1 / 57

PENILAIAN AWAL DAN PENGELOLAAN PENDERITA TRAUMA

PENILAIAN AWAL DAN PENGELOLAAN PENDERITA TRAUMA. APA INTI PENILAIAN AWAL ?. PRIMARY SURVEY (ABCDE) & RESUSITASI SECONDARY SURVEY PENANGANAN DEFINITIF (MENETAP). TAHAPAN PENGELOLAAN. PRA RUMAH SAKIT RUMAH SAKIT. TAHAP PRA RUMAH SAKIT.

keiran
Download Presentation

PENILAIAN AWAL DAN PENGELOLAAN PENDERITA TRAUMA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENILAIAN AWAL DAN PENGELOLAAN PENDERITA TRAUMA

  2. APA INTI PENILAIAN AWAL ?

  3. PRIMARY SURVEY (ABCDE) & RESUSITASI • SECONDARY SURVEY • PENANGANAN DEFINITIF (MENETAP)

  4. TAHAPAN PENGELOLAAN • PRA RUMAH SAKIT • RUMAH SAKIT

  5. TAHAP PRA RUMAH SAKIT • Prinsip utama : tidak boleh membuat keadaan menjadi lebih parah (do no further harm) • Ideal UGD yg datang ke penderita bukan sebaliknya • Ambulans yg datang punya peralatan lengkap • Petugas punya sertifikat pelatihan khusus • Koordinasi antara paetugas lapangan & rumah sakit

  6. YG HARUS DILAKUKAN PARAMEDIK DILAPANGAN: • Menjaga Airway & Breathing • Kontrol perdarahan dan syok • Imobilisasi penderita • Kirim ke RS terdekat yg cocok

  7. TAHAP RUMAH SAKIT PADA TRIASE PERHATIKAN CONTROL SERVIKAL • Bila 1 penderita, cari masalah penderita ( selection of problems) • Jika banyak penderita, cari penderita yg paling bermasalah (selection 0f patients)

  8. Apa Yang Harus Kita Perbuat

  9. Impaled Object pada Wajah

  10. A = Airway B = Breathing C = Circulation D = Disability Sumbatan 3-5’ Henti nafas 3-5’ Shock berat 1-2 jam Coma 1 minggu PertolongaN Gangguan Mati dalam

  11. SEBELUM MEMEGANG PENDERITA HARUS : • Aman diri (APD) • Aman Lingkungan • Aman Pasien 3A

  12. Alat proteksi diri : • Sarung tangan • Kaca mata • Apron • Masker

  13. Cek Kesadaran • ABCD menunjukan respon baik/sadar Pemeriksaan selanjutnya • ABCD respon tidak baik/ pasien tidak sadar lakukan Primary survey

  14. PRIMARY SURVEY Adalah menilai secara cepat fungsi vital penderita berdasarkan prioritas, diikuti resusitasi dan stabilisasi

  15. Keadaan mengancam nyawa: A = AIRWAY (+ control cervikal) B = BREATHING & VENTILASI C = CIRCULATION dgn control perdarahan D = DISABILITY (status neurologis ) E = EXPOSURE ( enviromental control/ buka baju penderita, cegah hipotermia)

  16. A = AIRWAY + CONTROL SERVICAL • Pegang kepala (fiksasi) • Pasang neck collar ( curiga fr cervikal) • Letakan diatas Long Spine board

  17. Curiga Fr. CERVIKAL Bila : • Trauma Kapitis dengan penurunan kesadaran • Multi Trauma • Terdapat Jejas diatas Clavicula kearah cranial • Biomekanika Trauma mendukung

  18. Curiga Fr. Tulang BASIS CRANII Bila : • Perdarahan dari lubang hidung /telinga • Racoon Eyes • Beatle Sign

  19. SUMBATAN JALAN NAPAS • Stridor (Crowing)  sumbatan oleh benda padat/oedema laring/faring • Gargling  sumbatan oleh benda cair • Snoring  sumbatan oleh pangkal lidah jatuh kebelakang

  20. MEMBUKA JALANNAFAS a. Tanpa AlatHead tild - Chin lif atau Jaw thrust

  21. Membuka jalan nafas

  22. Pasien TRAUMA tidak sadar Buka Airway dengan Chin Lift atau Jaw Thrust Pasien NON TRAUMA tidak sadar Buka Airway dengan Head Tild – Chin Lift

  23. Mempertahankan jalan nafas agar tetap terbuka b. Dengan alat  memasang pipa (Oro/Naso Pharingeal airway)‏ • Tujuannya: mempertahankan jalan nafas agar tetap terbuka dengan menahan pangkal lidah tidak jatuh ke belakang yang dapat menutup jalan nafas terutama untuk pasien-pasien tidak sadar

  24. Mempertahankan jalan nafas agar tetap terbuka b. Dengan alat  memasang pipa (Oro/Naso Pharingeal airway)‏

  25. Membuka jalan nafas

  26. Membersihkan Jalan Nafas a. Tanpa Alat • Sapuan Jari (Finger sweep): Jalan nafas yang tersumbat karena benda asing dalam rongga mulut bagian belakang (hipofaring)

  27. Membersihkan Jalan Nafasb. Dengan Menggunakan Alat 1). Pengisapan benda cair (suctioning)‏ 2). Membersihkan benda asing padat dalam jalan nafas  laringoscope, magill forcep

  28. 1). Pengisapan benda cair (suctioning) • Sumbatan jalan nafas karena benda cair, pada saat pengkajian akan didapatkan suara nafas Gargling  suctioning • Penghisapan tidak boleh lebih dari 5 detik.

  29. 2) Membersihkan benda asing padat dalam jalan nafas • Dilakukan pada pasien tidak sadar dengan sumbatan benda padat di daerah hipofaring yang tidak mungkin dilakukan dengan sapuan jari atau secara Heimlich  Laringoscope, forcep

  30. B = BREATHING + VENTILASI 3 HAL YG DILAKUKAN PADA BREATHING • Nilai apakah breathing baik • Ventilasi tambahan ( tidak adekuat) • Oksigen

  31. Nilai Pernapasan • Beri O2 bila ada masalah dgn ABCD Terapi Oksigen: a. Nasal kanula  24-32%  2-4 lit/mt b. Simlpe face mask  35-60%  6-8 lit/mt c. Partial Rebreather  35-80%  6-10 lit/mt d. Non rebreather  50-95%  8-12 lit/mt e. Venturi  24-50%  4-10 lit/mt

  32. Bila napas tidak adekuat beri ventilasi tambahan dgn Baging/ Bag valve mask/Ventilator O2 < 50% Bag valve mask: a. Tanpa oksigen  21% (udara)‏ b. Dengan oksigen tanpa reservoir  40%  8-10 lit/mt c. Dengan oksigen dan reservoir  100%  8-10 lit/mt O2 > 90%

  33. BAG VALVE MASK ( AMBU BAG )

  34. BREATHING "Bagging" : lebih baik berdua

  35. Bagaimana mencari penyebab gangguan pada breathing ???

  36. LAKUKAN PEMERIKSAAN Sbb: • INSPEKSI: buka baju pasien, ada jejas ?, nilai pergerakan dada (simetris/tdk) • AUSKULTASI : ke 2 sisi dada, dari sisi dada yg sehat suara paru ?, dengar bunyi jantung • PERKUSI : Ke 2 sisi dada normal sonor, abnormal hipersonor / dullnes ? • PALPASI : ada krepitasi ? Flail Chest ? Fr. Iga

  37. 4 Masalah yg mengancam BREATHING serta tindakannya • Tension Pneumothoraks • Px sangat sesak/syok • Trachea bergeser kearah yg sehat(deviasi trachea) • Distensi vena jugularis • Needle Thoracosintesis di ICS 2 Mid Clavicula • WSD

  38. 4 Masalah yg mengancam BREATHING serta tindakannya…… • 2. Open Pneumotoraks • Luka tembus rongga dada • Sucking Chest Wound pada luka • Tutup luka dgn kassa 3 sisi yg kedap udara • WSD

  39. 4 Masalah yg mengancam BREATHING serta tindakannya…… • 3. Massive Hematothoraks • Perdarahan dalam rongga thoraks > 1500 CC /200 cc/jam • Syok,anemis • Ispeksi tdk simetris • Auskultasi bising napas – • Perkusi redup (dull) Lapor dokter segera pasang Chest Tube untuk WSD/Nilai Thoracotomi

  40. 4 Masalah yg mengancam BREATHING serta tindakannya…… • 4. Flail Chest dgn Contusio Paru • 3 atau > tulang rusuk berdekatan patah (anterior & lateral) • Palpasi bunyi crepitasi • Flail Segmen besar menimbulkan respiratori distress Perlu difinitif dan beri analgetik

  41. C = CIRCULATION DGN CONTROL PERDARAHAN & PERBAIKAN VOLUME • Kenali Syok : • Kulit pucat, akral dingin, nadi cepat/kecil • Perdarahan Ekternal : • Balut tekan (jangan Tourniquet) • Jangan di klem

  42. C = CIRCULATION DGN CONTROL PERDARAHAN & PERBAIKAN VOLUME • Perdarahan Internal : • Rongga thoraks • Rongga abdomen • Fr. Pelvis • Fr. Tulang panjang • Pedarahan retroperitoneal (robekan vena cava/aorta/ruptur ginjal

  43. Perbaikan Volume • Resusitasi Cairan • Pasang Infus 2 Jalur dgn jarum besar (G 16) cairan Ringer Lactad (cairan kristaloid) hangat diguyur

  44. Alur pikir penderita trauma yg mengalami syok: • Syok hemoragik (trauma) • Pasang Infus • Balut Tekan bila perdarahan eksternal • Bila Internal cari pada 5 tempat ! • Evaluasi respon penderita terhadap pemberian cairan

  45. D = DISABILITY (DEFISIT NEUROLOGIS) Yang dinilai : • Tingkat Kesadaran • Ukuran pupil dan reaksi pupil • Kekuatan otot motorik bandingkan kedua sisinya • Resusitasi

  46. D = DISABILITY (DEFISIT NEUROLOGIS) Teknik penilaian : • Sapa atau penggil korban dengan suara yang keras “ pak!, Pak!...Apa anda baik – baik saja ? • Tepuk atau goyang tubuh korban • Interpretasi : • Berespon (sadar) • Tidak bersepon (kemungkinan kesasadaran menurun)

  47. Disability/Kesadaran TEKNIK PENILAIAN : • ALERT • VERBAL RESPON • PAIN RESPON • UNRESPONS INTERPRETASI : • ALERT = SADAR NORMAL • VERBAL RESPON = BERESPON DENGAN PANGGILAN / SUARA • PAIN RESPON = BERESPON DENGAN RANGSANGAN NYEI • UNRESPON = TIDAK SADAR / KOMA

  48. E = EXPOSURE (control lingkungan) • Gunting Pakaian dan lihat jejas • Lakukan Posisi Log Roll (nilai bagian belakang) • Catat kelainan yg ditemukan terutama yg mengancam • Cegah hipotermia • Pakaikan selimut hangat

  49. INGAT: setiap selesai melakukan tindakan evaluasi ulang !!!RE-VALUASI ABCDE

More Related