1 / 48

PROTOZOA

PROTOZOA. Penyebab infeksi pada manusia. Budi Mulyaningsih Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Protozoa. Usus. Darah. Jaringan. Atrial. Entamoeba histolytica Giardia lamblia Balantidium coli. Plasmodium falciparum Plasmodium vivax

gram
Download Presentation

PROTOZOA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PROTOZOA Penyebab infeksi pada manusia Budi Mulyaningsih Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

  2. Protozoa Usus Darah Jaringan Atrial • Entamoeba histolytica • Giardia lamblia • Balantidium coli • Plasmodium falciparum • Plasmodium vivax • Plasmodium malariae • Plasmodium ovale Toxoplasma gondii Trichomonas vaginalis

  3. PROTOZOA Patogen Non-patogen Entamoeba histolytica Giardia lamblia Balantidium coli Entamoeba coli Endolimax nana Iodamoeba butschlii

  4. Amebiasis • Penyebab Entamoeba histolytica, dg inang manusia / binatang • Distribusi Geografis Kosmopolitan terutama daerah tropis & subtropis dg higiene sanitasi buruk

  5. MORFOLOGI Trofozoit • 10-60 µm (+ 20 µm) • Bergerak aktif • Inti: kariosoma sentris, butir kromatin teratur • Endoplasma lebih > keruh dari endoplasma • Ada sel darah merah

  6. Trofozoit

  7. Presista • GERAKAN LAMBAN • BTK PERALIHAN • PD SITOPLASMA ADA MASA GLIKOGEN & BENDA KROMATOID BTK CERUTU +/- • INTI SATU • DINDING TIPIS

  8. PRESISTA

  9. Sista • 10 – 20 µm • Bulat / oval • Dinding tebal • Inti 1 -4 • Benda kroma- • toid +/-

  10. DAUR HIDUP TINJA AMEBIASIS INTESTINAL USUS BESAR MANUSIA TERTELAN MANUSIA SISTA TROF MAKANAN & MINUMAN TROFOZOIT MENEMBUS DD. USUS MSK ALIRAN DARAH AMEBIASIS EKSTRAINTESTINAL: - HATI,PARU-PARU,OTAK,KULIT, PERIKARDIUM & ORGAN LAIN

  11. Patologi & Gejala Klinis • Amebiasis Intestinal Masa Inkubasi : 5 (2-14) hari Gejala Klinik : 9 (3-14) minggu, pd inf. percobaan. 3 (1-8) minggu, pd wabah

  12. A. Infeksi Akut E.histolytica segera menyerang jaringan setelah invasi, gejala tak jelas & mendadak. 1.Ringan Ulkus tak banyak & tak meluas Gejala : tak spesifik, sakit perut, diare

  13. 2. Berat - Ulserasi di sekal & sigmoidorektal - penetrasi pada submukosa & mukosa - trofozoit dlm tinja + - jarang berakibat fatal Gejala: - Sakit perut hebat, - Demam :100-102ºF - Disentri : tinja lendir dan darah15X/HR - Lekositosis - Gangguan sistematik: toksemia, dehidrasi & lesu

  14. B. Infeksi Kronis - Parasit sulit ditemukan Gejala: - Tinja + lendir, menyerupai disentri basiler - Sering kambuh - BAB tak tentu : diare /konstipasi - Sakit perut ringan - Anoreksia, flatulensi - Hepar sedikit membesar - Gej. sistemik & psikhoneurotik Asimtomatik

  15. Amebiasis ekstraintestinal A. Hepatik - Absesdpt lebih pd satu tempat - Hepar membesar pd lobus kanan - Warna coklat, sel & jar. rusak - E. histolytica selalu di dinding abses - Demam ringan - Sakit di atas hipokhondrium - Lekositosis 13.000 – 20.000 - Tak bertenaga, berat badan turun

  16. B. Paru Keluhan pd paru bawah kanan & pleura berhubungan dg abses liver Gejala : panas-dingin, batuk pendek, lekoisitosis C. Cerebral Jarang terjadi Gejala : abses otak /tumor

  17. D. Kutaneus/kulit • Ulkus meluas tidak menentu • Selalu di daerah peritonealatau disebelah fistula • Gejala: gatal-gatal, alergi urtikaria dan dermatitis

  18. Diagnosis 1.Klinis - Pemeriksaan fisik - Sigmoidoskopi: lesi yg khas - aspirasi/biopsi mikroskopis parasit - radiologi : kelainan organ dalam dapat diketahui - Ultrasonografi - Ct. Scan.

  19. 2. Laboratoris Menemukan parasit dg mikroskopdari biakan tinja/biopsi jaringan 3. Molekuler • Biokhemis (Enzyme activity assay) & Isoenzyme patterns) • Biologi molekuler (PCR) • Serologis (ELISA & Tes Aglutinasi)

  20. TERAPI 1. AMEBIASIS INTESTINAL ASIMTOMATIK HANYA ADA SISTA DLM TINJA PDR OBAT : DILOXANIDE FUROATE (FURAMIDE) 500mg 3 X / HR, 10 HR. 2. AMEBIASIS INTESTINAL ASIMTOMATIK TROF & SISTA TDP DLM TINJA PDR OBAT : - IODOQUINOL,650mg 3 X / HR, 20 HR. - METRONIDAZOLE (FLAGYL) 750mg 3 X / HR, 10 HR.

  21. 3. AMEBIK KOLITIS CHLOROQUINE + IODOQUINOL / METRONIDAZOLE, 250mg 2 X/HR, 14-21 HR. 4.AMEBIASIS AKUT A. METRONIDAZOLE PER ORAL, DWS : 750 mg 3 x /HR DLM 10 HR. ANAK: 40 mg/KG/HR DIBAGI DLM 3 DOSIS DLM 10 HR B. IODOQUINOL PER ORAL DWS : 650 mg, 3 x/HR DLM 20 HR C. DILOXANIDE FUROATE PER ORAL DWS : 500 mg 3 x/ HR DALAM 10 HR 5. AMEBIC LIVER ABSES A. METRONIDAZOLE B. CHLOROQUINE C. DEHYDROEMETINE

  22. EPIDEMIOLOGI • WHO : PREVALENSI: 2-60%, TROP & SUBTROPSANITASI BURUK • PREV. BERVARIASI: UMUR; JENIS KEL; AREA; STATUS SOSEK; LEVEL SANITASI • PREV MENINGKAT: ANAK USIA SEKOLAH; OSEK KURANG; PEDESAAN; SANITASI BURUK; AKHIR MUSIM PENGHUJAN.

  23. GIARDIASIS • PARASIT: Giardia lamblia • FLAGELATA USUS • HABITAT DLM KRIPTE DUODENUM • ANAK-ANAK > DEWASA • INANG DEFINITIF : MANUSIA & BINATANG PENGERAT (TIKUS) • DISTRIBUSI GEOGRAFIS : KOSMOPOLITAN (TROPIS & SUBTROPIS: NEGARA YG SEDANG BERKEMBANG)

  24. MORFOLOGI TROFOZOIT

  25. TROFOZOIT • BENTUK SEPERTI BUAH PER, UJUNG POST RUNCING & TIPIS • BILATERAL SIMETRIS, 12 – 15 m (+ 14 m) • PUNYA DISKUS PENGISAP • GERAKAN PROGRESIF SPT DAUN JATUH • ALAT GERAK : 4 PASANG FLAGELLUM YG BERPANGKAL DI BLEFAROPLAS (ANTERIOR, POSTERIOR, VENTRAL & LATERAL) • INTI : 2 BUAH OVAL, KARIOSOMA BESAR DITENGAH. • 2 AXONEMA • BENDA PARABASAL

  26. 1. INTI 2. BENDA PARABASAL 3. AKSONEMA 4. FLAGELLUM

  27. TROFOZOIT DARI SAMPING : - BAGIAN VENTRAL, CEKUNG - BAGIAN DORSAL, CEMBUNG

  28. SISTA - BTK ELIPSOIDAL - 10 – 12 m - DINDING TIPIS 1 LAPIS - AXONEMA - BENDA PARABASAL - BLEFAROPLAS - BEKAS FLAGELUM

  29. DAUR HIDUP USUS HALUS DUODENUM JEJUNUM INANG EKSISTASI DI DUODENUM TROF TINJA TROF SISTA MAKANAN, MINUMAN

  30. CARA MEMPERBANYAK DIRI • DLM USUS HALUS SISTA EKSSISTASI 2 BUAH TROFOZOIT. • TROFOZOIT BELAH PASANG LONGITUDINAL

  31. SUASANA YG SESUAI : - BASA - AKHLORHIDRIA - DIET KAYA KARBOHIDRAT • MAKANAN : SARI MAKANAN DR LUMEN & MUKOSA USUS, DIISAP DNG DISKUS PENGISAP • TROFOZOIT TAHAN PERISTALTIK USUS, JARANG DITEMUKAN DLM TINJA

  32. GEJALA KLINIS • ASIMTOMATIS • DNG GEJALA : AKUT / KRONIS • INF. PD ANAK > DEWASA • GIARDIASIS AKUT: • DIARE BERLEMAK (STEATORRHOEA) • WARNA TINJA PUCAT / PUTIH KEKUNINGAN, SEPERTI DEMPUL • FLATULENSI • ANOREXIA • SAKIT DI DAERAH EPIGASTRIUM • DIARE DISELINGI OBSTIPASI, KADANG JADI AKUT & ENCER

  33. GIARDIASIS KRONIS • HIPOPROTEINEMIA • HIPOGAMMAGLOBULINEMIA • DEFISIENSI AS. FOLAT & VITAMIN YG LARUT DLM LEMAK • VILLI USUS ATROFI • MALABSORBSI • KOLONI BAKTERI

  34. DIAGNOSIS • DIAGNOSIS LABORATORIS : • TINJA CAIR TROFOZOIT TINJA PADAT SISTA • ASPIRASI DUODENAL TROFOZOIT • ENTERO TEST / MUKOSA DUODENUM TROFOZOIT • IMUNOLOGIS ELISA, IMUNOFLOURESCEN, CONTER IMUNO ELECTROPHORESIS (CIE)

  35. TERAPI • QUINACRINE HYDROCHLORIDE: AGAK TOKSIS • METRONIDAZOLE: 0,25 gram 3X/HR, SELAMA 5 HARI

  36. EPIDEMIOLOGI • PREVALENSI : 1,5 –20%, BERKAITAN DENGAN SOSIOEKONOMI • “TRAVELERS DIARRHEA”, PD AIR MINUM (WATER BORNE DISEASES)

  37. PENCEGAHAN • MENEMUKAN & MENGOBATI “CARRIER” • PERBAIKAN : HIGIENE SANITASI , NUTRISI, MAKANAN & MINUMAN • MENGGUNAKAN SARANA AIR MINUM YG BAIK DNG PURIFIKASI + LAR IODIN, KARENA SISTA G. lamblia RESISTEN THD CHLORINASI

  38. BALANTIDIASIS • PARASIT : Balantidium coli • PROTOZOA USUS YG UKURANNYA PALING BESAR • CILIATA • INANG AKSIDENTAL : MANUSIA • INANG DEFINITIF : BABI & KERA • HABITAT DI USUS BESAR • DISTRIBUSI GEOGRAFIS : KOSMOPOLITAN , TROPIS & SUBTROPIS

  39. MORFOLOGI • TROFOZOIT : • SEPERTI KANTONG • OVAL, ± 60 µm • ANTERIOR TAJAM, • POSTERIOR BULAT • TUBUH TERTUTUP CILIA YG MERUPAKAN ALAT GERAK • SITOSTOMA, • SITOFIGE : LUBANG EKSKRESI • INTI : MAKRONUKLEUS & MIKRONUKLEUS • VAKUOLA KONTRAKTIL

  40. TROFOZOIT

  41. SISTA • AGAK BULAT, 52 X 55 µm • DINDING 2 LAPIS, LUAR TEBAL & DALAM TIPIS • CILIA KADANG TAMPAK TERUTAMA PD SEDIAAN SEGAR • MAKRONUKLEUS + • MIKRONUKLEUS + / - • VAKUOLA • DILUAR INANG, MAMPU HIDUP BBRP MINGGU

  42. DAUR HIDUP USUS BESAR INANG DEF : BABI INANG AKSIDENTAL MANUSIA DI USUS BESAR : REGIO CECALIS / ILEUM PARS TERMINALIS TINJA TROF SISTA MAKANAN & MINUMAN

  43. CARA BERKEMBANG BIAK

  44. PATOLOGI • INVASI TROF DI MUKOSA & SUBMUKOSA USUS • DPT SAMPAI APENDIKS • MEMPERBANYAK DIRI MEMBENTUK SARANG TIMBUL ABSES PECAH JADI ULKUS (TAK TERATUR MENGGAUNG) • INFEKSI BAKTERI (SEKUNDER) • INFEKSI EKSTRAINTESTINAL ?

  45. GEJALA KLINIS • KEBANYAKAN ASIMTOMATIS • INFEKSI SEDANG YG AKUT : TINJA CAIR, 6 – 15x / HR DISERTAI LENDIR, NANAH & DARAH • INFEKSI KRONIS : - DIARE TIMBUL / HILANG - NYERI PADA KOLON - ANEMIA - CACHEXIA

  46. DIAGNOSIS • BALANTIDIASIS SERING DIKACAUKAN DNG DISENTRI YG LAIN. • DIAGNOSIS : - TROFOZOIT PD TINJA CAIR (90%) - SISTA PD TINJA PADAT - PERLU PERIKSA TINJA BBRP KALI - SIGMOIDOSKOPI, PERLU DILAKUKAN

  47. TERAPI • OBAT PILIHAN : TETRASIKLIN • OBAT ALTERNATIF: DIIODOHIDROKSIKUIN • KOMBINASI METRONIDAZOLE & DIIODOHIDROKSIKUIN • IODOQUINOLIN • NITRIMIDAZIN • PAROMOMYCIN

  48. EPIDEMIOLOGI &PENCEGAHAN • EPIDEMIOLOGI : - BABI MERUPAKAN INANG RESERVOIR YG PENTING BAGI MANUSIA, WALAU KERA JUGA DPT TERINFEKSI - INSIDENS MANUSIA CUKUP TINGGI DI DAERAH PEMELIHARAAN BABI & DAERAH PEMOTONGAN BABI, DNG HIGIENE SANITASI YG BURUK • PENCEGAHAN : - MENINGKATKAN HIGIENE SANITASI PERORANGAN & LINGKUNGAN

More Related