Program Studi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan Universitas Padjadjaran 2012 - PowerPoint PPT Presentation

program studi perikanan fakultas perikanan dan ilmu kelautan universitas padjadjaran 2012 n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Program Studi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan Universitas Padjadjaran 2012 PowerPoint Presentation
Download Presentation
Program Studi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan Universitas Padjadjaran 2012

play fullscreen
1 / 52
Program Studi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan Universitas Padjadjaran 2012
270 Views
Download Presentation
leila-marsh
Download Presentation

Program Studi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan Universitas Padjadjaran 2012

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. IDENTIFIKASI BAKTERI INDIGENOUSPEreduksi LOGAM BERAT Cr (VI) DENGAN METODE MOLEKULER DI SUNGAI CIKIJING RANCAEKEK JAWA BARAT SEMINAR KOLOKIUMSYAFRUDIN LEWARU230110080114 Program Studi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan Universitas Padjadjaran 2012

  2. LATAR BELAKANG • Pencemaran sungai akibat pembangunan • Pencemaran di sungaiCikijingtelahterjadiakibatdaripembuanganlimbah yang padaumumnyaberasal dari industritekstil yang berupa Cr, Cu, dan Zn (AndaranidanRoosmini, 2010). • metodebiologiataubiodegradasiolehmikroorganismemerupakansalahsatucara yang tepat (Feliatra(1996) dalamDharmawibawa (2004)) • Badansungaidengannilai pH > 5, kromium yang terbentukberupakromiumCr (VI) (Effendi, 2003 dalam Agustinus, 2010). • Identifikasi Bakteri dengan Metode Molekuler lebih cepat dan akurat (Suryanto, 2003).

  3. Seberapa besar potensi bakteri indigenous sebagai pereduksi logam berat Cr (VI) yang diisolasidari Sungai CikijingRancaekekKabupaten Bandung. Identifikasi Masalah

  4. Tujuan Penelitian Untukmencaribakteri-bakteripotensial yang bisamenjadikandidatagenbioremediasilogam Cr (VI) di sungaiCikijingRancaekek.

  5. Manfaat Penelitian untukmengetahuijenisbakteripereduksi logamberat Cr (VI) di Sungai CikijingRancaekekKabupaten Bandung, sehinggakedepannyadapatmenjadireferensisebagaipengurangbebanpencemaranakibatlogamberat Cr di sungaitersebutatauwilayah lain.

  6. PendekatanMasalah Sungai Cikijing Tercemar logam dari Tekstil Bakteri sebagai agen biodegradasi Pencemaran sungai Bakteri Indigenous Cr, Cu, dan Zn Identifikasi Molekuler Pereduksi Logam Cr (VI)

  7. Metode Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitianinidilakukan di LaboratoriumBioteknologi Perikanan dan Kelautan FakultasPerikanandanIlmuKelautanUniversitasPadjadjaran. Sampelbakteridiperolehdari Sungai CikijingRancaekekKabupaten Bandung Jawa Barat. 2. Waktu Penelitian Waktupenelitian adalah5bulan, dimulaidaribulanMaret sampai dengan bulan Juli 2012.

  8. 3. Alat dan Bahan ALAT Proses isolasiBakteridanUjiResistensi Erlenmeyer, Thermometer, Indikatoruniversa, Kamera digital, Tabungreaksi, Raktabungreaksi,Pipet, Mikropipet, Bunsen , Cawan petri, Jarumose, L glass, Plastik wrap, Laminar, Inkubator, Timbangan digital, Alumunium foil , Autoklaf, Gelas, Plastic,Kertas Oven, Labu Erlenmeyer, Hot plate, Stearer, Kertas label

  9. IdentifikasiBakteridengan 16S rRNA EkstraksiDNA: Rakmicro tube, Micro pipet, Centrifuge, Timer, Micro Tube, Timbangananalitik, , Vortex PCR (Amplifikasi) Thermal cycler, Microtube, Micropipet, Elektroforesisgel agarose: Gelasukur, Timbangananalitik, Cetakan gel agarose, Hot Plate/Magnetic Stirrer, Alatelektroforesis, Power supply, UltravioletTransilluminator, Sendokpipih, Kamera, Komputer.

  10. BAHAN Bahan-bahan yang digunakandalampenelitianinimeliputi : IsolatBakteridanUjiResistensi • Sampel Air dan sedimen • Nutrien Agar (NA) • Nutrien Broth (NB) • NaClfisiologis • Akuades • Alkohol 70% • Spirtus • Cr Powder (K2CrO4) • DPC • Asam Sulfat (H2SO4)

  11. IdentifikasiBakteri Isolasi DNA Bakteri • Nuclease free water (NFW) • Solution I : 50 mM Glucos, 25 mM Tris.Cl (pH 8), 10 mM EDTA (pH 8) • Solution II : 0,2 N NaOH, 1 % SDS • Solution III : 5 M Potasium Asetat 60 mL, Asam Asetat Glasial 11,5 mL, H2O 28,5 mL. • Es curai • Ethanol Absolutedan ethanol 70% • TE 1/10

  12. Amplifikasi • DNA template • PCR Master Mix (KAPA 2G FAST) • Primer Forward F 16S rRNA • Primer Reverse R 16S rRNA • Nuclease Free Water Elektroforesis • Gel agarose • Larutanpemberatdanpewarna (Loading dye) • Larutan Tris glacial acetate acid EDTA (TAE) • Ethidium Bromide (EtBr) • PCR marker (IkbLadder) • Aquades

  13. PROSEDUR PENELITIAN Kultivasi/Isolasi Bakteri Sterelisasi Alat Uji Tantang Bakteri Pengambilan Sampel Air dan Sedimen Uji Reduksi Bakteri Sequencing Identifikasi Molekuler Analisis Bioinformatik

  14. 2.KultivasiBakteri • Sampel diencerkan dengan NaClfisiologis di dalam tabung reaksi. Sampel air sungai sebanyak 1 mL dan sedimen sebanyak 1 g, lalumasukkan masing-masing sampelkedalamtabungpengencer yang masing-masingberisi 9 mL akuadessecaraaseptis. • Membuatpengenceransampelpadatabung yang lain sampai 10-4, 10-5, dan 10-6 • Memindahkan 1 ml biakandaritabungpengencerkeatas media Nutrien Agar yang telahdisiapkan di dalamcawan petri, kemudianratakandenganbatang L • Diinkubasikanpadasuhu 30oC selama 2-3 hari

  15. Setelahterlihatadapartumbuhanbakteri, diambil single kolonisecepatnyadangoreskanataupindahkanke media NA yang baru. Setelahterlihattumbuhkembalipada media baru, laludilanjutipemurnian isolate hinggabenar-benartidakada isolate lain yang tumbuh • Setelahmurni, isolat dikultur dalam medium NA yang telah diperkaya K2CrO4 0,2 mg/L • Isolatdiperbanyakdalam media agar miring dancawan petri untukdilakukanujikarakteristikisolat

  16. 3. UjiTantang • Setelahdidapatkanbeberapaisolatmurnibakteri, lalu bakteri diinokulasikan ke dalam medium cair Nutrien Broth (NB) yang telah diperkaya K2CrO4 dengan konsentrasi masing-masing 50, 150, 500, 1000, dan 1500 ppm. • Kemudiandiinkubasikan kedalam incubator shakerselama18 jampadasuhu 37oC dengan kecepatan 220 rpm, untuk melihatketahananbakteriterhadaplogamberat. • Kemudian masing-masing bakteri setiap perlakuan diukur nilai Optical Density (OD) dengan panjang gelombang 600 nm untuk mengetahui tingkat kepadatan bakteri pada spektrofotometer

  17. Setelahdiketahuibeberapa isolate yang bertahanterhadaplogamberatberdasarkantingkatkepadatan, diambil yang tertinggiuntukdilanjutkanketahap uji reduksi • Setelahdiamati, dandiperolehbeberapa isolate yang dapatmereduksilogam Cr (VI), laluditeruskanidentifikasibakteridenganmetode PCR dengan 16S rRNA

  18. 4. Uji Reduksi Bakteri • Setelahdidapatkanbakteri tahan Cr (VI), lalu bakteri diinokulasikan ke dalam medium cair Nutrien Broth (NB) yang telah diperkaya K2CrO4 dengan konsentrasi masing-masing 300, 700, dan 1000 ppm. • Kemudiandiinkubasikan kedalam incubator shakerselama ±24 jampadasuhu 37oC dengan kecepatan 220 rpm • Sentrifugasi dengan kecepatan 10.000 rpm selama 5 menit, masing-masing konsentrasi untuk mendapatkan supernatan cairan Cr (VI)

  19. Buat kompleks Cr dalam tabung reaksi dari supernatan dengan komposisi : 12,5 mL Aquades pH 3, 250 µL Larutan Diphenil Charbazida 1g/400 mL aseton, sampel yang sesuai dengan faktor pengenceran • Diukur absorbansinya di dalam spektrofotometer dengan panjang gelombang 540 nm. • Plotkan pada nilai kurva standar yang telah dibuat (y = 0,1057x + 0,0025)

  20. 4. Metodemolekuler Isolasi DNA genombakteri Metodeisolasi DNA genombakteri yang digunakanadalahmetodeAlkaline Lysis. Dijelaskansebagaiberikut: • Setiapkulturdipindahkanke dalamtabungeppendorf 1,5 mL dandisentrifugasiselama30 detikpadakecepatan1200 rpm • Kemudiansupernatandibuang • Lalu sebanyak100 μLlarutan I (resuspension solution) ditambahkankedalamtiaptabunglaludiresuspensidengan di-vortex. • Selanjutnyakedalamtiaptabungditambahkan200 μLlarutan II (lysis solution) laludicampurdenganmembolak-balikkantabungbeberapa kali danbiarkanlysisterjadiselama 2-3 menit di dalam es • Setelahitu, sebanyak150μLlarutan III (neutralizing solution) ditambahkan (on ice) lalu di-vortex • Lalu didiamkan selama 3-5 menit di dalam es.

  21. Kemudiantabungdisentrifugasidengankecepatan12000 rpmselama 5 menitdalammicrocentrifuge. • Supernatan yang diperolehdipindahkan ke dalam tube baru, ditambahethanol absolute 2x volume larutan alkalin lysis (±900µL), lalu di-vortex • Laludisentrifugasipada 12000 rpm selama 5 menit. Kemudiansupernatannyadibuang. • Lalusebanyak1 mLetanol (EtOH) 70% ditambahkandandisentrifugasikembaliselama 5 menit. Kemudiansupernatannyadibuang dengan cara dibalikkan sampai kering ±10 menit . Akan terlihat pelet DNA • Pelet DNA dikeringkan, laludiresuspensidalam30 μLbuffer TE dan di-flickkemudiandisimpanpadasuhu -20°C.

  22. Amplifikasi DNA denganPCR(Sadi, 2009) • Amplifikasiinimenggunakan primer 16S rRNA

  23. Pengaturan Program PCR

  24. Elektroforesis Proses pembuatan gel agaros 1 % dengan mencampurkan bubuk agarosa sebanyak 0,4 g dalam TBE 40 ml (Thris-Borate EDTA). Gel agarose direndam secara sub marine atau terendam seluruhnya dalam running buffer yaitu TBE. 10 uL DNA hasil PCR dan penanda berat molekul dimasukkan ke dalam sumur-sumur gel. Voltase yang digunakan ntuk proses elektroforesis adalah 75 volt, dengan kuat arus 100 mA selama 60 menit.

  25. 5. AnalisisBioinformatik Hasilpurifikasiproduk PCR 16S rRNAkemudiandilakukan sequencing danselanjutnyadianalisismenggunakanperangkatbioinformatik (bioedit) dandicocokandengan data di www.ncbi.nih.nlm.govmelalui program BLAST untukmenentukanjenisdari 4 isolattersebutdari database yang ada.

  26. HASIL PENELITIAN ISOLASI BAKTERII Uji Tantang Bakteri POTENSI BAKTERI Uji Reduksi Bakteri Sequencing Analisis Bioinformatika Identifikasi Molekuler

  27. 1. ISOLASI BAKTERI • medium padat NA tetapidiperkayaoleh K2CrO4 sebesar 0,2 mg/L. • Padatahapinididapat 13 isolatbakterimurni yang dapatbertahanpada medium. Setelahitu. Dari13 isolatbakteri yang telahdiisolasihanya 10 isolatbakteri yang benar-benarmurni

  28. 2. UjiTantangBakteriTerhadap Cr (VI) Nutrien Broth (NB) yang diperkayadengan K2CrO4konsentrasi 50, 150, 500, 1000, dan 1500 ppm.

  29. Isolat Bakteri dengan Nilai OD 600 nm Tertinggi pada 1500 ppm

  30. 3. UjiReduksiBakteriterhadap Cr (VI) • Ujiinidilakukanpadakonsentrasi K2CrO4yaitu 300, 700, dan 1000 ppm didalam medium cairNutrien Broth (NB). • Perhitunganjumlahreduksibakteriterhadap Cr (VI) dilakukan denganDiphenyl Carbazida (DPC) sebagaiindikator Cr (VI) • Kurva Standar y = 0,1057x + 0,0025 • Absorbansi Reduksi

  31. PenurunanJumlahKonsentrasi Cr (VI) Selama ±24 jam

  32. A.3.3 A.2.1 S.3.14 1000 Blank Uji Reduksi pada 1000 ppm

  33. 4. IdentifikasiMolekuler 16S rRNA • Primer yang digunakan adalah primer 16S rRNAdenganurutanbasa primer • 9F (5’-GAGTTTGATCCTGGCTCAG) dan • 1492R (5’-GGCTACCTTGTTACGACTT) (Sadi, 2009). • proses isolasi DNA denganmetodeAlkalyneLysisdariSambrook(1989).

  34. HasilElektroforesisAmplikon Keterangan : M = Marker 1500 bp = Panjang pita DNA A.3.3 = Isolat DNA bakteri S.3.14= Isolat DNA bakteri

  35. Hasil PurifikasiSumber : 1st BASE Ket : DNA 1 yaitu isolat bakteri A.3.3 DNA 2 yaitu isolat bakteri S.3.14

  36. Sequencing A.3.3Sumber : 1st BASE Forward : NGGCGGTGGGGGGGGCTTATAATGCAAGTCGAGCGAATGGATTAAGAGCTTGCTCTTATGAAGTTAGCGGCGGACGGGTGAGTAACACGTGGGTAACCTGCCCATAAGACTGGGATAACTCCGGGAAACCGGGGCTAATACCGGATAACATTTTGAACCGCATGGTTCGAAATTGAAAGGCGGCTTCGGCTGTCACTTATGGATGGACCCGCGTCGCATTAGCTAGTTGGTGAGGTAACGGCTCACCAAGGCAACGATGCGTAGCCGACCTGAGAGGGTGATCGGCCACACTGGGACTGAGACACGGCCCAGACTCCTACGGGAGGCAGCAGTAGGGAATCTTCCGCAATGGACGAAAGTCTGACGGAGCAACGCCGCGTGAGTGATGAAGGCTTTCGGGTCGTAAAACTCTGTTGTTAGGGAAGAACAAGTGCTAGTTGAATAAGCTGGCACCTTGACGGTACCTAACCAGAAAGCCACGGCTAACTACGTGCCAGCAGCCGCGGTAATACGTAGGTGGCAAGCGTTATCCGGAATTATTGGGCGTAAAGCGCGCGCAGGTGGTTTCTTAAGTCTGATGTGAAAGCCCACGGCTCAACCGTGGAGGGTCATTGGAAACTGGGAGACTTGAGTGCAGAAGAGGAAAGTGGAATTCCATGTGTAGCGGTGAAATGCGTAGAGATATGGAGGAACACCAGTGGCGAAGGCGACTTTCTGGTCTGTAACTGACACTGAGGCGCGAAAGCGTGGGGAGCAAACAGGATTAGATACCCTGGTAGTCCACGCCGTAAACGATGAGTGCTAAGTGTTAGAGGGTTTCCGCCCTTTAGTGCTGAAGTTAACGCATTAAGCACTCCGCCTGGGGAGTACGGCCGCAAGGCTGAAACTCAAAGGAATTGACGGGGGGCCCGCACAAGCGGTGGGAGCATGTGGGTTTAATTCTAAGCCACCGCGAAAAAACCTTACCATGGTCTTGGACATCCTCTGGAAAAACCCTAAAGGAAATGGGCTTCCTCTTTTCGGGAGCAAAGTTGACCAGGTGGTGCCTTGGTTTGTCCCCCCCCTCCTTGCCTTTT

  37. Reverse : ACCCTTGTTTCACCTTTAGGCGGCTGGCTCAAAAAGGTTACCCCACCGACTTCGGGTGTTACAAACTCTCGTGGTGTGACGGGCGGTGTGTACAAGGCCCGGGAACGTATTCACCGCGGCATGCTGATCCGCGATTACTAGCGATTCCAGCTTCATGTAGGCGAGTTGCAGCCTACAATCCGAACTGAGAACGGTTTTATGAGATTAGCTCCACCTCGCGGTCTTGCAGCTCTTTGTACCGTCCATTGTAGCACGTGTGTAGCCCAGGTCATAAGGGGCATGATGATTTGACGTCATCCCCACCTTCCTCCGGTTTGTCACCGGCAGTCACCTTAGAGTGCCCAACTTAATGATGGCAACTAAGATCAAGGGTTGCGCTCGTTGCGGGACTTAACCCAACATCTCACGACACGAGCTGACGACAACCATGCACCACCTGTCACTCTGCTCCCGAAGGAGAAGCCCTATCTCTAGGGTTTTCAGAGGATGTCAAGACCTGGTAAGGTTCTTCGCGTTGCTTCGAATTAAACCACATGCTCCACCGCTTGTGCGGGCCCCCGTCAATTCCTTTGAGTTTCAGCCTTGCGGCCGTACTCCCCAGGCGGAGTGCTTAATGCGTTAACTTCAGCACTAAAGGGCGGAAACCCTCTAACACTTAGCACTCATCGTTTACGGCGTGGACTACCAGGGTATCTAATCCTGTTTGCTCCCCACGCTTTCGCGCCTCAGTGTCAGTTACAGACCAGAAAGTCGCCTTCGCCACTGGTGTTCCTCCATATCTCTACGCATTTCACCGCTACACATGGAATTCCACTTTCCTCTTCTGCACTCAAGTCTCCCAGTTTCCAATGACCCTCCACGGTTGAGCCGTGGGCTTTCACATCAGACTTAGGAAACCACCTGCGCGCGCTTTACGCCCAATAATTCCGGATAACGCTTGCCACCTACGTATTACCGCGGCTGCTGGCACGTAGTTAGCCGTGGCTTTCTGGTTAGGTACCGTCAAGGTGCCAGCTTATTCGACTAGCACTGGTTCTTCCCTAACAACAGAGTTTTACGACCCGAAAGCTTCGTCACTAAGGCGGCGTTGCTCGTCAGACTTTCGTCAATGCGGGAGATTCCTGCTGCTGCCGCCGTAAGAAGCTGGGACGTGGTTCAGTCCCAGGTGGCCAATCACCTTTCAGGGGGCTAAGCATGGTGCCTTGGGAGGCGTAACGCCCCAATAGCTAAGGGACGGGGGTCTT

  38. Sequencing S.3.14Sumber : 1st BASE • Forward : AGGCCCTTGCGGCGTGCTATACATGCAGTCGAGCGAACAGATAAGGAGCTTGCTCCTTTGACGTTAGCGGCGGACGGGTGAGTAACACGTGGGTAACCTACCTATAAGACTGGAATAACTCCGGGAAACCGGGGCTAATGCCGGATAACATTTAGAACCGCATGGTTCTAAAGTGAAAGATGGTTTTGCTATCACTTATAGATGGACCCGCGCCGTATTAGCTAGTTGGTAAGGTAATGGCTTACCAAGGCAACGATACGTAGCCGACCTGAGAGGGTGATCGGCCACACTGGAACTGAGACACGGTCCAGACTCCTACGGGAGGCAGCAGTAGGGAATCTTCCGCAATGGGCGAAAGCCTGACGGAGCAACGCCGCGTGAGTGATGAAGGGTTTCGGCTCGTAAAACTCTGTTATTAGGGAAGAACAAACGTGTAAGTAACTGTGCACGTCTTGACGGTACCTAATCAGAAAGCCACGGCTAACTACGTGCCAGCAGCCGCGGTAATACGTAGGTGGCAAGCGTTATCCGGAATTATTGGGCGTAAAGCGCGCGTAGGCGGTTTCTTAAGTCTGATGTGAAAGCCCACGGCTCAACCGTGGAGGGTCATTGGAAACTGGGAGACTTGAGTGCAGAAGAGGAAAGTGGAATTCCATGTGTAGCGGTGAAATGCGCAGAGATATGGAGGAACACCAGTGGCGAAGGCGACTTTCTGGTCTGTAACTGACGCTGATGTGCGAAAGCGTGGGGATCAAACAGGATTAGATACCCTGGTAGTCCACGCCGTAAACGATGAGTGCTAAGTGTTAGGGGGTTTCCGCCCCTTAGTGCTGCAGCTAACGCATTAAGCACTCCGCCTGGGGAGTACGACCGCAAGGTTGAAACTCAAAGGAATTGACGGGGACCCGCACAAGCGGTGGAGCATGTGGTTTAATTCGAAGCAACGCGAAGAACCTTACCAAATCTTGACATCCTTTGACCACTCTAGAGATAGAGTTTTCCCCTTCGGGGGACAAAGTGACAGGTGGTGCATGGTTGTCGTCAGCTCGTGTCGAGAGATGTTGGGTTAAGTCCCGCAACGAGCGCAACCCTTAAACTTAGTTGCCAGCATTCAGTTGGGCAATCTAGGTTGACTGCCGGGTGACAAACCGGAAGGAAGGCTGGGGATGACGTCCAATCATCATGGCCCCTTATGATTTGGGCTACCACCGTGCTTAAATGGAAAAAACAAAGGGCAGCTAAACCGGCGAGGCATGGCAAATCCCATAAAGTTGTTTCCCAGNCCGGAAA

  39. Reverse : CCCCTTTGTTCCCCTTCGACGGCTAGCTCCATAAATGGTTACTCCACCGGCTTCGGGTGTTACAAACTCTCGTGGTGTGACGGGCGGTGTGTACAAGACCCGGGAACGTATTCACCGTAGCATGCTGATCTACGATTACTAGCGATTCCAGCTTCATGTAGTCGAGTTGCAGACTACAATCCGAACTGAGAACAACTTTATGGGATTTGCATGACCTCGCGGTTTAGCTGCCCTTTGTATTGTCCATTGTAGCACGTGTGTAGCCCAAATCATAAGGGGCATGATGATTTGACGTCATCCCCACCTTCCTCCGGTTTGTCACCGGCAGTCAACCTAGAGTGCCCAACTAAATGCTGGCAACTAAGTTTAAGGGTTGCGCTCGTTGCGGGACTTAACCCAACATCTCACGACACGAGCTGACGACAACCATGCACCACCTGTCACTTTGTCCCCCGAAGGGGAAAACTCTATCTCTAGAGTGGTCAAAGGATGTCAAGATTTGGTAAGGTTCTTCGCGTTGCTTCGAATTAAACCACATGCTCCACCGCTTGTGCGGGTCCCCGTCAATTCCTTTGAGTTTCAACCTTGCGGTCGTACTCCCCAGGCGGAGTGCTTAATGCGTTAGCTGCAGCACTAAGGGGCGGAAACCCCCTAACACTTAGCACTCATCGTTTACGGCGTGGACTACCAGGGTATCTAATCCTGTTTGATCCCCACGCTTTCGCACATCAGCGTCAGTTACAGACCAGAAAGTCGCCTTCGCCACTGGTGTTCCTCCATATCTCTGCGCATTTCACCGCTACACATGGAATTCCACTTTCCTCTTCTGCACTCAAGTCTCCCAGTTTCCAATGACCCTCCACGGTTGAGCCGTGGGCTTTCACATCAGACTTAAGAAACCGCCTACGCGCGCTTTACGCCCAATAATTCCGGATAACGCTTGCCACCTACGTATTACCGCGGCTGCTGGCACGTAATTAGCCCGTGGCTTTCGGATTAGGTACCGTCAAGACGTGCACAGTTACTTACACGGTTTGTTCTTCCCTAAATAACAGAGTTTTACGAAGCCGAAACCCCTTCATCACTCCCGCCGGCGTTTGCTCCCGTCAGGCTTTTCGTCCATTTGGGGAAAAATTCCCTAACTGGCTGCCTCCCCGGAAGGAATCTGGGACCGGGGTCTCAGGTTCCCA

  40. 5. AnalisisBioinformatika www.ncbi.nih.nlm.gov

  41. 6. POTENSI BAKTERI Bacillus Thuringiensis • mendegradasiminyak diesel (Kebriaet al. 2009) • mereduksi Cr (VI) dari 100 mg/L menjadi 20 mg/L selama 115 jam (Meli, 2009) • dijadikansebagaiagenbiologipemberantasanhamapadatanaman (Kumar, 2008) • mendegradasi PCB (polychlorinated bifenyls) sebesar 75% dalamkonsentrasi PCB tinggi (Rojas-(Avelizapaet al.1999 dalamErdoganet al. 2011) • dapat mereduksi Cr (VI) 1083,25ppm menjadi 468,30 ppm selama ±24 jam.

  42. Staphylococcus Arlettae • menghilangkancemaranwarnapadalimbahtekstil (Elisangela et al. 2008) • Dapat resisten dan mereduksi Cr (VI)(Bopp and Ehlich (1988), KouadjodanZeze(2010), Zolfaghary(2012) ) • mereduksi Cr (VI) dari 1083,25ppm menjadi 856,20 ppm selama ±24 jam.

  43. 7. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari kesepuluh isolat bakteri yang diperoleh, isolat bakteri dengan kode A.3.3 dan S.3.14 yang memiliki daya reduksi dalam medium NB yang diperkaya K2CrO4 paling tinggi yaitu dengan total reduksi 614,95 ppm dan 227,05 ppm dari konsentrasi awal 1083,25 ppm. Bakteri S.3.14 adalahStaphylococcus Arlettae strain ATCC 43957dengannilaiQuery Coverage 99 % dankeidentikanmaksimumsebesar 96 % Saran • dilanjutkan penelitian potensi isolat bakteri yang diperoleh selain mereduksi logam Cr (VI). • penelitian bioremediasi dengan memanfaatkan bakteri dalam skala lapangan (in vivo)

  44. LOKASI PENGAMBILAN SAMPEL UTARA Sumber : googlemaps.com

  45. ISOLAT BAKTERI