slide1 n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
OBJECTIVES AND INSTRUMENTS OF MACROECONOMIS (THE GOALS OF MACROECONOMIS POLICIES) PowerPoint Presentation
Download Presentation
OBJECTIVES AND INSTRUMENTS OF MACROECONOMIS (THE GOALS OF MACROECONOMIS POLICIES)

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 65

OBJECTIVES AND INSTRUMENTS OF MACROECONOMIS (THE GOALS OF MACROECONOMIS POLICIES) - PowerPoint PPT Presentation


  • 232 Views
  • Uploaded on

OBJECTIVES AND INSTRUMENTS OF MACROECONOMIS (THE GOALS OF MACROECONOMIS POLICIES). INTRODUCTION . The birth of macroeconomic (ME) Founded by john Maynard Keynes 1930an Central ME question : Why do output and employment sometimes fall, and how can unemployment be reduced;

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'OBJECTIVES AND INSTRUMENTS OF MACROECONOMIS (THE GOALS OF MACROECONOMIS POLICIES)' - fisseha


Download Now An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
slide1

OBJECTIVES AND INSTRUMENTS OF MACROECONOMIS

(THE GOALS OF MACROECONOMIS POLICIES)

introduction
INTRODUCTION

The birth of macroeconomic (ME)

  • Founded by john Maynard Keynes 1930an
  • Central ME question :
    • Why do output and employment sometimes fall, and how can unemployment be reduced;
    • What are the sources of inflation, and how can it be keft under control; and
    • How can a nation increase its rate of economic growth.
measuring economic activity national product income
MEASURING ECONOMIC ACTIVITY(NATIONAL PRODUCT/INCOME)

GDP

GNP

GROSS NATIONAL PRODUCT ADALAH TOTALITAS NILAI PASAR DARI PRODUC BARANG BARANG DAN JASA JASA AKHIR YANG DIHASILKAN OLEH SUATU AKTIVITAS PRODUKSI DALAM AKTIVITAS EKONOMI PENDUDUK WARGA NEGARA SUATU NEGARADALAM SATU PERIODE TERTENTU BIASANYA SATU TAHUN .

  • GROSS DOMESTIC PRODUCT ADALAH TOTALITAS NILAI PASAR DARI PRODUK BARANG BARANG DAN JASA JASA AKHIR YANG DIHASILKAN OLEH SUATU AKTIVITAS PRODUKSI DALAM AKTIVITAS EKONOMI PENDUDUK SUATU NEGARADALAM SATU PERIODE TERTENTU BIASANYA SATU TAHUN
metode perhitungan pendapatan nasional
METODE PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
  • PRODUCTION APPROACH DIMANA PERHITUNGAN DIDASARKAN PADA JUMLAH NILAI AKHIR ( FINISH GOODS ) BARANG BARANG DAN JASA JASA YANG DIHASILKAN OLEH MASYARAKAT DALAM SUATU PEREKONOMIAN/NEGARA PADA SUATU PERIODE TERTENTU.
  • FINISH GOODS ADALAH NILAI BARANG DAN JASA YANG SIAP DIKONSUMSI DAN TIDAK LAGI DIGUNAKAN DALAM PROSES PRODUKSI BERIKUTNYA.
production appoach
PRODUCTION APPOACH
  • INTERMEDIATE GOODS MERUPAKAN BARANG YANG MASIH DAPAT MEMILIKI NILAI TAMBAH.
  • VALUE ADDED ADALAH SELISIH ANTARA NILAI SUATU BARANG DENGAN BIAYA YANG DIKELUARKAN UNTUK PROSES PRODUKSI TERMASUK RAW MATERIAL YANG DIGUNAKAN
  • PENDAPATAN NASIONAL DILAKUKAN DENGAN MENGHITUNG NILAI FINISH GOODS ATAU MENJUMLAHKAN SEMUA VALUE ADDED
production approach
PRODUCTION APPROACH
  • DALAM APLIKASINYA PERHITUNGAN DENGAN PRODUCTION APPROACH JUGA DAPAT DILAKUKAN DENGAN MENJUMLAHKAN OUTPUT DARI SELURUH SEKTOR LAPANGAN USAHA YANG TERDAPAT DALAM SUATU PEREKONOMIAN.
  • DI INDONESIA SEKTOR EKONOMI ( LAPANGAN USAHA ) TERDIRI DARI 9 SEKTOR YANG MELIPUTI:
    • PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN.
    • PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
    • INDUSTRI PENGOLAHAN
    • LISTRIK DAN GAS DAN AIR BERSIH.
    • KONSTRUKSI.
    • PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
    • PENGANGKUTAN DAN KOMUNKASI.
    • KEUANGAN, REAL ESTATE DAN JASA PERUSAHAAN..
    • JASA - JASA

SELENGKAPNYA LIHAT TABEL

metode perhitungan pendapatan nasional1
METODE PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL

2. INCOME APPROACH, DIMANA DALAM PENDEKATAN YANG DIHITUNG SEBAGAI KOMPONEN PENDAPATAN ADALAH SELURUH BALAS JASA YANG DITERIMA OLEH PARA PEMILIK FAKTOR FAKTOR PRODUKSI YANG MELIPUTI:

  • Land ( Rent )
  • Capital ( Interest )
  • Labor ( Wages )
  • Skill /entrepreneur ( Profit )
    • Y = ( r, i, w, ɳ )
3 expenditure approach
3. EXPENDITURE APPROACH
  • DIMANA DALAM PENDEKATAN INI YANG DIHITUNG SEBAGAI KOMPONEN PENGELUARAN ADALAH PENGELUARAN YANG DILAKUKAN OLEH SELURUH RUMAH TANGGA YANG TERLIBAT DALAM AKTIVITAS EKONOMI, YANG MELIPUTI;
    • RumahTanggaKonsumsi ( C )
    • RumahTanggaProduksi ( I )
    • RumahTangga Negara ( G )
    • RumahTanggaLuarNegeri ( X – M )
      • Y = C + I + G + ( X – M )
gdp vs gnp
GDP VS GNP
  • GROSS DOMESTIC PRODUCT ( GDP ) DIHITUNG BERDASARKAN KONSEP KEWILAYAHAN, ARTINYA KOMPONEN YANG DIHITUNG ADALAH OUTPUT YANG DIHASILKAN OLEH MASYARAKAT DALAM SUATU NEGARA.
  • GROSS NATIONAL PRODUCT ( GNP ) DIHITUNG BERDASARKAN KONSEP KEWARGAANEGARAAN, ARTINYA PENDAPATAN NASIONAL YANG DIHITUNG ADALAH OUTPUT YANG DIHASILKAN OLEH MASYARAKAT WARGA NEGARA SUATU NEGARA
  • GNP = GDP + NET FACTORS INCOME EARNED FROM ABROAD (NFIA)
gdp vs gnp1
GDP VS GNP
  • NET FACTORS INCOME EARNED FROM ABROAD ( NFIA ) MERUPAKAN SELISIH ( NILAI AKTIVITAS FAKTOR PRODUKSI DALAM NEGERI DILUAR NEGERI DIKURANGINILAI AKTIVITAS FAKTOR PRODUKSI LUAR NEGERI DIDALAM NEGERI ).
  • NFIA INDONESIA MASIH MEMILIKI NILAI NEGATIF, ARTINYA NILAI AKTIVITAS FACTOR PRODUKSI LUAR NEGERI DI INDONESIA JAUH LEBIH BESAR DIBANDINGKAN DENGAN NILAI AKTIVITAS FACTOR PRODUKSI INDONESIA DILUAR NEGERI
  • NET NATIONAL INCOME ( NNP ) ADALAH NILAI GDP ATAU GNP YANG TELAH DIKURANGI DENGAN PAJAK TIDAK LANGSUNG DAN PENYUSUTAN.
  • DISPOSABLE INCOME ( PENDAPATAN YANG SIAP UNTUK DIKONSUMSI ), YAITU PENDAPATAN YANG TELAH DIKURANGI OLEH PAJAK LANGSUNG, DITAMBAH DENGAN SUBSIDI.
gdp nominal vs gdp riil
GDP NOMINAL VS GDP RIIL
  • NOMINAL GDP ADALAH NILAI OUTPUT YANG DINILAI BERDASARKAN HARGA HARGA YANG TERJADI PADA SAAT TAHUN PERHITUNGAN GDP TSB ( at current market price )
  • REAL GDP ADALAH NILAI OUTPUT YANG DINILAI BERDASARKAN PADA HARGA TAHUN DASAR ( at constant cost)
  • CONTOH PERHITUNGAN GDP DARI PRODUK PIZZA
nominal gdp vs real gdp

Price of market basket

in specific year

=

x 100

Price Index

in a given

year

=

Nominal GDP

Price of same market

basket in base year

Real GDP

Price Index

(in hundredths)

=

Nominal GDP

Price Index

(in hundredths)

Real GDP

NOMINAL GDP VS REAL GDP
  • GDP PRICE INDEX

Inflation or deflation = change in index X 100

initial value of the index

slide21

Denganmenghitungnilai GDP riildan GDP nominal di ataskitadapatmenghitunginflasiantaratahun 1983 sampaitahun1990 yaitudengancara:

  • GDP deflator t – GDP deflator t-1
  • GDP deflator t
  • GDP deflator mencerminkanpeningkatanharga.

X 100

national income accounting
National Income Accounting
  • National Income ( NI ) = Wages + Business Interest Payments + Rental Income + Corporate Profits + Proprietors Income.
  • Net National Product ( NNP ) = National Income + Indirect Business Taxes
  • Gross National Product ( GNP ) = NNP + Capital Consumption Allowance
  • Personal Income ( PI ) = National Income - (Corporate Profits+Social Insurance Contributions) + ( Government Transfer Payments + Business Transfer Payments + Interest Paid by Government and Consumers + Corporate Dividents )
  • Personal Disposable Income ( PDI ) = Personal Income –personal Taxes
  • Personal Saving ( PS ) =Personal Disposable Income – ( Consumption Expenditures + Consumers Interest Payments)
data national income and product
Data national income and product
  • Given the following data 1974, find

a). National Income (NI). b) . Net National Product ( NNP ).c). Gross National Product(GNP)

d) Personal Income (PI). e) Personal Fisposable Income.. f) Personal Saving.

Data are in billions of current dollar

  • Capital Consumption Allowance $119,5
  • Wages $ 855,7
  • Business Interest Payments $ 61,6
  • Indirect business Taxes $ 135,0
  • Rental Income $26,5
  • Corporate profits $105,4
  • Proprietors income $ 93,0
  • Corporate dividens $ 32,7
  • Social Insurance Contributions $ 101,0
  • Personal Taxes $ 170,7
  • Consumer interest payments $ 26,0
  • Interest paid by government and consumers $ 42,3
  • Government transfer payment $ 134,6
  • Business Transfer payment $ 5,2
  • Personal Consumption expenditures $ 877,0
1 konsumsi
1. KONSUMSI
  • Kegiatan menghabiskan daya guna (utility) barang dan jasa.
  • Pengeluaran konsumsi personal (personal consumptionexpenditure) adalah pengeluaran rumah tangga untuk membeli barang baik barang-barang tahan lama (durable goods) maupun barang-barang tidak tahan lama (nondurable/ perishable goods), dan jasa.
  • Pendapatan yang siapdibelanjakan (current disposable income)
  • Menuruthipotesaini, Konsumsiditentukanolehcurrent disposable income.
2 tabungan
2. TABUNGAN
  • Bagian dari pendapatan yang tidak dikonsumsi
  • Tabungan nasional adalah komposisi dari private saving (personal dan business) dan tabungan pemerintah (government/ public saving)
  • Jika tabungan nasional tinggi, maka capitalstock akan tumbuh dengan cepat, sehingga ouput potensial akan tumbuh dengan cepat pula.
3 konsumsi tabungan dan pendapatan
3. KONSUMSI, TABUNGAN DAN PENDAPATAN

Recall:

Pendapatan perseorangan (Personal Income = PI)

dikurangi : pajak-pajak pribadi (personal taxes)

sama dengan : pendapatan yang siap dibelanjakan (disposable income = Yd)

dikurangi : konsumsi personal (personal consumption = C)

sama dengan : tabungan personal (personal saving = S)

secara matematis
Secara Matematis

Secaramatematis: Yd = C + S

dimana Ydadalahdisposable income, yaitupendapatan yang siapdibelanjakansetelahdikurangipajak (Y – T). Dalamperekonomiandimanatidakadacampurtanganpemerintah, maka Yd = Y, sehingga:

Y = C + S

S = Y – C

fungsi konsumsi
Fungsi Konsumsi
  • Suatufungsikonsumsimenggambarkanhubunganantarakonsumsidanpendapatan
  • Kemiringanfungsi/ kurvakonsumsidisebuthasratmengkonsumsi marginal (Marginal Propensity to Consume = MPC), mengukurbesarnyatambahanpendapatan yang digunakanuntukmenambahkonsumsi.
      • MPC = C/Y
      • MPC selalupositip, tetapinilainyakurangdarisatu(0 < MPC < 1)
lanjutan
Lanjutan…
  • Fungsi konsumsi linear mempunyai kemiringan sama (MPC konstan), sedangkan fungsi konsumsi nonlinear mempunyai kemiringan yang berubah (MPC tidak konstan/ berubah)
  • Intersep fungsi konsumsi disebut konsumsi otonom (autonomous consumption), mengukur:
    • besarnya pengeluaran konsumsi pada saat pendapatan nol.
    • pengeluaran konsumsi yang tidak dipengaruhi oleh pendapatan
lanjutan1
Lanjutan…
  • Hasrat mengkonsumsi rata-rata (Average Propensity to Consume = APC) merupakan rasio antara pengeluaran konsumsi terhadap pendapatan atau disebut juga sebagai tingkat konsumsi
      • APC = C/Y
      • APC selalu positip
fungsi tabungan
Fungsi Tabungan
  • Kemiringan fungsi/ kurva tabungan disebut hasrat menabungan marginal (Marginal Propensity to Save = MPS), mengukur besarnya tambahan pendapatan yang digunakan untuk menambah tabungan.
      • MPS = S/Y
      • MPS selalu positip, tetapi nilainya kurang dari satu (0 < MPS < 1)
  • Fungsi tabungan linear mempunyai kemiringan sama (MPS konstan), sedangkan fungsi tabungan nonlinear mempunyai kemiringan yang berubah (MPS tidak konstan/ berubah)
lanjutan2
Lanjutan…
  • Hasrat menabungan rata-rata (Average Propensity to Save = APS) merupakan rasio antara pengeluaran tabungan terhadap pendapatan atau disebut juga sebagai tingkat tabungan.
      • APS = S/Y
      • Jika C > Y  S negatip (dissaving)

 APS negatip

C < Y  S Positip (saving)

 APS positip

hubungan mpc dan mps
Hubungan MPC dan MPS

Y = C + S

Y + Y = (C + C) + (S + S)

Y = (C + S) – Y + (C + S)

Y = C + S

Y/Y = C/Y + S/Y

1 = MPC + MPS

hubungan apc dan aps
Hubungan APC dan APS

Y = C + S

Y/Y = C/Y + S/Y

1 = APC + APS

fungsi konsumsi dan tabungan linear
Fungsi Konsumsi danTabungan Linear

Fungsi Konsumsi: C = C0 + bY atau C = a + bY

dimana: C0 (a) adalah autonomous cosumption, b adalah MPC

Recall:

Y = C + S

S = Y – C

Fungsi Tabungan

S = Y – (C0 + bY)

S = – C0 + (Y – bY)

S = – C0 + (1 – b)Y

dimana: (1-b) adalah MPS

break even point bep
Break Even Point (BEP)

Kondisi break even terjadi jika pendapatan hanya cukup untuk menutup pengeluaran konsumsi (Y=C, atau S= 0)

  • Pada gambar di atas, BEP terjadi pada saat

pendapatan sebesar 200.000

Secara matematis:

Y = C

Y = C0 + bY

Y – bY = C0

Y(1 – b) = C0

Y = C0/(1 – b) = C0/MPS

slide40

Y = C + S

C = Co + bYd

Jika Y < Ye, maka C > Y,

Berarti S < 0 (dissaving)

C,S

Jika Y > Ye, maka C < Y

Berarti S > 0 ( saving )

Y

Y = C== S = 0

Break even

point

S = - Co +( 1- b) Yd

Co

0

Ye

Y

-Co

contoh
Contoh

DiketahuiFungsiKosumsi: C = 50.000 + 0,75Y

Padatingkatpendapatanberapa BEP terjadi?

Jawab:

BEP  Y = C

Y = 50.000 + 0,75Y

Y – 0,75 Y = 50.000

Y (1 – 0,75) = 50.000

Y = 50.000/0,25 = 200.000

slide42

Y = C + S

C = Co + bYd

Jika Y < Ye, maka C > Y,

Berarti S < 0 (dissaving)

C,S

Jika Y > Ye, maka C < Y

Berarti S > 0 ( saving )

Y

Y = C== S = 0

Break even

point

S = - Co +( 1- b) Yd

Co

0

Ye

Y

-Co

tugas untuk ktm no ganjil
TUGAS, untuk KTM no. Ganjil

Pada pendapatan rumah tangga sebesar Rp 1.000.000,00 pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar Rp 1.150.000,00. Pada saat pendapatannya meningkat menjadi Rp 2.000.000,00 pengeluaran konsumsinya juga meningkat menjadi Rp 1.950.000,00.

  • BEP terjadi pada pendapatan sebesar berapa ?
  • Pada pendapatan Rp875.000,00, berapa APS ?
  • Pada tingkat pendapatan berapakah tabungan rumah tangga sebesar 4% dari pendapatan dicapai ?
tugas untuk ktm no genap
TUGAS, untuk KTM no. Genap

Di samping ini adalah ilustrasi tabel fungsi konsumsi. Ditanyakan

a. Persamaan konsumsi?

b. BEP terjadi pada Y?

c. Besarnya tabungan pada saat pendapatan nasional = 5000?

d. APS = 0 pada tingkat GNP

4 investasi
4. INVESTASI
  • Pembelian barang modal baru
  • Penambahan stok barang modal atau aset produktif
  • Produksi barang modal tahan lama
peran investasi dalam perekonomian
Peran Investasi Dalam Perekonomian

Jangka Pendek: mempengaruhi output dan kesempatan kerja melalui dampaknya terhadap permintaan agregat.

Jangka Panjang: berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi melalui dampaknya terhadap output potensial dan penawaran agregat.

investasi menurut penggunaan
Investasi Menurut Penggunaan
  • Konstruksi
  • Rehabilitasi
  • Ekspansi
determinan investasi
Determinan Investasi
  • Mengapa pebisnis perlu investasi?
  • Dengan investasi, penerimaan yang diperoleh lebih besar dari ongkos iinvestasinya
  • Tiga Elemen Penting dalam Investasi
  • Revenue yang dihasilkan oleh seluruh kegiatan ekonomi (GDP)
  • Cost (harga barang modal, tingkat bunga, pajak)
  • Expectation / Harapan dan kepercayaan sektor bisnis
ekuilibrium perekonomian dua sektor
Equilibrium:

output = Income

= spending

Secara matematis:

Y = C + I

Y = CO + bY + I

Y – bY = Co + I

Y( 1- b ) = Co + I

Y = Co + I

1 - b

Ekuilibrium PerekonomianDua Sektor
slide52

Y = C + S

C = Co + bYd

Jika Y < Ye, maka C > Y,

Berarti S < 0 (dissaving)

C,S

Jika Y > Ye, maka C < Y

Berarti S > 0 ( saving )

Y

Y = C== S = 0

Break even

point

S = - Co +( 1- b) Yd

Co

0

Ye

Y

-Co

slide53

Y = C + S

C,I

C = C0 + b Yd

C + I

S = -C0 + ( 1 – b ) Yd

C0

O

Ye’

Ye

Y

-C0

slide54

Y = C + S

C = Co + bYd

Jika Y < Ye, maka C > Y,

Berarti S < 0 (dissaving)

C,S

Jika Y > Ye, maka C < Y

Berarti S > 0 ( saving )

Y

Y = C== S = 0

Break even

point

S = - Co +( 1- b) Yd

Co

0

Ye

Y

-Co

slide55

Y = C + S

C= a + bYd

C,I

300

C

Y < 200 == S < 0

Y < C

Y > 200 == S > 0

Y > C

C

200

S = -a + ( 1-b )Yd

100

50

0

200

Y

-50

slide56

C,I

Y = C + S

C = C0 + b Yd

C + I + G

C + I

G

S = -C0 + ( 1 – b ) Yd

G

I

I

C0

O

Ye’

Ye’’

-C0

Ye

Y

slide57

T

t

Progresive taxes

Lump-sum- taxes

Proportional taxes

t

Txo

Regresive taxes

0

0

Y

Y

Lump-Sum- Taxes

Income Taxes

national income accounting lump sum taxes
Coefficient MultiplierNATIONAL INCOME ACCOUNTING(lump – Sum – Taxes)

KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN TIGA SEKTOR

Y = C + I + G , C = Co + byd

Y = Co + bYd + I + G

Yd = Y – T

Y = Co + b ( Y – T ) + I + G

Y = Co + bY – bT + I + G

Y – bY = Co – bT + I + G

Y ( 1 – b ) =Co – bT + I + G

Y = Co – bT + I + G

( 1 – b )

Coefficient Investasi;

Ki =

1

▲ I

> 0

=

=

( 1 – b )

▲ Y

Coefficient Multiplier G

1

> 0

▲ G

=

=

Kg =

( 1 – b )

▲ Y

  • Coefficient Multiplier T

-b

▲ T

< 0

Kt =

=

( 1 – b )

▲ Y

slide59

( INCOME TAXES---- PROPORTIONAL TAXES )

Y = C + I + G

Y = Co + b Yd + I + G

Yd = Y – T,===== T = Ty ( Income Taxes )

Y = Co + b ( Y – tY ) + I + G

Y = Co + b Y – btY + I + G

Y –bY + btY = Co + I + G

Y(1 –b + bt ) = Co + I + G

a + I + G

Y =

1 – b + bt

1

▲G

> 0

Kg=

=

1 – b + bt

▲Y

slide60

G – T = 12,5 ( deficit )

G ‘ = T ‘ -------- G’ = G + ▲G, --------- T’= T + ▲T

G + ▲G = T + ▲T

G + ▲G – T – ▲T = 0

G – T = 12.5

12,5 + ▲G – ▲T = 0

1

Kg=

1 – 2/3 + 2/3(1/4)

Kg = 2

Jika ▲G = 1, maka ▲Y = 2, T = tY== ▲T=t▲Y

maka ▲T = 1/2▲G

▲T = 1/4▲2 = ½, jika▲G = 1,

12,5 +▲G - ▲T= 0

12,5 = - 1/2▲G

12,5 + ▲G - 1/2▲G = 0

▲G = - 25

G’ = - 50

balance budget
Balance Budget
  • G ‘ = G + ▲G = 75 – 25 = 50
  • Y =

Co + I + G’

25 + 25 + 50

200

=

=

1 – 2/3 + 2/3(1/4)

1 – b + bt

slide62

C,S,I,G

FISCAL POLICY AND INCOME DETERMINATION

Y

C + I + G’’

C = 25 + 2/3 Yd

C + I + G

C + I + G’

C + I

125

I +G

100

S= - 25 + 1/3 Yd

▲G = 75

75

50

I

25

▲I = 25

O

75

375

150

225

250

Y

200

25

slide63

Deflationary gap

C,S,I

C + I = AD

Y= AS

Inflationary gap

C = Co + bYd

S = - Co + ( 1 –b )Yd

O

O

Y1

Y2

Yo

slide64

Pada Ye’== S=I

Pada Ye’’ S+T= I + G

C = C0 + b Yd

C,I

Pada Ye== S=0

Y = C + S

PerubahanPendapatanakibatPengeluaranPemerintah

C + I + G

C + I

PerubahanPendapatanakibatInvestasi

G

S = -C0 + ( 1 – b ) Yd

▲Yg

I + G

I

▲Yi

G

▲G

C0

I

45°

▲I

O

Ye’

Ye’’

-C0

Ye

Y