1 / 193

SAK ETAP APLIKASI UNTUK RUMAH SAKIT

SAK ETAP APLIKASI UNTUK RUMAH SAKIT. 1. 2. 3. 4. 5. Pendahuluan. SAK ETAP. Detailed PSAK ETAP. Bisnis Proses Rumah Sakit. Akuntansi Rumah Sakit. Agenda. Standar Akuntansi ??.

tausiq
Download Presentation

SAK ETAP APLIKASI UNTUK RUMAH SAKIT

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. SAK ETAPAPLIKASI UNTUK RUMAH SAKIT

  2. 1. 2. 3. 4. 5. Pendahuluan SAK ETAP Detailed PSAK ETAP Bisnis Proses Rumah Sakit Akuntansi Rumah Sakit Agenda

  3. Standar Akuntansi ?? • Untuk keseragaman laporan keuangan, laporan keuangan yang relevan dan reliable (representational faitfullness) • Memudahkan penyusun laporan keuangan karena ada pedoman baku sehingga meminimalkan bias dari penyusun • Memudahkan auditor dalam mengaudit • Memudahkan pembaca laporan keuangan untuk menginterpretasikan dan membandingkan laporan keuangan entitas yang berbeda. • Pengguna laporan keuangan banyak pihak sehingga penyusun tidak dapat menjelaskan kepada masing-masing pengguna Laporan Keuangan bertujuan umum yang relevan dan reliable sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam pengembilan keputusan. PPL - IAPI

  4. Tujuan Laporan Keuangan • Memberikaninfomasi • posisikeuangan, • kinerja • perubahanposisikeuangansuatuperusahaan yang bermanfaatbagisejumlahbesarpemakaidalampengambilankeputusanekonomi • Laporankeuanganmenunjukkanapa yang telahdilakukanmanajemen (stewardship), danpertanggungjawabansumberdaya yang dipercayakankepadanya • Memenuhikebutuhansebagianbesarpemakai. • Menyediakanpengaruhkeuangandarikejadiandimasalaludantidakdiwajibkanmenyediakaninformasi non keuangan. PPL - IAPI

  5. Empat PilarStandarAkuntansi Indonesia • PernyataanStandar Akuntansi Keuangan • StandarAkuntansiKeuanganEntitasTanpaAkuntabilitasPubliksignifikan - SAK-ETAP • Standar AkuntansiSyari’ah – SAK Syariah • Standar Akuntansi Pemerintahan - SAP • IFRS hanyadiadopsiPSAK • SAK ETAP diluncurkan pada tanggal 17 July 2009 • InstansiPemerintahmenggunakanStandarAkuntansiPemerintahan PP 71 tahun 2010 PPL - IAPI

  6. AKUNTABILITAS PUBLIK SIGNIFIKAN • Harusmenggunakan PSAK – IFRS based • Namun, dapatmenggunakan SAK ETAP jikaadaregulasi yang mengijinkanpenggunaan SAK ETAP  BPR sesuai dengan SE BI No.11/37/DKBU tahun 2009 • Karakteristik IFRS : • IFRS menggunakan “Principles Base “ : • Lebih menekankan pada intepretasi dan aplikasi atas standar sehingga harus berfokus pada spirit penerapan prinsip tersebut. • Standar membutuhkan penilaian atas substansi transaksi dan evaluasi apakah presentasi akuntansi mencerminkan realitas ekonomi. • Membutuhkan profesional judgment pada penerapan standar akuntansi. • Banyak menggunakan fair value dalam penilaian, jika tidak ada nilai pasar aktif harus melakukan penilaian sendiri (perlu kompetensi) atau menggunakan jasa penilai • Mengharuskan pengungkapan (disclosure) yang lebih banyak baik kuantitaif maupun kualitatif

  7. SAK – ETAP: Why? • PSAK – IFRS based sulitditerapkanbagiperusahaanmenengahkecilmengingatpenentuan fair value memerlukanbiaya yang tidakmurah. • PSAK – IFRS rumitdalamimplementasinyasepertikasus PSAK 50 dan PSAK 55 meskipunsudahdisahkantahun 2006 namunimplementasinyatertundabahkan 2010 sudahkeluar PSAK 50 (revisi). • PSAK – IFRS menggunakanprinciple based sehinggamembutuhkanbanyakprofessional judgement. • PSAK – IFRS perludokumentasidan IT yang kuat • SAK ETAP sebagaisolusiutk SME (ETAP) PPL - IAPI

  8. SAK ETAP • SAK ETAP: Standarakuntansikeuanganuntukentitastanpaakuntabilitaspublik • Digunakanuntukentitastanpaakuntabilitaspublik. • ETAP adalahentitas yang: • Tidakmemilikiakuntabilitaspubliksignifikan; dan • Menerbitkanlaporankeuanganuntuktujuanumum (general purpose financial statement) bagipenggunaeksternal. • Contohpenggunaeksternaladalahpemilik yang tidakterlibatlangsungdalampengelolaanusaha, kreditur, danlembagapemeringkatkredit.

  9. Manfaat SAK ETAP • Diharapkan dengan adanya SAK ETAP, perusahaan kecil, menengah, mampu untuk • menyusun laporan keuangannya sendiri, • dapat diaudit dan mendapatkan opini audit, sehingga dapat menggunakan laporan keuangannya untuk mendapatkan dana (misalnya dari Bank) untuk pengembangan usaha. • Lebihsederhanadibandingkandengan PSAK – IFRS sehinggalebihmudahdalamimplementasinya • Tetapmemberikaninformasi yang handaldalampenyajianlaporankeuangan.

  10. SAK ETAP • Disusundenganmengadopsi IFRS for SME denganmodifikasisesuaikondisidi Indonesia dandibuatlebihringkas. • SAK ETAP masihmemerlukan professional judgementnamuntidaksebanyakuntuk PSAK – IFRS. • Dalambeberapahaltidakadaperubahansignifikandibandingkandengan PSAK lama: contoh PSAK 16 (1994). Namunadabeberapahal yang dimodifikasidari IFRS/IAS.

  11. IFRS for SMEs • IFRS for SMEs, merupakan “mini” Full IFRS • Terdapat pengurangan opsi dan pengungkapan • Tidak terdapat pengakuan dan pengukuran yang berbeda dengan Full IFRS, kecuali • “borrowing cost” dibebankan langsung dan tidak dikapitalisasi, dan • terdapat pengaturan mengenai “ekuitas” • Target dari IFRS for SMEs adalah perusahaan menengah ke bawah.

  12. SAK ETAP • PSAK yang disederhanakan: • Pilihan pada alternatif standar yang lebih sederhana • Penyederhaaan pengakuan dan pengukuran • Mengurangi pengungkapan • Penyederhanaan • Merupakan standar yang berdiri sendiri secara keseluruhan (stand alone)

  13. SAK ETAP

  14. Manfaat SAK ETAP • Diharapkan dengan adanya SAK ETAP, perusahaan kecil, menengah, mampu untuk • menyusun laporan keuangannya sendiri, • dapat diaudit dan mendapatkan opini audit, sehingga dapat menggunakan laporan keuangannya untuk mendapatkan dana (misalnya dari Bank) untuk pengembangan usaha. • Lebihsederhanadibandingkandengan PSAK – IFRS sehinggalebihmudahdalamimplementasinya • Tetapmemberikaninformasi yang handaldalampenyajianlaporankeuangan. PPL - IAPI

  15. SAK ETAP • Disusundenganmengadopsi IFRS for SME denganmodifikasisesuaikondisidi Indonesia dandibuatlebihringkas. • SAK ETAP masihmemerlukan professional judgementnamuntidaksebanyakuntuk PSAK – IFRS. • Dalambeberapahaltidakadaperubahansignifikandibandingkandengan PSAK lama: contoh PSAK 16 (1994). Namunadabeberapahal yang dimodifikasidari IFRS/IAS.

  16. IFRS for SMEs • IFRS for SMEs, merupakan “mini” Full IFRS • Terdapat pengurangan opsi dan pengungkapan • Tidak terdapat pengakuan dan pengukuran yang berbeda dengan Full IFRS, kecuali • “borrowing cost” dibebankan langsung dan tidak dikapitalisasi, dan • terdapat pengaturan mengenai “ekuitas” • Target dari IFRS for SMEs adalah perusahaan menengah ke bawah. PPL - IAPI

  17. SAK ETAP • PSAK lama (2006) yang disederhanakan: • Pilihan pada alternatif standar yang lebih sederhana • Penyederhaaan pengakuan dan pengukuran • Mengurangi pengungkapan • Penyederhanaan • Merupakan standar yang berdiri sendiri secara keseluruhan (stand alone) PPL - IAPI

  18. ISI SAK ETAP

  19. Ruang lingkup PPL - IAPI • SAK ETAP, dimaksudkan untuk digunakan oleh Entitas TanpaAkuntabilitasPublik (ETAP), yaituentitas yang: • Tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan • Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal • Entitas dengan akuntabilitas publik signifikan • Telah mengajukan pernyataan pendaftaran, atau sedang dalam proses pengajuan pendaftaran, pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal; atau • Menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar masyarakat, seperti bank, entitas asuransi,pialang dan atau pedagang efek, dana pensiun, reksa dana dan bank investasi. • Entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikan dapat menggunakan SAK ETAP jika otoritas berwenang membuat regulasi mengizinkan penggunaan SAK ETAP.Contoh: Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

  20. BISNIS PROSES RUMAH SAKIT

  21. Karakteristik Industri • Menyediakan jasa pelayanan kesehatan bagi masyarakat, diantaranya berupa jasa • pemeriksaan dan perawatan dokter, jasa pelayanan laboratorium, dan farmasi. • Perusahaan penyelenggara jasa kesehatan (Rumah Sakit) selain berusaha mendapatkan aliran kas masuk untuk mencukupi kebutuhan membayar jasa para dokter dan tenaga medis lainnya, pemakaian dan perawatan peralatan laboratorium dan medis, dan kebutuhan lainnya, sekaligus memiliki peran sosial yang dapat diwujudkan melalui berbagai program yang ditetapkan oleh manajemen dan sesuai dengan peraturan pemerintah. • Sumber-sumberutamapendapatanperusahaandiantaranyaberasaldarijasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya, dan jasa dokter. Bapepam

  22. Karakteristik BLU Rumah Sakit • BLU rumah sakit bertujuan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat ddengan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip efisiensi dan produktivitas, dan penerapan praktik bisnis yang etis dan sehat, serta tidak semata-mata mencari keuntungan. • BLU rumah sakit merupakan unit pelaksana teknis Kementerian Kesehatan yang diberi tugas dan wewenang untuk menyelenggarakan kegiatan jasa pelayanan, pendidikan, penelitian, dan pengembangan serta usaha lain dalam bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan senantiasa berorientasi kepada kepentingan masyarakat. Kemenkes

  23. Risiko Usaha • Risiko Malpraktik • Kehilangan Tenaga Medik • Kebijakan Pemerintah • Nilai tukar • Pemogokan karyawan • Leverage • Tidak tertagihnya piutang Bapepam

  24. Karakteristik Rumah Rakit • Tidak sekedar mencari keuntungan namun ada aspek sosial dan pelayanan kepada masyarakat – tergantung jenis rumah sakit dan sumber pendanaan rumah sakit • Manajemen rumah sakit dinominasi oleh para dokter. • Kompleksitas manajemen rumah sakit menjadi tinggi dengan bentuk pelayanan yang beragam dan sistem pembayaran yang beragam. Misalnya dengan asuransi, penggantian perusahaan, dll. • Teknologi informasi yang mendukung pelayanan rumah sakit namun pada sisi lain tetap harus dijaga kerahasiaan data pasien.

  25. Kepemilikan dan Bentuk Rumah Sakit • Perusahaan terbuka  dimiliki oleh investor. PT. Siloam International Hospital Tbk.; PT. Sarana Meditama Metropolitan Tbk (RS Omni). • Perusahaan  PT. Rumah Sakit Pelni. PT. Pertamedika (RS Pertamina) • Rumah sakit milik pemerintah pusat  RSCM (BLU) • Rumah sakit milik pemerintah daerah  RSUD (BLUD)

  26. AKUNTANSI RUMAH SAKIT

  27. Akuntansi Rumah Sakit STANDAR MANA YANG DIGUNAKAN ?? PSAK & PSAK 45 PSAK SAK ETAP SAK ETAP & PSAK 45 PSAP • Akuntabilitas publik signifikan atau tidak • Orientasi bisnis atau layanan umum

  28. Pedoman Akuntansi Rumah Sakit • Menggunakan PSAK atau SAK ETAP sebagai dasar penyusunan pedoman akuntansi, tidak ada standar khusus industri. • Lampiran 03 SE-02/PM/2002 – Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik – Industri Rumah Sakit  berlaku untuk emiten perusahaan rumah sakit. • Pendahuluan • Karakterstik usaha perumahasakitan • Penyajian dan pengungkapan LK (pedoman umum, komponen laporan keuangan dan pedoman pengungkapan • Ilustrasi Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus kas dan Catatan atas laporan keuangan • Menggunakan acuan PSAK sebelum 2002

  29. Pedoman Akuntansi Rumah Sakit – BLU&D • Keputusan Menteri Kesehatan RI No 1981/MENKES/SK/2010 – Pedoman Akutansi Badan Layanan Umum Rumah Sakit. • Acuan yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan adalah PSAK dan pelaporan menggunakan PSAK 45. • Untuk beberapa BLUD tidak menyebutkan secara jelas, namun ada yang mengarahkan menggunakan ETAPatau SAP, namun tetap menggunakan PSAK 45 untuk pelaporan. • Saat ini telah disusun PSAP BLU/D  SAP • Menggunakan acuan PSAK sebelum 2010

  30. Pedoman Umum • Tujuan laporan keuangan • Tanggung Jawab atas Laporan keuangan – manajemen / pimpinan rumah sakit • Komponen laporan keuangan • Bahasa Laporan Keuangan - Indonesia • Mata uang pelaporan – rupiah • Kebijakan Akuntansi • Penyajian • Konsistensi penyajian • Materialitas dan Agregasi • Saling hapus • Periode pelaporan • Penyajian secara wajar • Informasi komparatif – naratif jika relevan • Laporan Keuangan interim Bapepam

  31. Tujuan Laporan Keuangan • Laporan Keuangan bertujuan untuk menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan (pengguna laporan keuangan) dalam pengambilan keputusan ekonomi yang rasional • Laporan Keuangan juga merupakan sarana pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Bapepam

  32. Laporan Keuangan ETAP  BLU • NERACA • LAPORAN AKTIVITAS/OPERASI • LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH • LAPORAN ARUS KAS • CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN ETAP • NERACA • LAPORAN LABA RUGI • LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS • LAPORAN ARUS KAS • CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN • LAPORAN POSISI KEUANGAN • LAPORAN LABA RUGI & PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN • LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS • LAPORAN ARUS KAS • CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PSAK

  33. Neraca • Tujuan utama neraca adalah untuk menyediakan informasi tentang posisi keuangan meliputi aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu. • Informasi dalam neraca digunakan bersama-sama dengan informasi yang diungkapkan dalam laporan keuangan lainnya sehingga dapat membantu para pengguna laporan keuangan untuk menilai: • Kemampuan rumah sakit dalam memberikan jasa pelayanan kesehatan secara berkelanjutan; • Likuiditasdan solvabilitas; dan • Kebutuhan pendanaan eksternal. Kemenkes

  34. Laporan Aktivitas • Tujuan Utama Laporan Aktivitas menyediakan informasi mengenai: • Pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang mengubah jumlah dan sifat ekuitas; • Hubungan antar transaksi dan peristiwa lain; dan • Bagaimana penggunaan sumber daya dalam pelaksanaan berbagai program atau jasa. • Informasi dalam laporan aktivitas, yang digunakan bersama dengan pengungkapan informasi dalam laporan keuangan lainnya, dapat membantu para pengguna laporan keuangan untuk: • Mengevaluasi kinerja dalam suatu periode; • Menilai upaya, kemampuan, dan kesinambungan organisasi dalam memberikan jasa; • Menilai pelaksanaan tanggung jawab dan kinerja manajemen; dan • Menilai rentabilitas. Kemenkes

  35. Laporan Arus Kas • Tujuan utama laporan arus kas adalah menyediakan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama periode akuntansi serta saldo kas dan setara kas pada tanggal pelaporan. Arus kas dikelompokkan dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. • Informasi laporan arus kas digunakan bersama-sama dengan informasi yang diungkapkan dalam laporan keuangan lainnya sehingga dapat membantu para pengguna untuk menilai: • kemampuan rumah sakit dalam menghasilkan kas dan setara kas; • sumber dana rumah sakit; • penggunaan dana rumah sakit; dan • kemampuan rumah sakit untuk memperoleh sumber dana serta penggunaannya untuk masa yang akan datang. Kemenkes

  36. Catatan atas Laporan Keuangan • Tujuan utama Catatan atas Laporan Keuangan adalah memberikan penjelasan dan analisis atas informasi yang ada di Neraca, Laporan Aktivitas, Laporan Arus Kas, dan informasi tambahan lainnya sehingga para pengguna mendapatkan pemahaman yang paripurna atas laporan keuangan. • Informasi dalam Catatan atas Laporan Keuangan mencakup antara lain: • Pendahuluan; • Kebijakan akuntansi; • Penjelasanatas pos-pos neraca; • Penjelasanatas pos-pos laporanaktivitas; • Penjelasan atas pos-pos laporan arus kas; • Kewajiban kontinjensi; dan • Informasi tambahan serta pengungkapan lainnya. Kemenkes

  37. CALK– Kebijakan akuntansi • Menyatakan standar mana yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan PSAK, SAK ETAP atau PSAP. • Kebijakan akuntansi untuk masing-masing komponen utama aset, liabilitas, pendapatan dan beban. • Kebijakan untuk masing-masing komponen merujuk pada ketentuan dalam masing-masing item. • Kebijakan berisikan penjelasan bagaimana pengakuan dan pengukuran item-item yang ada dalam laporan keuangan.

  38. Catatan atas Laporan Keuangan • Laporan keuangan BLU rumah sakit disertai dengan lampiran: • Analisis laporan keuangan yang terdiri dari: Rasio Likuiditas, Rasio Aktivitas, Rasio Solvabilitas, Rasio Rentabilitas; • Laporan aktivitas yang disajikan secara komparatif antara proyeksi sebagaimana tercantum dalam RBA dengan realisasi periode berjalan; • BLU rumah sakit dapat menyajikan lampiran lain sesuai kebutuhan. Kemenkes

  39. Keterbatasan Laporan Keuangan • Bersifat historis yang menunjukkan transaksi dan peristiwa yang telah lampau; • Bersifat umum, baik dari sisi informasi maupun manfaat bagi pihak pengguna. • Tidak luput dari penggunaan berbagai pertimbangan dan taksiran; • Bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian. • Lebih menekankan pada penyajian transaksi dan peristiwa sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi dan bukan hanya bentuk hukumnya (formalitas); dan • Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan sehingga menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber daya ekonomis dan tingkat kesuksesan antar BLU rumah sakit. Kemenkes

  40. Aset • Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh BLU rumah sakit sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh BLU rumah sakit. • Manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aset adalah potensi dari aset tersebut untuk memberikan sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, arus kas dan setara kas kepada rumah sakit. Aset Aset Lancar • Kas dan setara kas • Investasi jangka pendek • Piutang pelayanan • Piutang lain-lain • Persediaan • Uang Muka Aset Tetap • Tanah • Gedung dan Bangunan • Peralatan dan Mesin • Jalan, Irigasi dan Jaringan • Konstruksi dalam Perngerjaa • Jumlah aset tetap • Akumulasi Penyusunan Aset Lainnya • Aset kerjasama operasi • Aset sewa • Aset tak berwujud • Aset lain-lain

  41. Aset • Transaksi terkait kewajiban • Pembelian aset • Penurunan nilai piutang • Pemakaian persediaan • Penurunan nilai persediaan • Depresiasi • Penurunan nilai aset tetap

  42. Kewajiban • Kewajiban adalah utang rumah sakit masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya rumah sakit yang mengandung manfaat ekonomi. • Kewajiban jangka pendek  diselesaikan kurang dari satu tahun. • Kewajiban jangka panjang  diselesaikan lebih dari satu tahun. Aset Kewajiban Jangka Pendek • Utang usaha • Utang pajak • Biaya yang masih harus dibayar • Pendapatan diterima dimuka • Bagian lancar utang jangka panjang • Utang jangka pendek lainnya Kewajiban Jangka Pendek • Kredit investasi • Pinjaman jangka panjang dari lembaga keuangan

  43. Kewajiban • Transaksi terkait kewajiban • Utang usaha – pengadaan persediaan / aset tetap • Penerimaan uang muka pasien / jaminan pemerintah • Penerimaan uang muka untuk sewa dibayar dimuka • Beban yang masih harus dibayar • Utang gaji – pembayaran gaji • Utang pajak – pembayaran gaji • Reklasifikasi kewajiban jangka panjang menjadi jangka pendek • Kewajiban Estimasi

  44. Ekuitas • Ekuitas adalah hak residual atas aset rumah sakit setelah dikurangi semua kewajiban; • Ekuitas adalah sumber daya yang penggunaannya tidak dibatasi untuk tujuan tertentu oleh penyumbang atau hasil operasional rumah sakit. • Ekuitas sebagai bagian dari pemilik (pemerintah) harus dilaporkan sedemikian rupa, sehingga memberikan informasi mengenai sumbernya secara jelas dan disajikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan standar akuntansi. Ekuitas Kewajiban Jangka Pendek • Ekuitas Awal • Surplus defisit tahun lalu • Surplus defisit tahun berjalan • Ekuitas Donasi

  45. Ekuitas • Transaksi terkait ekuitas • Setoran modal • Tambahan modal • Tambahan donasi • Revaluasi aset tetap • Jurnal penutup

  46. Pendapatan • Pendapatan (revenues) adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal selama suatu periode, yang mengakibatkan kenaikan ekuitas. • Penghasilan (income) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus masuk/penambahan aset atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal (penyumbang). Pendapatan • Pendapatan Usaha dan jasa layanan • Pendapatan usaha rawat jalan • Pendapatan usaha rawat darurat • Pendapatan usaha rawat inap • Hibah • Pendapatan APBN • Pendapatan usaha lainnya • Keuntungan penjualan aset non lancar • Pendapatan investasi

  47. Pendapatan • Komponen pendapatan dipengaruhi oleh kegiatan utama usaha rumah sakit tersebut. • Ada beberapa rumah sakti memunculkan komponen pendapatan yang lain seperti: • Farmasi • Penunjang medis • Selisih kapitasi – selisih antara iuran yang diterima dengan pelayanan yang diberikan. • Umum • Standar tidak memberikan acuan dan pedoman jenis pendapatan rumah sakit.

  48. Pendapatan • Pendapatan usaha dari jasa layanan diakui ketika hasil suatu transaksi yang meliputi penjualan jasa dapat diestimasi dengan andal, pendapatan sehubungan dengan transaksi tersebut harus diakui dengan acuan pada tingkat penyelesaian dari transaksi pada tanggal neraca. • Hasil suatu transaksi dapat diestimasi dengan andal bila seluruh kondisi berikut ini dipenuhi: • Jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal; • Besar kemungkinan manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebut akan diperoleh perusahaan; • Tingkat penyelesaian dari suatu transaksi pada tanggal neraca dapat diukur dengan andal; dan • Beban yang terjadi untuk transaksi dan untuk menyelesaikan transaksi tersebut dapat diukur dengan andal; • Pengungkapan: Rincian jenis pendapatan pada catatan atas laporan keuangan

  49. Beban • Beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar kas atau berkurangnya aset atau terjadinya kewajiban yang mengkibatkan penurunan ekuitas. • Beban diakui pada saat timbulnya beban tersebut sebesar jumlah yang digunakan untuk pelayanan rumah sakit, jumlah yang telah dibayar, jumlah yang harus dibayarkan jumlah yang diestimasi atau sebesar jumlah yang dialokasikan. • Pengungkapan rincian beban dan tambahan pengungkapan untuk estimasi Beban • Beban layanan • Beban umum dan administrasi • Beban lainnya • Rugi penjualan aset non lancar • Kerugian penurunan nilai • Kerugian lainnya

  50. Neraca

More Related