1 / 12

Ai Melani -DPIBN BAPETEN-

Kajian Terhadap Pelaksanaan Evaluasi Keselamatan Permohonan Persetujuan Ekperimen Pada Reaktor Penelitian di Indonesia. Ai Melani -DPIBN BAPETEN-. Content. Pendahuluan Persyaratan Eksperimen baru Hasil Evaluasi Keselamatan Permohonan Persetujuan Ekperimen di Reaktor Penelitian

rowena
Download Presentation

Ai Melani -DPIBN BAPETEN-

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Kajian Terhadap Pelaksanaan Evaluasi Keselamatan Permohonan Persetujuan Ekperimen Pada Reaktor Penelitian di Indonesia Ai Melani -DPIBN BAPETEN-

  2. Content • Pendahuluan • Persyaratan • Eksperimen baru • Hasil Evaluasi Keselamatan Permohonan Persetujuan Ekperimen di Reaktor Penelitian • Hasil Kajian Permasalahan dan Solusi • Kesimpulan

  3. DPIBN BAPETEN Nuclear Research Reactors (BATAN) • RSG-GAS (30 MW) • TRIGA-2000 (2 MW) • KARTINI (100 kW) RSG-GAS (30 MW) • Irradiasi Batu Topaz • uji Absorber Ag-In-Cd • Irradiasi I-125 TRIGA-2000 (2 MW) • Uji Cicip Panas Pendahuluan

  4. PersyaratanEksperimen Baru* • Setiap eksperimen baru harus dinilai kepentingan keselamatannya melalui suatu prosedur yang ditetapkan secara intern. • Bila diputuskan bahwa eksperimen ini ternyata menyangkut kepentingan keselamatan yang besar maka usulan eksperimen tersebut harus disampaikan kepada panitia keselamatan (intern) dan BAPETENuntuk dinilai dan disetujui. • Kriteria untuk kepentingan keselamatan adalah sama dengan kriteria untuk modifikasi, yaitu: • Melibatkan perubahan terhadap batasan keselamatan yang disetujui. • Melibatkan perubahan terhadap batasan kondisi operasi aman yang disetujui. • Mempengaruhi barang yang sangat penting untuk keselamatan. • Mengakibatkan bahaya yang berbeda sifatnya atau kemungkinan terjadinya lebih besar dari pada yang dipertimbangkan sebelumnya, atau secara berarti mengurangi margin keselamatan yang ada. • *KepKa.Bapeten No. 10/Ka-BAPETEN/VI-99 tentang Ketentuan Keselamatan Operasi Reaktor Penelitian

  5. Eksperimen Baru (1) • Uji Cicip Panas Untuk menangani masalah adanya indikasi keberadaan produk fisi di kolam reaktor • Metode uji cicip dingin EB yang diuji dimasukkan ke dalam suatu tabung yang berisi air. Tabung ini bersama EB yang akan di uji dimasukkan ke dlm teras Untuk diiradiasi dengan cara mengoperasikan reaktor pada daya tertentu. Mtd ini tidak handaltidak bisa menjamin kepastian bocor/ tdknya EB • Metode uji cicip panas EB yang diuji dimasukkan ke dalam suatu tabung yang berisi air. Tabung ini bersama EB yang akandi uji dimasukkan ke dlm teras Untuk diiradiasi dengan cara mengoperasikan reaktor pada daya tertentu. REAKTOR TRIGA 2000 PTNBR-BATAN • Pada Tanggal 5 Juli 2006, PTNBR menyampaikan Dokumen: • Analisis Keselamatan Uji Cicip Panas, • Laporan dan tindak lanjut • Prosedur Kerja dengan metode uji cicip • Prosedur kerja dengan metode uji cicip panas

  6. Eksperimen Baru (2) • Fasilitas Irradiasi Batu Topaz • Batu Topaz:batu permata yg mempunyai warna menarik yaitu put, kun, cok, bir,hij,dan mer.Topaz Put Nilai ekonomis lbh rendahperub warna dg merubah struktur kristalnya. • Fasilitas yg dipasang disisi luar teras RSG-GAS menempati posisi fasilitas iradiasi silicone doping. • Kapasitas Max 30kg. • Pada posisi tersebut batu topaz diiradiasi selama 4-8 hari. • Loading-unloading dikerjakan pada kondisi reaktor beroperasi. • Batu Topaz yang telah diiradiasi kemudian disimpan sekitar 7-10 hari untuk meluruhkan aktivitasnya. • Pengeluaran batu topaz dari dalam tabung iradiasi dikerjakan di bulk shielding. REAKTOR SERBA GUNA GA SIWABESSY • PRSG menyampaikan Dokumen: • Kajian Keselamatan fasilitas iradiasi batu topaz

  7. Eksperimen Baru (3) • Irradiasi I-125 I-125 merupakan radioisotop pemancar gamma lemah dg energi 35,5 keV dan umur paro 60 hari. 1240Xe + 10n 1250Xe  1250I + 01β Fasilitas pembuatan I-125: • Beam tube S-1 RSG-GASXenon Loop dan Iodium Manifold • Fasilitas pelarutan di dalam glove box di gedung 10 Kegiatannya: Uji fasilitaspengujian vacuum gauge, pengujian pompa vakum, pengujian sambungan dan pengujian karet penyambung Uji panaspengiriman gas Xenon diperkaya 82,4% Xe-124 dari botol produk ke kamar iradiasi, iradiasi gas Xenon di dalam kamar iradiasi selama 24 jam, pengembalian gas xenon dr kamar iradiasi ke botol produk, dan pemisahan I-125 dari gas xenon di dalam botol produk dengan cara peluruhan. Kegiatan di dalam fasilitas pelarutan yaitu melarutkan I-125 yg menempel pada seluruh permukaan stainless steel bagian dalam produk dengan larutan NaOH 0,005N. REAKTOR SERBA GUNA GA SIWABESSY • PRSG menyampaikan Dokumen: • Analisis Keselamatan, • Laporan dan tindak lanjut

  8. Eksperimen Baru (4) • Uji Absorber Ag-In-Cd • Sd teras LVI RSG-GAS telah dioperasikan sebaganyak 50.593,53 MWD dg batang penyerap Absorber Ag-In-Cd buatan NUKEM. BKO setelah 40 siklus atau 30.000 MWD Batang penyerap harus diganti. • PT.Batan Tek hanya memproduksi EB tipe Plat dan belum pernah memproduksi batang penyerap tipe garpuperlu dilakukan serangkaian pengujian untuk mengetahui kinerja dan integritas batang penyerap buatan PT. Batan Tek jika diiradiasi di Teras Reaktor. REAKTOR SERBA GUNA GA SIWABESSY • PRSG menyampaikan Dokumen: • Laporan Analisis Keselamatan • Laporan dan tindak lanjut • Prosedur uji panas absorber Ag-In-Cd

  9. Hasil Evaluasi Keselamatan Permohonan Persetujuan Ekperimen di Reaktor Penelitian

  10. Hasil Kajian Permasalahan dan Solusi • Eksternal Tanggapan terhadap Laporan Hasil Evaluasi dari para pengguna sangat lambat, dan tidak sesuai dengan rekomendasi, sehingga menghambat proses perizinan BAPETEN c.q. DPIBN mengadakan pertemuan langsung Pemohon izin dan berkomunikasi intens secara informal misal dengan e-mail. • Internal SDM Tim evaluator BAPETEN selain berasal dari DPIBN juga berasal dari unit kerja lain, yang memiliki kesibukan dengan kegiatan di Unit Kerjanya sehingga keterlibatannya tidak optimal  BAPETEN c.q DPIBN melakukan upaya dengan peningkatan kualitas SDM dari DPIBN dan membangun komitmen evaluator sehingga memiliki kualitas dan sense of belonging yang baik.

  11. Kesimpulan • Pemberian Persetujuan ekperimen harus memenuhi ketentuan yang dikeluarkan oleh BAPETEN, terutama bagi ekperimen yang memiliki kriteria: • Melibatkan perubahan terhadap batasan keselamatan yang disetujui. • Melibatkan perubahan terhadap batasan kondisi operasi aman yang disetujui. • Mempengaruhi barang yang sangat penting untuk keselamatan. • Mengakibatkan bahaya yang berbeda sifatnya atau kemungkinan terjadinya lebih besar dari pada yang dipertimbangkan sebelumnya, atau secara berarti mengurangi margin keselamatan yang ada. • Dari hasil evaluasi keselamatan dapat disimpulkan bahwa organisasi pengoperasi reaktor TRIGA 2000 dan RSG GA Siwabessy telah mematuhi ketentuan yang diberlakukan oleh Bapeten dalam melaksanakan ekperimen yang memerlukan persetujuan BAPETEN tersebut. Akan tetapi dalam melaksanakan pemenuhan ketentuan BAPETEN tersebut kerapkali BAPETEN perlu melakukan evaluasi keselamatan sehingga organisasi pengoperasi dapat membuktikan bahwa ekperimen tersebut aman bagi pekerja, masyarakat dan lingkungan hidup.

  12. Entos Kitu wae,Nuhun Pisan!!

More Related