1 / 69

Pengembangan Kurikulum 2013

Pengembangan Kurikulum 2013. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Desember 2012. 1. Daftar Isi. 1. Urgensi Pengembangan Kurikulum 2013. 2. Mengapa Harus Ada Pengembangan Kurikulum 2013?. 3. Lingkup Utama Perubahan Kurikulum 2013. 4. Tema Pengembangan Kurikulum 2013. 5.

shay
Download Presentation

Pengembangan Kurikulum 2013

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Pengembangan Kurikulum 2013 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Desember 2012 1

  2. Daftar Isi 1 Urgensi Pengembangan Kurikulum 2013 2 Mengapa Harus Ada Pengembangan Kurikulum 2013? 3 Lingkup Utama Perubahan Kurikulum 2013 4 Tema Pengembangan Kurikulum 2013 5 Aspek Yang Berubah Pada Kurikulum 2013 6 Rumusan SKL Pada Kurikulum 2013 7 Seperti Apakah Kompetensi Inti pada Kurikulum 2013? 8 Faktor Keberhasilan Implementasi Kurikulum 2013 9 Perbaikan Yang Dapat Diharapkan Dari Kurikulum 2013 10 Strategi Implementasi Kurikulum 2013 11 Jadwal Sosialisasi 2

  3. 1 Apa Urgensi Pengembangan Kurikulum 2013? 3

  4. Bonus Demografi Sebagai Modal 100 tahunkemerdekaan "Bonus Demografi" SDM Usia Produktif Melimpah • Kurikulum • PTK • Sarpras • Manajemen Modal Pembangunan Kompeten Transformasi Melalui Pendidikan Beban Pembangunan Tidak Kompeten 4

  5. Mempersiapkan Generasi Emas100 Tahun Indonesia Merdeka Strukutur Penduduk Indonesia Tahun 2010 Generasi 100 thn Merdeka (Usia pada tahun 2045) Periode Bonus Demografi 2010-2035 Pendidikan Menengah Universal Pendidikan Tinggi yang berkualitas dan berdaya saing Pendidikan Dasar berkualitas dan merata Pendidikan karakter Memastikan semua penduduk usia sekolah bersekolah Kelompok umur 45-54 tahun 35-44 tahun Paudisasi Pendidikan Dasar berkualitas dan merata Pendidikankarakter Memastikan semua penduduk usia sekolah bersekolah Jumlah Penduduk (juta) Sumber: Badan Pusat Statistik, 2011 Generasi yang cerdas komprehensif: a.l produktif, inovatif, damai dlm interaksi sosialnya, sehat dan menyehatkan dalam interaksi alamnya, dan berperadaban unggul Sasaran Kelompok Strategis Strategi Pembangunan Pendidikan 5

  6. Delapan Standar Nasional Pendidikan (Kesiapan dan Kesesuaian) Peserta Didik Kurikulum (Kebutuhan) Lulusan Standar Isi Standar (Proses) Penilaian Standar Kompetensi Lulusan Standar Proses (Pembelajaran) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Sarana-Prasarana Standar Pembiayaan Standar Pengelolaan 6

  7. Reformasi Pendidikan Mengacu Pada 8 Standar Kurikulum 2013 Sedang Dikerjakan Telah dan terus Dikerjakan • Peningkatan Kualifikasi & Sertifikasi • Pembayaran Tunjangan Sertifikasi • Uji Kompetensi dan Pengukuran Kinerja • Rehab Gedung Sekolah • Penyediaan Lab dan Perpustakaan • Penyediaan Buku Manajemen Berbasis Sekolah • BOS • Bantuan Siswa Miskin • BOPTN/Bidik Misi (di PT) 7

  8. Pergeseran Paradigma Pembangunan s/d Dekade Akhir Abad 20 Abad 21 - dst Transformasi Melalui Pendidikan Pembangunan Ekonomi Berbasis Sumberdaya Pembangunan Kesejahteraan Berbasis Peradaban Sumber Daya Alam sebagai Modal Pembangunan Peradaban sebagai Modal Pembangunan Sumber Daya Manusia sebagai Beban Pembangunan SDM Beradab sebagai Modal Pembangunan Penduduk Sebagai Pasar/Pengguna Penduduk Sebagai Pelaku/Produsen Kekayaan Peradaban Kekayaan Alam SDM Beradab: Berpendidikan [berpengetahuan dan berketerampilan] dan Berbudaya [Berkarakter kuat] 8

  9. Pembangunan Kesejahteraan Berbasis Peradaban Modal Sosial Modal Peradaban Modal SDM Pembangunan Kesejahteraan Modal Budaya Modal Pengetahuan/ Keterampilan 9

  10. PerkembanganKurikulum di Indonesia 1975 Kurikulum Sekolah Dasar 2004 Rintisan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 1947 Rencana Pelajaran → Dirinci dalam Rencana Pelajaran Terurai 1994 Kurikulum1994 1968 Kurikulum Sekolah Dasar 2013‘Kurikulum2013’ 1985 1965 1945 1955 1975 1995 2005 2015 1984 Kurikulum 1984 2006 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1973 Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) 1997 Revisi Kurikulum 1994 1964 Rencana Pendidikan Sekolah Dasar 10

  11. 2 Mengapa Harus Ada Pengembangan Kurikulum 2013? 11

  12. Alasan Pengembangan Kurikulum 12

  13. Dinamika Kurikulum Pedagogi, Psikologi Perkembangan Perubahan Kebutuhan Pengembangan Kurikulum SDM yang Kompeten Akademik Pengetahuan Pengetahuan Industri Keterampilan Keterampilan Sosial-Budaya Sikap Sikap 13

  14. Refleksi dari Hasil TIMSS 2007 Reasoning Applying Knowing Hanya 5% siswa Indonesia yang dapat mengerjakan soal-soal dalam katagori tinggi dan advance [memerlukan reasoning], sedangkan 71% siswa Korea sanggup. Dalam perspektif lain, 78% siswa Indonesia hanya dapat mengerjakan soal-soal dalam katagori rendah [hanya memerlukan knowing, atau hafalan],Perlunya mengembangkan kurikulum yang menuntut penguatan reasoning

  15. Refleksi dari Hasil PISA 2009 Matematika IPA Hampir semua siswa Indonesia hanya menguasai pelajaran sampai level 3 saja, sementara negara lain banyak yang sampai level 4, 5, bahkan 6. Dengan keyakinan bahwa semua manusia diciptakan sama, interpretasi dari hasil ini hanya satu, yaitu: yang kita ajarkan berbeda dengan tuntutan zaman  penyesuaian kurikulum Bahasa 15

  16. Pergeseran Paradigma Belajar Abad 21 Ciri Abad 21 Model Pembelajaran Informasi (tersedia dimana saja, kapan saja) Pembelajaran diarahkan untuk mendorong peserta didik mencari tahu dari berbagai sumber observasi, bukan diberi tahu Komputasi (lebih cepat memakai mesin) Pembelajaran diarahkan untuk mampu merumuskan masalah [menanya], bukan hanya menyelesaikan masalah [menjawab] Otomasi (menjangkau segala pekerjaan rutin) Pembelajaran diarahkan untuk melatih berfikir analitis [pengambilan keputusan] bukan berfikir mekanistis [rutin] Komunikasi (dari mana saja, ke mana saja) Pembelajaran menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah 16

  17. Kerangka Kompetensi Abad 21 Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008 Kehidupan dan Karir • Fleksibel dan adaptif • Berinisiatif dan mandiri • Keterampilan sosial dan budaya • Produktif dan akuntabel • Kepemimpinan&tanggung jawab Pembelajaran dan Inovasi • Kreatif dan inovasi • Berfikir kritis menyelesaikan masalah • Komunikasi dan kolaborasi Informasi, Media and Teknologi • Melek informasi • Melek Media • Melek TIK • Kerangka ini menunjukkan bahwa berpengetahuan [melalui core subjects] saja tidak cukup, harus dilengkapi: • Berkemampuan kreatif - kritis • Berkarakterkuat [bertanggung jawab, sosial, toleran, produktif, adaptif,...] • Disamping itu didukung dengan kemampuan memanfaatkan informasi dan berkomunikasi Partnership: Perusahaan, Asosiasi Pendidikan, Yayasan,... 17

  18. Kerangka Kompetensi Abad 21 Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008 • Mendukung Keseimbangan penilaian: tes standar serta penilaian normatif dan sumatif • Menekankan pada pemanfaatan umpan balik berdasarkan kinerja peserta didik • Membolehkan pengembangan portofolio siswa Perlunya mempersiapkan proses penilaian yang tidak hanya tes saja, tetapi dilengkapi dengan penilaian lain termasuk portofolio siswa. Disamping itu dierlukan dukungan lingkungan pendidikan yang memadai • Menciptakan latihan pembelajaran, dukungan SDM dan infrastruktur • Memungkinkan pendidik untuk berkolaborasi, berbagi pengalaman dan integrasinya di kelas • Memungkinkan peserta didik untuk belajar yang relevan dengan konteks dunia • Mendukung perluasan keterlibatan komunitas dalam pembelajaran, baik langsung maupun online 18

  19. 3 Apa Lingkup Utama Perubahan Kurikulum 2013? 19

  20. Strategi Peningkatan Capaian Pendidikan Pembelajaransiswaaktif berbasis kompetensi EfektivitasPembelajaran (Kurikulum, Guru, ....) + 4-6 jam/minggu Lama Tinggal di Sekolah 0 SD SMP SM 6 12 9 Wajar Dikdas 9 Tahun PMU Mulai 2013 Periode 1994-2012 20

  21. Kurikulum 2013 Untuk Peningkatan Efektivitas Pembelajaran Pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui Mengamati (menyimak, melihat, membaca, mendengar), Menanya, Menalar, Mencoba, Mengkomunikasikan, .... Iklim akademik, budaya sekolah/ kampus, .... • Sistem Nilai: • Universal • Nasional • Lokal Efektivitas Penyerapan Transformasi Nilai Efektivitas Interaksi Efektivitas Pemahaman Penilaian pada kemampuan proses, nilai dan pengetahuan, serta kemampuan menilai sendiri Kesinambungan Pembelajaran secara horisontal dan vertikal Manajemen dan Kepemimpinan 21

  22. Rasionalitas Penambahan Jam Pelajaran 22

  23. Jumlah Jam Belajar di Sekolah Negeri untuk Usia 7-14 Tahun = 15% 1. Minimum number of hours per year. 2. Estimated because breakdown by age is not available. 3. "Ages 12-14" covers ages 12-13 only. Countries are ranked in descending order of the total number of intended instruction hours. Source: OECD. Table D1.1. See Annex 3 for notes (www.oecd.org/edu/eag2012). 23

  24. 4 Apa Tema Pengembangan Kurikulum 2013? 24

  25. Peran Pendidikan dan Kebudayaan Bangsa yang Kolaboratif-Kompetitif Pendidikan Bangsa yang Cerdas Bangsa Berpengetahuan dan Berbudaya Bangsa yang Beradab Produktif Spiritual Intelektual Kreatif Sosial Kebudayaan Inovatif Kinestesis Kultural Afektif 25

  26. Tema Pengembangan Kurikulum 2013 Kurikulum yang dapat menghasilkan insan indonesia yang: Produktif, Kreatif, Inovatif, Afektif melalui penguatan Sikap, Keterampilan, dan Pengetahuan yang terintegrasi 26

  27. Posisi Kurikulum 2013 *Kurikulum: Kompetensi Lulusan, Isi, Struktur, Proses Pembelajaran,Proses Penilaian, Silabus. Buku* Produktif Kreatif Inovatif Afektif 27

  28. Proses Pembelajaran yang Mendukung Kreativitas • Dyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Business Review: • 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik. • Kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelijensia yaitu: 1/3 dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik. • Kemampuan kreativitas diperoleh melalui: • Observing [mengamati] • Questioning [menanya] • Associating [menalar] • Experimenting [mencoba] • Networking [Membentuk jejaring] Personal Inter-personal Perlunya merumuskan kurikulum yang mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba [observation based learning] untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Disamping itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning 28

  29. Proses Penilaian yang Mendukung Kreativitas • Sharp, C. 2004. Developing young children’s creativity: what can we learn from research?: • Guru dapat membuat peserta didik berani berperilaku kreatif melalui: • tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban tertentu yang benar [banyak/semua jawaban benar], • mentolerir jawaban yang nyeleneh, • menekankan pada proses bukan hanya hasil saja, • memberanikan peserta didik untuk mencoba, untuk menentukan sendiri yang kurang jelas/lengkap informasinya, untuk memiliki interpretasi sendiri terkait dengan pengetahuan atau kejadian yang diamatinya • memberikan keseimbangan antara yang terstruktur dan yang spontan/ekspresif Perlunya merumuskan kurikulum yang mencakup standar penilaian yang mencakup pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal, memberi nilai bagi jawaban nyeleneh, menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya, penilaian spontanitas/ekspresif, dll 29

  30. Membentuk Kemampuan Pikir Order Tinggi Sejak Dini • Center on the Developing Child, Harvard University [2011]. Building the Brain ‘ATC’ System: How Early Experiences Shape the Development of Executive Function. • Arsitektur otak dibentuk berdasarkan lapisan-lapisan yang berisi jaringan-jaringan neuron yang terkait satu sama lain • Jejaringan tersebut terbentuk mulai masih anak-anak, walaupun masih berkembang sampai umur 30 tahun tetapi penambahannya tidak secepat pada saat anak-anak • Kompleksitas jaringan tersebut menentukan tingkat kemampuan berfikir seseorang [low order of thinking skills untukpekerjaan rutin sampai high order of thinking skills untuk pekerjaan pengambilan keputusan eksekutif ] • Untuk itu diperlukan sistem pembelajaran yang dapat membangun kemampuan high order thinking skill tersebut [melalui mencari tahu bukan diberi tahu] sejak dini melalui pemberian kebebasan untuk menentukan apa yang harus dilakukan [lead, decide] Perlunya merumuskan kurikulum yang mengedepankan proses mengamati, menanya, menalar, menyimpulkan sampai memutuskan sehingga peserta didik sejak kecil sudah terlatih dalam berfikir tingkat tinggi yang nantinya diperlukan untuk pengambilan keputusan 30

  31. Peran Kurikulum sebagai Integrator Sistem Nilai, Pengetahuan dan Keterampilan Watak/Perilaku Kolektif Pembelajaran Sistem Nilai • Kompetensi: • Sikap • keterampilan • Pengetahuan Aktualisasi (Action) Internalisasi (Reflection) Watak/ Perilaku Individu Pengetahuan & Keterampilan Kurikulum • Produktif • Inovatif • Peduli • ... PTK dan dukungan lain: SarPras,... 31

  32. Kerangka Kerja Pengembangan Kurikulum * tidak pernah berhenti belajar Psikologi Pedagogi Sosio-eko-kultural Pribadi beriman, bertakwa, berakhlak mulia Peserta Didik Lulusan yang Kompeten Pembelajaran Pembelajar yang Sukses * Individu yang Percaya Diri WN yang Bertanggung Jawab Kontributor Peradaban yang Efektif Kesiapan: -Fisik -Emosional -Intelektual - Spiritual Kebutuhan: -Individu -Masyarakat, Bangsa, Negara, Dunia -Peradaban Kelayakan: -Materi -Metode Penyampaian -Metode Penilaian Manajemen dan Kepemimpinan Kurikulum (SKL, Struktur Kurikulum, Standar-standar: Isi, Proses, dan Penilaian) Iklim Akademik dan Budaya Satdik Buku Pegangan (Buku Babon) (Buku Pegangan Siswa, Buku Pegangan Guru) Rumusan Kompetensi Guru dan Penyiapan Guru 32

  33. 5 Apa Saja Yang Berubah Pada Kurikulum 2013? 33

  34. Elemen Perubahan pada Kurikulum 2013 Elemen Perubahan 34

  35. Elemen Perubahan 35

  36. Elemen Perubahan 36

  37. Elemen Perubahan 37

  38. Elemen Perubahan 38

  39. Mudah untuk Membuat Anak Berpikir Sistematis dan Kreatif 1. 6 • Hanya ada satu jawaban • Hafalan rumus • Mekanistis • Tidak terlihat prosesnya • Kebenaran dilihat dari jawaban • Pemahaman hanya biner, bukan spektrum 4 Keliling persegi panjang ini = .... 2. • Banyak cara menjawab • Algoritmis • Terlihat prosesnya • Kebenaran dilihat dari cara berfikirnya, bukan jawabannya • Dapat diukur spektrum pemahamannya 6 4 Hitung keliling persegi panjang ini dengan jawaban terstruktur • 1. Diketahui: • panjang = 6 • Lebar = 4 • 2. Ditanya: • Keliling • 3. Rumus yang digunakan: • - Keliling = (panjang + lebar) x 2 4. Penyelesaian: Keliling = (6 + 4 ) x 2 = 10 x 2 = 20 5. Jawab: 20 39

  40. Mudah untuk Membuat Anak Berpikir Sistematis dan Kreatif 20 3. • Banyak jawaban • Paham konsep persegi panjang • Kreatif, bahkan ada yang nyeleneh a. Persegi panjang yang dapat dibentuk dari kawat ini adalah.... • Banyak jawaban • Paham konsep luas • Kreatif, bahkan ada yang nyeleneh • Mengamati perilaku  observation based learning • Mencoba • Menyimpulkan  discovery learning b. Bandingkan luas persegi panjang yang dibuat dan cari yang luasnya terbesar dan yang bentuknya beda tetapi luasnya sama Apa bisa dipakai membuat ini • Mengerjakan tanpa menghitung, dengan informasi kurang lengkap • Menalar / asosiasi • Menyimpulkan  discovery learning 6 4 Apa bisa dipakai membuat ini • Mengerjakan tanpa menghitung, dengan informasi kurang lengkap • Menalar / asosiasi • Menyimpulkan 4 6 40

  41. Mudah untuk Membuat Anak Berpikir Sistematis dan Kreatif 4. Paman memiliki kebun di belakang rumahnya. Denahnya memperlihatkan bahwa kebun tersebut melintang dari utara ke selatan sepanjang 6 meter dan membujur dari timur ke barat sepanjang 4 meter. Paman akan memasang tiga lapis kawat mengelilingi kebun tersebut untuk menjaga agar tanamannya tidak terinjak-injak. Cari panjang kawat yang harus disiapkan paman dengan jawaban terstruktur. • Memahami banyak konsep: bahasa, geografi, matematika • Pembelajaran terintegrasi • Penerapan pada permasalahan faktual • Melatih berfikir jernih/clarity • Mampu merumuskan masalah • Mampu membayangkan, menggambarkan dan menyajikan 41

  42. 6 Seperti Apa Rumusan SKL Struktur Kurikulum SD Pada Kurikulum 2013? 42

  43. Ruang Lingkup SKL Meta-kognitif Dunia (Peradaban) Global PT Negara Sosial-Ekonomi-Budaya SMA/K Prosedural Keluarga Sat Pendidikan Peserta Didik SMP Konseptual Faktual SD SD SMP SMA/K PT 43

  44. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) - RINCI • GradasiantarSatuanPendidikanmemperhatikan; • Perkembanganpsikologisanak • Lingkupdankedalamanmateri • Kesinambungan • Fungsisatuanpendidikan • Lingkungan 44

  45. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) - RINGKAS • GradasiantarSatuanPendidikanmemperhatikan; • Perkembanganpsikologisanak • Lingkupdankedalamanmateri • Kesinambungan • Fungsisatuanpendidikan • Lingkungan 45

  46. Usulan Rancangan Struktur Kurikulum SD 46

  47. Alasan Usulan Pemisahan IPA dan IPS di SD • Masalah fokus pembelajaran: ada istilah-istilah IPA yang memiliki arti berbeda dengan istilah-istilah umum pada matapelajaran Bahasa Indonesia, misalnya: “gaya”, “usaha”, “daya”, dll. • Tiap matapelajaran memiliki indikator pencapaian masing-masing. Jika indikator Bahasa Indonesia dan IPA digabung, maka pelajaran Bahasa Indonesia menjadi IPA. • Jika materi IPA dipaksakan bergabung dengan Bahasa Indonesia, akan terjadi pendangkalan materi IPA (terhapusnya beberapa bagian materi IPA), dampak negatifnya: • Prestasi kita di TIMSS dan PISA akan menurun • Anak tidak banyak mengerti istilah-istilah IPA, sehingga tidak suka membaca surat kabar/majalah yang mempunyai kolom sains. • Peserta didik kelas IV – VI (usia 10 – 12 tahun) sudah masuk pada tahap berpikir abstrak (operasi formal ), sehingga sudah mampu memahami konsep-konsep keilmuan secara sederhana • Dengan matapelajaran IPA/IPS yang terpisah, proses pembelajaran di SD tetap dapat dilaksanakan dengan pendekatan tematik-terintegrasi. IPA dan IPS sebagai Mapel terpisah untuk Kelas IV – VI IPA dan IPS sebagai Mapel terpisah untuk Kelas V – VI 47

  48. PENGEMBANGAN STRUKTUR KURIKULUM SD UsulanStrukturKurikulumBaru Struktur Kurikulum Sekarang Tematik Fenomena Alam, Sosial dan Budaya sebagai obyek pembelajaran. Oleh karena itu, secara substantif tetap diajarkan.meskipun tidak ada Mapel IPA, IPS. 48

  49. PENGEMBANGAN STRUKTUR KURIKULUM SD Usulan: Pemisahan IPA dan IPS (Kelas IV-VI) Struktur Kurikulum Sekarang Tematik Usulan: Pemisahan IPA dan IPS (Kelas V-VI) Tematik 49

  50. 7 Seperti Apakah Kompetensi Inti pada Kurikulum 2013? 50

More Related