persamaan umum kehilangan tanah n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
PERSAMAAN UMUM KEHILANGAN TANAH PowerPoint Presentation
Download Presentation
PERSAMAAN UMUM KEHILANGAN TANAH

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 19

PERSAMAAN UMUM KEHILANGAN TANAH - PowerPoint PPT Presentation


  • 229 Views
  • Uploaded on

PERSAMAAN UMUM KEHILANGAN TANAH. The Universal Soil Loss Equation (USLE).  Memprediksi erosi suatu bidang tanah  Dikembangkan oleh Wischmeier dan Smith (1965,1978)  Suatu model erosi yang dirancang untuk memprediksi erosi jangka panjang dari suatu bidang tanah.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'PERSAMAAN UMUM KEHILANGAN TANAH' - miriam-nolan


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
persamaan umum kehilangan tanah

PERSAMAAN UMUM KEHILANGAN TANAH

The Universal Soil Loss Equation (USLE)

slide2

 Memprediksi erosi suatu bidang tanah

 Dikembangkan oleh Wischmeier dan Smith (1965,1978)

 Suatu model erosi yang dirancang untuk memprediksi erosi jangka panjang dari suatu bidang tanah.

slide3

Persamaan USLE:

A = R K L S C P

Dimana:

A = Banyaknya tanah yang tererosi (ton/ha/tahun)

R = Faktor curah hujan dan aliran permukaan, Indeks erosi hujan.

Adalah perkalian energi total hujan (E) dengan intensitas hujan 30 menit (I30).

K = Faktor erodibilitas tanah, laju erosi per indeks erosi hujan.

L = Faktor panjang lereng, nisbah besarnya erosi dengan panjang lereng tertentu.

S = Faktor kecuraman lereng.

C = Faktor vegetasi penutup tanah dan pengelolaan tanaman.

P = Faktor tindakan khusus konservasi tanah.

slide4

FAKTOR EROSIVITAS HUJAN (R)

Data curah hujan, dari pengukur otomatik (ombrograf)

Weischmeier dan Smith (1958,1978)

R = EI30 = E (I30.10-2)

Dengan:

E = Energi kinetik selama periode hujan (ton.meter/ha)

I30 = Intensitas maksimum 30 menit (cm/jam)

Dimana,

E = 210 + 89 log i

Dengan: i = Intensitas hujan (cm/jam)

slide5

Data curah hujan biasa (ombrometer)

Lenvain (1975)

Hubungan EI30 dengan curah hujan rata-rata tahunan (R)

EI30 = 2,34 R1,98

slide6

Bols (1978)

Menduga EI30 dari data curah hujan bulanan, yaitu

EI30 = 6,119 (RAIN)1,21 (DAYS)-0,47 (MAXP)0,53

Dimana:

EI30 = Indeks erosi hujan bulanan

RAIN = Curah hujan rata-rata bulanan (cm)

DAYS = Jumlah hari hujan dalam satu bulan (hari)

MAXP = Curah hujan maks. selama 24 jam pada bulan tsb.(cm)

Catatan:

EI30 tahunan = jumlah EI30 bulanan

slide7

FAKTOR ERODIBILITAS TANAH (K)

Dihitung dengan menggunakan nomograf (lampiran).

Harus diketahui, persentase debu, pasir, dan bahan organik tanah. Atau,

Dihitung dengan persamaan:

100K = 1,292 [2,1M1,14(10-4)(12–a)+ 3,25(b–2)+ 2,5(c–3)]

Dimana:

M = (%pasir sgt halus + %debu) x (100 - % liat)

a = % bahan organik

b = kode struktur tanah (Tabel 1)

c = kelas permeabilitas profil tanah (Tabel 2)

Keterangan:

Pasir ( 2,0 – 0,1 mm)

Pasir sangat halus ( 0,1 - 0,05 mm)

Debu ( 0,05 – 0,02 mm)

Liat ( < 0,02 mm)

slide8

Tekstur

Nilai

Tekstur

Nilai

2

15

16

20

23

26

33

Geluh berdebu

Pasir

Geluh berpasir

Pasir geluhan

Geluh

Geluh berdebu

Debu

38

43

45

45

46

68

74

Lempung berat

Lempung pasir

Lempung pasir halus

Lempung ringan

Lempung berdebu

Liat berdebu

Geluh berlempung

Tabel 1. Kode Tekstur tanah

Tabel 2. Kode struktur tanah

slide9

Tabel 3. Kode Permeabilitas Profil tanah

Tabel 4. Kode kandungan bahan organik

slide10

FAKTOR PANJANG LERENG (L) dan KECURAMAN LERENG (S)

 Diukur dari tempat mulai terjadinya aliran air di atas permukaan tanah sampai ke tempat mulainya terjadi pengendapan disebab kan pengurangan kecuraman lereng atau terdapat saluran.

Persamaan:

L = (X/22)m

Dimana:

X = Panjang lereng (meter)

m = konstanta,

0,5 untuk kecuraman >5%

0,4 untuk kecuraman 3,5% – 4,5%

0,3 untuk kecuraman 1% - 3%

0,2 untuk kecuraman < 1%

slide11

Nilai Faktor S dicari dengan persamaan:

Sudut lereng () derajat

S = 65,41 Sin2 + 4,56 Sin2 + 0,065

Kecuraman lereng (%)

S = (0,43 + 0,3 s + 0,043 s2) / 6,613

s = kecuraman lereng (%)

slide12

Dalam prakteknya, nilai L dan S dihitung sekaligus dengan

Persamaan:

LS =  X (0,0138 + 0,00965 s + 0,00138 s2)

Dimana:

X = Panjang lereng (meter)

s = Kecuraman lereng (%)

Atau,

Mempergunakan nomograf (terlampir)

slide13

FAKTOR VEGETASI (C) dan TINDAKAN KONSERVASI (P)

ÞMerupakan faktor yang paling bisa diatur dalam pengelolaan erosi.

ÞTerdapat nilai T (nilai erosi yang dapat ditoleransi) sebagai faktor pembatas. Jadi nilai A harus ≤ nilai T.

T

ÞCP ≤

R K L S

slide14

Sifat Tanah dan substratum

Nilai T

Ton/acre/th

Ton/ha/th

1. Tanah dangkal di atas batuan

0,5

1,12

2. Tanah dalam di atas batuan

1,0

2,24

3. Tanah dengan lapisan bawah (subsoil) padat, di atas substrata yang tidak terkonsolidasi (telah mengalami pelapukan)

2,0

4,48

4. Tanah dengan lapisan bawah berpermeabilitas lambat, di atas bahan yang tidak terkonsolidasi (telah mengalami pelapukan)

4,0

8,96

5. Tanah dengan lapisan bawah berpermeabilitas sedang, di atas bahan yg tidak terkonsolidasi

5,0

11,21

6. Tanah yang lapisan bawahnya permeabel (agak cepat, di atas bahan yang tidak terkonsolidasi.

6,0

13,45

Tabel 5. Pedoman penetapan Nilai T

slide15

No

Tindakan khusus konservasi tanah

Nilai P

1.

Terras bangku(1):

-      Konstruksi baik

-      Konstruksi sedang

-      Konstruksi kurang baik

-      Terras tradisional

0,04

0,15

0,35

0,40

2.

Strip tanaman rumput Bahia

0,40

3.

Pengolahan tanah dan penanaman menurut kontur:

-      Kemiringan 0 – 8%

-      Kemiringan 9 – 20%

-      Kemiringan > 20%

0,50

0,75

0,90

4.

Tanpa tindakan konservasi

1,0

Tabel 6. Nilai faktor P untuk berbagai tindakan konservasi tanah

(1)Konstruksi dinilai dari kerataan dasar dan keadaan talud terras

slide16

Kemiringan tanah (%)

Penanaman strip

Penanaman mnrt kontur

Terras lebar

(1)

(2)

P

(2)

P

P

1 – 2

3 – 5

6 – 8

9 – 12

13 – 16

17 – 20

21 - 25

40

30

30

24

24

18

15

240

180

120

70

48

36

30

0,30

0,25

0,25

0,30

0,35

0,40

0,45

120

90

60

36

24

18

15

0,60

0,50

0,50

0,60

0,70

0,80

0,90

0,12

0,10

0,10

0,12

0,14

0,16

0,18

Tabel 7. Nilai faktor P dan batas panjang lereng

Cat: - (1)=Lebar strip (m); (2)=Panjang lereng maks (m); P=Nilai faktor P

- Penanaman dalam strip antara tanaman semusim dan rumput (rasio pergiliran: 4 – 2).

slide18

Tugas

Diketahui bahwa kondisi tanah di daerah tersebut adalah tanah lempung berdebu, struktur masif, kandungan bahan organik tinggi, permeabilitas sedang sampai lambat dan tanah tersebut memiliki lapisan bawah (subsoil) padat, di atas substrata yang tidak terkonsolidasi. Panjang lerengnya mencapai 50 meter dan kemiringan lahannya 5%.

Berilah saran bagi petani di daerah tersebut, tanaman apa yang seharusnya ditanam dan tindakan pengelolaan apa yang sepatutnya dilakukan.