1 / 36

ANALISA AKI-AKB SERTA UPAYA-UPAYA YANG TELAH DAN AKAN DILAKUKAN

ANALISA AKI-AKB SERTA UPAYA-UPAYA YANG TELAH DAN AKAN DILAKUKAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN PEKALONGAN. GAMBARAN UMUM.

Download Presentation

ANALISA AKI-AKB SERTA UPAYA-UPAYA YANG TELAH DAN AKAN DILAKUKAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. ANALISA AKI-AKB SERTA UPAYA-UPAYA YANG TELAH DAN AKAN DILAKUKAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN PEKALONGAN

  2. GAMBARAN UMUM Kabupaten Pekalongan Kota Kajen sebagai Ibu Kota pusat pemerintahan, secara geografis terletak diantara 60 - 70 23’ Lintang Selatan dan antara 1090 - 1090 78’ Bujur Timur: Sebelah Timur : Kota Pekalongan, k Kabupaten Batang Sebelah Utara : Laut Jawa, Sebelah Selatan: Kabupaten Banjarnegara Sebelah Barat : Kabupaten Pemalang Luas wilayah : 836,13 Km2 Jumlah Kecamatan: 19 Jumlah desa/kel: 285 Jumlah Penduduk : 845.471 jiwa Kepadatan penduduk/Km2 : 1.157

  3. FASILITAS KESEHATAN RS. Pemerintah : 2 buah RS. Swasta : 1 buah Pusk. Perawatan : 7 buah Pusk. Induk : 19 buah Pusk. Pembantu : 50 buah PKD : 168 buah Puskesmas PONED dg SK Bupati : 0 Puskesmas PONED siap dg SDM&Sarana-Prasarana : 2 buah Jumlah Kelas Ibu (swadaya) yg sdh selesai & melapor Dinkes : 56 buah

  4. KETENAGAAN • DSOG RSUD KRATON : 2 PNS, 1 Mitra, • DSOG RSUD KAJEN : 2 MITRA • DSA RSUD KRATON : 2 PNS • DSA RSUD KAJEN : 1 PNS • Dokter Umum PUSKESMAS : 57 PNS • Jumlah Bidan Desa/ • Puskesmas : 459 (PNS & PTT)

  5. KETENAGAAN • DSOG RSUD Kraton : 2 PNS, 1 Mitra, • DSOG RSUD Kajen : 0 PNS, 2 Mitra • DSA RSUD Kraton : 1 PNS, 1 Mitra • DSA RSUD Kajen : 1 PNS • Dokter Umum PUSK. : 57 PNS • Bidan KIA /KB : 52 • Bidan Desa : 349

  6. AKI DAN AKB 3TH TERAKHIR.

  7. PENYEBAB KEMATIAN IBU TH 2010(26 KASUS) • PE/EKLAMPSIA : 9 KASUS • PERDARAHAN PP : 6 KASUS • INFEKSI : 1 KASUS • PARTUS LAMA : 1 KASUS • KPD DG DHF : 1 KASUS • PENYAKIT PENYERTA (JANTUNG,LIMPODENOMA,DM,ASMA,LEUKEMIA) : 8 KASUS

  8. PENYEBAB KEMATIAN IBU TH 2011(17 KASUS) • PE/EKLAMPSIA : 9 KASUS • PERDARAHAN PP : 3 KASUS • EMBOLI AIR KETUBAN : 2 KASUS • SEPSIS : 1 KASUS • PARTUS LAMA DG ASMA : 1 KASUS • MIOMA POST SC : 1 KASUS

  9. PENYEBAB KEMATIAN IBU 2012 • (31 kasus): • PEB/EKLAMSIA :14 kasus, • PERDARAHAN : 6 kasus, • KEJANG MENINGITIS : 1 kasus, • JANTUNG/DECOMP : 4 kasus, • TB PARU : 2 kasus, • HEPATITIS : 1 kasus, • POST HISTEREKTOMI: 1 kasus, • TYPOID FEVER : 1 kasus. • Ca OVARIUM : 1 kasus,

  10. ANGKA KEMATIAN IBU (AKI) KABUPATEN PEKALONGAN TH 2012

  11. ANGKA KEMATIAN IBU (AKI) KABUPATEN PEKALONGAN TH 2012

  12. GRAFIK PENYEBAB KEMATIAN BAYIDINAS KESEHATAN KAB. PEKALONGANBULAN JAN S/D DESEMBER 2012

  13. CAKUPAN PROG.KESEHATAN IBU SASARAN RIILDINKES KAB.PEKALONGAN

  14. ANALISIS PERMASALAHAN TINGGINYA AKI DI KAB.PEKALONGAN • BelumMeratanyaPuskesmas PONED di Wilayah KabupatenPekalongan yang disebabkanbelumterpenuhinyatenagaterlatihmaupunsaranaprasanaPuskesmas PONED. • Belumoptimalnya RS PONEK sebagaitempatrujukan (belumada DSOG yang stand by 24 jam bahkansalahsatuRumahsakitbelumadadokterobsgyn, hanyasebagai “mitra”) • Belumadanyaperencanaanpersalinanmaupunantisipasipencegahankomplikasidarikeluargaibuhamilitusendiri

  15. SDM Petugas (Bidan) ditingkat dasar kurang trampil dan kurang berani (khususnya dalam pemberian MgSo4 pada kasus Preeklampsia berat (PEB) saat merujuk ke RS) • Unmet need KB (PUS seharusnya KB, dengan berbagai alasan tidak ber KB, shg terjadi kehamilan yang tidak direncanakan) • Beberapa kematian ibu disebabkan penyakit yang sudah dimiliki sebelum hamil (TBC,Decomp,sebaiknya tidak hamil)

  16. Masih ada persalinan dirumah, shg menghambat rujukan bila harus dirujuk. • Anggapan masyarakat kehamilan dan persalinan adalah hal biasa, shg mengabaikan bahaya resti yang ada. • Pengetahuan ibu/keluarga tentang kehamilan,persalinan,nifas maupun perawatan BBL masih rendah. • Penyampaian informasi dan pengetahuan tentang kehamilan,persalinan,nifas maupun perawatan BBL dari petugas masih kurang.

  17. PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI(P4K) BELUM BERJALAN SECARA OPTIMAL: • Stker P4K belum dipasang sesuai ketentuan, (yaitu: o/bidan, diisi lengkap,dipasang didepan rumah) • Keluarga belum mengerti/memahami tentang P4K • Bidan tidak melakukan kunjungan rumah untuk berdiskusi membahas persiapan persalinan dg keluarga • Ibu hamil belum menyiapkan calon donor darah. • Bidan belum menguasai / mengetahui tempat tinggal seluruh ibu hamil( masih ada rumah bumil yg tak diketahui oleh bidan desanya)

  18. Serta beberapa kendala yang sering ditemui bidan dalam melakukan rujukan ibu bersalin • Masihadanya 3T(Terlambat) : 1. TerlambatmendeteksiadanyakelainandanTerlambatmengambilkeputusan ( menungguorangygdituakanmemberikeputusan) 2. Terlambatdalammencapaifasilitaskesehatan 3. Terlambatmendapatpenanganankegawatdaruratanbaikditempatpertolonganpersalinanmaupunditempatrujukan.

  19. UPAYA-UPAYA YANG TELAH DILAKUKAN DALAM MENURUNKAN AKI • Meningkatkan cakupan Program kesehatan ibu hamil dengan ANC yang berkualitas. • Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dg 4 tangan profesional (solmet bidan) di faskes. • Memenuhi seluruh desa dengan bidan desa, dan 2 bidan desa untuk yang wilayah desanya luas. • Mewajibkan bidan desa tinggal di desa

  20. Mewajibkan bidan yang melaksanakn pertolongan persalinan mengikuti APN • Mengharuskan bidan wilayah kabupaten dan menghimbau BPM melakukan MOU dalam pertolongan persalinan menggunakan jampersal. • Pelayanan KB untuk mencegah kehamilan • Peningkatan pengetahuan dan partisipasi perempuan, suami/keluarga dan masyarakat melalui kelas Ibu hamil. • Membentuk kelas ibu swadaya ( baru 56 yang dibentuk dari 285 desa yg ada)

  21. Sosialisasi dan advokasi. • Pembinaan bidan. • Mengoptimalkan pelayanan kebidanan di Puskesmas Perawatan. • Membentuk TIM AMP dg SK Bupati, yg tdr atas TIM Managemen dan Tim Pengkaji . • AMP model baru yang didahului pengkajian kasus oleh TIM Pengkaji RS (ada 2 tim : TIM RSUD Kraton dan RSUD Kajen)

  22. Rencana Aksi Selanjutnya(2013) : • OptimalkanPuskesmasPerawatanmenjadiPuskesmas PONED, bertahap . • MemasangPapanPuskesmas PONED denganjenispelayanannyauntuksosialisasikemasyarakat. • PelatihanpetugasPONED&dilanjutkanmagangdi RS • Membuatregulasitentangkeharusanmembentukkelas IBU. • Desiminasi SOP kegawatdaruratanpadakasus maternal untuksemuaBidan.

  23. 6. MewajibkanBidandesatinggaldidesa, dansemuabidandesatidakmerangkapsbgBidan KIA/KB diPuskesmas. 7. Bidandesaharusmengetahuinama-namasetiapibuhamilsertatempattinggalnyadidesa / wilayahkerjanya. 8. Adabukucatatanmasing-masingsatubukuuntuksatuibu, yang mencatatriwayatdari ANC, DeteksiResti,Persalinan, hinggaNifas. 9. BidandesamelakukankunjunganrumahpadabumilRisti, danpadaibuhamil yang belumpernahkontak dg bidandesatersebut. BPS melaporkanhasilkunjunganBumil,Bulin,Bufaskebidanpembinawilayah/ kePuskesmas.

  24. Mengkaji setiap kematian maternal dg AMP. Setiap ada kasus AKI/AKB harus ada pelaporan berupa OVP/OVM dan RMP/RMM • Memebentuk TIM Akselerasi Pencapaian Target MDGs 2015 untuk selanjutnya monitoring ke Puskesmas untuk menggali permasalahan AKI –AKB. • Sosialisasi SOP pemberian MGSO4 untuk m’cegah kejang pada kasus PEB/Eklampsia sbg stabilisasi seb.merujuk, (Obat MGSO4 beserta antidotumnya tersedia di farmasi Dinkes, Puskesmas dipersilakan meminta )

  25. Selalu kontak ke RS sebelum melakukan rujukan maternal, diharapkan supaya RS lebih siap saat menerima pasien dg kasus yang telah disampaikan sebelumnya. • Puskesmas mengirimkan data calon bumil yang direncanakan hrs bersalin di RS ke Dinkes untuk diteruskan ke RS, sesuai RS dituju. • Mengaplikasikan kegiatan P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) dengan kesiapannya dalam mnyediakan calon donor darah bagi ibu hamil (1bumil 5 pendonor) tsb.Bentuknya pengambilan darah oleh PMI dari calon donor darah yang disiapkan ibu hamil/keluarga tsb, selanjutnya disimpan di PMI.

  26. Untukmengurangikejadiankematianbayiselaindenganmencegahkejadian AKI spttsb. : • Diharapkanbidanmeningkatkanketrampilandalampenangankegawatdaruratan BBL denganpelatihanpenangananAspeksia, penanganan BBLR • Sosialisasipemberianpelayanan neonatal esensialbagibidandesa. • Menekankanbidandalamsetiapkunjungan neonatal menggunakan format MTBM, (usul: agar dilampirkanpadasetiapklemjampersal) • Tidakmelakukanpertolonganpersalinan dg 19 penapisan(deteksisejakawal)

  27. Diagnosis Preeklampsia berat • Ibu usia kehamilan ≥ 20 minggu dengan hipertensi (tekanan darah diastolik ≥90 mmHg) dengan disertai salah satu atau lebih dari gejala berikut : • Tekanan darah diastolik > 110 mmHg • Proteinuria 2 • Oliguria < 400 mL/24 jam • Edema paru, nafas pendek, sianosis, ronkhi • Nyeri epigastrium/kuadran atas kanan • Gangguan penglihatan, skotoma • Nyeri kepala hebat • Hiperrefleksia • Mata:spasme arterioler, edema, ablasio retina • Koagulasi: koagulasi intravaskular disseminata, sindrom HELLP • Pertumbuhan janin terhambat • Otak: edema serebri • Jantung: gagal jantung • Eklampsia • Kejang dapat terjadi tanpa tergantung pada berat ringannya hipertensi • Sifat kejang tonik-klonik • Koma dapat terjadi setelah kejang dan dapat berlangsung lama • PEMBERIAN MAGNESIUM SULFAT UNTUK PRE EKLAMPSIA DAN EKLAMSPSIA • Syarat pemberian magnesium sulfat • TersediaCalsium Glukonas 10% 10 cc (dalamkeadaansiapdiberikanintravena selama 5menit) • Langkah – langkah pemberian magnesium sulfat: • Pasang infus Ringer Laktat atau NaCl 0,9% dengan tidak diklem. • Pasang kateter menetap untuk mengukur keseimbangan cairan • Cara pemberian Magnesium Sulfat • Dosis Awal: • MgSO4 40% 4 gram (10cc) IV diberikan selama 5 menit, infus 100-200 cc lepas klem. • Jika Kejang berulang setelah 15 menit pemberian dosis awal, berikan MgSO4 40% 2 gram (5cc) IV diencerkan dengan penambahan aquabides pro injeksi sebanyak 5 cc diberikan selama 5 menit. • Dosis Pemeliharaan: • MgSO4 40% 6 gram (15 cc) melalui infus Ringer Laktat/NaCl 0,9% 500 cc ( 28 tetes per menit), yang diberikan sampai 24 jam postpartum atau kejang terakhir. • - Pasien akan merasa agak panas pada saat pemberian MgSO4 • - Segera Rujuk pasien ke rumah sakit, jika pasien sudah distabilisasi diberikan MgSO4 RSUP. Dr. Kariadi Sahabat Menuju Sehat

More Related