menghadapi mea 2 015 n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Menghadapi MEA 2 015 PowerPoint Presentation
Download Presentation
Menghadapi MEA 2 015

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 33

Menghadapi MEA 2 015 - PowerPoint PPT Presentation


  • 488 Views
  • Uploaded on

Menghadapi MEA 2 015. Direktorat Kerja Sama ASEAN, Ditjen KPI, Kemendag Tanjung Redeb , 19 Maret 2014. Pesan Kunci. AEC adalah komitmen yang dibangun oleh 10 negara ASEAN untuk meningkatkan perekonomian kawasan

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Menghadapi MEA 2 015' - mary


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
menghadapi mea 2 015

Menghadapi MEA 2015

Direktorat Kerja Sama ASEAN, Ditjen KPI, Kemendag

TanjungRedeb, 19 Maret 2014

slide2

Pesan Kunci

  • AECadalahkomitmen yang dibangunoleh 10 negara ASEAN untukmeningkatkanperekonomian kawasan
  • Melalui upaya  meningkatkandaya saing perdagangan dan investasi kawasan ASEAN di pasar global
  • Tujuan  terciptanya pertumbuhan ekonomi yang merata, peningkatan tarafhidupmasyarakat, danpenurunan angkakemiskinan.
  • AEC menawarkan peluang peningkatan perekonomian Indonesia, namun harus ada perubahan mindset dari semua stakeholder (pemerintah & dunia usaha) dalam menghadapi tantangan AEC.
  • Semua stakeholder harus bersama-sama berperan aktif dalam peningkatan daya saing Indonesia untuk menjadi “champion” dalam AEC dan pengembangan ASEAN sebagai “a hub of global supply chain”
slide3

Perjalanan ASEAN

P E R L U A S A N

1984: BRU

1995: VN

1967: INA, MAL

PHI, SIN, THA

2004: ASN-China

EAFTA Study

1997: LAO, MYM

2006: ASN-KOR

CEPEA Study

1977: PTA

1999: CAM

2008: ASN-JAP

1992: CEPT AFTA

2009: ASN-ANZ;

ASN-India;

ASN-China Investment;

ASN Korea Investment

1995: AFAS

1997: ASEAN Vision 2020

1998: AIA

2010: ASEAN Plus Working Groups on ROO, Tariff Nomenclature, Customs, Ec Cooperation

P E N D A L A M A N

2003: 3 Pillars of ASEAN Community 2020;

11 Priority Integration Sectors (PIS)

2005: Logistics as PIS

2011: ASEAN Framework for Regional Comprehensive Economic Partnership

2007: AEC 2015; ASEAN Charter; AEC Blueprint

2008: first year of AEC Blueprint;

ASEAN Charter entered into force

2012: Launching of

Regional Comprehensive Economic Partnership

2009: ATIGA, ACIA, AEC Scorecard

ASEAN Economic

Community 2015

2009: Roadmap for an ASEAN Community 2009-2015

2010: Connectivity Master Plan

2011: ASEAN Framework for Equitable

Economic Development

slide5

CETAK BIRU AEC 2015

ASEAN Economic Community

Strategic Schedule

slide6
Memuatrencanaaksidan target waktuhinggatahun 2015 melalui 4 pilar AEC:

1. PasarTunggal dan Basis ProduksiRegional: arusbarang, jasa, dan investasi yg bebas, tenagakerja yang lbh bebas, arus modal yang lebihbebas, Priority Integration Sectors (PIS), sertapengembangansektor food-agriculture-forestry;

2. KawasanBerdaya-saingTinggi: kebijakanpersaingan,

perlindungankonsumen, HKI, pembangunaninfrastruktur, kerjasamaenergi, perpajakan, e-Commerce;

3. KawasandenganPembangunanEkonomi yangMerata: pengembanganUKM, prakarsabagiintegrasi ASEAN (CLMV);

4. IntegrasidenganPerekonomianDunia: pendekatankoherenterhadaphubunganekonomieksternal, partisipasi yang semakinmeningkatdalamjaringansuplai global.

AEC Blueprint

Implementasi ditingkat ASEAN maupuntingkatnasional sejak 2008dan dimonitor  AEC Scorecard.

kemajuan p encapaian t arget d ievaluasi melalui aec scorecard asean wide
KemajuanPencapaianTargetDievaluasimelaluiAEC Scorecard (ASEAN-wide)
  • AEC Scorecard Periode 2008-2013
  • (ASEAN-wide) per Oktober 2013: 79,7%
slide9

Arti ASEAN bagi Indonesia: Investasi

Sumber: BKPM, Realisasi PMA, Juni 2013 (Value in US$ Billion)

slide10

LangkahPemerintah

  • Inpres No. 5/2008 tentang Fokus Program Ekonomi
  • Inpres No. 11/2011 tentang Pelaksanaan Komitmen Cetak Biru Masyarakat Ekonomi ASEAN
  • Keppres No. 23/2012 tentang Susunan Keanggotaan Sekretariat Nasional ASEAN
  • Program pembangunan seperti MP3EI
  • Program Sistem Logistik Nasional (Sislognas)
  • Penyusunan Inpres dan Roadmap Daya Saing
  • Policy Paper kesiapan Indonesia menghadapi AEC
  • PembentukanKomiteNasional AEC 2015
  • UKP4 – Monitoring Langkah Pemerintah
  • Permasalahan:
  • Kebijakannasionalkurangvisioner
  • Koordinasiterhambatolehpendekatansektoral
  • KoordinasiPusat – Daerah kurangefektif
slide11

Salahsatufaktorpenyebabmasihadanyabeberapa program yang masihdalamprosespenyelesaianyaitumasihdalamtahapfinalisasiregulasidanratifikasi.

upaya lain yang telah dilakukan pemerintah untuk menghadapi aec
UpayaLain yang telahdilakukanPemerintahuntukmenghadapi AEC
  • Peningkatandayasaingakandititikberatkankepadaisustrategis:
    • PeningkatanIklimInvestasidan Usaha,
    • Percepatan Pembangunan Infrastruktur,
    • Peningkatan Pembangunan IndustridiBerbagaiKoridorEkonomi, dan
    • PenciptaanKesempatanKerjakhususnyaTenagaKerjaMuda
slide13

Perbaikan infrastruktur fisik: transportasi, telekomunikasi, jalan tol, pelabuhan, revitalisasi dan restrukturisasi industri, dan lain-lain.

  • Peningkataniklim usaha yang kondusif dan mengurangi ekonomi biaya tinggi vide reformasi bidang perpajakan, kepabeanan, dan birokrasi;
  • Reformasi kebijakan: penyesuaian, persiapan dan perbaikan regulasi ;
  • Peningkatan kualitas sumber daya manusia di birokrasi, dunia usaha ataupun professional vide sistem pendidikan nasional
  • Pengembangan industri prioritas yang berdampak luas dan komoditi unggulan;
  • Reformasi kelembagaan dan kepemerintahan
slide14

Pengembangan sektor energi yang akan mendukung produksinasional;

  • Penciptaan national social safety net melalui kerangka kebijakan pengamanan
  • Mengintergrasikan komitmen AEC dengan MP3EI 6 (enam) koridor keunggulan ekonomi mencakup, sumber daya alam, industri dan jasa, pariwisata dan pangan, proses produksi tambang dan energi nasional, proses dan produksi perikanan, pertanian, perkebunan, minyak, gas dan tambang, pusat pertumbuhan pangan, perikanan, energi dan tambang nasional.
  • Peningkatan awareness dan readynesspemangkukepentingannasionaltermasukmasyarakat
sinergitas pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan inpres no 11 tahun 2011
SinergitasPemerintahPusatdan Daerah dalam pelaksanaan INPRES No.11 Tahun 2011

Kemenkoselakukoordinatorpelaksanaan INPRES sejauhinibarudapatmelakukansosialisasikebeberapaPemdaterkaitpelaksanaan INPRES No. 11/2011 dansambutanPemda-pemdacukupberagam. SebagianbesarPemdatidakmemahami AEC 2015.

PadahalPemdamemilikiperan yang sangatstrategisdalammenjawabtantangan AEC 2015 secarakhususdantantanganekonomi global secaraumum, yaitumelaluipeningkatandayasainguntukmendukungpenguatanekonomidomestik.

dampak inpres no 11 2011 bagi pemerintah daerah
DampakInpres No.11/2011 BagiPemerintah Daerah

Perencanaan

Program

Kegiatan

Kebijakanpendukung

kesiapan daerah dalam menyongsong aec
Kesiapan Daerah DalamMenyongsong AEC

Kebijakanpublik/sektoral

Infrastruktur

Pelayanan

Kualitasdankompetensi SDM

inward looking karena sindrom kolam susu narasi export is good import is bad

TantanganPerdagangan

Inward-lookingkarenasindrom “kolamsusu”; narasi “export is good, import is bad”

Sementarakemajuan ICT dantransportasi/logistikmelahirkan phenomena “global value chain”

slide19

PRODUK UNGGULAN EKSPOR INA KE ASEAN

  • Tekstil dan produk tekstil: Malaysia, Thailand, dan Vietnam
  • Elektronik: Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
  • Karet: Singapura
  • Produk hutan: Malaysia, Vietnam, Singapura, Thailand.
  • Alas kaki: Singapura
  • Otomotif: Thailand, Filiipina, Malaysia, Singapura, dan Myanmar
  • Udang: Vietnam, Singapura, dan Malaysia
  • Coklat: Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand
  • Kopi: Malaysia dan Singapura
slide20

PRODUK POTENSIAL EKSPOR INA KE ASEAN

  • Kulit dan produk kulit: Vietnam, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
  • Peralatan dan instrumen medis: Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
  • Rempah-rempah untuk obat: Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Thailand.
  • Makanan olahan: Malaysia, Filipina, Singapura, Kamboja, Thailand, Myanmar dan Vietnam (ekspor makanan olahan masih minim, bahkan di Myanmar masih susah ditemui produk makanan olahan Indonesia).
  • Essential oil: Singapura.
  • Ikan dan produk ikan: Thailand, Vietnam, Singapura, dan Malaysia.
  • Produk Kerajinan: Singapura dan Malaysia.
  • Perhiasan: Singapura, Thailand, dan Malaysia.
  • Bumbu (spices): Vietnam, Singapura, Malaysia, dan Thailand.
  • Peralatan tulis selain kertas: Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura.
slide21

Tantanganlainnya…

  • Sumber Daya Manusia (spesialisasi, produktivitas)
  • Infrastruktur; Logistik; Research & Development
  • BirokrasiPusat & Daerah
  • Kepastianhukum
  • Pembiayaan/financing

Masalah lain...kenaikan TDL, kenaikan UMR, demo...

slide22

MEA 2015: Pengusaha Rotan Cirebon TakutKalahSaing

(bisnis-jabar.com)

CIREBON- Kalanganpengusaharotan di Kabupaten Cirebon Jawa Barat masihketakutanmenghadapipersainganMasyarakatEkonomiAsean (MEA) pada 2015 mendatang, karenamasihadasejumlahmasalahpadaindustrirotan yang perludiatasi.

KetuaAsosiasiIndustriPermebelandanKerajinan Indonesia (Asmindo) Cirebon Sumartjamenuturkanuntukdapatbangkitdanmengembalikankejayaaneksporrotan, butuhwaktubeberapatahunsejakpemerintahmelarangeksporbahanbakuawal 2012 lalu.

Kesulitanbahanbakudankurangnyakemampuanmendesainoleh para perajinrotanmembuatpersiapanmenghadapi MEA 2015 lebihsulitkarenapada masa tersebutpersainganakanjauhlebihberat…..

Kamis, 22 Januari 2009 EKSPORTIR CIREBON HARAPKAN PELABUHAN SAMUDERA

DitulisOleh : Yasad Ali

Cirebon, 22/1 (ANTARA) - Eksportirkota Cirebon mengharapkanpelabuhan Cirebon dijadikanpelabuhansamuderasehinggabarang yang akandiekspordanimportidakharusdikirimmelaluipelabuhanTanjungPeriuk Jakarta.

"Para eksportirtersebutinginpelabuhan Cirebon ditingkatkanstatusnyamenjadipelabuhansamudera“…..

PenerapanMasyarakatekonomi ASEAN (AEC) sudahsemakindekat. Agar Indonesia tidakmenjadipasarbagiproduk-produknegara-negara ASEAN lainnya, tentunyadiperlukankesiapandari para pelakuindustri di dalamnegeri. Selainitu, pemerintahjugaperlumenerapkansejumlahstrategidankebijakan agar AEC yang akanditerapkanmulai 2015 nantibisamemberikandampakpositifbagi Indonesia. Misalnya, menetapkansektorindustriapasaja yang akanmenjadiunggulan Indonesia.

ArifBustamanKendal, Jawa Tengah

slide23

Posisi UMKM Indonesia

  • Perananstrategis UMKM:
    • Di Indonesia (BPS-2011):
      • Jumlahnya 52,76 jutaunit;
      • Kontribusidalam PDB 56,92%;
      • Kontribusidalampenyerapantenagakerja 97,3%.
    • Di ASEAN:
      • Lebihdari 96 % perusahaan di ASEAN adalah UMKM;
      • Kontribusidalam PDB 30-57%;
      • Kontribusidalampenyerapantenagakerja 50-98%
  • Permasalahan UMKM:
    • Iklimberusahabelumkondusif (un fair business practices)
    • Keterbatasanaksespasar
    • Rendahnyaproduktivitas (teknologirendah)
    • keterbatasanakseskreditdaribank
    • Rendahnyajiwadansemangatkewirausahaan
slide24

Target Pengembangan UMKM tahun 2015

  • Produktivitas dan daya saing UMKM meningkat;
  • Perkembangan ekspor UMKM tumbuh 20% per-tahun;
  • Tumbuhnya wirausaha baru yang inovatif;
  • Meningkatnya akses kredit perbankan bagi UMKM, khususnya KUR sebesar Rp.100 triliun.
slide25

Tantangan Umum UMKM menghadapi MEA

  • Persaingan yang makin tajam, termasuk dalam memperoleh sumber daya
  • Menjaga dan meningkatkan daya saing UKM sebagai industri kreatif dan inovatif
  • Meningkatkan standar, desain dan kualitas produk agar sesuai ketentuan ASEAN (Misal ISO-26000)
  • Diversifikasi output dan stabilitas pendapatan usaha mikro = agar tidak “jatuh” ke kelompok masyarakat miskin
  • Meningkatkan kemampuan UMKM agar mampu memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang ada, termasuk dalam kerangka kerjasama ASEAN
slide26

Isu –Isu dan Tantangan khusus

Akses Finansial

  • Bank masih ragu memberikan pinjaman kepada UMKM, khususnya untuk pengusaha pemula dan UKM inovatif
  • Kewajiban penggunaan jaminan dalam pinjaman
  • Tingkat suku bunga yang tinggi bagi Usaha Mikro
  • Lembaga jaminan kredit belum ada atau terbatas
  • Pemeringkat kredit &sistem informasi kredit tidak ada
  • Lembaga keuangan non-bank kurang berkembang luas (CTH:venture capital, angel investment, factoring and leasing)
  • Sebagian besar UMKM tergantung lembaga keuangan informal

Akses Pasar

  • Kurang paham akan FTAs – implikasi dan manfaatnya
  • Aktivitas promosi ekspor terbatas
  • Penggunaane-channel and e-commerce belum meluas
  • Masih ada hambatan non-tarif
  • Kurang faham akan fasilitas perdagangan prosedur kepabeanan
  • Tidak ada marketintelligence di ASEAN dan luar ASEAN
  • Mahalnya biaya untuk menyesuaikan standar dan sertifikasi internasional(e.g. HACCP, GMP, halal, ISO, analisa sertifikasi)

Teknologydan inovasi

  • Investasi UMKM untuk R&D masih rendah sehinggaproduktivitas dan efisiensinya rendah
  • Dana untuk komersialisasi R&D tidak tersedia karena ketidakpastian permintaan, pasar dan cash flow
  • Apresiasi dan promosi UKM inovatif belum berkembang luas
  • Mahalnya biaya sertifikasi

Jasa Konsultasi dan informasi

  • Informasi masih belum terpusat
  • Biaya membuat sistem informasi virtual secara komprehensif dan terpusat masih mahal
  • Perlu melatih konselor bisnis
  • Kurang faham akan tersedianya layanan konsultasi
  • Perlu pengembangan template standar, misal perencanaan bisnis dan pemasaran bagi UMKM
slide30

Apa yang PerluDilakukan?

  • Pemerintah Daerah
  • Memanfaatkanotonomiuntukmengembangkankebijakan yang inovatif, kreatif, danharmonisasiaturanhukum yang membukaruangbagitumbuhnyaperekonomiandaerah
  • Memberdayakandaerahnyasesuaipotensi yang dimilikinyadanfokuspada core business. Misal Maluku padaperikanan, NTT padapeternakansapi, Sumbarpadapariwisata, Sumselpadaenergi, dll
  • Meningkatkankualitasdankompetensi SDM Daerah
  • Berinovasidalammengembangkan program yang implementatifdalammendukunginvestasi.
  • Membudayakancintaprodukdalamnegeri
  • Memperkuatproduklokalmelaluiinovasidankonsistensikualitasproduk
slide31

Apa yang PerluDilakukan?

Dunia Usaha:

  • Proaktiftingkatkanefisiensiusaha, inovasi, dankualitasproduk
  • Mengembangkan network dikawasan
  • Meningkatkanpromosiprodukdikawasan
  • Proaktifmembangunkomunikasidenganlembagainformasi
  • Beradaptasidenganperkembangandan trend bisnis di kawasan;

Publik:

  • Proaktifmeningkatkanpemahamanakan AEC agar dapatmengidentifikasipeluang yang dapatdiambil;
  • Proaktifmeningkatkanpotensi SDM
slide32

Apa yang PerluDilakukan?

  • Akademisi & Think-Tanks
  • Proaktifdalammeningkatkanpemahamanakan AEC;
  • Proaktifdalammembangunopinipublik yang berimbang, cerdas;
  • Proaktifdalammeningkatkankontribusipositifterhadapupayamemajukankepentingannasional Indonesia menghadapi AEC seperti: studiempiris, pembentukan ASEAN Studies Centre; dsb

Think BIG

Think ASEAN

slide33

TerimaKasih

http:// www.kemendag.go.id

http://ditjenkpi.kemendag.go.id/website_kpi/