perencanaan dan sampling audit n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Perencanaan dan Sampling Audit PowerPoint Presentation
Download Presentation
Perencanaan dan Sampling Audit

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 152

Perencanaan dan Sampling Audit - PowerPoint PPT Presentation


  • 396 Views
  • Uploaded on

Perencanaan dan Sampling Audit. Sesuai Standar Auditing Berbasis ISA. Agenda. Sesi 1 Perencanaan : penetapan strategi audit menyeluruh Sesi 2 Perencanaan : pengembangan rencana audit Sesi 3 Sampling audit: pengujian pengendalian Sesi 4 Sampling audit: pengujian rinci.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Perencanaan dan Sampling Audit' - delfina-ordell


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
perencanaan dan sampling audit

Perencanaandan Sampling Audit

SesuaiStandar Auditing Berbasis ISA

agenda
Agenda
  • Sesi 1
    • Perencanaan: penetapanstrategi audit menyeluruh
  • Sesi 2
    • Perencanaan: pengembanganrencana audit
  • Sesi 3
    • Sampling audit: pengujianpengendalian
  • Sesi 4
    • Sampling audit: pengujianrinci
acuan dan singkatan
Acuandansingkatan

Standar Audit (Exposure Draft)

  • SA 210, “Persetujuan atas Syarat-syarat Perikatan Audit” (“SA 210”)
  • SA 220, “Pengendalian Mutu untuk Audit atas Laporan Keuangan” (“SA 220”)
  • SA 230, “Dokumentasi Audit” (“SA 230”)
  • SA 240, “Tanggung Jawab Auditor Terkait Dengan Kecurangan Dalam Suatu Audit Atas
  • Laporan Keuangan” (“SA 240”)
  • SA 250, “Pertimbangan Atas Peraturan Perundang-Undangan Dalam Audit LaporanKeuangan” (SA 250”)
  • SA 260, “Komunikasi Dengan Pihak Yang Bertanggung Jawab Atas Tata Kelola” (“SA 260”)
  • SA 265, “Pengomunikasian Defisiensi Dalam Pengendalian Internal Kepada Pihak YangBertanggung Jawab Atas Tata Kelola Dan Manajemen” (“SA 265”)
  • SA 300, “Perencanaan Suatu Audit Atas Laporan Keuangan” (“SA 300”)
  • SA 315, “Pengindentifikasian Dan Penilaian Risiko Salah Saji Material Melalui PemahamanAtas Entitas Dan Lingkungannya” (“SA 315”)
  • SA 320, “Materialitas Dalam Perencanaan Dan Pelaksanaan Audit” (“SA 320”)
  • SA 330, “Respons Auditor Terhadap Risiko Yang Telah Dinilai” (“SA 330”)
  • SA 402, “Pertimbangan Audit Terkait Dengan Entitas Yang Menggunakan Suatu OrganisasiJasa” (“SA 402”)
  • SA 450, “Pengevaluasian Atas Salah Saji Yang Diidentifikasi Selama Audit” (“SA 450”)
acuan dan singkatan1
Acuandansingkatan
  • SA 500, “Bukti Audit”. (“SA 500”)
  • SA 501, “Bukti Audit - Pertimbangan Spesifik Atas Unsur Pilihan”. (“SA 501”)
  • SA 505, “Konfirmasi Eksternal”. (“SA 505”)
  • SA 510, “Perikatan Audit Tahun Pertama - Saldo Awal”. (“SA 510”)
  • SA 520, “Prosedur Analitis”. (“SA 520”)
  • SA 530, “Sampling Audit”. (“SA 530”)
  • SA 540, “Audit Atas Estimasi Akuntansi, Termasuk Estimasi Akuntansi Nilai Wajar, DanPengungkapan Yang Bersangkutan”. (“SA 540”)
  • SA 550, “Pihak Berelasi”. (“SA 550”)
  • SA 560, “Peristiwa Kemudian”. (“SA 560”)
  • SA 570, “Kelangsungan Usaha”. (“SA 570”)
  • SA 580, “Representasi Tertulis”. (“SA 580”)

Panduan

  • Guide to Using ISAs in the Audits of SME, 3rd ed. Volume 1 (“Guide, Vol 1”)
  • Guide to Using ISAs in the Audits of SME, 3rd ed. Volume 2 (“Guide, Vol 2”)

Bukuteks

  • Collings, Steve, “Intepretation and Application of International Standards on Auditing”, John Wiley & Son, 2011 (“Collings”)
perencanaan penetapan strategi audit menyeluruh
Perencanaan: penetapanstrategi audit menyeluruh

Aktivitasawalperikatan – SuratPerikatan Audit

aktivitas awal perikatan
Aktivitasawalperikatan

Penerimaandankeberlanjutanhubungan

penerimaan dan keberlanjutan hubungan dengan klien
Penerimaandankeberlanjutanhubungandenganklien
  • KAPharusmenetapkankebijakandanproseduruntukpenerimaandankeberlanjutanhubungandengankliendanperikatantertentu yang dirancanguntukmemberikankeyakinanmemadaibahwa KAP hanyaakanmenerimaataumelanjutkanhubungandanperikatanketika KAP:
    • Memilikikompetensidankemampuan (termasukwaktudansumberdaya) untukmelaksanakanperikatan;
    • Dapatmematuhiketentuanetikaprofesi yang relevan; dan
    • Telahmempertimbangkanintegritasklien, dantidakmemilikiinformasi yang akanmenuntun KAP untukmenyimpulkanbahwaklientidakmemilikiintegritas.

SPM 1 par 26

penerimaan dan keberlanjutan hubungan dengan klien1
Penerimaandankeberlanjutanhubungandenganklien
  • Auditorharus melaksanakan prosedur tentang keberlanjutan hubungan dengan klien dan perikatan audit tertentu. Informasi yang membanturekandalammemutuskan:
    • Integritaspemilikiutama, manajemenintidanpihak yang bertanggungjawabatastatakelola;
    • Kompetensitimperikatandankapabilitas yang diperlukan (termasukwaktudansumberdaya);
    • Kemampuan KAP dantimperikatanuntukmematuhiketentuanetika yang relevan; dan
    • Hal signifikan yang timbulselamaperiodekinidanperiodelalu, danimplikasinyaterhadapkelangsunganperikatan.
  • Mengevaluasi kepatuhan terhadap ketentuan etika, termasuk independensi.
  • Menetapkan suatu pemahaman atas persyaratan perikatan .

SA 300 par 6

prakondisi suatu audit
Prakondisisuatu audit
  • Auditor harus (SA210 par 6) :
    • Menentukan apakah kerangka pelaporan keuangan yang akan diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan dapat diterima, dan
    • Memperoleh persetujuan dari manajemen bahwa manajemen mengakui dan memahami tanggung jawabnya:
      • Untuk menyusun laporan keuangan sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku, termasuk jika relevan, penyajian wajar laporan tersebut;
      • Untuk menetapkan pengendalian internal tertentu yang menurut manajemen diperlukan dalam penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik karena kecurangan maupunkesalahan; dan
      • Memberikan auditor:
        • Akses ke semua informasi yang dianggap relevan
        • Informasi tambahan yang diminta oleh auditor
        • Akses tidak terbatas ke personel dalam entitas yang dipandang perlu
apakah terdapat pembatasan lingkup
Apakahterdapatpembatasanlingkup?
  • Jika manajemen atau pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola menetapkan suatu pembatasan terhadap ruang lingkup pekerjaan auditor yang harus dicantumkan dalam surat perikatan audit dan pembatasan tersebut akan menyebabkan auditor tidak dapat memberikan opini atas laporan keuangan,
    • Auditor tidak boleh menerima perikatan tersebut sebagai perikatan audit, kecuali jika diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan. (SA 210 par 7)
kesepakatan perikatan dan surat perikatan
Kesepakatanperikatandansuratperikatan
  • Auditor harus menyepakati ketentuan perikatan audit dengan manajemen atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, jika relevan. (SA 210 par 9)
  • Ketentuan yang disepakati harus dicatat dalam surat perikatan audit atau bentuk kesepakatan tertulis lain yang tepat dan harus mencakup: (SA 210 par 10)
    • Tujuan dan ruang lingkup audit atas laporan keuangan
    • Tanggung jawab auditor
    • Tanggung jawab manajemen
    • Identifikasi kerangka pelaporan keuangan yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan; dan
    • Pengacuan ke bentuk dan isi laporan yang akan dikeluarkan oleh auditor dan suatu pernyataan bahwa dalam keadaan tertentu terdapat kemungkinan laporan yang dikeluarkan berbeda bentuk dan isinya dengan yang diharapkan.
overviu perencanaan1
Overviuperencanaan
  • Perencanaan suatu audit melibatkan penetapan strategi audit secara keseluruhan untuk perikatan tersebut dan pengembangan rencana audit. (SA 300 par 2).
  • Strategi audit secara keseluruhan akan menetapkan ruang lingkup, waktu, dan arah audit, serta memberikan panduan bagi pengembangan rencana audit. (SA 300 par 7)
  • Rencana audit harus mencakup hal-hal sebagai berikut (SA 300 par 9):
    • Sifat, waktu, dan luas prosedur penilaian risiko yang direncanakan, seperti yang ditentukan dalam SA 315.
    • Sifat, waktu, dan luas prosedur audit lanjutan pada tingkat asersi yang direncanakan, seperti ditentukan dalam SA 330.
overviu perencanaan2
Overviuperencanaan

Diskusitimperikatan

Materialitas

Strategi audit keseluruhan

Update?

Prosedurpenilaianrisiko

Rencana audit rinci

Identifikasidannilairisikobawaan, termasukrisikosignifikan

Risiko* yang dinilaipadatingkat:

Respons auditor:

Responsmenyeluruh

Laporankeuangan

Identifikasidannilairisikopengendalian

Prosedur audit lanjutan

Asersi

* yakni, risikokesalahanpenyajian material

tingkatan materialitas
Tingkatanmaterialitas

Materialitas pada tingkat

laporan keuangan secara keseluruhan

  • Materialitas untuk golongan transaksi, saldo akun atau pengungkapan tertentu, jika diperlukan

Materialitas pelaksanaan, jika diperlukan

Materialitas pelaksanaan untuk menilai risiko dan perencanaan prosedur audit lanjutan

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

materialitas pada tingkat laporan keuangan secara keseluruhan
Materialitaspadatingkatlaporankeuangansecarakeseluruhan
  • Bisadisebutjugasebagaimaterialitaskeseluruhan (overall materiality)
  • Padasaatmenetapkanstrategi audit secarakeseluruhan, auditor harusmenentukanmaterialitasuntuklaporankeuangansecarakeseluruhan. (SA 320, par 10)
  • Materialitasakandigunakanantara lain untuk: (Guide, Vol 2, hal.62)
    • Menentukanbidang-bidanglaporankeuangan yang perludiaudit.
    • Menetapkankonteksuntukstrategi audit menyeluruh.
    • Merencanakansifat, waktudanluasdariprosedur audit spesifik.
    • Menentukanmaterialitasuntukgolongantransaksi, saldoakunataupengungkapantertentu, apabilasatuataulebihgolongantransaksi, saldoakunataupengungkapantertentu yang mengandungkesalahanpenyajian yang jumlahnyalebihrendahdaripadamaterialitaslaporankeuangansecarakeseluruhandiperkirakansecaramasukakalakanmempengaruhikeputusanekonomi yang dibuatolehparapemakaiberdasarkanlaporankeuangantersebut

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

materialitas pada tingkat laporan keuangan secara keseluruhan1
Materialitaspadatingkatlaporankeuangansecarakeseluruhan
  • Penentuanmaterialitasoleh auditor membutuhkanpertimbangan profesional, dan dipengaruhiolehpersepsi auditor tentangkebutuhaninformasikeuanganoleh para pemakailaporankeuangan. (SA 320, par 4)
  • Faktorkualitatif juga harusdipertimbangkansaatmenetapkanmaterialitas, sepertisifatdariunsur dan dampakdariunsur yang terlibat. (Collings, hal.122)
  • Sebagailangkahawaldalammenentukanmaterialitasuntuklaporankeuangansecarakeseluruhan, persentasetertentusering kali diterapkanpadasuatutolokukur yang telahdipilih.

Materialitaspadatingkatlaporankeuangansecarakeseluruhan =

(TolokUkur) X (% Tertentu)

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

materialitas pada tingkat laporan keuangan secara keseluruhan2
Materialitaspadatingkatlaporankeuangansecarakeseluruhan
  • Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses identifikasi suatu tolok ukur yang tepat mencakup (SA 530, par A3):
    • Unsur-unsur laporan keuangan (sebagai contoh, aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, beban);
    • Apakah terdapat unsur-unsur yang menjadi perhatian khusus para pemakai laporan keuangan suatu entitas tertentu (sebagai contoh, untuk tujuan pengevaluasian kinerja keuangan, pemakai laporan keuangan cenderung akan fokus pada laba, pendapatan maupun aset bersih);
    • Sifat entitas, posisi entitas dalam siklus hidupnya, dan industri serta lingkungan ekonomi yang di dalamnya entitas tersebut beroperasi;
    • Struktur kepemilikan dan pendanaan entitas (sebagai contoh, jika pendanaan sebuah entitas hanya dari hutang dan bukan dari ekuitas, maka pemakai laporan keuangan akan lebih menekankan pada aset dan klaim atas aset tersebut daripada pendapatan entitas); dan
    • Fluktuasi relatif (volatility) tolok ukur tersebut.

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

materialitas pada tingkat laporan keuangan secara keseluruhan3
Materialitaspadatingkatlaporankeuangansecarakeseluruhan
  • Penentuan persentase:
    • Membutuhkan pertimbangan profesional.
    • Terdapat hubungan antara persentase dan tolok ukur yang dipilih (SA 320 par A7)
      • Persentase yang diterapkan atas laba sebelum pajak dari operasi berjalan pada umumnya akan lebih tinggi daripada persentase yang diterapkan atas jumlah pendapatan.
      • Namun, persentase yang lebih tinggi atau lebih rendah dapat juga dianggap tepat tergantung pada keadaan entitas yang bersangkutan.

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

materialitas pada tingkat laporan keuangan secara keseluruhan4
Materialitaspadatingkatlaporankeuangansecarakeseluruhan

SA 320 tidakmemberikanpanduansepertiini

Guide, Vol 2, hal. 61

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

ilustrasi menghitung materialitas pada tingkat laporan keuangan secara keseluruhan
IlustrasimenghitungmaterialitaspadatingkatlaporankeuangansecarakeseluruhanIlustrasimenghitungmaterialitaspadatingkatlaporankeuangansecarakeseluruhan
  • Kebijakan KAP, materialitaspadatingkatlaporankeuangandihitung 2% darijumlahaset.
    • Opsi 1, dihitungtanpastratifikasi
    • Opsi 2, dihitungdenganstratifikasi
      • Rp200 milyarpertama, 1%;
      • Rp300 milyarkedua, 0,6%;
      • Kelebihannya, 0,4%
    • Opsi 3, dihitungberjenjangdenganstratifikasi
      • Rp200 milyarpertama, 1%;
      • Rp300 milyarkedua, 1,5%;
      • Kelebihannya, 2%.
  • Misalkan, jumlahaset PT FiktifTbk Rp907 milyar (lihatLampiran 1)
  • Opsi 1
    • Materilitaspadatingkatlaporankeuangan = 2% x Rp907 milyar = Rp18,14 milyar
ilustrasi menghitung materialitas pada tingkat laporan keuangan secara keseluruhan1
IlustrasimenghitungmaterialitaspadatingkatlaporankeuangansecarakeseluruhanIlustrasimenghitungmaterialitaspadatingkatlaporankeuangansecarakeseluruhan
  • Misalkan, jumlahaset Rp907 milyar
  • Opsi 2
    • Materilitaspadatingkatlaporankeuangan =
      • Jenjang 1 = Rp200 milyar x 1% = Rp2 milyar; ditambah
      • Jenjang 2 = Rp300 milyar x 0,6% = Rp1,8 milyar; ditambah
      • Jenjang 3 = Rp407 [907 – 500] milyar x 0,4% = Rp1,63 milyar
    • Rp2 milyar + Rp 1,8 milyar + Rp1,63 = Rp5,43 milyar
  • Misalkan, jumlahaset Rp907 milyar
  • Opsi 3
    • Materilitaspadatingkatlaporankeuangan =
      • Jenjang 1 = Rp200 milyar x 1% = Rp2 milyar; ditambah
      • Jenjang 2 = Rp300 milyar x 1,5% = Rp4,5 milyar; ditambah
      • Jenjang 3 = Rp407 milyar x 2% = Rp8,14 milyar
    • Rp2 milyar + Rp4,5 milyar + Rp8,14 milyar = Rp14,64 milyar
materialitas untuk golongan transaksi saldo akun atau pengungkapan tertentu
Materialitasuntukgolongantransaksi, saldoakunataupengungkapantertentu
  • Bisajugadisebutsebagaimaterialitasspesifik (specific materiality)
  • Dalam kondisi spesifik entitas, terdapat satu atau lebih golongan transaksi, saldo akun atau pengungkapan tertentu yang mengandung kesalahan penyajian yang jumlahnya lebih rendah daripada materialitas laporan keuangan secara keseluruhan diperkirakan secara masuk akal akan mempengaruhi keputusan ekonomi yang dibuat oleh para pemakai berdasarkan laporan keuangan tersebut:
    • Auditor harus menetapkan materialitas yang akan diterapkan terhadap golongan transaksi, saldo akun atau pengungkapan tertentu tersebut.

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

materialitas untuk golongan transaksi saldo akun atau pengungkapan tertentu1
Materialitasuntukgolongantransaksi, saldoakunataupengungkapantertentu

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

materialitas untuk golongan transaksi saldo akun atau pengungkapan tertentu2
Materialitasuntukgolongantransaksi, saldoakunataupengungkapantertentu

SA 320 par A10 dan Guide, Vol 1, hal, 96 – 97)

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

ilustrasi menghitung materialitas untuk golongan transaksi saldo akun atau pengungkapan tertentu
Ilustrasimenghitungmaterialitasuntukgolongantransaksi, saldoakunataupengungkapantertentu
  • Modal disetor PT FiktifTbkadalah Rp75 milyar (lihatLampiran 1)
  • Materialitasuntukpengungkapanpihakberelasi = Rp75 milyar x 0,5% = Rp375 juta.

Peraturan VIII.G.7

materialitas pelaksanaan
Materialitaspelaksanaan
  • Perencanaan audit yang hanya ditujukan untuk mendeteksi kesalahan penyajian material secara individual mengabaikan fakta bahwa gabungan atas kesalahan penyajian yang tidak material secara individual dapat mengakibatkan kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan dan juga tidak meninggalkan celah bagi adanya kemungkinan kesalahan penyajian yang tidak terdeteksi. (SA 320 par A12)
    • Olehkarenaitu, materialitas pelaksanaan ditetapkan untuk mengurangi ke tingkat rendah yang dapat diterima kemungkinan bahwa kesalahan penyajian yang tidak terkoreksi dan tidak terdeteksi dalam laporan keuangan tidak melebihi materialitas laporan keuangan secara keseluruhan.

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

materialitas pelaksanaan1
Materialitaspelaksanaan
  • Materialitas pelaksanaan adalah suatu jumlah yang ditetapkan oleh auditor, pada tingkat yang lebih rendah daripada materialitas untuk laporan keuangan secara keseluruhan, untuk mengurangi ke tingkat rendah yang semestinya kemungkinan kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi dan yang tidak terdeteksi yang secara agregat melebihi materialitas untuk laporan keuangan secara keseluruhan. (SA 320 par 9)
    • Jika berlaku, materialitas pelaksanaan dapat ditetapkan oleh auditor pada jumlah yang lebih rendah daripada materialitas golongan transaksi, saldo akun atau pengungkapan tertentu.
  • Materialitas pelaksanaan digunakanuntuk: (SA 320, par 11)
    • Menilai risiko kesalahan penyajian material; dan
    • Menentukan sifat, saat dan luas prosedur audit lanjutan (further audit procedures).

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

materialitas pelaksanaan2
Materialitaspelaksanaan
  • Penentuan materialitas pelaksanaan bukan merupakan suatu perhitungan mekanis yang sederhana dan membutuhkan adanya pertimbangan profesional. (SA 320 par A12) Penentuan ini dipengaruhi oleh:
    • Pemahaman auditor atas entitas, yang dimutakhirkan selama pelaksanaan prosedur penilaian risiko; dan
    • Sifat serta luasnya kesalahan penyajian yang terdeteksi dalam audit sebelumnya serta harapan auditor berkaitan dengan kesalahan penyajian dalam periode berjalan.

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

materialitas pelaksanaan3
Materialitaspelaksanaan

SA 320 tidakmemberikanpanduansepertiini

Guide, Vol 2, hal. 61

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

ilustrasi menghitung materialitas pelaksanaan
Ilustrasimenghitungmaterialitaspelaksanaan
  • Prinsipdasar: ditentukanberdasarkanpertimbanganprofesional.
  • Dalampraktiknyadigunakansuatu % tertentudarimaterialitaspadatingkatlaporankeuangan
    • Auditor perlumempertimbangkanfaktorrisiko
  • Materialitaspelaksanaan (“MP”) dapatditetapkan
    • Satu MP untuksetiap area;
    • Lebihdarisatu MP untukmasing-masing area, tergantungpadapenilaianrisikonya.
ilustrasi menghitung materialitas pelaksanaan1
Ilustrasimenghitungmaterialitaspelaksanaan
  • Contohdenganpemakaiansatu MP:
    • MP untukrisikokesalahanpenyajian material secarakeseluruhantinggi, danTbk – 60%;
    • MP untukrisikorisikokesalahanpenyajian material secarakeseluruhantinggi, tetapi non-Tbk – 70%;
    • MP untukrisikorisikokesalahanpenyajian material secarakeseluruhanrendah – 80%.
  • Contohdenganpemakaianlebihdarisatu MP:
    • MP bagi asersi untuk golongan transaksi, saldo akun, dan pengungkapandenganrisikokesalahanpenyajian material tinggi – 60%;
    • MP bagi asersi untuk golongan transaksi, saldo akun, dan pengungkapandenganrisikokesalahanpenyajian material sedang – 70%; dan
    • MP bagi asersi untuk golongan transaksi, saldo akun, dan pengungkapandenganrisikokesalahanpenyajian material rendah – 80%.
ilustrasi menghitung materialitas pelaksanaan2
Ilustrasimenghitungmaterialitaspelaksanaan
  • Asumsimaterialitaspadatingkatlaporankeuangansecarakeseluruhan yang digunakanadalah Rp18,14 milyar.
  • Contohdenganpemakaiansatu MP:
    • PT FiktifadalahTbk, MP = Rp18,14 x 60% = Rp10,88 milyar.
    • MP iniakanditerapkanuntukseluruh area audit.
  • Contohdenganpemakaianlebihdarisatu MP:
    • MP untukrisikokesalahanpenyajian material tinggi – Rp18,14 x 60%= Rp10,88 milyar;
    • MP untukrisikokesalahanpenyajian material sedang – Rp18,14 x 70%= Rp12,70 milyar; dan
    • MP untukrisikokesalahanpenyajian material rendah – Rp18,14 x 80% = Rp14,51 milyar.
    • Ketiga MP iniakanditerapkanpadasetiap area audit, tergantungpadahasilpenilaianrisikokesalahanpenyajian material.
komunikasi tim perikatan
Komunikasitimperikatan

Penetapananggotatimdanperanmasing-masing

Pertemuantimdalamperencanaan

  • Pertimbangan:
    • Keahliandanpengalaman;
    • Kebutuhanpakar;
    • Kebutuhan EQCR.
  • Diskusikan:
    • Materialitas
    • Wawasanberdasarkanpemahamanatasentitas
    • Risikobisnisdankecurangan yang potensial
    • Bagaimana/dimanalaporankeuanganmungkinrentanterhadapkesalahanpenyajian material
    • Rencana audit meliputisiapa, apa, dimanadankapan
    • Supervisidan review

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

pertemuan tim dalam perencanaan
Pertemuantimdalamperencanaan

Tujuanpertemuan – Membagiwawasanmengenaientitas:

  • Entitas
    • Sejarahdantujuanbisnis
    • Budayaperusahaan
    • Perubahandalamoperasi, personelatausistem
    • Kerangkapelapoankeuangan yang digunakan
  • Manajemen
    • Strukturentitasdanmanajemen
    • Sikapterhadappengendalian internal
    • Insentifuntukmelakukankecurangan
  • Manajemen
    • Perubahan yang tidakterjelaskandalamperilakuataugayahiduppegawai-pegawaikunci
    • Indikasiadanya bias manajemen
  • Faktorrisiko yang diketahui
    • Pengalaman audit tahunlalu
    • Faktorrisikobisnisygsignifikan
    • Peluangterjadinyakecurangan

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

pertemuan tim dalam perencanaan1
Pertemuantimdalamperencanaan

Tujuanpertemuan – Melakukan brainstorming ide-idedanpendekatan audit:

  • Potensikesalahandankecurangan
    • Bidang-bidang yang rentanterhadapkesalahanpenyajian material
    • Kemungkinanterjadinyafraudulent financial reporting
    • Kemungkinanterjadinyamisapropriasiaset
  • Responsterhadaprisiko
    • Prosedur/pendekatan audit apa yang perludipertimbangkanuntukmeresponsrisiko yang diidentifikasi
    • Pertimbangkanunsurkejutan/“unpredictability” dalamsifat, waktudanluasprosedur audit

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

pertemuan tim dalam perencanaan2
Pertemuantimdalamperencanaan

Tujuanpertemuan – Memberikanarahanmengenai:

  • Persyaratanspesifikdalam SA, misal:
    • Prosedur audit terkaitdengankecurangan (SA 240)
    • Prosedurterkaitdenganestimasiakuntansi, termasukestimasinilaiwajar (SA 540)
    • Pihakberelasi (SA 550)
    • Berkaitandengan group audit (SA 600)
  • Materialitas.
  • Pembagianperandantanggungjawab, termasukalokasi audit section bagimasing-masinganggotatimperikatan.
  • Penerapanskeptismeprofesional.

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

manfaat penetapan strategi audit keseluruhan
Manfaatpenetapanstrategi audit keseluruhan
  • Membantu auditor untuk menentukan (SA 300 par A8):
    • Sumber daya yang dialokasikan (penggunaan anggota tim yang berpengalaman atau keterlibatan pakar);
    • Jumlah sumber daya yang dialokasikan untuk area audit tertentu, luas penelaahan yang dilakukan dalam konteks audit suatu grup, dan anggaran jam kerja audit;
    • Kapan sumber daya tersebut dialokasikan (audit interim atau pada tanggal pisah batas); dan
    • Bagaimana sumberdaya tersebut dikelola, diarahkan dan disupervisi, dan apakah perlu penelaahan pengendalian mutu perikatan.

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

tahap tipikal dalam proses penetapan strategi audit keseluruhan
Tahaptipikaldalamprosespenetapanstrategi audit keseluruhan
  • Pelaksanaanaktivitasawalperikatan. (Disarikandari Guide, Vol 2, hal 47 – 49)
  • Mengumpulkaninformasirelevanmengenaientitas (misal, hasilusahatahunberjalan, hasiltahunlalu, perubahansignifikandlmtahunberjalan).
  • Menentukanstafperikatan (termasuk EQCR danpakar).
  • Jadwalkan audit team meeting (termasuk partner perikatan).
  • Menentukan timeframes/tanggalsetiapaspekpekerjaan audit (penghitunganpersediaan, prosedurpenilaianrisiko, konfirmasieksternal, kunjunganakhirtahun, danpertemuanuntukmendiskusikanhasil audit).
  • Menentukanmaterialitasuntuklaporankeuangansecarakeseluruhandanmaterialitaspelaksanaan.

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

tahap tipikal dalam proses penetapan strategi audit keseluruhan1
Tahaptipikaldalamprosespenetapanstrategi audit keseluruhan
  • Melakukanpenilaianawalrisikopadatingkatlaporankeuangansecarakeseluruhandandampaknya
  • Melakukanidentifikasiawalmengenai:
    • Golongantransaksi, saldoakun, danpengungkapan yang signifikandan material; dan
    • Bidang-bidangdimanaterdapatrisikokesalahanpenyajian material yang lebihtinggi
  • Menentukansifatdanluasprosedurpenilaianrisiko yang diperlukandansiapa yang akanmelakukan

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

hal hal yang didokumentasikan
Hal-hal yang didokumentasikan

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

hal hal yang didokumentasikan1
Hal-hal yang didokumentasikan

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

hal hal yang didokumentasikan2
Hal-hal yang didokumentasikan

Strategi audit keseluruhan

Materialitas

Diskusitimperikatan

ilustrasi penetapan strategi audit
Ilustrasipenetapanstrategi audit
  • Consider the following client situations. What is the audit strategy of each situation?

Situation 1: This is our second year on the engagement. In the prior year things were pretty messy and the client required a lot of assistance with general bookkeeping. We are hoping the client has improved their accounting processes and this year will be much better. It is a public client and the accounting personnel are relatively inexperienced. The client has issued a large number of stock options in the current year and some suppliers have been paid in shares rather than in cash.

Situation 2: A privately held company that has been an audit client for four years. Accounting personnel have been with the company for a number of years and are very competent. There are a few journal entries every year, but nothing significant. The client is a wholesaler who receives a large amount of its product from a supplier in China. All transactions are in US dollars. They are involved in a dispute with the government over tariffs.

ilustrasi penetapan strategi audit1
Ilustrasipenetapanstrategi audit
  • Major consideration in audit strategy

Situation 1: the audit strategy shall include the need of for specialised knowledge of stock option valuation, i.e. audit expert to review management expert works.

Situation 2: the audit strategy shall include identification of areas where there may be higher risks of material statements, either in the financial statements level or in the accounts balance, class of transaction and disclosures. In the F/S level, the application of PSAK 10 shall be assessed. In this situation the specific areas are inventory, accounts receivable due the nature of its business and commitments and contingencies arising from disputes with governments.

overall audit strategy memo pt fiktif tbk
Overall audit strategy memo – PT FiktifTbk
  • Tahunbuku: 31 Desember 2011
  • Lingkup:
    • Audit umumataslaporankeuangan PT Fiktif yang disusunsesuaidengan SAK di Indonesia termasukperaturanterkaitpasar modal
  • Perkembanganselama 2011:
    • Banyak PSAK baru yang berlaku 2011, beberapadiantaranya (PSAK 1, PSAK 5 dan PSAK 7) akanberpengaruhterhadapentitas.
    • Pelepasanasetkepihakberelasi yang menghasilkanlabasebesar Rp17,5 milyar – (LihatLaporanLabaRugidi Lamp.1)
    • Perkembanganteknologidi 2011 cukuppesat, disampingadanyapenurunandalamindustri.
  • Risiko
    • Risikopadatingkatlaporankeuangandinilaitinggi, sebagaikonsekuensiadanya SAK baru yang harusditerapkanentitas.
    • RisikopemenuhanperaturanBapepam-LK IX.E.1 dan/atau IX.E.2 terkaitpelepasanasetkepadapihakberelasi.
    • Risikopenurunannilaipiutangsebagaikonsekuensipenurunandalamindustri
    • Risikopenurunannilaipersediaansebagaiakibatperkembanganteknologi.

Memo inidisusunberdasarkan data yang terdapatdalaminformasilatarberlakangkasus

overall audit strategy memo pt fiktif tbk1
Overall audit strategy memo – PT FiktifTbk
    • Risiko yang diidentifikasitahunlaludandiperkirakanmasihsamaditahun 2011:
      • Eksistensipenjualandanpiutangusaha; dan
      • Eksistensipersediaan.
  • Strategi audit keseluruhan (overall audit strategy)
    • Materialitaspadatingkatlaporankeuanganadalah Rp18,14 milyar; materialitasuntukpengungkapanpihakberelasiadalah Rp375 juta; danmaterialitaspelaksanaanadalah Rp10,88 milyar.
    • ProsedurpenilaianrisikoakandilakukandiakhirDesember.
    • Area signifikan yang mengandungrisikokesalahanpenyajian material:
      • Penjualandanpiutangusaha;
      • Persediaandanbebanpokok;
      • Transaksipihakberelasi.
    • Planning meeting direncanakanpada…., yang mencakuptopik:
      • Kerentananlaporankeuanganterhadapkecurangan;
      • Identifikasiskenariokecuranganolehpegawaidanmanajemen;
      • Diskusi area audit yang sensitif, termasuktransaksipihakberelasi.

Memo inidisusunberdasarkan data yang terdapatdalaminformasilatarberlakangkasus

overall audit strategy memo pt fiktif tbk2
Overall audit strategy memo – PT FiktifTbk
  • Strategi audit keseluruhan (overall audit strategy)
    • Observasipenghitunganfisikpersediaanmenjadi area yang signifikandanperluresponskhusus, menimbang:
      • Persediaandigudangpihakketiga material. (yaknisekitar 30%)
        • Kita harushadirdalampenghitungandigudangpihakketiga, disampinggudang Perusahaan.
      • Top 50 items, yang merupakan 45% daripersediaan.
        • Penghitunganfisikfokuspadake 50 item ini
      • Jenispersediaandigudang Perusahaan berbedadengangudangpihakketiga.
        • Di gudang Perusahaan, fokuspada projectors. Di gudangpihakketiga, fokuspada screens.
    • EQCR adalahsdr……
    • Prosedurpenilaianrisikodirencanakan yang meliputi inquiry, proseduranalitisdanobservasi & inspeksiakandilakukanbulan…oleh…
    • Jadwalpelaksanaanprosedur (pemeriksaanfisik, konfirmasi) dan timetable pelaporan, termasukjugasusunantimperikatanterlampir.

Memo inidisusunberdasarkan data yang terdapatdalaminformasilatarberlakangkasus

penetapan rencana audit rinci
Penetapanrencana audit rinci

Prosedurpenilaianrisiko

Identifikasidannilairisikobawaan, termasukrisikosignifikan

Rencana audit rinci

Risiko yang dinilaipadatingkat:

Respons auditor:

Responsmenyeluruh

Laporankeuangan

Identifikasidannilairisikopengendalian

Prosedur audit lanjutan

Asersi

perencanaan pengembangan rencana audit1
Perencanaan: pengembanganrencana audit

MelaksanakanProsedurPenilaianRisiko

prosedur penilaian risiko
Prosedurpenilaianrisiko
  • Prosedurpenilaianrisikoadalahprosedur audit yang dilaksanakanuntukmemperolehsuatupemahamantentangentitasdanlingkungannya, termasukpengendalian internal entitas… (SA 315 par 4d)
  • Auditor harus melaksanakan prosedur penilaian risiko untuk menyediakan suatu dasar bagi: (SA 315 par 5):
    • Pengidentifikasianrisikokesalahanpenyajian material; dan
    • Penilaian risiko kesalahanpenyajian material

pada tingkat (i) laporan keuangan, dan (ii) asersi.

  • Prosedur penilaian risiko harus mencakup berikut (SA 315 par 6):
    • Permintaan keterangan dari manajemen, dan personel lain dalam entitas yang menurut pertimbangan auditor kemungkinan memiliki informasi yang mungkin membantu dalam mengidentifikasi risiko kesalahanpenyajian material karena kecurangan atau kesalahan.
    • Prosedur analitis.
    • Observasi dan inspeksi.
prosedur penilaian risiko1
Prosedurpenilaianrisiko
  • Auditor harus melaksanakan ketiga prosedur penilaian risiko tersebutdalam pelaksanaan pemerolehan pemahaman entitas yang diharuskan (misal, aspekfaktoreksternalatausifatentitasdalampemahamanentitasdalamlingkungannya, ataupunpengendalian internal)
    • Tetapi tidak dituntut untuk melaksanakan semua prosedur untuk setiap aspek pemahaman tersebut.
  • Dalambanyakkeadaan, hasilpelaksanaansatujenisprosedurakanmenuntunpadaprosedur lain.
    • Hasilproseduranalitisakanmemicupertanyaankepadamanajemen. Jawabanmanajemenakanmenyebabkankebutuhanuntukmelakukaninspeksidokumenataupengamatanaktivitas.
prosedur penilaian risiko3
Prosedurpenilaianrisiko

Lihat SA 315 par A6 – A11

proses pelaksanaan prosedur penilaian risiko
Prosespelaksanaanprosedurpenilaianrisiko
  • Auditor harus mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahanpenyajian material pada (SA 315 par 25):

(a) Tingkat laporan keuangan; dan

(b) Tingkat asersi untuk golongan transaksi, saldo akun, dan pengungkapan,

untuk menyediakan suatu basis bagi perancangan dan pelaksanaan prosedur audit lanjutan.

  • Untuk tujuan ini, auditor harus (SA 315 par 26):

(a) Mengidentifikasi risiko sepanjang proses pemerolehan pemahaman tentang entitas dan lingkungannya, termasuk pengendalian relevan yang berkaitan dengan risiko, dan dengan mempertimbangkan golongan transaksi, saldo akun, dan pengungkapan dalam laporan keuangan.

(b) Menilai dan mengidentifikasi risiko, serta mengevaluasi apakah risiko tersebut berkaitan secara lebih pervasif terhadap laporan keuangan secara keseluruhan dan secara potensial memengaruhi banyak asersi.

(c) Menghubungankan risiko yang diidentifikasi dengan apa yang bisa menjadi salah (what could go wrong) pada tingkat asersi, dengan memperhitungkan pengendalian relevan yang hendak diuji oleh auditor; dan

(d) Mempertimbangkan kemungkinan kesalahanpenyajian, termasuk kemungkinan salah saji multipel, dan apakah potensi salah saji yang besar tersebut dapat mengakibatkan suatu kesalahanpenyajian material.

pemahaman atas entitas dan lingkungannya
Pemahaman atas Entitas dan Lingkungannya
  • Prosedur penilaian risiko adalah prosedur audit yang dilaksanakan untuk memperoleh suatu pemahaman tentang
    • entitas dan lingkungannya, termasuk;
    • pengendalian internal entitas… (SA 315 par 4d)
  • Auditor harus memperoleh suatu pemahaman berikut:

a. Faktor-faktor industri, peraturan, dan eksternal lain termasuk kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.

b. Sifat entitas, termasuk:

(i) Operasinya

(ii) Struktur kepemilikan dan tata kelolanya

(iii)Jenis investasi yang dilakukan dan yang rencananya akan dilakukan oleh entitas, termasuk investasi dalam entitas bertujuan khusus; dan

(iv)Cara entitas tersebut distrukturisasi dan bagaimana entitas tersebut dibelanjai,

sehinggaauditor dapatmemahami golongan transaksi, saldo akun, dan pengungkapan yang diharapkan ada dalam laporan keuangan.

pemahaman atas entitas dan lingkungannya1
Pemahaman atas Entitas dan Lingkungannya
  • Auditor harus memperoleh suatu pemahaman berikut: (lanjutan…)

c. Pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi oleh entitas, termasuk alasan perubahannya.

d. Tujuan dan strategi entitas, dan risiko bisnis terkait yang dapat menimbulkan risiko salah saji material.

e. Pengukuran dan penelahaan atas kinerja keuangan entitas.

  • Pemahamanatasentitasdanlingkungannyadapatdibagimenjadi:
    • Pengidentifikasianrisiko (menanyakan “what can go wrong”); dan
    • Penilaianrisiko (menentukansignifikansidarimasing-masingrisiko).
  • Terdapatduaklasifikasirisiko:
    • Risikobisnis.
    • Risikokecurangan.
pemahaman atas entitas dan lingkungannya2
Pemahaman atas Entitas dan Lingkungannya

Risikobisnis

Risikokecurangan

  • Risikobisnisdapatberasaldarikondisi, peristiwa, keadaan, tindakanatautidakmelakukantindakan yang mempengaruhisecaranegatifkemampuanentitasdalammemenuhitujuanataumenjalankanstrateginya.
  • Risikobisnisjugameliputiperistiwa yang berasaldariperubahan, kompleksitasataukegagalanmengidentifikasikebutuhanakanperubahan.
  • Risikokecuranganberkaitandenganperistiwa/ kondisi yang menunjukkaninsentif, tekananuntukmelakukankecurangan, ataumemberikankesempatanterjadinyakecurangan.
  • Risiko yang diasumsikanselaluada (presumed fraud risk):
    • Kecurangandalampengakuanpendapatan (SA 240 par 26)
    • Pengabaian pengendalian oleh manajemen (SA 240 par 31)
  • Tidakadakewajiban auditor untukmengidentifikasi/menilaisemuarisikobisnis yang mungkinada.
  • Dalambanyakkondisi, suaturisikodapatmerupakanrisikobisnissekaligusrisikokecurangan.
  • Pemahamanatasrisikobisnisdankecuranganmeningkatkanprobabilitauntukdapatmengidentifikasirisikokesalahanpenyajian material.
pemahaman atas entitas dan lingkungannya3
Pemahaman atas Entitas dan Lingkungannya
  • Dalampenilaian risiko (menentukan signifikansi dari masing-masing risiko), auditor harus mempertimbangkan (i) kemungkinan kesalahan penyajian dan (ii) apakah potensi kesalahan penyajian yang besar tersebut dapat mengakibatkan suatu kesalahan penyajian material. (SA 315 par 26(d))
pemahaman atas entitas dan lingkungannya4
Pemahaman atas Entitas dan Lingkungannya
  • Sebagai bagian dari penilaian risiko, auditor harus menentukan jugaapakah risiko yang diidentifikasi adalah, menurut pertimbangan auditor, suatu risiko yang signifikan (significant risk – risikosignifikan) SA (315 par 27).
    • Dalam melakukan pertimbangan risikosignifikan, auditor harus tidak memperhitungkan pengaruh pengendalian yang diidentifikasi terkait dengan risiko tersebut.
  • Risiko signifikan (significant risks) adalah suatu risiko kesalahanpenyajian material yang diidentifikasi dan dinilai yang, dalam pertimbangan auditor, memerlukan pertimbangan audit khusus. (SA 315 par 4(e))
pemahaman atas entitas dan lingkungannya5
Pemahaman atas Entitas dan Lingkungannya
  • Hal-hal dalam penentuan suatu risiko sebagai risiko signifikan (SA 315 par 28):

(a) Apakah risiko tersebut merupakan suatu risiko kecurangan;

(b) Apakah risiko tersebut terkait dengan perkembangan terkini yang signifikan dalam bidang ekonomi, akuntansi, atau lainnya, dan oleh karena itu, membutuhkan perhatian spesifik;

(c) Kompleksitas transaksi;

(d) Apakah risiko tersebut melibatkan transaksi signifikan dengan pihak yang berelasi;

(e) Derajat subjektivitas dalam pengukuran informasi keuangan yang berkaitan risiko, terutama pengukuran yang melibatkan ketidakpastian pengukuran yang luas; dan

(f) Apakah risiko tersebut melibatkan transaksi signifikan yang terjadi di luar kegiatan bisnis normal entitas, atau yang tampaknya tidak biasa.

pemahaman atas entitas dan lingkungannya6
Pemahaman atas Entitas dan Lingkungannya
  • Pengabaianpengendalianolehmanajemendankecurangandalampengakuanpendapatanselaludinilaisebagairisikosignifikan (SA 240 par 26 & 31; Guide, Vol 1, hal 115)
  • Risiko yang kemungkinanterjadinyabesardandampaknyabesar, harusdipertimbangkansebagairisikosignifikan. (Guide, Vol 2, hal 121)

Would be first considered as significant risks

slide66

PengidentifikasianRisiko

LakukanProsedurPenilaianRisiko

Tujuan & strategientitas, faktorekstern, sifatentitas, kebijakanakuntansi, ukurankinerja

What can go wrong?

Listing faktorrisikobisnisdankecurangan yang dinilai.

1

2

3

4

PenilaianRisiko

Bagaimanakemungkinanterjadinya? (H,M,L)

M

L

H

L

M

M

H

L

Apabilaterjadi, dampaknya material? (H,M,L)

Tingkat Risiko yang Dinilai (H,M,L)

M

L

H

L

Apakahmerupakanrisikosignifikan (significant risk)? – Y/T

T

T

Y

Y

presumed fraud risks

pemahaman atas entitas dan lingkungannya7
Pemahaman atas Entitas dan Lingkungannya
  • Auditor harus menghubungkan risiko yang diidentifikasi dengan apa yang bisa menjadi salah (what could go wrong) pada tingkat asersi, dengan memperhitungkan pengendalian relevan yang hendak diuji oleh auditor ((SA 315 par 26 (c))
  • Klasifikasiasersi (SA 315 par A111):
    • Asersi tentang golongan transaksi dan peristiwa untuk periode yang diaudit:

(i) Keterjadian (occurence): transaksi dan peristiwa yang telah terbukukan telah terjadi dan berkaitan dengan entitas.

(ii) Kelengkapan (completeness): seluruh transaksi dan peristiwa yang seharusnya terbukukan telah dicatat.

(iii) Keakurasian (accuracy): jumlah-jumlah dan data lainnya yang berkaitan dengan transaksi dan peristiwa yang telah dibukukan telah dicatat dengan tepat.

(iv) Pisah batas (cut-off): transaksi dan peristiwa telah dibukukan dalam periode akuntansi yang tepat.

(v) Klasifikasi (classification): transaksi dan peristiwa telah dibukukan dalam akun yang tepat.

pemahaman atas entitas dan lingkungannya8
Pemahaman atas Entitas dan Lingkungannya
  • Klasifikasiasersi: (lanjutan…)
    • Asersi tentang saldo akun pada akhir periode:

(i) Eksistensi (existence): aset, liabilitas, dan ekuitas ada.

(ii) Hak dan kewajiban (rights and obligations): entitas memiliki atau mengendalikan hak atas aset dan memiliki kewajiban atas liabilitas.

(iii) Kelengkapan (completeness): seluruh aset, liabilitas, dan ekuitas yang seharusnya terbukukan telah dicatat.

(iv) Penilaian dan pengalokasian (valuation and allocation): aset, liabilitas, dan ekuitas tercantum dalam laporan keuangan pada jumlah yang tepat dan penyesuaian penilaian atau pengalokasian yang terjadi dibukukan dengan tepat.

    • Asersi tentang penyajian dan pengungkapan:

(i) Keterjadian serta hak dan kewajiban (occurrence and rights and obligations): peristiwa, transaksi, dan hal-hal lainnya yang diungkapkan, telah terjadi dan berkaitan dengan entitas.

(ii) Kelengkapan (completeness): seluruh pengungkapan yang seharusnya tercantum dalam laporan keuangan telah disajikan.

(iii) Klasifikasi dan keterpahaman (classification and understandability): informasi keuangan disajikan dan dijelaskan secara tepat, serta pengungkapan disajikan dengan jelas.

(iv) Keakurasian dan penilaian (accuracy and valuation): informasi keuangan dan informasi lainnya diungkapkan secara wajar dan pada jumlah yang tepat.

dokumentasi kualitatif
Dokumentasi - kualitatif

Materialitas…

*)

P = Pervasif (semuaasersi);

C = completeness;

A = accuracy;

E = existence;

V = valuation.

& - presumed fraud risks

dokumentasi kuantitatif
Dokumentasi - kuantitatif

Materialitas…

*)

P = Pervasif (semuaasersi);

C = completeness;

A = accuracy;

E = existence;

V = valuation.

(a) Probabilita

1 = Remote

2 = Unlikely

3 = Likely

4 = Most likely

5 = Almost certain

(b) Dampakdalamrph

1 = Immaterial

2 = Minor

3 = Moderate

4 = Major

5 = Material

Skorgabunganadalah (a) x (b).

Apabilaskorgabungansamaataulebihdari 20, risikotsbdinilaisebagairisikosignifikan

& - presumed fraud risks

penilaian risiko pt fiktif tbk
Penilaianrisiko – PT FiktifTbk

Materialitaspadatingkatlaporankeuangan: Rp18,14 milyar

*)

P = Pervasif (semuaasersi);

C = completeness;

A = accuracy;

E = existence;

V = valuation.

Skorgabunganadalah (a) x (b).

Apabilaskorgabungansamaataulebihdari 20, risikotsbdinilaisebagairisikosignifikan

(a) Probabilita

1 = Remote

2 = Unlikely

3 = Likely

4 = Most likely

5 = Almost certain

(b) Dampakdalamrph

1 = Immaterial

2 = Minor

3 = Moderate

4 = Major

5 = Material

pemahaman atas pengendalian internal entitas
Pemahaman atas Pengendalian Internal Entitas
  • Auditor harus memperoleh suatu pemahaman atas pengendalian internal yang relevan dengan audit. (SA 315 par 12)
    • Meskipun sebagian besar pengendalian yang relevan dengan audit kemungkinan berhubungan dengan pelaporan keuangan, tidak semua pengendalian yang berhubungan dengan pelaporan keuangan relevan dengan audit.
    • Diperlukan pertimbangan profesional auditor apakah suatu pengendalian, secara individual atau bersama-sama dengan yang lain, merupakan hal yang relevan dengan audit.
  • Pada waktu memperoleh suatu pemahaman tentang pengendalian yang relevan dengan audit, auditor harus mengevaluasi rancangan pengendalian tersebut dan menentukan apakah pengendalian tersebut telah diimplementasikan. (SA 315 par 13)
pemahaman atas pengendalian internal entitas1
Pemahaman atas Pengendalian Internal Entitas
  • Prosedur penilaian risiko untuk memperoleh bukti audit tentang rancangan dan implementasi pengendalian yang relevan dapat mencakup: (SA 315 par A67)
    • Meminta keterangan dari personel entitas.
    • Mengamati penerapan pengendalian tertentu.
    • Menginspeksi dokumen dan laporan.
    • Menelusuri (satuataudua) transaksi melalui sistem informasi yang relevan dengan pelaporan keuangan.Prosedurinidikenalsebagai “walkthrough”.
pemahaman atas pengendalian internal entitas2
Pemahaman atas Pengendalian Internal Entitas
  • Pengendalian internal dapatdibedakanmenjadi yang bersifatpervasif (entity-level control) untukmeng-addressrisikopervasif; dan yang bersifatspesifik (transactional) untukmeng-addressrisikospesifik.
pemahaman atas pengendalian internal entitas3
Pemahaman atas Pengendalian Internal Entitas
  • Komponenpengendalian internal dengansifatdaripengendalian internal (pervasifatauspesifik)

Pembahasanrincimengenaikomponenpengendalian internal, lihat SA 315 par 14 – 24 dan A69 – A104

pemahaman atas pengendalian internal entitas4
Pemahaman atas Pengendalian Internal Entitas
  • Harus diingatbahwasesuai SA 315 par 12, auditor hanyadiwajibkanuntukmemperoleh suatu pemahaman atas pengendalian internal yang relevan dengan audit.
slide79

PenilaianRisiko

Tingkat Risiko yang Dinilai (H,M,L)

M

L

H

L

Apakahmerupakanrisikosignifikan (significant risk)? – Y/T

T

T

Y

Y

EvaluasiRancanganPengendalian

Apakahpengendalian yang didesainolehmanajemenakanmemitigasirisiko? – Y/T

T

Y

Y

Y

EvaluasiImplementasidanDokumentasi

Apakahpengendalian yang memitigasirisikotelahdiimplementasikan? – Y/T

T

Y

Y

Apakahimplementasipengendaliantsbtelahdidokumentasikan? – Y/T

Lapormengenaikelemahandlmpengendalian

pemahaman atas pengendalian internal pt fiktif tbk
Pemahamanataspengendalian internal- PT FiktifTbk

P = prevent; D = detect & correct

perencanaan pengembangan rencana audit2
Perencanaan: pengembanganrencana audit

MengikhtisarkanHasilPenilaianRisiko

menilai risiko kesalahan penyajian material
Menilairisikokesalahanpenyajian material
  • Auditor harus mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahanpenyajian material pada (SA 315 par 25):

(a) Tingkat laporan keuangan; dan

(b) Tingkat asersi untuk golongan transaksi, saldo akun, dan pengungkapan,

untuk menyediakan suatu basis bagi perancangan dan pelaksanaan prosedur audit lanjutan (further audit procedures).

  • Risikokesalahanpenyajian yang diidentifikasidandinilaitersebutharusdidokumentasikan. (SA 315 para 32(c).
  • Risikokesalahanpenyajian material = risikobawaan x risikopengendalian

RMM = IR x CR

perencanaan pengembangan rencana audit3
Perencanaan: pengembanganrencana audit

MerancangResponsatasRisiko yang DinilaidanMengembangkanRencana Audit yang Responsif

merancang respons audit yang efektif
Merancangrespons audit yang efektif
  • Tujuan auditor adalahuntukmemperolehbukti audit cukupdantepat yang berkaitandenganpenilaianrisikokesalahanpenyajian material, melaluipendesainandanpenerapanrespons yang tepatterhadaprisikotersebut. (SA 330 par 3)
    • Merancangdanmengimplementasikanresponskeseluruhan untuk menanggapirisikokesalahanpenyajian material yang telahdinilaipadatingkatlaporankeuangan. (SA 330 par 5)
    • Merancangdanmengimplementasikanprosedur audit lanjutan yang sifat, saat, danluasnyadidasarkanpadadanmerupakanresponsterhadaprisikokesalahanpenyajian material yang telahdinilaipadatingkatasersi. (SA 330 par 7)
mengembangkan rencana audit yang responsif
Mengembangkanrencana audit yang responsif
  • Langkah 1 – Menetapkanresponsterhadaprisiko yang dinilaipadalaporankeuangan
    • Mengembangkanresponskeseluruhan
  • Responsterhadaprisiko yang dinilaipadatingkatasersi (menetapkanprosedur audit lanjutan)
    • Langkah 2 – Melakukanidentifikasiprosedurspesifik yang diperlukanuntuk area laporankeuangan yang material
    • Langkah 3 – Menentukansifatdanluasprosedur audit yang diperlukan
langkah 1 mengembangkan respons keseluruhan
Langkah 1 – Mengembangkanresponskeseluruhan
  • Dapatmencakup:
    • Penekanan kepada tim audit atas perlunya mempertahankan skeptisisme profesional;
    • Penugasan staf berpengalaman atau personil yang mempunyai kemampuan khusus atau penggunaan pakar;
    • Penyediaan pengawasan tambahan;
    • Penambahan prosedur audit yang tidak dapat diprediksi (“unpredictability”) dalam pemilihan prosedur lebih lanjut;
    • Perubahan umum atas sifat, saat, atau luas prosedur audit, Misalnya: pelaksanaan prosedur substantif pada akhir periode bukan pada saat tanggal interim; atau modifikasi sifat prosedur audit untuk memperoleh bukti audit yang lebih meyakinkan
  • Respons keseluruhan dipengaruhi oleh pemahaman auditor atas lingkungan pengendalian. Lingkungan pengendalian yang efektif memungkinkan auditor untuk lebih yakin terhadap pengendalian internal dan dapat diandalkannya bukti audit yang dihasilkan secara internal oleh entitas. Sebaliknya, defisiensi dalam lingkungan pengendalian, dapatmenyebabkan auditor untuk:
    • Melaksanakan prosedur audit tambahan pada akhir periode dan bukan pada tanggal interim;
    • Memperoleh bukti audit yang lebih luas dari prosedur substantif.
    • Meningkatkan jumlah lokasi yang dimasukkan dalam ruang lingkup audit.
slide92
Langkah 2 – MelakukanIndentifikasiprosedurspesifik yang diperlukanuntuk area laporankeuangan yang material
  • Apakahterdapatasersi yang tidakdapatdipenuhihanyadenganpengujiansubstantifsaja?
    • Jikaya, diperlukanpengujianpengendalian
  • Apakahpengendalian internal atastransaksi/prosesterkaitdiperkirakanakandapatdiandalkan?
    • Jikaya, pengujianpengendaliandimungkinkan.
  • Apakah SARP tersedia?
  • Apakahdibutuhkanunsurkejutan (“unpredictability”)?
  • Apakahterdapatrisikosignifikan yang memerlukanpertimbangankhusus?
langkah 3 menentukan sifat dan luas prosedur audit yang diperlukan
Langkah 3 – Menentukansifatdanluasprosedur audit yang diperlukan
  • Memilihbauranprosedur audit lanjutan:
    • Pengujiansubstantif
      • Pengujianrinci
      • Proseduranalitissubstantif (SARP – substantive analytical review procedures)
    • Pengujianpengendalian.
  • Menentukanluaspengujiandarimasing-masingprosedur
prosedur audit lanjutan
Prosedur audit lanjutan
  • Prosedursubstantifyaknisuatuprosedur audit yang dirancanguntukmendeteksikesalahanpenyajian material padatingkatasersi. Prosedursubstantifterdiridari:
    • Pengujian rinci (dari setiap golongan transaksi, saldo akun, dan pengungkapan); dan
    • Prosedur analitis substantif
  • Tanpamemperhatikanrisiko yang telahdinilaiataskesalahanpenyajian material, auditorharusmerancangdanmelaksanakanprosedursubstantif untuk setiapgolongantransaksi, saldoakun, danpengungkapanyang material. (SA 330 par 18)
  • Dalammenentukanprosedursubstantif yang paling responsif, kemungkinan auditor melakukan:
    • Hanyapengujianrincisaja; atau
    • Apabilabukanmerupakanrisikosignifikandarikesalahanpenyajian material, hanyaproseduranalitissubstantifsaja; atau
    • Gabunganpengujianrincidanproseduranalitissubstantif.
prosedur audit lanjutan1
Prosedur audit lanjutan
  • Auditor harusmempertimbangkanapakahprosedurkonfirmasieksternalharusdilaksanakansebagaiprosedur audit substantif. Faktor yang dapatmembantu auditor dalammenentukanapakahprosedurkonfirmasieksternalperludilakukansebagaiprosedur audit substantifmencakup: (SA 330 par 19 & A51)
    • Pengetahuanpihak yang akandikonfirmasitentanghalpokok—hasilkonfirmasidapatlebihandaljikadiberikanolehpihak yang memilikipengetahuanmemadaitentanginformasi yang dikonfirmasi.
    • Kemampuanataukesediaanpihak yang dikonfirmasiuntukmemberikanrespons.
    • Objektivitaspihak yang dikonfirmasi–jikapihak yang dikonfirmasiadalahpihak yang mempunyaihubunganistimewadenganentitas, responsataspermintaankonfirmasimungkinmenjadikurangandal.
  • Prosedursubstantif yang dilakukan auditor harusmencakupprosedur audit berikut yang berkaitandenganprosestutupbukulaporankeuangan: (SA 330 par 20)
    • Mencocokkanataumerekonsiliasilaporankeuangandengancatatanakuntansi yang melandasinya; dan
    • Memeriksaentrijurnal yang material danpenyesuaianlainnya yang dibuatselamapenyusunanlaporankeuangan
prosedur audit lanjutan2
Prosedur audit lanjutan
  • Pengujianpengendalianyaknisuatuprosedur audit yang dirancanguntukmengevaluasiefektivitasoperasipengendaliandalammencegah, ataumendeteksidanmengkoreksi, kesalahanpenyajian material padatingkatasersi.
respons atas risiko kecurangan

Responsatas presumed fraud risks

Responsatasrisikokecurangan
  • Risikokecurangandalampengakuanpendapatan, contohrespons:
    • Lakukan substantive analytical review procedures. Pertimbangkanpenggunaan CAAT;
    • Pengujianpisahbatas (cut off);
    • Ujipemenuhansyarat-syaratspesifikpengakuanpendapatansesuai SAK (misal, PSAK 44);
    • Konfirmasikekonsumenterkaitdenganpersyaratankontrak;
  • Risikopengabaianpengendalianolehmanajemen

(a)Menguji ketepatan entri jurnal yang tercatat dalam buku besar dan penyesuaian lain yang dibuat dalam penyusunan laporan keuangan. Dalam merancang dan melaksanakan prosedur audit untuk pengujian tersebut, auditor harus:

(i) Mewawancarai individu yang terlibat dalam proses pelaporan keuangan mengenai aktivitas yang tidak semestinya atau tidak biasa yang terkait dengan pemrosesan entri jurnal dan penyesuaian lain;

(ii) Memilih entri jurnal dan penyesuaian lain yang dibuat pada akhir periode pelaporan; dan

(iii) Mempertimbangkan apakah perlu dilakukan pengujian terhadap entri jurnal dan penyesuaian lain sepanjang periode laporan keuangan.

respons atas risiko kecurangan1

Responsatas presumed fraud risks

Responsatasrisikokecurangan
  • Risikopengabaianpengendalianolehmanajemen (lanjutan)

(b)Menelaah estimasi akuntansi untuk menemukan hal bias dan mengevaluasi apakah kondisi yang menyebabkan hal bias tersebut, jika ada, merupakan risiko kesalahan penyajian material yang diakibatkan oleh kecurangan. Dalam melaksanakan penelaahan tersebut, auditor harus:

(i) Mengevaluasi apakah pertimbangan dan keputusan yang dibuat oleh manajemen dalam memasukkan estimasi akuntansi tersebut dalam laporan keuangan, meskipun jika estimasi akuntansi tersebut masuk akal secara individu, mengindikasikan suatu hal bias yang mungkin terjadi pada manajemen entitas yang mungkin merupakan kesalahan penyajian material yang diakibatkan oleh kecurangan. Jika demikian, auditor harus mengevaluasi kembali estimasi akuntansi secara keseluruhan; dan

(ii) Melakukan penelahaan retrospektif atas pertimbangan dan asumsi manajemen yang terkait dengan estimasi akuntansi signifikan yang tercermin dalam laporan keuangan tahun lalu.

(c)Bagi transaksi signifikan di luar aktivitas bisnis normal entitas, atau yang sebaliknya terlihat tidak biasa berdasarkan pemahaman auditor atas entitas dan lingkungannya serta informasi lain yang diperoleh selama audit, auditor harus mengevaluasi apakah dasar bisnis yang ada (atau yang kurang atau tidak ada) atas transaksi tersebut menunjukkan bahwa transaksi tersebut mungkin telah dilakukan dengan tujuan untuk melakukan kecurangan dalam pelaporan keuangan atau untuk menyembunyikan terjadinya penyalahgunaan aset.

Untuklebihdetil, baca SA 240 par 32, A28 – 30, dan A41 – 48))

penentuan luas pengujian
Penentuanluaspengujian
  • Penentuanluaspengujianantara lain dipengaruhioleh:
    • Materialitas (yakni, materialitaspelaksanaan);
    • Risiko yang dinilai (yakni, risikokesalahanpenyajian material; dan
    • Tingkat asurans yang ingindiperoleh auditor (yakni, confidence level) dariprosedur audit lanjutan.
  • Auditor dapat: (SA 500 par A52)
    • Memilihsemuaunsur (pemeriksaan 100%);
    • Memilihunsurtertentu; dan
    • Menggunakan sampling audit
memilih semua unsur pemeriksaan 100
Memilihsemuaunsur (pemeriksaan 100%)
  • Pemeriksaan 100% tepatdigunakanmisalnyajika (SA 500 par A53):
    • Populasiterdiridarisejumlahkecilunsur yang masing-masingmemilikinilaibesar;
    • Terdapatrisikosignifikan, dancara lain tidakdapatmemberikanbukti audit yang cukupdanlayak; atau
    • Sifatpengulangansuatuperhitunganatauproses lain yang dilakukansecaraotomatisolehsuatusisteminformasimembuatpemeriksaan 100% menjadiefektifdarisegibiaya.
memilih unsur tertentu
Memilihunsurtertentu
  • Faktor yang mungkin relevan dalam memutuskan untuk memilih unsur spesifik dalam suatu populasi mencakup:
    • Pemahaman auditor atas entitas,
    • Risiko yang telahditentukan atas kesalahan penyajian material, dan
    • Karakteristik populasi yang diuji.
  • Pemilihan berdasarkan pertimbangan atas unsur spesifik ini tetapmemiliki risiko non-sampling.
  • Unsur spesifik pilihan dapat meliputi:
    • Unsur-unsur kunci bernilai tinggiatau karena unsur-unsur tersebut memperlihatkan beberapa karakterisik lain (misalnya, mencurigakan, tidak biasa, rawan risiko tertentu, atau memiliki jejak-rekam kesalahan).
    • Semua unsur yang memiliki nilai di atas jumlah tertentu, sehingga dapat digunakan untuk memverifikasi proporsi total jumlah suatu golongan transaksi atau saldo akun.
    • Unsur-unsur untuk memperoleh informasi, seperti informasimengenaisifat entitas atau sifat transaksi.
memilih unsur tertentu1
Memilihunsurtertentu
  • Pemeriksaan secara selektif atas unsur spesifik suatu golongan transaksi atau saldo akun seringkali akan menjadi suatu cara efisien dalam memperoleh bukti audit.
  • Memilihunsurtertentu bukan merupakan sampling audit.
    • Hasil prosedur audit yang diterapkan untuk unsur-unsur yang telah dipilih melalui cara ini tidak dapat diprojeksikan untuk keseluruhan populasi; oleh karena itu, pemeriksaan secara selektif unsur-unsur spesifik tidak memberikan bukti audit atas sisa populasi yang tidakdiperiksa.

SA 500 par A54 - 55

sampling dan risiko sampling
Sampling danrisiko sampling
  • Sampling audit (sampling) adalahpenerapanprosedur audit terhadapkurangdari 100% unsurdalamsuatupopulasi audit yang relevansedemikianrupasehinggasemua unit sampling memilikipeluang yang samauntukdipilihuntukmemberikan basis memadaibagi auditor untukmenarikkesimpulantentangpopulasisecarakeseluruhan.
  • Terdapatduarisikodalam audit:
    • Risikononsampling; dan
    • Risiko sampling.
  • Risikononsamplingadalahrisikobahwa auditor mencapaisuatukesimpulan yang salahdenganalasanapapun yang tidakterkaitdenganrisiko sampling.
sampling dan risiko sampling1
Sampling danrisiko sampling
  • Risiko sampling adalahrisikobahwakesimpulan auditor yang didasarkanpadasuatusampeldapatberbedadengankesimpulanjikaprosedur audit yang samaditerapkanpadakeseluruhanpopulasi. Risiko sampling dapatmenimbulkanduajeniskesimpulan yang salah: (SA 530 par 5(c))
    • Dalamsuatupengujianpengendalian, pengendaliantersebutlebihefektifdaripadakenyataannya, ataudalamsuatupengujianrinci, suatukesalahanpenyajian material tidakadapadahaldalamkenyataannyaada.
      • Tipekesimpulansalahinimempengaruhiefektifitas audit danmempunyaikemungkinanlebihbesaruntukmenyebabkansuatuopini audit yang tidaktepat.
    • Dalamsuatupengujianpengendalian, pengendaliantersebutkurangefektifdaripadakenyataannya, ataudalamsuatupengujianrinci, terdapatkesalahanpenyajian material, padahalkenyataannyatidakada.
      • Tipekesimpulansalahsemacaminiberdampakterhadapefisiensi audit yang biasanyaakanmenyebabkanadanyapekerjaantambahanuntukmenetapkanbahwakesimpulansemulaadalahtidakbenar.
sampling statistik vs nonstatistik
Sampling statistikvsnonstatistik
  • Sampling statistikadalahsuatupendekatan sampling yang memilikikarakteristiksebagaiberikut:
    • Pemilihanunsur-unsursampeldilaksanakansecaraacak; dan
    • Penggunaanteoriprobabilitasuntukmenilaihasilsampel, termasukuntukmengukurrisiko sampling.
  • Sampling nonstatistikadalahpendekatan sampling yang tidakmemilikikarakteristik-karakteristik (i) dan (ii) diatas
  • Teknik sampling statistika.l. random sampling, systematic samplingdanstratified sampling. Sementara sampling nonstatistika.l. haphazard sampling, block selectiondanjudgment selection. (Collings, hal.183)
tahap tahap dalam penerapan sampling
Tahap-tahapdalampenerapan sampling
  • Perancangan ukuran dan pemilihan unsur-unsur sampel untuk diuji
  • Pelaksanaanprosedur audit
  • Pengevaluasianhasil sampling
    • Menginvestigasisifatdanpenyebabpenyimpanganataukesalahanpenyajian
    • Memproyeksikankesalahanpenyajianataupenyimpangandarisampelkepopulasi
    • Mengevaluasihasil sampling

Catatan: PPL initidakmencakuppembahasanmengenaitahappelaksanaanprosedurdanpengevaluasianhasil sampling.

perancangan u kuran dan p emilihan u nsur unsur s ampel untuk d iuji
Perancangan ukuran dan pemilihan unsur-unsur sampel untuk diuji
  • Ketika merancang suatu sampel audit, auditor harus mempertimbangkan tujuan prosedur audit dan karakteristik populasi yang menjadi sumber suatu sampel yang akan diambil. (SA 530 par 6, A 5 – A8)
  • Pertimbanganmengenaitujuanprosedur audit mencakup:
    • tujuanspesifik yang hendakdicapaidankemungkinankombinasiprosedur audit terbaikuntukdapatmencapaitujuantersebut.
    • Suatupemahaman yang jelastentangapa yang merupakansuatupenyimpanganataukesalahanpenyajiansehinggasemua, danhanya, kondisi-kondisi yang relevandengantujuanprosedur audit tersebutlah yang dimasukkankedalamevaluasiterhadappenyimpanganataupemproyeksiankesalahanpenyajian.
  • Pertimbanganmengenaikarakteristikpopulasi:
    • Melakukansuatupenilaianestimasitingkatpenyimpanganberdasarkanpemahaman auditor tentangpengendalian-pengendalian yang relevanatauberdasarkanpemeriksaanatassejumlahkecilunsurdalampopulasi (untukpengujianpengendalian); atau auditor melakukansuatupenilaiantingkatkesalahanpenyajian yang diperkirakanterjadidalampopulasi. (dalampengujianrinci)
    • Dalammempertimbangkankarakteristikpopulasi yang menjadisumberpengambilansampel, auditor mungkinmenentukanbahwastratifikasiataupemilihannilaitertimbang (value-weighted selection) merupakanmetode yang tepat.
perancangan u kuran dan p emilihan u nsur unsur s ampel untuk d iuji1
Perancangan ukuran dan pemilihan unsur-unsur sampel untuk diuji
  • Duaputusanpadatahapini:
    • Menentukan suatu ukuran sampel yang cukup untuk mengurangi risiko sampling sampai ke tingkat rendah yang dapat diterima.
    • Memilih unsur-unsur yang akan menjadi sampel sedemikian rupa sehingga setiap unit sampling dalam populasi memiliki suatu peluang yang sama untuk dipilih.
menentukan ukuran sampel
Menentukanukuransampel
  • Ukuransampeldapatditentukanmelaluipenerapansuatu formula berbasisstatistikataumelaluipertimbanganprofesional.
  • Penentuanukuransampelditentukanolehfaktor-faktordibawahini (SA 530 Lampiran 2):
    • Penilaianrisiko auditor yang telahmemperhitungkanpengendalian yang relevan.
    • Tingkat penyimpangan yang dapatditerima (tolerable deviation rate – TDR)
    • Tingkat penyimpangan yang diperkirakanterjadidalampopulasi yang akandiuji (expected population deviation rate – EPDR)
    • Tingkat asurans yang auditor harapkanbahwatingkatpenyimpangan yang dapatditerimatidakmelebihitingkatpenyimpangan yang sesungguhnyadalampopulasi
    • Jumlah unit sampling dalampopulasi
  • Jikakondisinyasama, dampakfaktor-faktortersebutterhadapukuransampelakansamatanpamempertimbangkanpendekatan yang dipilih, apakahpendekatanstatistikataunonstatistik.(SA530 par A11)
menentukan ukuran sampel1
Menentukanukuransampel

SA 530 -Lampiran 2

menentukan ukuran sampel2
Menentukanukuransampel

SA 530 -Lampiran 2

menentukan ukuran sampel3
Menentukanukuransampel

SA 530 -Lampiran 2

menentukan ukuran sampel ilustrasi praktis
Menentukanukuransampel – ilustrasipraktis
  • Menentukanukuransampeldalampengujianpengendalianbiasanyamenggunakanattribute sampling.
  • Cocokuntukprosedurpengendalian yang berjalansecaraharian.
  • Rumus:
    • Ukuransampel = Confidence factor : TDR
  • Confidence factor ditentukanolehtingkatkeyakinan (confidence level)
menentukan ukuran sampel ilustrasi praktis2
Menentukanukuransampel – ilustrasipraktis
  • Untukprosedurpengendalian yang berjalantidaksecaraharian, panduanberikutdapatdigunakan.

Guide, Vol 2, hal, 240

memilih unsur unsur sampel
Memilihunsur-unsursampel
  • Auditor harusmemilihunsur-unsur yang akanmenjadisampelsedemikianrupasehinggasetiap unit sampling dalampopulasimemilikisuatupeluang yang samauntukdipilih. (SA 530 par 8)
  • Dengan sampling statistik, unsur-unsurdipilihdengansuatucara yang setiap unit sampling memilikisuatuprobabilitas yang diketahuiuntukdipilih. Dengan sampling nonstatistik, pertimbangan auditor digunakanuntukmemilihunsur yang dijadikansampel. Karenatujuan sampling adalahuntukmenyediakan basis yang wajarbagi auditor untukmenarikkesimpulantentangpopulasi yang menjadisumbersampel yang dipilih, pentingbagi auditor untukmemilihsampel yang representatif, denganmemilihunsursampel yang memilikikarakteristiktipikalpopulasisehinggakeberpihakandapatdihindari. (SA 530 par A12)
  • Metodeutamapemilihansampeladalahpenggunaanpemilihanacak, pemilihansistematikdanpemilihansembarang (haphazard selection) (SA 530 par A13) atau monetary unit sampling dan block selection (SA 530 Lamp 4)
memilih unsur unsur sampel ilustrasi praktis
Memilihunsur-unsursampel – ilustrasipraktis
  • Prosedur audit:
    • Mengambilsuatusampelfakturpenjualandandiperiksaapakahdilampiridenganbuktipengirimanbarangdan PO.
  • Populasi yang diuji:
    • Fakturpenjualan.
  • Jumlahpopulasi:
    • 500 faktur (No faktur 250 –950).
  • Ukuransampel:
    • 23 (confidence 90%, TDR 10%)
  • Metode yang dipilih: pemilihanacakmenggunakan random table number. (lihatdi slide berikut)
    • Hitung sampling interval: 500/23 = 21.7 = 22;
    • Kaitkanantaraangkadalamtabeldenganpopulasi, misaldiambil 3 angkaterakhirdaritabelsebagai no fakturpenjualan;
    • Tentukanrutepengambilansampel: misaldariataskebawahlalunaiklagikeatas.
    • Tentukannomorawalsecaraacakdaritabelsebagaisampelpertama, misaldiambildaritabelangka 89707.
      • Tigaangkaterakhir, 707 adalahnomorfakturpertama
    • Pilihsampelberikutnyadenganmengikutirutedan sampling interval yang ditetapkan.
memilih unsur unsur sampel ilustrasi praktis1
Memilihunsur-unsursampel – ilustrasipraktis

Tabelangkaacak (random table number ) dibuatpadaexcell dg formula =RANDBETWEEN(10000,100000)

memilih unsur unsur sampel ilustrasi praktis2
Memilihunsur-unsursampel – ilustrasipraktis

Sample no fakturpenjualan:

# 1 – 707

# 2 – 474

dsts.d. # 23.

menentukan ukuran sampel4
Menentukanukuransampel
  • Ukuransampeldapatditentukanmelaluipenerapansuatu formula berbasisstatistikataumelaluipertimbanganprofesional.
  • Penentuanukuransampelditentukanolehfaktor-faktordibawahini (SA 530 Lampiran 3):
    • Risiko yang telahdinilaioleh auditor atasrisikokesalahanpenyajian material.
    • Penggunaanprosedursubstantif lain yang diarahkankeasersi yang sama.
    • Tingkat asurans yang diharapkanoleh auditor bahwakesalahanpenyajian yang dapatditerimatidakmelebihikesalahanpenyajianaktualdalampopulasi
    • Jumlahkesalahanpenyajian yang diharapkanakanditemukanoleh auditor dalampopulasi
    • Stratifikasipopulasi
    • Jumlah unit sampling dalampopulasi.
  • Jikakondisinyasama, dampakfaktor-faktortersebutterhadapukuransampelakansamatanpamempertimbangkanpendekatan yang dipilih, apakahpendekatanstatistikataunonstatistik.
menentukan ukuran sampel5
Menentukanukuransampel

SA 530 -Lampiran 3

menentukan ukuran sampel6
Menentukanukuransampel

SA 530 -Lampiran 3

menentukan ukuran sampel7
Menentukanukuransampel

SA 530 -Lampiran 3

menentukan ukuran sampel8
Menentukanukuransampel

SA 530 -Lampiran 3

menentukan ukuran sampel9
Menentukanukuransampel

SA 530 -Lampiran 3

menentukan ukuran sampel ilustrasi praktis3
Menentukanukuransampel – ilustrasipraktis
  • Metode yang umumdigunakanadalahmonetary unit sampling (“MUS”).
  • Dalammerancangpengujianrinci auditor perlumenentukantingkatpenguranganrisiko yang diharapkan: rendah, sedang, tinggi.
    • Mempengaruhitingkatkeyakinan.
menentukan ukuran sampel ilustrasi praktis4
Menentukanukuransampel – ilustrasipraktis
  • Proses MUS
    • Keluarkanunsur yang bernilaitinggiatauunsurkunci (high-valuedankey items) daripopulasi;
    • Hitung sampling interval;
      • Sampling interval = Materialitaspelaksanaan : confidence factor
    • Hitungukuransampel.
      • Ukuransampel = Populasi yang diuji : sampling interval
menentukan ukuran sampel ilustrasi praktis5
Menentukanukuransampel – ilustrasipraktis
  • Prosedur audit:
    • Konfirmasipiutang, untukmengujieksistensi.
  • RMM untukasersiexistence:
    • tinggi
  • Populasi yang diuji:
    • Piutangusaha
  • Jumlahpopulasi:
    • Rp194 (dlmmilyar) – lihat Lamp. 2
  • Jumlahpiutang yang besardandiujiterpisah:
    • Rp100 (dlmmilyar) – lihat Lamp. 2
  • Confidence level (confidence factor) yang digunakan:
    • 95% (3.0)
  • Materialitaspelaksanaan:
    • Rp10,88 (dlmmilyar)
  • Sampling interval =
    • Materialitaspelaksanaan : confidence factor = 10,88 : 3 = Rp3,63 (dlmmilyar)
  • Ukuran sample =
    • Populasi yang diuji : sampling interval = (194 – 100) : 3,63 = 25,9 ataudibulatkanmenjadi 26.
memilih unsur unsur sampel ilustrasi praktis3
Memilihunsur-unsursampel – ilustrasipraktis
  • Menetapkanunsurpertamasampelsecaraacak, misalpiutang ADF sebesar Rp2,150 milyar.
  • Sampling interval ditambahkankeunsurpertamauntukmenghasilkan sampling interval kumulatif.
  • Jumlahkumulatifnilaitercatatdiperolehdenganmenambahkanunsurpertamasampeldenganpiutangselanjutnya.
    • Apabilajumlahkumulatifnilaitercatat > sampling interval kumulatif, piutangtsbdipilihsebagaisampel
    • Apabilajumlahkumulatifnilaitercatat < sampling interval kumulatif, piutangtsbtidakdipilihsebagaisampel. Sampling interval kumulatifuntukpiutangselanjutnyatidakberubah
memilih unsur unsur sampel1
Memilihunsur-unsursampel

Jmlkumulatif < sampling interval

Belumditambahkandengan sampling interval krnpiutangsblmnyatidakdipilih

Hasilpemilihan yang selengkapnyadapatdilihatpadaLampiran 3.

lampiran lampiran

Lampiran-lampiran

Data Kasus: PT Fiktif

informasi latar belakang
Informasilatarbelakang
  • Andaadalah auditor dari PT Fiktif. Andasedangmerencanakan audit tahun 2011 yang merupakan audit tahunkedua. Tahunbukuperusahaanadalah 31 Desember.
  • PT FiktifTbkterutamabergerakdibidangpendistribusianaudio-visual computer controlled presentation products. Pelanggan PT Fiktifadalahtoko-tokobesar. Kondisiperekonomianselama 2011 kurangbegitubaik, sehinggakebanyakanpelangganmengalamikesulitanmenjualkepembeliakhir.
  • Dalam audit tahunbuku 2010 penilaianandaterdapatrisikokesalahanpenyajian material dalameksistensipiutangadalahtinggi. Konfirmasimenjadiprosedur audit rinci yang utamadalammeresponsrisikoini. Andayakintahun 2011 risikoinimasihtetaptinggi.
  • Dalamtahun 2011, terdapattransaksicukupsignifikan, yaknipelepasansebagianasetkepadapihakberelasi. Atastransaksiini PT Fiktifmengakuilabapelepasansebesar Rp17,5 milyar.
  • Selamatahun 2011 danawal 2012, perkembanganteknologicukupradikal. Sebagaiakibatnyabanyaksekaliproduk-produkbaruberteknologitinggi yang dilauncholehpabrikan.
informasi latar belakang1
Informasilatarbelakang
  • Persediaanterdiridaribarang yang akandijualkembali. Produkutamaperusahaanadalah LCD/DLP projectors, LCD screensdanplasma screenssertainteractive whiteboards. Bauranpenjualan (sales mix) adalah 60% projector, 30% screendan 10% interactive whiteboard.
  • Akunpersediaan per 31 Desember 2011:

Rpmilyar

  Projectors 303.0

Plasma screens 101.0

LCD monitors 4.0

Interactive whiteboards 27.0

Accessories 20.0

Spares 18.0

Total 473.0

informasi latar belakang2
Informasilatarbelakang
  • Persediaandinilaiberdasarkanterendahantarabiayaperolehandannilairealisasibersihdanrumusbiayanyaadalah FIFO.
  • Perusahaan menggunakanaccounting packagedenganledgerpembelian, penjualan, persediaandangeneral ledger yang terpadu. Akantetapi ledger asettetapdioperasikanterpisah.
  • Barang yang dikirimpemasokakandicocokkandenganpurchase ordersebelumditerimaKondisibarangjugadiperiksa. Formulirpenerimaanpembelianakandibuatuntuksetiappenerimaan, yang bersamadenganbuktipengirimanbarangdaripemasok, akandikirimkebagianpencatatan. Ledger pembeliandanpersediaankemudiandimutakhirkan.
  • Pasokandatanglangsungdaripabrikan, seperti Epson, Sony, JVC, Hitachi, Pioneer dan Orion. Rekonsiliasiatassupplier statementdisiapkanuntukmasing-masingpemasoksetiapbulan.
informasi latar belakang3
Informasilatarbelakang
  • Apabilasales ordertelahdisetujui, diaakandikirimkankegudang. Stafgudangakanmengambilbaranguntukmemenuhipesanantersebutdanmenyiapkanpicking note yang merincibarang yang dikirimkan. Picking notekemudianakandikirimkebagianpencatatanuntukdicocokandengansales orderdalamsistem. Fakturkemudiandicetak, dan ledger penjualandanpersediaandimutakhirkan.
  • Perputaranpersediaanrelatiftinggidanlazimnyakeusangantidakmenjadimasalah. Pembeliandidasarkanprakiraanpenjualandantingkatpersediaanterkini. Tingkat persediaandireviewsetiapbulanuntuksetiapjenisbarang. Hargaakandisesuaikanapabilapersediaanberputarlambatuntukmenjamindiadapatterjual.
  • Peristiwapencurianrelatifkecil. Persediaandigudangdandalamperjalanantelahdiasuransikan.
  • Penghitungan persediaan dilakukan sekali sebulan. Keakuratan biasanya baik karena persediaan dikelola dengan baik. Rekonsiliasi dilakukan dari catatan ke jumlah fisik sehabis penghitungan. Selisihnya biasanya kurang dari 0,1%.
informasi latar belakang4
Informasilatarbelakang
  • Persediaanberadadidualokasi – gudangperusahaandanmilikpihakketiga. Beberapapersediaanbernilaitinggi, termasukplasma screen, disimpandigudangpihakketiga. Sekitar 70% persediaanadadigudangsendiridan 30% digudangpihakketiga. Penghitunganfisikdigudangpihakketigadilakukanolehpihakketigatersebutdengandihadiristaf Perusahaan. Hasilnyadifakske Perusahaan dandimasukankesistempersediaan. Setiapperbedaandikirimkankembalikepihakketigatersebutdanharussegeradirekonsiliasikan. Penghitungan akan dilakukan pada 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2012. Gudangakantutupselamapenghitunganfisik.
  • Seluruhpersediaanadalahbarangjadi. 50 jenis persediaan merupakan 45% dari nilai persediaan. Sebagian kecil persediaan ”disisihkan”, yakni persediaan yang dikembalikan ke Perusahaan karena misalnya pengepakan yang rusak. Persediaan ini ditandai terpisah, dan akan dites lagi sebelum dijual kembali.
  • LaporanposisikeuangandanlaporanlabarugidisajikandalamLampiran 1.
laporan laba rugi
Laporanlabarugi

Lampiran 1