1 / 34

Konsistensi Paradigma , Teori dan Konsep dalam Aplikasi Penelitian / Kuantitatif ”.

Konsistensi Paradigma , Teori dan Konsep dalam Aplikasi Penelitian / Kuantitatif ”. Dr. Ilham Prisgunanto, SS, M.Si. Pelatihan Metodologi Penelitian Kuantitatif untuk dosen dan mahasiswa Tugas Akhir , 4/4/2013 FIKOM Universitas Budi Luhur. Paradigma dalam Ilmu Sosial.

aurora
Download Presentation

Konsistensi Paradigma , Teori dan Konsep dalam Aplikasi Penelitian / Kuantitatif ”.

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KonsistensiParadigma, TeoridanKonsepdalamAplikasiPenelitian /Kuantitatif”. Dr. Ilham Prisgunanto, SS, M.Si PelatihanMetodologiPenelitianKuantitatifuntukdosendanmahasiswaTugasAkhir, 4/4/2013 FIKOM Universitas Budi Luhur

  2. ParadigmadalamIlmuSosial OBYEKTIVISTIK/NATURALISTIK SUBYEKTIVISTIK

  3. PemetaanParadigmaDalamFilsafatIlmu

  4. APA KEUNGGULAN KUANTITATIF • Kualitaspenelitiannyasangatterukurterutamamenyoalobyektivitas. • ApaReliabilitasitu? - Reliabilitas (Internal cronbah alpha > 0,6) • ApaValiditasitu? - Validitas (Internal regresi > 0,6) (menurutKriyantono/Sugiyono)

  5. PEMBAGIAN Kualitas OBYEKTIVITAS RISET Kuantitatif Pengukuran reliabilitas & equivalent homogen • Uji hipotesis; • (hubungan, • Kausalitas, • tingkat • Perbedaan, • Deskriptif biasa Sampelmewakili semuakondisi denganrumus Penarikansampel Konteks Penelitian dan setting riset yang diadakan

  6. ValiditasTinggi, ReliabilitasRendah

  7. ValiditasRendah, ReliabilitasTinggi

  8. ReliabilitasTinggi, ValiditasTinggi

  9. MetodeUjiReliabilitasdanValiditas Internal • MetodeUlang • TeknikBelahDua • TeknikBentukPararel

  10. Cara HitungDalam SPSS • Gunakansarana analysis • CariAlpha Cronbah - if item delete • Lihatnilaitotalnya • Padacorrected item – gunasebagaipengukurvaliditas • Bisadihapuspadadaftarpertanyaan yang tidak valid • Terlihatdariif item deleted bilaada yang lebihbesardari total itu yang tidak valid.

  11. Variabel-Variabel • Variabelmerupakanbagianinti yang akandiujidalampenelitian. Variabelitusendiridapatdibagimenjadidua, yakni; • Variabel Terikat (independent variable) biasanya diwakili notasi X Merupakan faktor, perubahan atau perbedaan statusnya dijelaskan atau dipengaruhi, diramalkan dalam kelangsungan penelitian empiris (tetap) 2. Variabel Bebas (dependent variable) biasanyadiwakilinotasi Y Merupakan faktor yang dimanipulasi oleh peneliti (selalu bergerak). Y X

  12. Univariat, Bivariat dan Multivariat • Istilahunivariat, bivariatdanmultivariatdikaitkandenganpenggunaanvariabeldalampengujianhipotesis. 1. UNIVARIAT • Bilahanyamenggunakansatuvariabeldinamakanunivariat Misal: • Persepsimasyarakatterhadapkenaikan BBM • PerilakuDosendalamPengajaran Kognitif Persepsi Afektif Konatif

  13. Univariat, Bivariat dan Multivariat 2. BIVARIAT Bivariat; menggunakanduavariabel yang diujidalampenelitian. Misal • PengaruhIklanterhadapPemahamanProduk • Tingkat PerbedaanAntaraPenontondanBukanPenonton Program “Komedi Tengah Malam” terhadapPenyimpanganSeks Paham Produk Iklan Jenis Tontonan Sikap

  14. Univariat, BivariatdanMultivariat 3. MULTIVARIAT • Menggunakanujihipotesis yang lebihdariduavariabel. • Analisisdenganmenggunakananalisisjalur (path analysis) Purna Jual Kualitas Brand Loyalitas Harga

  15. IntiRisetKuantitatifdiJenis Data Jenis data adalahhal yang utamadalammelakukanrisetkuantitatif. Jenis data menentukanujihipotesis yang dapatdilakukan Jenis data menentukanrumus yang bisadigunakandalampenelitian

  16. Jenis data Nominal Ordinal Interval Ratio

  17. Data Nominal Jenis data yang membagiduakelompok yang berbeda. Misalnya: jeniskelamin, pernahmerasakanatautidakdan lain-lain. Jenis data inihanyabisadiolahdenganoperasi binomial

  18. Data Ordinal Data yang digunakanbukanbobotsebenarnya. Misalnya ; skalaLikert (SS, S, RR, TS, STS) Ataustasiun TV apa yang adatonton? Pengolahandenganrumus chi kuadrat, saja, rumusregresitidakberlaku

  19. Data Interval Data yang adarentang yang dibuat Adatitiknol yang sama Misalnya; Usia ? 23-35 tahun Bisadiolahdenganrumusapasaja.

  20. Data Ratio Data yang memilikititiknol Adaperbedaanbobot yang jelasantarasatudengan yang lain Misalnya : Nilaiulangan : 70 , 10, Data tertinggi yang bisadiolahdenganrumusapasajakarenadatanyaadalahsempurna

  21. TEORI DAN BANGUNAN OPERASIONAL KONSEPTUAL • Teoriituterdiridari: • Operasionalisasikonseptual • Preposisi, Penalaran/ Silogisme • Hipotesis

  22. Penjelasan • Teori adalah kumpulan konsep-konsep yang berhubungan berdasarkan preposisi-preposisi penalaran yang berlaku (model silogisme). • Teori berasal dari kumpulan konsep yang berhubungan satu dengan yang lain berdasarkan silogisme yang ada. • Konsep adalah sesuatu yang sifatnya tunggal, misalnya apa konsep bangku itu, benda yang bisa diduduki dan terbuat dari kayu juga dipaku pada ujung-ujungnya agar rekat.

  23. Silogisme (Preposition) / Jenis Preposisi Rumusan: • Semua P adalah Q • P1 adalah P • Jadi P1 adalah Q 1. Silogisme kategorik, Ini adalah Silogisme yang paling dikenal masyarakat: Contoh: • Orang Indonesia makan nasi • Pak Ilham orang Indonesia, • Pasti pak Ilham makan nasi

  24. Silogisme (Preposition) / Jenis Preposisi 2. Silogisme bersyarat, Premis harus ada syarat, sehingga kesimpulan benar, Contoh: • Bila pak Ilham naik motor ke kampus pasti tepat waktu • Pak Ilham pasti tepat waktu Rumusan • Jikalau P dalam Q • maka akan terjadi R • P1 dalam keadaan Q

  25. Silogisme (Preposition) / Jenis Preposisi • P harus memilih Q atau R • (Q dan R terjadi serempak) • P1 memilih R • Jadi P1 tidak mungkin memilih Q 3. Silogisme alternatif, Dalam preposisi ini ada dua alternatif, namun hanya satu saja yang dipilih, Kesimpulan mengarah pada yang dipilih. Contoh: • Dodo disuruh memilih kuliah di jurusan komunikasi atau teknik mesin • Dodo memilih komunikasi • Berarti Dodo tidak kuliah di jurusan teknik mesin

  26. Silogisme (Preposition) / Jenis Preposisi 4. Silogisme Disjungtif (melerai) Jenis ini premis pertama memiliki dua pernyataan yang setara diikuti dengan ketentuan melerai. Contoh • Mahasiswa Lulus Cum Laude, bila nilai Indeks Prestasi di atas 3,75, lulus masa studir kurang dari 4 tahun dan berprestasi pada satu kegiatan mahasiswa. • Nilai Indeks Prestasi Deddy di bawah 3,75 • Jadi tidak mungkin Deddy lulus Cum Laude • Tidak mungkin P yang sedang dalam keadaan R bakal menjadi Q • P dalam keadaan R • Jadi tidak mungkin P bakal Q

  27. Silogisme-silogisme dan preposisi-preposisi inilah yang membuat bangunan operasional konseptual sebuah teori. (Hukum-hukumnya yang mereka buat

  28. OPERASIONALISASI KONSEP Adalah; Pola dan sistem yang berlaku dan dapat menjelaskan teori. Terdiri dari: • Abstraksi ide-ide Adalah abstraksi atau model ringkas dari pemikiran teori tersebut berjalan. Dengan demikian konseptualisasi adalah ringkasan dari ide-ide yang ada. Tanpa ada ide-ide di dalamnya teori tidak dapat berbunyi dan memberikan statement terhadap suatu pola dan tindakan. • Variabel-variabel Variabel adalah bagian terkecil dari operasional konseptual dari teori-teori yang ada. Biasanya kumpulan variabel disebut dengan istilah kategorisasi atau ada juga yang menyebutnya dengan dimensi-dimensi. Semua bebas berdasarkan pemikiran dan pendapat yang ada.

  29. Contoh Teori: • Teori Komunikasi Pemasaran “Komunikasi Pemasaran dapat dikatakan berhasil bila memenuhi aspek-aspek; 4 P; Product, Place, Price and Promotions” (menurut Philips Kotler)

  30. Pecahkan Teori • Kategori (4P); • Product; Produk bagus dan klaim mudah pasti disenangi dan digandrungi orang • Price; Harga sesuai (murah) pasti akan diminati pembeli • Place; Bila barang mudah didapat distibusinya pasti dipilih pembeli • Promotion; Promosi dan penjelasan informasi produk penting menjadi pilihan pembeli

  31. Pembagian menurut Indikator INDIKATOR-INDIKATOR Variabel X Variabel Y Makin bagus kualitas makin baik PRODUCT Makin distributif makin baik PLACE Komunikasi Pemasaran Harga murah makin baik PRICE MARKETING MIX Makin dipromosikan makin baik PROMOTION

  32. Contoh Teori Komunikasi Massa • Teori Two Step Flow, oleh Lazarfeld: “ Televisi (media massa) mampu mempengaruhi sikap Pemirsa dalam dua tahap”

  33. Pemecahanteori Opinion Leader Tayangan Televisi Sikap Pemirsa Terpengaruh/ Tidak X Y Frekuensi Jenis tayangan Lama menonton Niat lakukan tindakan Menunju ke tindakan Melakukan Sering melakukan

More Related