slide1 n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
ANALISA AKI-AKB SERTA UPAYA-UPAYA YANG TELAH DAN AKAN DILAKUKAN PowerPoint Presentation
Download Presentation
ANALISA AKI-AKB SERTA UPAYA-UPAYA YANG TELAH DAN AKAN DILAKUKAN

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 36

ANALISA AKI-AKB SERTA UPAYA-UPAYA YANG TELAH DAN AKAN DILAKUKAN - PowerPoint PPT Presentation


  • 147 Views
  • Uploaded on

ANALISA AKI-AKB SERTA UPAYA-UPAYA YANG TELAH DAN AKAN DILAKUKAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN PEKALONGAN. GAMBARAN UMUM.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'ANALISA AKI-AKB SERTA UPAYA-UPAYA YANG TELAH DAN AKAN DILAKUKAN' - mari


Download Now An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
slide1
ANALISA AKI-AKB

SERTA

UPAYA-UPAYA YANG TELAH DAN AKAN DILAKUKAN

DINAS KESEHATAN KABUPATEN PEKALONGAN

slide2

GAMBARAN UMUM

Kabupaten Pekalongan Kota Kajen sebagai Ibu Kota pusat pemerintahan, secara geografis terletak diantara 60 - 70 23’ Lintang Selatan dan antara 1090 - 1090 78’ Bujur Timur:

Sebelah Timur : Kota Pekalongan, k Kabupaten Batang

Sebelah Utara : Laut Jawa,

Sebelah Selatan: Kabupaten Banjarnegara

Sebelah Barat : Kabupaten Pemalang

Luas wilayah : 836,13 Km2

Jumlah Kecamatan: 19

Jumlah desa/kel: 285

Jumlah Penduduk : 845.471 jiwa

Kepadatan penduduk/Km2 : 1.157

slide3

FASILITAS KESEHATAN

RS. Pemerintah : 2 buah

RS. Swasta : 1 buah

Pusk. Perawatan : 7 buah

Pusk. Induk : 19 buah

Pusk. Pembantu : 50 buah

PKD : 168 buah

Puskesmas PONED dg SK Bupati : 0

Puskesmas PONED siap dg SDM&Sarana-Prasarana : 2 buah

Jumlah Kelas Ibu (swadaya) yg sdh selesai & melapor Dinkes : 56 buah

slide4

KETENAGAAN

  • DSOG RSUD KRATON : 2 PNS, 1 Mitra,
  • DSOG RSUD KAJEN : 2 MITRA
  • DSA RSUD KRATON : 2 PNS
  • DSA RSUD KAJEN : 1 PNS
  • Dokter Umum PUSKESMAS : 57 PNS
  • Jumlah Bidan Desa/
  • Puskesmas : 459 (PNS & PTT)
slide5

KETENAGAAN

  • DSOG RSUD Kraton : 2 PNS, 1 Mitra,
  • DSOG RSUD Kajen : 0 PNS, 2 Mitra
  • DSA RSUD Kraton : 1 PNS, 1 Mitra
  • DSA RSUD Kajen : 1 PNS
  • Dokter Umum PUSK. : 57 PNS
  • Bidan KIA /KB : 52
  • Bidan Desa : 349
penyebab kematian ibu th 2010 26 kasus
PENYEBAB KEMATIAN IBU TH 2010(26 KASUS)
  • PE/EKLAMPSIA : 9 KASUS
  • PERDARAHAN PP : 6 KASUS
  • INFEKSI : 1 KASUS
  • PARTUS LAMA : 1 KASUS
  • KPD DG DHF : 1 KASUS
  • PENYAKIT PENYERTA

(JANTUNG,LIMPODENOMA,DM,ASMA,LEUKEMIA) : 8 KASUS

penyebab kematian ibu th 2011 17 kasus
PENYEBAB KEMATIAN IBU TH 2011(17 KASUS)
  • PE/EKLAMPSIA : 9 KASUS
  • PERDARAHAN PP : 3 KASUS
  • EMBOLI AIR KETUBAN : 2 KASUS
  • SEPSIS : 1 KASUS
  • PARTUS LAMA DG ASMA : 1 KASUS
  • MIOMA POST SC : 1 KASUS
slide9

PENYEBAB KEMATIAN IBU 2012

  • (31 kasus):
  • PEB/EKLAMSIA :14 kasus,
  • PERDARAHAN : 6 kasus,
  • KEJANG MENINGITIS : 1 kasus,
  • JANTUNG/DECOMP : 4 kasus,
  • TB PARU : 2 kasus,
  • HEPATITIS : 1 kasus,
  • POST HISTEREKTOMI: 1 kasus,
  • TYPOID FEVER : 1 kasus.
  • Ca OVARIUM : 1 kasus,
grafik penyebab kematian bayi dinas kesehatan kab pekalongan bulan jan s d desember 2012
GRAFIK PENYEBAB KEMATIAN BAYIDINAS KESEHATAN KAB. PEKALONGANBULAN JAN S/D DESEMBER 2012
analisis permasalahan tingginya aki di kab pekalongan
ANALISIS PERMASALAHAN TINGGINYA AKI DI KAB.PEKALONGAN
  • BelumMeratanyaPuskesmas PONED di Wilayah KabupatenPekalongan yang disebabkanbelumterpenuhinyatenagaterlatihmaupunsaranaprasanaPuskesmas PONED.
  • Belumoptimalnya RS PONEK sebagaitempatrujukan (belumada DSOG yang stand by 24 jam bahkansalahsatuRumahsakitbelumadadokterobsgyn, hanyasebagai “mitra”)
  • Belumadanyaperencanaanpersalinanmaupunantisipasipencegahankomplikasidarikeluargaibuhamilitusendiri
slide23

SDM Petugas (Bidan) ditingkat dasar kurang trampil dan kurang berani (khususnya dalam pemberian MgSo4 pada kasus Preeklampsia berat (PEB) saat merujuk ke RS)

  • Unmet need KB (PUS seharusnya KB, dengan berbagai alasan tidak ber KB, shg terjadi kehamilan yang tidak direncanakan)
  • Beberapa kematian ibu disebabkan penyakit yang sudah dimiliki sebelum hamil (TBC,Decomp,sebaiknya tidak hamil)
slide24

Masih ada persalinan dirumah, shg menghambat rujukan bila harus dirujuk.

  • Anggapan masyarakat kehamilan dan persalinan adalah hal biasa, shg mengabaikan bahaya resti yang ada.
  • Pengetahuan ibu/keluarga tentang kehamilan,persalinan,nifas maupun perawatan BBL masih rendah.
  • Penyampaian informasi dan pengetahuan tentang kehamilan,persalinan,nifas maupun perawatan BBL dari petugas masih kurang.
slide25

PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI(P4K) BELUM BERJALAN SECARA OPTIMAL:

  • Stker P4K belum dipasang sesuai ketentuan, (yaitu: o/bidan, diisi lengkap,dipasang didepan rumah)
  • Keluarga belum mengerti/memahami tentang P4K
  • Bidan tidak melakukan kunjungan rumah untuk berdiskusi membahas persiapan persalinan dg keluarga
  • Ibu hamil belum menyiapkan calon donor darah.
  • Bidan belum menguasai / mengetahui tempat tinggal seluruh ibu hamil( masih ada rumah bumil yg tak diketahui oleh bidan desanya)
serta beberapa kendala yang sering ditemui bidan dalam melakukan rujukan ibu bersalin
Serta beberapa kendala yang sering ditemui bidan dalam melakukan rujukan ibu bersalin
  • Masihadanya 3T(Terlambat) :

1. TerlambatmendeteksiadanyakelainandanTerlambatmengambilkeputusan

( menungguorangygdituakanmemberikeputusan)

2. Terlambatdalammencapaifasilitaskesehatan

3. Terlambatmendapatpenanganankegawatdaruratanbaikditempatpertolonganpersalinanmaupunditempatrujukan.

upaya upaya yang telah dilakukan dalam menurunkan aki
UPAYA-UPAYA YANG TELAH DILAKUKAN DALAM MENURUNKAN AKI
  • Meningkatkan cakupan Program kesehatan ibu hamil dengan ANC yang berkualitas.
  • Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dg 4 tangan profesional (solmet bidan) di faskes.
  • Memenuhi seluruh desa dengan bidan desa, dan 2 bidan desa untuk yang wilayah desanya luas.
  • Mewajibkan bidan desa tinggal di desa
slide28

Mewajibkan bidan yang melaksanakn pertolongan persalinan mengikuti APN

  • Mengharuskan bidan wilayah kabupaten dan menghimbau BPM melakukan MOU dalam pertolongan persalinan menggunakan jampersal.
  • Pelayanan KB untuk mencegah kehamilan
  • Peningkatan pengetahuan dan partisipasi perempuan, suami/keluarga dan masyarakat melalui kelas Ibu hamil.
  • Membentuk kelas ibu swadaya ( baru 56 yang dibentuk dari 285 desa yg ada)
slide29

Sosialisasi dan advokasi.

  • Pembinaan bidan.
  • Mengoptimalkan pelayanan kebidanan di Puskesmas Perawatan.
  • Membentuk TIM AMP dg SK Bupati, yg tdr atas TIM Managemen dan Tim Pengkaji .
  • AMP model baru yang didahului pengkajian kasus oleh TIM Pengkaji RS (ada 2 tim : TIM RSUD Kraton dan RSUD Kajen)
rencana aksi selanjutnya 2013
Rencana Aksi Selanjutnya(2013) :
  • OptimalkanPuskesmasPerawatanmenjadiPuskesmas PONED, bertahap .
  • MemasangPapanPuskesmas PONED denganjenispelayanannyauntuksosialisasikemasyarakat.
  • PelatihanpetugasPONED&dilanjutkanmagangdi RS
  • Membuatregulasitentangkeharusanmembentukkelas IBU.
  • Desiminasi SOP kegawatdaruratanpadakasus maternal untuksemuaBidan.
slide31

6. MewajibkanBidandesatinggaldidesa, dansemuabidandesatidakmerangkapsbgBidan KIA/KB diPuskesmas.

7. Bidandesaharusmengetahuinama-namasetiapibuhamilsertatempattinggalnyadidesa / wilayahkerjanya.

8. Adabukucatatanmasing-masingsatubukuuntuksatuibu, yang mencatatriwayatdari ANC, DeteksiResti,Persalinan, hinggaNifas.

9. BidandesamelakukankunjunganrumahpadabumilRisti, danpadaibuhamil yang belumpernahkontak dg bidandesatersebut. BPS melaporkanhasilkunjunganBumil,Bulin,Bufaskebidanpembinawilayah/ kePuskesmas.

slide32

Mengkaji setiap kematian maternal dg AMP. Setiap ada kasus AKI/AKB harus ada pelaporan berupa OVP/OVM dan RMP/RMM

  • Memebentuk TIM Akselerasi Pencapaian Target MDGs 2015 untuk selanjutnya monitoring ke Puskesmas untuk menggali permasalahan AKI –AKB.
  • Sosialisasi SOP pemberian MGSO4 untuk m’cegah kejang pada kasus PEB/Eklampsia sbg stabilisasi seb.merujuk, (Obat MGSO4 beserta antidotumnya tersedia di farmasi Dinkes, Puskesmas dipersilakan meminta )
slide33

Selalu kontak ke RS sebelum melakukan rujukan maternal, diharapkan supaya RS lebih siap saat menerima pasien dg kasus yang telah disampaikan sebelumnya.

  • Puskesmas mengirimkan data calon bumil yang direncanakan hrs bersalin di RS ke Dinkes untuk diteruskan ke RS, sesuai RS dituju.
  • Mengaplikasikan kegiatan P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) dengan kesiapannya dalam mnyediakan calon donor darah bagi ibu hamil (1bumil 5 pendonor) tsb.Bentuknya pengambilan darah oleh PMI dari calon donor darah yang disiapkan ibu hamil/keluarga tsb, selanjutnya disimpan di PMI.
slide34

Untukmengurangikejadiankematianbayiselaindenganmencegahkejadian AKI spttsb. :

  • Diharapkanbidanmeningkatkanketrampilandalampenangankegawatdaruratan BBL denganpelatihanpenangananAspeksia, penanganan BBLR
  • Sosialisasipemberianpelayanan neonatal esensialbagibidandesa.
  • Menekankanbidandalamsetiapkunjungan neonatal menggunakan format MTBM, (usul: agar dilampirkanpadasetiapklemjampersal)
  • Tidakmelakukanpertolonganpersalinan dg 19 penapisan(deteksisejakawal)
slide35

Diagnosis Preeklampsia berat

  • Ibu usia kehamilan ≥ 20 minggu dengan hipertensi (tekanan darah diastolik ≥90 mmHg) dengan disertai salah satu atau lebih dari gejala berikut :
    • Tekanan darah diastolik > 110 mmHg
    • Proteinuria 2
    • Oliguria < 400 mL/24 jam
    • Edema paru, nafas pendek, sianosis, ronkhi
    • Nyeri epigastrium/kuadran atas kanan
    • Gangguan penglihatan, skotoma
    • Nyeri kepala hebat
    • Hiperrefleksia
    • Mata:spasme arterioler, edema, ablasio retina
    • Koagulasi: koagulasi intravaskular disseminata, sindrom HELLP
    • Pertumbuhan janin terhambat
    • Otak: edema serebri
    • Jantung: gagal jantung
  • Eklampsia
    • Kejang dapat terjadi tanpa tergantung pada berat ringannya hipertensi
    • Sifat kejang tonik-klonik
    • Koma dapat terjadi setelah kejang dan dapat berlangsung lama
  • PEMBERIAN MAGNESIUM SULFAT UNTUK PRE EKLAMPSIA DAN EKLAMSPSIA
  • Syarat pemberian magnesium sulfat
  • TersediaCalsium Glukonas 10% 10 cc (dalamkeadaansiapdiberikanintravena selama 5menit)
  • Langkah – langkah pemberian magnesium sulfat:
  • Pasang infus Ringer Laktat atau NaCl 0,9% dengan tidak diklem.
  • Pasang kateter menetap untuk mengukur keseimbangan cairan
  • Cara pemberian Magnesium Sulfat
  • Dosis Awal:
  • MgSO4 40% 4 gram (10cc) IV diberikan selama 5 menit, infus 100-200 cc lepas klem.
  • Jika Kejang berulang setelah 15 menit pemberian dosis awal, berikan MgSO4 40% 2 gram (5cc) IV diencerkan dengan penambahan aquabides pro injeksi sebanyak 5 cc diberikan selama 5 menit.
  • Dosis Pemeliharaan:
  • MgSO4 40% 6 gram (15 cc) melalui infus Ringer Laktat/NaCl 0,9% 500 cc ( 28 tetes per menit), yang diberikan sampai 24 jam postpartum atau kejang terakhir.
  • - Pasien akan merasa agak panas pada saat pemberian MgSO4
  • - Segera Rujuk pasien ke rumah sakit, jika pasien sudah distabilisasi diberikan MgSO4

RSUP. Dr. Kariadi

Sahabat Menuju Sehat