1 / 23

DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN CHIKUNGUNYA

DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN CHIKUNGUNYA. Dr.H.Armen Ahmad SpPD KPTI FINASIM SUB BAGIAN TROPIK INFEKSI RS. Dr. M.DJAMIL PADANG. PENDAHULUAN. Chikungunya : mosquito borne disease ledakan I : Tanzania (1952) Makonde : " that which bends up "  kejang urat akibat keluhan artritis

jeneil
Download Presentation

DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN CHIKUNGUNYA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN CHIKUNGUNYA Dr.H.Armen Ahmad SpPD KPTI FINASIM SUB BAGIAN TROPIK INFEKSI RS. Dr. M.DJAMIL PADANG

  2. PENDAHULUAN

  3. Chikungunya : mosquito borne disease ledakan I : Tanzania (1952) • Makonde : "that which bends up"  kejang urat akibat keluhan artritis Ditemukan : • Marion Robinson & W.H.R. Lumsden 1955 Kasus : • Thailand 1995 • Indonesia 2001, 2003

  4. Malaysia 1999 ( imigran Myanmar) • 2005-2006, 237 † di pulau Reunion • 2007 Italia : 160 kasus • Melbourne Australia : 8 Januari 2008 • September 2008 : 1.975 kasus di Malaysia • Mavalankar dkk : analisa angka † bulanan rata-rata 2003-2005 Ahmedabad, India  bandingkan angka † rata-rata th 2006 • Puncak Epidemi : Agust & Sept 2006

  5. DEFINISI, EPIDEMIOLOGI, DAN PATOGENESIS CHIKUNGUNYA

  6. Gambar 1. Virus Chikungunya secara mikroskop elektron. Berbentuk bola diameter 42 nm dan inti 25–30 nm. Ann M. Powers, Christopher H. Logue.Changing patterns of chikungunya virus: re-emergence of a zoonotic arbovirus.Journal of General Virology (2007), 88, 2363–2377

  7. Definisi • Makonde : kungunyala tekuk / lipat • "Chicken guinea","Chicken gunaya," "Chickengunya" • arthropod-borne virus RNA genus Alphavirus, famili Togaviridae • Genom single stranded, polaritas positif, panjang 11,7 kb

  8. Epidemiologi • Menular : Aedes aegypti

  9. Transmisi : gigitan nyamuk >> • Transfusi darah orang terinfeksi Vektor • Asia dan perairan India, vektor utama : Ae. aegypti & Ae. albopictus • Species nyamuk Aedes lain di Afrika (Ae. furcifer, Ae. vittatus, Ae. fulgens, Ae.luteocephalus, Ae. dalzieli, Ae. vigilax, Ae. camptorhynchites) • Kadang terlibat : Culex annulirostris, Mansonia uniformis & nyamuk anopheles

  10. MANIFESTASI KLINIS DAN DIAGNOSIS CHIKUNGUNYA

  11. Manifestasi Klinis • MI : 2-4 hari (range 1-12 hr) • Gejala : demam >39°C, ptekiae / makulopalular rash di badan, tungkai, lengan • Nyeri sendi, sakit kepala, insomnia, lemah berakhir di waktu berbeda (5 - 7 hr) • Fatique, sakit kepala, insomnia, injeksi konjungtiva, fotofobia  5 - 7 hari • Myalgia,artralgia/artritis berat : sendi perifer (pergelangan tangan, kaki, PIP dan DIP) • Sendi  nyeri, bengkak,  ROM

  12. Minggu I infeksi : leukopenia, trombositopenia,  enzim hepar (SGOT,SGPT) • Radiologi : dbn • Klinis : tak dapat dibedakan dari demam dengue • Chikungunya : manifestasi perdarahan :shock (-)

  13. self limiting • Gejala hilang 5 - 7 hari obat (-) •  Fase kronis : artropati persisten, berat • Kasus netap lama  jarang • Trias : demam, rash, artralgia • Klinis : demam tinggi ( > 40°C),, rigor, sakit kepala hebat, mengigil • Saddle back fever • Nyeri sendi : hebat lumpuh, sulit tidur • Sendi : nyeri sentuh, bergerak

  14. 1. Isolasi Virus paling definitif. Darah 2-5 ml minggu I sakitdalamtabung heparin 2. RT-PCR • komponenspesifik 3 struktur gen, Capsid (C ), Envelope E-2, bagiandari Envelope E1  • Hasil : 1-2 hari • Fase awal viremia (hari 0 - 7) • IgM : 2 hari dengan ELISA (1-12 hari) beberapa minggu - 3 bulan • IgG : masa penyembuhan  tahunan

  15. 3. Diagnosis Serologi • 10-15 cc serum • Serum fase akut dikumpul setelah gejala klinis (+) • Serum fase konvalesen 10-14 hari setelah onset • D/ serologi :  antibodi 4 x serum fase akut & konvalesen / terlihat antibodi IgM spesifik terhadap virus CHIK • Tes : IgM capture enzyme-linked immunosorbent assay (MAC-ELISA) • Hasil MAC-ELISA : 2-3 hari

  16. PENATALAKSANAAN • Terapi antiviral spesifik (-) • Simptomatis istirahat, cairan, ibuprofen, naproxen, acetaminophen atauparacetamol • Terapitepatdanawal cegahkomplikasidan † • Brighton : sebagianresponsdengan NSAID • Aspirin, ibuprofen dihindari

  17. PENCEGAHAN • Vaksinasi (-) • Tahun 2000  penelitian vaksin • Terhenti : dana • Phase II vaccine (USA) : virus dilemahkan, resistensi virus setelah 28 hari : 98%, 1 tahun : 85% • Plaque-purified livevaksin CHIK pada 73 sukarelawandwssehat • 59 orangimunisasivaksin CHIKV 1 x kali sc dan 14 plasebo • Evaluasi 1 bulan, pemrserologi (50% plaque-reduction neutralization test) selama 1 tahun • Setelahimunisasi, jumlah & beratreaksilokal, sistemiksertakelainan lab = pasienmendapatvaksin CHIK & plasebo • 57 (98%) dari 58 padapasien yang mendapat CHIK vaksinproduksi CHIK neutralizing antibodyharike 28, 85% tetapseropositive 1 tahun post imunisasi

  18. Paling efektif : hindari kontak nyamuk • Pakai penolak nyamuk (repellent)  hati-hati • Saran CDC : repellent mengandung 30 - 50% DEET (N,N-diethyl-meta-tolumide) • Pakai baju lengan panjang, celana panjang • Pakaian diberi pyrethroids ( insektisida )  penangkis serangga • Aromapyrethroids tolak nyamuk

  19. Mencegah perkembangbiakan nyamuk • Nyamuk Aedes : tempat penyimpan air Kontainer menampung air hujan, ban bekas, pot bunga, drum minyak, dan tempat makanan dari plastik Dapat dieliminasi dengan : • Kosongkan alat pendingin saat tidak dipakai • Pindahkan semua benda dari rumah yang dapat nampung air • Koordinasi pelayanan kesehatan masyarakat  PSN

  20. KOMPLIKASI Jarang • Perdarahan ( epistaksis, SCBA )  trombositopenia, diperberat NSAID kurang tepat 2. Komplikasi lain: • Meningoencephalitis • Parese anggota gerak • Meracau • Gagal Jantung • Pneumonia dan gagal nafas • † – epidemi di pulau Reunion, India Selatan

  21. Terima Kasih

More Related