slide1 n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Pengembangan Kurikulum 2013 PowerPoint Presentation
Download Presentation
Pengembangan Kurikulum 2013

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 68

Pengembangan Kurikulum 2013 - PowerPoint PPT Presentation


  • 275 Views
  • Uploaded on

Pengantar Uji Publik. Pengembangan Kurikulum 2013. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Desember 2012. 1. Daftar Isi. 1. Urgensi Pengembangan Kurikulum 2013. 2. Mengapa Harus Ada Pengembangan Kurikulum 2013?. 3. Lingkup Utama Perubahan Kurikulum 2013. 4.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Pengembangan Kurikulum 2013' - gwydion


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
slide1

Pengantar Uji Publik

Pengembangan Kurikulum 2013

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Desember 2012

1

slide2

Daftar Isi

1

Urgensi Pengembangan Kurikulum 2013

2

Mengapa Harus Ada Pengembangan Kurikulum 2013?

3

Lingkup Utama Perubahan Kurikulum 2013

4

Tema Pengembangan Kurikulum 2013

5

Aspek Yang Berubah Pada Kurikulum 2013

6

Rumusan SKL Pada Kurikulum 2013

7

Seperti Apakah Kompetensi Inti pada Kurikulum 2013?

8

Faktor Keberhasilan Implementasi Kurikulum 2013

9

Perbaikan Yang Dapat Diharapkan Dari Kurikulum 2013

10

Strategi Implementasi Kurikulum 2013

11

Jadwal Sosialisasi

2

slide3

1

Apa Urgensi Pengembangan Kurikulum 2013?

3

slide4

Bonus Demografi Sebagai Modal

100 tahun kemerdekaan

"Bonus Demografi"

SDM

Usia Produktif Melimpah

  • Kurikulum
  • PTK
  • Sarpras
  • Manajemen

Modal Pembangunan

Kompeten

Transformasi Melalui Pendidikan

Beban Pembangunan

Tidak Kompeten

4

mempersiapkan generasi emas 100 tahun indonesia merdeka
Mempersiapkan Generasi Emas100 Tahun Indonesia Merdeka

Strukutur Penduduk Indonesia

Tahun 2010

Generasi 100 thn Merdeka

(Usia pada tahun 2045)

Periode Bonus Demografi

2010-2035

Pendidikan Menengah Universal

Pendidikan Tinggi yang berkualitas dan berdaya saing

Pendidikan Dasar berkualitas dan merata

Pendidikan karakter

Memastikan semua penduduk usia sekolah bersekolah

Kelompok umur

45-54 tahun

35-44 tahun

Paudisasi

Pendidikan Dasar berkualitas dan merata

Pendidikan karakter

Memastikan semua penduduk usia sekolah bersekolah

Jumlah Penduduk (juta)

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2011

Generasi yang

cerdas komprehensif: a.l

produktif, inovatif, damai dlm

interaksi sosialnya, sehat dan

menyehatkan dalam

interaksi alamnya, dan

berperadaban unggul

Sasaran Kelompok

Strategis

Strategi

Pembangunan

Pendidikan

5

slide6

Delapan Standar Nasional Pendidikan

Kurikulum

(Kesiapan dan Kesesuaian) Peserta Didik

(Kebutuhan) Lulusan

Standar

Isi

Standar

(Proses) Penilaian

Standar

Kompetensi Lulusan

Standar

Proses (Pembelajaran)

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Standar Sarana-Prasarana

Standar Pembiayaan

Standar Pengelolaan

6

slide7

Reformasi Pendidikan Mengacu Pada 8 Standar

Kurikulum 2013

Sedang Dikerjakan

Telah dan terus Dikerjakan

  • Peningkatan Kualifikasi & Sertifikasi
  • Pembayaran Tunjangan Sertifikasi
  • Uji Kompetensi dan Pengukuran Kinerja
  • Rehab Gedung Sekolah
  • Penyediaan Lab dan Perpustakaan
  • Penyediaan Buku

Manajemen Berbasis Sekolah

  • BOS
  • Bantuan Siswa Miskin
  • BOPTN/Bidik Misi (di PT)

7

slide8

Pergeseran Paradigma Pembangunan

s/d Dekade Akhir Abad 20

Abad 21 - dst

Transformasi

Melalui

Pendidikan

Pembangunan Ekonomi Berbasis Sumberdaya

Pembangunan Kesejahteraan Berbasis Peradaban

Sumber Daya Alam sebagai

Modal Pembangunan

Peradaban sebagai Modal Pembangunan

Sumber Daya Manusia sebagai

Beban Pembangunan

SDM Beradab

sebagai

Modal Pembangunan

Penduduk Sebagai Pasar/Pengguna

Penduduk Sebagai Pelaku/Produsen

Kekayaan Peradaban

Kekayaan Alam

SDM Beradab: Berpendidikan [berpengetahuan dan berketerampilan] dan Berbudaya [Berkarakter kuat]

8

slide9

Pembangunan Kesejahteraan Berbasis Peradaban

Modal Sosial

Modal Peradaban

Modal

SDM

Pembangunan Kesejahteraan

Modal Budaya

Modal Pengetahuan/

Keterampilan

9

slide10

Perkembangan Kurikulum di Indonesia

1975

Kurikulum Sekolah Dasar

2004

Rintisan

Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)

1947

Rencana Pelajaran → Dirinci dalam Rencana Pelajaran Terurai

1994

Kurikulum1994

1968

Kurikulum Sekolah Dasar

2013 ‘Kurikulum 2013’

1985

1965

1945

1955

1975

1995

2005

2015

1984

Kurikulum 1984

2006

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

1973

Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP)

1997

Revisi Kurikulum 1994

1964

Rencana Pendidikan Sekolah Dasar

10

slide11

2

Mengapa Harus Ada

Pengembangan Kurikulum 2013?

11

slide13

Dinamika Kurikulum

Pedagogi, Psikologi

Perkembangan

Perubahan Kebutuhan

SDM yang Kompeten

Pengembangan Kurikulum

Akademik

Pengetahuan

Pengetahuan

Industri

Keterampilan

Keterampilan

Sosial-Budaya

Sikap

Sikap

13

slide14

Refleksi dari Hasil TIMSS 2007

Reasoning

Applying

Knowing

Hanya 5% siswa Indonesia yang dapat mengerjakan soal-soal dalam katagori tinggi dan advance [memerlukan reasoning], sedangkan 71% siswa Korea sanggup. Dalam perspektif lain, 78% siswa Indonesia hanya dapat mengerjakan soal-soal dalam katagori rendah [hanya memerlukan knowing, atau hafalan],Perlunya mengembangkan kurikulum yang menuntut penguatan reasoning

slide15

Refleksi dari Hasil PISA 2009

Matematika

IPA

Hampir semua siswa Indonesia hanya menguasai pelajaran sampai level 3 saja, sementara negara lain banyak yang sampai level 4, 5, bahkan 6. Dengan keyakinan bahwa semua manusia diciptakan sama, interpretasi dari hasil ini hanya satu, yaitu: yang kita ajarkan berbeda dengan tuntutan zaman  penyesuaian kurikulum

Bahasa

15

slide16

Pergeseran Paradigma Belajar Abad 21

Ciri Abad 21

Model Pembelajaran

Informasi

(tersedia dimana saja, kapan saja)

Pembelajaran diarahkan untuk mendorong peserta didik mencari tahu dari berbagai sumber observasi, bukan diberi tahu

Komputasi

(lebih cepat memakai mesin)

Pembelajaran diarahkan untuk mampu merumuskan masalah [menanya], bukan hanya menyelesaikan masalah [menjawab]

Otomasi

(menjangkau segala pekerjaan rutin)

Pembelajaran diarahkan untuk melatih berfikir analitis [pengambilan keputusan] bukan berfikir mekanistis [rutin]

Komunikasi

(dari mana saja, ke mana saja)

Pembelajaran menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah

16

slide17

Kerangka Kompetensi Abad 21

Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008

Kehidupan dan Karir

• Fleksibel dan adaptif

• Berinisiatif dan mandiri

• Keterampilan sosial dan budaya

• Produktif dan akuntabel

• Kepemimpinan&tanggung jawab

Pembelajaran dan Inovasi

• Kreatif dan inovasi

• Berfikir kritis menyelesaikan masalah

• Komunikasi dan kolaborasi

Informasi, Media and Teknologi

• Melek informasi

• Melek Media

• Melek TIK

  • Kerangka ini menunjukkan bahwa berpengetahuan [melalui core subjects] saja tidak cukup, harus dilengkapi:
  • Berkemampuan kreatif - kritis
  • Berkarakterkuat [bertanggung jawab, sosial, toleran, produktif, adaptif,...]
  • Disamping itu didukung dengan kemampuan memanfaatkan informasi dan berkomunikasi

Partnership: Perusahaan, Asosiasi Pendidikan, Yayasan,...

17

slide18

Kerangka Kompetensi Abad 21

Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008

  • Mendukung Keseimbangan penilaian: tes satandar serta penilaian normatif dan sumatif
  • Menekankan pada pemanfaatan umpan balik berdasarkan kinerja peserta didik
  • Membolehkan pengembangan portofolio siswa

Perlunya mempersiapkan proses penilaian yang tidak hanya tes saja, tetapi dilengkapi dengan penilaian lain termasuk portofolio siswa. Disamping itu dierlukan dukungan lingkungan pendidikan yang memadai

  • Menciptakan latihan pembe-lajaran, dukungan SDM dan infrastruktur
  • Memungkinkan pendidik untuk berkolaborasi, berbagi pengala-man dan integrasinya di kelas
  • Memungkinkan peserta didik untuk belajar yang relevan dengan konteks dunia
  • Mendukung perluasan keterlibatan komunitas dalam pembelajaran, baik langsung maupun online

18

slide19

3

Apa Lingkup Utama Perubahan Kurikulum 2013?

19

slide20

Strategi Peningkatan Capaian Pendidikan

Pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi

Efektivitas Pembelajaran

(Kurikulum, Guru, ....)

+ 4-6 jam/minggu

Lama Tinggal di Sekolah

0

SD

SMP

SM

6

12

9

Wajar Dikdas 9 Tahun

PMU

Mulai 2013

Periode 1994-2012

20

slide21

Kurikulum 2013 Untuk Peningkatan Efektivitas Pembelajaran

Pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui Mengamati (menyimak, melihat, membaca, mendengar), Menanya, Menalar, Mencoba, Mengkomunikasikan, ....

Iklim akademik, budaya sekolah/ kampus, ....

  • Sistem Nilai:
  • Universal
  • Nasional
  • Lokal

Efektivitas Penyerapan

Transformasi Nilai

Efektivitas Interaksi

Efektivitas Pemahaman

Penilaian pada kemampuan proses, nilai dan pengetahuan, serta kemampuan menilai sendiri

Kesinambungan Pembelajaran secara horisontal dan vertikal

Manajemen dan Kepemimpinan

21

slide23

Jumlah Jam Belajar di Sekolah Negeri untuk Usia 7-14 Tahun

= 15%

1. Minimum number of hours per year.

2. Estimated because breakdown by age is not available.

3. "Ages 12-14" covers ages 12-13 only.

Countries are ranked in descending order of the total number of intended instruction hours.

Source: OECD. Table D1.1. See Annex 3 for notes (www.oecd.org/edu/eag2012).

23

slide24

4

Apa Tema Pengembangan Kurikulum 2013?

24

peran pendidikan dan kebudayaan
Peran Pendidikan dan Kebudayaan

Bangsa yang

Kolaboratif-Kompetitif

Pendidikan

Bangsa yang Cerdas

Bangsa Berpengetahuan dan Berbudaya

Bangsa yang Beradab

Produktif

Spiritual

Intelektual

Kreatif

Sosial

Kebudayaan

Inovatif

Kinestesis

Kultural

Afektif

25

slide26

Tema Pengembangan Kurikulum 2013

Kurikulum yang dapat menghasilkan insan indonesia yang:

Produktif, Kreatif, Inovatif, Afektif

melalui penguatan

Sikap, Keterampilan, dan Pengetahuan

yang terintegrasi

26

slide27

Posisi Kurikulum 2013

*Kurikulum: Kompetensi Lulusan, Isi, Struktur, Proses Pembelajaran,Proses Penilaian, Silabus. Buku*

Produktif

Kreatif

Inovatif

Afektif

27

slide28

Proses Pembelajaran yang Mendukung Kreativitas

  • Dyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Bus. Review:
  • 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik.
  • Kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelijensia yaitu: 1/3 dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik.
  • Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:
      • Observing [mengamati]
      • Questioning [menanya]
      • Associating [menalar]
      • Experimenting [mencoba]
      • Networking [Membentuk jejaring]

Personal

Inter-personal

Perlunya merumuskan kurikulum yang mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba [observation based learning] untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Disamping itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning

28

slide29

Proses Penilaian yang Mendukung Kreativitas

  • Sharp, C. 2004. Developing young children’s creativity: what can we learn from research?:
  • Guru dapat membuat peserta didik berani berperilaku kreatif melalui:
    • tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban tertentu yang benar [banyak/semua jawaban benar],
    • mentolerir jawaban yang nyeleneh,
    • menekankan pada proses bukan hanya hasil saja,
    • memberanikan peserta didik untuk mencoba, untuk menentukan sendiri yang kurang jelas/lengkap informasinya, untuk memiliki interpretasi sendiri terkait dengan pengetahuan atau kejadian yang diamatinya
    • memberikan keseimbangan antara yang terstruktur dan yang spontan/ekspresif

Perlunya merumuskan kurikulum yang mencakup standar penilaian yang mencakup pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal, memberi nilai bagi jawaban nyeleneh, menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya, penilaian spontanitas/ekspresif, dll

29

slide30

Membentuk Kemampuan Pikir Order Tinggi Sejak Dini

  • Center on the Developing Child, Harvard University [2011]. Building the Brain ‘ATC’ System: How Early Experiences Shape the Development of Executive Function.
  • Arsitektur otak dibentuk berdasarkan lapisan-lapisan yang berisi jaringan-jaringan neuron yang terkait satu sama lain
  • Jejaringan tersebut terbentuk mulai masih anak-anak, walaupun masih berkembang sampai umur 30 tahun tetapi penambahannya tidak secepat pada saat anak-anak
  • Kompleksitas jaringan tersebut menentukan tingkat kemampuan berfikir seseorang [low order of thinking skills untukpekerjaan rutin sampai high order of thinking skills untuk pekerjaan pengambilan keputusan eksekutif ]
  • Untuk itu diperlukan sistem pembelajaran yang dapat membangun kemampuan high order thinking skill tersebut [melalui mencari tahu bukan diberi tahu] sejak dini melalui pemberian kebebasan untuk menentukan apa yang harus dilakukan

Perlunya merumuskan kurikulum yang mengedepankan proses mengamati, menanya, menalar, menyimpulkan sampai memutuskan sehingga peserta didik sejak kecil sudah terlatih dalam berfikir tingkat tinggi yang nantinya diperlukan untuk pengambilan keputusan

30

peran kurikulum sebagai integrator sistem nilai pengetahuan dan keterampilan
Peran Kurikulum sebagai Integrator Sistem Nilai, Pengetahuan dan Keterampilan

Watak/Perilaku Kolektif

Pembelajaran

Sistem Nilai

  • Kompetensi:
  • Sikap
  • keterampilan
  • Pengetahuan

Aktualisasi (Action)

Internalisasi (Reflection)

Watak/

Perilaku Individu

Pengetahuan & Keterampilan

Kurikulum

  • Produktif
  • Inovatif
  • Peduli
  • ...

PTK dan dukungan lain: SarPras,...

31

kerangka kerja pengembangan kurikulum
Kerangka Kerja Pengembangan Kurikulum

* tidak pernah berhenti belajar

Psikologi

Pedagogi

Sosio-eko-kultural

Pribadi beriman, bertakwa, berakhlak mulia

Peserta Didik

Lulusan yang Kompeten

Pembelajaran

Pembelajar yang Sukses *

Individu yang Percaya Diri

WN yang Bertanggung Jawab

Kontributor Peradaban yang Efektif

Kesiapan:

-Fisik

-Emosional

-Intelektual

- Spiritual

Kebutuhan:

-Individu

-Masyarakat, Bangsa, Negara, Dunia

-Peradaban

Kelayakan:

-Materi

-Metode Penyampaian

-Metode Penilaian

Manajemen dan Kepemimpinan

Kurikulum

(SKL, Struktur Kurikulum, Standar-standar: Isi, Proses, dan Penilaian)

Iklim Akademik dan Budaya Satdik

Buku Pegangan (Buku Babon)

(Buku Pegangan Siswa, Buku Pegangan Guru)

Rumusan Kompetensi Guru dan Penyiapan Guru

32

slide33

5

Apa Saja Yang Berubah Pada Kurikulum 2013?

33

slide39

Mudah untuk Membuat Anak Berpikir Sistematis dan Kreatif

1.

6

  • Hanya ada satu jawaban
  • Hafalan rumus
  • Mekanistis
  • Tidak terlihat prosesnya
  • Kebenaran dilihat dari jawaban
  • Pemahaman hanya biner, bukan spektrum

4

Keliling persegi panjang ini = ....

2.

  • Banyak cara menjawab
  • Algoritmis
  • Terlihat prosesnya
  • Kebenaran dilihat dari cara berfikirnya, bukan jawabannya
  • Dapat diukur spektrum pemahamannya

6

4

Hitung keliling persegi panjang ini dengan jawaban terstruktur

  • 1. Diketahui:
  • panjang = 6
  • Lebar = 4
  • 2. Ditanya:
  • Keliling
  • 3. Rumus yang digunakan:
  • - Keliling = (panjang + lebar) x 2

4. Penyelesaian:

Keliling = (6 + 4 ) x 2

= 10 x 2

= 20

5. Jawab: 20

39

slide40

Mudah untuk Membuat Anak Berpikir Sistematis dan Kreatif

20

3.

  • Banyak jawaban
  • Paham konsep persegi panjang
  • Kreatif, bahkan ada yang nyeleneh

a. Persegi panjang yang dapat dibentuk dari kawat ini adalah....

  • Banyak jawaban
  • Paham konsep luas
  • Kreatif, bahkan ada yang nyeleneh
  • Mengamati perilaku  observation based learning
  • Mencoba
  • Menyimpulkan  discovery learning

b. Bandingkan luas persegi panjang yang dibuat dan cari yang luasnya terbesar dan yang bentuknya beda tetapi luasnya sama

Apa bisa dipakai membuat ini

  • Mengerjakan tanpa menghitung, dengan informasi kurang lengkap
  • Menalar / asosiasi
  • Menyimpulkan  discovery learning

6

4

Apa bisa dipakai membuat ini

  • Mengerjakan tanpa menghitung, dengan informasi kurang lengkap
  • Menalar / asosiasi
  • Menyimpulkan

4

6

40

slide41

Mudah untuk Membuat Anak Berpikir Sistematis dan Kreatif

4. Paman memiliki kebun di belakang rumahnya. Denahnya memperlihatkan bahwa kebun tersebut melintang dari utara ke selatan sepanjang 6 meter dan membujur dari timur ke barat sepanjang 4 meter. Paman akan memasang tiga lapis kawat mengelilingi kebun tersebut untuk menjaga agar tanamannya tidak terinjak-injak. Cari panjang kawat yang harus disiapkan paman dengan jawaban terstruktur.

  • Memahami banyak konsep: bahasa, geografi, matematika
  • Pembelajaran terintegrasi
  • Penerapan pada permasalahan faktual
  • Melatih berfikir jernih/clarity
  • Mampu merumuskan masalah
  • Mampu membayangkan, menggambarkan dan menyajikan

41

slide42

6

Seperti Apa Rumusan SKL Pada Kurikulum 2013?

42

ruang lingkup skl
Ruang Lingkup SKL

Meta-kognitif

Dunia (Peradaban) Global

PT

Negara

Sosial-Ekonomi-Budaya

SMA/K

Prosedural

Keluarga

Sat Pendidikan

Peserta Didik

SMP

Konseptual

Faktual

SD

SD

SMP

SMA/K

PT

43

slide44

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) - RINCI

  • GradasiantarSatuanPendidikanmemperhatikan;
  • Perkembanganpsikologisanak
  • Lingkupdankedalamanmateri
  • Kesinambungan
  • Fungsisatuanpendidikan
  • Lingkungan

44

slide45

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) - RINGKAS

  • GradasiantarSatuanPendidikanmemperhatikan;
  • Perkembanganpsikologisanak
  • Lingkupdankedalamanmateri
  • Kesinambungan
  • Fungsisatuanpendidikan
  • Lingkungan

45

alasan usulan pemisahan ipa dan ips di sd
Alasan Usulan Pemisahan IPA dan IPS di SD
  • Masalah fokus pembelajaran: ada istilah-istilah IPA yang memiliki arti berbeda dengan istilah-istilah umum pada matapelajaran Bahasa Indonesia, misalnya: “gaya”, “usaha”, “daya”, dll.
  • Tiap matapelajaran memiliki indikator pencapaian masing-masing. Jika indikator Bahasa Indonesia dan IPA digabung, maka pelajaran Bahasa Indonesia menjadi IPA.
  • Jika materi IPA dipaksakan bergabung dengan Bahasa Indonesia, akan terjadi pendangkalan materi IPA (terhapusnya beberapa bagian materi IPA), dampak negatifnya:
    • Prestasi kita di TIMSS dan PISA akan menurun
    • Anak tidak banyak mengerti istilah-istilah IPA, sehingga tidak suka membaca surat kabar/majalah yang mempunyai kolom sains.
  • Peserta didik kelas IV – VI (usia 10 – 12 tahun) sudah masuk pada tahap berpikir abstrak (operasi formal ), sehingga sudah mampu memahami konsep-konsep keilmuan secara sederhana
  • Dengan matapelajaran IPA/IPS yang terpisah, proses pembelajaran di SD tetap dapat dilaksanakan dengan pendekatan tematik-terintegrasi.

IPA dan IPS sebagai Mapel terpisah untuk Kelas IV – VI

IPA dan IPS sebagai Mapel terpisah untuk Kelas V – VI

47

slide48

PENGEMBANGAN STRUKTUR KURIKULUM SD

Usulan Struktur Kurikulum Baru

Struktur Kurikulum Sekarang

Tematik

Fenomena Alam, Sosial dan Budaya sebagai obyek pembelajaran. Oleh karena itu, secara substantif tetap diajarkan.meskipun tidak ada Mapel IPA, IPS.

48

slide49

PENGEMBANGAN STRUKTUR KURIKULUM SD

Usulan: Pemisahan IPA dan IPS (Kelas IV-VI)

Struktur Kurikulum Sekarang

Tematik

Usulan: Pemisahan IPA dan IPS (Kelas V-VI)

Tematik

49

slide50

7

Seperti Apakah Kompetensi Inti pada Kurikulum 2013?

50

prosedur penyusunan kompetensi inti dan dasar
Prosedur Penyusunan Kompetensi Inti dan Dasar

SK-KD Lama Mapel per kelas

Standar Kompetensi Lulusan Baru

  • Mempertahankan SK KD lama yang sesuai dengan SKL Baru
  • Merevisi SK KD lama disesuaikan dengan SKL Baru
  • Menyusun SK KD Baru

Evaluasi

Sumber Kompetensi [Mapel per kelas]

Kompetensi Inti

Kompetensi Dasar Baru

51

slide53

Tabel Peningkatan Kompetensi Inti Kelas I-VI SD

S: Sikap (I: Sikap Spiritual, II: Sikap Sosial), P: Pengetahuan, K: Keterampilan

Penguatan

Penguatan

Penguatan

Penguatan

Penguatan

Penguatan

KI

Kelas

53

slide54

DaftarTemadan AlokasiWaktu

Catatan: Setiap tema memuat kompetensi sikap yang ditekankan pada anak kelas I SD

terutama jujur, disiplin, dan peduli.

54

slide55

Contoh Jaringan Tema SD Kelas I

Diri Sendiri: jujur, tertib dan bersih

  • PPKn:
  • Menunjukanperilakubaik (jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, peduli/kasihsayang, danpercayadiri) dalamberinteraksidengankeluarga, teman, dan guru sebagaiperwujudannilaidan moral Pancasila (KI-2)
  • Mengetahuitatatertibdanaturan yang berlakudalamkehidupansehari-hari di rumahdansekolah (KI-3, KD-2)
  • ……
  • Seni, BudayadanDesain:
  • Menunjukan rasa ingintahuuntukmengenalalam di lingkungansekitarsebagai ide untukberkarya (KI-2, KD-2)
  • Mengenalpolairamalagubervariasidenganalatmusikritmis (KI-3, KD-2)
  • …..
  • Matematika:
  • Menunjukanperilakurapidenganmenatabenda-benda di sekitarruangkelasberdasarkandimensi (bangundatar, bangunruang), beratnya, atauurutankelompokterkecilsampaiterbesardenganrapi (KI-2, KD-1)
  • …..
  • Bahasa Indonesia:
  • Menunjukanperilakubaikdansopandalammendengarkandanberbicarapadasaatmemperkenalkanidentitasdiri, bercakap-cakapdengankeluarga, guru danteman (KI-2, KD-1)
  • Menerapkancaramenulis (permulaan) denganbenar (caraduduk, caramemegangpensil, carameletakkanbuku, jarakmatadanbuku, danmemilihtempatdengancahaya yang terang) (KI-4, KD-9)
  • …..

DiriSendiri: jujur, tertibdanbersih

  • PendidikanJasmani, OlahragadanKesehatan:
  • Mengetahuidanmampumemilihjajanansehat (1)
  • Mengetahuicaramenjagakebersihandiri yang meliputikebersihanbadan, kuku, kulit, gigidanrambutdanpakaian (1)
  • ……..

55

slide56

8

Apa Saja Faktor Keberhasilan Implementasi Kurikulum 2013?

56

slide57

Faktor Keberhasilan Implementasi Kurikulum

Kesesuaian kompetensi PTK dengan kurikulum dan buku teks

Faktor Penentu

Lulusan yang Kompeten

Peserta Didik

Kurikulum

Penguatan peran pemerintah dalam pembinaan dan pengawasan

Ketersediaan buku sebagai bahan ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pembentuk kurikulum

Penguatan manajemen dan budayasekolah

Faktor

Pendukung

57

slide58

Sistem Implementasi Kurikulum

IKLIM DAN BUDAYA SEKOLAH

KURIKULUM

Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Sarana Prasarana

Lulusan yang Kompeten

Peserta Didik

MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN

58

slide59

Strategi Penyiapan Guru

TIM PENGEMBANG KURIKULUM

GURU UTAMA

INSTRUKTUR DIKLAT

Unsur Dinas Pendidikan, Dosen, Widyaiswara, Guru Inti, Pengawas, Kepala Sekolah

GURU

Guru Inti, Pengawas, Kepala Sekolah

Guru kelas, guru mata pelajaran, SD, SMP, SMA, SMK

59

slide60

9

Perbaikan Apa Yang Dapat Diharapkan Dari Kurikulum 2013?

60

slide62

10

Bagaimana Strategi Implementasi Kurikulum 2013?

62

slide63

Kerangka Implementasi Kurikulum

Implementasi Kurikulum

Penataan Kurikulum

Implementasi Terbatas

Perangkat Kurikulum

Implementasi Meluas

Perangkat Pembelajaran dan Buku Teks

Uji Publik dan Sosialisasi

pelatihan guru dan tenaga kependidikan

Reflective Evaluation (Validitas Isi, Akseptabilitas. Aplikabilitas, Legalitas) melalui: diskusi internal Tim Inti, Tim Internal, Tim Pakar

Summative Evaluation

Formative Evaluation

Juni 2016

Des 2012

Juni 2013

Mar 2013

Penilaian menyeluruh terhadap pelaksanaan kurikulum baru secara nasional

  • Kerangka Dasar
  • Struktur Kurikulum dan Beban Belajar
  • Kompetensi (SKL, KI, SKMP/K, KDMP)

Implementasi Terbatas

  • Buku Babon Guru (Silabus, Panduan Pembelajaran dan Penilaian Mata Pelajaran)
  • Buku Teks Pelajaran

Alternatif :

1. Dipilih beberapa kelas (I, IV, VII, X) untuk seluruh sekolah

2. Dipilih beberapa kelas (I, IV, VII, X) untuk beberapa sekolah

63

slide65

Pengembangan Kurikulum ini adalah MomentumTerbaik Dalam Mempersiapkan Generasi Menyongsong

100 Tahun Kemerdekaan RI (2045)

65

slide67

....Indonesia’s economy has enormous promise...

.... Indonesia’s recent impressive economic performance is not widely understood ....

67

Sumber: Archipelago Economy: Unleashing Indonesia’s Potential (McKinsey Global Institute, 2012)