1 / 34

PLEURA

PLEURA. PENYAKIT PENYAKIT PADA PLEURA. IKALIUS. ANATOMI. Selapis sel mesotel, mempunyai mikrovili a Dilapisi glikoprotein ( asam hyaluronat )  m engurangi gesekan Ruang antar pleura normal jaraknya 18-20 mikro meter. Fisiologi ruang pleura. Terdapat cairan 0,1-0,2 ml/kg

chaney
Download Presentation

PLEURA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PLEURA

  2. PENYAKIT PENYAKIT PADA PLEURA IKALIUS

  3. ANATOMI • Selapis sel mesotel, mempunyai mikrovilia • Dilapisi glikoprotein ( asam hyaluronat)  mengurangi gesekan Ruang antar pleura normal jaraknya 18-20 mikro meter

  4. Fisiologi ruang pleura • Terdapat cairan 0,1-0,2 ml/kg • Cairan pleura normal dan pertukaran protein : • 1.Tekanan dlm ruang pleura lebih rendah dari tekanan interstitial • 2membran pleura menahan cairan dan protein. Permiabilitas thd protein sangat rendah

  5. Mesotelium tidak mempunyai beda potensial. 4.Masuknya cairan pleura o,5 ml/jam 5.Kadar protein cairan pleura sangat rendah. 6.Cairan pleura keluar melewati stoma pada pleura parieal dg diameter 10-12mikro meter sal limfe pleura

  6. KANDUNGAN CAIRAN PLEURA

  7. Rongga Pleura dapat terisi : Cairan Efusi pleura Darah Hemotoraks Nanah Piotoraks Udara Pneumotoraks Cairan + udara Hidropneumotoraks Jaringan ikat Fibrotoraks Tumor Mesotelioma

  8. EFUSI PLEURA

  9. Kecepatan filtrasi > reabsorbsi cairan, dapat berupa transudat maupun eksudat, untuk membedakannya dilakukan pemeriksaan : 1. Protein (Ratio) > 0,5 2. LDH > 200 3. LDH (Ratio) > 0,6 Cairan disebut EKSUDAT jika terdapat salah satu kriteria diatas

  10. Mekanisme Terjadinya Cairan • Peningkatan tekanan hidrostatik • Penurunan tekanan onkotik • Turunnya tekanan pleura • Peningkatan permeabilitas kapiler • Terhambatnya aliran KGB • Masuk cairan dari peritonial

  11. ETIOLOGI • Efusi pleura transudat (Pleuritis Transudativa) • CHF,pericarditis,sirosishepatis,sindroma nefrotik, emboli paru,mixedema • Hipoalbumin • Urotoraks • Iatrogenik • Komplikasi CVP • Dialisis peritoneal

  12. Efusi Pleura Eksudatif ( Pleuritis Eksudatif) • Para pneumonia • neoplastik 12 Kilotoraks • TB 13 Efusi kolesterol • Infeksi cairan (jamur, parasit) 14. Reaksi obat • Malignancy • Emboli paru 15. Sindrome meigs • Penyakit kolagen 16. Uremia • Penyakit abdomen 17. Sarkoidosis • ARDS 18. Yellow nail syndrome • Asbestosis 19. Radiasi • Hemotoraks 20. Hipertiroid

  13. 21 collagen vascular disease: • Rhemattoid pleuritis • SLE • Drug induce llupus • Imm lymphadenoppty

  14. Gastrointestinal disease • Perforasi esofagus • Pancreatitic disease • Abses intra abdominal • Herniama diafragmatika

  15. Pemeriksaan Lanjutan • Glukose • Amilase • LDH • PH • PCO2

  16. Gejala Klinis: • Sesak napas • Nyeri dada • Restriksi • Demam

  17. DIAGNOSTIK • Pemeriksaan : -  Foto toraks - CT scan -  USG toraks - MRI • Tindakan : - WSD - - Biopsi pleura - Bronkoskopi - Pleuroskopi

  18. EFUSI PLEURA GANAS • Efusi karena keganasan • Efusi dengan cairan masif dan berulang Jika penyebab tidak diketahui  Efusi Pleura Paramaligna

  19. ETIOLOGI •   Efusi Pleura Maligna 1. paru 36% 2. payudara 25% 3. Limfoma 10% 4 ovarium5% 5. Lambung 2% 6tidak diketahui 7% Sumber: Alsagaf 1995

  20. Efusi Pleura Paramaligna a. Efek lokal tumor -Obstruksi aliran getah bening - - Obstruksi bronkial / atelektasis - - chylothorax - SVCS b. Efek Sistemik tumor - Emboli paru - Tekanan onkotik yang rendah

  21. c. Efek lokal - Radiasi : - Pleuritis - Fibrosis - Reaksi obat - Metotreksat ,pleuritis,efusi - Prokarbazin ,..eosinofilia - Siklopospamid.. eosonofili - Mitomicin C - Bleomicin

  22. DIAGNOSIS Ditemukannya sel ganas + pada cairan pleura Pengobatan - 1 Torakosintesis (WSD) -2 Pleurodesis, tetracyclin,povidon iodin,talk, obat anti kanker 3Bedah pleuro peritoneal. 4.pleurektomi Prognosis : kurang baik

  23. HEMATOTORAKS  darah dalam rongga pleura Penyebab : -  Trauma (penetrasi / Non penetrasi) -  Komplikasi pembedahan -  Komplikasi pemasangan CVP -  Pneumotoraks (tension)

  24. PERDARAHAN • Pelan-pelan • Beberapa jam • Masif - Syok hipovolemik - Kompresi • Diagnosis : Aspirasi • Tindakan : - Operasi - WSD - Streptokinase intra pleura

  25. Manfaat WSD -  Evakuasi darah -   Menyetop perdarahan -   Pengukuran jumlah darah yang keluar Komplikasi : - Pembentukan fibrin  fibrotoraks -  Empiema torasis (5%) - Efusi pleura eksudatif (15 – 30%)

  26. EMPIEMA TORASIS AKUT  nanah (pus) dalam rongga toraks akut / khronik Penyebab : 1.  Pneumonia 8. Hematoraks 2.  Abses paru 9. Infeksi jamur 3.  TB paru 10. Fistula 4.  Abses subdiafragma 11. Infeksi sekunder 5.  Mediastinitis 12. Benda asing 6.  Karsinoma bronkus 13. Ruptur kgb 7.  Trauma 14. Blood borne infection

  27. Gejala -  Sesak napas - Batuk - Demam - Nyeri dada Terapi - Antibiotik - Pemasangan WSD + bilasan - Dekortikasi Kapan WSD dicabut ? • Infeksi terkontrol • Cairan kurang dari 100 ml/hari • Paru mengembang • Fistula telah menutup

  28. Empiema Kronik • Empiema yang tidak respons dengan pengobatan • 20 – 30% empiema akut  kronik (terapi adekuat) • Terapi • Cendrung ke pembedahan • Pneumonektomi ekstra pleura (cegah penyebaran infeksi) • Dekortikasi • WSD

  29. KILOTORAKS :cairandirongga pleura banyakmengandunglemak Kilus dalam rongga toraks  pecahnya duktus torasikus Penyebab : 50% oleh keganasan - Limfoma 75% - Trauma pembedahan 25% -TB,rematoid artritis.

  30. DIAGNOSIS • Cairan seperti susu, dengan kadar trigliserida > 110 mg/dl • Jika kadar kolesterol > 1000mg/dl Pseudokilotoraks • Jika kadar trigeliserida = kolesterol  pemeriksaan lipoprotein (mentega + zat warna lipofilik) • Limfografi (lokasi kebocoran)

  31. Terapi :- Konservatif -operasi/Ligasi- Sklerosis pleura (alternatif)- Diet

More Related