1 / 27

Sri Wiyanti , S.S., M.Hum .

Sri Wiyanti , S.S., M.Hum. LINGUISTIK KOMPARATIF & DASAR PERBANDINGAN. Linguistik Historis Komparatif. Pengertian Tujuan Linguistik Historis Komparatif Sejarah Linguistik Historis Komparatif Dasar Perbandingan 1. Bidang Perbandingan 2. Kesamaan Bentuk 3. Penetapan Kata Kerabat.

kimball
Download Presentation

Sri Wiyanti , S.S., M.Hum .

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Sri Wiyanti, S.S., M.Hum. LINGUISTIK KOMPARATIF & DASAR PERBANDINGAN

  2. Linguistik Historis Komparatif Pengertian TujuanLinguistikHistoris Komparatif SejarahLinguistikHistoris Komparatif DasarPerbandingan 1. BidangPerbandingan 2. KesamaanBentuk 3. PenetapanKataKerabat

  3. Pengertian Linguistik Historis Komparatif merupakan cabang linguistik yang mempersoalkan bahasa dalam bidang waktu serta perubahan-perubahan unsur bahasa yang terjadi pada kurun sekurang-kurangnya dua periode.

  4. Tujuan Linguistik Historis Komparatif (Bynon, 1979; Lehmann, 1995; Crowley, 1987) • Deskripsi perbandingan kesamaan dan kemiripan bahasa cabang. • Penentuan persentase kemiripan dan kesamaaan (kekerabatan) menggunakan leksikostatistik.

  5. Penentuan masa pisah dengan glotokronologi. • Pengelompokan bahasa-bahasa yang diteliti. • Menemukan pusat-pusat penyebaran bahasa proto dan gerak migrasi yang pernah terjadi.

  6. Terbentuknya proto bahasa melalui kegiatan rekonstruksi • Deskripsi terhadap refleksi fonem proto terhadap bahasa cabang

  7. Pengelompokkan bahasa didasarkan pada penghitungan leksikostatistik dan glotokronologi

  8. Sejarah Linguistik Komparatif Periode 1 (1830-1860) Periode ini dimulai dengan FranzBoppberkebangsaanGerman(1791-1867). Beliau dianggap sebagai tokoh yang meletakkan dasar-dasar Ilmu Perbandingan Bahasa Boop membandingkan akhiran-akhiran dari kata kerja dalam bahasa Sanskerta, Yunani, Latin, Persia, dan German (terbit tahun 1816).

  9. Rasmusk Kristian Rask dari Denmark (1791-1867) Melakukan penelitian kata-kata dalam bahasa German mengandung unsur-unsur bunyi yang teratur hubungannya dengan kata-kata bahasa Indo Eropa lainnya. (perbandingan bahasa German Utara, bahasa Baltik, Slavia, Keltik, Baskia, dan Finno-Ugris.

  10. Friedrich von Schlegel (1772-1829) Menunjukkan hubungan antara bahasa Sanskerta, Yunani, Latin, Persia, dan German Menetapkan bahasa-bahasa tersebut sebagai bahasa Fleksi dan bahasa berafiks. August von Schlegel menambahkan bahasa tanpa struktur gramatika.

  11. F.Pott (1802-1887) Menyelidiki etimologi dari bahasa-bahasa Indo German

  12. Wilhelm von Humboldt (1767-1835) Menyempurnakan pengklasifikasian bahasa yang sudah dilakukan von Schlegel, yaitu: 1. bahasa isolatif (menggantikan istilah bahasa tanpa struktur gramatika, 2. bahasa fleksi (bahasa yang mengenal konjungsi), 3. bahasa aglutinatif (menggantikan bahasa berafiks), 4. bahasa inkorporatif (memadukan verba, subjek, objek).

  13. Periode II (1861-1880) August Schleicher (1823-1868) seorang botanis Mencetuskan Stammbaumtheorie ‘teori batang pohon’ (1866) Kata-kata berkembang dari satu suku kata sebagai akar menjadi kata-kata baru

  14. G. Curtius (1820-1885) Menerapkan metode perbandingan untuk Filologi Klasik , khususnya mempelajari bahasa Yunani

  15. Max Muller dan D.Whitney (1827-1894) Muller menghubungkan kelas-kelas bahasa dengan tipe-tipe sosial; bahasa isolatif (bahasa keluarga); bahasa aglutinatif (bahasa pengembara); bahasa fleksi (bahasa masyarakat yang sudah mengenal negara). Whitney menambahkan istilah polisintesis untuk menyebutkan bahasa inkorporatif.

  16. Periode III (1880-akhir abad XIX) Muncul aliran Junggrammatiker yang mendukung hukum Grimm Menjadikan Linguistik Historis Komparatif sebagai sebuah ilmu yang eksak dalam metode-metodenya. Tokoh yang terpenting Karl Brugmann, H. Osthoff, dan A. Leskien.

  17. Periode IV (awal abad XX) Pada periode ini lahir bermacam-macam aliran baru, antara lain: Fonetik Psikolinguistik Sosiolinguistik Aliran Praha

  18. DASAR PERBANDINGAN BAHASA Tiap bahasa di dunia dapat diperbandingkan karena bahasa-bahasa tersebut memiliki ciri kesemestaan bahasa, yaitu: Kesamaan bentuk dan makna Tiap bahasa memiliki perangkat unit fungsional terkecil, yaitu fonem dan morfem. Tiap bahasa memiliki kelas-kelas tertentu

  19. Kemiripan bentuk dan makna yang terjadi dalam bahasa-bahasa dapat terjadi karena faktor: Warisan langsung dari bahasa proto Pinjaman Kebetulan

  20. Ciri Warisan langsung dari bahasa proto Memiliki persamaan unsur kebahasaan yang meliputi kata-kata pokok, yaitu kata-kata yang dimiliki semua bahasa (cognate) Persamaan itu relatif logis dan konsisten, misalnya dalam perubahan bunyi. Contoh bunyi [p] pada bahasa-bahasa di Eropa selatan dalam bahasa-bahasa di Eropa utara berupa bunyi [f]

  21. Ciri Kata Pinjaman Berupa kata-kata yang mengandung pengertian yang semula tidak dimiliki oleh bahasa peminjam. Berupa kata-kata yang mengandung nilai rasa tertentu; lebih sopan bila dinyatakan dengan kata pinjaman.

  22. Ciri persamaan karena kebetulan Penutur yang bahasanya mengandung persamaan tidak pernah berhubungan, baik fisik maupun kultural. Jumlah unsur bahasa yang mengandung persamaan sangat sedikit.

  23. Penetapan Kata Kerabat Sejumlah besar kosakata dari suatu kelompok bahasa tertentu memperlihatkan kesamaan yang besar contoh Gloss Melayu Aceh Batak Tebu tebu tebe tobu Padi padi pade page

  24. 2. Perubahan fonetis memperlihatkan sifat yang teratur (hukumbunyi) Contoh Gloss TagalogBali layarlayaglayah ratusgatoshatos /r/ > /g/ > /h/

  25. Contoh lain Indonesia Jawa Bali padipari pale empeduperufolu /d/ > /r/ > /l/

  26. 3. Semakin dalam menelusuri sejarah bahasa kerabat, semakin banyak ditemukan kesamaan antara pokok-pokok yang diperbandingkan.

  27. Margaasihnamajalannya Terimakasihperhatiannya

More Related