1 / 63

TEKNIK-TEKNIK PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN

TEKNIK-TEKNIK PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN. PENGANTAR. Tujuan penyimpanan telah berkembang Volume bahan pangan yang disimpan berbeda-beda  makin besar volume, teknologi penyimpanan makin rumit Bentuk bahan yang disimpan: bahan baku, produk jadi

Download Presentation

TEKNIK-TEKNIK PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. TEKNIK-TEKNIK PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN YHA_ITP

  2. PENGANTAR • Tujuan penyimpanan telah berkembang • Volume bahan pangan yang disimpan berbeda-beda  makin besar volume, teknologi penyimpanan makin rumit • Bentuk bahan yang disimpan: bahan baku, produk jadi • Penyimpanan diam/statis vs penyimpanan bergerak, mis: impor bahan pangan dengan kapal laut YHA_ITP

  3. PENGANTAR • Faktor penyebab kehilangan dan kerusakan bahan pangan selama penyimpanan: • Perubahan kimia • Perkembangan mikroorganisme • Perkembangan serangga • Serangan tikus • Kesalahan penanganan oleh manusia • Penggunaan wadah yang tidak baik • Kondisi bahan pangan tidak baik • Pengaruh lingkungan yang kurang baik YHA_ITP

  4. PENGANTAR • Perhatikan waktu penyimpanan! • Metode penyimpanan tergantung tujuan penyimpanan • Misal: Perum BULOG Beras disimpan untuk cadangan nasional Waktu penyimpanan lebih lama Gunakan metode penyimpanan yang sesuai YHA_ITP

  5. PENYIMPANAN DALAM KARUNG ATAU CURAH • Teknik penyimpanan tergantung bentuk bahan yang akan disimpan dalam karung • Serealia bentuk butiran curah • Kekurangan dan kelebihan? YHA_ITP

  6. PENYIMPANAN DALAM KARUNG ATAU CURAH Tabel 1. Kekurangan dan kelebihan sistem penyimpanan curah dan sistem penyimpanan karung YHA_ITP

  7. PENYIMPANAN DALAM KARUNG ATAU CURAH Tabel 1. Kekurangan dan kelebihan sistem penyimpanan curah dan sistem penyimpanan karung (lanjutan) YHA_ITP

  8. PENYIMPANAN DALAM KARUNG ATAU CURAH Tabel 1. Kekurangan dan kelebihan sistem penyimpanan curah dan sistem penyimpanan karung (lanjutan) YHA_ITP

  9. PENYIMPANAN DALAM KARUNG ATAU CURAH • Penyimpanan padi • Padi bulu  dalam bentuk padi gendeng, ditumpuk dalam gudang, kotak kayu atau lumbung padi • Sebagian besar padi bentuk gabah atau beras • Gabah  disimpan curah atau dalam karung • Beras  banyak dismpan dalam karung • Perlu cara penumpukan karung tertentu • Lihat contoh cara menumpuk karung (lapis pertama dan lapis kedua) YHA_ITP

  10. PENYIMPANAN DALAM KARUNG ATAU CURAH Kunci 4 Kunci 3 Lapis 1 Lapis 1 Lapis 2 Lapis 2 Kunci 5 (Tsugaru) Kunci 6 Lapis 1 Lapis 2 Lapis 1 Lapis 2 YHA_ITP

  11. PENYIMPANAN DALAM KARUNG ATAU CURAH YHA_ITP

  12. KINERJA SISTEM PENYIMPANAN CURAH Kapasitas dan Kekuatan • Kapasitas penyimpanan • Kapasitas berdasarkan volume tidak sama dengan kapasitas berdasarkan bobot • Contoh: 3 ton gabah butuh volume tempat penyimpanan yang sama dengan 4 ton gandum, karena densitas kamba gandum (48 lb/ft2) > densitas kamba gabah (36 lb/ft2) • Dasarkan kapasitas oenyimpanan berdasarkan volume YHA_ITP

  13. KINERJA SISTEM PENYIMPANAN CURAH Kapasitas dan Kekuatan • Kekuatan tempat penyimpanan Tergantung pada: • Besarnya tekanan pada dinding • Kekuatan dalam menahan terpaan angin YHA_ITP

  14. KINERJA SISTEM PENYIMPANAN CURAH Kekedapan terhadap Lingkungan dan Kemampuan Insulasi terhadap Panas • Tempat penyimpanan kedap air dan uap air • Atmosfir lembab (RH tinggi) menyebabkan kenaikan kadar air bahan • Terjadi perkembangan kapang • Mencegah air: pilih silo logam YHA_ITP

  15. KINERJA SISTEM PENYIMPANAN CURAH Kekedapan terhadap Lingkungan dan Kemampuan Insulasi terhadap Panas • Tempat penyimpanan mampu menahan perubahan suhu yang ekstrim • Perubahan suhu ekstrim  terjadi gradien suhu  terjadi migrasi air dalam sistem penyimpanan  akumulasi air pada tempat tertentu • Mencegah gradien suhu: pilih silo beton atau kayu • Daerah pantai silo logam tidak cocok YHA_ITP

  16. KINERJA SISTEM PENYIMPANAN CURAH Perlindungan thd Serangan Tikus • Bebaskan dari kemungkinan masuknya tikus • Bahan silo dari kayu?? • Tinggi 610 cm dari permukaan tanah • Tiang terbuat dari beton yang diplester halus  Tikus tidak bisa memanjat YHA_ITP

  17. KINERJA SISTEM PENYIMPANAN CURAH Pengaturan Pengisian dan Pengeluaran Barang • Pemasukan dan pengeluaran bahan  secara mekanis • Operasi mekanik harus dapat dilakukan dengan mudah • Mendukung prinsip FIFO YHA_ITP

  18. KINERJA SISTEM PENYIMPANAN CURAH Nilai Ekonomi • Perhitungkan aspek ekonomi sistem penyimpanan, mencakup: • Bahan baku lokal • Mudah diperoleh • Harga terjangkau YHA_ITP

  19. BERBAGAI TEKNIK PENYIMPANAN • Teknik penyimpanan sekaligus merupakan bentuk/metode pengendalian hama serangga pasca panen • Metode pengendalian bersifat preventif • Teknik penyimpanan: • Teknik penyimpanan suhu rendah • Teknik penyimpanan kedap udara • Teknik penyimpanan dengan manipulasi atmosfer • Penyimpanan bahan dalam karung di udara terbuka • Penyimpanan curah dalam silo fleksibel YHA_ITP

  20. BERBAGAI TEKNIK PENYIMPANAN • Teknik penyimpanan suhu rendah • Suhu penyimpanan diturunkan sampai 15oC • Menggunakan sistem pendingin statik atau mobile • Keuntungan: • Terhindar dr serangan kapang & serangga • Mempertahankan kesegaran bahan • Mutu organoleptik dipertahankan • Daya kecambah biji dipertahankan • Mutu penggilingan akan lebih baik • Tidak memerlukan fumigasi • Kehilangan bobot akibat perubahan kimia lebih rendah YHA_ITP

  21. BERBAGAI TEKNIK PENYIMPANAN • Teknik penyimpanan kedap udara • Tidak ada udara luar yang dapat masuk ke dalam sistem penyimpanan • Oksigen terpakai • Proses respirasi biji-bijian • Proses respirasi m.o • Proses respirasi serangga • CO2 dihasilkan  tjd akumulasi CO2 • Serangga (jika ada)  mati • Diterapkan ada biji-bijian dgn kadar air tinggi O2 habis YHA_ITP

  22. BERBAGAI TEKNIK PENYIMPANAN • Teknik penyimpanan dengan manipulasi atmosfer • Penyimpanan atmosfer terkendali (controlled atmosphere storage/CAS):  konsentrasi gas (misalnya CO2) dikontrol terus-menerus • Penyimpanan atmosfer termodifikasi (modified atmosphere storage/MAS):  CO2 diberikan sekali sampai mendekati 100% pada awal penyimpanan, kemudian dibiarkan • Agar pengendalian hama efektif  konsentrasi CO2 minimal 35% selama 2 minggu atau lebih YHA_ITP

  23. BERBAGAI TEKNIK PENYIMPANAN • Penyimpanan bahan dalam karung di udara terbuka • Berupa tumpukan karung berisi bahan pangan • Disimpan di udara terbuka • Bentuk tumpukan menyerupai pyramid • Pyramid ditutup dengan terpal • Tumpukan diletakkan di atas hamparan terpal • Sifat terpal: tahan air tetapi tidak menahan gas dan uap air • Tidak dapat mencegah terjadinya serangan serangga dan tikus • Diterapkan sementara YHA_ITP

  24. BERBAGAI TEKNIK PENYIMPANAN • Penyimpanan curah dalam silo fleksibel • Silo fleksibel: • Bagian bawah terbuat dari kawat yang dianyam • Kemudian dilapisi lembar plastik • Bagian atas berbentuk kerucut dari plastik • Tahan terhadap serangan tikus YHA_ITP

  25. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN • Tujuan Pembangunan Gudang: • Digunakan untuk menyimpan biji-bijian dan bahan pangan kering lainnya • Bahan pangan dikemas dalam karung  Struktur bangunan gudang berbeda dari silo sistem curah YHA_ITP

  26. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN • Pemilihan Lokasi harus memenuhi kriteria: • Topografi  lokasi lebih tinggi untuk memudahkan drainase dan menghindari banjir • Sifat dan jenis tanah  ketahanan terhadap pemadatan tinggi  menunjang perancangan sistem drainase yang optimal YHA_ITP

  27. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN • Pemilihan Lokasi harus memenuhi kriteria: • Fasilitas jalan raya  sedekat mungkin dengan jalan raya, untuk mendukung mobilitas transportasi: • Selama pembangunan  mengangkut bahan konstruksi • Setelah gudang beroperasi  mengangkut bahan pangan YHA_ITP

  28. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN • Pemilihan Lokasi harus memenuhi kriteria: • Luas lahan  Harus cukup luas untuk menampung • lalu lalang kendaraan pengangkut barang • bangunan lain seperti kantor • perluasan gudang di masa depan YHA_ITP

  29. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN • Pemilihan Lokasi harus memenuhi kriteria: • Arah bangunan terhadap mata angin  daerah tropis (khatulistiwa): • Poros bangunan gudang memanjang dari timur ke barat • Dinding bangunan minim terekspos matahari • Mencegah variasi suhu gudang • Pertimbangkan arah angin: • Suhu udara gudang diturunkan dgn membuka pintu, jendela dan ventilasi pada saat tertentu YHA_ITP

  30. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN • Pemilihan Lokasi harus memenuhi kriteria: • Jarak lokasi gudang dengan pemukiman  pertimbangan penggunaan fumigasi: perlu jarak yang cukup antara gudang dengan lokasi penduduk atau kegiatan masyarakat lainnya YHA_ITP

  31. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN • Desain Standar Gudang Penyimpanan Pangan Komponen dasar gudang: • Fondasi & lantai • Dinding • Atap • Ventilasi • Pintu • Penerangan • Desain untuk : • Melindungi pengaruh lingkungan • Rodent proof dan bird proof • Mendukung proses pengendalian hama • Mudah dibersihkan • Enak dan nyaman untuk bekerja YHA_ITP

  32. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN • Desain Standar Gudang Penyimpanan Pangan • Fondasi dan lantai • fondasi dengan soil bearing pressure 150 kN/m2 • lantai mampu menahan beban • lantai anti air tanah • beton lantai tidak ada retakan, ditutup lapisan semen beberapa cm, permukaannya dihaluskan • sebaiknya beton lantai dibuat setelah atap dipasang • posisi lantai 1,2 m dari permukaan tanah  selevel dengan truk pengangkut YHA_ITP

  33. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN • Desain Standar Gudang Penyimpanan Pangan • Dinding • Terbuat dari bata merah, tebal 15 – 20 cm • Dilapis semen yg permukaannya dihaluskan • Dinding dalam cat putih  mudah deteksi serangga • Dinding luar cat putih  radiasi matahari minimal • Bahan dinding lainnya: fibrocement, baja, alumunium mudah rusak, insulasi rendah, tidak anti karat • Di bag. bawah dinding diberi pelapis anti air • Di bag. luar dibuat koridor beton 1 m  menghindari hujan YHA_ITP

  34. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN • Desain Standar Gudang Penyimpanan Pangan • Atap • Beban atap dibagi ke seluruh pilar penyangga/dinding • Rangka atap: dari kayu yang diawetkan atau logam • Atap terbuat dari lembar alumunium, baja, asbes • Pembuangan air hujan dari atap harus baik • Atap menjorok keluar melewati dinding: 0,7 – 1,0 m YHA_ITP

  35. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN • Desain Standar Gudang Penyimpanan Pangan • Ventilasi • Berfungsi untuk: • pergantian udara segar • menurunkan suhu • pencahayaan dalam gudang • Jangan dibuat terlalu rendah  memudahkan masuknya air hujan, tikus, burung, pencuri • Dibuat di bawah atap yang menjorok keluar • Ventilasi diberi kawat kasa • Bag. luar 10 mm meshmencegah burung • Bag. dalam 1 mm meshmencegah serangga • Kassa serangga harus mudah dicopot untuk dibersihkan YHA_ITP

  36. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN • Desain Standar Gudang Penyimpanan Pangan • Pintu • Jumlah pintu tergantung ukuran gudang • Minimal 2 pintu untuk menjamin pelaksanaan sistem FIFO • Berupa dua lembar pintu geser, terbuat dari logam • Ukuran 2,5 x 2,5 m • Saat pintu ditutup, tikus tidak dapat masuk • Pintu daun: terbuka ke arah luar • Dilindungi dari hujan dengan kanopi YHA_ITP

  37. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN • Desain Standar Gudang Penyimpanan Pangan • Penerangan • Lampu penerangan harus mencukupi • Penerangan alami: • dapat menggunakan lembar fiberglass translusen di atap • Tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan pemanasan setempat (spot heating) • Penerangan buatan hanya dianjurkan bagi gudang yang sering dioperasikan pada saat gelap YHA_ITP

  38. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN • Penentuan Dimensi Gudang  Tergantung tujuan pendirian gudang • Gudang transit  tumpukan karung tidak terlalu tinggi  cukup ruang untuk orang bekerja • Gudang cadangan (reserve stocks)  tumpukan karung bisa setinggi- tingginya  ruang tempat bekerja tidak perlu luas YHA_ITP

  39. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN • Penentuan Dimensi Gudang  Dapat dihitung berdasarkan: • Volume spesifik bahan pangan utama yang akan disimpan • Jumlah tonase maksimum • Tinggi tumpukan maksimum • Jarak antara tumpukan YHA_ITP

  40. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN • Penentuan Dimensi Gudang • Volume spesifik bahan pangan utama yang akan disimpan  Volume spesifik: volume ruang yang diisi oleh 1 ton bahan YHA_ITP

  41. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN Volume spesifik bahan pangan utama yang akan disimpan YHA_ITP

  42. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN • Penentuan Dimensi Gudang • Jumlah tonase maksimum • Tergantung tujuan penyimpanan: penyimpanan transit atau penyimpanan stok • Pertimbangkan rencana penyimpanan jangka panjang YHA_ITP

  43. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN • Penentuan Dimensi Gudang • Tinggi tumpukan maksimum • Tergantung tujuan penyimpanan • Bahan pangan mampat tidak dapat ditumpuk terlalu tinggi, contoh: cokelat • Karung dari anyaman plastik polipropilen licin  tinggi tumpukan maks 3 m • Karung goni  tinggi tumpukan hingga 6 m • Tidak melebihi tinggi dinding • Jarak permukaan tumpukan dengan langit-langit minimal 1 m YHA_ITP

  44. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN • Penentuan Dimensi Gudang • Jarak antara tumpukan • Diperlukan gang di antara tumpukan  memudahkan keperluan kontrol dan inspeksi • Jarak antara tumpukan dengan tumpukan dan jarak antara tumpukan dengan dinding: 1 m • Sediakan ruang kosong selebar 2 m guna penanganan bahan YHA_ITP

  45. PERANCANGAN GUDANG PENYIMPANAN BIJI-BIJIAN • Bangunan Penunjang • Diperlukan bangunan atau ruang utk keperluan: • Menyimpan karung kosong • Menyimpan pestisida • Meja kerja • Jangan mengambil sebagian ruang gudang untuk keperluan tersebut: • Berbahaya saat ada fumigasi • Mengurangi kapasitas`terpakai gudang • Perlu disediakan: • Kantor, gudang penyimpanan bahan habis pakai, bengkel, garasi, dsb • Wastafel, toilet YHA_ITP

  46. PANDUAN PENGELOLAAN SISTEM PENYIMPANAN Penerimaan dan Pengeluaran Barang Barang yang diterima dan dikeluarkan (dengan prinsip FIFO) dicatat dengan menyebutkan: • Nama bahan • Tanggal penerimaan • Asal bahan • Jumlah penerimaan di gudang YHA_ITP

  47. PANDUAN PENGELOLAAN SISTEM PENYIMPANAN Penerimaan dan Pengeluaran Barang Pengecekan bahan yang tiba Hal yang harus dilakukan: • Perhatikan adanya serangga hidup di dalam ruang penyimpanan, di sekitar lingkungan, dan di dalam wadah penyimpanan bahan pangan • Perhatikan adanya bekas ‘tapak’ serangga pada debu yang ada di wadah atau lingkungan • Perhatikan adanya kotoran tikus pada bahan pangan atau wadah YHA_ITP

  48. PANDUAN PENGELOLAAN SISTEM PENYIMPANAN Penerimaan dan Pengeluaran Barang Pengecekan bahan yang tiba Hal yang harus dilakukan (lanjutan): • Perhatikan adanya wadah yang rusak oleh gigitan tikus • Perhatikan adanya bau yang menyimpang (bau pesing, bau apek) • Perhatikan adanya penyimpangan warna bahan pangan dan wadah Khusus serealia  deteksi hidden infestation  analisis kandungan asam urat YHA_ITP

  49. PANDUAN PENGELOLAAN SISTEM PENYIMPANAN Penerimaan dan Pengeluaran Barang Pengeluaran bahan Bahan pangan yang dikeluarkan dengan prinsip FIFO dicatat dengan menyebutkan: • Tanggal pengeluaran dari gudang • Jumlah pengeluaran dari gudang YHA_ITP

  50. PANDUAN PENGELOLAAN SISTEM PENYIMPANAN Pencatatan Hasil Monitoring Rutin Diperlukan catatan berdasarkan monitoring rutin, berupa data: • Sisa akhir di dalam gudang • Tanggal monitoring • Hasil monitoring Gunakan panduan pengelolaan sistem penyimpanan YHA_ITP

More Related