sosialisasi kurikulum 2013 di sulawesi selatan n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Sosialisasi kurikulum 2013 di SULAWESI SELATAN PowerPoint Presentation
Download Presentation
Sosialisasi kurikulum 2013 di SULAWESI SELATAN

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 70

Sosialisasi kurikulum 2013 di SULAWESI SELATAN - PowerPoint PPT Presentation


  • 166 Views
  • Uploaded on

Sosialisasi kurikulum 2013 di SULAWESI SELATAN. Sulawesi Selatan , 8-9 Februari 2013. Oleh : Musliar kasim Wakil Menteri Bidang Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sosialisasi kurikulum 2013 di SULAWESI SELATAN. Maros , 23 Februari 2013. Oleh :

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Sosialisasi kurikulum 2013 di SULAWESI SELATAN' - cid


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
sosialisasi kurikulum 2013 di sulawesi selatan

Sosialisasikurikulum 2013di SULAWESI SELATAN

Sulawesi Selatan, 8-9Februari2013

Oleh:

Musliarkasim

WakilMenteriBidangPendidikan

KementerianPendidikandanKebudayaan

sosialisasi kurikulum 2013 di sulawesi selatan1

Sosialisasikurikulum 2013di SULAWESI SELATAN

Maros, 23Februari2013

Oleh:

Tim Widyaiswara LPMP Sulawesi Selatan

slide4

Model Soal TIMSS

TIMSS dan PIRLS membagi soal-soalnya menjadi empat katagori:

  • Low mengukur kemampuan sampai level knowing
  • Intermediate mengukur kemampuan sampai level applying
  • High mengukur kemampuan sampai level reasoning
  • Advance mengukur kemampuan sampai level reasoning with incomplete information

4

slide5

Refleksi dari Hasil PISA 2009

Matematika

IPA

Hampir semua siswa Indonesia hanya menguasai pelajaran sampai level 3 saja, sementara negara lain banyak yang sampai level 4, 5, bahkan 6. Dengan keyakinan bahwa semua manusia diciptakan sama, interpretasi dari hasil ini hanya satu, yaitu: yang kita ajarkan berbeda dengan tuntutan zaman  penyesuaian kurikulum

Bahasa

5

slide6

Results ofMathematics (8th Grade)

2007

2011

Lebih dari 95%siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara hampir 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional

6

slide7

Results of Science(8th Grade)

2007

2011

Lebih dari 95%siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara hampir 40% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional

7

slide8

Results ofReading (4th Grade)

2006

2011

Lebih dari 95%siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara lebihdari50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional

8

slide9

Perbandingan Kurikulum IPA SMP Kelas VIII dan Materi TIMSS

Merah: Belum Diajarkan di Kelas VIII

Ada beberapa topik yang sebenarnya diajarkan di kelas IX, sehingga belum semua diajarkan pada siswa SMP Kelas VIII yang mengikuti TIMSS

9

slide10

Perbandingan Kurikulum Matematika SMP Kelas VIII dan Materi TIMSS

Merah: Belum Diajarkan di Kelas VIII

Ada beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini, sehingga menyulitkan bagi siswa kelas VIII yang mengikuti TIMSS

10

slide11

Perbandingan Kurikulum IPA SD Kelas IV dan Materi TIMSS

Ada beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini, sehingga menyulitkan bagi siswa kelas VIII yang mengikuti TIMSS

11

slide12

Perbandingan Kurikulum Matematika SD Kelas IV dan Materi TIMSS

Merah: Belum Diajarkan di Kelas IV

Ada beberapa topik yang tidak terdapat pada kurikulum saat ini, sehingga menyulitkan bagi siswa kelas VIII yang mengikuti TIMSS

12

slide14

Langkah Penguatan Materi

  • Evaluasi ulang ruang lingkup materi:
    • Meniadakan materi yang tidak esensial atau tidak relevan bagi siswa
    • Mempertahankan materi yang sesuai dengan kebutuhan siswa
    • Menambahkan materi yang dianggap penting dalam perbandingan internasional
  • Evaluasi ulang kedalaman materi sesuai dengan tuntutan perbandingan internasional [s/d reasoning]
  • Menyusun kompetensi dasar yang sesuai dengan materi yang dibutuhkan

14

slide16

Bonus Demografi Sebagai Modal

100 tahunkemerdekaan

"Bonus Demografi"

SDM

Usia Produktif Melimpah

  • Kurikulum
  • PTK
  • Sarpras
  • Pendanaan
  • Pengelolaan

Modal Pembangunan

Kompeten

Transformasi Melalui Pendidikan

Beban Pembangunan

Tidak Kompeten

16

mempersiapkan generasi emas 100 tahun indonesia merdeka
Mempersiapkan Generasi Emas100 Tahun Indonesia Merdeka

Strukutur Penduduk Indonesia

Tahun 2010

Generasi 100 thn Merdeka

(Usia pada tahun 2045)

Periode Bonus Demografi

2010-2035

Pendidikan Menengah Universal

PendidikanTinggi yang berkualitasdanberdayasaing

Pendidikan Dasar berkualitas dan merata Pendidikankarakter

Memastikan semua penduduk usia sekolah bersekolah

Kelompok umur

45-54 tahun

35-44 tahun

Jumlah Penduduk (juta)

Paudisasi

Pendidikan Dasar berkualitas dan merata

Pendidikankarakter

Memastikan semua penduduk usia sekolah bersekolah

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2011

Sasaran Kelompok Strategis

18

perbandingan produktivitas per kapita
Perbandingan produktivitas per kapita

Produktivitastenagakerja Indonesia masihrendah,separo Thailand, seperlima Malaysia

Diolah dari ADB, 2007

slide21

Buku IPS Kelas I

Halaman 3

Masuk SD harus sudah lancar menulis

21

slide22

Buku IPA Kelas I

Halaman 1

22

slide23

Buku IPA Kelas I

Halaman 2

Materi ini juga muncul di Bahasa Indonesia

Pada saat masuk SD Kleas I siswa sudah dianggap lancar membaca

23

slide24

Buku IPA Kelas I

Halaman 3

24

slide25

Buku Bhs Indonesia

Kelas I, Halaman 5

Sama Dengan IPS

25

slide27

Tingkat Kesulitan Pelajaran

Warna merah: terlalu berat bagi siswa SD

27

slide29

Nama Kurikulum?

Kurikulum 2013

1

2

  • KTSP yang Disempurnakan

3

  • KTSP Berbasis Kompetensi

4

  • KTSP 2013

29

slide30

*Kurikulum: Kompetensi Lulusan, Isi, Struktur, Proses Pembelajaran,Proses Penilaian, Silabus, Buku*

Tema Kurikulum 2013

Kurikulum yang dapat menghasilkan insan indonesia yang:

Produktif, Kreatif,

Inovatif,

Afektif

melalui penguatan

Sikap, Keterampilan, dan Pengetahuan

yang terintegrasi

Produktif

Kreatif

Inovatif

Afektif

30

slide31

Reformasi Pendidikan Mengacu Pada 8 SNP

Kurikulum 2013

Sedang Dikerjakan

Telah dan terus Dikerjakan

  • Peningkatan Kualifikasi & Sertifikasi
  • Pembayaran Tunjangan Sertifikasi
  • Uji Kompetensi dan Pengukuran Kinerja
  • Rehab Gedung Sekolah
  • Penyediaan Lab dan Perpustakaan
  • Penyediaan Buku
  • BOS
  • Bantuan Siswa Miskin
  • BOPTN/Bidik Misi (di PT)

Manajemen Berbasis Sekolah

31

slide32

Elemen Perubahan

Elemen Perubahan

32

slide38

STRUKTUR KURIKULUM SD

Catatan:

Muatan lokal* dapat memuat Bahasa Daerah

IPA dan IPS kelas I s.d. Kelas III diintegrasikan ke mata pelajaran lainnya

38

slide39

STRUKTUR KURIKULUM SMP

* Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah

39

slide42

Kerangka Kerja Penyusunan dan Peran Guru pada KBK 2004

TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

KERANGKA DASAR KURIKULUM

(Filosofis, Yuridis, Konseptual)

STRUKTUR KURIKULUM

STANDAR ISI (TUJUAN MAPEL SK - KD MAPEL)

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)

STANDAR

PROSES

STANDAR

PENILAIAN

PEDOMAN

SILABUS

Oleh Satuan Pendidikan/Guru

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

BUKU TEKS

SISWA

PEMBELAJARAN & PENILAIAN

42

slide43

Kerangka Kerja Penyusunan dan Peran Guru pada KTSP 2006

TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

KERANGKA DASAR KURIKULUM

(Filosofis, Yuridis, Konseptual)

STRUKTUR KURIKULUM

STANDAR ISI (TUJUAN MAPEL SK MAPEL  KD MAPEL)

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

STANDAR

PROSES

STANDAR

PENILAIAN

PEDOMAN

Oleh Satuan Pendidikan/Guru

SILABUS

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

BUKU TEKS

SISWA

PEMBELAJARAN & PENILAIAN

43

slide44

Realisasi Penyusunan KTSP 2006 dan Peran Satuan Pendidikan

Kurikulum

?

Kurikulum 1994

Kurikulum 2004

Kurikulum 2006

Buku Teks

?

Buku Teks 1994

Buku Teks 2004

Buku Teks

2006

Oleh Satuan Pendidikan/Guru

Pemilihan Buku oleh Satuan Pendidikan/Guru

SILABUS

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

BUKU TEKS

SISWA

PEMBELAJARAN & PENILAIAN

44

Kurikulum ? : Kurikulum yang dikembangkan sendiri oleh sekolah, termasuk adopsi kurikulum luar negeri

slide45

Kerangka Kerja Penyusunan Kurikulum 2013

KESIAPAN PESERTA DIDIK

TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

KEBUTUHAN

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN(SKL) SATUAN PENDIDIKAN

KERANGKA DASAR KURIKULUM

STRUKTUR KURIKULUM

STANDARPROSES

KI KELAS& KD MAPEL

(STANDAR ISI)

STANDAR

PENILAIAN

SILABUS

PANDUANGURU

BUKU TEKSSISWA

Oleh Satuan

Pendidikan /Guru

KTSP

RENCANA PEMBELAJARAN

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

PENILAIAN PEMBELAJARAN

BUKU PENGAYAAN

45

slide47

Pola Pikir KBK 2004 dan KTSP 2006

Kerah

Saku

Lengan Kanan

Lengan Kiri

Muka Kiri

Muka Kanan

Belakang

slide48

Pola Pikir Kurikulum 2013

Kemeja Lengan Panjang Warna Biru

Ukuran M (Bahu: 38 cm; Dada: 92 cm; Pinggang 86 cm; Panjang 83 cm; Lengan 58 cm)

38 cm

saku

58 cm

92 cm

83 cm

86 cm

kerah

Belakang

Lengan Kiri

Muka Kiri

Muka Kanan

Lengan Kanan

slide49

Rantai Pasok Kurikulum dan Pembagian Peran

KBK 2004

Peran Pemerintah

KTSP 2006

Peran Pemerintah

Kurikulum Yang Dirumuskan

Peran Pemerintah

Kurikulum 2013

Penyimpangan

Kurikulum Yang Dituliskan (Global)

Penyimpangan

Peran Guru/Satdik

Kurikulum Yang Dituliskan (Rinci)

Penyimpangan

Peran Guru/Satdik

Kurikulum Yang Dibukukan

Penyimpangan

Peran Guru/

Satdik

Kurikulum Yang Diajarkan

Penyimpangan

Kurikulum Yang Diserap

Catatan: Penyimpangan dapat bernilai positif atau negatif tergantung pelakunya

49

slide53

Langkah Penguatan Tata Kelola

  • Menyiapkan buku pegangan pembelajaran yang terdiri dari:
    • Buku pegangan siswa
    • Buku pegangan guru
  • Menyiapkan guru supaya memahami pemanfaatan sumber belajar yang telah disiapkan dan sumber lain yang dapat mereka manfaatkan
  • Memperkuat peran pendampingan dan pemantauan oleh pusat dan daerah pelaksanaan pembelajaran

53

slide54

Proses Pembelajaran yang Mendukung Kreativitas

  • Dyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Business Review:
  • 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik.
  • Kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelijensia yaitu: 1/3 dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik.
  • Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:
      • Observing [mengamati]
      • Questioning [menanya]
      • Associating [menalar]
      • Experimenting [mencoba]
      • Networking [Membentuk jejaring]

Pembelajaran berbasis intelejensia tidak akan memberikan hasil siginifikan (hanya peningkatan 50%) dibandingkan yang berbasis kreativitas (sampai 200%)

Personal

Inter-personal

Perlunya merumuskan kurikulum berbasis proses pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati, menanya, menalar, dan mencoba [observation based learning] untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Disamping itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning

54

slide55

Proses Penilaian yang Mendukung Kreativitas

  • Sharp, C. 2004. Developing young children’s creativity: what can we learn from research?:
  • Guru dapat membuat peserta didik berani berperilaku kreatif melalui:
    • tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban tertentu yang benar [banyak/semua jawaban benar],
    • mentolerir jawaban yang nyeleneh,
    • menekankan pada proses bukan hanya hasil saja,
    • memberanikan peserta didik untuk mencoba, untuk menentukan sendiri yang kurang jelas/lengkap informasinya, untuk memiliki interpretasi sendiri terkait dengan pengetahuan atau kejadian yang diamatinya
    • memberikan keseimbangan antara yang terstruktur dan yang spontan/ekspresif

Perlunya merumuskan kurikulum yang mencakup proses penilaian yang menekankan pada proses dan hasil sehingga diperlukan penilaian berbasis portofolio (pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal, memberi nilai bagi jawaban nyeleneh, menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya, penilaian spontanitas/ekspresif, dll)

55

slide60

BUKU MAPEL WAJIB KELAS X

Catatan : Buku yang disediakan pemerintah adalah buku mapel wajib. Khusus tahun 2013 buku yang disediakan hanya Bahasa Indonesia, Matematika dan Sejarah Indonesia

60

slide68

Strategi Penyiapan Guru

TIM PENGEMBANG KURIKULUM

MASTER TEACHER

PELATIH NASIONAL

Unsur Dinas Pendidikan, Dosen, Widyaiswara, Guru Inti, Pengawas, Kepala Sekolah

GURU

Guru Inti, Pengawas, Kepala Sekolah

Guru kelas, guru mata pelajaran, SD, SMP, SMA, SMK

68

slide69

Sosialisasikanditingkatkecamatan

  • Yang mengundang: Kadis/UPTD
  • Yang diundang: guru
  • Buatlaporan : jumlah yang hadir, komentar, pertanyaan, dll
  • Laporandapatdikirimke LPMP: fax 0411.873511