1 / 21

Filsafat Manusia

Filsafat Manusia. MK Filsafat dan Etika Kesejahteraan Sosial. Filsafat Manusia. Filsafat Manusia adalah suatu cabang dari Filsafat yang mengupas tentang arti menjadi manusia. Filsafat Manusia termasuk dalam kajian Ontologi atau Metafisika

pier
Download Presentation

Filsafat Manusia

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Filsafat Manusia MK Filsafat dan Etika Kesejahteraan Sosial

  2. Filsafat Manusia • Filsafat Manusia adalah suatu cabang dari Filsafat yang mengupas tentang arti menjadi manusia. • Filsafat Manusia termasuk dalam kajian Ontologi atau Metafisika • Filsafat Manusia biasa disebut juga, Antropologia Metafisika atau Psikologi Metafisis • Manusia adalah mahluk yang berhadapan dengan diri sendiri dalam dunianya.

  3. Inti Pokok FIlsafat Manusia • Louis Leahy mengatakan bahwa ada 2 inti pokok dalam mempelajari Filsafat Manusia, yaitu : • Memelajari Filsafat Manusia untuk mendapatkan Hakekat Manusia • Memelajari Filsafat Manusia untuk mendapatkan Fungsi dari keberadaan manusia di dunia.

  4. Aspek Filsafat Manusia • Ada 2 aspek dalam memahami hakekat manusia, yaitu : • Ekstensif, meliputi pembahasan yang berhubungan dengan Sifat, Gejala, Kegiatan, dan segala sesuatu yang meyangkut pada segala bidang. • Intensif, meliputi pembahasan yang mengarah pada intisari dari manusia.

  5. Sisi Filsafat Manusia • Memandang manusia bisa dilihat dari dua sisi, yaitu : • Eksternal, melihat manusia dari sisi Tubuh yang sifatnya materi. • Internal, melihat manusia dari sisi Jiwa atau Rohani, dan kesadaran

  6. Metode Filsafat Manusia • Metode Kritis Melakukan kegiatan kritis dari pendapat para filusuf tentang manusia. Biasanya dengan metode ini tidak membawa ke arah pemahaman yang benar-benar positif. • Metode Analitika Bahasa Bertitik tolak pada penggunaan bahasa sehari-hari dengan menyelidiki hubungan bahasa dengan pikiran, dan kegunaan bahasa dalam ilmu pengetahuan dan filsafat. • Metode Fenomenologi Metode ini berusaha untuk menemukan kembali pengalaman asli dan fundamental melalui beberapa langkah, yaitu, fenomena hanya diselidiki sejauh disadari secara langsung, dan fenomena diselidiki sejauh merupakan bagian dari dunia yang dihidupi sebagai keseluruhan.

  7. CIRI KHAS MANUSIA • Ciri fisik • Sikapnya yang tegak sehingga membebaskan tangan untuk melakukan eksplorasi dan manipulasi • Jari-jari tangan yang mudah bergerak serta kemampua lengan bergerak memutar • Otak dan kepala yang besar serta sistem syaraf yang lebih sempurna dari mahluk lain • Manusia mempunyai alat berupa bahasa untuk menyebarkan kebudayaannya • Manusia mempunyai daya cipta yang bisa berulang, dan ciptaannya bisa kompleks sifatnya. • Manusia mahluk sosial dan politik • Hanya manusia yang sadar akan sejarah dan mempunyai tradisi kebudayaan yang terus menerus • Manusia mempunyai apresiasi estetik • Manusia mempunyai hati nurani • Manusia adalah mahluk yang religius

  8. KESALAHTAFSIRAN TENTANG TEORI EVOLUSI • Teori evolusi tidak berarti semua bentuk yang hidup itu cenderung mengarah kepada manusia, atau akan berubah menjadi jenis lain. • Teori evolusi berbeda dengan darwinisme. Darwinisme adalah suatu penjelasan bagaimana satu jenis dapat muncul dari jenis lain. • Teori evolusi bukan keterangan tentang watak dan asal dari kehidupan itu sendiri tetapi tentang proses perubahan. • Teori evolusi tidak seharusnya mengingkari agama atau kepercayaan kepada Tuhan.

  9. PERBEDAAN MANUSIA BARAT DAN TIMUR

  10. PERBEDAAN MANUSIA BARAT DAN TIMUR

  11. PERSAMAAN MANUSIA BARAT DAN TIMUR • Mengakui adanya suatu yang absolut yang merupakan sumber dari segala sesuatu (penyebab pertama) • Sama-sama menghadapi pertanyaan dasar tentang manusia dan mempunyai wawasan yang sama tentang dimana manusia dapat menemukan pemenuhannya

  12. WATAK MANUSIA DAN MASYARAKAT • Thomas Hobbes (1588 – 1679) Manusia merupakan mahluk yang jahat (Homo Homini Lupus) sehingga harus diatur oleh hukum dan pemerintahan yang tak dapat digulingkan (Leviathan) Sifat dasar manusia adalah bersaing, agresif, loba, anti sosial dan bersifat kebinatangan. Negara berfungsi untuk menyatukan manusia untuk tidak saling memebunuh. • Jean Jacques Rousseau (1712 – 1778) Manusia merupakan mahluk baik, masyarakat yang membuat manusia jahat (mementingkan diri sendiri dan bersifat merusak) Negara berfungsi untuk memungkinkan manusia untuk mendapatkan kembali sifat kebaikannya yang asli.

  13. Ciri Khas Manusia Sebagai Makhluk Hidup • Asimilasi, yaitu berkembang dan mengembangkan diri dengan mengubah yang dimakan dan dicerna menjadi substansinya sendiri. • Memperbaiki dan memulihkan, yaitu mengerjakan dari substansinya sendiri, dari dalam dirinya, dari apa yang dibuat oleh organismenya. • Mereproduksi, yaitu kemampuan untuk melipatgandakan diri, membuat dalam dirinya bibit yang akan menjadi mahluk hidup baru. • Responsif, yaitu kemampuan merespon stimulus yang diberikan padanya oleh alam sekitarnya, ( daya adaptasi). • Punya tujuan, yaitu kemampuan menentukan tujuan. Manusia punya tujuan hidup dan untuk mencapainya mereka memanfaatkan apa yang ada disekitarnya dengan menggunakan ilmu dan alat.

  14. Manusia sebagai Mahluk Hidup • Mahluk hidup secara esensial adalah sesuatu yang menyempurnakan dirinya sendiri (otoperfektif), dia berkemampuan untuk bergerak sendiri, tumbuh dan berkembang. • Mahluk hidup mempunyai suatu kesatuan yang dinamis dan yang menstrukturkan sumber pertama dari aktifitas-aktifitas yang beraneka ragam dan terkoordinir pada setiap mahluk hidup. • Kesatuan substansial dan dinamis itu yang mengkoordinasikan dan “menstrukturkan” merupakan dinamisme yang mengakibatkan dia berbuat dan mencoba merealisasikan idenya sebagai “subjektivitas”.

  15. Manusia sebagai Mahluk Hidup • Mahluk hidup tersusun dari bagian-bagian yang mempunyai ciri khas bahwa mereka bersama-sama merupakan suatu keseluruhan yang terstruktur, mempunyai fungsi tertentu, semua bagian saling bergantung, sehingga mahluk hidup adalah suatu keseluruhan yang berhirarki dan tersusun. • Dapat disimpulkan bahwa mahluk hidup punya 2 unsur yang esensial, pertama, keseluruhan yang berorgan dan tersusun, yang dinamakan badan. Kedua, kesatuan substansial yang disebut jiwa. Kedua bersatu dan dikenal dengan nama mahluk hidup, satu substansi walaupun tetap berbeda dan dari kodrat yang berlainan. • Definisi tentang mahluk hidup, yaitu suatu substansi natural yang terbentuk dari badan dan jiwa, dari keseluruhan yang berorgan dan kesatuan fundamental, dari suatu struktur indrawi dan subjektifitas metaindrawi.

  16. Beberapa konsep tentang “Jiwa” • Jiwa adalah suatu elemen yang indrawi, halus, panas dan dinamik seperti nafas dan darah yang terdapat dalam organisme secara total atau definitif. • Peranan Jiwa sebagai kesatuan substansial dan metafisika. Jiwa adalah menstrukturkan dan menyatukan. Jiwa bukan suatu keseimbangan harmonis dari organisme itu, melainkan keseluruhan kegiatan “sinergis” yang hanya mampu dilakukan mahluk hidup. • Jiwa merupakan unsur pokok yang pertama, jiwa harus menjadi prinsip hidup, prinsip kesadaran, interioritas, pemikiran dan kebebasan.

  17. Konsep Jiwa • Plato mengatakan jiwa merupakan satu substansi yang eksistensinya mendahului badan, yang untuk sementara waktu tertutup didalam badan seperti layaknya sebuah penjara bagi jiwa. Jiwa adalah sesuatu yang ”ada” dan badan adalah sesuatu ada yang lain (dualisme). • Aristoteles mengatakan Jiwa dan Badan merupakan satu kesatuan yang utuh yang tidak dapat dipisahkan yang menyatu dan dikenal sebagai mahluk hidup. Jiwa dan badan merupakan 2 unsur esensial yang saling melengkapi dalam satu substansi yang sama (monisme).

  18. Gagasan tentang Jiwa menghadapi 2 keberatan • Dewasa ini kehidupan dapat dibuat di laboratorium, ini membuktikan bahwa mahluk hidup hanya tersusun dari unsur-unsur indrawi dan fisik. • Ahli biologi dan psikologi menjelaskan pembentukan dan tingkah laku mahluk hidup tanpa menggunakan gagasan tentang jiwa yang dapat merugikan penyelidikan-penyelidikan mereka.

  19. Struktur Jiwa • Jiwa menurut Whitehead punya struktur yang sifatnya hierarkis dimana taraf yang tertinggi diduduki oleh taraf rasional, dalam melaksanakan tugasnya taraf ini didukung oleh taraf-taraf lain seperti taraf organik (benda mati), taraf vegetatif (tumbuhan) taraf sensitif (binatang). Taraf yang rendah mempunyai fungsi saling berhubungan dan mendukung taraf tertinggi yaitu taraf rasional. • Taraf organik (benda mati) sifatnya statis tidak memperkenalkan unsur baru yang muncul dari keinginan mewujudkan cita-cita pribadi. • Taraf vegetatif (tumbuhan) lebih menunjukkan aktifitas jiwa yang efektif dengan adanya unsur pembaharuan (adaptasi dengan lingkungan). • Taraf sensitif (binatang) sudah muncul kesadaran akan diri dan lingkungan, bersamaan dengan kemampuan analisis terhadap pengalaman-pengalaman fisik. • Taraf rasional terjadi pembaruan terus menerus yang menjadi begitu efektif di dalam sejarah kehidupan manusia, karena dalam diri manusia ada kesadaran intelektual yang punya kemampuan sangat efektif untuk menyederhanakan pengalaman dan memberi tekanan kepada segi yang dianggap penting sambil menyingkirkan yang dianggap tidak relevan.

  20. Karakter Spesifik Badan Manusia • Badan itu tidak berada diluar intimitasi kita secara total dan juga tidak sama secara sempurna dengan keakuan kita yang paling dalam; bahwa dia tidak merupakan suatu objek saja maupun suatu subjektivitas semata. • Badan itu harus didefinisikan berhubungan erat dengan dunia dan partisipasinya dengan jiwa, sehingga yang akan dibicarakan adalah badan hidup pada umumnya.

  21. Mahluk Hidup Mengatasi Batas-batas “Ketubuhannya” • Dispersi, yaitu mahluk hidup selalu berusaha untuk mempertahankan kesatuannya yang dapat membedakannya dari semua yang lain dan menjadi suatu individu. • Mahluk hidup berusaha mengatasi kepasifan tubuh. Manusia berusaha beradaptasi, bereproduksi, bekerja demi kelangsungan hidupnya, namun mereka tidak bisa mempercepat atau memperlambat eksistensinya, seperti tubuh makin tua yang lama kelamaan menimbulkan ketidakmampuan. • Mahluk hidup mengalami keterbatasan, dimana setiap mahluk hidup tidak pernah menjadi dirinya secara total dan sempurna dan tidak pernah mencapai keadaan yang dicita-citakannya.

More Related