hubungan tanah tanaman n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Hubungan Tanah – Tanaman PowerPoint Presentation
Download Presentation
Hubungan Tanah – Tanaman

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 56

Hubungan Tanah – Tanaman - PowerPoint PPT Presentation


  • 347 Views
  • Uploaded on

Hubungan Tanah – Tanaman  . Tanah sebagai media bertanam Bentuk hara dalam tanah Kuantitas dan intensitas hara Gerakan hara dalam tanah Mekanisme penyerapan hara oleh akar Faktor penentu pertumbuhan tanaman Kurva pertumbuhan tanaman. Tanah sebagai media bertanam.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Hubungan Tanah – Tanaman' - gallia


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
hubungan tanah tanaman
Hubungan Tanah – Tanaman  
  • Tanah sebagai media bertanam
  • Bentuk hara dalam tanah
  • Kuantitas dan intensitas hara
  • Gerakan hara dalam tanah
  • Mekanisme penyerapan hara oleh akar
  • Faktor penentu pertumbuhan tanaman
  • Kurva pertumbuhan tanaman
tanah sebagai media bertanam
Tanah sebagai media bertanam
  • Soil is the medium wich supports the growth of plants.
  • It provides mechanical supports, the water and oxygen supplay to plant roots as well as the plant nutrients.

Bab 2. 12 September 2006

pertanian
Pertanian

Interaksi:

  • Manusia
  • Tanaman
  • Tanah (lingkungan)

Bab 2. 12 September 2006

tanaman
Tanaman

Hidup :

  • Materi – Energi – Nyawa
  • Tumbuh : pertambahan fisik
  • Berkembang : bekerjanya fungsi

Bab 2. 12 September 2006

fokus tanah
Fokus tanah:
  • Indonesia negara agraris
  • petani atau buruh tani dengan kepemilikan lahan sempit
  • Iklim tropika:
  • CH tinggi, kelembaban tinggi, temperatur hangat, perkembangan tanah intensif.

Bab 2. 12 September 2006

bentuk hara tanah
BENTUK HARA TANAH
  • Jika tanah digambarkan selaku sistem, maka dapat dipilahkan adanya komponen masukan dan komponen keluaran.
  • Di dalam tanah unsur hara memiliki berbagai bentuk dan kelincahan untuk bergerak. Hara dapat mengalami alih rupa dan alih tempat.

Bab 2. 12 September 2006

sumber hara 1
Sumber hara (1)
  • Perombakan bahan organik tanah.
  • Pelapukan mineral tanah.
  • Pemupukan.
  • Pembenah organik: rabuk, kompos, biosolid.
  • Penambatan N : legum.

Bab 2. 12 September 2006

sumber hara 2
Sumber hara (2)
  • Batuan: batuan fosfat, greensand.
  • Buangan industri: kapur, gipsum.
  • Pengendapan udara: N, S.
  • Pengendapan air: sedimen, erosi, banjir.

Bab 2. 12 September 2006

pangkalan hara 1
Pangkalan hara (1)
  • Larutan tanah: bentuk hara terlarut dalam lengas tanah dan sifatnya tersedia segera untuk diserap oleh akar bagi tanaman.
  • Bahan organik: selalu mengalami proses perombakan dan oleh karena itu akan melepaskan hara.

Bab 2. 12 September 2006

pangkalan hara 2
Pangkalan hara (2)
  • Organisme tanah: hara diambil untuk metabolisme atau menjadi komponen penyusun tubuhnya, sehingga mengalami imobilisasi sementara.
  • Mineral tanah: hara yang berada dalam pangkalan ini memeiliki sifat antara cukup terlarut sampai sedikit terlarut.

Bab 2. 12 September 2006

pangkalan hara 3
Pangkalan hara (3)
  • Permukaan jerapan: hara dipegang permukaan tanah oleh berbagai mekanisme, berkisar antara cepat tersedia sampai sangat lambat tersedia.
  • Pertukaran kation: tipe yang sangat penting dari jerapan permukaan tanah.

Bab 2. 12 September 2006

bab 2

Hubungan Tanah – Tanaman 

Tanah sebagai media bertanam

Bentuk hara dalam tanah

Kuantitas dan intensitas hara

Gerakan hara dalam tanah: difusi, aliran masa,pertukaran

Mekanisme penyerapan hara oleh akar

Faktor penentu pertumbuhan tanaman 

Kurva pertumbuhan tanaman

Bab 2

Bab 2. 12 September 2006

tanah sebagai media bertanam1
Tanah sebagai media bertanam
  • Tiga fase penyusun tanah yaitu: fase padat, cair dan gas  mempengaruhi pasokan hara untuk tanaman
  • Fase padat  cadangan (reservoir) hara yang utama. Partikel anorganik mengandung kation seperti K, Na, Ca. Mg, Fe, Mn, Zn dan Cu, sedang partikel organik adalah sumber utama N, dan sebagian P dan S.
  • Fase cair  yaitu larutan tanah, berperan dalam transport hara dalam bentuk ion ke arah akar tanaman. Bersamaan dengan transport hara, di dalam larutan tanah juga terkandung O2 dan CO2.
  • Fase gas  media pertukaran gas antara akar tanaman dan organisme tanah (bakteri, fungi dan hewan) dengan atmosfer sehingga mendapatkan O2 dan melepas CO2 hasil respirasi.

Bab 2. 12 September 2006

tanah sebagai media bertanam2
Tanah sebagai media bertanam
  • Tiga fase penyusun tanah yaitu: fase padat, cair dan gas  mempengaruhi pasokan hara untuk tanaman
  • Fase padat  cadangan (reservoir) hara yang utama. Partikel anorganik mengandung kation seperti K, Na, Ca. Mg, Fe, Mn, Zn dan Cu, sedang partikel organik adalah sumber utama N, dan sebagian P dan S.
  • Fase cair  yaitu larutan tanah, berperan dalam transport hara dalam bentuk ion ke arah akar tanaman. Bersamaan dengan transport hara, di dalam larutan tanah juga terkandung O2 dan CO2.
  • Fase gas  media pertukaran gas antara akar tanaman dan organisme tanah (bakteri, fungi dan hewan) dengan atmosfer sehingga mendapatkan O2 dan melepas CO2 hasil respirasi.

Bab 2. 12 September 2006

berbagai macam komponen tanah yang mempengaruhi konsentrasi hara dalam larutan tanah
Berbagai macam komponen tanah yang mempengaruhi konsentrasi hara dalam larutan tanah

Nutrient uptake

Soil air

Surface exchange

6

1

LARUTAN TANAH

2

5

3

SOM

4

Solid minerals

Rainfall

Evaporation

Drainage

slide16

(1) plant nutrients (cation and anion) are adsorbed from soil solution, and release ions (H+, OH-, HCO3-) back to the soil solution

  • (2) Ions adsorbed to the surface of soil minerals desorb from these surfaces to resupply the soil solution.
  • (3) Soils also contain minerals that can dissolve to resupply the soil solution. Ions are adsorbed to mineral surfaces (2) or precipitated as solid minerals
  • (4) Enviromental factors and human activities (such as fertilization)
  • (5) Soil organic matter decomposition releases ions to the soil solution or immobilization of the ions released
  • (6) Plant root and soil organisms utilize O2 and respire CO2 through metabolic activity
kuantitas intensitas hara
Kuantitas – Intensitas Hara
  • Buffer Capacity (BC) merupakan kemampuan tanah untuk menyediakan kembali ion ke dalam larutan tanah
  • BC meliputi semua komponen padatan tanah dalam sistem tanah, yaitu kation dan anion dalam fase padat mineral tanah, teradsorpsi dalam situs pertukaran tanah, dan dalam bahan organik tanah
  • Contoh:
    • H+ yang dinetralkan oleh pengapuran
    • K+ yang diserap oleh tanaman
    • H2PO42-
kuantitas dan intensitas hara
Kuantitas dan intensitas hara

Soil buffering capacity (daya sanggatanah)

  • kemampuan tanah untuk mempertahankan kadar hara dalam larutan tanah, atau
  • kapasitas fasa padatan untuk mengisi kembali (replenishment) hara dalam larutan yang diserap oleh akar tanaman.
daya sangga tanah soil buffering capacity
DayaSangga Tanah/Soil Buffering Capacity
  • Ketersediaan Hara Tanamantidakmelulubergantungkepadakonsentrasiharadidalamlarutantanah, tetapipentingjugamemperhatikankapasitastanahuntukmenjagakonsentrasiharadidalamlarutantanah
  • Buffering Capacity (BC) adalahkemampuantanahuntukmemasok ion kembali (resupply) kedalamlarutantanah. Semuakomponenpadatantanahmempunyai BC
slide21

Sebagaicontoh, jika ion H+didalamlarutantanahdinetralkanolehpengapuran, sejumlah ion H+lainnyaakanterlepaskandarisituspertukarantanah. Jadi pH larutantanahakanterbuffer (tersangga) oleh H+tertukartadi, dan pH larutantanahtidakakanmeningkathinggajumlah H+tertukarsecarasignifikanmengalaminetralisasi

  • Demikianjugajikaakartanamanmenyerapharamisalnya K+darilarutantanah, makasejumlah K+ darikomplekspertukaranakanterlepaskanuntukmenukarhara K+ yang diserepolehtanaman.
bc q i
BC = Q/I
  • Q = faktor kapasitas, meliputi ion yang terjerap dan mineral yang melarutkan secara cepat untuk memasok hara diatas kebutuhan satu musim tanam.
  • I = faktor intensitas, perubahan konsentrasi hara dalam larutan.
  • penyerapan oleh tanaman I (menurunkan konsentrasi dalam larutan).
  • Q yang tinggi menjaga konsentrasi hara dalam larutan, I neto menjadi kecil.
  • Q rendah tidak mampu menjaga konsentrasi hara dalam larutan, I neto menjadi besar
kuantitas intensitas hara1
Kuantitas – Intensitas Hara
  • BC tanah = ∆Q / ∆I

∆Q = konsentrasi ion yang teradsorbsiolehfasepadattanah

∆I = konsentrasi ion dalamlarutantanah

  • BC a > BCbkarena slope A lebihtajamdari slope B
  • Jadipeningkatankonsentrasi ion yang teradsorbsimeningkatkankonsentrasilarutanpadatanah B lebihbanyakdaripadatanah A
  • Ataupenurunankonsentrasi ion didalamlarutanolehserapantanamanmenurunkanjumlah ion didalamlarutantanah A lebihrendahdaripada B
slide24

BC tanahdapatmeningkatdenganmeningkatnya KPK, kandungan BOT, dankandunganlempungdidalamtanah.

  • Contoh : BC tanahlempungmontmorilonit + kandungan BOT)tinggi >> tanahlempungkaolonit + kandungan BOT rendah.
  • Karena KPK tanahmeningkatjikakandunganlempungtanahmeningkat, makatanahdenganteksturhalusakanmempunyai BC yang lebihtinggidaripadatanahdenganteksturkasar
  • Jika K+tertukarberkurang (misalnyaakibatserapanolehtanaman), makakapasitastanahuntukmenyangga K+dalamlarutantanahberkurang, dengandemikiantelahterjadikekahatan (deficiency) K+, sehinggadiperlukanpupuk K untukmengatasikekahatan K tersebut.
gerakan hara dalam tanah
Gerakan hara dalam tanah
  • Ion di dalam tanah tanah akan bergerak menuju permukaan akar dengan mekanisme berikut: root interception, mass flow atau diffusion.
intersepsi akar
Intersepsi akar
  • Akar tumbuh menembus tanah, bersinggungan dengan permukaan partikel tanah, permukaan akar bersinggungan dengan ion hara yang terjerap, kemudian terjadi pertukaran secara langsung (contact exchange).
slide28

Meskipun angkanya kecil, tetapi sumbangannya penting agar hara mencapai akar.

  • Hal ini nampak jelas terutama bagi hara dengan kadar tinggi dalam tanah misalnya Ca dan Mg, atau hara yang dibutuhkan dalam jumlah kecil bagi tanaman seperti Zn dan Mn dan hara mikro lainnya.
proses intersepsi
Prosesintersepsi
  • [rambut akar] H+ denganK+ [lempung/BO]
  • pertukaran
  • [rambut akar] K+ dengan H+ [lempung/BO]
slide30

Hal ini terjadi karena akar juga memiliki KPK yang berumber dari gugus karboksil (seperti dalam bahan organik): COOH  COO- + H+.

  • KPK akar pada monokotil : 10 - 30 meq / 100 g dengan sifat kation monovalen lebih cepat diserap
  • KPK akar dikotil : 40 - 100 meq / 100 g dengan sifat kation divalen lebih cepat diserap.

KPK akar  oleh karena adanya gugus COOH (70 -90 % KPK akar)

aliran masa mass flow
Aliran masa (mass flow)
  • Hara terlarut terbawa bersama aliran air menuju akar tanaman, aliran air dipengaruhi oleh transpirasi, evaporasi dan perkolasi.
  • Jumlahnya proporsional dengan laju aliran (volume air yang ditranspirasikan) dan kadar hara dalam larutan tanah.
slide32

Faktor yang mempengaruhi aliran masa:

  • kadar lengas tanah: tanah yang kering tidak ada gerakan hara,
  • temperatur: temperatur yang rendah mengurangi transpirasi dan evaporasi,
  • ukuran sistem perakaran: mempengaruhi serapan air.

Pengaruh kerapatan akar terhadap pasokan hara oleh aliran masa lebih ringan dibanding terhadap intersepsi akar dan difusi.

difusi diffusion
Difusi (diffusion)
  • Ion bergerak dari wilayah yang memiliki kadar hara tinggi ke wilayah yang lebih rendah kadar haranya. Kadar hara di permukaan akar lebih rendah dibandingkan kadar hara tersebut larutan tanah di sekitar akar. Ion bergerak menuju permukaan akar.
  • Mekanisme ini sangat penting bagi hara yang berinteraksi kuat dengan tanah. Terutama untuk memasok hara P dan K, juga hara mikro Fe dan Zn.
slide34

Jarak difusi hara sangatlah pendek yaitu: 1 cm untuk N, K ~ 0,2 cm, sedangkan P ~ 0,02 cm.

  • Ukuran dan kerapatan akar sangat mempengaruhi pasokan hara oleh mekanisme difusi. Hal ini harus menjadi pertimbangan dalam penempatan pupuk.
  • Rata-rata jarakantarakarjagungpada 15 cm tanahpermukaanadalah 0,7 cm, sehinggaharamemerlukansetengahdarijaraktersebutuntukberdifusiatau 0,35 cm sebelummencapaiposisi yang siapdiserapakartanamanjagung
slide35

Mass flow mensuplaikelebihan Ca2+,Mg2+, beberapaunsurharamikrodansebagianbesarharaterlarutseperti NO3-, Cl-dan SO42-.

  • Proses mass flow dandifusisangatpentingdidalampengelolaanharatanaman. Tanah yang mempunyailajudifusi yang rendahakibat BC yang tinggi, kandunganlengas yang rendah, ataukandunganlempung yang tinggimembutuhkanaplikasihara immobile dekattanamanuntukmemaksimalkanketersediaanharadanserapanharaolehtanaman.
slide38

Intersepsiakardapatditingkatkandenganmikoriza yang merupakanasosiasisimbiotikantara fungi danakartanaman. Mikorizamemberikanpengaruh yang lebihbesarterhadaptanamanjikatumbuhdalamlingkungan yang tidaksubur. Infeksimikorizajugameningkatdalamkeadaan pH tanahagakmasam, kandungan P yang rendah, N yang berlebihdansuhutanahrendah. Benanhhiphadarimikorizabertindaksebagaiekstensisistemperakarantanaman, yang menghasilkankontak yang lebihluasdenganpermukaantanah.

slide39

Mycorrhizae live on the roots of plants and form a symbiotic relationship.

They extend microscopic straw-like filaments called “hyphae” into the soil where they extract, transport, and dramatically increase a host plant’s supply of nutrients and moisture. Pockets of nutrients and water in the soil which were once unreachable by standard root systems are now made accessible through the “super-mining” effects which mycorrhiza gifts to your plants.

http://sdhydroponics.com/resources/articles/gardening/inoculate-with-mycorrhizae-for-successful-gardening

slide40

Mikorizaarbuscularadalahsalahsatumikorizapenting yang secarasignifikanmempengaruhipertumbuhantanaman

Tangadurai et al . (Eds). 2010. Mycorrhizal Biotechnology

pertumbuhan tanaman
PERTUMBUHAN TANAMAN

Ditentukan oleh:

  • Faktor genetik
  • Faktor lingkungan
genetik
Genetik:
  • Tanaman dengan hasil panen tinggi (high yielding) mengambil hara lebih banyak dibandingkan tanaman biasa. Tanaman demikian bersifat menguras hara. Jika ditanam pada tanah yang memiliki ketersediaan hara terbatas, maka hasil panen akan lebih rendah dibandingkan tanaman biasa.
slide43

Pada masa lampau dilakukan pemilihan varitas tanaman untuk berbagai tingkat kesuburan tanah yang berbeda. Sekarang hal tersebut tidak dikerjakan lagi, karena pada tanah yang tidak subur dapat ditambahkan pupuk.

  • Meski demikian tetap dilakukan upaya pemilihan tanaman misalnya: tahan terhadap pH rendah atau keracunan Al, atau terhadap kondisi garaman, atau tahan terhadap kekeringan.
lingkungan
Lingkungan:

Temperatur :

  • merupakan ukuran intentitas panas.
  • Kisaran temperatur secara umum untuk makluk hidup: -35 0C – +75 0C; Tanaman pertanian : 25 – 40 0C.
  • Temperatur ini mempengaruhi: fotosintesis, respirasi, permeabilitas dinding sel, penyerapan air dan hara, transpirasi, aktivitas ensim dan koagulasi protein.
slide45

Lengas tanah :

  • kadarnya dalam tanah bervariasi : jenuh air (saturated) - kapasitas lapangan (field capacity) - layu permanen (wilting point).
  • Fungsi lengas antara lain sebagai : pelarut, media transportasi, bahan dasar H2O.
slide46

Sinar matahari: aspek yang terkait dengan pertumbuhan adalah: proses fotosintesis, lama penyinaran dan periode tumbuh.

slide47

Udara: diperlukan untuk respirasi dan sebagai bahan dasar CO2 dalam proses fotosintesis.

  • Struktur tanah : mempengaruhi ruang tumbuh akar dan imbangan udara-lengas.
  • Reaksi tanah: berkaitan dengan ketersediaan hara, unsur meracun dan kehidupan mikrobia.
slide48

Biotik: antagonisme atau sinergisme, jasad pengganggu: hama, penyakit, gulma

  • Penyediaan hara: mineral, tekstur, struktur, pH, bahan organik tanah, pemupukan, pengolahan tanah. Perakaran tanaman dapat dangkal, dalam, atau menyebar.
  • Senyawa penghambat pertumbuhan: adanya limbah atau bahan beracun.
kurva pertumbuhan
KurvaPertumbuhan
  • Law of the mininum (perbaikankondisiuntukpertumbuhantanamandenganmerubahsatufaktortidakakanberpengaruhjikafaktorlainnyamembatasi)  diadopsioleh Justus von Liebig untukproduksitanaman
  • Diminishing Respons Curve Mitscherlich
  • Soil interactions  Bray
liebig c 1860 german linear
Liebig (c. 1860, German) (linear)

Y = mX + b

Y = yield m = slope - i.e. rate of yield increase, a function of the environment and nutrient; X = amount of nutrient added; b = minimum yield one would get this yield with no nutrient additions.

mitscherlich c 1910 german diminishing response curve
Mitscherlich (c. 1910, German) ( Diminishing Response Curve)

dy/dx = (A-Y)C

log (A-Y) = log(A) – cX

A = maximum possible yield (theoretical)

Y = actual yield

dy/dx = slope - i.e. rate of yield increase, a function of the environment, the nutrient, and amount of nutrient already present. This value gets smaller as nutrient amount increases.x = amount of nutrient added; c = constant

bray c 1920 u illinois soil interactions
Bray (c. 1920, U. Illinois) (soil interactions)

log (A-Y) = log(A) - c1B – cX

A = maximum possible yield (theoretical), Y = actual yield

dy/dx= slope - i.e. rate of yield increase. It is a function of the environment, the nutrient, and amount of nutrient already present. This value gets smaller as nutrient amount increases.

X = amount of nutrient added; c1 = constant that is for B; c = constant.

B = value explaining behavior of ‘immobile’ nutrients (e.g. K, P, Ca, Mg). The c1B term takes into account the reality that nutrients interact with soil and not all nutrients behave identically.

baule c 1920 german nutrient interactions
Baule (c. 1920, German) (nutrient interactions)

Y = A - A(1/2) # Baule Units

A = maximum possible yield (theoretical); Y = actual yield.

Baule Unit= the amount of nutrient that when added results in moving Y (yield) one-half way closer to A (maximum possible yield).

slide55

Practically, this equation says when one Baule Unit of a nutrient is added, then yield increases 50% of the difference between current yield and possible yield.

  • If a second Baule Unit is added, then yield increase will be 1/2-way closer to the maximum possible yield, so 2 Baule Unites would result in 75% of the maximum possible yield increase.
  • If a third Baule Unit of a nutrient is added, move 1/2-way closer to the maximum possible yield, or 87.5% of the maximum possible yield would result.
slide56

The advantage of baule units becomes apparent when dealing with nutrient Interactions. For example, if one knew the soil contained 2 Baule Units of N and 3 Baule Units of P, one might think sufficient N was available to get 75% of the maximum possible yield and sufficient P was available to get 87.5% of the maximum possible yield.

  • Consequently, one would estimate 75% yield if only one nutrient were limiting.
  • In fact, a first approximation for nutrient interactions is that one would only get 66% of the maximum possible yield because as far as the plant is concerned you have too little N and too little P.
  • The 66% is calculated by multiplying the 75% from N by the 87.5% from P.