1 / 20

TEKNIK VOKAL

TEKNIK VOKAL. TOPIK. VOKAL TANGGA NADA PARALEL TANGGA NADA BAGAIMANA BERNYANYI YANG BAIK PERNAFASAN SOLFEGIO DIKSI SAMPEL LAGU. VOKAL. PENGERTIAN UMUM SEDERHANA Adalah hasil suara manusia yang tertentu frekwensi tinggi rendahnya. PENGERTIAN DALAM SENI MUSIK

kynan
Download Presentation

TEKNIK VOKAL

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. TEKNIK VOKAL

  2. TOPIK • VOKAL • TANGGA NADA • PARALEL TANGGA NADA • BAGAIMANA BERNYANYI YANG BAIK • PERNAFASAN • SOLFEGIO • DIKSI • SAMPEL LAGU

  3. VOKAL PENGERTIAN UMUM SEDERHANA Adalah hasil suara manusia yang tertentu frekwensi tinggi rendahnya. PENGERTIAN DALAM SENI MUSIK Adalah hasil suara manusia baik individu, pasangan, maupun kelompk yang menggunakan tangga nada.

  4. TANGGA NADA Adalahsusunan nada-nada dalamsatuoktaf yang telahterukurfrekwensinya

  5. MACAM-MACAM TANGGA NADA • DITONIS: tangga nada yang terdiri dua nada dalam satu oktaf • TRITONIS: tangga nada yang terdiri tiga nada dalam satu oktaf • TETRATONIS: tangga nada yang terdiri empat nada dalam satu oktaf • PENTATONIS: tangga nada yang terdiri lima nada dalam satu oktaf • HEKSATONIS: tangga nada yang terdiri enam nada dalam satu oktaf • HEPTATONIS: tangga nada yang terdiri tujuh nada dalam satu oktaf

  6. TANGGA NADA SENI MUSIK DAERAH DI INDONESIA • Diatonis (termasuk heptatonis) adalah tangga nada yang terdiri dari lima langkah penuh dan dua langkah setengah. MAYOR o o o o o o o o 1 2 3 4 5 6 7 1 MINOR o o o o o o o o 6 7 1 2 3 4 5 6

  7. TANGGA NADA SENI MUSIK DAERAH DI INDONESIA • Pentatonis: terdiri dari tangga nada bedantara (pelog) dan samantara (slendro) PELOG o o o o o o o o 1 2 3 4 5 6 7 1 SLENDRO o o o o o o 1 2 3 5 6 1

  8. PARALEL DIATONIS DAN PENTATONIS

  9. BERNYANYI YANG BAIK • FAHAMI LAGU TERSEBUT • Ritmis atau non ritmis • Karakter lagu • Dinamika • Pathet, kunci, tangga nada yang digunakan • Pesan yang disampaikan • Pembawaan

  10. BERNYANYI YANG BAIK 2. PENYAJIAN • Tunggal/solo • Berpasangan (duo, trio, kwartet) • Berkelompok dengan banyak peserta (choirs) • Dengan iringan atau acapella (tanpa iringan) • Melibatkan jenis seni yang lain/tidak

  11. BERNYANYI YANG BAIK 3. FUNGSI SAJIAN • Sajian mandiri • Sajian bersama (kolaborasi) • Sebagai pengiring (teater, tari, dsb) • Untuk upacara atau hiburan

  12. TEKNIK PENULISAN PERBEDAAN AKSEN • Diatonis : aksen terletak pada hitungan pertama (sehabis garis birama) • Penta : aksen terletak pada hitungan terakhir (sebelum garis birama)

  13. TEKNIK PENULISAN HARGA NADA . = 1 ketuk j.j . = ½ ketuk j.j j.j j. = 1/3 ketuk jk.j.j kj.j. = ¼ ketuk

  14. TENKNIK PERNAFASAN SEGITIGA TAHAN TARIK HEMBUSKAN

  15. SOLFEGIO DIATONIS • j12 j34 j54 j32 j12 j34 j54 j32 1 • 5 5 5 5 5 . j.4j32 1 ma mi mo me mu …………………….. • 13 24 35 46 57 6!----..!6 75 64 53 42 31 • 123 234 345 456 567 67!

  16. PENTATONIS (PINJAM NOTASI DIATONIS) • 1 3 4 5 7 ! --..! 7 5 4 3 1 • j.1 j34 j57 j!7 5 • 1k11 j1k11 j34 j5k55 j5k34 j5u 1

  17. DIKSI SECARA UMUM • Jatuh konsonan desis - contoh: kata “kudus”, diucapkan ku-du-s 5 z4x xXXx.x jx5x4x xj3xux xxc1 kudu - s • Akhir suku kata jatuh konsonan: n, m, l, r dilagukan tidak kuat (tanpa tekanan) - contoh: kata “makan” 5 z4x xXXx.x jx5x4x xj3xux xxc1 maka- n

  18. Vokal: a,i,u,e,o harus diucapkan secara jelas.

  19. SECARA KHUSUS - Lagu Sunda : vokal “eu” yang dirangkai diucapkan “e” tanpa tekanan. Vokal “i” diucapkan bersih tanpa ada interpretasi bunyi lain. (kata “anjeun”, “jeung” dan sebagainya. - Lagu Jawa: vokal “a” dapat diinterpretasikan “a” murni dan “a” (kata “lara” dibaca “lara”) - Lagu Bali: pada konsonan “t” dibaca “th” , “d” dibaca “dh”, pada huruf “a” pada akhir kata dibaca “e” (kata “tiyang” dibaca “thiyang”, “dewa” dibaca “dhewe”, kata “sukerta” dibaca “sukerte”

  20. MATERI LAGU

More Related