konsep produk l embaga keuangan syariah n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
KONSEP PRODUK L embaga Keuangan Syariah PowerPoint Presentation
Download Presentation
KONSEP PRODUK L embaga Keuangan Syariah

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 98

KONSEP PRODUK L embaga Keuangan Syariah - PowerPoint PPT Presentation


  • 331 Views
  • Uploaded on

KONSEP PRODUK L embaga Keuangan Syariah. Iwan Setiawan. SUMBER DANA BANK SYARIAH. MODAL WADIAH (TITIPAN) MUDHARABAH (INVESTASI) MUDHARABAH MUQAYYADAH (INVESTASI KHUSUS). PENGGUNAAN DANA BANK ISLAM. EARNING ASSETS al-Mudharabah al-Musyarakah al-Bai’ al-Ijarah

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'KONSEP PRODUK L embaga Keuangan Syariah' - dutch


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
slide2

SUMBER DANABANK SYARIAH

  • MODAL
  • WADIAH

(TITIPAN)

  • MUDHARABAH

(INVESTASI)

  • MUDHARABAH MUQAYYADAH

(INVESTASI KHUSUS)

penggunaan dana bank islam
PENGGUNAAN DANA BANK ISLAM
  • EARNING ASSETS
  • al-Mudharabah
  • al-Musyarakah
  • al-Bai’
  • al-Ijarah
  • Surat-surat Berharga Syariah
  • &
  • investasi lainnya
  • NON EARNING ASSETS
  • Cashal assets
  • al-Qard
  • Premises & equipments
  • (penanaman dana dalam
  • aktiva tetap
  • &
  • investasi)
slide4

Bagi Hasil

(Profit &

Loss

Sharing)

Titipan

(al Wadi’ah)

Depository

Jual-Beli

(al Bai’)

Sale &

Purchase

Bank Syariah

Mekanisme

Operasional(Prinsip & Piranti Keuangannya)

Jasa

(Ujroh)

Fee-based

Service

Sewa

(Ijarah)

Lease

al-Qard

(Soft &

Benevolent

Loan)

slide5

MEKANISME OPERASIONAL BANK ISLAMMENGGUNAKAN PIRANTI-PIRANTI KEUANGANBERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP:

Bagi Hasil

(Profit &

Loss

Sharing)

Jual-Beli

(al Bai’)

Sale &

Purchase

Sewa

(Ijarah)

Lease

(al-Qard)

Soft &

Benevolent

Loan

Jasa

(Fee-based

Service)

Titipan

(al Wadi’ah)

Depository

1. Musyara-

kah

(Joint Venture

Profit Sharing)

2. Mudhara-

bah

(Trustee Profit

Sharing)

  • Bai’ al
  • Murabahah
  • (Deferred Payment Sale)
  • Bai’ as
  • Salam
  • (In-front Payment Sale)
  • Bai’ al
  • Istishna’
  • (Purchase by Order or
  • Manufacture)
  • Dan lain-lain
  • Sewa
  • (al-Ijarah)
  • Operating Lease
  • Sewa-Beli
  • (Ijarah
  • wa Iqtina’)
  • Financing Lease
  • al-Qard al
  • Hasan
  • (Sebagaiaqd
  • tathawwui
  • yaitu akad saling
  • membantu /
  • bukan
  • transaksi komersial)
  • ar-Rahn
  • (Mortgage)
  • al-Wakalah
  • (Deputyship)
  • al-Kafalah
  • (Guaranty)
  • al-Hawalah
  • (Transfer Service)
  • Ju’alah
  • Exp.:Bank Reference
  • Sharf
  • Exp.: Moneychanger

1. Wadi’ah

yad

al-Amanah

(Trustee Depository)

2. Wadi’ah

yad

adh-

Dhamanah

(Guarantee

Depository)

slide6
1

Wadiah

slide7

Al-WADI’AH (Titipan)

  • Adalah titipan murni dari satu pihak ke pihak yang lain,
  • baik individu maupun badan hukum,
  • yang harus dijaga dan
  • dikembalikan kapan saja si penitip menghendaki.
  • Memberikan kekuasaan kepada orang lain
  • untuk menjaga hartanya / barangnya
  • dengan secara terang-terangan
  • atau dengan isyarat yang semakna dengan itu.
  • Adalah akad antara pemilik barang (mudi’)
  • dengan penerima titipan (wadi’)
  • untuk menjaga harta / modal (ida’)dari kerusakan atau
  • kerugian dan untuk keamanan harta.
rukun wadiah
RUKUN WADIAH
  • PIHAK YANG BERAKAD
  • penitip (muwaddi’)
  • penerima titipan (wadi’)
  • OBYEK YANG DIAKADKAN
  • barang yang dititipkan
  • (wadi’ah / ida’)
  • SIGOT
  • serah(ijab)
  • terima (qabul)
slide9

SYARAT WADIAH

  • PIHAK YANG BERAKAD
  • cakap hukum
  • sukarela (ridha)
  • tidak dalam keadaan dipaksa /
  • terpaksa di bawah tekanan
  • OBYEK YANG DIAKADKAN
  • merupakan milik mutlak penitip (muwaddi’)
  • SIGOT
  • jelas apa yang dititipkan
  • tidak mengandung persyaratan-
  • persyaratan lain
sifat wadiah
SIFAT WADIAH
  • PIHAK YANG BERAKAD
  • Para pihak dapat membatalkan perjanjian akad ini
  • setiap saat (karena wadi’ah termasuk
  • “akad yang tidak lazim”).
  • Terdapat unsur permintaan tolong dari penitip (muwaddi’),
  • sedangkan memberikan pertolongan
  • adalah hak dari penerima titipan (wadi’).
  • Kalau wadi’ tidak mau,
  • maka tidak ada keharusan baginya
  • untuk menjaga titipan.
  • (bersambung … )
slide11

SIFAT WADIAH

  • PIHAK YANG BERAKAD
  • Namun, apabila wadi’ mengharuskan pembayaran,
  • misalnya: sejenis biaya administrasi,
  • maka akad wadi’ah
  • berubah menjadi “akad sewa”
  • yang mengandung unsur kelaziman.
  • Oleh karena itu wadi’ harus bertanggung jawab &
  • menjaga terhadap barang yang dititipkan (wadi’ah).
  • Dalam hal ini,
  • wadi’ tidak dapat membatalkan akad ini
  • secara sepihak.
slide12
Wadiah
    • Ketentuan wadiah untuk uang:
      • Harus minta izin jika ingin digunakan
      • Jika digunakan oleh penerima titipan, hukumnya jatuh pada hukum Qardh.
      • Jika dijanjikan untuk diberi imbalan, atau menjadi tradisi dalam pemberian imbalan, maka hukumnya jatuh pada Qardh yang menghasilkan riba
slide13

Keterangan:

  • Penerima simpanan
  • (tangan amanah) = yad al-amanah
  • penitip = muwaddi’
  • pemilik barang = mudi’
  • penerima titipan = wadi’
  • penyimpan = mustawda’
  • harta / modal = ida’
  • Penerima simpanan
  • (tangan penanggung) = yad adh-dhamanah
slide14

Al-WADI’AH

(Titipan)

Wadi’ah yad Amanah

Wadi’ah yad Dhamanah

slide15

al-Wadi’ah Yad al-Amanah

  • Adalah akad titipan

di mana penerima titipan (custodian) adalah

penerima kepercayaan (trustee), artinya

dia tidak diharuskan mengganti segala resiko kehilangan atau kerusakan yang terjadi pada aset titipan

(karena akadnya adalah titipan murni),

kecuali bila hal itu terjadi karena

akibat kelalaian atau kecerobohan yang bersangkutan

atau

bila status titipan telah berubah menjadi

al-Wadi’ah Yad adh-Dhamanah.

(bersambung …)

1

slide16

al-Wadi’ah Yad al-Amanah

  • (lanjutan ...)
  • Barang / obyek titipan tidak boleh diubah, atau
  • diganti dengan jenis yang sama oleh pihak yang menerima titipan
  • (karena akadnya adalah titipan murni).
  • Titipan tersebut akan diambil kembali oleh penitip sebagaimana
  • kondisi, bentuk dan kriteria semula pada saat dititipkan.
  • Untuk jasa titipan ini, pihak penerima titipan mendapat upah,
  • (karena telah menjaga, memelihara, dan mengamankan
  • barang titipan tersebut sampai diambil kembali oleh pihak penitip.
  • Contohnya dalam dunia perbankan:
  • - Safe Deposit Box
  • - Safe Keeping
  • Bank menerima fee (upah).
slide17

Skema al-Wadi’ah Yad al-Amanah

1

NASABAH

(penitip /

muwadi’)

BANK

(Penyimpan /

Mustawda’

atau

Penerima

titipan /

wadi’)

Titip Barang

Biaya Penitipan

2

slide18

Al-Wadi’ah Yad adh-Dhamanah

  • Adalah akad titipan di mana penerima titipan (custodian)adalah trusteeyang sekaligus penjamin (guarantor)keamanan aset yang dititipkan.
  • Penerima titipan bertanggung jawab penuh

atas segala kehilangan atau kerusakan yang terjadi

pada aset titipan tersebut.

  • Penerima titipan (custodian)memperoleh izin

dari pemilik aset titipan / barang / harta,

untuk menggunakannya dalam perniagaan / perdagangan,

selama aset tersebut berada di tangannya.

serta berhak atas pendapatan yang diperoleh

dari pemanfaatan aset tersebut.

(bersambung …)

1

slide19

Al-Wadi’ah Yad adh-Dhamanah

  • (
  • lanjutan …)
  • Penitip / penyimpan mempunyai kebebasan mutlak untuk
  • sewaktu-waktu menarik kembali sebagian atau seluruh asetnya.
  • Semua keuntungan yang dihasilkan dari penggunaan /
  • pengelolaan harta tersebut (selama dalam status simpanan)
  • menjadi hak custodian.
  • Custodian boleh memberikan bonus kepada pemilik aset
  • atas kehendaknya sendiri, tanpa diikat oleh perjanjian.
  • Dalam dunia perbankan al-Wadi’ah Yad adh-Dhamanah
  • memanfaatkannya dalam bentuk:
  • - Current Account
  • - Saving Account
  • Catatan:
  • Di beberapa negara seperti Iran, produk giro berdasarkan prinsip Qard al-Hasan.
  • Di Malaysia Saving Account tidak berdasarkan prinsip Wadi’ah, melainkan atas
  • dasar prinsip Mudharabah.

2

slide20

Skema al-Wadi’ah Yad adh-Dhamanah

BANK

(Penyimpan /

Mustawda’

atau

Penerima

titipan /

wadi’)

NASABAH

(penitip /

muwadi’)

1

Titip Dana

4

Beri Bonus

Bagi Hasil

3

2

Pemanfaatan Dana

Pengguna Dana

(Dunia Usaha)

slide21
2

Musyarakah

slide22

AL-MUSYARAKAH

(JOINT VENTURE PROFIT SHARING)

Adalah akad kerja sama antara dua pihak atau lebih

untuk suatu usaha tertentu

di mana masing-masing pihak

memberikan kontribusi dana atau amal / expertise

dengan kesepakatan bahwa

keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama

sesuai dengan kesepakatan

slide23

AL-MUSYARAKAH

  • RUKUN
  • •Sigot (ucapan),
  • ijab & qabul (penawaran & penerimaan).
  • Pihak yang berkontrak.
  • Obyek kesepakatan: modal / dana & kerja.
slide24

AL-MUSYARAKAH

  • SYARAT
  • Tidak ada bentuk khusus dari kontrak.
  • Berakad dianggap sah jika diucapkan secara verbal atau ditulis.
  • Kontrak dicatat dalam tulisan dan disaksikan.
  • Mitra harus kompeten dalam memberikan atau diberikan
  • kekuasaan perwalian.
  • Modal harus uang tunai, emas, perak atau yang nilainya sama.
  • Dapat terdiri dari aset perdagangan,
  • hak yang tidak terlihat (mis.lisensi, hak paten, dsb.)
  • Partisipasi para mitra dalam pekerjaan, adalah sebuah hukum dasar,
  • dan tidak dibolehkan bagi salah satu dari mereka untuk mencantumkan
  • tidak ikut sertanya mitra lainnya.
  • Namun porsi melaksanakan pekerjaan tidak perlu harus sama,
  • demikian pula dengan bagian keuntungan yang diterima.
slide25

Jenis-jenis al-Musyarakah

Musyarakah pemilikan

Musyarakah akad (kontrak)

  • Tercipta karena:
  • warisan, wasiat, atau
  • kondisi lainnya,
  • yang mengakibatkan
  • pemilikan satu aset
  • oleh dua orang atau lebih.
  • Kepemilikan dua orang atau
  • lebih, berbagi dalam sebuah
  • aset nyata & berbagi pula
  • dari keuntungan yang
  • dihasilkan aset tersebut.
  • Tercipta dengan cara
  • kesepakatan
  • di mana dua orang atau lebih
  • setuju bahwa
  • tiap orang dari
  • mereka memberikan
  • modal musyarakah.
  • Mereka juga sepakat
  • berbagi
  • keuntungan & kerugian
slide26

Jenis-jenis al-Musyarakah

Musyarakah pemilikan

Musyarakah akad (kontrak)

  • Terbagi menjadi
  • al-inan
  • al-mufawadhah
  • al-a’maal
  • al-wujuh, dan
  • al-mudharabah
  • Sebagian ulama menganggap
  • bahwa al-mudharabah
  • tidak termasuk sebagai
  • al-musyarakah.(meskipun
  • memenuhi rukun & syarat sebuah
  • akad / kontrak musyarakah).
slide27

SKEMA AL-MUSYARAKAH

BANK

NASABAH

Modal & Tenaga / Keahlian

Modal

Proyek / Usaha

Keuntungan

Bagi Hasil

sesuai porsi kontribusi modal

(nisbah)

al musyarakah aplikasi dalam perbankan
Al-Musyarakah,Aplikasi dalam perbankan
  • Al-Musyarakah lazimnya diaplikasikan untuk

pembiayaan proyek

di mana nasabah & bank sama-sama menyediakan dana

untuk membiayai proyek tersebut.

Setelah proyek tersebut selesai,

nasabah mengembalikan dana tersebut bersama bagi hasil

yang telah disepakati untuk bank.

  • Pada lembaga keuangan khusus yang dibolehkan melakukan investasi dalam kepemilikan perusahaan,

al-musyarakah diterapkan dalam sekema modal ventura.

Penanaman modal dilakukan untuk jangka waktu tertentu & setelah itu

bank melakukan divestasi atau menjual bagian sahamnya,

baik secara singkat maupun bertahap.

slide29

Syirkah al-inan

  • Adalah kontrak antara dua orang atau lebih.

Setiap pihak memberikan suatu porsi dari keseluruhan dana &

berpartisipasi dalam kerja.

Kedua pihak berbagi dalam keuntungan & kerugian

sesuai dengan yang disepakati di antara mereka.

Namun porsi masing-masing pihak,

baik dalam dana, maupun kerja, atau bagi hasil,

tidak harus sama & identik

sesuai dengan kesepakatan mereka.

  • Mayoritas ulama membolehkan jenisal-musyarakah ini.
slide30

Syirkah Mufawadhah

  • Adalah kontrak kerja sama antara dua orang atau lebih.

Setiap pihak memberikan

suatu porsi dari keseluruhan dana &

berpartisipasi dalam kerja.

Setiap pihak membagi keuntungan & kerugian secara sama.

Dengan demikian,

syarat utama dari jenis al-musyarakah ini adalah,

kesamaan dana yang diberikan,

kerja,

tanggung jawab, &

beban utang dibagi oleh masing-masing pihak.

slide31

Syirkah A’maal

  • Adalah kontrak kerja sama dua orang seprofesi

untuk menerima pekerjaan

secara bersama

&

membagi keuntungan dari hasil pekerjaan itu.

slide32

Syirkah Wujuh

  • Adalah kontrak antara dua orang atau lebih yang memiliki

reputasi & prestise baik, serta ahli dalam bisnis.

Mereka membeli barang secara kredit dari suatu perusahaan

&

menjual barang tersebut secara tunai.

Mereka berbagi dalam keuntungan & kerugian

berdasarkan jaminan kepada supplier

yang disediakan oleh tiap mitra.

  • Jenis al-musyarakahini tidak memerlukan modal

karena pembelian secara kredit

berdasar pada jaminan tersebut.

Oleh karena itu, kontrak ini pun, lazim disebut sebagai

musyarakah piutang.

slide33
3

Mudharabah

slide34

AL-MUDHARABAHTrust Financing / Trust Investment / Trustee Profit Sharing

  • Adalah akad kerja sama usaha antara dua pihak,
  • di mana pihak pertama (shahibul maal)
  • menyediakan seluruh modal (100%),
  • sedangkan pihak lainnya adalah
  • pengusaha / pengelola (mudharib).
  • Keuntungan usaha dibagi menurut kesepakatan
  • yang dituangkan dalam kontrak.
  • Apabila terjadi kerugian, maka ditanggung oleh shahibul maal
  • (selama kerugian itu bukan karena kelalaianmudharib).
  • Apabila karena kelalaian mudharib,
  • maka ybs.yang harus menanggung kerugian tersebut.
slide35

AL-MUDHARABAHTrust Financing / Trust Investment / Trustee Profit Sharing

  • RUKUN
  • 1. Pihak yang berakad
  • pemilik modal (shahibul maal)
  • pengelola dana (mudharib)
  • 2. Obyek yang diakadkan
  • Modal (maal)
  • Kerja
  • Keuntungan
  • 3. Akad (sighot)
  • Serah (ijab)
  • Terima (qabul)
slide36

AL-MUDHARABAHTrust Financing / Trust Investment / Trustee Profit Sharing

  • SYARAT
  • 1. Pihak yang berakad
  • shahibul maal & mudharib, kedua-duanya
  • harus memiliki kemampuan untuk diwakili dan mewakilkan.
  • 2. Obyek yang diakadkan adalahmodal, kerja & nisbah
  • Modal yang disetorkan kepada mudharib,
  • harus jelas jumlah dan mata uangnya.
  • Jangka waktu pengelolaan modal.
  • Jenis pekerjaan yang di mudharabah-kan.
  • Proporsi pembagian keuntungan (nisbah).
slide37

AL-MUDHARABAHTrust Financing / Trust Investment / Trustee Profit Sharing

  • 3. Akad (sighot)
  • Harus jelas & disebutkan secara spesifik, dengan siapa berakad.
  • Antara ijab-qabul harus selaras,
  • baik dalam modal, kerja, & penentuan nisbah.
  • Tidak mengandung ketentuan yang bersifat menggantungkan
  • keabsahan transaksi pada hal/kejadian yang akan datang.
slide38

AL-MUDHARABAHTrust Financing / Trust Investment / Trustee Profit Sharing

MUDHARABAH MUQAYYADAH

(Restricted Mudharabah /

Specified Mudharabah)

Adalah kebalikan dari Mudharabah

Muthlaqah.

Mudharib dibatasi dengan ketentuan-

ketentuan khusus seperti:

jenis usaha, waktu,

tempat usaha, dst.

(Adalah kontrak Mudharabah

yang tidak memiliki

ikatan tertentu)

MUDHARABAH MUTHLAQAH

Kontrak Mudharabah

yang cakupannya sangat luas &

tidak dibatasi oleh ketentuan khusus

(tidak memiliki ikatan tertentu).

Ada ungkapan ttg. hal ini:

if’al ma syi’ta

(lakukanlah sesukamu)

dari shahibul maal

kepada

mudharib

slide39

SKEMA AL-MUDHARABAH

BANK

Shahibul Maal

PERJANJIAN BAGI HASIL

NASABAH

(Mudharib)

Proyek / Usaha

Modal

100%

Tenaga /

Keahlian

Keuntungan

Bagi Hasil

sesuai porsi kontribusi modal

(nisbah)

Nisbah

X %

Nisbah

Y %

Pengambilan

Modal Pokok

Modal

slide40

Al-Mudharabah,Aplikasi dalam perbankan

  • Al-Mudharabah biasanya diterapkan pada produk-produk pembiayaan & pendanaan.
  • Pada sisi penghimpunan dana, biasanya diterapkan pada:

tabungan berjangka,

(untuk tujuan khusus seperti: tabungan haji, tabungan kurban, dll.),

deposito biasa.

Special investment (di mana dana yang dititipkan nasabah,

khusus untuk bisnis tertentu saja, misal: murabahah saja, ijarah saja).

slide41
4

Jual Beli

klasifikasi jual beli
Klasifikasi Jual Beli
  • Objek Dagang
    • Jual Beli Umum ( Tukar Menukar antara uang dgn barang )
    • Jual Beli Ash-sharf / money changer
  • Cara standarisasi harga
    • Jual Beli Bargainal (Tawar Menawar harga tanpa menyebutkan harga dasarnya )
    • Jual Beli amanah ( Harga Modal brg diberitahukan ) ( Murabahah, Wadhi’ah, Tauliyah )
    • Jual Beli Muzayadah ( Lelang ) / Munaqadhah (Obral)
  • Cara Pembayaran
    • Jual Beli dengan penyerahan barang & uang secara langsung
    • Jual beli dengan cara pembayaran tertunda
    • Jual beli dengan cara penyerahan barang tertunda
    • Jual beli dengan penyerahan barang dan pembayaran sama sama tertunda
bai al murabahah
BAI’ AL-MURABAHAH
  • Adalah akad transaksi jual-beli suatu barang

di mana penjual menyebutkan harga jual yang terdiri dari

harga pokok barang & tingkat keuntungan tertentu

( margin ) atas barang, dimana harga jual tersebut

disetujui oleh pembeli.

  • Karakteristiknya adalah,

penjual harus memberitahukan harga produk yang dibelinya

&

menentukan suatu tingkat keuntungan ( MARGIN ) sebagai tambahannya.

bai al murabahah1
BAI’ AL-MURABAHAH

RUKUN

Pihak yang berakad:

  • penjual
  • pembeli

Obyek yang diakadkan:

  • barang yang diperjual-belikan
  • harga

Akad / sigot:

  • serah (ijab)
  • terima (kabul)
bai al murabahah2
BAI’ AL-MURABAHAH

SYARAT

Pihak yang berakad:

  • Cakap hukum
  • Sukarela (ridha)

Obyek yang diperjual-belikan:

  • Tidak termasuk yang dilarang / diharamkan
  • Bermanfaat
  • Penyerahan dari penjual ke pembeli, dapat dilakukan
  • Merupakan hak milik penuh pihak yang berakad
  • Sesuai spesifikasinya antara yang diserahkan penjual & yang diterima pembeli

Akad / sigot:

  • Harus jelas & disebutkan sec. spesifikasi dgn siapa berakad.
  • Antara ijab-kabul (serah terima) harus selaras, baik dalam spesifikasi barang maupun harga yang disepakati
  • Tidak mengandung klausul yang bersifat menggantungkan keabsahan transaksi pada hal/kejadian yang akan datang.
  • Tidak membatasi waktu,(mis: saya jual kpd. anda untuk. jangka waktu satu tahun, sesudah itu menjadi milik saya)
jual beli
Jual Beli

Murobahah

Tanpa Pesanan

Jenis

Mengikat

Berdasarkan

Pesanan

Cara Pembayaran

Tdk Mengikat

Tunai

Tangguh

slide47

SKEMA BAI’ AL-MURABAHAH

BANK

1

NASABAH

Akad Jual Beli

4

Bayar

2

3

Beli Barang

Kirim Barang & Dokumen

Suplier

penjelasan 1
Penjelasan 1
  • Proses Pengadaan Barang harus dilakukan oleh BMT / Bank
  • Pembayaran Murabahah dapat dilakukan secara tunai atau cicilan
  • BMT / bank dapat memberikan potongan apabila nasabah melakukan pembayaran tepat waktu atau lebih cepat dari waktu yang disepakati, dengan syarat tidak diperjanjikan dalam akad
  • BMT dapat meminta nasabah meminta agunan atas piutang murobahah
  • BMT dapat meminta uang muka pembelian ( Urbun )
penjelasan 2
Penjelasan 2
  • Urbun diberikan kepada bank bukan kepada pemasok
  • Jika BMT hendak mewakilkan kepada nasabah untuk membeli barang dari pihak ketiga , maka akad harus dilakukan setelah barang tersebut resmi menjadi milik BMT.
  • Apabila dalam transaksi dilakukan secara angsuran atau tangguh maka pengakuan porsi pokok dan keuntunganya harus dilakukan secara merata dan tetap selama jangka waktu angsuran.
  • Apabila nasabah melakukan pembayaran angsuran lebih kecil dari kewajibanya maka perhitungan distribusinya hasil usaha dilakukan secara proposional atau sebanding dengan porsi margin yang terkandung dalam angsuran
penjelasan 3
Penjelasan 3
  • BMT berhak mengenakan denda kepada nasabah yang tidak melunasi pembayarannya dengan indikasi antara lain :
    • Adanya unsur kesengajaan untuk tidak membayar walaupun mampu membayar
    • Adanya unsure penyalahgunaan dana yaitu nasabah mempunyai dana tetapi digunakan terlebih dahulu untuk hal lain
slide51
5

Bai’ As-salam

slide52

BAI’ AS-SALAM

  • Adalah akad jual beli,

di mana pembeli membayar uang (sebesar harga) atas barang yang telah disebutkan spesifikasinya,

sedangkan barang yang diperjualbelikan itu akan diserahkan kemudian, yaitu pada tanggal yang disepakati.

  • Bai’ as-Salam biasanya dilakukan untuk produk-produk pertanian jangka pendek.
slide53

BAI’ AS-SALAM

Salam / salaf, (In-front payment sale

adalah akad pembelian sebuah barang

yang penyerahannya (delivery) ditangguhkan

dengan pembayaran segera

menurut syarat-syarat tertentu,

atau

jual beli sebuah barang

untuk diantar kemudian dengan pembayaran diawal.

slide54

BAI’ AS-SALAM

RUKUN

Pihak yang berakad:

  • pembeli (muslam)
  • penjual (muslam ilaih

Obyek yang diakadkan:

  • barang yang di-salam-kan (muslam sih)
  • harga / modal salam (ra’su maal as salam

Akad / sigot:

  • serah (ijab)
  • terima (kabul)
slide55

BAI’ AS-SALAM

SYARAT

Pihak yang berakad:

  • Harus cakap hukum
  • Sukarela (ridha)

Obyek yang diakadkan:

  • Barang / komoditi yang di-salam-kan.
  • tidak termasuk yang dilarang / haram
  • jelas spesifikasinya (jenis, warna, sifat, dll.)
  • jelas ukurannya (timbangan, takaran, berat, panjang kualitas, dll)
  • harus berwujud sehingga dapat diakui sebagai hutang.
  • jelas waktu & tempat delivery
slide56

BAI’ AS-SALAM

  • Harga / modal salam
  • Jelas harganya / modal (amount, currency).
  • Modal harus segera diserahkan pada saat akad (tunai). Modal dalam bentuk hutang tidak diperbolehkan, karena akan mengakibatkan jual beli hutang dengan hutang.

Demikian pula jika modal berupa pembebasan hutang penjual (muslam ilaih), hal ini tidak diperbolehkan, karena menimbulkan riba

  • Akad / sigot
  • Harus jelas & disebutkan sec. spesifik dgn siapa berakad.
  • Antara ijab-qabul hrs selaras baik dlm spesifikasi barang maupun harga yang disepakati.
  • Tidak mengandung hal-hal yang bersifat menggantungkan keabsahan transaksi pd kejadian y.a.d.
slide57

SKEMA BAI’ AS-SALAM

1

BANK

Negosiasi Pesanan

dengan Kriteria

NASABAH

Bayar

5

2

4

Pesan Barang & Bayar Tunai

Kirim Pesanan

Produsen

Penjual

3

Kirim Dokumen

slide58
6

Bai’ Al-Isthisna

slide59

BAI’ AL-ISTISHNA

  • Adalah merupakan kontrak penjualan
  • antara pembeli & pembuat barang.
  • Dalam kontrak ini, pembuat barang menerima pesanan dari pembeli.
  • Pembuat barang selanjutnya berusaha melalui orang lain untuk
  • membuat atau membeli barang menurut spesifikasi yg
  • telah disepakati & menjualnya kepada pembeli akhir.
  • Kedua belah pihak bersepakat atas harga serta sistem pembayaran:
  • apakah pembayaran dibayar di muka, dengan cicilan,
  • atau ditangguhkan sampai suatu waktu di masa y.a.d.
  • Menurut jumhur ulama, bai’ al-istishna’ merupakan
  • .suatu jenis khusus dari akad bai’ as-salam.
  • Biasanya, jenis ini digunakan di bidang manufaktur.
  • Dengan demikian, ketentuan bai’ al-istishna’
  • mengikuti ketentuan & aturan akad as-salam.
slide60

BAI’ AL-ISTISHNA’

  • Hampir sama dengan Bai’ as-Salam,

yaitu kontrak jual beli

di mana harga atas barang tersebut

dibayar lebih dulu

namun dapat diangsur

sesuai dengan jadwal & persyaratan

yang disepakati bersama,

sedangkan barang yang dibeli

diproduksi & diserahkan kemudian.

slide61

BAI’ AL-ISTISHNA’

RUKUN

  • Pihak yang berakad

- pembuat / produsen

- pemesan / pembeli

  • Obyek yang diakadkan:

- barang / proyek yang dipesan

- kesepakatan harga jual

  • Sigot

- serah (ijab)

- terima (qabul)

slide62

BAI’ AL-ISTISHNA’

SYARAT

  • Pihak yang berakad harus cakap hukum.
  • Produsen sanggup memenuhi persyaratan pesanan.
  • Obyek yang dipesan jelas spesifikasinya.
  • Harga jual adalah harga pesanan ditambah keuntungan.
  • Harga jual tetap selama jangka waktu pemesanan.
  • Jangka waktu pembuatan disepakati bersama.
slide63

SKEMA BAI’ AL-ISTISHNA

BANK

(Penjual)

1

NASABAH

Konsumen

(Pembeli)

Pesan

Jual

3

2

Beli

Produsen

Pembuat

slide64
7

Al-Ijarah

slide65

AL-IJARAH

  • Al-Ijarahatau Sewa (Lease)

adalah kontrak yang melibatkan suatu barang (sebagai harga)

dengan jasa atau manfaat atas barang lainnya.

  • Penyewa dapat juga diberi opsi untuk

memiliki barang yang disewakan tersebut pada saat sewa selesai,

dan kontrak ini disebut

al-Ijarah wa Iqtina’atau al-Ijarah Mutahiyah bi Tamlik,

di mana akad sewa yang terjadi

antara bank (sebagai pemilik barang)

dengan nasabah (sebagai penyewa) dengan cicilan sewanya

sudah termasuk cicilan pokok harga barang.

slide66

SKEMA AL-IJARAH

BANK

1

NASABAH

Pesan Obyek Sewa

Sewa Beli

3

A. Milik

B. Milik

2

Obyek

Sewa

Beli Obyek Sewa

Penjual

Supplier

slide67

AL-IJARAH WA IQTINA’

  • Al-Ijarahatau Sewa (Lease)

adalah

pemilikan hak atas manfaat dari penggunaan sebuah aset

sebagai ganti dari pembayaran.

Pengertian Ijarah itu sendiri adalah

sewa atas manfaat dari sebuah aset,

sedangkan

al-Ijarah wa Iqtina’atau

al-Ijarah Mutahiyah bi Tamlik,

adalah

sewa yang diakhiri dengan pemindahan kepemilikan.

slide68

AL-IJARAH WA IQTINA’

  • RUKUN
  • Penyewa
  • Pemilik barang
  • Obyek yang disewakan
  • Harga sewa yang disepakati
  • Perjanjian
  • SYARAT
  • Kesepakatan kedua pihak untuk melakukan penyewaan.
  • Barang yang disewa tidak termasuk kategori haram.
  • Harga sewa harus terukur.
  • Pada akhir penyewaan barang akan dibeli oleh penyewa.
  • Catatan:
  • Obyek kontrak dalam Ijarah adalah manfaat dari penggunaan aset,
  • bukan aset itu sendiri.
slide69

SKEMA AL-IJARAH WA IQTINA’

BANK

Pesan Obyek Sewa

NASABAH

(Penyewa)

1

2

Sewa Beli

B. Milik

A. Milik

4

Kirim

3

Obyek

Sewa

Beli Obyek Sewa

Penjual

Supplier

slide70
8

Al-qard

slide71

AL-QARD

  • Adalah apa yang diberikan dari harta yang terukur
  • yang dapat ditagih / dituntut, atau akad yang dikhususkan
  • yang dikembalikan pada membayar harta yang terukur
  • kepada orang lain agar dikembalikan sepertinya.
  • RUKUN
  • ada peminjam (muqtarid)
  • ada pemberi pinjaman (muqrid)
  • ada dana (qard)
  • ada serah terima (ijab qabul)
  • SYARAT
  • dana yang digunakan ada manfaatnya
  • kesepakatan kedua belah pihak
slide72

AL-QARD

Dalam literatur fikih klasik, al-Qard dikategorikan dalam

‘aqd tatawwu’I atau akad saling bantu-membantu &

bukan transaksi komersial.

Jadi qard adalah semata-mata produk bank

yang ada dalam fungsinya untuk

menjalankan kegiatan sosial.

Maka dana yang digunakan untuk hal ini, harus berasal dari

dana sosial juga seperti

zakat, infaq, sadaqoh (ZIS)

atau dana-dana yang berasal dari modal bank.

Qard adalah produk perbankan untuk nasabah yang memerlukan

dana untuk keperluan mendesak dengan kriteria tertentu &

bukan untuk tujuan konsumpif.

Pengembalian, ditentukan dalam jangka waktu tertentu &

dapat dikembalikan sekaligus atau diangsur.

Qard yang menghasilkan manfaat diharamkan jika disyaratkan.

slide73

SKEMA AL-QARD

BANK

NASABAH

Perjanjian Qard

Modal

100 %

Tenaga / Keahlian

Kebutuhan /

Usaha

Dikembalikan

100 %

100 %

Modal

100 %

Keuntungan

slide74
9

Al-Rahn

ar rahn
AR-RAHN

RUKUN

  • Yang menggadaikan (Rahn)
  • Yang menerima gadai (Murtahin / bank)
  • Barang yang digadaikan (Marhun / Rahn)
  • Hutang (marhun bih)

SYARAT

  • Nasabah memenuhi syarat cakap hukum
  • Nasabah mampu mengembalikan pinjaman
  • Barang yang digadaikan bebas dari ikatan / syarat tertentu
  • Barang yang digadaikan jelas milik nasabah
ar rahn1
AR-RAHN
  • Ar-Rahn berarti menahan sesuatu dengan baik

(dengan cara yang dibenarkan),

yang memungkinkan untuk ditarik kembali

Barang yang ditahan tersebut memiliki nilai ekonomi,

sehingga pihak yang menahan

memperoleh jaminan

untuk dapat mengambil kembali

seluruh atau sebagian piutangnya.

slide77

AR-RAHN

Catatan:

Dalam teknis perbankan,

akad ini dapat digunakan sebagai tambahan pada pembiayaan yang beresiko &

memerlukan jaminan tambahan.

Akad ini juga dapat menjadi produk tersendiri

untuk melayani kebutuhan nasabah

guna keperluan yang bersifat jasa & konsumptif,

seperti pendidikan,

kesehatan dan sebagainya.

Bank atau lembaga keuangan tidak menarik manfaat apapun kecuali biaya pemeliharaan atau keamanan barang yang digadaikan tersebut

slide78
10

Al-Wakalah

al wakalah
AL-WAKALAH

RUKUN

  • Pihak yang mewakilkan (Muwakkil)
  • Pihak yang mewakili (wakil)
  • Obyek / urusan / tugas yang diserahkan (taukil)
  • Akad (kesepakatan) kedua belah pihak

Dalam praktek perbankan

terdapat beberapa jenis wakalah seperti:

  • Kliring, inkaso, Transfer,

Commercial Documentary Collection,

(Seperti transaksi yang berkaitan dengan jasa penagihan atas dokumen-dokumenekspor-impor sehubungan dengan pembukaan Leeter of credit impor oleh nasabah suatu bank)

Financial Documentary Collection

(Seperti jasa penagihan yang diberikan bank nasabah atas warkat-warkat yang tertarik di bank lain untuk kepentingan nasabah)

slide80

AL-WAKALAH

  • Wakalah atau wikalah berarti penyerahan,

pendelegasian, atau

pemberian mandat.

  • Al-Wakalah adalah akad perwakilan antara dua pihak, dimana pihak pertama mewakili suatu urusan kepada pihak kedua untuk bertindak atas nama pihak pertama.

Beberapa jenis al-Wakalah:

  • al-Wakalah al-Mutlaqah

(mewakilkan secara mutlak, tanpa batas waktu & untuk segala urusan)

  • al-Wakalah al-Muqayyadah

(yaitu penunjukan wakil untukbertindak atas namanya dalam urusan-urusan tertentu)

  • al-Wakalah al-amamah

(perwakilan yang lebih luas dari al-muqayyadah tetapi lebih sederhana daripada al-mutlaqah

slide81

AL-WAKALAH

RUKUN

  • adanya pihak yang mewakilkan (muwakkil)
  • ada pihak yang mewakili (wakil)
  • adanya obyek / urusan / tugas yang diserahkan (taukil)
  • adanya akad (kesepakatan) kedua belah pihak.

Dalam akad tersebut dapat saja dicantumkan kesepakatan tentang

bentuk, jenis, & waktu pelaksanaan tugas yang diwakili,

sehingga dalam hal ini dapat saja ditentukan

besarnya upah (fee) atas pelaksanaan tugas

oleh pihak yang mewakili (wakil)

sehubungan dengan permintaan dari pihak yang mewakili (muwakil).

slide82

SKEMA AL-WAKALAH

BANK

Wakil

NASABAH

Muwalil

Contract + Fee

  • Agency
  • Administration
  • Collection
  • Payment
  • Co Arranger
  • etc.

Taukil

Investor

Muwakil

Contract + Fee

slide83
10

Al-Kafalah

al kafalah
AL-KAFALAH

Al-Kafalah merupakan jaminan yang diberikan oleh

penanggung (kafil) kepada pihak ketiga untuk

memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung.

Dalam pengertian ini, al-Kafalah juga berarti

mengalihkan tanggung jawab seseorang yang dijamin

dengan berpegang pada

tanggung jawab orang lain sebagai penjamin.

al kafalah1
AL-KAFALAH
  • Jenis al-Kafalah:
  • Kafalah bin-Nafs
  • (mis: Personal Guarantee)
  • Kafalah bil-Maal
  • (mis.:Advanced Payment Bond, Payment Bond)
  • Kafalah Muallaqah / Kafalah al-Munjazah
  • (mis.: Performance Bond, Bid Bond)
  • Kafalah bit-Taslim
  • (untuk menjamin pengembalian atas barang yang disewa, pada waktu masa sewa berakhir)
slide86

SKEMA AL-KAFALAH

BANK

Penanggung

Kafil

NASABAH

Ditanggung

Jasa / Obyek

Tertanggung

Jaminan

Kewajiban yang ditanggung

(makfulanhu)

al kafalah2
AL-KAFALAH

SYARAT

  • Kontrak perjanjian
  • Batas waktu yang jelas
  • Pihak yang dijamin
  • Pihak yang terjamin
  • Pihak yang menjamin
  • Klausula pengajuan klaim
  • Batas waktu pengajuan klaim
slide88

AL-KAFALAH

Catatan:

Dalam Letter of Credit

bank tidak dapat terlepas dari

proses penagihan & pengiriman dokumen,

proses penerimaan maupun pembayaran &

dapat pula melakukan proses diskonto wesel

maupun negosiasi wesel.

Akad-akad yang dipergunakan a.l:

Akad Wakalah (untuk transaksi penagihan dokumen ekspor, pengiriman dokumen ekspor, pembayaran impor, maupun penerimaan hasil ekspor)

Akad Hawalah (untuk transaksi pengalihan negosiasi wesel ekspor maupun diskonto wesel ekspor)

slide89
11

Ju’alah

ju alah
JU’ALAH
  • Ju’alah adalah suatu kontrak dimana

pihak pertama menjanjikan imbalan tertentu

kepada pihak kedua

atas

pelaksanaan suatu tugas / pelayanan

yang dilakukan oleh pihak kedua

untuk kepentingan pihak pertama.

Prinsip ini dapat diterapkan oleh bank dalam menawarkan berbagai pelayanan dengan mengambil fee dari nasabah,

seperti

Referensi Bank, Informasi Usaha dan sebagainya

slide91

AL-HAWALAH

  • Adalah akad perpindahan yang berhubungan dengan hutang piutang

antara

pihak satu dengan pihak yang lain.

Dalam perbankan:

Hawalah adalah perpindahan piutang nasabah (muhal)

ke bank muhal alaih).

Nasabah meminta bank membayarkan terlebih dahulu piutang yang timbul baik dari jual beli

maupun transaksi lainnya yang halal.

Atas bantuan bank untuk melunaskan piutang nasabah terlebih dahulu, bank dapat meminta jasa pada nasabah, yang besarnya dengan mempertimbangkan

faktor risiko bila piutang tersebut tidak tertagih.

slide92

AL-HAWALAH

RUKUN

  • ada yang memindahkan piutang (muhil)
  • ada nasabah yang berpiutang (muhal)
  • ada yang menerima perpindahan piutang /

bank (muhal alaih)

  • ada bukti-bukti hutang piutang antara muhil dan muhal
  • ada perjanjian antara bank dan nasabah
slide93

AL-HAWALAH

SYARAT

  • Jumlah piutang yang akan dipindahkan jelas jumlahnya.
  • Perpindahan piutang diketahui & disepakati oleh muhil dan bank.
  • Jangka waktu penagihan piutang disepakati antara muhil & bank.
slide94

SKEMA AL-HAWALAH

BANK

/ FACTOR

Muhal’alaih

4

NASABAH

/ PEMBELI

Muhal

Tagih

Bayar

5

3

Bayar

1

Kirim Barang

2

Invoice

Supplier

Muhil

slide95

SHARF

Sharf adalah transaksi pertukaran antara

emas dengan perak atau pertukaran valuta asing,

di mana mata uang asing dipertukarkan

dengan mata uang domestik atau

dengan mata uang asing lainnya.

Bank Islam sebagai lembaga keuangan dapat menerapkan prinsip ini, dengan catatan harus memenuhi syarat-syarat yang disebutkan dalam beberapa hadits, antara lain:

1. Harus tunai:

2. Serah terima harus dilaksanakan dalam majelis kontak: dan

3. Bila dipertukarkan mata uang yang sama harus dalam jumlah / kualitas yang sama.

sumber penggunaan dana pool of funds approach
SUMBER & PENGGUNAAN DANA(Pool of Funds Approach)

Wadiah

Mudharabah

Mutlaqah

Musyaraqah

Mudharabah

Muqayadah

SUMBER DANA

DANA

POOL

Primary Reserve

Murabaha

Sepecial

Project

Secondary Reserve

Salam

PENGGUNAAN DANA

Qard

Istishna’

Musyarakah

Ijarah

Mudharabah

aktiva tetap

slide97

SUMBER & PENGGUNAAN DANA(Assets Allocation Approach)

Wadiah

Mudharabah

Mutlaqah

Mudharabah

Muqayyadah

Musyaraqah

SUMBER DANA

PENGGUNAAN DANA

Primary Reserve

Secondary Reserve

Qard

Murabahah

Salam

Istishna’

Ijarah (wa iqtina)

Murabaha

Musyarakah

aktiva tetap

terimakasih
Terimakasih

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Semoga Allah Senantiasa Memelihara Niat dan Keinginan Baik Kita