1 / 59

GEOPOLITIK INDONESIA

GEOPOLITIK INDONESIA. Dr. H. ANWAR MA’RUF, M.Kes., drh FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNAIR. Sedumuk bathuk, senyari bumi, pecahing dada, wutahing ludira, sun labuhi taker pati. Anderson, 2000 : xxxvii. GEOPOLITIK INDONESIA. Pengantar Geopolitik & Implementasi Geopolitik Indonesia

skyla
Download Presentation

GEOPOLITIK INDONESIA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. GEOPOLITIKINDONESIA Dr. H. ANWAR MA’RUF, M.Kes., drh FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNAIR

  2. Sedumuk bathuk, senyari bumi, pecahing dada, wutahing ludira, sun labuhi taker pati Anderson, 2000 : xxxvii

  3. GEOPOLITIK INDONESIA • Pengantar • Geopolitik & Implementasi • Geopolitik Indonesia • Perkembangan Geopolitik & Geostrategi • Upaya Menghadapi Geopolitik & Geostra-tegi Negara Jiran • Perenungan Menghadapi Masa Depan • Harapan

  4. Pengantar • Soekarno : Orang dan tempat tinggal tidak dapat dipisahkan • F. Ratzel : Perkembangan negara seperti teori biologi Darwin (Darwinisme sosial) • A.T. Mahan : Kekuatan negara tidak tergan- tung pada luas wilayah daratan, tetapi juga tergantung pada akses ke laut

  5. PENGANTARNegara Berdasarkan Geografi Bentuk Negara • Negara Daratan (Land Lock Country) • Negara Berbatasan dengan laut • Negara Pantai (Coastal archipelago) • Negara Pulau (Oceanic archipelago) • Negara Kepulauan (Archipelago)

  6. PENGANTARNegara Berdasarkan Geografi Asas Negara Kepulauan (UNCLOS ps 46) • Merupakan suatu kesatuan utuh wilayah, yang batas-batasnya ditentukan oleh laut, dalam lingkungan mana terdapat pulau-pulau dan gugusan pulau-pulau Atau • Merupakan gugusan pulau-pulau dengan perairan diantaranya dan angkasa di atasnya sebagai kesatuan utuh, dengan unsur air sebagai penghubung.

  7. GEOPOLITIK & IMPLEMENTASI POLITIK GEOPOLITIK GEOGRAFI TUJUAN NASIONAL • Geopolitik : Pengetahuan tentang geomorfologi (konstalasi geografi) untuk menyelenggarakan pemerintahan nasional • Geomorfologi (ciri khas) : bentuk, luas, letak/posisi, iklim dan sumber daya alam

  8. GEOPOLITIK & IMPLEMENTASI Geostrategi Geostrategi: merupakan pelaksanaan dari geopolitik LINGKUNGAN STRATEGIS POLITIK TUJUAN NASIONAL KEMITRAAN STRATEGIS

  9. GEOPOLITIK & IMPLEMENTASI Penerapan Geopolitik s/d PD II • Inggris : Wawasan Ralieght  “the British Rules the Waves” : kekuatan maritim dg menguasai pantai sepanjang Eropa, Asia, Afrika, USA • Jerman : Wawasan Haushoffer  “Lebensraum”/ruang hidup (macht und erde) : daratan luas dan akses ke laut • Jepang : Wawasan Haushoffer  “Fukoku Kyohei” (rich country strong army) • USA : Wawasan Spijkman  dgn utamakan kekuatan laut Sunardi, 2002 : 175

  10. GEOPOLITIK & IMPLEMENTASI(Implementasi Pasca PD II) Pelajaran yang dapat ditarik : • Kekuatan nyata sesasat belum menjamin kemenangan akhir • Kekuatan ekonomi & industri tanpa dukungan SDA tidak menentukan kemenangan perang • Kesedian SDA sangat tergantung pada luas wilayah • Faktor kesadaran BN sangat berpengaruh  “partisan” • Perkembangan Iptek pengaruhi bangsa mengembangkan wawasan (geopolitik) • Untuk memelihara kekuatan mil. harus didukung faktor alamiah : geografi, sda & penduduk (hanya USA & US) • Terjadi Bi Polar : Blok Barat (Sekutu/Liberal) >< Blok Timur (Sosialis)

  11. Implementasi Geopolitik(Pasca Perang Dunia II) Amerika Serikat • Wawasan Maritim untuk kuasan daerah bulan sabit agar Uni Soveyet tidak keluar dari benua. • Gagasan membendung Uni Sovyet agak terlambat karena mengutamakan pengahcuran Jerman Uni Sovyet • Wawasn Buana : untuk tetap mejaga wilayah • Upaya gerakan di daerah panas (Afghanistan, Ethiopia, Congo), kurang berhasil kecuali Cuba & Vietnam

  12. GEOPOLITIK INDONESIALatar Belakang • Ciri Khas Indonesia : diapit 2 samudera (India & Pasifik) dan 2 benua (Asia & Australia), dibawah orbit Geostationary Satelite Orbit • Negara Nusantara (kepulauan)  nusa diantara air • Benua Maritim Indonesia • Geopolitik Indonesia = Wawasan Nusantara

  13. SEJARAH BUDAYA DIRI BANGSA KONSTITUSI UUD W A W A S A N NASIONAL A S P I R A S I B A N G S A FALSAFAH IDIOLOGI TUJUAN NASIONAL DRIVES MOTIVE LINGKUNGAN (GEOGRAFI) GEOPOLTIK INDONESIA Konsepsi DasarWawasan Nasional

  14. GEOPOLITIK INDONESIA Wawasan Nusantara (secara skematis) Sejarah Perjuangan Bangsa Tujuan ke dalam: Mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan alamiah: Trigatra: Geografi, Sumber daya alam, Penduduk Sosial: Pancagatra Ipoleksosbudhankam Wawasan Nusantara Aspirasi Bangsa Tujuan Nasional Cita-cita nasional Lingkungan Geopolitik Geostrategi Tujuan Keluar: Ikut serta mewujudkan kebaha-giaan, ketertiban perdamaian seluruh umat manusia

  15. GEOPOLITIK INDONESIAPeranan Wawasan Nusantara • Mewujudkan persatuan & kesatuan yang serasi & selaras segenap aspek kehidupan nasional • Menumbuhkan rasa tanggung jawab atas pemanfaatan lingkungan • Menegakkan kekuasaan guna melindungi kepentingan nasional • Merentang hubungan internasional dalam upaya ikut menegakkan perdamaian dunia

  16. GEOPOLITIK INDONESIA(tantangan dari dalam) • Geopolitik Indonesia : Wawasan Nusantara • Memahami Deklarasi Juanda  asas negara kepulauan • FahamiTanah Air  negara kepulauan/benua maritim Indonesia • Hakekat laut  dipahami • Faham TZMKO 442/1934 (contour pulau) harus dihilangkan • Tinjau UU Otoda  ps 18 ayat (4) dan (5) • PAD >< Kerusakan Lingkungan • RTRW Pusat >< Daerah

  17. GEOPOLITIK INDONESIA(Tantangan dari luar) Indonesia menjadi Entity yang besar : 4 macam negara yang harus dihadapi : • Negara-negara ASEAN termasuk Australia • Negara-negara yang berkepentingan terhadap perikanan • Negara-negara maritim yang memiliki armada niaga besar • Negara maritim besar dalam rangka mencapai global strategi Kusumaatmadja. 2002 : 26

  18. GEOPOLITIK INDONESIAWajah Wawasan Nusantara Merupakan gambaran situasi & kondisi yang dihadapi : • Landasan konsepsi Geostrategi • Wawasan Pembangunan Nasional • Wawasan Pertahanan dan Keamanan • Wawasan Kewilayahan

  19. GEOPOLITIK INDONESIA Wawasan Kewilayahan • Woerjaningrat : = Bekas Hindia Belanda • M. Yamin : Nusantara (dalam arti luas termasuk Malaya, Timor, Seluruh Kalimantan, Papua dan Tumasek) • Soekarno : Tanah-air (tanah dan air satu kesatuan) tidak dapat dipisahkan dengan orang Setneg RI, tt : 66

  20. GEOPOLITIK INDONESIA(Hakekat Laut) • Bebas, merdeka dan bergerak • Relatif tetap & tidak mudah dirusak • Datar tidak dapat dipakai sembunyi • Tidak dapat dikuasai secara mutlak • Tidak dapat dikapling  sulit diberi tanda • Alat angkut volume besar • Sebagai macam-macam medium

  21. GEOPOLITIK INDONESIAHukum Kewilayahan (Hukum Laut) KONSEP KLASIK (TRADISIONAL/ KUNO) KONSEP HUKUM (INTERNATIONAL) KONSEP PERANG LAUT (SEA DENIAL–SEA ASSERTION) • Mare Leberum (Hugo Grotius) • Common Heritage of Mankind • Res Nulius tak ada pemilik • Res Communis Omnium hak bersama • First Come First Serve • Sea is a whole in one • HIGH SEAS • EEZ • CONTINENTAL SHELF • CONTIGUOUS ZONE • ARCHIPELAGIC WATERS • TERRITORIAL SEA • INTERNAL WATER • ABSOLUTE CONTROL • DISPUTING CONTROL • EXERCISING CONTROL

  22. GEOPOLITIK INDONESIA Sejarah Hukum Laut • Konsep berkembang setelah teknologi kapal & pelabuhan Inggris & Belanda mengungguli teknologi perkapalan Spanyol & Portugal • Res Nullius >< Res Communis • Hugo Grotius >< John Selden • C. Bijenkerschoek  3 mil garis pantai saast pasang surut • Indonesia  12 mil berdasarkan point to point theory

  23. ALKI-III ALKI-I ALKI-II C B A Rep. Timor Leste PERAIRAN NUSANTARA PERAIARAN ZEE PETA WILAYAH R.I MENURUT UNCLOS’82 (UU No. 6/1996)

  24. REZIM TATA LAUT/PERAIRAN MENURUT UNCLOS'82 PERAIRAN KEPULAUAN PERAIRAN PEDALAMAN LAUT TERITORIAL LAUT BEBAS ZONA TAMBAHAN ZEE 12 MIL LANDAS CONTTNEN DARATAN 24 MIL 200 S/D 350 MIL

  25. STATUS HUKUM RUANG DIRGANTARA RUANGANTARIKSA (WILAYAH KEPENTINGAN) RUANG RUANG UDARA RUANG UDARA UDARA WILAYAH KEDAULATAN BEBAS BEBAS DARATAN LEO = 100 – 450 KM MEO = 45 – 34.000 K M HEO = 34.000 – 36.000 KM 12 NM GEOPOLITIK INDONESIA Hukum Kewilayahan (Hukum Dirgantara)

  26. GEOPOLITIK INDONESIAHukum Kewilayahan(Hukum Dirgantara) DEKLARASI BOGOTA 1976 12,82% 33.979,07KM GSO Indonesia +35.871KM A A Ket: A = Ruang Udara Nasional Indonesia B = Ruang Udara Bebas/ Negara lain A,B,C, = Atmosfir Bumi D, E = Ruang Angkasa (Bebas untuk kemanusiaan dan milik bersama) Y = Orbit Geostarioner (GSO) 5.140KM E Y D C B BUMI Y Y

  27. GEOPOLITIK INDONESIAOtonomi Daerah • Sentralisasi : Pemerintah diatur dari pusat • Desentralisasi : Pelayanan langsung kepada rakyat Filosofi  Pemda ada, ada rakyat yang dilayani  Rakyat beri legitimasi Output  Public goods & Public regulation • Dekonsentrasi : tidak semua tugas2 teknis dapat dilaksanakan Pemda

  28. GEOPOLITIK INDONESIAOtonomi Daerah • Tidak semua pemimpin daerah—termasuk politisi—yang menyadari filosofi tersebut • Berusaha memperbesar PAD • Pemekaran wilayah • Wilayah terisolasi—dari akses nyata & maya—menjadi hinterland • Frontier : hinterland di perbatasan dengan negeri jiran

  29. GEOPOLITIK INDONESIAOtonomi Daerah Beranda Depan (Daerah Frontier) • Ekonomi  kemudahan mendapatkan kebutuhan hidup • Sosial Budaya  kesamaan sub-kultur & kemudahan social security • Politik  kepastian hukum  dapat terjadi tuntutan referendum Sunardi. 2002 ; 175

  30. 12 PULAU TERLUAR RAWANDIKUASAINEGARA JIRAN

  31. 12 PULAU TERLUAR RAWAN DI KUASAI NEGARA TETANGGA

  32. KETERSEBARAN PULAU-PULAU KECIL TERLUAR

  33. GEOPOLITIK INDONESIA

  34. GEOPOLITIK INDONESIAOtonomi Daerah Penataan Ruang (filosofi yang mendasari) • Pemanfaatan ruang untuk kepentingan semua orang secara terpadu, efektif, efisien, serasi, selaras, & berkelanjutan • Keterbukaan, persamaan, keadilan & perlindungan hukum

  35. GEOPOLITIK INDONESIAOtonomi Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah • RTRW harus melalui Perda • Standarisasi penataan RTRW  selama ini mengacu pada negara kontinen • Pengaturan wilayah pantai kurang jelas (belum ada marine cadastre) • Kerusakan lingkungan tidak terhindar

  36. GEOPOLITIK INDONESIA(Marine cadastre) • Banyak pulau yang belum bernama • Dokumentasi nasional • Pendaftaran ke PBB • Kasus Sipadan-Legitan jangan terjadi lagi • Pembagian wilayah akan lebih akurat • Jangan sampai kita merasa kehilangan tetapi tidak tahu apa yang hilang

  37. PERKEMBANGAN GEOPOLITIK & GEOSTRATEGI Negara (kecil & maju) cenderung menerapkan teori Ratzel & Haushoffer • Malaysia : membangun daerah perbatasan lebih baik dari negara tetangga, silent occupation • Singapura : upaya reklamasi pantai & jasa per- ekonomian dunia • Filipina : pengaruh sosial, budaya dan ekonomi, silent occupation • Palau : silent occupation • Papua Nugini : pengaruh sosial, sosial dan eko-nomi • Australia : Australian Maritime Indentification Zone • Timor Leste : tidak mustahil meniru Malaysia

  38. Peta AMIZ (dari Kompas)

  39. PERKEMBANGAN GEOPOLITIK & GEOSTRATEGI • Q.Wrights : dunia menyempit, percepatan jalan sejarah memicu dunia tanpa batas. • Benturan budaya. • NM : perangi terorisme internasional • Q.Wrights Kebangkitan demokrasi perang fisik di NSB. • Teknologi informatika merupakan “impe-rialisme” baru (tidak melalui perang fisik).

  40. UPAYA MENGHADAPI GEOPOLITIK & GEOSTRATEGI NEGARA JIRAN • Perebutan wilayah melalui effective occupation • BPN  Marine cadastre ? • Perairan gugusan pulau : potensi perikanan & biota laut  rawan pencurian ikan • Perlu menggalakkan transmigrasi nelayan, paling tidak mendirikan pos pengamat & tempat istirahat nelayan • Bandingkan upaya Cina mendirikan pos di Kep. Spraetlly

  41. UPAYA MENGHADAPI GEOPOLITIK & GEOSTRATEGI NEGARA JIRAN • Pendudukan & mendirikan pos di pulau terpencil  tingkatkan kewaspadaan • Mercusuar tidak dirusak • Nelayan tidak larut dgn keinginan pihak asing • Keberadaan nelayan akan merupakan aspek kekuatan maritim • Bgs Indonesia harus mengenal geomorfologi negara kepulauan diantara 2 lautan & 2 benua • Bgs Indonesia harus memaknai arti BMI

  42. UPAYA MENGHADAPI GEOPOLITIK & GEOSTRATEGI NEGARA JIRAN • Mengadapi ASEAN & Australia - Waspadai “silent occupation” - Pemantapan & pembinaan kek. maritim - AMIZ  kita harus inventarisasi pulau2 - Waspadai “Five Power Defence Arrangement” - Kunjungan Presiden/Wapres ke perba- tasan sangat perlu

  43. UPAYA MENGHADAPI GEOPOLITIK & GEOSTRATEGI NEGARA JIRAN • Menghadapi negara yang berkepentingan dengan perikanan • Meningkatkan kemampuan nelayan (nelayan pantai  nelayan laut) • Pembangunan desa pantai • Nelayan menjadi monitor terhadap penggang- gu negara kita thd : pencurian ikan, pence- maran lingkungan, perusakan alat navigasi

  44. UPAYA MENGHADAPI GEOPOLITIK & GEOSTRATEGI NEGARA JIRAN • Armada angkutan laut negara besar • Negara besar tetap ingin berperan dalam era globalisasi • ALKI tidak perlu ditambah (permintaan IMO sebaiknya tidak disetujui) • ALKI diinformasikan lebih intensif kepada masyarakat maritim • Masyarakat maritim proaktif mengawasi • Konflik daerah banyak terjadi di tempat yang dilalui ALKI

  45. UPAYA MENGHADAPI GEOPOLITIK & GEOSTRATEGI NEGARA JIRAN • Amerika Serikat & Rusia (sebelum pecah) • Negara-negara ini semula menentang konsep negara Nusantara • Usul/meminta ALKI diperbanyak  negara nusantara menjadi terbuka • Pengupayaan Inner water menjadi high seas tetap ditolak (memudahkan gerakan AL neg. adidaya)

  46. PERENUNGAN MENGHADAPI MASA DEPAN • Tidak terbuai slogan “bangsa serumpun”, “sesama Muslim”, “solidaritas ASEAN” • Slogan “bangsa serumpun” hanya dipakai untuk memantapkan konsep ketahanan regional • Mensosialisasikan makna “tanah air”, Nusantara, Benua Maritim Indonesia. • Mendorong generasi muda “cinta laut” & ikut mengelola laut

  47. PERENUNGAN MENGHADAPI MASA DEPAN • Pengisian dan pembinaan pulau-pulau tidak berpenghuni, terutama di daerah perbatasan dengan lebih intensif. • Pembangunan desa pantai dipercepat untuk mewujudkan Benua Maritim Indonesia • Pulau dibina, tidak ditelantarkan, bahkan untuk tempat sampah B-3 dari LN • Meninjau kembali UU no 32/2004 khusus ps 18 • Pembagian dan pemberian kewenangan kepada wilayah tidak mengarah ke “etnik sentris  cegah The Ottoman Heritage jilid II

  48. PERENUNGAN MENGHADAPI MASA DEPAN • Konsep RTRW yang meliputi tanah & laut pedalaman disusun dgn lugas dan tepat • Super power menghendaki kita lebih terbuka • Membangun kekuatan armada laut (TNI, niaga, perikanan, industri, prasarana maritim) • Meningkatkan kemampuan nelayan agar tidak tersesat dan mampu membaca peta

More Related