1 / 29

Bab 6 Perspektif Post Positivisme :Kritik Terhadap Positivisme

Bab 6 Perspektif Post Positivisme :Kritik Terhadap Positivisme. Disusun Oleh : Raymond Kurniawan (915060010) Pondy Gunawan (915060015). POSITIVISME. Merupakan : penyamarataan ilmu-ilmu manusia dengan ilmu-ilmu alam mendapat tantangan keras dari filsuf-filsuf yang datang sesudahnya.

daxia
Download Presentation

Bab 6 Perspektif Post Positivisme :Kritik Terhadap Positivisme

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Bab 6Perspektif Post Positivisme :Kritik Terhadap Positivisme Disusun Oleh : Raymond Kurniawan (915060010) Pondy Gunawan (915060015)

  2. POSITIVISME • Merupakan : penyamarataan ilmu-ilmu manusia dengan ilmu-ilmu alam mendapat tantangan keras dari filsuf-filsuf yang datang sesudahnya. • Contoh : Seorang menebang pohon di musim dingin , lalu membawanya pulang, kita mengamati lalu berpendapat bahwa orang tersebut ingin membuatnya menjadi kayu bakar,padahal hal tersebut belum tentu benar.

  3. Post-Positivisme • Merupakan pemikiran yang menggugat asumsi dan kebenaran-kebenaran positivisme. • Pemikiran ini muncul dengan sejumlah tokoh , antara lain : Karl R. Popper , Thomas Kuhn , Frankfurt School (Mazhab Franfkfurt) , Feyerabend , dan Richard Rotry

  4. Post-Positivisme • Beberapa asumsi dasar post-positivisme: • Pertama, Fakta tidak bebas melainkan bermuatan teori. • Kedua, Falibilitas teori. Tidak satu teori pun yang dapat sepenuhnya dijelaskan dengan bukti-bukti empiris. Bukti empiris memiliki kemungkinan untuk menunjukkan fakta anomali • Ketiga, Fakta tidak bebas melainkan penuh dengan nilai • Keempat, Interaksi antara subjek dan objek penelitian. Hasil penelitian bukanlah reportase objektif melainkan hasil interaksi manusia dan semesta yang penuh dengan persoalan dan senantiasa berubah

  5. Ontologi post-positivisme Ada 3 bentuk ontologi post-positivisme : • Realisme • Nominalisme • Konstruksionisme sosial

  6. Realisme • Realisme  kalangan realis meyakini bahwa realitas yang diamati adalah realitas sebenarnya, yang mutlak benar.

  7. Nominalisme • Sementara kalangan nominalis mengajukan gagasan bahwa keberadaan fenomena sosial hanya terwujud dalam batas nama dan label yang subjek berikan pada realitas tersebut

  8. Konstruksionisme Sosial • Kalangan konstruksionis menekankan bahwa realitas itu dianggap ada atau tidak bergantung pada pengaruh makna sosial yang dimiliki subjek , makna sosial ini dibentuk melalui interaksi historis yang dialami subjek.

  9. Ontologi post-positivisme • Pandangan post-positivisme mirip dengan pandangan konstruksionisme sosial terutama dalam dua cara : • Pertama, kaum post-positivis meyakini bahwa proses konstruksi sosial terjadi dalam berbagai cara dan terpola secara relatif pada kerja penelitian.

  10. Ontologi Post-positivisme • Kedua, banyak kalangan post-positivis meyakini bahwa konstruksi sosial tersebut dapat ditemukan secara objektif pada para pelaku dunia sosial.

  11. 1. Struktur teori perspektif post-positivisme Robert Dubin (1978) Dalam teori komunikasi empatik, unit terdasarnya berupa konsep-konsep tentang : • Respons komunikatif • Perhatian empatik • Pengaruh emosional

  12. Respons komunikatif • Kita dapat mendefinisikan respons komunikatif sebagai “kecakapan” seorang pelaku interaksi dalam memahami dan merespons kebutuhan orang lain secara tepat

  13. Perhatian empatik  Merupakan respons emosional nonparalel dimana seseorang merasakan “untuk” yang lain.

  14. Pengaruh emosional • Merupakan respons emosional yang sejajar (paralel) dimana seseorang merasakan “dengan” yang lain.

  15. Teori Komunikasi Empirik

  16. Teori Komunikasi Empirik

  17. Teori Komunikasi Empirik

  18. Fungsi teori perspektif post-positifisme • Ada 3 fungsi teori yang paling sering diyakini kaum post-positivis, yakni : fungsi –fungsi yang saling terkait antara penjelasan (explanation) , prediksi (prediction), dan kontrol control).

  19. Kriteria Evaluasi dan perbandingan teori • Ada beberapa cara untuk menilai dan mengevaluasi sebuah teori (Thomas Kuhn, dalam Miller.2002:43-44) • Sebuah teori harus akurat • Sebuah teori harus konsisten, baik secara eksternal maupun internal • Sebuah teori harus memiliki ruang lingkup yang luas • Sebuah teori harus sederhana atau dalam tema yang sering dipakai kalangan teoretis, teori bersifat parsimonous (terbatas) • Sebuah teori harus menghasilkan (be frutiful)

  20. Proses perkembangan teori • Pada setiap proses pengujian dan pengembangan teori , kita harus merangkai observasi dengan metode ilmiah tertentu. • Untuk dapat memahami metode ilmiah dan penelitian perspektif post-positivisme dapat kita lihat pada tabel berikut :

  21. Tabel proses perkembangan teori

  22. Proses Perkembangan Teori • Metode ilmiah berbeda dengan metode Naif. Metode naif yang dimaksud adalah cara-cara kita meneliti suatu masalah yang hanya berdasarkan kebiasaan, atau tanpa metode yang jelas. • Sementara metode ilmiah mensyaratkan adanya penggunaan konsep abstrak tertentu dalam mengamati kenyataan

  23. Pemikiran Karl R.Popper • “ilmu pengetahuan tidak hanya dihasilkan dan bekerja dengan logika induksi semata” • Logika induksi adalah logika penarikan kesimpulan umum melalui pengumpulan fakta-fakta konkret. • Fakta-fakta konkret yang terkumpul digunakan untuk membenarkan suatu teori

  24. Pemikiran Karl R.Popper • Oleh karena itu menurut Popper , daripada bersusah payah mencari fakta-fakta membenarkan, ilmuwan lebih baik menggunakan waktunya untuk mencari fakta anomali. • “Daripada mengumpulkan sebanyak mungkin angsa berwarna putih (untuk mendukung gagasan bahwa semua angsa pasti berwarna putih) lebih baik mencari satu angsa berwarna hitam guna memfalsifikasi kesimpulan bahwa semua angsa berwarna putih

  25. Pandangan rasionalistis beranggapan bahwa suatu teori baru akan diterima kalau sudah etrbukti bahwa ia dapat meruntuhkan teori lama yang ada sebelumnya. • Pengujian teori tersebut menggunakan suatu tes empiris.

  26. P1  TT  EE  P2 • Keterangan : • P1: problem pertama • TT: Teori Tentatif • EE: Error Elimination • P2: persoalan baru

  27. Pemikiran Thomas Kuhn • Bagi Kuhn, Popper sangat dipengaruhi oleh idea of progress, yaitu keyakinan bahwa perkembangan pengetahuan akan berjalan secara linear dan bahwa setiap pergantian paradigma lama oleh paradigma baru selalu berarti kemajuan.

  28. Pemikiran Thomas Kuhn • Kuhn meyakini bahwa Idea Of Progress tidaklah benar. • Berikut merupakan model pemikiran Kuhn • P1  SN  A  K  P2 • P1 : Paradigma 1 • SN : Ilmu pengetahuan Normal • A : Anomali • K : krisis • P2 : Paradigma 2

  29. Perbedaan Karl Popper dengan Thomas Kuhn

More Related