1 / 21

KEBIJAKAN PROGRAM PRIORITAS PEMBANGUNAN KESEHATAN BIDANG PP & PL

KEBIJAKAN PROGRAM PRIORITAS PEMBANGUNAN KESEHATAN BIDANG PP & PL. Disampaikan Oleh Dr. I Nyoman Kandun, MPH Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit & Penyehatan Lingkungan Pada Rapat Kerja Kesehatan Nasional Jakarta, September 2006. PENDAHULUAN (1).

lahela
Download Presentation

KEBIJAKAN PROGRAM PRIORITAS PEMBANGUNAN KESEHATAN BIDANG PP & PL

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KEBIJAKAN PROGRAM PRIORITAS PEMBANGUNAN KESEHATAN BIDANG PP & PL Disampaikan Oleh Dr. I Nyoman Kandun, MPH Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit & Penyehatan Lingkungan Pada Rapat Kerja Kesehatan Nasional Jakarta, September 2006

  2. PENDAHULUAN (1) • Penyakit menular dan tidak menular (tertentu) masih merupakan masalah kesehatan - Double Burden • Kejadian penyakit merupakan hasil interaksi antara: manusia, lingkungan, penyebab penyakit (host, environment & agent) • Pengendalian Penyakit & Penyehatan Lingkungan harus dijalankan secara komprehensif berdasarkan skala prioritas dengan pertimbangan komitmen global, nasional, dan sumber daya yang dimiliki.

  3. P2B2 P2 Malaria P2 Arbovirosis (DBD & Chikungunya) P2 Zoonosis (AI, Rabies, Antrax, DLL) P2 Filariasis & Schistosmiasis Pengendalian vektor P2ML P2 HIV/AIDS & PMS P2 TB P2 ISPA P2 Kusta & Frambusia P2 Diare, Kecacingan Dan Infeksi Saluran Pencernaan Lainnya SEPIM KESMA Imunisasi Surveilans Epidemiologi Kesehatan Haji Karantina Kesehatan Kesehatan Matra P2TM P2 Jantung & Pembuluh Darah P2 Kanker P2 DM & Penyakit Metabolik P2 Kronik & Degeneratif Gangguan Akibat Kecelakaan & Cidera PL Pengawasan kualitas air ADKL Pengamanan Limbah Hygiene Sanitasi Bangunan Umum Pengawasan Makanan & Minuman PROGRAM DAN KEGIATAN DI LINGKUNGAN DITJEN PP & PL

  4. Kegiatan Pokok Program Lingkungan Sehat Berdasarkan RPJMN 2004-2009 dan Renstra Depkes 2005-5009 • Penyediaan Sarana Air Bersih & Sanitasi Dasar • Pemeliharaan & Pengawasan Kualitas Lingkungan • Pengendalian Dampak Risiko Pencemaran Lingkungan • Pengembangan Wilayah Sehat

  5. Kegiatan Pokok Program Pencegahan Dan Pemberatasan Penyakit Berdasarkan RPJMN 2004-2009 dan Renstra Depkes 2005-5009 • Pencegahan dan penanggulangan faktor risiko; • Peningkatan imunisasi; • Penemuan dan tatalaksana penderita; • Peningkatan surveilans epidemiologi dan penanggulangan wabah; • Peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pencegahan dan pemberantasan penyakit

  6. Sasaran Pembangunan KesehatanBidang PP & PL (1) • Meningkatnya persentase keluarga menghuni rumah yang memenuhi syarat kesehatan menjadi 75% • Meningkatnya persentase keluarga menggunakan air bersih menjadi 85%. • Meningkatnya persentase keluarga menggunakan jamban memenuhi syarat kesehatan menjadi 80%. • Meningkatnya persentase tempat-tempat umum (TTU) yang memenuhi syarat kesehatan menjadi 80%.

  7. Sasaran Pembangunan KesehatanBidang PP & PL (2) • Persentase desa yang mencapai Universal Child Immunization (UCI) : 98%. • Angka Case Detection Rate penyakit TB : 70% dan angka keberhasilan pengobatan TB di atas 85%. • Angka Acute Flaccid Paralysis (AFP) : ≥ 2/100.000 anak usia kurang dari 15 tahun. • Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditangani : 80%. • Penderita malaria yang diobati : 100%. • CFR diare pada saat KLB < 1,2% • ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) mendapat pengobatan ART : 100%

  8. PROGRAM PRIORITAS PENGENDALIAN PENYAKIT & PENYEHATAN LINGKUNGAN SESUAI KEGIATAN POKOK BERDASARKAN RPJMN 2004-2009 DAN RENSTRA DEPKES 2005-2009 DI T.A. 2007

  9. PENYEDIAAN SARANA AIR BERSIH & SANITASI DASAR • Program/kegiatan melalui proyek kebijakan Air Minum & Penyehatan Lingkungn berbasis masyarakat. • WSLIC-2 = 8 Propinsi, 38 Kab, 2.500 Desa • CWSHP = 6 Propinsi, 27 Kab, 1.500 Desa • Pro Air = 1 Propinsi, 5 Kab, 100 Desa • PAMSIMAS = 15 Propinsi, 109 Kab, 5.000 Desa • SANIMAS = (100 Lokasi di perkotaan) • Komponen kegiatan • Pemberdayaan masyarakat • Perilaku hygiene sanitasi • Penyediaan sarana air bersih • Peningkatan ekonomi masyarakat • Manejemen

  10. PENYEDIAAN SARANA AIR BERSIH & SANITASI DASAR • Karakteristik • Dana hibah langsung ke rekening masyarakat, masyarakat pemeran utama, pendekatan respon terhadap kebutuhan • Kriteria Kab/Kota terpilih: • Umum: Daerah miskin, Penyakit diare tinggi, Akses terhadap air rendah, Ada potensi sumber air • Khusus • Kesanggupan masyarakat, Dana pendamping daerah, Kesanggupan daerah untuk replikasi, Anti korupsi

  11. LOKASI TUGAS PERBANTUAN (TUBAN) PROGRAM LINGKUNGAN SEHAT TAHUN 2007 CWSH WSLIC-2/PAMSIMAS PROAIR WSLIC-2 PAMSIMAS

  12. PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN FAKTOR RISIKO • Pengendalian Vektor penyebab penyakit potensial wabah • Tujuan: tersedianya sumber daya yang optimal di tingkat pusat, propinsi dan informasi tentang vektor, bionomik dan dinamika penularan penyakit di seluruh wilayah endemis dan potensial sebagai dasar pemberantasan penyakit bersumber binatang secara tepat guna • Kegiatan: • Kajian uji kerentanan vektor dan dinamika penularan DBD, dan malaria

  13. PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN FAKTOR RISIKO • Pengendalian Penyakit Tidak Menular • Dit. Pengendalian Penyakit Tidak Menular merupakan tugas baru dari Ditjen PP & PL, ruang lingkupnya: • Penyakit Jantung dan pembuluh darah, • Penyakit Kanker, • Diabetes Mellitus dan penyakit metabolisme lainnya, • Penyakit kronis dan degeneratif lainnya, • Gangguan akibat kecelakaan dan cidera (Violence, Injury and Disability) • Penyakit tidak menular merupakan komponen penyebab double burden – Slide 14 • Strategi dan kerangka kerja PPTM – Slide 15 • Peningkatan dan pemantapan jejaring/mitra kerja baik di Pusat maupun di Daerah (Dinkes Propinsi dan Kab/Kota serta RSUD dan pusat rujukan lainnya)

  14. GLOBAL DEATHS BY CAUSE, ALL AGES 2005 17.528.000 7.586.000 4.057.000 2.830.000 1.607.000 1.125.000 883.000 CHRONIC RESPIRATORY DISEASE CARDIO- VASCULAR DISEASES TUBER-CULOSIS HIV/AIDS CANCER DIABETES MALARIA *NCD are the mayor of deaths in the world **Sumber: WHO, 2005

  15. STRATEGI & KERANGKA KERJA PPTM • Social status • Age • Gender Organization and Community Development Coordinating NCDs Programs Networking Health Promotions Advocacy NCDs Policy Social Structure Enabling Strong Community Action • Geographic • Work place • Housing • School Enhancing Social Environment Environment Surveillance Strengthening Community Skills • Smoking • Diet • Phys.Activity • Stress Primary, Secondary and Tertiary Prevention Life style Strengthening Health Workers Skills • Bld. pressure • Cholesterol • Overweight • Bld. Glucose Monitoring-Evaluasi Biology Reorienting Services NCDs INFORMATION Surveillance Health Promotion Health Management

  16. STRATEGI UTAMA PPTM • SURVEILANS PTM • surveilans faktor risiko, registri penyakit dan surveilans kematian. • Sbg info pengambilan keputusan yg cost effective. • PROMOSI & PENCEGAHAN PTM • Melalui pemberdayaan berbagai komponen di masyarakat utk memacu kemandirian • Penekanan baik pada masyarakat sehat dan yang berisiko, tidak melupakan masy. yang berpenyakit dan masy. yang menderita kecacatan dan memerlukan rehabilitasi. • MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN PTM • Pengelolaan upaya preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif secara profesional • Ketersediaan pelayanan kesehatan PTM yang berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat.

  17. PENINGKATAN IMUNISASI • Imunisasi Rutin Yang Merata Dan Berkualitas Serta Supplement Immunization Activities (SIAs). • Pemantapan Program Imunisasi Rutin • Program Development (Perencanaan Yg Jelas) • Manpower Development • Monev • Supply & Logistic

  18. PENEMUAN DAN TATALAKSANA PENDERITA • P2 Malaria • Penemuan penderita: konfirmasi laboratorium melalui pemeriksaan mikroskopis atau dengan rapid diagnostik test (RDT) • Penata laskanaan/pengobatan malaria: • Plasmodium falsiparum dilakukan dengan obat Artemisinin Combination Therapy (ACT) yaitu Artesunate + Amodiakuin (pengganti klorokuin – resisten) • Plasmodium vivax • Klorokuin di daerah yang masih sensitif • Di daerah yang sudah resisten dan daerah pembebasan malaria dilakukan dengan obat Artemisinin Combination Therapy (ACT). • Pengobatan malaria berat • Di lapangan dilakukan dengan obat Artemeter • Di Rumah Sakit dilakukan dengan Artesunate injeksi • Obat Kina injeksi alternatif pengganti 1 & 2.

  19. PENEMUAN DAN TATALAKSANA PENDERITA • P2 TBC • Pemantapan Strategi DOTs ( komitmen, diagnosa – mik, ketersediaan obat, PMO, SE) • Pemantapan ketersediaan obat dengan pengadaan Pusat. • Perubahan kebijakan Combi Pack menjadi Fixed Dose Combination secara bertahap (kesepakatan Komisi Ahli Gerdunas TB, th 2005) • P2 Filariasis • Pengobatan massal: • Di daerah endemis, minimal 5 tahun berturut-turut. Diharapkan mulai tahun 2007. • Pusat menyediakan obat program (Albendazol, Diethyl Carbamacyn) • Daerah diharapkan mendukung operational cost

  20. PENEMUAN DAN TATALAKSANA PENDERITA • HIV/AIDS • Penggunaan ARV 50% karena stigma masih tinggi & komitment LS masih kurang • Networking Dikembangkan Di Puskesmas dan RS Kab/Kota (Methode Integrated Management Adolescent And Adult Illness /IMAI) • Loss of follow up 35 % karena pencacatan oleh manajer kasus belum maksimal dan PMO/Buddies belum terkoordinir dengan baik • Obat cyprofloxacine sudah resistens untuk IMS digantikan dengan Azitromicine 1 gr + cefixime 400mg

  21. PENINGKATAN S.E. DAN PENANGGULANGAN WABAH • Peningkatan Sistem Surveilans Epidemiologi (SE) Nasional termasuk faktor risiko & pengembangan community based surveilans di desa siaga • Peningkatan Sistem karantina kesehatan nasional dan kesiapan KKP dengan akan diterapkannya IHR tahun 2007

More Related