Opini Publik - PowerPoint PPT Presentation

darrin
opini publik n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Opini Publik PowerPoint Presentation
Download Presentation
Opini Publik

play fullscreen
1 / 28
Download Presentation
Opini Publik
556 Views
Download Presentation

Opini Publik

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. OpiniPublik

  2. Manohara

  3. Pertengahanbulan April tahun 2009 namaManoharaOdelia Pinot begituramaidi media massa. Namanyamencuatsejakkasusdugaankekerasanrumahtangga (KDRT) yang dilakukansuaminya, Pangeran Kelantan Malaysia, Tengku Muhammad Fakhry. MeskipungadiskebangsaanAmerikaSerikatdanBugisinisudahterjundidunia model sejaktahun 2006 namunnamanyahampirtakterdengar.

  4. Padaawalnyakasusinibiasa-biasasajanamunmenjadisangatbesarsaatibuManohara, Daisy Fajrina, melakukanjumpapersdikantorKomnas HAM tanggal 23 April. Daisy menceritakankisah “penculikan” danpenganiayaan yang dialamiputrinyaitu.

  5. Keperkasaan Media Massa • Siapa yang takkenalManohara? Model yang terpilihdalam 100 Pesona Indonesia menurutMajalah Harper’s inimenjaditopikhangatpadatahun 2009. Mulaidariiburumahtangga, karyawan, sampaikanak-kanak pun familiar denganwajahcantikdankisahnya yang mengharu-biru. Media massamenjadikannyalalu-lalangramaikanlayarkacakita. Taktanggung-tanggung, semuastasiuntelevisimemilikijadwalwawancaralangsungdengannya. Semuaaspekkehidupannyadikupastuntasuntukdipaparkankepadapemirsa.

  6. Kekuatan media memangtidakdiragukanlagidalammemengaruhimassa. Respondarimasyarakatbegitumendalam. Ketikasebuahtelevisiberinovasidengan Twitter danFacebook agar pemirsabisamenanyakanlangsunghal-halkeciltentangManohara, munculpertanyaan “Is that Christian Louboutin?” dan “BerapabuahkoleksiTas Hermes milikMano?”. Benar-benarluarbiasa. Pengaruh media terhadapkhalayaksampaisebegitujauhnyasehinggamerekajelidansangatsadarmerk.

  7. Para ilmuwankomunikasidaridulusampaisekarangberbedapendapatmengenaikekuatan media massamemengaruhipendapatdansepakterjangkhalayak. Sebagianmengatakansesungguhnya media itusangatpowerfull. Media tidakhanyasanggupmemengaruhiopinipublik, tapijugatindakanpublik.

  8. Di sisi lain, pengaruh media dikatakanterbatas, tergantungpadakonteksruangdanwaktu, dandimana media itubekerja. Bagimereka yang menganggapthe media is powerfull, kemudianmelahirkanbeberapateorikomunikasimassa yang memilikipengaruhbesarterhadapmasyarakatdanbudaya, yakniteori Agenda Setting, teoriDependensi, Spiral of Silence, danInformation Gaps.

  9. Agenda Setting • Masyarakat Indonesia yang plural dalamragambudayadan strata ekonomiberhasildigiringtelevisipadasatutitiksikap, simpatibagiManohara. Inilahkekuatan media massa, mampumemengaruhiperubahankognitifpemirsa. • Dasarpemikiranteoriiniadalahdiantaraberbagaitopik yang dimuat media massa, topik yang mendapatlebihbanyakperhatiandari media akanmenjadilebihakrabbagipembacanyadanakandianggappentingdalamsuatuperiodetertentu. Akanterjadisebaliknyabagitopik yang kurangmendapatperhatian media.

  10. Teori agenda setting pertama kali dikemukakanoleh Walter Lippman (1965) padakonsep “The World Outside and The Picture in Our Head” yang sebelumnyatelahmenjadibahanpertimbanganoleh Bernard Cohen (1963) dalamkonsep “The mass media may not be successful in telling us what to think, but they are stunningly successful in telling us what to think about“.

  11. Penelitianempirisinidilakukan Maxwell E. McCombs dan Donald L. Shaw ketikamerekamenelitipemilihanpresidentahun 1972. Merekamengatakan, walaupunparailmuwan yang menelitiperilakumanusiabelummenemukankekuatan media seperti yang disinyalirolehpandanganmasyarakat yang konvensional, belakanganinimerekamenemukancukupbuktibahwaparapenyuntingdanpenyiarmemainkanperanan yang pentingdalammembentukrealitassosialkita.

  12. Ituterjadiketikamerekamelaksanakantugaskeseharianmerekadalammenonjolkanberita. Khalayakbukansajabelajartentangisu-isumasyarakatdanhal-hal lain melalui media, merekajugabelajarsejauhmanapentingnyasuatuisuatautopikdaripenegasan yang diberikanoleh media massa.

  13. Contohkasus lain yang menjadipilihan media adalahPritaMulyasari. Ibumuda yang dipenjarakarenamengeluhkanpelayanansebuahinstitusimelalui email disebuahmailist. Media massamengeksposnya. Takayal, dukungandansimpatimengalirderasbagipembebasannya. Sampai-sampaidiadakannyaaksisolidaritasKoinPeduliPritadalamrangkamembantuPritadalammemperolehuanguntukbayardendakepadaRumahSakit Omni Internasionalsebesar Rp204.000.000,-.

  14. Alhasilsumbanganseluruhmasyarakatdariseluruh Indonesia sebesar Rp825.728.550,-. Jumlahiniempat kali lipatmelebihidenda yang harusdibayarkanPritakepadaRumahSakit Omni Internasional.

  15. Framing yang dilakukan media membuatsuatuberitaterusmenerusditayangkandi media sehinggamuncul agenda publik. Seperti yang dikatakan Robert N. Entman, framing adalahprosesseleksidariberbagaiaspekrealitassehinggabagiantertentudariperistiwaitulebihmenonjoldibandingkanaspek lain. Masyarakatakanmenjadikantopikutama yang diangkatoleh media sebagaibahanperbincangansehari-hari. Pengaruhdariteori agenda setting terhadapmasyarakatdanbudayasangatbesar.

  16. Dunia fashion mengambilkesempataniniuntukmenarik style untukkemudianmenjadikannyatrendsetter. Bahkanhinggamenyentuhlapisanmasyarakatmenengahkebawah. BanyakdijualkaosbergambarwajahManoharadipasaran. PopularitasManoharaditanah air langsungmelesatbak meteor. Begitujuga yang terjadipadakasusPrita. Dampakdari media massa yang terusmem-blow upkasusnyaterbentuklahopinipublik yang cenderunguntukmemberinyadukungan.

  17. Agenda setting sendiribarumenunjukankeampuhannyajika agenda media menjadi agenda publik. Lebihhebatnyalagijika agenda publikmenjadi agenda kebijakan. Bernard C. Cohen (1963) mengatakanbahwapersmungkintidakberhasilbanyakpadasaatmenceritakanorang-orang yang berpikir, tetapiberhasilmengalihkanparapemirsadalamberpikirtentangapa.

  18. Kita bisamemakai media apasajauntukmembangunopini, tapijikatidaksejalandenganselerapublik, makaisu yang dibangundenganinstensitassekuatapa pun belumtentuefektif. Akibatdariopini yang dibangunpublikmengenaiduakasusdiatas, pemerintahturuntangandalammemberikankebijakanterhadapkasus-kasusini.

  19. KelemahanTeori Agenda Setting • Cobakitalihatskandal Century yang semakinmemanashinggahariini. Beritanyatidakmenjaditopikutamadisemua media massa. Hanyabeberapa media saja yang menjadikannyaheadline. Ituterjadikarenatidaksesuaidenganselerapublik. Di sinilahkelemahandariteori agenda setting.

  20. Ketikamulaimasukkeselerapublikmakateori yang lebihrelevanuntukmelihatnyaadalahUses dan Gratification. Teoriinimempertimbangkanapa yang dilakukanorangpada media, yaitumenggunakan media untukpemuaskebutuhannya.

  21. Dalammemenuhikebutuhansecarapsikologisdansosial, audiensmenjaditergantungpada media massa. Audiensmemperlakukan media sebagaisumberinformasibagipengetahuanmengenaiperkembangankasus Century. Karenaitu, media pun bersediamenayangkanSidangPansus Century secara live.

  22. Media mencobamemberikanapa yang dibutuhkanolehaudienssehinggamemberikanefekdalamranahafektifaudiens. Salahsatunyaadalahmeningkatdanmenurunnyadukungan moral terhadapskandal Century yang sedangdalampenyelesaian.

  23. Bernard C. Cohen (1963) mengatakanbahwapersmungkintidakberhasilbanyakpadasaatmenceritakanorang-orang yang berpikir, tetapiberhasilmengalihkanparapemirsadalamberpikirtentangapa. Initermasukdalamkelebihandariteori agenda setting. Sementarayang lainnyamemilikiasumsibahwasuatuberitamudahdipahamidanmudahuntukdiuji. Dari kelemahandankelebihan yang dimilikiteoriagenda setting tentuadasajadampaknegatifdanpositifnya.

  24. Media Literacy • Teori yang disebutCultural Norms, beranggapanbahwa media tidakhanyamemilikiefeklangsungterhadapindividu, tetapijugamemengaruhikultur, pengetahuankolektif, dannormaserta nilai-nilaidarisuatumasyarakat. Media massatelahmenghadirkanseperangkatcitra, gagasan, danevaluasidarimanaaudiensdapatmemilihdanmenjadikanacuanbagiperilakunya. Sangatpentingbagipemirsauntukmenyikapidenganbenarmasalahnegatif yang timbuldariteori agenda setting.

  25. Dalamteori agenda setting, audiensbersifatpasifsehinggatidakbisamengontrolefek yang menimpanya. Agar tidakterjadikesalahandalamperolehaninformasimakaperluuntukmelek media atauLiteracy Media. James Potter dalambukunya yang berjudul “Media Literacy” (Potter, 2001) mengatakanbahwamedia Literacy adalahsebuahperspekif yang digunakansecaraaktifketikaindividumengakses media dengantujuanuntukmemaknaipesan yang disampaikanoleh media.

  26. Pendekatan Media Literacy • Sebuahrangkaiankesatuan, yang bukanmerupakankondisikategorikal • Media literacyperludikembangkandenganmelihattingkatkedewasaanseseorang • Tujuandarimedia literacyadalahuntukmemberikitakontrol yang lebihuntukmenginterpretasipesan.

  27. Media literacy bersifatmultidimensi, yaitu domain kognitif yang mengacupadaproses mental danprosesberpikir, domain emosiyaitudimensiperasaan, domain estetis yang mengacupadakemampuanuntukmenikmati, memahamidanmengapresiasiisi media darisudutpandangartistik, dan domain moral yang mengacupadakemampuanuntukmenangkapnilai-nilai yang mendasarisebuahpesan

  28. Beritabukanrefleksidarirealitasmelainkankonstruksidarirealitas. Sebagaimasyarakat modern, masyarakat yang selalumembutuhkaninformasiataubisadikatakanInformation Based Society, kitaharusmelek media. Hal inibertujuan agar kitatidaksalahdalammenerimaberita. Kita jadiselektifdalammenanggapi media massa. Karenamenjadiaudiens yang pasiftidaklahmenyenangkan. Akankahselamanyakehidupankitadiaturberdasarkan agenda setting dari media?