1 / 24

Peraturan Dirjen Hubud No. SKEP 255/IV/2011 Tentang Pemeriksaan Kargo Dan Pos Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara

Peraturan Dirjen Hubud No. SKEP 255/IV/2011 Tentang Pemeriksaan Kargo Dan Pos Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara. Angkutan Kargo dan Pos sangat kental dengan aspek komersial, sehingga akan terjadi conflict of interest kalau pemeriksaan security tersebut dilakukan bukan oleh independent body.

dalit
Download Presentation

Peraturan Dirjen Hubud No. SKEP 255/IV/2011 Tentang Pemeriksaan Kargo Dan Pos Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Peraturan Dirjen HubudNo. SKEP 255/IV/2011TentangPemeriksaan Kargo Dan Pos Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara

  2. Angkutan Kargo dan Pos sangat kental dengan aspek komersial, sehingga akan terjadi conflict of interest kalau pemeriksaan security tersebut dilakukan bukan oleh independent body. • Apabila pemeriksaan keamanan terhadap cargo dan pos dilakukan di Lini 1 (cargo warehouse) secara penuh (yaitu satu per satu masuk mesin x-ray) sementara space, petugas dan peralatan pemeriksa terbatas, maka akan terjadi penumpukan kargo dan pos yang mengganggu arus kargo, yang akhirnya akan mengganggu perkembangan ekonomi nasional, serta berkumpulnya banyak orang akan menyulitkan dalam pemeriksaan dan pengawasan keamanannya. LATAR BELAKANG Bahan Sosialisasi

  3. Saat ini “pemeriksaan pertama/first check” dilakukandi tempat “penerimaan akhir/final gate” (Lini 1), yang seharusnya hal itu dilakukan diluar Lini 1. Semua barang yang ada di lini 1 harusnya sudah dalam kondisi “ready for carried” bukan “standby for checked”, perlu diketahui: • Pergudangan adalah “CrowdCenter” yaitu “Peoples + Vehicles + Goods” ada dalam satu alur diarea/lahan pergudangan yang sangat terbatas. • Aviation business adalah “Time, Space & Quality Sensitive” • Konsep pergudangan yang ada sekarang adalah “Multi & Separate Warehouses” seharusnya “Integrated Cargo Terminal”. KONDISI SEKARANG Bahan Sosialisasi

  4. Pemeriksaankeamanankargodanpos yang akandiangkutdenganpesawatudaradilakukanuntukmemastikanterpenuhinyakeamanandankeselamatanpenerbangan. • Pemeriksaankargodanposdilakukanbadanusahaindependen yang hanyamelakukankegiatanusahadibidangpemeriksaankargodan pos. • Daerah keamananterbatas (security restricted area) di kawasangudangkargoatausisiudaraharusdapatdikendalikantingkatkeamanannyabaikterhadap orang, barangdankendaraan. KONDISI IDEAL Bahan Sosialisasi

  5. ICAO, Annex 17amandemen 11 (danmempertimbangkan draft amandemen 12 yang akan berlaku Julitahun 2011) • KM 9/2010tentang Program KeamananPenerbanganNasional (yang sekarangsedang proses finalisasirevisi) • Peraturan DirJend Hubud No: SKEP/47/IV/2010, yang sudah di rubah dengan Peraturan Dirjen Hubud Nomor 255/IV/2011 tanggal 21 April 2011 tentang Juknis Pemeriksaan Keamanan Kargo dan Pos yang yang diangkut dengan pesawat udara DASAR HUKUM Bahan Sosialisasi

  6. Each Contracting State shall establish a process for approval of regulated agents, if such agents are involved in implementing security controls; • Each Contracting State shall ensure that operators do not accept cargo or mail for carriage on an aircraft engaged in passenger commercial air transport operations unless the application of security controls is confirmed and accounted for by a regulated agent, or such consignments are subject to appropriate security controls; ICAO Annex 17, Chapter 4.6 Bahan Sosialisasi

  7. DEFINISI • Regulated Agent adalah badan hukum Indonesia yang melakukan kegiatan usaha dengan badan usaha angkutan udara yang memperoleh ijin dari Dirjen Hubud untuk melaksanakan pemeriksaan keamanan terhadap kargo dan pos. • Pemeriksaan Kargo (Pemeriksaan Keamanan Kargo) adalah prosedur pemeriksaan untuk mencegah terangkutnya bahan peledak (explosives) dan bahan berbahaya (dangerous substances) dalam kiriman kargo dan pos yang akan diangkut dengan pesawat udara sipil. • Kargo adalah barang yg diangkut pesawat udara selain kiriman pos, stores dan bagasi penumpang atau bagasi yg salah tujuan (mishandle). • Barang pos adalah kantung atau wadah lain yang berisi himpunan surat pos dan atau paket pos untuk dipertukarkan. Bahan Sosialisasi

  8. DEFINISI • Sertifikat Keamanan Pengiriman (Consignment Security Sertificate) adalah dokumen yang ditandatangani oleh regulated agent yang menjamin bahwa kiriman kargo dan pos yang diserahkan ke badan usaha angkutan udara telah memenuhi persyaratan keamanan. • Pengirim (unknown shipper) adalah orang perseorangan atau korporasi yang menyerahkan pemeriksaan keamanan terhadap kargo dan pos miliknya kepada regulated agent. • Pengirim Pabrikan (known shipper) adalah badan usaha yang mempunyai perjanjian kerjasama dengan regulated agent dalam hal pemeriksaan keamanan barang kargo yang diproduksi secara regular dan didaftarkan di dalam perjanjian kerjasama. Bahan Sosialisasi

  9. Regulated Agent adalah sebagai pelaku tunggal dalam pemeriksaan keamanan kargo dan pos setelah memperoleh ijin dari Dirjen Hubud. • Masa berlaku ijin pemeriksaan keamanan kargo dan pos oleh regulated agent adalah 5 tahun, dan dievaluasi setiap tahun. • Regulated Agent berhak memungut tarif atas jasa pemeriksaan keamanan yang diberikan. KEWENANGAN Bahan Sosialisasi

  10. Badan Usaha Bandar Udara / Unit Penyelenggara Bandar Udara pemegang Sertifikat Bandar Udara / Registrasi Bandara dan Memiliki Program Keamanan Bandara Yang telah Disahkan Dirjen; • Badan Hukum Indonesia ; • Badan Hukum Gabungan dari Bandara dan Badan Hukum Indonesia; SIAPA SAJA YANG BISA MENJADI RA ? Bahan Sosialisasi

  11. Untukmendapatkanijinsebagai regulated agent paling sedikitharusmemenuhipersyaratanadministrasidanteknisoperasional. • Persyaratanadministrasiantara lain memuat: • Aktapendirianbadanusaha Indonesia yang usahanyabergerakdibidangpemeriksaankeamanan; • Izin Usaha Perusahaan yang izinnya di bidang kargo udara; • PersyaratanTeknisOperasionalantara lain memuat: • Memilikiataumenguasairuanganataubangunanuntukfungsipemeriksaankeamanankargodan pos yang berlokasididaerahpublikdan/atauluarbandarasertadijaminsterilisasikeamanannya; • Memiliki Program Keamanan Regulated Agent yang disyahkanDirjenHubud; • Memilikifasillitaspenerimaan, pemeriksaan, penyimpanan, dansistempengawasan; • Memilikiataumenguasaikendaraanpengirimankargodan pos; • Memilikipersonilavsec (1 senior, minimal 2 junior) dan minimal 2 berlisensi dangerous goods “A” • Memilikiasuransijasapelayanan regulated agent. PERSYARATAN Bahan Sosialisasi

  12. PERSYARATAN Fasillitaspemeriksaan & pemantauankeamanan yang harusdimilikiberdasarkanklasifikasijasapemeriksaan RA, yaitu: • Unit mesin x-ray kargo; • Unit pendeteksipencaribahanpeledak; • Unit pendeteksilogamgenggam; • Unit gawangpendeteksilogam; • Kacapendeteksi; • Monitor pemantau (CCTV); • Pagarkeamananuntukgedung/ruangpemeriksaan; • Pemadamkebakaranjinjing; • Segelkeamanan yang terdiridari label pemeriksaankemasankargo/pos danbokskendaraanpengangkutsertakunciplastikk solid yang bernomorseridanberidentitasperusahaan. Bahan Sosialisasi

  13. Mengajukan permohonan kepada Dirjen Hubud. • Melengkapi persyaratan administrasi dan teknis operasional. • Permohonan yang lengkap akan dilakukan evaluasi : - administrasi; - teknis operasional; dan - peninjauan lapangan. • Masa evaluasi selesai dilakukan paling lambat 30 hari kalender • Hasil evaluasi diberitahukan paling lambat 14 hari kerja • Izin sebagai regulated agent berupa Sertifikat Regulated Agent. TATA CARA MEMPEROLEH IJIN “RA” Bahan Sosialisasi

  14. Prosedur Kegiatan Regulated Agent meliputi : - Penerimaan; - Pemeriksaan; - Penyimpanan; - Pengangkutan - Penyerahan • Dalam prosedur penerimaan dilakukan proses pemeriksaan, penyimpanan dan pemeliharaan Dokumen Pengiriman kargo dan pos antara lain : - Pemberitahuan Tentang Isi; - Surat Muatan Udara; - Perjanjian pengiriman kargo dan pos bagi pengirim pabrikan PROSEDUR KEGIATAN “RA” Bahan Sosialisasi

  15. DalamProsedurPemeriksaandilakukanpemeriksaankeamanan • Pemeriksaandilakukandenganmenggunakanperalatanpemeriksaankeamananataupemeriksaansecara manual. • Pemeriksaankeamananterhadapbarang-barangkhususdilakukandengancarapemeriksaandokumendariinstansiterkaitdenganbarangkhusus. • RA harus melakukan sertifikasi terhadap pengirim pabrikan (Known Shipper). • Kargo & pos yang dikirimolehpengirimpabrikan(Known Shipper) dilakukanpemeriksaankeamanan manual secara random. • Kargodanpos yang telahdilakukanpemeriksaankeamanandiberi label pemeriksaankeamanandandibuatkanjaminankeamananpengiriman. PROSEDUR KEGIATAN “RA” Bahan Sosialisasi

  16. PROSES PEMERIKSAAN

  17. DalamProsedurPenyimpanan, Regulated Agent harusmenyediakantempatpenyimpanankargodan pos yang telahdilakukanpemeriksaankeamanansebelumdiangkutkebandaraataudiserahkankepadabadanusahaangkutanudara. • Tempatmenyimpankargodan pos harusdijagatingkatkeamanannya. • DalamProsedurPengangkutan, Regulated Agent harusmenyediakankendaraanpengangkutuntukkargodan pos yang telahdilakukanpemeriksaan, danharusdijagatingkatkeamanannyaselamadalamperjalanansampaikargodan pos diserahkandanditerimaolehbadanusahaangkutanudara. PROSEDUR KEGIATAN “RA” Bahan Sosialisasi

  18. Dalam Proses Penyerahan, PenyelenggaraBandaradalampelaksanaankegiatanpengangkutankargodanposharus: • menyediakanpintumasukdaerahkeamananterbataskargo; • melakukanpemeriksaankeamanan yang meliputi : • ijinmasuk orang dankendaraan; • orang perseorangan, barangbawaandankendaraan; • segelkeamanankendaraanpengangkut; dan • sertifikatkeamananpengiriman • Penyerahankargodanposdari regulated agent kebadanusahaangkutanudaradilakukan di area penerimaanpadadaerahkeamananterbataskargo. OPERATOR BANDAR UDARA TANGGUNG JAWAB DAN LANGKAH-LANGKAH YANG HARUS DILAKUKAN OLEH : Bahan Sosialisasi

  19. : Pagar Pemisah area publik dan restricted area : Lokasi Pemeriksaan (Security Check Point) daerah keamanan terbatas, terhadap CSC, pengemudi dan kendaraan (fisik dan pas/izin masuk) C B A CONTOH LAYOUT AREA CARGO DI BANDARA SOEKARNO-HATTA

  20. BADAN USAHA ANGKUTAN UDARA (Airlines) • Badan usaha angkutan udara dan Regulated Agent harus menyesuaikan/mengharmonisasikan SOP Pemeriksaan dan Pengangkutan Kargo dan Pos; • Badanusahaangkutanudara yang menerimakargodanposdari regulated agent harusmelakukanpemeriksaanterhadap: • SuratMuatanUdara; • SertifikatKeamananPengiriman; • Dokumen lain yang diperlukandalampengangkutankargodanpostertentu, seperti : • shipper declaration untukbarangberbahaya • suratizinkarantinauntukhewandantumbuhan • suratijinpihakberwenanguntukbahanpeledak • Keutuhansegelkeamanankendaraanpengangkut. Bahan Sosialisasi

  21. BADAN USAHA ANGKUTAN UDARA (Airlines) • BadanusahaangkutanudaradanRegulated agent bersama-samamembukasegelkeamanankendaraanpengangkutsaat proses penerimaankargodanpos. • Badan Usaha AngkutanUdarabertanggungjawabterhadap: • penempatankargodanpos yang diterimadari regulated agent; • pengawasankeamananterhadapkargodanpos yang diinapkandan/atau yang mengalamipenerbanganpindahpesawat; • pemuatankargodanposkedalampesawatudara; • menjagatingkatkeamanankargodan pos. Bahan Sosialisasi

  22. Dirjen Hubud dan/atau Kepala Kantor Otoritas Bandara melaksanakan pengawasan terhadap regulated agent dalam pemenuhan peraturan keamanan penerbangan untuk pemeriksaan keamanan kargo dan pos. • Regulated Agent bertanggung jawab melaksanakan pengawasan (quality control) internal untuk menjamin pemenuhan terhadap peraturan keamanan penerbangan. • Regulated Agent wajib membentuk unit kerja yang melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan dibidang pemeriksaan keamanan kargo dan pos; • Melaporkan hasil pengawasan setiap 3 (tiga) bulan ke Kepala Kantor Otoritas Bandara. PENGAWASAN Bahan Sosialisasi

  23. Badan Usaha Angkutan Udara yang belum dapat dilayani oleh Regulated Agent harus menyesuaikan dengan peraturan ini paling lambat 1 (satu) tahun sejak peraturan ini berlaku. • Apabila setelah 1 (satu) tahun belum ada RA yang melayani, maka kargo dan pos dilarang untuk diangkut kedalam pesawat udara KETENTUAN PERALIHAN Bahan Sosialisasi

  24. TERIMA KASIH Bahan Sosialisasi

More Related