Download
penyusunan tes n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
PENYUSUNAN TES PowerPoint Presentation
Download Presentation
PENYUSUNAN TES

PENYUSUNAN TES

324 Views Download Presentation
Download Presentation

PENYUSUNAN TES

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. PENYUSUNAN TES • FUNGSI TES Fungsi tes dapat ditinjau dari 3 hal : • Fungsi untuk kelas • Fungsi untuk bimbingan • Fungsi untuk administrasi Selain fungsi-fungsi tes hal lain yang harus diingat adalah : • Hubungan dengan penggunaan • Komprehensif

  2. PERBANDINGAN FUNGSI TES

  3. Hubungaan dengan penggunaan. • Sewaktu menyusun tes harus selalu diingat fungsi mana yang saat itu dipentingkan karena fungsi yang berbeda akan menentukan bentuk/isi tes yang berbeda pula. Komprehensif • Sebuah tes sebaiknya mencakup suatu kebulatan,artinya meliputi berbagai aspek yang dapat menggambarkan keadaan siswa secara keseluruhan (kecerdasan,sikap,pribadi,perasaan sosial,dsb).

  4. Kontinuitas Berhubungan dengan prinsif komprehensif, maka prinsip kontinuitas mempunyai persamaan tujuan. Sebaiknya tes disusun sedemikian rupa sehingga menggambarkan kelanjutan dari awal anak memasuki suatu sekolah sampai dengan kelas terakhir. Dengan demikian akan diketahui perkembangan anak itu tidak dengan putus.

  5. 2. LANGKAH-LANGKAH DALAM PENYUSUNAN TES • Langkah-langkah yang dilakukan adalah : • Menentukan tujuan mengadakan tes • Mengadakan pembatasan terhadap bahan yang akan diteskan • Merumuskan tujuan instruksional khusus/indikator dari tiap bagian bahan • Menderetkan semua TIK/indikator dalam tabel persiapan yang memuat pula aspek tingkah laku terkandung dalam TIK/Indikator itu. Tabel ini digunakan untuk mengadakan identifikasi terhadap tingkah laku yang dikehendaki,agar tidak terlewati

  6. TABELTIK/INDIKATOR DAN ASPEK TINGKAH LAKU YANG DICAKUP

  7. Menyusun tabel spesifikasi yang memuat pokok materi, aspek berpikir yang diukur beserta imbangan antara kedua hal tsb. • Menuliskan butir-butir soal, didasarkan atas TIK-TIK/Indikator-indikator yang sudah dituliskan pada tabel TIK dan aspek tingkah laku yang dicakup. Catatan : • Apabila TIK ditulis sangat khusus, maka satu TIK diukur oleh satu butir soal. • Tetapi jika TIK itu merupakan TIK esensial, maka satu TIK dapat diukur dengan lebih dari satu butir soal

  8. Soal Ingatan • Tidak ada kesulitan bagi guru dalam membuat item mengenai ingatan baik bagi soal bentuk uraian maupun objektif. • Pertanyaan ingatan adalah pertanyaan yang jawabannya dapat dicari dengan mudah pada catatan atau buku.

  9. Pertanyaan ingatan biasanya dimulai dengan kata-kata : mendefinisikan, mendeskripsikan, mengidentifikasikan, mendaftar, menjodohkan, menyebutkan, menyatakan, mereproduksikan. Pertanyaan ingatan biasa digunakan untuk mengukur penguasaan materi yang berupa fakta, istilah, definisi,klasifikasi atau kategori, urutan maupun kriteria.

  10. Contoh-contoh pertanyaan ingatan : Uraian : • Jelaskan apa yang dimaksud dengan masalah-masalah ekonomi ? Pilihan Ganda: • Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran sebagian tersebut dibawah ini,kecuali : • Harga barang itu sendiri • Biaya produksi • Teknologi produksi • Selera dan kebiasaan

  11. Soal pemahaman: • Untuk menjawab pertanyaan pemahaman siswa dituntut hafal sesuatu pengertian kemudian menjelaskan dengan kalimat sendiri atau siswa memahami dua pengertian atau lebih kemudian memahami dan menyebutkan hubungannya, jadi siswa selain harus mengingat juga berpikir. • Pertanyaan pemahaman biasanya menggunakan kata-kata perbedaan,perbandingan,menduga, menggeneralisasikan,memberikan contoh, menuliskan kembali, memperkirakan.

  12. Contoh : Tingkat pendapatan per kapita dapat mencerminkan daya beli. SEBAB Makin tinggi tingkat pendapatan, daya beli makin kuat, sehingga permintaan terhadap suatu barang meningkat.

  13. Soal aplikasi • Soal aplikasi adalah soal yang mengukur kemampuan siswa dalam mengaplikasikan (menerapkan) pengetahuannya untuk memecahkan masalah sehari-hari atau persoalan yang dikemukakan oleh pembuat soal. Oleh karena itu soal aplikasi selalu dimulai dengan kasus atau persoalan yang dikarang oleh penyusun soal,bukan keterangan yang terdapat dalam buku atau pelajaran yang dicatat.

  14. Kata-kata yang digunakan dalam soal aplikasi, atau kemampuan yang dituntut antara lain: mengubah, menghitung, mendemonstrasikan, menemukan, memanipulasikan, memodifikasikan, menghubungkan, menunjukkan, menggunakan.

  15. Contoh : Sebuah benda terletak di muka sebuah lensa yang mempunyai jarak fokus 10 cm. Bayangan yang terjadi ternyata tegak, dan tingginya dua kali tinggi benda itu. Jarak antara benda dengan lensa adalah : (a) 3,3 cm (b) 5 cm (c) 10 cm (d) 15 cm (e) 30 cm

  16. Soal analisis • Soal analisis adalah soal yang menuntut kemampuan siswa untuk menganalisis atau menguraikan sesuatu persoalan untuk diketahui bagian-bagiannya. • Soal analisis harus dimulai dengan kasus yang dikarang sendiri oleh guru,bukan mengambil uraian dari buku atau catatan pelajaran.

  17. Kata-kata yang digunakanatau kemampuan yang ditutut antara lain meliputi : memerinci,menyusun diagram, membedakan, mengilustrasikan, menyimpulkan, memilih, memisahkan,membagi. Contoh : Kisah Bendungan Aswan Bendungan Aswan selesai dibangun tahun 1970,setelah memakan waktu 11 tahun dan menelan biaya satu miliar dolar AS. Maksud dibuat bendungan ini adalah untuk menyimpan 163 juta m3 air, cukup untuk mengairi tanah-tanah pertanian selama 12 tahun dan dapat menghasilkan tenaga listrik sebesar 10.000 juta kilowatt/tahun .......dst.

  18. Soal : Karena adanya Bendungan Aswan maka daerah pertanian di Hilir bendungan menjadi tidak subur. SEBAB Air irigasi daerah di bagian hilir Bendungan Aswan tidak banyak membawa lumpur yang mengandung bahan organik.

  19. Soal sintesis • Kebalikan kemampuan untuk menganalisis adalah kemampuan untuk mengadakan sintesis, oleh karena itu soal sistesis juga harus dimulai dengan suatu kasus. • Berdasarkan atas penelaahan kasus tsb siswa diminta untuk mengadakan sistesis, yaitu menyimpulkan, mengategorikan, mengkombinasikan, mengarang, membuat desain, mengorganisasikan, menghubungkan, menuliskan kembali, membuat rencana,menyusun, menciptakan.

  20. Contoh kasus seperti yang dicontohkan pada soal analisis dapat digunakan untuk kasus soal sistesis, tergantung dari bagaimana permintaan pembuat soal Soal evaluasi Soal evaluasi adalah soal yang berhubungan dengan menilai, mengambil kesimpulan, membandingkan, mempertentangkan, mengkritik, mendeskripsikan, membedakan, menerangkan, memutuskan,menafsirkan.

  21. Soal evaluasi didahului dengan kasus yang ditelaah oleh siswa dengan teropong hukum, dalil, prinsip,kemudian mereka mengadakan penilaian baik atau tidak didasarkan atas benar atau salah • Misalnya tentang pembangunan Bendungan Aswan yang diceritakan tentang letak, kemiringan, daerah yang dikorbankan, dsb. Siswa menilai tindakan pembangunan bendungan mungkin berdasarkan pertimbangan sosial, ekonomi, politik, dsb. Contoh : kasus dapat diambil dari “Kisah Bendungan Aswan” Soal : Bagaimana kesuburan tanah di sekitar Bendungan Aswan ? Bedakan keadaan daerah di bagian hulu dan hilir dengan kemungkinanlumpur yang terbawa arus air dsb.

  22. KOMPONEN-KOMPONEN TES • Komponen atau kelengkapan sebuah tes terdiri atas : • Buku Tes, yakni lembaran atau buku yang memuat butir-butir soal yang harus dikerjakan oleh siswa • Lembar jawaban tes, yaitu lembaran yang disediakan oleh penilaian bagi testee untuk mengerjakan tes. Untuk soal bentuk pilihan ganda biasanya dibuatkan lembaran nomor dan huruf a, b, c, d, menurut banyaknya alternatif yang disediakan.

  23. c. Kunci jawaban tes, berisi jawaban-jawaban yang dikehendaki. Kunci jawaban ini dapat berupa huruf-huruf yang dikehendaki atau kata/kalimat. Untuk tes bentuk uraian yang dituliskan adalah kata-kata kunci ataupun kalimat singkat untuk memberikan ancar-ancar jawaban.

  24. Ide daripada adanya kunci jawaban ini adalah agar : • Pemeriksaan tes dapat dilakukan oleh orang lain • Pemeriksaannya betul, • Dilakukan dengan mudah, • Sedikit mungkin masuknya unsur subjektif d. Pedoman Penilaian Pedoman penilaian atau pedoman skoring berisi keterangan perincian tentang skor atau angka yang diberikan kepada siswa bagi soal-soal yang telah dikerjakan.

  25. Contoh pedoman penilaian : • Tiap soal diberi dkor 1 Jumlah skor : 1 x 10 = 10 • Tiap soal diberi skor 2 Jumlah skor : 2 x 5 = 10 • Jumlah skor 20 Skor maksimum 40

  26. MENGONSTRUKSI TES OBJEKTIF JENIS ISIAN • Secara garis besar tes objektif dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tes objektif jenis isian (supply type) dan tes objektif jenis pilihan (selection type) • Tes objektif jenis isian pada prinsipnya mencakup tiga macam yaitu: a) tes jawaban bebas atau jawaban terbatas, b) tes melengkapi, dan c) tes asosiasi

  27. Tes jawaban bebas, mengungkap kemampuan siswa dengan cara bertanya, tes melengkapi mengungkap kemampuan siswa melalui memberikan spasi atau ruang kosong untuk diisi siswa dengan kata yang tepat, danTes asosiasi mengungkap kemampuan para siswa dengan menyediakan spasi yang diisi dengan satu jawaban atau lebih, di mana jawaban tsb masih memiliki keterkitan dan bersifat homogen antara satu dengan lainnya.

  28. Validitas tes objektif jenis isian dan pilihan pada umumnya tergantung pada kualitas isi dan tampilannya, sedangkankualitas isi dan tampilan sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mengonstruksi tes yang dimaksud. • Kelemahan utama dari tes jawaban singkat dan tes melengkapi untuk mengetes pengetahuan siswa tentang fakta adalah ada kemungkinan dalam isian jawaban tsb ada dua atau lebih jawaban benar.

  29. Item jenis asosiasi sering disebut tes identifikasi karena pada proses evaluasi para siswa diminta menghubungkan atau mengidentifikasi satu konsep dengan konsep lainnya. • Pada kondisi tertentu, tes asosiasi dapat dipresentasikan dalam bentuk lain, yaitu tes penampilan dengan menggunakanmetode demonstrasi, di mana para siswa diminta menunjukkan kegunaan dan mengidentifikasi macam-macam alat yang diinginkan.

  30. ITEM TES JAWABAN SINGKAT DAN TES MELENGKAPI • Agar mendapatkan tes yang memiliki susunan dan penampilan yang baik, para guru atau evaluator dapat mempertimbangkan beberapa petunjuk yang dapat dilihat sbb : • Nyatakan petunjuk tes yang singkat dan jelas dengan cara memberikan garis bawah pada kata-kata kunci. Petunjuk itu penting agar para siswa dengan cepat dapat memahami perintah tes denganbaik dan bisa melakukan pekerjaan evaluasi seperti yang diperintahkan.

  31. 2. Tulis pertanyaan dan atau pernyataan, dimana hanya ada satu kemungkinan jawaban benar 3. Pilih batasan atau terminologi dari suatu pengetahuan,dengan menghilangkan kata kuncinya.kata kunci tsb menjadi jawaban yang harus diisi oleh para siswa.

  32. Tanyakan secara spesifik untuk jawaban yang diinginkan. Sebagai contoh, tanaman jagung termasuk tanaman ... dan perlu diganti setelah berbuah sekali. Jawaban adalah (semusim) • Gunakan hanya satu spasi atau ruang kosong,untuk setiap item tes melengkapi. Jika spasi lebih dari tiga maka item tsb lebih baik dikonstruksi dengan model tes jawaban bebas

  33. 6. Tempatkan spasi atau ruang kosong pada akhir kalimat darii tem tes melengkapi. Penempatan spasi tsb dimaksudkan agar lebih membantu para siswa untuk menjawab dengan cepat. • 7. Buat kunci jawaban yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pemberian penilaian. Kunci jawaban diperlukan untuk memudahkan dalam penilaian guru maupun pedoman jawaban yang diberikan kepada siswa.

  34. ITEM TES ASOSIASI Untuk mendapatkan item tes asosiasi yang baik, berikut ini beberapa petunjuk yang dapat digunakan sebagai pertimbangan, ketika guru akan mengonstruksi item tes model analisis: • Nyatakan perintah pengerjaan tes secara singkat dan jelas sehingga semua peserta didik dapat memahami perintah tsb.

  35. Guru sebaiknya lebih dahuku melakukan pengelompokkan fakta yang homogen. Jangan sampai pada langkah ini guru mencampuradukkan antara fungsi alat dengan komponen lain yang tidak terkait satu sama lain. • Sebagai contoh antara fungsi pisau frais dengan konsepair pendingin pada mesin industri. • 3. Berikan satu kolom untuk satu konsep, dan kolom yang lain untuk jawaban yang dimaksud.

  36. 4. Kedua kolom sebaiknya memuat kata-kata atau frasa yang sama tujuannya. 5. Gunakan konsep-konsep yang dapat dihubungkan dengan konsep lain untuk tujuan sama 6. Untuk tujuan pengembangan, jumlah kolom jawaban pada umumnya dibuat lebih banyak dibanding pada jumlah pertanyaan.