Download
slide1 n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
TEORI DAN KONSEP ADMINISTRASI PowerPoint Presentation
Download Presentation
TEORI DAN KONSEP ADMINISTRASI

TEORI DAN KONSEP ADMINISTRASI

4501 Views Download Presentation
Download Presentation

TEORI DAN KONSEP ADMINISTRASI

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. TEORI DAN KONSEP ADMINISTRASI OLEH; PROF. DR. J. BASUKI, M.Psi.

  2. LITERATUR • JAY M. SHAFRITZ, E.W. RUSSEL, CHRISTOPHER P. BORICK, INTRODUCING PUBLIC ADMINISTRATION, 2007 • CHARLES H. LEVINE, B. GUY PETERS, FRANK J. THOMSON, PUBLIC ADMINISTRATION: CHALLENGE, CHOISE, CONSEQUENCES, 1990 • HERBERT A SIMON, VICTOR A. THOMPSON, DONALD W. SMITHBURG, PUBLIC ADMINISTRATION, 2000 • H. GEORGE FREDERICKSON, THE SPIRIT OF PUBLIC ADMINISTRATION, 1997 • SISTEM ADMINISTRASI REPUBLIK INDONESIA (SANRI), LAN, 2006

  3. LANJUTAN • SONDANG P. SIAGIAN, FILSAFAT ADMINISTRASI, 2006 • PETER F. DRUCKER, MANAGEMENT CHALLENGES FOR 21ST CENTURY, 1999 • ----------------------, MANAGEMENT’S NEW PARADIGM, 1998 • DAVID OSBORN & PETER PLASTRIK, BANISHING BUERAUCRACY, 1996 • DANIEL A. WREN, THE EVOLUTION OF MANAGEMENT THOUGHT, 1994 • DAVID OSBORN AND TED GAEBLER, REINVENTING GOVERNMENT, 1992 • CHARLES H. LEVINE, B. GUY PETERS, FRANK J. THOMSON, PUBLIC ADMINISTRATION, 1990

  4. ANALISIS INSTRUKSIONAL MATA KULIAH : TEORI ADMINISTRASI T I U Menjelaskan konsep administrasi sebagai ilmu, sebagai dasar untuk memahami lebih lanjut bidang-bidang administrasi yang lain 8 7 9 Menjelaskanfungsi-fungsi Administrasi MenjelaskanKepemimpinan DalamAdministrasi MenjelaskanKomunikasidalam Administrasi 6 MenjelaskanKonsepAdministrasiSebagaisuatuSistem 5 4 Menjelaskanunsur-unsurAdministrasi MenjelaskanHubunganIlmuAdministrasi denganIlmu-ilmu lain MenjelaskanAdministrasisebagaiSenidanIlmu 3 2 MenjelaskanhakikatAdministrasi 1 FilsafatIlmuAdministrasi

  5. TANTANGAN ABAD KE-21 TANTANGAN ABAD KE-21 BERKAITAN DENGAN “KNOWLEDGE WORKER”, YANG MEMERLUKAN PARADIGMA ADMINISTRASI/MANAJEMEN BARU, STRATEGI BARU, PEMIMPIN PERUBAHAN, TANTANGAN INFORMASI, PRODUKTIVITAS PEGAWAI BERBASIS ILMU PENGETAHUAN, DAN KEMAMPUAN MENGELOLA DIRI SENDIRI, SERTA KUALITAS PELAYANAN PRIMA.(PETER F. DRUCKER : 1999):

  6. SIKAP, PERILAKU, MENTAL DAN MORAL; PENDIDIKAN; KEPEMIMPINAN; EKONOMI; POLITIK; KULTURAL; LINGKUNGAN HIDUP; KUALITAS HIDUP TANTANGAN ADMINISTRASI PADA ABAD KE-21

  7. Filsafat Ilmu Pengetahuan Filsafat  perenungan untuk menyusun suatu sistem pengetahuan yg rasional, yg memadai untuk memahami dunia tempat kita hidup maupun memahami diri sendiri. Ciri pokok pemikiran filsafat adalah menyeluruh, mendasar dan spekulatif-rasional. Oleh karena itu suatu ilmu pengetahuan harus dimulai dengan pemikiran filosofis. Landasan berfikir filsafat ilmu pengetahuan mempertanyakan tiga pemikiran, yakni; (1) Pemikiran ontologis, mempertanyakan ujud hakiki dari obyek yang diamati dan ditelaah serta hubungan antara obyek dg tangkapan manusia sbg subyeknya; (2) Pemikiran epistimologis, mempertanyakan cara atau proses memperoleh pengetahuan atau berpikir ttg metodologi dlm memperoleh dan mengembangkan ilmu pengetahuan; (3) Pemikiran axiologis, mempertanyakan manfaat atau kegunaan ilmu pengetahuan yg berhubungan dg keyakinan agama, moral, kebudayaan, teknologi dsb.

  8. SUMBER KEBENARAN ILMU TUHAN YME WAHYU MELALUI NABI MANUSIA RASIO (OTAK) RASA (HATI) PENGAMATAN PENGALAMAN PENGETAHUAN UPAYA PENGULANGAN & PENGUJIAN ILMU PENGETAHUAN (SCIENTIFIC KNOWLEDGE)

  9. PEMAHAMAN SUBYEK THD OBYEK PENGENALAN MANUSIA THD OBYEK SHG MEMILIKI PENGETAHUAN THD OBYEK YG DIAMATINYA DILAKUKAN MELALUI, PROSES; KNOWER KEMAMPUAN MANUSIA SBG SUBYEK UNTUK MENGETAHUI, MERASAKAN, DAN MENCAPAI APA YG DIRASAKAN, DILAKUKAN BERDASARKAN KESADARAN; KNOWING-KNOWLEDGE  MANUSIA BERPIKIR BAIK YG SIFATNYA EMPIRICAL MAUPUN TRANSEDENTAL MELALUI PROSES KNOWING MANUSIA MEMPEROLEH “KNOWLEDGE” SBG PENGETAHUAN DARI NALAR YG DILAKUKANNYA; INTELECTUAL ACTIVITY  KEGIATAN PEMAHAMAN OLEH MANUSIA MULAI DARI PENGAMATAN, MEMBEDA-BEDAKAN UNTUK MENENTUKAN PILIHAN SD PEROLEHAN PENGETAHUAN. INTELECTUAL ACTIVITY BERHUBUNGAN DG PERKEMBANGAN PENGETAHUAN KRN BERKEMBANGNYA PENGETAHUAN YG DIMILIKI MANUSIA AKAN TERGANTUNG INTELECTUAL ACTIVITINYA

  10. METHODS OF KNOWING The Method of Tenacity, suatu metode dlm mencari validitas atau keabsahan untuk memperoleh kebenaran; The Method of Authority, suatu metode untuk membangun kepercayaan sebagai pegangan dalam bersikap; The Method of Intuition, atau disebut The Priori Method, suatu metode untuk mencari pembenaran dengan persepsi yg sdh umum; The Method of Science, metode memperoleh pengetahuan dengan /melalui proses penelitian secara ilmiah.

  11. BATASAN-BATASAN PEMIKIRAN • 1. AXIOMA: HUKUM ALAM, DOGMA AGAMA, SUNATULLAH; PROPOSISI YANG TIDAK MEMERLUKAN BUKTI, TIDAK TERBANTAH; SECARA UNIVERSAL DIANGGAP BENAR. CONTOH: MATAHARI PASTI TERBIT DI TIMUR, DSB. • 2. PARADIGMA: POLA PIKIR DAN KEYAKINAN FILSAFATI YANG BERSIFAT KULTURAL/BERBASIS PERADABAN; NILAI-NILAI DASAR MASYARAKAT YANG DITERIMA SECARA UMUM; CARA PANDANG SOSIAL POLITIK DAN SOSIO KULTURAL YANG TAKEN FOR GRANTED; SUATU MAXIM, RULES OF CONDUCT, MODEL ATAU POLA PIKIR INTEGRAL. CONTOH: RAKYATLAH YANG BERDAULAT, BUKAN PASAR BEBAS. • 3. ADAGIUM: PERUMPAMAAN YANG DITERIMA SECARA OPERATIF (PROVERB); PEDOMAN/PANDUAN/PLATFORM PENYELENGGARAAN DI LAPANGAN, BERSIFAT CULTURAL-BEHAVIORAL, SEBAGAI PILIHAN YANG BENAR. CONTOH; FIAT JUSTITIA RUAT COELUM-BIAR LANGIT RUNTUH HUKUM JALAN TERUS. • 4. ASUMSI: BATASAN-BATASAN TEORI (THEORY CONSTRAINTS). CONTOH; HARGA AKAN NAIK APABILA PERMINTAAN NAIK, DENGAN ASUMSI BAHWA PENAWARAN TETAP. • 5. TEORI: SUATU PENDAPAT (OPINION,VIEW) YG DIPEROLEH MELALUI PEMIKIRAN RASIONAL MENURUT PROSEDUR AKADEMIK ATAU ILMIAH (SCIENTIFIC METHOD) • SUMBER: MEUTIA FARIDA HATTA SWASONO., PEDOMAN RINGKAS PENULISAN KARYA ILMIAH, 2002P. 22-23

  12. FUNGSI TEORI • TEORI MERUPAKAN RUMUSAN LENGKAP DARI ILMU PENGETAHUAN (UNDERSTANDING AND KNOWLEDGE) TENTANG SESUATU (THING); • TEORI MERUPAKAN SEMACAM PEDOMAN ATAU PEGANGAN DLM MENGHADAPI PRAKTEK DLM LINGKUNGAN SEHARI-HARI; • TEORI MERUPAKAN BAHAN PENDIDIKAN UNTUK MENTRANSFER KNOWLEDGE, MEMBUAT SADAR, MEMAHAMI DAN MELATIH ORANG LAIN. • BENTUK TEORI: • 1. YANG PALING SEDERHANA  DEFINISI • 2. TESISTEORI KHUSUS / SUATU PENDAPAT / TEMUAN • 3. DESKRIPSIPENDAPAT SEORANG SARJANA/PAKAR YANG TELAH MELALUI SUATU PROSES RISET ILMIAH DAN TERUJI.

  13. LANJUTAN BENTUK TEORI • EKSPLIKASI SUATU TEORI YG MENJELASKAN HAL-IHWAL SUATU FENOMENA SETELAH DITELITI SECARA ILMIAH; • NORMASI  SUATU TEORI YG MENETAPKAN SYARAT-SYARAT KRITERIA ATAU STANDAR YG HARUS DIPENUHI; • PRINSIP  PIKIRAN DASAR, TEORI YG MENJELASKAN, MENENTUKAN, SUATU TATA HUBUNGAN ANTARA ORANG DG ORANG, ORANG DG BENDA, ORANG-BENDA-ORANG, ORANG – KEWAJIBAN DSB

  14. PERSYARATAN SUATU DISIPLIN ILMU • OBYEK STUDI • TERMINOLOGI TERSENDIRI YG KHAS • METODOLOGI • FILOSOFI • PERANGKAT TEORI DAN SUB-TEORI- SUB-TEORI

  15. MAKNA ADMINISTRASI • ADMINISTRASI AD + MINISTRARE  TO + SERVE MELAYANI KONOTASI PEKERJAAN PEMBANTU TEKNIS KETATAUSAHAAN (ADMINISTRASI DLM ARTI SEMPIT) • ADMINISTRASI (DLM ARTI LUAS)KONSEP MANAJEMEN DAN KONSEP ORGANISASI

  16. HAKIKAT ADMINISTRASI • “PROSES KERJASAMA SEKELOMPOK MANUSIA YANG DIDASARKAN PADA PELAYANAN, RASIONALITAS, EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI UNTUK MENCAPAI TUJUAN YANG TELAH DITENTUKAN SEBELUMNYA”

  17. PARADIGMA ADMINISTRASI KONSEP DASAR SKLP. MANUSIA TUJUAN KERJASAMA BIMBINGAN, KEPEMIMPINAN & PENGENDALIAN SARANA&PRASARANA MANAJEMEN KEPEMIMPINAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN HUMAN REALTIONS TUJUAN ADMINISTRASI ORGANISASI STATIS/ORGANOGRAM DINAMIS (INTERAKSI INTERNAL & EKSTERNAL NILAI-NILAI PELAYANAN, RASIONALITAS, EFEKTIVITAS, EFISIENSI

  18. PERBEDAAN MAKNA EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI EFEKTIF FOKUS PADA OUTPUT DAN MENGERJAKAN SESUATU HAL YANG BENAR (DOING THE RIGHT THINGS) TERKAIT DG PENCAPAIAN TUJUAN SERTA KINERJA DARI PROSES PELAKSANAAN PEKERJAAN; EFISIEN FOKUS PADA INPUT DAN BAGAIMANA KITA MENGERJAKAN DENGAN BAIK DAN BENAR (DOING THINGS RIGHT)TERKAIT DG KUALITAS MASUKAN/MODAL YG DIMILIKI ORGANISASI PERBANDINGAN TERBAIK ANTARA INPUT DG OUTPUT (OUTPUT HARUS LEBIH BESAR DARI INPUT); “EFFECTIVENESS IS THE FOUNDATION OF SUCCESS, WHILE EFFICIENCY IS A MINIMUM CONDITION FOR SURVIVAL AFTER SUCCESS HAS BEEN ACHIEVED” SUMBER: MULLINS, L.J. (1989), STEERS (1977), ROBBINS, 1987, PETER DRUCKER, (1973)

  19. Ilmu Administrasi • Adalah ilmu yang mempelajari semua proses manajemen, organisasi dan individual yang terlibat dalam pelaksanaan pencapaian tujuan baik dalam sektor publik maupun sektor bisnis.

  20. Ruang Lingkup • Menurut perspektif makro adalah proses penentuan tujuan, alokasi sumber daya, dan koordinasi kegiatan pencapaian tujuan. • Perspektif makro ini menekankan pada aspek filosofi tentang apa tujuan dan makna kehidupan. Apa tujuan yang kita inginkan dan bagaimana mencapainya, serta bagaimana seharusnya orang berperilaku.

  21. Ruang Lingkup (lanjutan) • Menurut perspektif mikro adalah perilaku administrasi seperti sikap, pendekatan, persepsi, dan nilai-nilai yang dianut oleh para administrator. • Stephen P. Robbins (2001) mengemukakan bahwa perilaku administrasi dipengaruhi oleh sejarah organisasi, norma-norma pendidikan, dan pengalaman.

  22. Konsep dan Teori Ilmu Administrasi • Pada sisi makro pembahasan di fokuskan tentang seberapa besar peranan pemerintah dibandingkan dengan peranan sektor swasta. • Sedangkan pada sisi mikro dibahas manajemen kegiatan-kegiatan pemerintah dan organisasi swasta, serta apa kendala dan peluang yang dihadapi.

  23. FOKUS KAJIANSTUDI ILMU ADMINISTRASI • SumberDayaManusia organisasional • Mencakupmanajemen, kepemimpinan, pengambilankeputusan, human relations danorganisasiseluruhbidangkehidupanbaikbisnismaupunpublik • Bidangpublikmencakupadministrasinegara(termasukinstansipemerintah, lembagalegislatif, badanperadilan, BUMN/D), danadministrasilembaga non-pemerintahsepertiyayasan, koperasi, rumahsakit, dsb. • Bidangbisnismencakupadministrasiniagatermasuklembaga-lembagaperekonomian, organisasiduniausaha, budayaperusahaan,

  24. HUBUNGAN ADMINISTRASI, ORGANISASI, MANAJEMEN, KEPEMIMPINAN, PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA ADMINISTRASI ORGANISASI MANAJEMEN KEPEMIMPINAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN M HUBUNGAN ANTAR MANUSIA

  25. PERBEDAAN ADMINISTRASI DG MANAJEMEN • ADMINISTRASI • “DITUJUKAN PADA PENENTUAN TUJUAN POKOK DAN KEBIJAKANNYA” • “SUATU PROSES DAN LEMBAGA YG BERTANGGUNGJAWAB TERHADAP PENENTUAN TUJUAN, DIMANA ORGANISASI & MANAJEMEN DIGARISKAN SERTA PEMBERIAN PENGARAHAN KEBIJAKAN UMUM (GENERAL POLICIES)” • MANAJEMEN • “DITUJUKAN PADA PELAKSANAAN KEGIATAN DG MAKSUD MENYELESAIKAN/MENCAPAI TUJUAN DAN PELAKSANAAN KEBIJAKAN YG TELAH DITENTUKAN” • PROSES DARI PARA MANAJER AGAR KEGIATAN-KEGIATAN SERTA MENGATUR TINDAKAN-TINDAKAN DALAM MEREALISASIKAN TUJUAN UNTUK TERCAPAINYA TUJUAN YANG TELAH DITENTUKAN

  26. SUB-SUB DISIPLIN ILMU ADMINISTRASI • MANAJEMEN (KEPEMIMPINAN, PENGAMBILAN KEPUTUSAN) • TEORI ORGANISASI • MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA • MANAJEMEN KEUANGAN • MANAJEMEN MATERIIL/LOGISTIK • MANAJEMEN PERKANTORAN • KOMUNIKASI ORGANISASI • KEBIJAKAN PUBLIK • HUKUM ADMINISTRASI • TEKNOLOGI ADMINISTRASI • MANAJEMEN EKONOMI PUBLIK • MANAJEMEN PEMBANGUNAN DAERAH

  27. HUBUNGAN ILMU ADMINISTRASI DG ILMU2 LAIN

  28. HUBUNGAN PROSES POLITIK & ADMINISTRASI PROSES ADMINISTRASI PUBLIK MASY. B EVALUASI KEBIJAKAN ARTIKU- LASI KPT. BUDAYA POLITIK SOSIALISASI POLITIK REKRUITMEN POLITIK KOMUNIKASI POLITIK PEMBUATAN, PENERAPAN, DAN PENGHAKIMAN BIROKRASI AGREGASI KPT. PELABKS. JAKPOL SIDANG UMUM PRODUK POLITIK PROSES POLITIK

  29. MAJOR SCHOOLS OF THOUGHT MAJOR SCHOOLS OF THOUGHT

  30. MAJOR SCHOOLS OF THOUGHT

  31. MAJOR SCHOOLS OF THOUGHT

  32. MAJOR SCHOOLS OF THOUGHT

  33. KARAKTERISTIK BIROKRASI (MAX Weber) • Organisasi berdasarkan hierarkhi (tingkatan-tingkatan) • Birokrasi dapat diterapkan dlm organisasi pemerintah/swasta • Struktur tugas dibuat rasional (antara wewenang & t.jawab) • Formalisasi, tindakan2 berdasarkan pada peraturan/ketentuan • Manajemen terpisah dari pemilikan • Tidak ada hak milik terdapap jabatan • Tuntutan kemampuan dan pelatihan khusus bagi setiap jabatan • Pejabat (birokrat) dipilih berdasar kompetisi kemampuan • Unsur legalitas, bhw setiap jabatan memiliki batas wewenang yg jelas dan tegas.

  34. FAYOL’S FOURTEEN ADMINISTRATIVE PRINCIPLES DIVISION OF WORK AUTHORITY AND RESPONSIBILITY DISCIPLINE UNITY OF COMMAND UNITY OF DIRECTION SUBORDINATION OF INDIVIDUAL INTEREST TO GENERAL INTEREST REMUNERATION OF PERSONNEL 8. CENTRALIZATION 9. SCALAR CHAIN 10. ORDER 11. EQUITY 12. STABILITY OF TENURE OF PERSONNEL 13. INITIATIVE 14. ESPRIT DE CORPS

  35. KONSEP F.W. TAYLOR • BAHWA SUATU AKTIVITAS ADMINISTRASI (MANAJEMEN) DINILAI EFISIEN APABILA DILAKUKAN OLEH PARA PEGAWAI YANG MEMILIKI KEMAMPUAN DAN KETERAMPILAN YANG MEMADAI (SESUAI TUGASNYA)

  36. Konsepsi Fungsi Organisasi(Henry Fayol) • Fungsi teknis, produksi, adaptasi • Komersial, membeli, menjual, barter • Fungsi keuangan, mencari dana dan menggunakan secara optimal • Fungsi keamanan, perlindungan aset dan pegawai • Fungsi akunting, pembiayaa, statistik • Fungsi administrasi, unsur2nya; perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, kordinasi, pengendalian

  37. Prinsip Umum Penyusunan Organisasi (L. Gulick dan Urwick) Mencocokan orang dengan struktur • Adanya satu pimpinan puncak • Adanya kesatuan komando • Adanya staf umum dan khusus • Dasar pembagian sub divisi • Adanya pendelegasian • Keseimbangan tanggungjawab dan wewenang • Rentang kendali yang tepat

  38. KONSEP HERBERT SIMON • “MANUSIA ADMINISTRASI LEBIH REALISTIS DARIPADA MANUSIA EKONOMI. MANUSIA ADM. PENUH KESADARAN AKAN KETERBATASAN2, ILMUNYA TDK SEMPURNA, SUMBER-SUMBER TERBATAS, DAN MASA DEPAN PENUH KETIDAKPASTIAN, MANUSIA ADMINSTRASI ADALAH MANUSIA YANG EFISIEN”

  39. KONSEP-DASAR PERILAKU SELF CONCEPT Kesadaran eksistensi dirinya sebagai manusia baik phisik, mental, spiritual dan moral; SELF-ESTEEM Keyakinan seseorang bhw dirinya berharga; SELF-EFFICACY  KeyakinaN ttg kemampuan dirinya untuk menjalankan tugas; SELF-FULFILLING PROPHESY Harapan seseorang hendaknya menjadi penentu perilakunya, supaya yg diharapkan (diramalkan menjadi kenyataan). PERCEPTIOAN  Proses kognitif seseorang untuk memberi arti terhadap stimuli dari lingkungan yg dpt ditangkap melalui inderanya ABILITIES Bakat yang melekat seseorang untuk melakukan kegiatan secara phisik dan mental yg diperoleh sejak lahir, belajar dan pengalaman. PERSONALITY Sesuatu yg unik dr seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain/lingkungannya INTROVERT VS EXTROVERT Cinta pd dirinya sendiri vs lebih suka bergaul dg orang lain LOCUS OF CONTROL perasaan seseorang mengenai lokasi yg membuat dirinya sukses atau gagal internalizer dan externalizer; MACHIAVELISME aliran menghalalkan semua cara, menguasai dan memanipulasi kekuasaan, cenderung pragmatis dan tergantung pada “etika, legalitas, dan kemanusiaan” PAROKIALISME Suatu paham bahwa pandangannya yang paling benar dan tidak melihat kenyataan; ANDROGINI watak seseorang yang suatu menampakkan sifat-sifat maskulin dan suatu saat feminin

  40. PERKEMBANGAN ILMU ADMINISTRASI • (MENURUT RALPH C. DAVIS & ALAN C. FILLEY, 1990, PP 13-16); • PHASE SCIENTIFIC MANAGEMENT KONSEP YG DIKEMBANGKAN; STUDI GERAK & WAKTU, INSENTIF, KARTU INSTRUKSI, STANDAR SYARAT KERJA; • PHASE ADMINISTRATIVE (1930-1950) KONSEP YG DIKEMBANGKAN FUNGSI2 MGT. POCCC, DG PENEKANAN PD PRINSIP PEMBAG. PEK, WEWENANG & TANGGUNGJAWAB, KESATUAN PERINTAH, RENTANG KENDALI; • PHASE INDUSTRIAL RELATIONS DG KONSEP YG DIKEMBANGKAN ; PERSONNEL MANAGEMENT, HUMAN RELATIONS, LABOR RELATIONS; • PHASE BEHAVIORAL DECISION THEORY DG KONSEP YANG DIKEMBANGKAN DARI PSIKOLOGI, SOSIOLOGI DAN ANTHROPOLGY

  41. PERKEMBANGAN ILMU ADMINISTRASI(MENURUT SCHEVERMONT Jr, 1997) • PHASE KLASIK  TEORI BIROKRASI, TEORI ADMINISTRASI MODERN DAN TEORI MANAJEMEN ILMIAH; • PHASE NEO KLASIK  BEHAVIORALISME PSIKOLOGI INDUSTRI & ORGANISASI; • PHASE KUANTITATIF PENGGUNAAN TEKNIK-TEKNK KUANTITATIF DALAM ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN;

  42. PERKEMBANGAN ILMU ADMINISTRSI(MENURUT ROBBINS & COULTER, 1999) TEORI KLASIK (TEORI ADMINISTRASI UMUM DAN TEORI MANAJEMEN ILMIAH) PENDEKATAN KUANTITATIF PENDEKATAN PERILAKU

  43. PERGESERAN PARADIGMA MANAJEMEN • MANAGEMENT BY DOING: ORIENTASI PADA PELAKSANAAN, DAN PIMPINAN MASIH SANGAT DOMINAN DALAM SETIAP AKTIVITAS ORGANISASI; • MANAGEMENT BY DIRECTING: PADA TAHAPAN INI, YANG MENJADI ISU UTAMANYA ADALAH PENGARAHAN, DAN KOMANDO; • MANAGEMENT BY RESULT/MBO: PADA TAHAPAN INI TELAH TERJADI PERGESERAN DARI PENGENDALIAN (COMMAND AND CONTROL) MENJADI PENENTUAN TUJUAN, PENETAPAN SASARAN, DAN TARGET, SERTA MULAI DIKEMBANGKAN MOTIVASI PEGAWAI; • MANAGEMENT BY PROCESS: ORIENTASI PADA TAHAPAN INI PADA NILAI-NILAI, DAN YANG PENTING UNSUR SDM TELAH DI DUDUKKAN SEBAGAI SUMBER DAYA POTENSI YG. NILAINYA TERUS DAPAT DIKEMBANGKAN; • MANAGEMENT BY KNOWLEDGE: PADA TAHAPAN INI, MANAJEMEN TIDAK HANYA BERKAITAN DENGAN MODAL MATERIAL, TETAPI PADA HUMAN CAPITAL, BRAIN CAPITAL, INTELECTUAl, EMOTIONAL CAPITAL, BAHKAN PADA SPIRITUAL CAPITAL, SERTA LEBIH DIKEMBANGKANNYA NETWORKING, TEKNOLOGI INFORMASI, DAN PENGEMBANGAN TIM YANG DINAMIS.

  44. PENGGOLONGAN ILMU ADMINSITRASI • ADMINISTRASI NEGARA • ADMINISTRASI BISNIS/SWASTA • ADMINISTRASI INTERNASIONAL • ADMINISTRASI SOSIAL

  45. Ilmu Administrasi Negara (Publik) • Adalahilmu yang mempelajarisemuaproses, manajemen, organisasidan individual (sebagaiofficial) sehubungandenganpelaksanaanperaturanperundang-undangan yang dibuatolehbadanlegislatif, eksekutifdanperadilan. Definisiinimencakupkegiatanformulasi, penetapankebijakan, implementasikebijakandanevaluasikebijakan.

  46. Robert Presthus (1975): “Public Administration is concerned with the institutional framework of government, its socio-economic and political milieu, and the behavior of individuals who man the bureaucratic machine”. • Levine et al. (1990): “Issues of public administration can be arrayed on a continuum that runs from macro to micro”.

  47. George J. Gordon, 1982) • Public administration may be defined as all processes, organizations, and individuals (the later acting in official positions and roles) associated with carrying out laws and other rules adopted or issued by legislatures, executives, and courts. (

  48. Administrasi Negara yang TradisionalberdasarkanAsumsi: • Bersikapnetral, profesional, ditanganiolehpegawainegerisipil yang kompetendanspesialis • Dibawahkendalichiefexecutive • Mematuhikeinginanbadanlegislatif • Dibawahpengawasanbadanlegislatif

  49. Pengaruh Sistem Politik terhadap Administrasi Negara • Adm. Negara Amerika Serikat dipengaruhi oleh kekuasaan pemerintahan yang tidak terpusat tetapi terpecah dan tersebar. • Dinamika administrasi negara ditandai oleh ke-vacuum-an dan konflik kekuasaan. • Administrator mempunyai diskresi yang cukup luas sehingga memungkinkan mengambil inisiatif kebijakan.

  50. Public Adm. Vs Business Adm • Adm. Publikpendekatannyalebihmakrotidakhanyatentang organization entity (wujud/keberadaan org) tetapijugamencakupeksternalities yang menjaditanggungjawabpemerintahdankepentinganmasyarakat • Adm. Privat (swasta) pendekatannyalebihmikroyaitumenurutkepentinganperusahaansebagaisuatuorganisasidanbermotifmencarikeuntungan