metode penelitian 2 sks wajib n.
Download
Skip this Video
Download Presentation
METODE PENELITIAN 2 SKS - WAJIB

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 71

METODE PENELITIAN 2 SKS - WAJIB - PowerPoint PPT Presentation


  • 173 Views
  • Uploaded on

METODE PENELITIAN 2 SKS - WAJIB. MINGGU 8: QUALITATIVE RESEARCH PENGUKURAN VARIABEL PENELITIAN & DISAIN KUESIONER. SUB TOPIK & TIK. Sub Topik: Definisi operasional variabel penelitian Pengukuran variabel penelitian Skala ukur Tujuan Instruksional Khusus:

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'METODE PENELITIAN 2 SKS - WAJIB' - nedaa


Download Now An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
metode penelitian 2 sks wajib

METODE PENELITIAN2 SKS - WAJIB

MINGGU 8:

QUALITATIVE RESEARCH

PENGUKURAN VARIABEL

PENELITIAN & DISAIN KUESIONER

sub topik tik
SUB TOPIK & TIK
  • Sub Topik:
    • Definisi operasional variabel penelitian
    • Pengukuran variabel penelitian
    • Skala ukur
  • Tujuan Instruksional Khusus:
    • Mahasiswa mampu menunjukkan operasionalisasi variabel penelitian yang menjadi dasar pengumpulan data empirik.
pengukuran variabel 1
PENGUKURAN VARIABEL (1)
  • Pengukuran Variabel terdiri dari 2 konsep pokok (Neuman, 1994):
    • Konseptualisasi
    • Operasionalisasi
  • Obyek yang dapat diukur secara fisik dengan menggunakan instrumen (alat ukur) yang dikalibrasi tidak mempunyai masalah pengukuran
pengukuran variabel 2
PENGUKURAN VARIABEL (2)
  • Beberapa fenomena fisiologis manusia (tekanan darah, denyut nadi, temperatur tubuh) serta atribut fisik (tinggi & berat badan) dapat diukur dengan menggunakan alat ukur (instrumen) yang tepat
  • Tetapi, tidaklah mudah untuk mengukur hal-hal subyektif yang berhubungan dengan manusia (perasaan, sikap, persepsi)
slide5

Konsep/Konstruk

Abstrak

Tingkat Konseptual (Teori)

Konseptualisasi

Definisi Konseptual

Tingkat Operasional

Operasionalisasi

Indikator/Ukuran

Tingkat Empiris

pengukuran variabel 4
PENGUKURAN VARIABEL (4)
  • Salah satu cara untuk mengukur hal-hal yang subyektif ialah dengan mengurangi tingkat keabstrakan menjadi perilaku yang dapat diamati
  • Contoh:
    • Konsep “haus” adalah abstrak, tetapi perilaku orang yang sedang haus dapat diamati & diukur dari jumlah minuman yang diminum.
  • Proses penurunan konsep yang abstrak sehingga dapat diukur disebut operasionalisasi konsep
definisi operasional variabel 1
DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL (1)
  • Dapat dilakukan dengan melihat pada dimensi perilaku atau sifat suatu konsep & selanjutnya menjabarkan ke dalam elemen yang dapat diamati & diukur
  • Konsep  Dimensi  Elemen
definisi operasional variabel 2
DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL (2)
  • Menurut Cozby (1993), pendefinisian variabel secara operasional akan memaksa peneliti untuk mendiskusikan konsep-konsep yang abstrak menjadi istilah yang kongkrit (dapat diukur)
  • Definisi operasional variabel dapat membantu peneliti dalam mengkomunikasikan idenya kepada orang lain
definisi operasional variabel 3
DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL (3)
  • 3 pola penentuan definisi operasional variabel (Lubis):
  • Berdasarkan kegiatan:
    • kegiatan yang harus dilakukan agar hal yang didefinisikan dianggap telah terjadi
    • Contoh: pemalas adalah orang yang tidur minimal 60 jam per minggu
  • Berdasarkan operasi yang dilakukan obyek:
    • Menunjukkan bagaimana hal yang didefinisikan beroperasi
    • Contoh: tukang tik yang mahir adalah yang sanggup mengetik tanpa melihat papan keyboard
definisi operasional variabel 4
DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL (4)
  • Berdasarkan tampaknya obyek:
    • menunjukkan bagaimana obyek nampak (kelihatan)
    • Contoh: mangga yang mentah dagingnya berwarna putih & kulitnya berwarna hijau
slide11

Konsep

Belajar

Dimensi

Dimensi

Dimensi

Pemahaman

Pengingatan

Penerapan

Menjawab pertanyaan2 dengan benar

Mengingat materi setelah beberapa saat

Memecahkan masalah menggunakan konsep2 yang dipahami dan diingat

Memberikan contoh2 yang tepat

Elemen

Mengintegrasikan dengan materi2 lain yang masih relevan

Elemen

Elemen

skala pengukuran
SKALA PENGUKURAN
  • Mampu membedakan individu-individu berdasarkan variabel
  • Skala merupakan suatu alat atau mekanisme yang digunakan untuk membedakan variabel-variabel penelitian
  • Skala bisa merupakan suatu alat ukur yang kasar yang hanya dapat menggolongkan individu-individu berdasarkan variabel-variabel tertentu; atau bisa juga suatu alat ukur yang dikalibrasi sehingga variabel tertentu dapat diukur dengan tingkat kecanggihan yang bervariasi
jenis jenis skala 1
JENIS – JENIS SKALA (1)
  • 4 jenis pokok dari skala:
    • Nominal, Ordinal, Interval, Rasio
  • Tingkat kecanggihan skala makin meningkat dari skala nominal ke skala rasio
  • Dengan tingkat kecanggihan skala yang semakin tinggi, maka kekuatan skala tersebut juga semakin meningkat, dalam arti informasi yang lebih rinci dapat diperoleh pada variabel-variabel penelitian
jenis jenis skala 2
JENIS – JENIS SKALA (2)
  • Dengan skala yang semakin kuat, maka analisis data yang semakin canggih juga dapat dilakukan sehingga dapat memberikan jawaban-jawaban yang lebih berarti bagi pertanyaan-pertanyaan penelitian (research questions)
skala nominal 1
SKALA NOMINAL (1)
  • Skala nominal menggunakan simbol-simbol dalam bentuk nama-nama yang digunakan untuk menempatkan suatu objek ke dalam suatu kategori atau kelompok
  • Contoh:
    • Untuk variabel jenis kelamin, responden dibagi menjadi dua golongan, yaitu laki-laki dan perempuan. Kedua kelompok ini dapat diberi kode 1 dan 2, tetapi angka tersebut hanya berfungsi sebagai label kategori yang sederhana & enak digunakan. Angka tersebut tidak mempunyai nilai
skala nominal 2
SKALA NOMINAL(2)
  • Persyaratan kategori yang digunakan pada skala nominal:
    • Mutually exclusive
    • Collectively exhaustive
  • Informasi yang dapat dihasilkan dari skala nominal adalah dengan menghitung frekuensi atau persentase
  • Contoh:
skala ordinal 1
SKALA ORDINAL(1)
  • Skala ordinal:
    • Tidak hanya menggolongkan variabel sedemikian rupa untuk menunjukkan perbedaan kualitatif di antara berbagai kategori (kelompok), tetapi skala ini juga menyusun urutan (ranking) kategori tersebut.
    • Mengurut berbagai obyek yang diukur tanpa menjelaskan sampai seberapa jauh jarak perbedaan di antara mereka
  • Contoh:
    • Responden diminta menyatakan preferensinya dengan cara menentukan urutan berdasarkan tingkat kepentingan dari 5 karakteristik yang berbeda dari suatu jabatan.
skala ordinal 2
SKALA ORDINAL(2)
  • Skala ordinal akan membantu peneliti untuk menentukan persentase responden yang berpendapat bahwa karakteristik 1 adalah yang paling penting; persentase responden yang menyatakan karakteristik 2 yang penting, dst.
    • Hal tersebut memberikan informasi mengenai karakteristik jabatan yang dianggap paling penting oleh mayoritas
  • Skala ordinal memberikan lebih banyak informasi daripada skala nominal.
    • Skala ordinal tidak saja menangkap perbedaan pada berbagai kategori, tetapi juga memberikan beberapa informasi tentang bagaimana responden membedakan item tersebut dengan cara menentukan urutannya.
skala interval
SKALA INTERVAL
  • Skala interva:
    • Mengurut kategori-kategori dengan jarak (interval) antar kategori adalah sama. Skala interval tidak memiliki tititk 0 yang sebenarnya
  • Contoh:
    • Temperatur yang diukur menggunakan skala Celcius merupakan skala interval oleh karena perbedaan (interval) antara 20C dan 50C adalah sama besarnya dengan perbedaan antara 570C dan 600C.
  • Karena jarak antar kategori adalah sama, maka operasi penambahan atau pengurangan dan perhitungan nilai rata-rata dapat dilakukan. Tetapi, kita tetap tidak dapat melakukan operasi perkalian atau pembagian
skala rasio
SKALA RASIO
  • Skala Rasio: menyatakan sesuatu yang dibagi oleh sesuatu yang lain.
  • Pengukuran rasio merupakan satu-satunya pengukuran yang memungkinkan kita untuk melakukan operasi pembagian
  • Skala rasio merupakan skala interval dengan nilai 0 yang sebenarnya (mutlak), dalam arti angka nol memiliki makna bahwa kita sama sekali tidak memiliki sesuatu
  • Skala rasio merupakan skala yang paling kuat di antara keempat skala ukur karena memiliki angka 0 yang asli (serta mengandung semua sifat dari ketiga skala yang lain
pengembangan skala 1
PENGEMBANGAN SKALA (1)
  • Pengukuran variabel melibatkan 2 hal:
    • pendefinisian secara operasional variabel-variabel tersebut
    • penggunaan skala-skala yang tepat.
  • Pada saat kita memutuskan untuk menggunakan skala interval yang akan menunjukkan besarnya perbedaan, kita harus memutuskan banyaknya titik dalam skala yang semestinya digunakan (5, 7, 9 atau lainnya) serta angka-angka yang digunakan dalam skala
pengembangan skala 2
PENGEMBANGAN SKALA (2)
  • Elmore & Beggs (1975):
    • Penelitian menunjukkan bahwa skala yang menggunakan 5 titiksama baiknya dengan skala yang menggungkan jumlah titik yang lain, dan peningkatan jumlah titik pada suatu skala “rating” tidak meningkatkan keandalan skala tersebut (Sekaran, 2000)
kuesioner
KUESIONER
  • Kuesioner:
    • Satu set pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden & responden me-record jawaban yang diberikan pada kuesioner tersebut
    • Mekanisme pengumpulan data yang efisien ketika peneliti mengetahui secara pasti kebutuhan apa yang diharapkan & bagaimana mengukur variabel yang diteliti
  • Metoda penyampaian kuesioner disampaikan:
    • Secara langsung (personal)
    • Melalui mail
kuesioner disampaikan secara langsung
KUESIONER DISAMPAIKAN SECARALANGSUNG
  • Tepat untuk dilakukan pada kondisi langsung
  • Survei dilakukan pada area yang terbatas
  • Adanya keinginan & kemampuan dari organisasi yang diteliti
  • Keuntungan:
    • Waktu yang singkat
    • Dimungkinkan adanya klarifikasi
    • Peneliti dapat mengenalkan topik penelitian & memotivasi responden
    • Lebih murah & lebih singkat waktunya
    • Skill yang dibutuhkan lebih rendah
kuesioner disampaikan melalui surat
KUESIONER DISAMPAIKAN MELALUI SURAT
  • Keuntungan:
    • Survei dapat meng-cover area penelitian yang luas
    • Responden dapat mengisi kuesioner dengan lebih nyaman
  • Kelemahan:
    • Tingkat pengembalian kuesioner sangat rendah
    • Keraguan responden sulit untuk diklarifikasi
    • Sulit untuk mencapai sampel yang representatif
  • Teknik-teknik untuk meningkatkan pengembalian
  • Mengirimkan follow-up letters
  • Menyertakan sejumlah kecil insentif moneter
  • Menyertakan amplop pengembalian kuesioner
  • Membuat kuesioner sependek mungkin
kuesioner pendidikan rendah 1
KUESIONER (PENDIDIKAN RENDAH) (1)
  • Menambahkan ilustrasi gambar
  • Peneliti mengarahkan responden dalam memahami isi kuesioner
  • Petunjuk desain kuesioner
  • PRINCIPLES OF WORDING
  • Isi & tujuan kuesioner:
    • Jika variabel yang dipilih bersifat subjektif maka pertanyaan yang diajukan harus meliputi dimensi dan elemen dari konsep yang ditanyakan (Lazarsfeld, 1935; Payne, 1951)
kuesioner 2
KUESIONER (2)
  • Isi & tujuan kuesioner:
    • Jika variabel yang akan ditanyakan adalah variabel objektif, maka pertanyaan tunggal yang bersifat langsung (single direst question), merupakan teknik yang tepat untuk digunakan
  • Pemilihan kata & bahasa dari kuesioner:
    • Bahasa yang digunakan pada kuesioner harus mendekati level pemahaman dari responden
    • Level kata-kata yang dipilih bergantung kepada:
      • level pendidikan dari responden
      • penggunaan terminologi & idiom yang difahami
kuesioner 3
KUESIONER (3)
  • Level kata-kata yang dipilih bergantung kepada:
      • kerangka referensi dari responden mengenai permasalahan yang ditanyakan
  • Tipe & bentuk pertanyaan:
  • Tipe pertanyaan:
    • Pertanyaan terbuka: Pertanyaan terbuka memungkinkan responden memberikan jawaban dengan cara mereka masing-masing
kuesioner 4
KUESIONER (4)
  • Contoh:
    • Menanyakan kepada responden 5 hal yang paling menarik dari pekerjaan mereka
    • Menanyakan hal-hal yang paling penting bagi responden dalam memilih layanan suatu restoran, dll.
  • Pertanyaan tertutup:
    • Sebagai kontras dari tipe pertanyaan sebelumnya, tipe ini meminta responden untuk membuat pilihan-pilihan dari sekumpulan alternatif yang telah ditentukan oleh peneliti
kuesioner 5
KUESIONER (5)
  • Contoh:
    • Peneliti memberikan 30 karakteristik yang mungkin mempengaruhi pilihan responden dan meminta responden untuk memilih 5 karakteristik yang paling penting.
  • Setiap item pada kuesioner yang menggunakan skala nominal, ordinal, rasio, & skala Likert termasuk dalam bentuk pertanyaan tertutup
kuesioner 6
KUESIONER (6)
  • Kelebihan dari tipe pertanyaan tertutup:
    • Pertanyaan tertutup membantu responden untuk memberikan keputusan secara lebih cepat.
    • Peneliti dapat mengkode informasi yang diberikan dengan lebih mudah sehingga dapat digunakan pada analisis berikutnya
  • Catatan:
    • Perlu diperhatikan bahwa pertanyaan yang diberikan adalah mutually exclusive & collectively exhaustive, sehingga tidak ada overlapping yang dapat membingungkan responden
kuesioner 7
KUESIONER (7)
  • Untuk mengakomodasikan alternatif jawaban yang berbeda, kuesioner yang diajukan dapat diakhiri dengan pertanyaan terbuka mengenai hal-hal yang tidak tercakup pada alternatif yang diberikan
bentuk pertanyaan 1
BENTUK PERTANYAAN (1)
  • Pertanyaan dengan kalimat negatif & kalimat positif
  • Kuesioner yang baik sebaiknya terdiri dari kalimat negatif & positif
  • Jadi, dibandingkan membahasakan seluruh pertanyaan dalam kalimat positif, disarankan agar diselipkan beberapa kalimat negatif. Hal ini dapat meminimasi kecenderungan responden untuk secara mekanis melingkari jawaban pada salah satu sisi skala
bentuk pertanyaan 2
BENTUK PERTANYAAN (2)
  • Penggunaan doubel negatif & penggunaan yang berlebihan dari kata tidak & hanya harus dihindari pada pertanyaan berbentuk negatif karena dapat membingungkan responden
  • Doubled-barreled questions:
    • Pertanyaan yang dapat memberikan jawaban yang berbeda dari setiap bagian pertanyaan yang diajukan
  • Contoh:
    • Apakah Anda pikir produk yang ditawarkan memiliki pasar yang baik & produk tersebut akan terjual dangan baik?
bentuk pertanyaan 3
BENTUK PERTANYAAN (3)
  • Pertanyaan yang bersifat ambigue akan mebingungkan responden dalam menangkap maksud pertanyaan tersebut secara tepat
  • Contoh:
    • Pada kondisi apa Anda akan menganggap diri Anda bahagia?
  • Recall-dependent questions:
    • Pertanyaan yang meminta responden untuk mengingat peristiwa yang terjadi di masa lalu
bentuk pertanyaan 4
BENTUK PERTANYAAN (4)
  • Recall-dependent questions:
    • Misalnya seorang pekerja diminta untuk menggambarkan kondisi saat dia pertama kali bekerja 20 tahun yang lalu (dia bekerja di departemen apa dan untuk berapa lama)
  • Leading questions:
    • Pertanyaan yang dapat mengarahkan kepada jawaban yang diharapkan oleh peneliti harus dihindari
  • Loaded Questions:
    • Bentuk pertanyaan yang bias lainnya, yaitu pertanyaan yang disertai dengan terminologi yang bermuatan emosional
bentuk pertanyaan 5
BENTUK PERTANYAAN (5)
  • Panjang Pertanyaan:
    • Pertanyaan yang sederhana & singkat lebih diinginkan dibandingkan pertanyaan yang panjang. Suatu pertanyaan atau statement pada kuesioner sebaiknya tidak melebihi 20 kata (Horst, 1968; Oppenheim, 1986)
  • Urutan pertanyaan:
    • Pendekatan funnel approach ini (Festinger & Katz, 1966), memfasilitasi kemudahan & smooth progress bagi responden dalam melalui item-item yang ada pada kuesioner
bentuk pertanyaan 6
BENTUK PERTANYAAN (6)
  • Dua pertanyaan positif & negatif yang memuat item yang sama tidak sepatutnya diletakkan secara berurutan. Jika hal itu digunakan untuk menguji konsistensi responden, maka pertanyaan tersebut harus diletakkan sejauh mungkin
  • Informasi personal:
    • Informasi personal memuat informasi mengenai: usia, level pendidikan, status pernikahan, pendapatan, dll. Jika tidak betul-betul diperlukan, jalan terbaik adalah tidak mencantumkan identitas dari responden
bentuk pertanyaan 7
BENTUK PERTANYAAN (7)
  • Principles of measurements:
    • Prinsip ini harus dipenuhi untuk menjamin bahwa data yang dikumpulkan sesuai untuk menguji hipotesis yang diajukan atau untuk menjawab permasalahan penelitian yang telah ditentukan.
    • Prinsip ini terdiri dari beberapa aspek yaitu:
      • Kategorisasi variabel
      • Coding
      • Skala dan penskalaan
      • Reliabilitas dan validitas
bentuk pertanyaan 8
BENTUK PERTANYAAN(8)
  • Penampilan umum kuesioner:
    • Hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana kuesioner yang disampaikan terlihat menarik
    • Sebuah kuesioner yang menarik & apik dengan pengantar yang sesuai, instruksi & pertanyaan yang terurai dengan baik serta alternatif respon yang diberikan akan memudahkan responden untuk menjawab item yang ada pada kuesioner
  • Elemen-elemen yang penting:
    • Pengantar yang baik
    • Pengorganisasian pertanyaan, pemberian instruksi & petunjuk pengisian, serta kesejajaran tulisan
    • Penutup kuesioner
slide45

Structure

Strategy

System

Shared

Values

Style

Skills

Staff

Kerangka 7S McKinsey & Co

pengantar kuesioner
PENGANTAR KUESIONER

Bapak dan Ibu yang terhormat,

Perkenankanlah saya memohon kesediaan Bapak/Ibu untuk bersedia meluangkan waktu guna membantu mengisi kuesioner ini.

Berikut ini kami kemukakan maksud dan tujuan pengisian kuesioner ini beserta petunjuk umum pengisiannya.

Kuesioner ini dikembangkan untuk mengetahui keadaan perusahaan menurut persepsi karyawan dikaitkan dengan upaya-upaya yang mendorong pengenalan dan penerapan konsep produksi bersih atau minimisasi limbah di perusahaan. Yang dimaksud dengan produksi bersih atau minimisasi limbah adalah segala kegiatan/upaya untuk memperbaiki atau mengembangkan proses produksi, tata cara kerja, teknologi, atau tata laksana rumah tangga yang lebih baik sehingga mampu mengurangi atau menimimumkan beban pencemaran yang dihasilkan perusahaan sekaligus juga membantu meningkatkan efisiensi produktivitas.

Kuesioner ini terdiri dari tiga bagian:

Bagian I : Keterangan umum mengenai diri dan pekerjaan

Bagian II : Keterangan mengenai keadaan di perusahaan ini

Bagian III : Persepsi mengenai prasyarat keberhasilan dalam penerapan produksi bersih di perusahaan

Bapak/Ibu diminta untuk mengisi selengkap-lengkapnya dan menjawab dengan sejujur-jujurnya atau sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Jika ada pernyataan yang kurang jelas, kami mohon Bapak/Ibu tetap memberikan pendapat sesuai dengan apa yang Bapak/Ibu maksudkan (Hanya satu jawaban untuk setiap pernyataan).

Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

Bandung, April 1998

XXX - Departemen Teknik Industri ITB

bagian i
BAGIAN I

Pada bagian ini anda diminta menuliskan informasi mengenai diri dan pekerjaan anda.

  • Jabatan/Pekerjaan …………………………………………………
  • Bagian/Divisi/Biro…………………………………………………
  • Masa kerja di Bagian/Divisi/Biro ini ……………………………
  • Masa kerja di perusahaan ini ……………………………………
  • Jenis kelamin (lingkari yang sesuai): 1. Pria 2. Wanita
  • Pendidikan terakhir yang diselesaikan ………………………
bagian ii
BAGIAN II

Pada bagian ini anda diminta memberikan pendapat mengenai seberapa jauh pernyataan-pernyataan berikut sesuai dengan keadaan di perusahaan ini.

Petunjuk pengisian:

  • Lingkari SS jika menurut anda pernyataan yang tertulis “Sangat Sesuai” dengan keadaan di perusahaan ini.
  • Lingkari S jika menurut anda pernyataan yang tertulis “Sesuai” dengan keadaan di perusahaan ini.
  • Lingkari A jika anda “Tidak Mempunyai Pendapat” mengenai pernyataan tersebut.
  • Lingkari TS jika menurut anda pernyataan yang tertulis “Tidak Sesuai” dengan keadaan di perusahaan ini.
  • Lingkari STS jika menurut anda pernyataan yang tertulis “Sangat Tidak Sesuai” dengan keadaan di perusahaan ini.

Contoh:

Karyawan di dalam perusahaan merasa bebas untuk SS – S – A – TS – STS

bertanya dan memberi saran kepada atasan

Jika anda melingkari huruf S artinya anda berpendapat bahwa pernyataan tersebut memang sesuai dengan kondisi perusahaan yang memberi kebebasan pada karyawannya untuk bertanya dan memberi saran kepada atasannya.

slide63
Kelompok I (Strategy)SS: Sangat Sesuai; S:Sesuai; A: Tidak Mempunyai Pendapat; TS: Tidak Sesuai;STS: Sangat Tidak Sesuai
slide64
Kelompok II (System)SS: Sangat Sesuai; S:Sesuai; A: Tidak Mempunyai Pendapat; TS: Tidak Sesuai; STS: Sangat Tidak Sesuai
slide65
Kelompok III (Structure)SS: Sangat Sesuai; S:Sesuai; A: Tidak Mempunyai Pendapat; TS: Tidak Sesuai; STS: Sangat Tidak Sesuai
slide66
Kelompok IV (Styles)SS: Sangat Sesuai; S:Sesuai; A: Tidak Mempunyai Pendapat; TS: Tidak Sesuai;STS: Sangat Tidak Sesuai
slide67
Kelompok V (Staff & Skills)SS: Sangat Sesuai; S:Sesuai; A: Tidak Mempunyai Pendapat; TS: Tidak Sesuai;STS: Sangat Tidak Sesuai
slide68
Kelompok VI (Shared Values)SS: Sangat Sesuai; S:Sesuai; A: Tidak Mempunyai Pendapat; TS: Tidak Sesuai;STS: Sangat Tidak Sesuai
slide69
Kelompok VI (Shared Values)SS: Sangat Sesuai; S:Sesuai; A: Tidak Mempunyai Pendapat; TS: Tidak Sesuai;STS: Sangat Tidak Sesuai
referensi 1
REFERENSI (1)
  • Cozby, Paul C. (1993): Methods in Behavioral Research, Fifth Edition, Mountain View, California: Mayfield Publishing Company.
  • Davis, Duane & Robert M. Cosenza (1988): Business Research for Decision Making, Second Edition, Boston, Massachusetts: PWS-Kent Publishing Company.
  • Hasibuan, Sawarni (1998): Identifikasi Karakteristik Organisasi yang Mempengaruhi Upaya Implementasi Produksi Bersih: Studi Kasus pada Industri Pulp & Kertas, Thesis Magister, Bandung: Program Magister Teknik dan Manajemen Industri ITB, Tidak Dipublikasikan.
referensi 2
REFERENSI (2)
  • Lubis, Hari (tidak bertahun): Metodologi Penelitian, Diktat Kuliah, Bandung: Jurusan Teknik Industri ITB, Tidak Dipublikasikan.
  • Neuman, W. Lawrence. (1994): Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches, Second Editio, Needham Heights, Massachusetts: Allyn and Bacon.
  • Sekaran, Uma (2000): Research Methods for Business: A Skill-Building Approach, Third Edition, New York: John Wiley & Sons, Inc.