1 / 8

KUALITAS UDARA DI RUAS JALAN YANG DILINTASI ANGKUTAN BATU BARA DI KOTA BANJARMASIN

KUALITAS UDARA DI RUAS JALAN YANG DILINTASI ANGKUTAN BATU BARA DI KOTA BANJARMASIN. Anhar Ihwan1,2) dan Abdul Hadi2) 1) Laboratorium Kesehatan Kalimantan Selatan; 2)Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Universitas Lambung Mangkurat Email: atakhadi@hotmail.com.

lara-kemp
Download Presentation

KUALITAS UDARA DI RUAS JALAN YANG DILINTASI ANGKUTAN BATU BARA DI KOTA BANJARMASIN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KUALITAS UDARA DI RUAS JALAN YANG DILINTASI ANGKUTAN BATU BARA DI KOTA BANJARMASIN Anhar Ihwan1,2) dan Abdul Hadi2) 1)LaboratoriumKesehatan Kalimantan Selatan; 2)Program StudiPengelolaanSumberdayaAlamdan LingkunganUniversitasLambungMangkurat Email: atakhadi@hotmail.com

  2. LATAR BELAKANG • Cadanganbatubara Kalimantan Selatan menempatiurutankeduaterbesar, denganperkiraansebesar 52 miliar ton. Produksi per tahunmencapai 113 juta ton danberkontribusisebesar 26% dariproduksibatubara Indonesia (Sodikin, 2003). Pengangkutanhasiltambanginidilakukanmelaluijalan-jalanumum. • Lalulintas di Kota Banjarmasin padasaatsekaranginitergolongpadat, yang terlihatdenganterjadinyakemacetanlalulintaspada jam-jam tertentu. Kemacetanlalulintasinidisebabkantingginyarasiojumlahkendaraandenganruasjalandanmasuknyakendaraanbesarkedalamkota, sepertitrukpengangkutbatubara. Kemacetanlalulintasinimenyebabkanterkonsentrasinyapolutanudara di ruasjalantersebut. • Sektortransportasimerupakanpenghasilpencemarudara yang utama di perkotaan, terutamadaritransportasidarat. Kendaraanbermotormerupakansumberpencemarudaraberupa gas CO, NOx, SO2, partikulat, HC danPb (Moestikahadi, 1999). Olehkarenaitumenarikuntukditelititentangkadarpencemarudaradanfaktor-faktor yang mempengaruhipadaruasjalan yang dilewatiangkutanbatubara. • Tujuanpenelitianiniadalahmengetahuikadarpencemarudara; gas CO, NO2, SO2, O3, dan PM. 10 di ruasJalanSoebardjodanJalan Noor di Kota Banjarmasin; danmenghubungkanaruslalulintas, tinggigedung, lebarjalandanfaktormeteorologiseperti: suhuudara, kelembabanudaradankecepatananginterhadapkadarpolutan di udara.

  3. METODE PENELITIAN • Menuruttempatnya, penelitianinitermasukpenelitianlapangan (Sugandi, 1993). MenurutSuryabrata (1998) penelitianinitermasukdalamjenispenelitiandeskriptif, yang berusahamembuatpenjelasansecarasistematis, faktualdanakuratmengenaiobyek yang diteliti. • Hipotesispenelitianadalahadahubunganantaraaruslalulintasdengankadarpolutanudara yang terukur; adahubunganantarafaktormeteorologi (suhuudara, kelembabanudaradankecepatanangin) dengankadarpolutanudara yang terukur; adakecendrunganpolutanudara yang terukur di ruasjalan yang sempitlebihtinggidibandingkankadarpolutanudara yang terukur di ruasjalan yang lebar; adakecendrunganpolutanudara yang terukur di ruasjalan yang keadaangedungnyatinggiakanlebihtinggibiladibandingkankadarpolutanudara yang terukur di jalan yang keadaangedungnyarendah. • Penelitiandilaksanakan di Kota Banjarmasin padaempatruasjalan yang dilintasiangkutanbatubara. • a. JalanSoebardjo (Lingkar Selatan), mewakilijalan yang dilintasiangkutanbatubara, dengantinggigedung yang rendahdanjalanlebar. • b. Jalan Noor, mewakili ruas jalan yang dilintasi angkutan batubara, dengan gedung yang tinggi dan jalan sempit.

  4. HASIL DAN PEMBAHASAN • a. Faktor Lingkungan dan Faktor Meteorologi • Faktorlingkungan yang diamatidalampenelitianiniadalahfaktor yang didugaberkontribusidalammenyebarkanpolutanudaradarisumbernya, yaitutinggigedungdanlebarjalan. • b. ArusLaluLintas • Aruslalulintas yang disinyalirsebagaisatu-satunyasumberpolutanudarapadamasing-masingruasjalan di lokasipenelitiantercatatbervariasi. Aruslalulintastertinggi di masing-masinglokasiselaluterukurpadaperiode jam 06.00 – 12.00 danaruslalulintasterendahselaluterukurpada jam 00.00 – 06.00. • Aruslalulintaskendaraanbatubara yang melintas di periodesianghariadalahkendaraanbatubara yang telahkosong, sedangkan yang malamhariaruslalulintasbatubara yang melintasterdiridarikendaraan yang bermuatandankendaraan yang telahkosong.

  5. c. Kadar PolutanUdara • Kadar debudan gas pencemarudara di masing-masinglokasipenelitianselengkapnyadapatdilihatpadatabel 3. Menurutperiodepengukuran, kadardebu paling tinggiterukurpadaperiode jam 06.00 – 12.00, yaitu 755,20 μg/m3. Hal iniberhubungandenganlebihtinggingnyaaruslalulintaspadaperiode jam tersebutdibandingdenganaruslalulintaspadaperiodelainnya. • SecaraStatistikkadar PM. 10 di JalanSoebardjo 1 berbedadengankadar PM. 10 di titik-titiklainnya, sedangkanantarakadar PM. 10 di Jalan Noor 1 dengan Kadar PM. 10 di JalanSoebardjo 2 danantarakadar PM. 10 di Jalan Noor 2 dengankadar PM. 10 di JalanSoebardjo 2 tidakberbeda. • Menurutperiodepengukuran, kadar gas CO paling tinggiterukurpadaperiode jam 06.00 – 12.00, yaitu 21.636,67 μg/m3 (tabel 3). Secarastatistiktidakterdapatperbedaankadar CO antararuasJalanSoebardjo 1 denganruasJalan. Soebardjo 2 danantarakadar CO di ruasJalan Noor 1 dengan yang terukur di Jalan Noor 2. • Kadar gas SO2 paling tinggiterukurpadaperiode jam 06.00 – 12.00, yaitu 427,08 μg/m3. Secarastatistikkadar gas SO2 yang terukur di ruasJalanSoebardjo 1 dan di Jalan Noor 1 berbedadengankadar SO2 di titik-titiklainnya, sedangkankadar SO2 yang terukur di ruasJalanSoebardjo 2 tidakberbedadengankadar SO2 di ruasJalan Noor 2.

  6. d. HubunganArusLaluLintasdanFaktorMeteorologidengan Kadar Polutan di Udara di RuasJalan • Hubunganaruslalulintas yang dinyatakandalamsatuanmobilpenumpang (smp/jam) denganseluruhpolutanudaradinyatakanbermaknasecarastatistik. Terlihatbahwanilai R berkisarantara 0,563 – 0,946, artinyahubunganantaraaruslalulintasdengankadarpolutanudaratermasukdalamkategorihubungansedang, kuat, dansangatkuat. • Hubunganantarasuhudankelembabanudaraterhadapkadarpolutan di udara, seluruhnyajugamenunjukkanhubungan yang bermaknasecarastatistik. Hubunganantarasuhuudaraterhadapkadarpolutan di udara, bervariasi yang dilambangkandengannilai R antara 0,499 – 0,803, artinyahubunganantarasuhuudaradengankadarpolutan di udara yang terukurtermasukdalamkategorisedang, kuat, dansangatkuat.

  7. KESIMPULAN • Hasilpenelitianmenyimpulkanbahwakadar PM. 10 tertinggiterukurpadatitik III, berturut-turutdiikutiolehtitik II dantitik IV, sedangkankadar PM. 10 terendahterukurpadatitik I. Kadar gas CO, SO2, NO2 dan O3 tertinggijugaterukurpadatitik III, seterusnyaberturut-turutdiikutiolehtitik IV, II dantitik I. Selanjutnya, aruslalulintas yang dinyatakandalamsatuansmp/jam, berhubungandengankadarpolutanudara yang terukur di masing-masingruasjalan, hubungantersebut paling banyaktermasukdalamkategorihubungankuatdansangatkuat. Demikian pula, faktormeteorologiseperti; suhuudara, kelembabanudaradankecepatananginmempunyaihubungan yang bervariasidengankadarpolutan di udara, mulaidarihubungan yang termasukdalamkategorirendah, sedang, kuatdansangatkuat. Khususuntukkelembabanudarahubungannyabersifatterbalik, yaitubilakelembabanudaratinggimakakadarpolutanudaracenderungrendahdandemikiansebaliknya. Menurutkategori ISPU, titik I termasukdalamkategoriTidakSehatdengan parameter dominanadalah PM. 10, dampaknyajarakpandangturundanterjadipengotorandebu di mana-mana. Sedangkan di titik II, III dan IV termasukdalamkategoriBerbahayadengan parameter dominantetap PM. 10, artinyatingkat yang berbahayabagisemuapopulasi yang terpapar.

  8. DaftarPustaka • Moestikahadi, Soedomo. Kumpulan KaryaIlmiah : MengenaiPencemaranUdara. Penerbit ITB, Bandung, 1999. • Sugandi E. Sugiarto. RancanganPercobaanTeoridanAplikasi. Andi Offset, Yogyakarta, 1993. • Sugiyono, StatistikaUntukPenelitian. CV. Alfabeta, Bandung, 2000. • Suryabrata, Sumadi, MetodologiPenelitian. Penerbit PT. Raja Grafindo, Jakarta, 1998.

More Related