pelaporan audit n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
PELAPORAN AUDIT PowerPoint Presentation
Download Presentation
PELAPORAN AUDIT

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 25

PELAPORAN AUDIT - PowerPoint PPT Presentation


  • 239 Views
  • Uploaded on

PELAPORAN AUDIT. Pedoman Pembuatan Laporan. Memahami empat standar pelaporan Memahami kata dan kalimat dalam laporan bentuk standar, serta kondisi yang harus dipenuhi untuk menerbitkan laporan bentuk standar.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'PELAPORAN AUDIT' - shen


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
pedoman pembuatan laporan
Pedoman Pembuatan Laporan
  • Memahami empat standar pelaporan
  • Memahami kata dan kalimat dalam laporan bentuk standar, serta kondisi yang harus dipenuhi untuk menerbitkan laporan bentuk standar.
  • Memahami jenis-jenis penyimpangan dari laporan bentuk standar, serta masing-masing kondisi yang menyebabkan penerbitan laporan yang menyimpang dari bentuk standar.
jenis bentuk laporan auditor
Jenis Bentuk Laporan Auditor
  • Laporan Bentuk Standar (Standard Report)
    • Pada saat pendapat auditor WAJAR TANPA PENGECUALIAN
    • Laporan menggunakan kalimat dan paragraf standar
  • Penyimpangan dari Laporan Bentuk Standar
    • Pada saat pendapat auditor selain WAJAR TANPA PENGECUALIAN.
    • Laporan TIDAK MENGGUNAKAN kalimat standar dan terdapat paragraf tambahan untuk penjelasan.
slide4

Adaempatkemungkinanpernyataanpendapat auditor, yaitu:

  • Auditor menyatakanpendapatwajartanpapengecualian (unqualified opinion);
  • Auditor menyatakanpendapatwajardenganpengecualian (qualified opinion;
  • Auditor menyatakanpendapattidakwajar (adverse opinion);
  • Auditor menyatakantidakmemberikanpendapat (disclaimer of opinion atau no opinion).
pendapat wajar tanpa pengecualian unqualified opinion
pendapatwajartanpapengecualian (unqualified opinion)
  • Pendapat ini hanya dapat diberikan bila auditor berpendapat bahwa berdasarkan audit yang sesuai dengan standar auditing, penyajian laporan keuangan adalah sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU), tidak terjadi perubahan dalam penerapan prinsip akuntansi (konsisten) dan mengandung penjelasan atau pengungkapan yang memadai sehingga tidak menyesatkan pemakainya, serta tidak terdapat ketidakpastian yang luar biasa (material).
wtp unqualified opinion
WTP/unqualified opinion

Dibuatbilakondisiberikutterpenuhi :

  • Semualaporanneraca,laba-rugi,Laporansaldolabadanlaporanaruskassudahtercakupdalamlaporankeuangan.
  • Ketigastandarumum (standarumum, standarpekerjaanlapangan, standarpelaporan ) telahdiikutidalampenugasan .
  • Bahanbuktikompetentelahcukupdikumpulkansehinggamemungkinkanuntukdisimpulkanketigastandarpekerjaanlapangantelahdiikuti .
  • Laporankeuangandisajikansesuaidenganstandarakuntansi yang berlakuumum.
  • Tidakterdapatkondisi yang memerlukanpenambahanparagrafpenjelasanataumodifikasikata-katadalamlaporan .
kondisi yang menyebabkan penyimpangan dari pendapat wajar tanpa pengecualian
Kondisi yang MenyebabkanPenyimpangandariPendapatWajarTanpaPengecualian

Terdapatduakategori yang menyebabkanlaporankeuangantidakmendapatkanunqualified opinion /WTP yaitu :

1. Laporan yang menyimpangdarilaporanwajartanpapengecualian yang disebabkantigakondisi :

  • Pembatasanruanglingkuppemeriksaan auditor yang disebabkanolehkliendanolehkendala lain diluarkekuasaan auditor maupunklien .
  • Laporankeuangantidakdisajikansesuai GAAP
  • Auditor tidakindependen

2. Laporan WTP denganparagrafpenjelasanataumodifikasikata/kalimat .

pendapat wajar dengan pengecualian qualified opinion
pendapatwajardenganpengecualian (qualified opinion)
  • Pendapat ini diberikan apabila auditor menaruh keberatan atau pengecualian bersangkutan dengan kewajaran penyajian laporan keuangan, atau dalam keadaan bahwa laporan keuangan tersebut secara keseluruhan adalah wajar tanpa kecuali untuk hal-hal tertentu akibat faktor tertentu (pembatasan ruang lingkup atau tidak ditaatinya standar akuntansi yang berlaku umum )yang menyebabkan kualifikasi pendapat (satu atau lebih rekening yang tidak wajar)
pendapat tidak wajar adverse opinion
pendapattidakwajar (adverse opinion)
  • suatu pendapat bahwa laporan keuangan tidak menyajikan secara wajar keadaan keuangan dan hasil operasi seperti yang disyaratkan dalam Prinsip Akuntansi Berlaku Umum(PABU). Hal ini diberikan auditor karena pengecualian atau kualifikasi terhadap kewajaran penyajian bersifat materialnya (terdapat banyak rekening yang tidak wajar)
tidak memberikan pendapat disclaimer of opinion atau no opinion
tidakmemberikanpendapat (disclaimer of opinion atau no opinion)
  • diberikan jika auditor tidak berhasil meyakinkan dirinya, karena kurangnya pengetahuan auditor, bahwa keseluruhan laporan keuangan yang disajikan secara tidak wajar . Penolakan ini timbul karena pembatasan ruang lingkup dan karena auditor tidak independen
bagian bagian dari laporan audit standar
Bagian- bagiandarilaporan audit standar

Terdiridari 7 bagianutamayaitu :

  • Judullaporan, harusmemuatkataindependen, yang menegaskanketidaktergantungan/independensipihak auditor terhadapauditee

2. Alamat yang ditujudalamlaporan audit,biasanyaperusahaan yang bersangkutan, pemegangsahamataudewandireksinyatergantungkepadasiapalaporanhasil audit ditujukan

3. Paragrafpendahuluan, ditujukanuntukmenunjukkantigahalmeliputi:

  • bahwa KAP bersangkutantelahmelaksanakansuatu audit .
  • mencantumkanlaporankeuangan yang diaudittermasuktanggaldanperiodenya.
  • menyatakanbahwalaporankeuanganadalahtanggungjawabmanajemensedangkantanggungjawab auditor adalahmenyatakansuatupendapatataslaporantersebutberdasarkan audit .
slide12

4. Paragrafruanglingkup,merupakanpenyataanfaktualmengenaiapa yang dilakukandalam audit danmenyatakanbahwa audit dirancanguntukdapatmemperolehkeyakinanbahwalaporankeuanganbebasdarisalahsaji material . Laporanharusmemuatkata “atasdasarpengujian”, yang berartibahwa yang dilakukanadalahujipetikdanbukan audit atassetiaptransaksidansetiapjumlahdalamlaporankeuangan, tergantungpelaksanaan audit dilapangan

5. Paragrafpendapat, pendapatinibukansuatupernyataanmutlakataujaminan, namunhanyalahopiniauidtorterhadappenyajianlaporankeuangan. Disiniterdapatistilah “ menyajikansecarawajar “ yang dihubungkandenganketaatanterhadapstandarakuntansi yang berlakuumum.

6. Tandatangannamadannomor register akuntanpublik, menunjukkannama partner yang akanbertanggungjawabsecarahukumdanjabatanatasmutuauditnyamenurutstandarprofesional .

7. Tanggallaporan audit,adalahtanggalsaat auditor telahmenyelesaikanbagianterpentingdariproses audit dilapangan (field audit).

k onsistensi dan komparability
Konsistensi dan komparability
  • Perubahan yang mempengaruhi konsistensi dan memerlukanparagraf penjelasan jika :
  • Perubahan prinsip akuntansi
  • Perubahan entitas pelaporan
  • Koreksi kesalahan yang melibatkan prinsip-prinsip
slide14

Perubahan yang mempengaruhi komparatiftetapi tidak konsistensi

  • Perubahan perkiraan
  • Kesalahan koreksi tidak melibatkan prinsip-prinsip
  • Variasi dalam format dan penyajian      informasi keuangan
  • Perubahan karena secara substansial berbeda      transaksi atau peristiwa
materialitas
MATERIALITAS

adalah besarnya nilai yang dihilangkan atau salah saji informasi akuntansi, yang dilihat dari keadaan yang melingkupinya, dapat mengakibatkan perubahan atas atau pengaruh terhadap pertimbangan orang yang meletakkan kepercayaan terhadap informasi tersebut, karena adanya penghilangan atau salah saji itu

kelompok materialitas
Kelompok Materialitas
  • Materialitas kuantitatif  materialitas yang menggunakan ukuran kuantitatif tertentu seperti nilai uang, jumlah waktu, frekuensi maupun jumlah unit.
  • Materialitas kualitatif  materialitas yang menggunakan ukuran kualitatif yang lebih ditentukan pada pertimbangan professional. Pertimbangan tersebut didasarkan pada cara pandang, pengetahuan dan pengalaman pada situasi dan kondisi tertentu.
slide17
Materialitasdibagimenjadi 2 golongan :
  • Materialitaspadatingkatlaporankeuangan
  • Materialitaspadatingkatsaldoakun
materialitas pada tingkat laporan keuangan
Materialitas pada tingkat laporan keuangan
  • Auditor dalam pemeriksaan laporan keuangan perlu menetapkan :

1. Planning materiality (material awal) : materialitas untuk tingkat keseluruhan laporan keuangan.

2. Tolerable Error/ TE (tingkat kesalahan yang tertoleransi) : materialitas terkait kelas-kelas transaksi, saldo akun dan pengungkapan.

pedoman kuantitatif
Pedoman Kuantitatif

Misal :

  • 5%  hingga  10%  darilababersihsebelumpajak  (10%  untuklaba  yang  lebihkecil,  5% 

untuklaba yang lebihbesar) 

  • 0,5 % hingga 1 % dari total aktiva
  • 1% dariekuitas
  • 0,5 % hingga 1% daripendapatankotor
  • Suatupersentase  variable  berdasarkanmana yang lebihbesarantara total aktivaatau total  pendapatan
slide20

Materialitas saldo akun (account balance materiality)  adalah salah saji minimum yang dapat muncul dalam 

suatu saldo akun hingga dianggap mengandung salah saji  material.  

Salah  saji  hingga  tingkat  tersebut  dikenal  sebagai   salah  saji  yang  dapat  ditolerir (tolerable misstatement). 

pengertian risiko audit
PENGERTIAN RISIKO AUDIT

adalah risiko yang terjadi dalam hal auditor, tanpa disadari, tidak memodifikasi pendapatnya sebagaimana mestinya, atas suatu laporan keuangan yangmengandung salah saji material.

slide22
Terdapat 3 unsurrisiko audit:
  • RisikoBawaan, adalahkerentanansuatusaldoakunataugolongantransaksiterhadapsuatusalahsaji material, denganasumsibahwatidakterdapatkebijakandanprosedurpengendalian intern yang terkait.
  • RisikoPengendalian, adalahrisikoterjadinyasalahsaji material dalamsuatuasersi yang tidakdapatdicegahataudideteksisecaratepatwaktuolehpengendalian intern entitas.
  • RisikoDeteksi, adalahrisikosebagaiakibat auditor tidakdapatmendeteksisalahsaji material yang terdapatdalamsuatuasersi.
hubungan antara materialitas risiko audit dan bukti audit
HubunganantaraMaterialitas, Risiko Audit danBukti Audit

Berbagaikemungkinanhubunganantaramaterialitas, bukti audit danrisiko audit sebagaiberikut:

1. Jika auditor mempertahankanrisiko audit konstandantingkatmaterialitasdikurangi, auditor harusmenambahjumlahbukti audit yang dikumpulkan.

2. Jika auditor mempertahankantingkatmaterialitaskonstandanmengurangijumlahbukti audit yang dikumpulkan, risiko audit menjadimeningkat.

3. Jika auditor menginginkanuntukmengurangirisiko audit, auditor dapatmenempuhsalahsatudari 3 caraberikut:

  • menambahtingkatmaterialitas, sementaraitumempertahakanjumlahbukti audit yang dikumpulkan,
  • menambahjumlahbukti audit yang dikumpulkan, sementaraitutingkatmaterialitastetapdipertahankan, dan
  • menambahsedikitjumlahbukti audit yang dikumpulkandantingkatmaterialitassecarabersama-sama.
slide24

Laporan audit untuk masing-masing kondisi yang memerlukan pembedaan dari laporan standar tanpa pengecualian pada tingkat materialitas yang berbeda :