1 / 59

SIMULASI PENGUMPULAN SPESIMEN MALARIA DAN TB

SIMULASI PENGUMPULAN SPESIMEN MALARIA DAN TB. RISKESDAS 2010. Petugas untuk Pemeriksaan dan Penanganan Spesimen Malaria dan TB. Tim Enumerator Petugas Pengumpul Spesimen (PPS) Petugas Laboratorium PRM Petugas di Puslitbang BMF Balitbangkes. ENUMERATOR. Mengisi formulir MT1

kiley
Download Presentation

SIMULASI PENGUMPULAN SPESIMEN MALARIA DAN TB

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. SIMULASI PENGUMPULAN SPESIMEN MALARIA DAN TB RISKESDAS 2010

  2. Petugas untuk Pemeriksaan dan Penanganan Spesimen Malaria dan TB • Tim Enumerator • Petugas Pengumpul Spesimen (PPS) • Petugas Laboratorium PRM • Petugas di Puslitbang BMF Balitbangkes

  3. ENUMERATOR • Mengisiformulir MT1 • Menentukanresponden yang memenuhikriteria (inklusi-eksklusi) • Membacakan PSP dan ART menandatanganiInformed consent • Melakukanpemeriksaan RDT danmembuatsediaanapusdarahtebal • Mengajarkancaramengumpulkandahak • Mempersiapkanformulir M1, M2 dan M3 • Menginformasikankepada ART akanada PPS yang mengumpulkandahak P dan S, keesokanhari.

  4. PEMERIKSAAN RDT DAN SEDIAAN APUS DARAH TEBAL • Mempersiapkan alat dan bahan pemeriksaan malaria • Mengisi Formulir M1 • Pemeriksan RDT dilakukan pada ART yang memenuhi kriteria • Pembuatan sediaan apus darah tebal jika panas

  5. Pemeriksaan RDT danpembuatansediaanapusdarahtebal (lanj…) Alatdanbahan: • Sarungtangan • Stiker • Kaset RDT • Kacasediaan(endfrostedsediaan) • Alcohol swab • Autoclick • Blood lancet • Kapaskering • Pensil 2B dan marker • Plastiksampahdanplastikbiohazard

  6. Pemeriksaan RDT danpembuatansediaanapusdarahtebal (lanj…) Cara pemeriksaan: • Gunakan sarung tangan • Tempel stiker di RDT (bagian belakang) dan kaca sediaan (bagian buram) • Pasang blood lancet di autoclick • Jari manis atau jari tengah kiri dibersihkan dengan alcohol swab, keringkan • Tusuk jari (perkirakan kedalaman blood lancet) • Bersihkan tetes darah yang pertama keluar • Tetesan kedua diambil dengan lup, tempelkan ke RDT • Jangan lupa bekas tusukan jarum ditutup dengan kapas kering namun jangan ditekan

  7. Pemeriksaan RDT danpembuatansediaanapusdarahtebal (lanj…) • Teteskan buffer sebanyak 5 tetes dan letakkan di permukaan yang rata • Tulis jam penetesan di RDT dan form M1, tunggu 15-30 menit • Tekan kembali bekas tusukan jarum hingga darah keluar • Tempelkan 3 tetes darah di kaca sediaan (darah berada di bidang yang sama dengan stiker) • Memperlebar permukaan tetesan darah agar tidak terlalu tipis atau terlalu tebal dengan ujung sediaan lain yang bersih sehingga berbentuk lingkaran dengan diameter • 1-1,5 cm

  8. Pemeriksaan RDT danpembuatansediaanapusdarahtebal (lanj…) • Cek ketebalan dengan meletakkan di atas buku, koran atau arloji • Keringkan dalam posisi datar, jaga hingga terhindar dari serangga dan debu • Lanjutkan pemeriksan RDT pada ART yang lain (bila ada)

  9. Pengemasan RDT bekas pakai dan sediaan apus darah tebal • Masukkan sediaan apus darah tebal ke dalam sediaan box dengan rapi • Bila tidak ada sediaan box, bungkus sediaan dengan kertas polos • Bahan berbahaya masukkan ke dalam plastik biohazard • Menitipkan paket malaria ke PPS

  10. Persiapan Pelatihan Mendahak • Mempersiapkan alat dan bahan pengumpulan dahak • 2 pot sputum Pagi dan Sewaktu yang telah dilabel P dan S untuk ART (bisa ditambahkan nama) • Memberi 1 tablet GG @100 mg untuk memudahkan pengeluaran dahak bagi ART yang memiliki gejala batuk berdahak • Pelatihan mendahak :

  11. Tahap Pelatihan Mendahak • Memotivasi dan mengajarkan waktu serta cara batuk/mengumpulkan dahak yang benar • Mengingatkan mengeluarkan dahak tidak disembarang tempat yaitu : di kamar kecil, toilet, ruang tanpa ventilasi. • Dianjurkan mendahak di luar ruangan / di luar gedung dan jauh dari orang

  12. Teknis Mendahak • Cuci mulut terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa makanan / bakteri • Jika memakai gigi palsu lepaskan • Ambil nafas dalam 2-3 kali, tahan beberapa detik setiap sesudah menghirup udara, • Keluarkan nafas perlahan, kemudian ambil nafas kembali dan batukkan kuat-kuat . • Dekatkan pot dahak ke bibir, tampung dahak setelah ada batuk produktif (sesuai yang diinginkan).

  13. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan spesimen dahak ideal • Teknik inhalasi • Aktivitas fisik (berlari-lari kecil) • Minum larutan gula pekat • Tablet GG • Kartu peraga • Waktu pengambilan dahak Pagi dan Sewaktu

  14. Pot Dahak Cara mendahak

  15. Gambar Dahak Pada Kartu Peraga

  16. Petugas Pengumpul Spesimen (PPS) • PJT dan PJO Kabupaten berkoordinasi dengan Tim Enumerator dan Petugas Pengumpul Spesimen (PPS). • PPS mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan: Cool box; ice gel ; Kotak plastik (20 cm x10 cm x 7cm); Antiseptik Cair; Klip plastik; Parafilm • Ice gel direndam dalam air selama 20 menit kemudian dibekukan di dalam freezer. • ice gel disusun sebagai berikut: 3 ice gel di bagian dasar cool box; 1 ice gel masing-masing di samping kiri dan kanan kotak plastik; dan 2 ice gel di bagian atas kotak plastik. • Bila tidak ada freezer dapat menggunakan es batu

  17. Petugas Pengumpul Spesimen (PPS) • PPS mengambilsalinanformulir MT1 (danpaket malaria) dari Ka. Tim Paket malaria yang dititipkan: • Sediaanapusdarahtebal • RDT bekaspakai • Formulir-formulir • Plastikbiohazard yang berisisampahmedis • PPS menandatanganiformulir M1 • PPS mengunjungi ART sesuaidaftardalamformulir MT1

  18. Menggunakansarungtangandan masker • Mengumpulkan pot dahakpagidansewaktu, • Membimbing ART mendahakjikadahaksewaktubelumada • Memastikankesesuaianstikerdi pot denganFormulir MT1 dan T1 • Memberiparafilmpada pot dahak • Memasukkan pot dahakkeplastikberklip

  19. Penempelan stiker Benar Salah

  20. Pemberian parafilm Pot dalam plastik

  21. Menempatkan pot dahakpadakotakplastik

  22. Meletakkan pot sputum di dalam cool box yang telah berisi ice gel beku. • Melepaskan sarung tangan dan masker (plastik biohazard) • Menggunakan antiseptik untuk membersihkan tangan • Mengisi Formulir T1 • Mengisi keterangan pada Form MT1 untuk pot dahak yang tidak tepat waktu

  23. Pengiriman Pot Dahak ke PRM • Pot dahak yang sudahdikumpulkanharus segeradikirimke PRM. • Pastikandahaktelahdiberistikeridentitas ART • Padapinggirtutup pot diberiparafilmuntukmencegahcairandahakkeluardaricelah – celahtutupulir. • Tutupkotakplastik • Masukkankedalamcool box yang sudahberisiice gel atauesbatu.

  24. Tutup cool box • Pastikan spesimen dalam posisi tegak tidak terbalik • Bawa cool box, formulir MT1, T1 dan paket malaria ke PRM.

  25. Cool box+ice gel ice gel

  26. Laboratorium PRM • Petugas Lab PRM - mengecek kesesuaian formulir T1 dengan pot dahak yang diterima - melengkapi isian formulir T1 (bagian C) - menandatangani formulir T1 • Melakukan fiksasi, pewarnaan dan pembacaan mikroskopik sediaan apus dahak • Jangan lupa memusnahkan sampah biomedis yang berasal dari lapangan dan PRM (sarung tangan, kapas, blood lancet, dll) di PRM

  27. Mengelompokkan formulir MT1, T1, T2, M1, M2 dan M3 berdasarkan rumah tangga dan memasukkan ke dalam map plastik • Mengemas sediaan apus TB dan malaria serta semua formulir. • Mengisi formulir MT2 sesuai jenis bahan yang dikirimkan. • Melakukan komunikasi dengan PJT untuk pengiriman paket TB dan malaria serta memusnahkan RDT bekas pakai.

  28. TAHAPAN SAMPEL DAHAK PENGUMPULAN DAHAK (FORMULIR T1) FIKSASI PEWARNAAN PEMBACAAN APUSAN FORMULIR T2

  29. Persiapan Pembuatan Sediaan Apus BTA • Gunakan masker dan sarung tangan • Beri label nomer identitas pada sediaan sesuai dengan identitas pada pot dahak. • Ambil pot dahak dan kaca sediaan yang beridentitas sama dengan pot dahak. • Buka pot di dalam tempat khusus /Bio Safety Cabinet dengan hati-hati untuk menghindari terjadinya tumpahan dahak

  30. SOP Fiksasi Spesimen Dahak • Buka pot dahak, hindari tumpahan dahak • Panaskan ose diatas nyala api spiritus sampai merah dan biarkan sampai dingin • Ambil sedikit dahak dari bagian yang kental dan kuning kehijau-hijauan (purulen) menggunakan ose yang telah disterilkan di atas.

  31. 4. Oles dahak secara merata dengan gerakanspiral kecil dari dalam keluar (jangan terlalu tebal dan terlalu tipis) pada kaca sediaan dengan ukuran 2 x 3 cm pada 1/3 bagian tengah kaca sediaan.

  32. 5. Masukkan ose kedalam botol yang berisi pasir alkohol 70%, kemudian digoyang goyangkan untuk melepaskan partikel yang melekat pada ose

  33. 6. Kemudian bakar ose sampai membara. 7.Keringkan sediaan di udara terbuka, jangan terkenasinar matahari langsung atau diatas api, biasanya sekitar 15 – 30 menit, sebelum difiksasi

  34. 8.Lewatkansediaanapus yang sudahkering diatasapispiritussebanyak 3 kali (3-5 detik) untukfiksasi, bagian yang berlabel menghadapkeatas

  35. SOP Pewarnaan BTA • Letakan sediaan dahak yang telah difiksasi pada rak dengan hapusan dahak menghadap keatas. Beri Jarak antara tiap sediaan. • Teteskan larutan Carbol Fuchsin 0,3% pada hapusan dahak sampai menutupi seluruh permukaan sediaan dahak.

  36. Lalukannyalaapispiritusdibawahkacasediaansampaikeluaruap, pertahankanuapselama 3-5 menitdengancaramenggerakkanapibeberapa kali. • Singkirkan api spiritus. Diamkan sediaan selama sekurang-kurangnya 5 menit.

  37. Bilas sediaan dengan air mengalir pelan sampai zat warna merah yang bebas terbuang. • Buang sisa air yang ada diatas kaca sediaan.

  38. Genangi permukaan kaca sediaan dengan asam alkohol (HCL alkohol 3 %), diamkan 3 menit kemudian buang. Bila warna merah masih tampak diatas kaca sediaan, ulangi atau beri asam alkohol kembali sampai tidak tampak warna merah lagi

  39. Bilas dengan air mengalir • Buang sisa air yang ada diatas kaca sediaan. • Genangi seluruh permukaan kaca sediaan dengan larutan Methylen Blue 0.3%.

  40. Diamkan 10 – 20 detik. • Bilas dengan air mengalir pelan. • Buang sisa air yang ada diatas kaca sediaan. • Keringkan sediaan diatas rak pengering diudara terbuka.

  41. Hasil pewarnaan yang baik • Di bawah mikroskop

  42. SOP Pembacaan Sediaan BTA • Perhatikan: • Kualitas dahak • Ukuran sediaan ( 2 X 3 cm ) • Kerataan sediaan apus • Ketebalan • Pewarnaan sediaan apus • Kebersihan sediaan apus

  43. SOP Pembacaan Sediaan BTA • Letakkan sediaan di atas meja spesimen mikroskop • Cari lapang pandang dengan objektif 10X • Tetes minyak imersi diatas hapusan dahak tidak boleh menyentuh kaca sediaan • Periksa dengan menggunakan lensa okuler 10X dan objek 100X

  44. Cari Basil Tahan Asam (BTA) yang berbentuk batang warna merah • Periksa paling sedikit 100 lapang pandang dalam waktu ± 10 menit, dengan cara menggeserkan sediaan menurut arah seperti gambar dibawah ini ;

  45. Pembacaan Sesuai Kemenkes/IUATLD

  46. Mikroskopik BTA

  47. Catat hasil pemeriksaan BTA pada formulir T2 • Kaca sediaan yang telah diperiksa kemudian diletakkan secara terbalik diatas kertas tissue beberapa lapis yang telah disusun di sebuah baki, diamkan selama 1 malam. • Bersihkan lensa mikroskop dengan kapas yang telah dibasahi dengan eter alkohol. • Simpan sediaan kedalam box sediaan selesai dibaca • Jangan lupa melakukan dekontaminasi untuk limbah dahak

  48. Pewarnaansediaanapusdarahtebal • Pembuatan larutan Giemsa 5% 0,5 ml Giemsa stock + 9,5ml air mineral 1 tetes Giemsa stock + 19 tetes air mineral • Letakkan sediaan yang akan diwarnai di rak sediaan (permukaan rata) • Teteskan larutan Giemsa 5% ke seluruh permukaan sediaan apus darah tebal • Pasang timer 45 menit – 1 jam • Bersihkan sediaan dari Giemsa dengan air mengalir tanpa membuang larutan Giemsa terlebih dahulu • Keringkan dengan posisi berdiri

  49. Pemusnahan RDT bekas pakai Petugaslaboratorium PRM mencocokkanjumlahdannomorstikerdiformulir M1 • Bilatidakcocokklarifikasidenganketuatim enumerator • Mengisiberitaacarapemusnahan RDT bekaspakai • Pemusnahandilakukansesuaikebiasaan PRM

  50. SAMPLING sediaan NEGATIF Cara I (Susunan sediaan) • Pisahkan sediaan positif dan negatif, susun berdasarkan nomor urut , dimulai dengan kode P dan diikuti S pada setiap nomornya. • Hitung jumlah 10% sediaan negatif • Tentukan interval sediaan negatif Misal total sediaan negatif 100 10% = 10 • Tentukan sediaan negatif pertama tanpa melihat • Misal : sediaan ke 2 dengan no 11-00001 S • Maka sediaan berikutnya yang terpilih adalah 2+10 = sediaan ke-12 • Misal : sediaan ke 12 no 11-00007P

More Related