAS (GENERAL) Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    • SKRINING DIANJURKAN PD LAYANAN KES UMUM

    • PRIORITAS DI LAYANAN :

      • LAYANAN ANTENATAL, PERSALINAN & POSTPARTUM

      • KLINIK IMS

      • FASILITAS KES DG KUNJUNGAN PSN BERISIKO

      • FASILITAS KES LAINNYA

    Free template from www.brainybetty.com


    Pada status epidemi terkonsentrasi rendah
    PADA STATUS EPIDEMI Dit.P2ML, Ditjen PPM & PLTERKONSENTRASI & RENDAH

    • SKRINING TDK DIANJURKAN PD LAYANAN KES UMUM

    • PASTIKAN TERDPT FASILITAS TESTING HIV BERKUALITAS

    • DILAKUKAN PD PSN DG TANDA & GEJALA PENYAKIT TERKAIT HIV DI LAYANAN :

      • KLINIK IMS

      • FASILITAS KES DG KUNJUNGAN PSN BERISIKO

      • LAYANAN ANTENATAL, PERSALINAN & POSTPARTUM

    Free template from www.brainybetty.com


    Monitoring evaluasi
    MONITORING & EVALUASI Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    • MONITORING KEMAJUAN PELAKSANAAN

    • IDENTIFIKASI MASALAH, PERBAIKI & ADAPTASI STRATEGI PELAKSANAAN

    • ASESMEN EFEKTIFITAS & DAMPAK DARI INTERVENSI TERHDP :

      • MENINGKATNYA AKSES UTK TESTING DAN

        KONSELING HIV & HSLNYA

      • MENINGKATNYA AKSES LAYANAN PENCEGAHAN,

        PERAWATAN, DUKUNGAN & LAYANAN SOSIAL

        LAINNYA

      • MENURUNNYA JML KESAKITAN & KEMATIAN

      • MENINGKATNYA PENGETAHUAN TTG STATUS HIV

        & PENGOBATANNYA

      • DAMPAK SOSIAL (MENURUNNYA STIGMA DLL)

  • EVALUASI STRATEGI UTK EFEKTIVITAS, DAMPAK, COST-EFFECTIVENESS & KESINAMBUNGAN INTERVENSI

  • Free template from www.brainybetty.com



    Sekilas tentang hiv art

    ARV LINI 1 YG Dit.P2ML, Ditjen PPM & PLTERSEDIA DI INDONESIA

    • ZDV/AZT/ZIDOVUDIN

    • 3TC/LAMIVUDIN

    • D4T/STAVUDIN

    • NVP/NEVIRAPINE

    • EFV/EFAVIRENS

    • CATATAN :

    • HIVIRAL : LAMIVUDIN

    • REVIRAL : ZIDOVUDIN

    • DUVIRAL : ZIDOVUDIN + LAMIVUDIN

    • NEVIRAL : NEVIRAPIN


    Sekilas tentang hiv art

    2003 ART GUIDELINES - 1 Dit.P2ML, Ditjen PPM & PLst LINE FORMULARY

    d4T

    NVP

    3TC

    AZT

    EFZ


    Sekilas tentang hiv art

    TERAPI REJIMEN Dit.P2ML, Ditjen PPM & PLLINI PERTAMA

    2 NRTIs + 1NNRTI adalah terapi utama yang direkomendasikan sbg kombinasi efektif

    • ZDV/3TC + NVP atau EFZ

    • d4T/3TC + NVP atau EFZ


    Sekilas tentang hiv art

    2006 ART GUIDELINES - 1 Dit.P2ML, Ditjen PPM & PLst LINE FORMULARY

    NVP

    AZT* or d4T

    3TC or FTC#

    EFV

    TDF* or ABC

    * AZT and TDF considered as preferred NRTIs

    # 3TC and FTC are interchangeable


    Sekilas tentang hiv art

    ARV LINI 2 YG Dit.P2ML, Ditjen PPM & PLTERSEDIA DI INDONESIA

    • DIDANOSINE (ddl)

    • RITONAVIR (RTV)

    • LOPINAVIR (LPV/r)

    CATATAN :

    RTV + LPV/r …………. KALETRA


    Sekilas tentang hiv art

    2003 ART GUIDELINES - 2 Dit.P2ML, Ditjen PPM & PLnd LINE FORMULARY

    LPV/r

    ABC

    ddI

    SQV/r

    TDF

    NFV or IDV/r


    Sekilas tentang hiv art

    2006 ART GUIDELINES - 2 Dit.P2ML, Ditjen PPM & PLnd LINE FORMULARY

    ABC or TDF

    3TC ± AZT

    LPV/r or SQV/r or ATV/r or FPV/r or IDV/r

    NVP or EFV

    ddI

    NFV


    Sekilas tentang hiv art

    3 INFEKSI OPORTUNISTIK PALING UMUM DI INDONESIA Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    • Tuberkulosis.

    • DIARE

    • CANDIDIASIS


    Sekilas tentang hiv art

    HIV & TUBERKULOSIS Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    • HIV mempercepat aktivasi TB :

      • TB yang didapat.

      • TB laten.

    • HIV akan meningkatkan kekambuhan TB :

      • Reaktivasi endogen.

      • Reinfeksi eksogen.


    Pengendalian hiv aids departemen kesehatan

    PENGENDALIAN HIV AIDS Dit.P2ML, Ditjen PPM & PLDEPARTEMEN KESEHATAN

    Dr. Sigit Priohutomo, MPH

    KaSubdit AIDS & PMS

    HP: 0818989182, kantor 021-42880231

    Email: sigitpriohutomo@yahoo.com


    Sekilas tentang hiv art

    8194 Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    32 PROPINSI

    6

    242

    3

    10

    203

    3

    101

    97

    58

    553

    50

    64

    83

    1

    2

    119

    947

    91

    12

    2

    23

    102

    2565

    290

    863

    143

    42

    399

    940

    89

    62

    29

    Free template from www.brainybetty.com


    Sekilas tentang hiv art

    169 KAB/KODYA Dit.P2ML, Ditjen PPM & PL

    32 PROPINSI

    5/20

    10/23

    2/8

    6/8

    4/5

    2/13

    1/5

    6/11

    3/9

    4/10

    4/7

    3/10

    1/14

    1/9

    3/5

    2/16

    9/20

    4/11

    5/7

    2/13

    5/5

    1/7

    4/28

    4/10

    24/35

    6/9

    4/6

    7/25

    2/5

    27/38

    4/8

    4/16

    Free template from www.brainybetty.com


    Jumlah kumulatif infeksi hiv 10 tahun terakhir s d desember 2006
    JUMLAH KUMULATIF INFEKSI HIV 10 TAHUN TERAKHIR S/D DESEMBER 2006

    Free template from www.brainybetty.com


    Persentase kasus aids berdasarkan jenis kelamin sd september 2006
    Persentase Kasus AIDS Berdasarkan Jenis Kelamin sd September 2006

    Free template from www.brainybetty.com


    Kumulatif kasus aids di indonesia berdasarkan kelompok umur s d desember 2006
    KUMULATIF KASUS AIDS DI INDONESIA BERDASARKAN KELOMPOK UMUR S/D DESEMBER 2006

    Free template from www.brainybetty.com


    Kecenderungan faktor risiko kasus aids per periode s d desember 2006
    KECENDERUNGAN FAKTOR RISIKO KASUS AIDS PER PERIODE S/D DESEMBER 2006

    Free template from www.brainybetty.com


    Propinsi dengan kasus aids terbanyak pada pengguna napza suntik s d desember 2006
    PROPINSI DENGAN KASUS AIDS TERBANYAK PADA PENGGUNA NAPZA SUNTIK S/D DESEMBER 2006

    Free template from www.brainybetty.com


    Persentase kasus aids pada pengguna napza suntik berdsrkan gol umur s d desember 2006
    PERSENTASE KASUS AIDS PADA PENGGUNA NAPZA SUNTIK BERDSRKAN GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    Free template from www.brainybetty.com


    Gejala io
    GEJALA & IO GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    Free template from www.brainybetty.com


    Sekilas tentang hiv art

    Free template from www.brainybetty.com GOL UMUR S/D DESEMBER 2006


    Sekilas tentang hiv art

    Free template from www.brainybetty.com GOL UMUR S/D DESEMBER 2006


    Sekilas tentang hiv art

    ESTIMASI POPULASI RAWAN DAN HIV TAHUN 2002 GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    Free template from www.brainybetty.com


    Estimasi hiv 2006
    ESTIMASI HIV 2006 GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    Free template from www.brainybetty.com


    Sekilas tentang hiv art

    973 GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    11.044

    706

    8.899

    1.423

    3.897

    6.664

    462

    4.344

    5.024

    3.508

    6.245

    2.567

    2.189

    2.185

    1.684

    657

    800

    1.092

    21.487

    5.899

    3.468

    5.153

    26.805

    9.932

    7.999

    8.644

    3.662

    15.699

    14.341

    4.767

    873

    1.973

    Free template from www.brainybetty.com


    Sekilas tentang hiv art

    Free template from www.brainybetty.com GOL UMUR S/D DESEMBER 2006


    Sekilas tentang hiv art

    Free template from www.brainybetty.com GOL UMUR S/D DESEMBER 2006


    Sekilas tentang hiv art

    Free template from www.brainybetty.com GOL UMUR S/D DESEMBER 2006


    Estimasi tren epidemi hiv di indonesia tahun 1989 2020
    Estimasi Tren Epidemi HIV di Indonesia, Tahun 1989-2020 GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    Free template from www.brainybetty.com


    Dampak epidemi hiv dan aids

    Kehilangan harapan hidup 37 th GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    Kehilangan produktivitas kerja 25 th

    Angka Harapan Hidup

    Angka Harapan hidup bayi HIV (+) 10 th

    Dampak Epidemi HIV dan AIDS

    Free template from www.brainybetty.com


    Dampak ekonomi
    Dampak Ekonomi GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    • Sampai saat ini telah meninggal 80 ribu orang dengan mayoritas pada umur 30-an tahun.

    • Kehilangan masa produktif 25 tahun untuk setiap orang yang telah meninggal karena HIV – AIDS.

    Free template from www.brainybetty.com

    Back


    Dampak harapan hidup
    Dampak Harapan Hidup GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    • Sampai saat ini telah meninggal 80 ribu orang dengan mayoritas pada usia dibawah 30 tahun.

    • Total hilang Usia Harapan Hidup 37 tahun untuk 80 ribu orang

    Free template from www.brainybetty.com

    Back


    Dampak sosial
    Dampak Sosial GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    • Banyak orang tua kehilangan anaknya

    • Banyak anak kehilangan orang tuanya

    • Banyak orang kehilangan pasangan hidupnya

    Free template from www.brainybetty.com

    Back


    Dampak beban pelayanan
    Dampak Beban Pelayanan GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    • Lima sampai sepuluh tahun ke depan diperlukan pelayanan pengobatan untuk AIDS dari orang yang terinfeksi HIV saat ini

    • Estimasi 2006 ada sekitar 195 ribu orang, terinfeksi HIV yang akan menjadi AIDS dan memerlukan perawatan, dukungan, dan pengobatan

    • Diperlukan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia untuk merawat, mengobati dan memberikan dukungan

    Free template from www.brainybetty.com

    Back


    Visi p hiv aids ims

    VISI P.HIV AIDS & IMS GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    TERKENDALINYA PENYEBARAN INFEKSI-HIV IMS DAN KUALITAS HIDUP ORANG DENGAN HIV/AIDS


    Misi p hiv aids ims

    MISI P.HIV AIDS & IMS GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    PENGENDALIAN PENYEBARAN INFEKSI HIV, IMS DAN DAMPAK HIV/AIDS DILAKUKAN MELALUI UPAYA PENCEGAHAN, MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN SERTA JANGKAUAN ODHA DAN MASYARAKAT


    Strategi
    STRATEGI GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    • UPAYA PENCEGAHAN DILAKUKAN DENGAN MEMUTUS RANTAI PENULARAN TERUTAMA PADA POPULASI RAWAN TERTULAR DAN MENULARKAN

    • UPAYA PELAYANAN DILAKUKAN SECARA KONFREHENSIF DAN TERPADU DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP ORANG DENGAN HIV/AIDS DAN MENGURANGI DAMPAK SOSIAL DARI HIV/AIDS

    • MENINGKATKAN JANGKAUAN DAN KUALITAS PENGENDALIAN SECARA BERTAHAP BERDASARKAN EPIDEMIOLOGI DENGAN MENGGUNAKAN SETIAP SUMBER DAYA DAN MENGIKUTSERTAKAN SELURUH KOMPONEN MASYARAKAT (PARTNERSHIP)

    Free template from www.brainybetty.com


    Kebijakan
    KEBIJAKAN GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    • SEMUA TEHNOLOGI PENGENDALIAN HIV/AIDS DAPAT DITERAPKAN SETELAH MELALUI PROSES ADAPTASI DAN ADOPSI SERTA BILA DIPERLUKAN MELALUI PROSES UJI OPERASIONAL TERLEBIH DAHULU (CUP 100%, VCT, ART, PMTCT, HARM REDUCTION, SURVEILANS)

    • UPAYA PENGENDALIAN HIV/AIDS SENANTIASA MEMPERHATIKAN NILAI LUHUR KEMANUSIAAN, PENGHORMATAN HARKAT HIDUP MANUSIA, HAK AZAZI MANUSIA, SERTA MENCEGAH TERJADINYA STIGMATISASI DAN DISKRIMINASI.

    Free template from www.brainybetty.com


    Kebijakan1
    KEBIJAKAN GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    • PEMERINTAH BERKEWAJIBAN MEMBERIKAN ARAH PENGENDALIAN HIV/AIDS SESUAI DENGAN KOMITMEN GLOBAL DAN NASIONAL, MENENTUKAN PRIORITAS PENGENDALIAN SERTA MEMOBILISASI SUMBER DAYA YANG CUKUP UNTUK PENGENDALIAN.

    • SEMUA KEGIATAN PENGENDALIAN HIV/AIDS HARUS MEMILIKI KEBIJAKAN TEKNIS YANG WAJIB DIBAKUKAN DALAM BUKU PEDOMAN DAN DISEBARLUASKAN KEPADA SEMUA PIHAK SERTA BILA DIPERLUKAN DITUANGKAN DALAM PERATURAN ATAU PERUNDANGAN

    Free template from www.brainybetty.com


    Sekilas tentang hiv art

    Free template from www.brainybetty.com GOL UMUR S/D DESEMBER 2006


    Sekilas tentang hiv art

    PERAN GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    PUSKESMAS: VCT, pelayanan dasar, bina desa, KIE

    RUMAH SAKIT: pelayanan, rujukan, VCT, ART, Lab

    DINKES KAB/KOTA: komitmen, kapasitasi, kerjasama

    DINKES PROVINSI: komitmen, kapasitasi, kerjasama

    DEP KES: fasilitasi, kapasitasi, pedoman, kebijakan

    STAKEHOLDERS: fasilitasi, dukungan dana, kerjasama


    Telah tercapai
    TELAH TERCAPAI GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    • Unit VCT di RS, Klinik, Puskesmas, LSM

    • RS pelayanan Perawatan dan Pengobatan

    • Laboratorium: HIV, CD4, ViralLoad

    • ARV: Lini-1 dan Lini-2, distribusinya dan gratis

    • Reagensia: HIV, CD4 dan Viral Load distribusi dan gratis

    Free template from www.brainybetty.com


    Sekilas tentang hiv art

    PELAYANAN KESEHATAN GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    VCT

    ART

    OI

    GIZI

    PALIATIF

    FARMASI

    PERAWATAN

    LABORATORIUM

    UP

    ADHERENCE

    DUKUNGAN MASY

    Logistik

    Alat

    Operasional

    ODHA/Masyarakat

    • Operational

    • Marketing

    Sistim Rujukan

    Case Manager (Masyarakat)

    Unit-unit pelayanan/RS lain

    Free template from www.brainybetty.com


    Sekilas tentang hiv art

    ODHA GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    RUJUKAN RS / DR

    VCT

    DIAGNOSTIK STATUS

    BELUM

    ART

    PERLU

    ART

    KONSELING

    PERILAKU

    GIZI

    PENYAKIT

    DUKUNGAN

    ART

    MONITORING

    ADHERENCE

    CASE MANAGER

    PROGRAM DUKUNGAN

    DI MASYARAKAT

    Free template from www.brainybetty.com


    Sekilas tentang hiv art

    INSTRUKSI KIRIM ARV GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    SUBDIT

    AIDS & PMS

    PT. KF

    LOGISTIK GF

    KIRIM ARV

    MINTA & LAPOR ARV

    RS RUJUKAN

    ART

    RUJUK

    MINTA ARV

    RUJUK

    KEMBALI

    RS ART

    SATELIT

    RUJUKAN

    PUSKESMAS

    Free template from www.brainybetty.com


    25 rs rujukan arv
    25 RS Rujukan ARV GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    1. RS Adam Malik Medan

    2. RSU Pekan Baru

    3. RS Budi Kemuliaan Batam

    4. RS M. Husein Palembang

    5. RSCM Jakarta

    6. RSPI SS Jakarta

    7. RS Persahabatan Jakarta

    8. RS Kanker Dharmais Jkt.

    9. RS Duren Sawit Jakarta

    10.RS Fatmawati Jakarta

    11.RSAL Dr. Mintoharjo Jkt.

    12.RSPAD Gat0t Subroto Jkt.

    13.RS Polri Dr. Soekamto Jkt.

    14. RS Hasan Sadikin Bdg.

    15. RS Kariadi Semarang

    16. RS Sardjito Yk.

    17. RS Dr. Soetomo Sby.

    18. RS Sanglah Bali

    19. RS Malalayang Menado

    20. RS W. Sudirohusodo Makasar

    21. RS Dr. Soedarso Pontianak

    22. RS Merauke

    23. RS Sele be Solu Sorong

    24. RS Jayapura

    25. RS Mitra Masy. Timika

    Free template from www.brainybetty.com


    Tambahan 50 rs th 2005
    TAMBAHAN 50 RS TH 2005 GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    • RS. ZAINOEL ABIDIN, BANDA ACEH

    • RSUD TANJUNG PINANG, KEP RIAU

    • RSUD KARIMUN, KEP RIAU

    • RSU M JAMIL, PADANG

    • RS JIWA PALEMBANG

    • RS RADEN MATTAHER, JAMBI

    • RSU M YUNUS BENGKULU

    • RSU SUNGAI LIAT, BABEL

    • RS ABDOEL MOELOEK, LAMPUNG

      10. RSU ULIN, BANJARMASIN

    Free template from www.brainybetty.com


    Sekilas tentang hiv art

    11. RSU DR. DORIS SYLVANUS, GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    PALANGKARAYA

    12. RSU UNDATA, PALU

    13. RSU PROPINSI KENDARI

    14. RSU PROF.DR.H.ALOEI SABOE,

    GORONTALO

    15. RS M HAULUSSY, AMBON

    16. RS AL FATAH, AMBON

    17. RSU BOESOERIE TERNATE

    18. RS UJUNG BERUNG, BANDUNG

    19. RS TIMIKA

    20. RS BAYANGKARA MEDAN

    Free template from www.brainybetty.com


    Sekilas tentang hiv art

    21. RS BAYANGKARA MAKASSAR GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    22. RS BAYANGKARA SURABAYA

    23. RS BAYANGKARA BANDUNG

    24. RS MARZUKI MAHDI, BOGOR

    25. RS KETERGANTUNGAN OBAT,

    JAKARTA

    26. RS BETHESDA, YOGYAKARTA

    27, RS PANTI RAPIH, YOGYAKARTA

    28. RSUD KOTA YOGYAKARTA

    29. RSUD MONOKWARI

    30. RS ST.ANTONIUS, PONTIANAK

    Free template from www.brainybetty.com


    Sekilas tentang hiv art

    31. RS JIWA PONTIANAK GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    32. RS ABDUL AZIS SINGKAWANG

    33. RSUD KAPAL, BADUNG

    34. RSUD SINGARAJA, BULELENG

    35. RS WANGAYA, DENPASAR

    36. RS BUNGSU, BANDUNG

    37. RS CHARITAS, PALEMBANG

    38. RS MARTEN INDEY, JAYAPURA

    39. RS HAJI MEDAN

    40. RS DR.PIRNGADI MEDAN

    Free template from www.brainybetty.com


    Sekilas tentang hiv art

    41. RS RUBINI MEMPAWAH, KAB.PONTIANAK GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    42. RSU TANGERANG

    43. RSU TUGUREJO SEMARANG

    44. RS TAMBAK REJO SURABAYA

    45. RSAL RAMELAN SURABAYA

    46. RS ABD.WAHAB SYAHRANI SAMARINDA

    47. RSU MATARAM

    48. RSU PROF.YOHANES KUPANG

    49. RS KANUJOSO JATIWIBOWO BALIKPAPAN

    50. RS JUMPANDANG BARU MAKASSAR

    Free template from www.brainybetty.com


    Pengembangan selanjutnya
    PENGEMBANGAN SELANJUTNYA GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    • VCT sampai ke Puskesmas

    • ART dasar sampai ke Puskesmas

    • Desa Siaga HIV AIDS dan PMS

    • Pelayanan Komprehensive

    • Universal Access: Prevention, Care & Treatment

    • Genotyping test resistensi HIV

    • Pelatihan (kapasitasi) dengan MT (Master Trainers) dan RTC (Regional Training Center)

    Free template from www.brainybetty.com


    Sekilas tentang hiv art

    TERIMA KASIH GOL UMUR S/D DESEMBER 2006

    Free template from www.brainybetty.com