1 / 27

REAKSI TRANSFUSI

REAKSI TRANSFUSI. Kuliah Pakar Blok 2.4 Irza Wahid Sub Bagian Hematologi & Onkologi Medik Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK UNAND / BLU RS.Dr.M.Djamil Padang.

simone
Download Presentation

REAKSI TRANSFUSI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. REAKSI TRANSFUSI Kuliah Pakar Blok 2.4 Irza Wahid Sub Bagian Hematologi & Onkologi Medik Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK UNAND / BLU RS.Dr.M.Djamil Padang

  2. DARAHERITROSIT PRC, WE, DFRCLEUKOSITTROMBOSITPLASMA KRIOPRESIPITAT  KONSENTRAT Fc VIII KRIOSUPERNATAN  ALBUMIN, IMUNOGLOBULIN

  3. KOMPONEN DARAHDarah Lengkap ( WB )* Perdarahan akut ( > 20 %)  Hb < 10 Gr %, PCV < 30 %* Total blood exchange ( neonatus )Pack Red Cell* Anemia kronik* Pre operative  Hb < 10 gr %Washed Red Cell* Alergi terhadap protein plasma* HemodialisisDeep Freezing Red Cell* Alergi terhadap plasma, lekosit, trombosit

  4. Lekosit* Netrofil < 200 / mm3 dengan bukti infeksi bakteri / jamur yang tak terkendali dengan AB selama 48 – 72 jamTrombosit* Trombositopenia dengan perdarahan : < 100000 / mm3 * Trombositopenia : < 40000 / mm3* Preoperative dengan trombosit : < 100000 / mm3Plasma* Defisiensi fc II, V, VII, IX, X, XII, XIII* Perdarahan akibat antikoagulan warfarin* Transfusi darah masif yang disertai koagulopati

  5. DONOR DARAH1. SEHAT  DOKTER2. SUKARELA3. USIA 18 – 65 TAHUN4. FREKWENSI 2- 3 KALI SETAHUN5. VOLUME  MAKS. 13 %

  6. Cross - Matching* ABO • Rh + / -Screening antibodi

  7. Uji Saring Untuk Pendonoran Darah • Mutlak di Inggris • Antigen permukaan hepatitis B • Antibodi terhadap HIV-1 dan HIV-2 • Antibodi terhadap Treponemapallidium (sifilis) • Antibodi terhadap virus hepatitis C • Relatif (resipien tertentu) : • Antibodi terhadap sitomegalovirus • Indonesia • HVB, HVC, HIV, VDRL

  8. REAKSI TRANSFUSIDefinisi :Komplikasi / efek samping yang terjadi akibat pemberian transfusi Klasifikasi • Imunologi : Produksi anti bodi terhadap aloantigen pada eritrosit, leukosit, trombosit atau protein plasma darah • Non Imunologik : Berhubungan dengan bahan fisika/kimia komponen darah atau kontaminan

  9. Klasifikasi Lain Rx transfusi cepat Rx demam Rx alergi  urtikaria, anafilaktik Rx hemolitik cepat Bakterimia / septik Rx transfusi lambat ( > 48 jam ) Rx hemolitik lambat, purpura post transfusi, GVHD Circulatory overload Penularan penyakit

  10. Reaksi Imunologik Pada Transfusi Darah

  11. I. Reaksi Terhadap Eritrosit yang Tak Cocok Eritrosit Darah + Antibodi Resipien Aktivasi Komponen C3a C5a KID Hemolisis Deposit Fibrin Deplesi Faktor koagulasi dan Trombosit Vasodilatasi Hemoglobin Hipotensi Hemoglobinuria Gagal Ginjal Perdarahan

  12. Rx Segera( Hemolisis intravascular )  Penyebab • Inkompatibilitas ABO ( 86% )  Tu gol. O • Kontaminasi darah donor • Suhu penyimpanan terlalu rendah / tinggi  Tahapan • Fase Syok Hemolitik Demam, menggigil, nyeri kepala/punggung/dada/ekstremitas/ flushing, sesak, mual muntah, takikardi, syok. • Fase Pasca Syok ( 12 jam ) Anemia, leukositosis, ikterik • Fase Oliguri ( 6 – 12 hari ) • Fase Diuretik ( Beberapa hari )

  13. Rx Lambat ( Hemolisis Extravascular ) Antibodi eritrosit yang tak terdeteksi anti JK, anti Rh, Anti K, Anti Fy Rx imun sekunder Eritrosit yang diselimuti IgG akan dimakan makrofag Demam, ikterus, hemoglobinuria

  14. Penatalaksanaan Rx Hemolitik Segera • Hentikan transfusi • Pertahankan status hidrasi • Pertahankan produksi urine 100 ml/jam, dapat diberikan furosemid 80 – 120 mg IV • Obat vasoaktif : dopamin • Bila didapatkan koagulopati : heparin, transfusi komponen (FFP, Kriopresipitat, trombosit) • Terapi gagal ginjal ; restriksi cairan, keseimbangan elektrolit, dialisis

  15. Penatalaksanaan Rx Hemolitik Lambat • Tidak ada terapi spesifik • Pada reaksi berat terapi sama dg Rx hemolitik segera • Evaluasi : - hemolisis : bilirubin,heptoglobin - aloantibodi - KID fungsi ginjal - pseudohemolytic transfusion reaction

  16. II. Rx Terhadap Leukosit yang Tak Cocok 1. Rx Demam ( 56 % dari RX transfusi ) Leukosit Asing + Antibodi Leukosit Ditelan Monosit Resipien Pembebasan Pirogen Demam  Juga terhadap trombosit, plasma Thy/ = Stop Transfusi = Antipiretik, Kortikosteroid = Evaluasi Hemolisis, Kontaminasi Bakteri/toksin

  17. Antibodi Plasma Donor VS – HLA, antigen granulosit Spesifik Aglutinasi Granulosit Aktivasi Komplemen Kerusakan Endotel Kapiler Paru Transudasi Cairan di Alveoli 2. Edema Paru non Kardiogenik Thy/ - Suportif - Monitor Hemodinamik - Steroid Dosis Tinggi - Evaluasi Plasma Darah

  18. III. Rx Terhadap Trombosit yang Tak Cocok Purpura Pasca Transfusi • Rx aloantibodi terhadap antigen trombosit ( HPA – 1 = Human platelet antigen ) • 2 – 10 hari pasca transfusi TERAPI • Ig G dosis tinggi dan atau plasma exchange • Kortikosteroid

  19. IV. Reaksi Terhadap Plasma Urtikaria Antigen Protein Plasma Vs Ig A Resipien Antigen Protein Plasma VS Ig E Resipien Reaksi Anafilaktik Thy/ Ringan – Transfusi dilambatkan, antihisatamin Berat – Transfusi dihentikan, Thy Rx anafilaktik

  20. 1. Bakteridan Parasit yang Dapat Ditularkan Melalui Transfusi Darah Bakteri • pseudomonas,salmonella • Bruselosis • Spilis Parasit • Plasmodium (malaria) • Trypanosoma cruzi (penyakit cagas) Endemik di Amerika Latin. • Toxoplasma gondii • Babesia microti (demam nantucket) Resiko potensial di Amerika Utara • Virus HVB, HVC, HIV, HTLV-1, CMV, EBV

  21. Rx Bakteremia / Sepsis • Darah tercemar bakteri  E. Coli, Proteus, P Aeruginosa, K Pneumonia • Gejala sudah timbul saat darah masuk 50 cc  Demam tinggi, menggigil  TD menurun, syok  Mual, muntah, nyeri seluruh tubuh  DIC  Dx pasti : Kultur darah sisa • Penatalaksanaan  Stop transfusi, selainnya sesuai syok sepsis

  22. 2. Volume Overload • Gagal jantung akut • Risiko tinggi - Anemia kronis - orang tua - kelainan jantung/paru/ginjal • Pencegahan - PRC / 2 jam - Pre Furosemid 1 ampul • Thy - Sesuai gagal jantung akut

  23. 3. Transfusi Masif * Pemberian lebih dari 1 volume darah dalam waktu < 24 jam * Perdarahan hebat  kecelakaan, operasi, obgyn • Hiperkalemia, hipokalsemi, hipotermi • Trombositopeni, koagulopati Thy/ Substitusi (belum ada kesepakatan)

  24. 4. Hemosiderosis 1 unit darah → 0.2 gr Fe  Menumpuk di Jaringan  • Gangguan pertumbuhan • Disfungsi miokard / hepar • Diabetes • Hiperpigmentasi Thy/ Iron chelating: desferoxamin 20 mg/Kg BB 8 – 12 jam SC 5 hari

  25. 5. Mikro Agregat / Mikro Emboli • Paru, serebral, retina, renal 6. Emboli Udara • Masuknya udara kedalam vena melalui tube transfusi.

  26. KESIMPULAN • Transfusi darah  transfusi komponen darah dari donor  resipien • Reaksi transfusi adalah komplikasi / efek samping yang terjadi akibat pemberian transfusi • Reaksi transfusi dapat melalui proses imunologik / non imunologik • Reaksi imunologi dapat terjadi cepat / lambat • Manifestasi reaksi transfusi dapat menjadi fatal SARAN • Kenali / waspadai adanya kemungkinan reaksi transfusi

  27. TERIMA KASIH

More Related