1 / 8

DAMPAK PADA KUALITAS UDARA

DAMPAK PADA KUALITAS UDARA. Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Lembaga Penelitian UNSOED Purwokerto 2006. I. PENDAHULUAN. Udara merupakan life support system dan komponen utama dalam dinamika sistem biosfera . Komposisi gas di atmosfer secara alami relatif tetap dan seimbang .

schuyler
Download Presentation

DAMPAK PADA KUALITAS UDARA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. DAMPAK PADA KUALITAS UDARA Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Lembaga Penelitian UNSOED Purwokerto 2006

  2. I. PENDAHULUAN • Udara merupakan life support system dan komponen utama dalam dinamika sistem biosfera. • Komposisi gas di atmosfer secara alami relatif tetap dan seimbang. • Meningkatnya populasi manusia dan aktivitasnya, membuat kualitas udara ambien mengalami perubahan yang mendasar. • Udara disebut tercemar, jika mengandung satu atau lebih zat kimia atau benda dalam kadar tinggi dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan/kematian bagi mahluk hidup dan/atau kerusakan lingkungan fisik. Secara umum pencemaran udara dapat menyebabkan: • Pengurangan jarak penglihatan (vision), • Gangguan saluran pernafasan dan kulit, baik yang bersifat akut (jangka pendek) atau kronik (jangka panjang), • Kerusakan bangunan dan benda2 lain (termasuk tumbuhan), • Pengurangan intensitas radiasi matahari, dan • Berubahnya suhu atmosfer maupun biosfer (pemanasan global) dan gangguan pergerakan/distribusi udara. Guna melestarikan fungsi lingkungan udara perlu 2 pendekatan: • Menentukan Nilai Ambang Batas sebagai standard kualitas ambien. • Menentukan batas emisi gas buang ke ambien.

  3. II. SUMBER DANJENIS PENCEMARAN UDARA Macam-macam sumber pencemaran udara : • Transportasi, • Industri, • pembakaran sampah, • kegiatan rumah tangga. Pencemar udara utama (major air pollutants): • Gas : CO2, CO, SO2, Hidrokarbon (seny. yang mengandung C & H): CH4 (methan) & C6H6 (benzene) dll. • Partikulat: droplet partikel cair/padat yang tersuspensi di udara, seperti : asap (smoke), debu, asbes, partikel logam (Pb, dan minyak. • Senyawa organik : HF, NH3, pestisida, asam-asam, dll. • Substansi radioaktif : Radon, emisi BBM & Pembangkit Listrik • Kebisingan (noise). • Bau (odors).

  4. pencemar dapat berupa: • pencemar primer (yang diemisikan langsung oleh sumber) dan • (2) pencemar sekunder (yang terbentuk karena reaksi kimia dan asosiasi fisik di atmosfer antara partikel, gas dan uap air).

  5. III. DAMPAK PENCEMARAN UDARA Asap & debu  sesak nafas, iritasi mata dan gangguan pandangan Pb menghalangi pembentukan haemoglobin, gangguan sistem syaraf pada anak-anak (Penurunan IQ), hipertensi. Asbes menyebabkan kanker paru (bersifat karsinogen) CO mengikat haemoglobin menjadi COHb, sehingga otak kekurangan O2 dan mengakibatkan coma/kematian. CO2 pada konsentrasi tinggi tubuh mengalami kekurangan O2, shg dalam jangka panjang merusak sel-sel jantung.

  6. Dalam skala globalmenyebabkan melebarnya lubang ozon dan pemanasan global (Efek Rumah Kaca) Dampak pemanasan global: (1) perubahan iklim global dan tidak teraturnya musim, (2) meningkatnya suhu global antara 1 – 4,50 C, dan (3) meningkatnya muka air laut hingga mencapai  60 cm.

  7. IV. KAJIAN DAMPAK KUALITAS UDARA Langkah-langkah untuk mengkaji dampak kualitas udara: • Langkah pertama adalah melakukan pendugaan dampak terhadap kualitas udara, dengan cara : • Mengetahui kadar kualitas udara alami (rona lingkungan hidup)untuk menentukan indikator kualitas udara yang akan dipengaruhi proyek. • Menentukan atau mengidentifikasikan penerapan kriteria baku mutu kualitas udara sesuai dengan peraturan yang ada. • Memprediksi emisi polutan udara yang akan diemisikan oleh proyek. • Memprakirakan kadar polutan udara ambien baik dengan ataupun tanpa proyek untuk menentukan skala kualitas udara. • Membandingkan kualitas udara yang diduga dengan baku mutu. • Apabila diperlukan dilakukan modifikasi terhadap rencana kegiatan /proyek guna mengantisipasi masalah pencemaran udara. • Langkah kedua ialah penanganan dampak pencemaran udara. Dalam hal ini bagaimana kita mengupayakan agar polutan udara yang akan diemisikan oleh kegiatan masih di bawah NAB yang telah ditentukan. Untuk itu diperlukan pengetahuan cukup tentang karakteristik kegiatan, teknologi proses, dan teknik pengurangan emisi gas buang. • Langkah ketiga, adalah menyusun rencana pemantauan kualitas udara ambien pada lokasi atau titik-titik yang berpotensi menimbulkan polutan. Kegiatan ini perlu dilakukan pada saat suatu proyek telah mencapai tahap operasional (misalkan pabrik-pabrik yang menggunakan energi BBM dan batu bara). Dengan diketahuinya data pemantauan kualitas udara, dapat dilakukan pula rencana-rencana penanganannya sejak dini.

  8. TERIMA KASIH

More Related