1 / 36

MTBS MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT

MTBS MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT. dr.Erna Sulistyowati,M.Kes BLOK TUMBUH KEMBANG PPD UNIVERSITAS ISLAM MALANG. Sinonim. MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) = IMCI (Integrated management of Childhood Illness). Background.

haamid
Download Presentation

MTBS MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. MTBSMANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT dr.Erna Sulistyowati,M.Kes BLOK TUMBUH KEMBANG PPD UNIVERSITAS ISLAM MALANG

  2. Sinonim MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) = IMCI (Integrated management of Childhood Illness)

  3. Background • Mid-1950s and mid-1960s -- application of scientific knowledge in the field as vertical programmes: fast results but not sustainable in long term • Global recession made it difficult to have integrated programmes • 1984 WHO debate -- noted selective programmes as entry points for integrated programmes • 1996 WHO Study group on integrated health care delivery

  4. PROG. VERTIKAL Masing-2 penyakit punya pedoman klinis dan modul pelatihan   Masing-2 pengelola program melakukan pelatihan klinis  Petugas sama “mengintegrasikan"  semua pedoman klinis PROG. HORISONTAL Pedoman klinis & modul pelatihan MTBS   Kolaborasi program pada pelatihan MTBS   Tatalaksana kasus secara terpadu Vertical ProgrammesvsHorizontal/ Integrated Programmes

  5. KEUNTUNGAN Tujuan lebih jelas & fokus Pelaksanaan opersional lebih mudah Monitoring lebih mudah KERUGIAN Tidak holistik Tidak cost-effective Butuh banyak bantuan dana untuk pelaksanaan program Sulitnya koordinasi antar program Program KesehatanVertikal

  6. KEUNTUNGAN Pelaksanaannya dapat disesuaikan sesuai kebutuhan lokal Merupakan refleksi konsep kesehatan yang multidimensi dan holistik Efektif untuk program kesehatan baru & kondisi bencana Lebih banyak hasil (output) dengan sumberdaya (input) yang terbatas Dapat berespon lebih baik thd kebutuhan masyarakat setempat KERUGIAN Tujuan kurang fokus Banyak program yang harus dilaksanakan secara bersama-sama Program KesehatanHorizontal

  7. MENGAPA PERLU  MTBS? • 12 juta balita per tahun meninggal di negara berkembang • 70% kematian balita karenapneumonia, malaria, diare, campak, malnutrisi atau kombinasi • Lebih dari 75% ibu membawa balita ke klinik dengan keluhan salah satu kondisi di atas • Sering ditemukan overlapping gejala, sehingga diagnosis  tunggal tidak tepat.

  8. Penyebab Utama Kematian Balita, di negara anggota WHO, 1998 • Seluruh kematian:10.8 juta balita setiap tahun • Malnutrisi menyumbang sekitar  50 % kematian anak   • Penyakit lain: Malnutrisi 54% ISPA 19% *   Diare* 19%  Campak* 7%  Malaria* 5%   Perinatal 18% 

  9. MTBS Merupakan suatu pendekatan keterpaduan dalam tatalaksana balita sakit di fasilitas kesehatan tingkat dasar  Bukan program vertikal  Strategi KUNCI untuk meningkatkan kesehatan anak

  10. MTBS  • Kombinasi tatalaksana kasus (kuratif) dengan perbaikan gizi, imunisasi dan konseling(promotif,  preventif) • Penyakit anak yang dipilih merupakan penyebab utama kematian dan kesakitan anak.

  11. Pyramid of Health Staff & Role Specialized Doctors Hospital Treatment Doctors or Nurse Clinic Vacciniation Community Health Education Volunteers Education

  12. Pyramid of Health More Expensive, Curative Care Cost Effectiveness Less People served Hospital Clinic Community Health Education Less Expensive, Preventive Care More People served

  13. Kombinasi program pada MTBS • Gizi  • Imunisasi  • Pencegahan penyakit • Promosi tumbuh kembang  • Tatalaksana kasus 

  14. KONTRIBUSI MTBS DALAM MENUJU INDONESIA SEHAT 2010 • Penghematan: biaya pelatihan, supervisi, cetak, obat dan transport ibu. • Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar. • Rasionalisasi pemakaian obat. • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu/pengasuh anak dalam perawatan di rumah pada balita sakit • Mengoptimalkan pendayagunaan tenaga kesehatan. • Meningkatkan rujukan kasus tepat waktu. • Memperbaiki perencanaan dan manajemen kesehatan di tingkat kabupaten. • Memenuhi  HAK-HAK ANAK.

  15. Strategi MTBS • Meningkatkan ketrampilan petugas kesehatan dalam tatalaksana kasus • Memperbaiki sistem kesehatan agar penanganan penyakit-2 pada balita  lebih efektif • Memperbaiki praktek keluarga & masyarakat dalam home care dan care seeking

  16. TUJUAN MTBS • Menurunkan secara signifikan angka kesakitan dan kematian  yang terkait dengan penyebab  penyakit tersering pada balita. • Kontribusi terhadap tumbuh kembang anak sehat.

  17. Pelaksana MTBS • Tenaga kesehatan di unit rawat jalan tingkat dasar, yaitu: • Paramedis (perawat, bidan). • Dokter. • Bukan untuk rawat inap • Bukan untuk kader

  18. Contoh Pembacaan Modul MTBS/ IMCI

  19. Penatalaksanaan Balita usia 2 bulan s/d 5 tahun Memeriksa tanda bahaya umum • Apakah anak bisa minum/ menetek? • Apakah anak selalu memuntahkan semua makanan? • Apakah anak kejang? • Apakah anak letargis/ tidak sadar? • Tanyakan keluhan utama • Apakah anak batuk/ sukar bernafas? • Apakah anak menderita diare? • Apakah anak demam? • Apakah anak mempunyai masalah telinga? • Periksa Status Gizi dan Anemia • Identifikasi/ Klasifikasi Masalah dan Penatalaksanaan

  20. Penatalaksanaan Balita usia 1 hari s/d 2 bulan Memeriksa tanda bahaya umum • Apakah anak kejang? • Apakah anak mengalami gangguan nafas? • Apakah terdapat Hipotermi • Apakah terdapat kemungkinan infeksi bakteri • Apakah terdapat ikterus? • Apakah terdapat gangguan saluran cerna? • Apakah Bayi Diare? • Apakah Berat Badan rendah/ ada masalah pemberian ASI? • Identifikasi/ Klasifikasi Masalah dan Penatalaksanaan • Perlu dirujuk segera • Perlu dirujuk segera tetapi tdk memungkinkan • Tidak perlu dirujuk • Konseling Ibu

  21. Contoh Kasus • Seorang anak usia 3 tahun, BB 16 kg, tinggal di Papua dibawa oleh ibunya ke Puskesmas dengan keluhan panas, diare, dan batuk sejak 3 hari yang lalu, diare + 5 x/ hari. Anak tampak gelisah. Riwayat imunisasi lengkap. Belum pernah mendapatkan kapsul vitamin A sejak lahir • Pada pemeriksaan fisik didapatkan nadi 100x/menit, RR 46x/ menit, T.ax = 38,6C, mata cekung, tidak ada tanda anemia, masih dapat minum biasa (tdk tampak haus). Tidak didapatkan stridor maupun retraksi dinding dada. Cubitan kulit lambat kembalinya. Tidak ada edema, uji torniquet (-).

  22. Penatalaksanaan Kasus (lihat bagan untuk balita 2 bln- 5 thn) TIDAK ADA Memeriksa tanda bahaya umum • Apakah anak bisa minum/ menetek? • Apakah anak selalu memuntahkan semua makanan? • Apakah anak kejang? • Apakah anak letargis/ tidak sadar? YA • Tanyakan keluhan utama • Apakah anak batuk/ sukar bernafas? • Apakah anak menderita diare? • Apakah anak demam? • Apakah anak mempunyai masalah telinga? YA YA TIDAK • BAIK • Perlu tambahan Vit. A • Periksa Status Gizi dan Anemia, Riwayat Imunisasi • Identifikasi/ Klasifikasi Masalah dan Penatalaksanaan

  23. Identifikasi/ Klasifikasi Masalah dan Penatalaksanaan • -Diare Dehidrasi Ringan/Sedang • Pneumonia • Malaria • Perlu supplementasi vitamin A (hal.7) Kapsul Vitamin A • DIARE Dehidrasi Ringan/ Sedang • PNEUMONIA • MALARIA • - Antimalaria per oral (hal.9) • - Parasetamol (hal. 9) • Ambil sediaan darah • Nasihati Ibu kpn kembali • Kunjungan ulang 2 hari jika tetap demam • Jika demam tiap hari selama 7 hari  Rujuk • Antibiotika yang sesuai selama 5 hari (hal.8) • Pereda batuk yg aman • Nasihati ibu kpn kembali (hal. 22) • Kunjungan ulang 2 hari • Rencana Terapi B (hal.13) • Bila keadaan berat  Rujuk • Nasihati ibu kpn kembali (hal.22) • Kunjungan ulang 5 hari bila tdk ada perbaikan

More Related