1 / 29

photo of oil palm weed

several types of weeds found in oil palm plantations

sanniwati
Download Presentation

photo of oil palm weed

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. DAFTAR ISI GULMA PAKIS / PAKU / TALAS 1. 2. 3. 4. 5. GULMA KACANGAN Cholocasia esculenta ....................................................................................... 2 Cyclosorus aridus ............................................................................................ 3 Ophioglossum reticulatum .............................................................................. 4 Stenochlaena palustris ..................................................................................... 5 Typhonium blumei .......................................................................................... 6 1. GULMA BERDAUN LEBAR Mucuna bracteata ............................................................................................. 7 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Peperomia pellucida ........................................................................................ 17 11. Phyllanthus urinaria ........................................................................................ 18 GULMA BERDAUN SEMPIT Ageratum conyzoides ...................................................................................... 8 Asystasia intrusa .............................................................................................. 9 Borreria alata ................................................................................................... 10 Cleome rutidosperma ...................................................................................... 11 Clidemia hirta .................................................................................................. 12 Dieffenbachia seguine ..................................................................................... 13 Lantana camara ............................................................................................... 14 Melastoma malabathricum .............................................................................. 15 Mimosa pudica ................................................................................................ 16 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Pennisetum purpureum .................................................................................... 28 11. Setaria plicata .................................................................................................. 29 Axonopus compressus ..................................................................................... 19 Centotheca lappacea ........................................................................................ 20 Cyperus rotundus ............................................................................................ 21 Cyrtococcum patens ........................................................................................ 22 Echinochloa colona ......................................................................................... 23 Eleusine indica ................................................................................................ 24 Cyperus brevifolius (Kyllinga) ....................................................................... 25 Ottochloa nodosa ............................................................................................. 26 Paspalum scrobiculatum .................................................................................. 27 -1-

  2. Cholocasia esculenta Talas/Keladi (Cholocasia esculenta) Herba, dengan semacam umbi yang disebut bonggol yang tumbuh di bawah tanah; tingginya 0,4-1,5 m. Daun 2-5 helai; dengan tangkai berwarna hijau bergaris-garis hijau tua atau keunguan setinggi 23-150 cm, pangkalnya berbentuk pelepah; helaian daun 6,60 × 7,53 cm, bundar telur, lonjong dengan ujung meruncing, kadang-kadang berwarna keunguan di sekitar menancapnya tangkai, sisi bawahnya berlilin, taju pangkalnya membulat. Perbungaan terjadi di dalam tongkol di ketiak, bertangkai 15-60 cm. Seludang bunga 10-30 cm, terdiri atas dua bagian, yang atas lebih panjang, kuning oranye dan rontok. Tongkol berwarna mentega pada bagian jantannya. Buah buni berwarna hijau. Biji berbentuk gelendong, beralur membujur. -2-

  3. Cyclosorus aridus Paku kadal (Cyclosorus aridus); Akar berbentuk rimpang, akar banyak dan halus, sebagian besar tertanam di dalam tanah, kerapkali bersisik, berwarna coklat sampai kehitam-hitaman; Batang bulat, berwarna kecoklatan, pangkal batang berlekatan dengan rimpang akar, terkadang bersisik lebat dan halus, arah tumbuh batang mendatar, permukaan batang halus; Daun majemuk, permukaan daun kasar, daun steril dengan panjang daun 0,2-2 cm, ujung daun tumpul, tulang daun lateral tidak jelas; Spora pada paku dewasa, terdapat spora yang dapat hidup dan berkembang pada tempat yang lembab, spora dihasilkan dari sporangium yang berada di bawah daun fertile. -3-

  4. Ophioglossum reticulatum Ophioglossum reticulatum adalah marga tumbuhan paku. Nama Ophioglossum berarti "lidah ular" mengacu pada bentuk daun fertil (daun berspora) yang khas. Wujud fisiknya biasanya memiliki satu atau dua daun steril tunggal dengan peruratan jala yang tumbuh pada satu tangkai yang sama dengan daun steril di bagian ujung. Di pangkalnya terdapat struktur mirip bonggol yang menjadi tempat tumbuh akar yang menyebar. Tumbuhan ini tidak selalu menghasilkan daun fertil, bahkan juga daun steril. Pada kondisi tanpa daun, ia hidup tersembunyi dengan bonggol dan akar yang berasosiasi dengan cendawan tanah (mikoriza). -4-

  5. Stenochlaena palustris Lemidi, lemiding, atau ramiding (Stenochlaena palustris) adalah sejenis paku-pakuan anggota suku Blechnaceae. Pucuk dan daun muda pakis ini biasa dijadikan sayuran di pelbagai wilayah sebarannya. Karena itu, paku ini juga dikenal dengan banyak nama seperti miding, mělat, akar pakis (Mly.); lambiding (Ac.); lamidin (Sim.); pau rara (Mand.); paku limbèh (Min.); paku hurang (Sd.);[5]pakis bang (Jw.); lemiding, remiding, pakis mérah (Mly. Ptk.); bampèsu, maja-majang (Mak.); bempèsu, wèwèsu (Bug.)[6]. Di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah tumbuhan ini disebut kelakai atau kalakai. -5-

  6. Typhonium blumei Keladi tikus (Typhonium blumei) adalah sejenis talas-talasan famili Araceae. -6-

  7. Mucuna bracteata Mucuna bracteata termasuk jenis kacangan menjalar/memanjat yang berdaun relatif lebar dan menghasilkan banyak serasah dan pertumbuhannya sangat cepat. Berbeda dengan Mucuna cochinchinensis, jenis kacangan ini berumur panjang, tahan terhadap naungan dan sulit menghasilkan biji di Indonesia. Akibatnya harga biji kacangan ini sangat mahal. Tanaman ini adalah tanaman penutup tanah yang sangat optimal dalam mendukung pertumbuhan tanaman utama karena kemampuan fiksasi nitrogen, meninggalkan bahan organik yang sangat baik bagi mutu tanah, tahan terhadap kekeringan, dan mampu menciptakan kelembaban tanah ideal. Dia tumbuh sangat cepat dan menutup lahan sangat cepat, karena itu dia menekan pertumbuhan gulma-gulma lainnya. MB sebagai kacang-kacangan akan menyediakan mulsa organic yang tebal yang mana dapat membantu untuk mengurangi pupuk yang hilang mengalir, karena hujan deras. Lapisan tebal dari sampah daunnya juga akan membantu untuk mengurangi erosi tanah sehingga kondisi tanah tidak akan memburuk dari waktu ke waktu. -7-

  8. Ageratum conyzoides Bandotan (Ageratum conyzoides) adalah sejenis gulma pertanian anggota suku Asteraceae. Tanaman semusim ini berasal dari Amerika tropis, khususnya Brasil, akan tetapi telah lama masuk dan meliar di wilayah Nusantara. Disebut juga sebagai babandotan atau babadotan (Sd.); wedusan (Jw.); dus-bedusan (Md.); rumput balam (Ptk.); serta Billygoat-weed, Goatweed, Chick weed, atau Whiteweed dalam bahasa Inggris, tumbuhan ini mendapatkan namanya karena bau yang dikeluarkannya menyerupai bau kambing. -8-

  9. Asystasia intrusa Akar Rumput Ganda Rusa (Asystasia intrusa) melekat pada cabang. Akarnya berakar tunggang, memiliki bulu-bulu akar, mempunyai cabang-cabang kecil dan serabut-serabut akar; Batangnya bercabang, berwarna hijau, berkambium, tidak keras dan basah, permukaan batangnya kasar; susunan tulang daun menjari, tidak memiliki vagina sehingga termasuk daun tidak lengkap, merupakan daun tunggal, permukaan daun yang kasar, tepi daun bergelombang dengan ujung daun runcing, pertulangan daun menyirip, daun berbentuk bulat telur dan tangkai daun 1-3 cm; Bunga berwarna putih dan ungu, mempunyai putik dan kelopak, bunga berada di ujung batang dan jumlah bunga berkelipatan 4 dan 5; memiliki sepasang kotiledon. Bijinya mempunyai embrio, berkeping dua, berwarna kehijauan dan mengandung endosperm. -9-

  10. Borreria alata Goletrak/Babadotan lalaki (Borreria alata) synonim Spermacoce alata; merupakan jenis herba, bunga keputihan, tubular dan memiliki polimorfisme dalam kaitannya dengan ukuran mereka. Boreria alata termasuk kedalam famili Rubiaceae dan merupakan tumbuhan semusim (annual). Gulma ini berakar tunggang, batang segiempat dan berambut, dan memiliki daun yang letaknya saling berhadapan. -10-

  11. Cleome rutidosperma Maman Ungu (Cleome rutidosperma) -11-

  12. Clidemia hirta Harendong Bulu (Clidemia hirta) biasa disebut soapbush atau kutukan Koster, adalah semak abadi. Ini adalah spesies tanaman invasif di banyak wilayah tropis di dunia, menciptakan kerusakan serius; daunya berbentuk hati simetris dan dapat menutup pada malam hari. Mudah ditemui di areal terbuka dan terkadang tumbuh menutupi tepian hutan bahkan menjadi gulma. Dapat dikenali melalui batang dan daunnya yang dihiasi oleh duri-duri halus menyerupai rambut. Harendong bulu memiliki buah buni dengan ukuran kecil dan mengelompok. Anda dapat membedakan buah yang sudah masak dan belum dari warnanya. Buah muda berwana hijau dan buah yang masak berwarna keunguan. Bila anda iseng, anda dapat coba mencicipi buah tersebut.Buah yang sudah masak akan terasa manis dan gurih. -12-

  13. Dieffenbachia seguine Daun bahagia (Dieffenbachia seguine) merupakan tanaman hias populer yang biasa ditanam di pekarangan. Keindahannya berasal dari bentuk tajuk dan juga warna daunnya yang bervariasi: hijau dengan bercak-bercak hijau muda atau kuning. Di kalangan penjual tanaman hias. Getah daun dan batang Dieffenbachia mengandung kalsium oksalat yang berbentuk jarum di dalam sel-selnya dan dapat menyebabkan gatal-gatal maupun kejang pada bibir dan lidah. Meskipun setelah beberapa waktu dapat pulih kembali, gejala ini dapat menyebabkan syok, dan walaupun langka, kematian apabila kejang mengganggu saluran pernapasan. Anak-anak dan hewan peliharaan rentan akan bahaya in -13-

  14. Lantana camara Tembelekan/Saliara (Lantana camara) adalah jenis tumbuhan berbunga dari familia Verbenaceae yang berasal dari wilayah tropis di Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini tumbuh di daerah dengan ketinggian 1.700 m dpl dan memiliki banyak percabangan dengan tinggi antara 0,5-4 meter. Saliara dapat digunakan sebagai obat memar, keracunan makanan, serta untuk penghentian pendarahan pada penderita penyakit kanker rahim. -14-

  15. Melastoma malabathricum Senggani/Karamunting (Melastoma malabathricum) adalah jenis tumbuhan perdu dari familia Melastomatacea. egak, tinggi ½-4m, banyak bercabang, bersisik dan berambut. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan bersilang. Helai daun bundar telur memanjang sampai lonjong, ujung lancip, pangkal membulat, tepi rata, permukaan berambut pendekyang jarang dan kaku sehingga teraba kasar dengan 3 lubang daun melengkung, panjang 2-20 cm, lebar 0,75-8,5cm, warnanya hijau. Perbungaan majemuk keluar diujung cabang berupa malai rata dengan jumlah bunga tiap malai 4-18 mahkota 5, warnanya ungu kemerahan. Buah masak akan merekah dan berbagi dalam beberapa bagian, warnanya ungu tua kemerahan. Biji kecil-kecil, warna coklet. Buahnya dapat dimakan, daun mudanya bisa dimakan sebagai lalap atau disayur. Perbanyakan dengan biji. -15-

  16. Mimosa pudica Putri malu (Mimosa pudica) adalah perdu pendek anggota suku polong-polongan yang mudah dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/layu dengan sendirinya saat disentuh. Hal ini disebabkan oleh terjadinya perubahan tekanan turgor pada tulang daun. Rangsang tersebut juga bisa dirasakan daun lain yang tidak ikut tersentuh. Gerak ini disebut seismonasti, yang walaupun dipengaruhi rangsang sentuhan (tigmonasti), sebagai contoh, gerakan tigmonasti daun putri malu tidak peduli dari mana arah datangnya sentuhan. Walaupun sejumlah anggota polong- polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat daripada jenis lainnya. Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula. Seluruh bagian tanaman putri malu meliputi batang dan cabang berduri, bunga, bunga kering, polong biji, serta daun yang terbuka dan tertutup. -16-

  17. Peperomia pellucida Tumpangan air (Peperomia pellucida) adalah tanaman kecil semusim dan berakar dangkal yang mudah ditemukan tumbuh liar di tepi saluran air atau pematang dan taman. Ukurannya 15-45 cm. Batangnya sukulen (berair), cerah, berdaging, demikian pula daunnya yang agak tebal tapi lunak. -17-

  18. Phyllanthus urinaria Meniran (Phyllanthus urinaria) synonim Phyllanthus niruri tumbuh setinggi 50-70 cm; Kulitnya halus dan hijau muda; memiliki banyak bunga hijau pucat yang sering merah padam. Buahnya mungil, kapsul halus mengandung biji. -18-

  19. Axonopus compressus Jukut pahit/Rumput gajah paitan (Axonopus compressus) adalah spesies dari rumput. Hal ini sering digunakan sebagai padang rumput permanen, groundcover, dan rumput di lembab, tanah kesuburan rendah, terutama dalam situasi yang teduh. Hal ini umumnya terlalu rendah tumbuh berguna dalam sistem cut and carry atau konservasi makanan ternak. -19-

  20. Centotheca lappacea Jukut kidang/Rumput lilit kain (Centotheca lappacea) adalah tanaman berjenis rumput. Daun : berbentuk bulat telur atau bulat panjang, pangkal tidak simetris, ujungnya runcing, tepi daun berombak dan bewarna keunguan; Lidah daun : lebar membran berukuran 2-3 mm; Susunan buliran : buliran panjang tangkai 1-5 mm tersusun agak longgar dan merapat ke sumbu; Buliran : warna hijau kemerahan, terdapat 1-3 floret (5-8 mm), ujungnya runcing dan sekam kelopak tumpul; Batang : tegak membentuk rumpun yang kokoh, bentuknya bulat atau agak pipih, tidak berongga, tidak ditumbuhi bulu, panjang berkisar 25-125 cm (biasanya ± 50 cm), bukunya berwarna ungu dan tidak berbulu; Pembungaan : terdapat malai pada ujung batang dengan tinggi 5-40 cm, cabang primer tumbuh satu-satu atau tergabung 2-3 dari satu titik, tersebar, bercabang pendek dan buliran agak longgar. -20-

  21. Cyperus rotundus Rumput Teki ladang (Cyperus rotundus) adalah gulma pertanian yang biasa dijumpai di lahan terbuka. Apabila orang menyebut "teki", biasanya yang dimaksud adalah jenis ini, walaupun ada banyak jenis Cyperus lainnya yang berpenampilan mirip. Teki sangat adaptif dan karena itu menjadi gulma yang sangat sulit dikendalikan. Ia membentuk umbi (sebenarnya adalah tuber, modifikasi dari batang) dan geragih (stolon) yang mampu mencapai kedalaman satu meter, sehingga mampu menghindar dari kedalaman olah tanah (30 cm). Teki menyebar di seluruh penjuru dunia, tumbuh baik bila tersedia air cukup, toleran terhadap genangan, mampu bertahan pada kondisi kekeringan. -21-

  22. Cyrtococcum patens Cyrtococcum patens adalah rumput menjalar, buluh bagian bawah berakar, bagian atas tegak atau merambat, tinggi mencapai 1,65 cm. Gulma ini merupakan gulma tahunan. Buluh berongga, licin. Daun lanset, pangkal membulat, bentuk jantung, ujung runcing, permukaan gundul atau berbulu panjang dan jarang pada pangkalnya. Perbungaan malai, anak bulir hijau atau keunguan. Berkembang biak dengan biji. -22-

  23. Echinochloa colona Rumput bebek/rumput deccan (Echinochloa colona) = Panicum colonum L. adalah jenis rumput liar dari famili Poaceae; Akar serabut, rumput berumur pendek; Batang silindris, tegak. Daun berbentuk pita, bergaris. anak bulir tersusun berseling. -23-

  24. Eleusine indica Rumput Belulang (Eleusine indica) merupakan salah satu tumbuhan gulma berumpun dengan sistem perakaran serabut dan berserat. Perakarannya tidak dalam namun lebat dan kokoh merekat kuat pada tanah sehingga sulit untuk mencabutnya; Permukaan daun pada tumbuhan ini berwarna hijau, sedangkan pada bagian dasarnya seperti perak. Bentuk daun seperti pita memanjang dan memiliki helaian daun yang berlipat, bagian permukaan daun hampir tidak memiliki bulu; bunga berbentuk malai yang tampak bergerigi. Biji-biji tersusun seperti tandan pada tangkai bunga. Permalai memiliki 3-7 tandan pada ujung batang dan lebih dari 50.000 biji; rumput ini berkembang biak dengan menggunakan biji. -24-

  25. Cyperus brevifolius = Kyllinga Jukut pendul/Rumput kenop (Cyperus brevifolius) synonim Kyllinga brevifolia = Cyperus Kyllingia = Kyllinga monocephala adalah tanaman rumput yang tergolong familia Cyperaceae yang memiliki bunga menyerupai bola-bola berukuran kecil; tanaman menahun ini dapat tumbuh dengan tinggi hingga 20 cm dan beraroma wangi, jukut pendul tumbuh dengan baik pada tanah lembab di sisi jalan, tanah telantar, padang rumput, dari dataran rendah sampai ketinggian 2.600 m di atas permukaan laut; tumbuh bergerombol dengan rimpang yang pendek dan merayap, letaknya sedikit kebawah permukaan tanah, mengeluarkan batang tegak persegi tiga, pejal, dan hanya berdaun di dekat pangkalnya; daun pada pangkal batang berjumlah 2 - 4 helai berbangun baris, panjang menyempit berujung runcing dengan panjang 3-10 cm, lebar 1,3-4 mm berwarna hijau tua; bunga dari tanaman ini berbentuk bundar memanjang dengan warna hijau muda dengan ukuran 4-8 mm. -25-

  26. Ottochloa nodosa Akar rumput sarang buaya (Ottochloa nodosa (Kunth) Dandy adalah serabut, system perakarannya tidak kuat, akar bewarna cokelat, memiliki banyak serabut-serabut akar, panjang akar kurang lebih 5-20 cm; Batangnya barbaring, tidak berkambium, akan tumbuh akar diruas-ruas batang, batang berair, bewarna hijau; Daun berbentuk lanset, memiliki bulu-bulu halus pada permukaan daunnya, merupakan daun lengkap karena memiliki vagina (pelepah), lamina (helaian daun) dan petioles (tangkai), daun tunggal, pangkal daunnya runcing, bangun daun berbentuk pita; buahberukuran kecil, bewarna cokelat, terkumpul dalam bulir, merupakan buah sejati, dan buah berlekatan dengan dinding biji. -26-

  27. Paspalum scrobiculatum Jukut kidang/Rumput lilit kain (Paspalum scrobiculatum) adalah tanaman berjenis rumput. Daun : berbentuk bulat telur atau bulat panjang, pangkal tidak simetris, ujungnya runcing, tepi daun berombak dan bewarna keunguan; Lidah daun : lebar membran berukuran 2-3 mm; Susunan buliran : buliran panjang tangkai 1-5 mm tersusun agak longgar dan merapat ke sumbu; Buliran : warna hijau kemerahan, terdapat 1-3 floret (5-8 mm), ujungnya runcing dan sekam kelopak tumpul; Batang : tegak membentuk rumpun yang kokoh, bentuknya bulat atau agak pipih, tidak berongga, tidak ditumbuhi bulu, panjang berkisar 25-125 cm (biasanya ± 50 cm), bukunya berwarna ungu dan tidak berbulu; Pembungaan : terdapat malai pada ujung batang dengan tinggi 5-40 cm, cabang primer tumbuh satu-satu atau tergabung 2-3 dari satu titik, tersebar, bercabang pendek dan buliran agak longgar. -27-

  28. Pennisetum purpureum Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) adalah rumput berukuran besar bernutrisi tinggi yang biasanya dipakai sebagai pakan ternak seperti sapi, kambing, gajah, dll; Karakteristik morfologi rumput gajah adalah tumbuh tegak lurus, merumpun lebat, tinggi tanaman dapat mencapai 7 meter, berbatang tebal dan keras, daun panjang, dan berbunga seperti es lilin; Kandungan zat gizi rumput gajah terdiri dari 19,9% bahan kering; 10,2 % protein kasar; 1,6% lemak; 34%,2 serat kasar; 11,7% abu; dan 42,3% bahan esktrak tanpa nitrogen; Rumput gajah tumbuh subur di permukaan tanah dengan ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut. -28-

  29. Setaria plicata Jambe-jambean (Setaria plicata) synonim Setaria verticillata; merupakan anggota tumbuhan Poaceae dan termasuk gulma musiman; Akar serabut tumbuh dibuku-buku batang; batang menjalar, dan bagian atas tegak panjang 45-130 cm; daun berambut dengan ujung meruncing, bergaris; bunga majemuk tersusun atas anak bulir berseling. -29-

More Related