1 / 39

Transmisi DATA

Transmisi DATA. Universitas Pamulang. Terminologi Transmisi. Point to Point Direct link antara dua device, dan hanya 2 peralatan sama-sama memakai media. Multipoint Konfigurasi multipoint dimana dapat lebih dari dua device pada medium yang sama.

olaf
Download Presentation

Transmisi DATA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Transmisi DATA Universitas Pamulang

  2. TerminologiTransmisi Point to Point Direct link antaradua device, danhanya 2 peralatansama-samamemakai media. Multipoint Konfigurasi multipoint dimanadapatlebihdaridua device pada medium yang sama.

  3. Data analog - mempunyainilaikontinyuuntuk interval tertentu • Contoh : data suara, gambar • Data digital - mempunyainilaidiskrit • Contoh: data biner (komputer), teks(ASCII)

  4. Sinyal: gelombanglistrikdanelektromagnetisuntuk encoding data. • Sinyal analog: gelombangelektromagnetiskontinyu • Sinyal digital: pulsategangan, positif=1, negatif=0. • Transmisi: carapengiriman data melaluipropagasigelombangsinyalpada media transmisi.

  5. Transmisi Analog • Dapatberupa data analog atau data digital • Menggunakan amplifier untukmemperbaikikualitas. Transmisi Digital • Dapatberupa data analog atau data digital • Menggunakan repeater untukmendapatkankembalisinyal digital

  6. KodeTransmisi ASCII 7-bit (American Standard Code for Information Interchange) ASCII 8-bit (American Standard Code for Information Interchange) SBCDIS (Standard Binary Coded Decimal Interchange Code) EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchange Code)

  7. SatuanTransmisi Baud (bd) : kecepatanmodulasi Bit per second (bps) : kecepatantransmisi per Bit Character per second (cps) : kecepatantransmisi per Karakter

  8. KapasitasJalurTransmisi NarrowBand Bandwidth rendah VoiceBand Bandwidth Sedang WideBand Bandwidth besar

  9. KlasifikasiTransmisi Data Untukdapatlebihmenjelaskanmengenaitransmisi data, makatransmisi data dapatdikelompokkankedalamtigahalutama : 1. Bagaimana data mengalirmelaluiperalatan 2. Jenis hubungan fisik 3. Jenis waktu yang digunakan untuk transmisi

  10. MetodeTransmisi Data 1. Bagaimana data mengalirmelaluiperalatan • Simplex Transmisi data dimana data hanyamengalirdalamsatuarahpadajalurkomunikasi data

  11. Half-Duplex Transmisi data dimana data dapatmengalirdalamduaarahpadajalurkomunikasi data, dengankondisisalingbergantian

  12. Full-Duplex Transmisi data dimana data mengalirdalamduaarahpadajalurkomunikasi data secaraserempak

  13. MetodeTransmisi Data 2. Jenishubunganfisik • Pengirimanparalel Bit-bit data yang membentukkarakterdikirimsecaraserempakmelaluijumlahpenghantar yang terpisah.

  14. Pengiriman serial Bit-bit data yang membentukkarakterdikirimsecaraberurutandantidakserempakjalurpenghantar

  15. MetodeTransmisi Data 3. Jeniswaktu yang digunakanuntuktransmisi • Pengiriman data Synchronous Pengirimansejumlahblok data secarakontinyutanpa bit awaldan bit akhir, dimanawaktupenerimaan bit-bit data darisumberharussamadenganwaktupenerimaan bit-bit data olehpenerima. Terdapatduajenis synchronous : 1. Bit synchronous 2. Character synchronous

  16. Sumber Penerima 100 bps 100 bps clock clock 100 bps 100 bps 1. Bit Synchronous

  17. Sumber Penerima 01010110 00010110 00010110 SYN SYN 2. Character Synchronous Padatransmisiinimenggunakan bit pengontrol SYN. Umumnyaduabuahkarakterkontrol SYN dapatdigunakandiawalblok data yang akanditransmisikan.

  18. Pengiriman data Asynchronous Pengirimansatukarakter data tiapsatuwaktutertentu. Untukdapatmengenalikarakter yang dikirimkandarisumber, makatiapkarakterditambahkan start bit (0) diawaldan stop bit (1) diakhirkarakter.

  19. GangguanTransmisi Terjadisinyal yang diterimaberbedadengansinyal yang dikirimkan Analog – degradasi of sinyal quality Digital – bit errors Gangguan yang paling signifikan: - Attenuation and attenuation distortion - Delay distortion - Noise (Derau)

  20. Atenuasi Kekuatansinyalakanberkurangbilajaraknyaterlalujauhmelalui media Guided dan unguided Diperlukan Repeater dan Booster

  21. Delay Distorsi Biasanyaterjadipada media guided Sangatkritisdi data digital, suaturangkaian bit sedangditransmisikanbaikdenganmenggunakansinyal analog/digital, bisamengakibatkanposisi bit berubahke bit yang lain

  22. Derau Padasaatprosestransmisi data terdapatsinyal-sinyaldistorsi yang tidakdiinginkan Faktor yang mempengaruhi performance sistemkomunikasi - DerauSuhu - Crosstalk

  23. Derausuhudiakibatkanoleh thermal elektron, munculdisemuaperangkatelektronikdan media transmisi yang diakibatkantemperatur Derausuhutidakdapatdihilangkankarenasebagaibatasankemampuankerjasistemkomunikasi

  24. Perubahaninformasisaatpengirimandisebabkan : Keadaan media pengirim Gangguanterhadap media Sinyalinformasilemah Jarak yang ditempuh Peralatanpembantu

  25. Cara mencegahkesalahan Memperbaikiperalatanpengirimdanpenerimaan data Memperbaiki media pengirim data

  26. ContohMetodadeteksikesalahan 1. Echo check 2. Parity check 3. Cyclic Redudancy Check

  27. 1. Echo Checking Adalahdenganmengirimkembali data yang diterimaolehpenerimakepengirim.Untukdibandingkan dg data awal. Jika data keduanyasamamakatidakterjadikesalahan.

  28. 2. Parity Check P ASCII 7 bit Bit Paritas menambahkan bit pendeteksipadaakhirkarakterygditansmisikan. Bit tersebutdinamakan Bit Paritas

  29. -Parity check- Ada 2 jenis Parity check 1. Paritasganjil (Odd Parity) Bit paritas=0 jika bit 1 jumlahganjil =1 jika bit 1 jumlahgenap 2. Paritasgenap (Even Parity) Bit paritas=0 jika bit 1 jumlahgenap =1 jika bit 1 jumlahganjil

  30. Contoh : 1. Representasikankarakter B dalam ASCII denganparitiganjil! B = 42 (heks) = 1000010 (7 bit) jumlah "1" adalah 2 (genap) makaparitidiset ( = 1) Makarepresentasi B dalam ASCII sistemparitiganjiladalah 1000010 1 2. Samadengandiatas, tetapiuntukparitigenap B = 1000010 0

  31. Ilustrasi pendeteksian P DATA DATA DATA P Generate Bit paritas Generate Bit paritas P’=1 P ≠ P’ P=0 .

  32. Pengirim dan Penerima menggunakan sistem pariti bit yang sama . Asumsi pariti genap Pengirim men-generate bit pariti dan mengirimkan karakter beserta bit paritinya, total 8 bit Pada Penerima, setiap karakter (8 bit) yang diterima diperiksa apakah bit "1" berjumlah genap atau tidak. Bila genap, dianggap tidak ada kesalahan. Bila ganjil karakter tersebut ditolak

  33. Keterbatasan: hanyamampumendeteksi (bukanmengoreksikesalahan), karenatidakdapatmenunjukkanposisi bit yang salah hanyamampumendeteksisatu (atausejumlahganjil) kesalahan. Bilaadaduakesalahanakandianggapbenar

  34. Contoh: Pengirim transmit karakter B (dalamparitigenap) 100 0010 0 Bit ke-3 darikananberubahmenjadi 1 karenaderau (misalnya) Penerimamendapat : 100 01100 Karenajumlah bit "1" berjumlah 3 (ganjil), makaPenerimamenolakkarakter yang barusajaditerima

  35. 2. Pengirim transmit karakter B (dalamparitigenap) 100 0010 0 Bit ke-3 dan 4 darikananberubahmenjadi 1 karenaderau (misalnya) Penerimamendapat : 100 11100 Karenajumlah bit "1" berjumlah 4 (genap), makaPenerimamenganggapkarakter yang barusajaditerima valid.

  36. 3. Cyclic Redudancy Checking Pendeteksiankesalahandengancaramembaginilaibilanganbinaridari data dengansuatunilaibilanganlainnya (constanta). Pengecekkandilakukandenganmencocokkansisabagi. Teknik CRC dapatmenggunakan : modulo arithmetic atau polynomials.

  37. 1. Modulo Arithmetic Modulo arithmetic menggunakanpenambahanbinertanpapembawa, yang hanyamerupakanoperasi XOR. Penguranganbinertanpapembawajugaditerjemahkansebagaioperasi XOR. Sebagaicontoh:

  38. Contoh:  SisiPengirim Misal: Data dikirim 1001 bit #m = 4 Misal: constant 101 #r = 3 Tambahkan data yang dikirimdengan r-1 bit 0 #100100 Bagibilanganini (100100) dengan constant (101), makaakandidapathasilbagi (quotient) dansisapembagian (remainder) Tambahkan remainder ke data asal: 100111

  39.  Sisipenerima: Bagi data (100111) yang diterimadengan constant (101). Jikasisanya 0, berartitidakterjadikesalahan, Jikasisanyabukan 0, berartiterjadikesalahan.sesuaidengankriteria generator yang digunakan. m=110101, r=1001 m=1010001101, r=110101

More Related