1 / 12

RESEPTOR KANAL ION NA

Kelompok I. RESEPTOR KANAL ION NA. Anggota : Harisa Nida K. G1F009011 Hanung Puspita G1F009054 Nurmaningtias Fitri R. G1F011007 Dyah Ayu Wulandari G1F011003 Dwi Justitia Aprilia G1F011009 Imroatul Kanza Ayu A. G1F011017 Abner Edi Sutjipto G1F011021

nat
Download Presentation

RESEPTOR KANAL ION NA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Kelompok I RESEPTOR KANAL ION NA Anggota : Harisa Nida K. G1F009011 Hanung Puspita G1F009054 Nurmaningtias Fitri R. G1F011007 Dyah Ayu Wulandari G1F011003 Dwi Justitia Aprilia G1F011009 Imroatul Kanza Ayu A. G1F011017 Abner Edi Sutjipto G1F011021 Ade Rizky Nurazhar G1F011023 Rahmi Kania Soraya G1F011035 Reza Satria Bayuaji G1F011053 Inne Rosalina G1F011055

  2. KANAL ION NA Kanal Na tergantung voltage merupakan golongan protein membran yang memediasi masuknya dengan cepat ion Na+ Bertanggung jawab terhadap potensial aksi dengan membuka jika terjadi depolarisasi membran Heterooligomer yg tersusun dari subunit α dan β (Subunit α t.d 4, domain,masing-masing terlipat menjadi 4 heliks transmembran, terhubung dgn potein lain seperti subunitsβ)

  3. Deaktivasi (resting)  perubahan konformasi untuk kembali pada kondisi istirahatnya (kanal diblok pada sisi intraseluler oleh activation gated) Aktivasi terjadi depolarisasi dimana kanal terbuka, Na+ masuk Inaktivasi  terjadi repolarisasi dimana kanal tertutup segera sesudah depolarisasi

  4. Pembukaan kanal ion Na menyebabkan ion Na dapat masuk melintasi membran dan menyebabkan depolarisasi. Depolarisasi tadi dapat menyebabkan kanal Na di sebelahnya membuka dan menyebabkan depolarisasi di kanal tersebut, lalu depolarisasi tadi akan menyebabkan pembukaan kanal di sebelahnya lagi.

  5. ANESTESI LOKAL Anestesi lokal (kokain, lidokain, prokain) dapat melintasi membran sehingga berikatandengan sisi sitoplasmik kanal Na menyebabkan kanal terinaktivasi. Terjadinya blokade kanal menghambat hantaran transmisi impuls rasa sakit

  6. Con’t Pusatkerja : membransel MK : • Memblokirkonduksiimpulsdgnjalanmencegahkenaikanpermeabilitasmembranselthd ion Na+ ( ygberperanpadapotensialaksisaraf ) 2. Secarabersamaanakanmeningkatkanambangrangsang, mengurangieksitabilitasselsehinggakelancaranhantaranjaditerhambat.

  7. Epilepsi Epilepsimerupakansuatugangguanfungsionalkronikpadaotak yang ditandaiolehaktivitasseranganberulang, bisaberupakejang. Banyak neurotransmitter asam amino yang telahdiyakiniberimplikasipadaseranganepilepsi, diantaranya GABA danGlutamat, keduanyamenjadifokuskerjaobat-obat anti kejang (anti epilepsi)

  8. Kanal ion Na (sepanjang akson) MEKANISME TERJADINYA EPILEPSI Kanal ion Ca di post sinaps Mendorong vesikel berisi neurotransmitter (Glutamat yang berupa excitatory) Ca keluar dari post sinaps Berikatan dengan troponin Fosforilasi aktin miosin Kontraksi otot rangka

  9. Obat antiepilepsi Fenitoin menstabilkan membran sel saraf terhadap depolarisasi dengan cara mengurangi masuknya ion-ion natrium dalam neuron pada keadaan istirahat atau selama depolarisasi.

  10. ARITMIA JANTUNG Perubahan pada frekuensi dan irama jantung yang disebabkan oleh konduksi elektrolit abnormal atau otomatis. Mekanisme kerja obat antiaritmia: obat obat antiaritmia kelas 1 bekerja dengan menghambat kanal natrium yang sensitif voltase oleh mekanisme yang sama dengan kerja anestesi lokal. Penurunan kecepatan masuknya natrium memperlambat kecepatan kenaikan fase nol dari potensi yang aksi Karena itu, obat obat antiaritmia kelas 1 umumnya menyebabkan penurunan aksi eksitabilitas dan kecepatan konduksi.

More Related