1 / 22

PROBABILITAS DAN DISTRIBUSI

PROBABILITAS DAN DISTRIBUSI. Percobaan Random. Seringkali pada sebuah percobaan , hasilnya tidak dapat diprediksikan secara pasti , tetapi himpunan dari semua hasil yang mungkin terjadi dapat diketahui .

rafael
Download Presentation

PROBABILITAS DAN DISTRIBUSI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PROBABILITAS DAN DISTRIBUSI

  2. Percobaan Random Seringkalipadasebuahpercobaan, hasilnyatidakdapatdiprediksikansecarapasti, tetapihimpunandarisemuahasil yang mungkinterjadidapatdiketahui. Jikapercobaaninidapatdiulangdibawahkondisi yang sama, makapercobaaninidisebutpercobaan random.

  3. RuangSampel Himpunandarisemuahasil yang mungkindaripercobaan random disebutruangsampel Titiksampel adalah : elemendariruangsampel

  4. Contoh: -Pelemparansuatumatauang. Jikapelemparaninidilakukanberulang-ulangdibawahkondisi yang sama, makapercobaaniniadalahcontohdaripercobaan random, denganruangsampelnyaadalah {M,B} atauC = {M,B} - Percobaan yang dilakukanahlipertanianuntukmengetahuiefekdaripupuktertentuterhadaphasilpanenpadivaritastertentu.

  5. Kejadian • MisalkanC menyatakansebuahruangsampel, dan C menyatakansubset dariC atau C C . Himpunan C disebutkejadian. Jadikejadianadalah subset dariruangsampelatau subset dariC. Kejadian C disebutterjadiapabilahasildaripercobaanrandom adadiC.

  6. Contoh : Pelemparansebuahdadu C ={muka1,muka2,…,muka6} Misalkan C ={muka1,muka3,muka5} Kapankejadian C disebutterjadi? Jikapadasaatmelempardadumunculmuka 5, makakejadian C disebutterjadi. Demikianseterusnyaapabiladalampelemparanberikutnya yang munculadalah muka1,atau muka3 atau muka5, makakejadian C disebutterjadi.

  7. ProbabilitasdariSuatuKejadian C atau P(C) • Misalkanterdapat N pengulangandalamsuatupercobaan random. Dalamhalinidapatdihitungberapa kali kejadian C terjadi, misalkan n kali. Rasio n/N disebutfrekuensirelatifdarikejadian C didalam N pengulangandarisuatupercobaan random. Jika N bertambahbesar, makaberdasarkanpengalaman, rasio n/N cenderungstabilataumendekatisuatunilaitertentu, misalnya p. Bilangan p ini yang nantinyamenjadiprobabilitasdarisuatukejadian C atau P(C), yang nilainyaberadadi interval [0,1].

  8. Tujuanutamadariadanyateori stat mat adalahmenyediakan/membuat model matematikadaripercobaan random. Denganadanya model tersebutmakastatisticiandapatmengambilkesimpulanmengenaipercobaan random yang dilakukannya. Pembuatan model inimembutuhkanteoritentangprobabilitas yang didasarkanpadakonsep-konsephimpunandanfungsihimpunan.

  9. TeoriHimpunan • Himpunan • Subset • HimpunanKosong • Union (Gabungan) Himpunan • Intersection (Irisan) Himpunan • Space • Komplemen • FungsiTitik • FungsiHimpunan

  10. FungsiHimpunanProbabilitas • MisalkanCmenyatakanruangsampel. Berikutakandidefinisikanfungsihimpunan P sedemikianhinggajika C adalah subset dariC maka P(C) menyatakanprobabilitasbahwahasildarisuatupercobaanberadadi C. Sehinggafungsihimpunan P didefinisikansbb: P : PC[0,1] C P( C )

  11. Apabilafungsi P diatasmemenuhisifat-sifatberikut : 1. P( C ) ≥ 0. 2. P(C1 U C2 ....) = P(C1) + P(C2) +… dimana CiCj = Ø, i≠j 3. P(C ) = 1 maka P disebutfungsihimpunanprobabilitas.

  12. Suatufungsihimpunanprobabilitasdapatmenunjukkanbagaimanaprobabilitasdidistribusikanatas subset-subset C dariruangsampelC danuntukselanjutnyadisebutdistribusiprobabilitas.

  13. Teorema 1 Untuksetiap C subset dariC , P(C) = 1 – P(C*) Bukti : MisalkanC = C C*dan C C* = Ø. Berdasarkansifat 1 dan 2 darifhp, maka : P(C )= P(C C*) 1 = P(C ) + P(C*) atau P(C ) = 1 - P(C*)

  14. Teorema 2 Probabilitasdarihimpunankosongadalahnolatau P(Ø) = 0. Bukti: Dari teorema 1, ambil C = Ø maka C* = C Jadi P(Ø) = 1 – P(C ) = 1 – 1 = 0

  15. Teorema 3 Jika C1 dan C2 adalah subset-subset dariC sedemikianhingga C1 C2, maka P(C1) ≤ P(C2). Bukti: C2 = C1 (C1* C2) dan C1 (C1* C2) = Ø Berdasarkansifat 2 darifhp,diperoleh: P(C2 ) = P(C1 (C1* C2) ) P(C2 ) = P(C1 ) + P (C1* C2) , P (C1* C2) 0 Jadi, P(C1 ) P(C2 ).

  16. Teorema 4 Setiap C subset dariC, 0 ≤ P( C ) ≤ 1. Bukti: Karena Ø C C,makadariteorema 3 diperoleh : P(Ø ) ≤ P(C ) ≤ P(C ) 0 ≤ P( C ) ≤ 1

  17. Teorema 5 Jika C1 dan C2 adalah subset-subset dariC maka P(C1 U C2) = P(C1)+P(C2) – P(C1 C2) Bukti: C1 C2dan C2dapatdinyatakansbb: C1 C2 = C1 (C1* C2) dan C2 = (C1 C2 ) (C1* C2) Karena C1 (C1* C2) = Ø dan (C1 C2 ) (C1* C2 )=Ø

  18. makaberdasarkansifat 2 darifhp, diperoleh: • P ( C1 C2) = P (C1 (C1* C2 )) • P ( C1 C2) = P (C1 ) + P (C1* C2 ) (1) dan • P (C2 ) = P((C1 C2 ) (C1* C2)) • P (C2 ) = P(C1 C2 ) + P (C1* C2) (2) Denganmengurangkan (2) dari (1), didapat: P ( C1 C2) - P (C2 ) = P (C1 ) - P(C1 C2 ) Jadi P ( C1 C2) = P (C1 ) +P (C2 ) - P(C1 C2 )

  19. Contoh: MisalkanC adalahruangsampeldimanaelemen-elemennyamerupakanhasilpelemparan 2 buahdadu. C = {(1,1),…,(1,6),(2,1),…,(2,6),…,(6,1),…,(6,6)} Misalmasing-masingelementersebutatau C1 = {(1,1)}, C2={(1,2)},…, C36 = {(6,6)} probabilitasnyaatau P(C1 )= dst. Misal D1 = {(1,1),(2,1),(3,1),(4,1),(5,1)} dan D2 = {(1,2),(2,2),(3,2)} maka P(D1 )= ,P(D2 )= P (D1 D2 )= 0

  20. P(D1 D2 ) = P(D1 ) + P(D2 ) - P (D1 D2 ) = + - 0 =

  21. Mutually Exclusive Events, Mutually Exclusive Events and Exhaustive, Equally Likely • MisalkanC adalahruangsampeldanmisal C1, C2,… adalah subset-subset dariC. ApabilaC1, C2,… tidaksalingberirisanmaka C1, C2,… disebutmutuallly disjoint sets. Karena C1, C2,… adalahkejadianmaka C1, C2,… disebutjugamutually exclusive setsataumutually exclusive events. • ApabilaC = C1 C2 … dan C1, C2,… adalahmutually exclusive events makamenurutsifat 2 fhp, diperoleh P(C )=P(C1 )+P(C2) + … atauP(C1 )+P(C2) + … = 1. Kalauberlakudemikianmaka C1, C2,… disebutmutually exclusive events and exhaustive. • MisalkanC = C1 C2 … Ckdimana C1, C2,…Ckmutually exclusive events and exhaustive. Misalkan P(Ci) = 1/k,i = 1,2..,k Apabila C1, C2,…Ckmemenuhisifat-sifattersebutmaka C1, C2,…Ckdisebutequally likely.

More Related