penyakit kulit darurat l.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
PENYAKIT KULIT DARURAT PowerPoint Presentation
Download Presentation
PENYAKIT KULIT DARURAT

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 36

PENYAKIT KULIT DARURAT - PowerPoint PPT Presentation


  • 501 Views
  • Uploaded on

PENYAKIT KULIT DARURAT. Dr.dr. Maya Devita Lokanata, SpKK. PENYAKIT KULIT DARURAT. Penyakit Kulit yang termasuk Penyakit Kulit Darurat adalah : Sindrom Stevens-Johnson Nekrolisis Epidermal Toksik (NET) MDL/PKD/Jan/2006. Sindrom Stevens-Johnson (SSJ). SINONIM

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'PENYAKIT KULIT DARURAT' - fritz


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
penyakit kulit darurat

PENYAKIT KULIT DARURAT

Dr.dr. Maya Devita Lokanata, SpKK

penyakit kulit darurat2
PENYAKIT KULIT DARURAT

Penyakit Kulit yang termasuk Penyakit Kulit Darurat adalah :

  • Sindrom Stevens-Johnson
  • Nekrolisis Epidermal Toksik (NET)

MDL/PKD/Jan/2006

sindrom stevens johnson ssj
Sindrom Stevens-Johnson(SSJ)

SINONIM

  • Ektodermosis erosiva pluriorifisialis
  • Sindrom mukokutanea-okular
  • Eritema multiformis tipe Hebra
  • Eritema bulosa maligna

MDL/PKD/Jan/2006

sindrom stevens johnson
Sindrom Stevens-Johnson

DEFINISI

  • SSJ : kelainan klt – termasuk eritema multiformis mayor  kulit, selaput lendir/ mukosa di orifisium, mata dan organ-organ tubuh lain
  • Keadaan umum – bervariasi : ringan sampai berat

MDL/PKD/Jan/2006

sindrom stevens johnson5
Sindrom Stevens-Johnson

ETIOLOGI

Sampai kini – blm diketahui secara pasti

Merupakan eritema multiformis derajat berat : Eritema multiformis mayor

  • Obat sistemik :

Penisilin & sintetiknya, streptomisin, sulfonamida, tetrasiklin, analgetik/antipiretik : derivat salisil, pirazolon, metamizol, metapiron, parasetamol, klorpromasin, karbamazepin, kinin, antipirin, tegretol dan jamu

  • Penyebab lain : Infeksi : bakteri, virus, jamur, parasit neoplasma, pasca vaksinasi, radiasi dan makanan

MDL/PKD/Jan/2006

sindrom stevens johnson6
Sindrom Stevens-Johnson

PATOGENESIS

Belum diketahui dg jelas. Diduga diperan oleh reaksi alergi tipe III dan tipe IV

Rx tipe III – akibat terbentuk kompleks antigen-antibodi yg membentuk mikropresipitasi shg aktivasi sistim komplemen. Akb adanya akumulasi sel neutrofil yg melepaskan lisozim dan  kerusakan jaringan organ target

Rx tipe IV – akibat sel limfosit T yang telah tersensitisasi, terkontak ulang dg antigen yg sama. Sel T tsb melepaskan limfokin &  rx peradangan

MDL/PKD/Jan/2006

sindrom stevens johnson7
Sindrom Stevens-Johnson

SIMTOMATOLOGI

Dpt  anak dan dewasa, jarang pd usia < 3 tahun

  • KU – variasi, ringan sp berat
  • Kesadaran : kompos mentis – soporo / koma
  • G/ prodromal : demam tinggi, malaise, nyeri kepala, batuk pilek dan nyeri tenggorokan

Trias kelainan :

a. Kelainan kulit

b. Kelainan selaput lendir di orifisium

c. Kelainan selaput mata dan mata

MDL/PKD/Jan/2006

sindrom stevens johnson8
Sindrom Stevens-Johnson
  • Kelainan kulit

Eritem, papel, vesikel, bula.

Vesikel & bula  pecah  erosi.

Prognosis buruk  bl purpura (+)

bl lesi generalisata

MDL/PKD/Jan/2006

sindrom stevens johnson9
Sindrom Stevens-Johnson

b.Kelainan selaput lendir di orifisium

Paling sering (100 %)  mukosa mulut

Kemudian disusul  orifisium genital eksterna : 50 %

Lubang hidung dan anus : 8 % dan 4 %

Lesi awal : vesikel mukosa bibir, lidah, bukal  pecah  erosi, ekskoriasi, eksudasi, ulserasi & pseudomembran, krusta hemoragik – kehitaman, tebal, hipersalivasi  kesulitan menelan

Kelainan dapat

 laring & saluran pernafasan atas  gejala ggg

pernafasan

 esofagus

 hidung rinitis + epistaksis & krusta

Anus – jarang ditemukan

MDL/PKD/Jan/2006

sindrom stevens johnson10
Sindrom Stevens-Johnson

c. Kelainan selaput lendir mata

80 % SSJ  kelainan selaput lendir mata

Paling sering : konjungtivitis kataralis /

konjungtivitis purulen

 Kornea : erosi, perforasi, ulkus, kekeruhan  kebutaan

Iritis, uveitis, iridosilitis & udem palpebra

Di samping itu :

  • Kelainan kuku : onikolisis
  • Organ tubuh lain : sal. pencernaan, ginjal, : nefritis; hati

MDL/PKD/Jan/2006

slide11

Sindrom Stevens-Johnson

MDL/PKD/Jan/2006

sindrom stevens johnson12
Sindrom Stevens-Johnson

LABORATORIUM

Tidak khas

  • Leukositosis (+) : mgk E/ : infeksi
  • Eosinofilia : kemungkinan alergi obat
  • Enzim transaminase serum ↑ , albuminuria, ggg elektrolit, ggg fs organ tubuh yang terkena

MDL/PKD/Jan/2006

sindrom stevens johnson13
Sindrom Stevens-Johnson

HISTOPATOLOGI

Biasanya tidak perlu dilakukan

Bl ragu  histopatologi u DD/ dg eksantema fikstum multipel / nekrolisis

epdermal toksik (NET)

Kelainan histopatologi :

1. Infiltrat sel mononuklear sekitar pembuluh darah dermis superfisial

2. Edema dan ekstravasasi sel darah merah di dermis papular

3. Degenerasi hidropik lapisan basalis sampai terbentuk vesikel subepidermal

4. Nekrosis sel epidermal & kadang2 di aneksa

5. Spongiosis dan udema intrasel di epidermis

MDL/PKD/Jan/2006

sindrom stevens johnson14
Sindrom Stevens-Johnson

DIAGNOSIS

Berdasarkan anamnesis & gejala klinik

DIAGNOSIS BANDING

1. Eksantema Fikstum Multipel Generalisata

Persamaan : eritem, vesikel, bula

Perbedaan : EFM selalu (+) di tempat yang sama, tdk  seluruh tubuh

Penyembuhan  Hiperpigmentasi

2. Nekrolisis Epidermal Toksik (NET)

NET : KU > buruk dr SSJ

Lesi kulit utama : epidermolisis menyeluruh, tanda Nikolsky (+), tidak selalu  mata dan sekitar hidung

MDL/PKD/Jan/2006

sindrom stevens johnson15
Sindrom Stevens-Johnson

KOMPLIKASI

Paling sering (16 %)  Bronkopneumonia Kematian

Komplikasi lain :

Kehilangan cairan

  • Gangguan keseimbangan elektrolit
  • Sepsis
  • Syok
  • Simblefaron, ektropion, kekeruhan kornea dan kebutaan

MDL/PKD/Jan/2006

sindrom stevens johnson16
Sindrom Stevens-Johnson

PENGOBATAN

Harus cepat dan tepat

1. Kortikosteroid (KS) Life-saving

Deksametason : 20 – 30 mg/hr, i.v.

Th/ sp lesi baru (-)

Penurunan dosis – cepat : 5 mg/hr, Setelah dosis mencapai 5 mg/hr  prednison 20 mg/hr secara oral

Setelah itu dosis diturunkan secara bertahap  hentikan

MDL/PKD/Jan/2006

sindrom stevens johnson17
Sindrom Stevens-Johnson

2. Antibiotika (AB)

Tujuan : cegah infeksi sekunder : bronkopneumonia.

 Krn imunitas ps menurun akb th/ KS dosis tinggi

AB yang jarang  alergi, spektrum luas & bakterisidal

  • Gentamisin : 2 x 60 mg/hr, i.m., i.v.
  • Sefotaksim : 3 x 1 gr/hr, i.v. dibagi 3 – 4 x pemberian

Pemberian AB dihentikan bl deksametason tlh capai 5 mg/hr & tanda-tanda infeks (-)

MDL/PKD/Jan/2006

sindrom stevens johnson18
Sindrom Stevens-Johnson

3. Infus dekstrosa 5 %, NaCl 0,9 %, Ringer laktat = 1: 1: 1

Tujuan :

  • Mengatur + mempertahankan keseimbangan cairan & elektrolit
  • Pemberian nutrisi & obat

4. Th/ topikal : PK 1:10.000, kenalog in orabase

5. Konsultasi disiplin ilmu lain : THT, mata, peny dlm, gilut dll

6. KCL 3 x 500 mg/hr secara oral – cegah  hipokalemia

7. Obat anabolik

8. Diet tinggi protein & rendah garam

9. Bl perlu transfusi darah

MDL/PKD/Jan/2006

sindrom stevens johnson19
Sindrom Stevens-Johnson

PROGNOSIS

Angka kematian : 5 – 15 %

Bl pengobatan cepat & tepat, prognosis cukup memuaskan

Prognosis buruk bl KU buruk, purpura, bronkopneumonia (+)

MDL/PKD/Jan/2006

nekrolisis epidermal toksik net
NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)

 Penyakit berat, > berat dr SSJ

Sering  Kematian

Perlu th/ cepat, tepat  menghindari akb buruk

SINONIM

  • Sindrom Lyell
  • Toxic Epidermal Necrolysis (TEN)
  • Epidermolisis nekrotikans kombustiformis

MDL/PKD/Jan/2006

nekrolisis epidermal toksik net21
NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)

DEFINISI

NET: penyakit akut & berat. Ditandai dengan :

  • Epidermolisis luas
  • Kelainan selaput lendir, orifisium, mata
  • Lesi eritema, vesikel, bula, erosi & purpura

MDL/PKD/Jan/2006

nekrolisis epidermal toksik net22
NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)

ETIOLOGI

Penyebab = SSJ, Penyebab utama NET : obat-obatan

Tabel 1. Obat-obat penyebab NET

MDL/PKD/Jan/2006

nekrolisis epidermal toksik net23
NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)

Tabel 2. Penyebab NET lain

MDL/PKD/Jan/2006

nekrolisis epidermal toksik net24
NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)

PATOGENESIS

Belum diketahui

Dianggap NET – bentuk berat SSJ

Sebagian SSJ  NET

MDL/PKD/Jan/2006

nekrolisis epidermal toksik net25
NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)

SIMTOMATOLOGI

  • Gejala prodromal : malaise, lelah, mual, muntah, diare, angina, demam, konjungtivitis ringan, radang mukosa mulut & genital
  • Beberapa jam – hari kemudian kelainan kulit : makula, papel, eritematosa, morbiliformis disertai dengan bula flaccid  cepat meluas & konfluens
  • Lesi  wajah, ekstremitas & badan
  • Lesi eritem,vesikel, erosi  mukosa pipi, bibir, konjungtiva, genitalia, anus
  • Onikolisis, alis, bulu mata rontok + epidermolisis kelopak mata
  • KU buruk, suhu ↑, Kesadaran ↓
  • Tanda Nikolsky (+)
  • Organ tbh : perdarah tr. GI, trakeitis, bronkopneumonia, udem paru, emboli paru, ggg keseimbangan cairan & elektrolit, syok hemodinamik & kegagalan ginjal
  • Komplikasi lain : sepsis akb inf Staphylococcus aureus / Pseudomonasaeroginosa, sering  kematian

MDL/PKD/Jan/2006

slide26
Gambar NET

MDL/PKD/Jan/2006

Nekrolisis epidermal toksik

nekrolisis epidermal toksik net27
NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)

LABORATORIUM

Leukositosis

Enzim transaminase serum ↑

Albuminuria

Ggg keseimbangan elektrolit & cairan

MDL/PKD/Jan/2006

nekrolisis epidermal toksik net28
NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)

PEM. RADIOLOGI

Untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi : TBC, bronkopneumonia

HISTOPATOLOGI

Nekrosis di seluruh lapisan epidermis, kecuali str. Korneum

MDL/PKD/Jan/2006

nekrolisis epidermal toksik net29
NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)

DIAGNOSIS

Anamnesis, gejala klinik

Bl ragu  laboratorium, histopatologi

DIAGNOSIS BANDING

  • SSJ
  • Kombusio
  • Staphylococcal scalded skin syndrome (SSSS)
  • Eksantema fikstum multipel / generalisata

MDL/PKD/Jan/2006

nekrolisis epidermal toksik net30
NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)

Tabel 3. Perbedaan antara SSJ dengan NET

MDL/PKD/Jan/2006

nekrolisis epidermal toksik net31
NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)

Tabel 4. Perbedaan NET dengan SSSS

MDL/PKD/Jan/2006

nekrolisis epidermal toksik net32
NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)

KOMPLIKASI

Tabel 5. Komplikasi NET

MDL/PKD/Jan/2006

nekrolisis epidermal toksik net33
NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)

PENGOBATAN

T.U  Penanganan infeksi

Mempertahankan keseimbangan cairan &

elektrolit

Pasien sebaiknya dirawat secara aseptik di ruang khusus / unit luka bakar

MDL/PKD/Jan/2006

nekrolisis epidermal toksik net34
NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)

PENGOBATAN

  • Pengaturan keseimbangan cairan & elektrolit
  • KS : deksametason : 20-30 mg/hr, i.v. dibagi 3-4 x/hr. Bl lesi baru (-)  dosis di ↓ scr cepat dg laju 4 x 0,5 mg/hr atau dg prednison 4-5 mg/hr, oral  di ↓ bertahap
  • AB : th/ AB krn th/ KS dosis ↑, mgk  infeksi/sepsis/tutup tanda infeksi

 AB broad spectrum, bakterisidal & tdk  rx alergi

a. Sefotaksim : 3 x 1 gr/hr, i.v. (maks. 12 gr/hr) dibagi 3-4 x

b. Gentamisin : 2 x 60 mg/hr, i.v.

c. Netilmisin sulfat : BB > 50 kg : 2 x 150 mg/hr, i.m.

BB < / = 50 kg : 2 x 100 mg/hr, i.m.

Rata2 : 4 – 6 mg/kgBB/hr

AB dihentikan bl dosis prednison tlh mencapai 5 mg/hr & tanda infeksi (-)

MDL/PKD/Jan/2006

nekrolisis epidermal toksik net35
NEKROLISIS EPIDERMAL TOKSIK (NET)

PENGOBATAN

4. Terapi topikal : lihat SSJ

5. Konsultasi ke disiplin ilmu lain : lihat SSJ

6. Tindakan lanjut : lihat SSJ

7. Lain-lain : lihat SSJ

PROGNOSIS

> Buruk dari SSJ

MDL/PKD/Jan/2006