Download
persen kehilangan bobot biji bijian selama penyimpanan n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
PERSEN KEHILANGAN BOBOT BIJI-BIJIAN SELAMA PENYIMPANAN PowerPoint Presentation
Download Presentation
PERSEN KEHILANGAN BOBOT BIJI-BIJIAN SELAMA PENYIMPANAN

PERSEN KEHILANGAN BOBOT BIJI-BIJIAN SELAMA PENYIMPANAN

361 Views Download Presentation
Download Presentation

PERSEN KEHILANGAN BOBOT BIJI-BIJIAN SELAMA PENYIMPANAN

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. METODE PENENTUAN PERSEN KEHILANGAN BOBOT BIJI-BIJIAN SELAMA PENYIMPANAN YHA ITP

  2. Formula ADAMS 1 (Adams, 1976) U. Nd - D. Nu % kehilangan bobot = --------------------- X 100 U x N Keterangan : U = bobot fraksi biji sehat Nu = jumlah biji sehat D = bobot fraksi biji rusak Nd = jumlah biji rusak N = jumlah total biji dalam sampel YHA ITP

  3. CARA KERJA /LANGKAH MENGHITUNG PERSEN KEHILANGAN BOBOT DENGAN FORMULA ADAM S 1 Ambil sampel sesuai metode sampling Timbang sampel Hitung jumlah biji total (N) Pisahkan biji sehat dari biji berlubang/rusak Timbang bobot fraksi biji sehat (U) Hitung jumlah fraksi biji sehat (Nu) Timbang bobot fraksi biji rusak/berlubang (D) Hitung jumlah biji rusak/berlubang (Nd) YHA ITP

  4. Formula ADAMS 2 (IGSI, 1977) Ua. N - (U + D) % kehilangan bobot = --------------------- X 100 Ua x N Keterangan : U = bobot fraksi biji sehat D = bobot fraksi biji rusak N = jumlah total biji dalam sampel Ua = bobot rata-rata biji sehat YHA ITP

  5. CARA KERJA/LANGKAH MENGHITUNG PERSEN KEHILANGAN BOBOT DENGAN FORMULA ADAM S 2 Ambil sampel sesuai metode sampling Timbang sampel Hitung jumlah biji total (N) Pisahkan biji sehat dari biji berlubang/rusak Timbang bobot fraksi biji sehat (U) Hitung jumlah fraksi biji sehat  Hitung bobot rata-rata biji sehat (Ua) Timbang bobot fraksi biji rusak/berlubang (D) YHA ITP

  6. Formula de LUCA (IGSI, 1977) Nd (Ua – Da) X 100 % kehilangan bobot = --------------------- Ua x N Keterangan : Ua = bobot rata-rata biji sehat Da = bobot rata-rata biji berlubang Nd = jumlah biji rusak N = jumlah total biji dalam sampel YHA ITP

  7. CARA KERJA/LANGKAH MENGHITUNG PERSEN KEHILANGAN BOBOT DENGAN FORMULA de LUCA Ambil sampel sesuai metode sampling Timbang sampel Hitung jumlah biji total (N) Pisahkan biji sehat dari biji berlubang/rusak Hitung jumlah fraksi biji sehat Timbang bobot fraksi biji sehat  Hitung bobot rata-rata biji sehat (Ua) Hitung jumlah fraksi biji rusak/berlubang (Nd) Timbang fraksi biji rusak  Hitung bobot rata-rata biji rusak (Da) YHA ITP

  8. Formula HARYADI 1 (Haryadi, 1991) U x N – (U + D) x Nu % kehilangan bobot = ------------------------------ X 100 U x N Keterangan : U = bobot fraksi biji sehat Nu = jumlah biji sehat D = bobot fraksi biji rusak N = jumlah total biji dalam sampel YHA ITP

  9. CARA KERJA/LANGKAH MENGHITUNG PERSEN KEHILANGAN BOBOT DENGAN FORMULA HARYADI 1 Ambil sampel sesuai metode sampling Timbang sampel Hitung jumlah biji total (N) Pisahkan biji sehat dari biji berlubang/rusak Timbang bobot fraksi biji sehat (U) Timbang bobot fraksi biji rusak/berlubang (D) Hitung jumlah biji sehat(Nu) YHA ITP

  10. Formula HARYADI 2 (Haryadi, 1987) Ndt (Ua – Da) % kehilangan bobot = --------------------- X 100 Ua (Ndt + Nu) Keterangan : Ua = bobot rata-rata biji sehat Nu = jumlah biji sehat Da = bobot rata-rata biji rusak Ndt = jumlah teoritis biji rusak YHA ITP

  11. CARA KERJA/LANGKAH MENGHITUNG PERSEN KEHILANGAN BOBOT DENGAN FORMULA HARYADI 2 Ambil sampel sesuai metode sampling Timbang sampel Pisahkan biji sehat dari biji berlubang/rusak Hitung jumlah biji utuh (Nu) Timbang bobot fraksi biji sehat (U) dan hitung jumlahnya (Nu)  Hitung bobot rata-rata biji sehat (Ua), yaitu (U/Nu) Timbang seluruh fraksi biji rusak/berlubang, baik masih utuh maupun sudah pecah (D) Pisahkan biji rusak yang utuh dari biji rusak yang patah-patah Timbang seluruh fraksi biji rusak yang masih utuh (Dc) dan hitung jumlahnya (Ndc)  Hitung bobot rata-rata biji rusak/berlubang yang masih utuh (Da) , yaitu (Dc/Ndc) Hitung jumlah teoritis biji sehat (Ndt), yaitu (D/Da) YHA ITP

  12. Formula KRISHNAMURTHY (IGSI, 1977) % kehilangan bobot = (W + M + G) – (100/ S) (W1 + M1 + G1) Keterangan : S = bobot 100 biji sehat/ tidak terserang/ tidak berlubang W = % biji terserang serangga M = % biji terserang kapang G = % biji berkecambah W1 = W x w1 (w1 = bobot rata-rata biji terserang serangga) M1 = M x m1 (m1 = bobot rata-rata biji terserang kapang) G1 = G x g1 (g1 = bobot rata-rata biji berkecambah) YHA ITP

  13. CARA KERJA/LANGKAH MENGHITUNG PERSEN KEHILANGAN BOBOT DENGAN FORMULA KRISHMAMURTHY Ambil sampel sesuai dengan metode sampling yang baku Hitung jumlah biji dalam sampel sampel Pisahkan biji sehat dan timbang bobot biji sehat  Hitung bobot rata-rata biji sehat (Ua) Hitung bobot 100 biji utuh (S) Pisahkan biji rusak berdasarkan kerusakan akibat serangga, kapang, dan perkecambahan Timbang dan hitung jumlah biji rusak karena serangga  Hitung % biji berserangga (W) dan bobot rata-rata biji rusak karena serangga (w1)  Hitung W1 Timbang dan hitung jumlah biji rusak karena kapang  Hitung % biji berkapang (M) dan bobot rata-rata biji rusak karena kapang (m1)  Hitung M1 Timbang dan hitung jumlah biji berkecambah  Hitung % biji berkecambah (G) dan bobot rata-rata biji berkecambah (g1) Hitung G1 YHA ITP

  14. Formula ACTUAL LOSS (Ua x N) - U % kehilangan bobot aktual = ------------------ X 100 Ua x N Keterangan : Ua = bobot rata-rata biji sehat U = bobot fraksi biji sehat/ tidak terserang/ tidak berlubang N = jumlah biji dalam sampel YHA ITP

  15. CARA KERJA/LANGKAH MENGHITUNG PERSEN KEHILANGAN ACTUAL LOSS Ambil sampel sesuai metode sampling Timbang sampel Hitung jumlah biji total (N) Pisahkan biji sehat dari biji berlubang/rusak Timbang bobot fraksi biji sehat (U) Hitung jumlah fraksi biji sehat  Hitung bobot rata-rata biji sehat (Ua) YHA ITP

  16. Prosedur pemilihan formula : • Biji dalam sampel hanya terserang serangga dan biji berlubang semua masih utuh (tidak patah/ hancur) : formula Adams 1, Adams 2, de Luca, atau Haryadi 1 • Biji rusak dalam sampel sudah tidak utuh : formula Haryadi 2 • Biji terserang serangga dan kapang, ada biji berkecambah : formula Krishnamurthy (denominasi G dan g1 tidak perlu digunakan jika tidak ada biji berkecambah) Kelebihan teknik penghitungan kehilangan bobot Kelebihan : Praktis dan mudah digunakan Alat yang digunakan sederhana Kelemahan : Terjadi bias jika serangan serangga masih tahap awal Membutuhkan kesabaran YHA ITP

  17. CONTOH PERHITUNGAN Total biji dalam sampel : 1149 (bobot 21,73 g) Jumlah biji sehat : 983 (bobot 20,35 g) Jumlah biji berlubang : 106 (bobot 0,54 g) g) Jumlah biji berkapang : 60 (bobot 0,84 g) YHA ITP

  18. CONTOH PERHITUNGAN Total biji dalam sampel : 1004 (bobot 19,67 g) Jumlah biji sehat : 915 (bobot 19,22 g) Jumlah biji berlubang : 89 (bobot 0,45 g) g) YHA ITP

  19. TERIMA KASIH YHA ITP