1 / 30

Mengembangkan Produk Baru

Mengembangkan Produk Baru. Tiap perusahaan harus meneruskan pengembangkan produk baru. Produk pengganti harus diciptakan untuk mempertahankan atau membangun penjualan. Selain itu karena pelanggan menginginkan produk baru dan pesaing berusaha keras untuk memenuhi. Akuisisi

cedric
Download Presentation

Mengembangkan Produk Baru

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Mengembangkan Produk Baru • Tiap perusahaan harus meneruskan pengembangkan produk baru. Produk pengganti harus diciptakan untuk mempertahankan atau membangun penjualan. Selain itu karena pelanggan menginginkan produk baru dan pesaing berusaha keras untuk memenuhi

  2. Akuisisi Perusahaan dapat membeli perusahaan lain Mendapatkan paten dari perusahaan lain Membeli lisensi atau waralaba (franchise) dari perusahaan lain Pengembangan produk baru Perusahaan dapat mengembangkan produk baru di lab. Sendiri. Membuat kontrak dengan peneliti lain atau perusahaan pengembangan produk baru Cara Pengembangan Produk Baru

  3. Delapan Tahap Proses Pengembangan • Gagasan Produk Pengembangan produk dimulai dengan suatu pencarian gagasan bagi produk baru. Sumber gagasan dapat diperoleh dari: konsumen, sales, R&D, Teknisi. • Penyaringan Usaha untuk menghilangkan gagasan yang tidak berhubungan dengan kemampuan, keahlian, atau tujuan perusahaan. • Pengujian Konsep Perusahaan menggunakan riset pasar untuk mendapatkan input dari konsumen. Dengan cara ini, perusahaan dapat menetapkan manfaat yang harus diberikan produk tersebut maupun tingkat harga yang sesuai. • Pengembangan strategi pemasaran • Bagian pertama menjelaskan ukuran, struktur, dan perilaku pasar sasaran, posisi produk yang direncanakan, serta penjualan, pangsa pasar, dan laba yang diinginkan dalam lima tahun pertama.

  4. Delapan Tahap Proses Pengembangan • Bagian kedua strategi menggambarkan harga, strategi distribusi, dan anggaran pemasaran yang direncanakan untuk produk-produk tersebut dalam tahun pertama. • Bagian ketiga dari rencana strategi pemasaran menjelaskan penjualan jangka panjang dan sasaran laba serta strategi pemasaran selanjutnya. • Analisis Bisnis Perusahaan kemudian melakukan perbandingan antara biaya dan manfaat dengan tujuan : untuk melihat apakah produk memenuhi tujuan profitabilitas minimum.

  5. Delapan Tahap Proses Pengembangan • Pengembangan prototipe Pembuatan versi awal, dengan tujuan untuk mengidentifikasi masalah-masalah produksi yang terjadi. Purwarupa dapat menjadi sangat mahal, seringkali memerlukan pembuatan dengan tangan, peralatan dan pengembangan komponen. • Pengujian produk dan uji pemasaran. Perusahaan menjalankan produksi terbatas dan menguji produk tersebut untuk melihat apakah produknya memenuhi persyaratan kinerja. Apabila ya maka produk dijual pada daerah terbatas untuk mengetahui tanggapan konsumen. • Komersialisasi Jika hasil uji positif, perusahaan akan memulai produksi dan pemasaran berskala penuh. Komersialisasi bertahap, dengan menyebarkan produk tersebut ke daerah yang semakin luas, mencegah ketegangan yang semestinya tidak perlu terjadi pada kemampuan produksi awal.

  6. ESTIMASI BIAYA PENGEMBANGAN PRODUK BARU

  7. Tantangan pengembangan produk baru • Paksaan dari eksekutif perusahaan • Ide bagus tetapi perkiraan ukuran pasar terlalu berlebihan • Produk tidak dirancang dengan baik • Posisi yang keliru dari produk • Biaya pengambangan terlalu tinggi • Pesaing membalas lebih gencar • Kekurangan gagasan produk baru diarea tertentu • Pasar yang terbagi-bagi • Kendala sosial dari pemerintah • Kekurangan Modal

  8. Faktor –faktor yang menyebabkan produk berhasil • Menurut Cooper dan Kleinschmint • Produk unggulan yang unik • Konsep produk yang didefinisikan dengan baik sebelum pengembangan • Sinergi teknologi dan pemasaran • Kualitas pelaksanaan pada tahap awal • Daya tarik pasar

  9. Faktor –faktor yang menyebabkan produk berhasil • Menurut Madique dan Zirger • Semakin dalam perusahaan memahami kebutuhan konsumen • Semakin tinggi rasio kinerja terhadap biaya • Semakin awal produk tersebut dikenalkan sebelum pesaing • Semakin besar margin kontribusi yang diharapkan

  10. Faktor –faktor yang menyebabkan produk berhasil • Menurut Madique dan Zirger • Semakin banyak pengeluaran untuk mengumumkan dan dan meluncurkan produk itu • Semakin besar dukungan manager puncak • Semakin besar kerjasama lintas fungsional • Menyertakan pelanggan pada tahap awal untuk mendapatkan pandangan baru.

  11. Organisasi dari pengembangan produk baru • Manager produk • Manager produk baru • Komite produk baru • Departemen produk baru • Kelompok kerja produk baru

  12. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) • Suatu produk yang mencapai pasarnya memasuki daur hidup produk (product life cycle - PLC) yaitu serangkaian tahapan kehidupan suatu produk dalam menghasilkan laba. PLC dapat mencapai hitungan bulan, tahun, atau dekade.

  13. Tahapan Daur Hidup Produk • Mengatakan suatu produk memiliki siklus hidup adalah untuk menegaskan empat hal: • Produk memiliki umur yang terbatas. • Penjualan produk melewati tahap-tahap yang berbeda, dengan tantangan yang berbeda bagi penjual. • Laba naik turun pada tahap yang berbeda dalam siklus hidup produk. • Produk membutuhkan strategi pemasarn, keuangan, produksi, pembelian, dan personel yang berbeda dalam tiap tahap siklus hidup mereka.

  14. Tahapan Daur Hidup Produk • Perkenalan (Introduction) Tahap ini dimulai pada saat produk mencapai pasar. Pada tahap ini perusahaan mencoba membuat konsumen pontensial sadar akan keberadaan produk melalui promosi dan manfaatnya dan memerlukan biaya yang besar sehingga labanya belum terlihat atau bahkan negative.. • Pertumbuhan (growth) Pada tahap ini penjualan mulai meningkat secara tepat dan mulai menghasilkan laba. Pada tahap ini mulai masuk dengan cepat perusahaan lain untuk memperkenalkan produk mereka.

  15. Tahapan Daur Hidup Produk • Dewasa (Maturity) Pertumbuhan penjualan mulai melambat. Walaupun produknya menghasilkan laba tertinggi di awal tahap ini, peningkatan persaingan mengarah pada penurunan harga dan memperkecil laba. Pada tahap ini juga penjualan mulai jatuh. • Penurunan (Decline) Pada tahap ini penjualan dan laba mulai jatuh.mulai masuk produk baru yang mengambil alaih penjualan. Perusahaan mulai mengurangi bahkan meniadakan promosi tetapi membiarkan produk tetap beredar untuk menambah laba.

  16. Penjualan dan laba Penjualan Laba Waktu Perkenalan Pertumbuhan dewasa Penurunan

  17. Bentuk-Bentuk Lain Dari Siklus Hidup Produk • Gambar 13-2 (a) menunjukkan pola “pertumbuhan-kemerosotan-kemapanan” (growth-slump-maturity), biasanya menjadi ciri perangkat dapur kecil. Sebagai contoh, penjualan pisau listrik berkembang cepat saat pertama kali diperkenalkan dan kemudian turun dan menetap pada suatu tingkat. • Pola “siklus-siklus berulang” (cycle-recycle) dalam gambar 13-2 (b), sering melukiskan penjualan obat baru. Perusahaan farmasi mempromosikan obat barunya dengan agresif, dan ini menghasilkan siklus pertama. Kemudian penjualan mulai turun, dan perusahaan memberi dorongan promosi lain untuk obat itu, yang menghasilkan siklus kedua biasanya dengan besaran dan durasi yang lebih kecil. • Masih pola umum yang lain yaitu PLC”berlekuk” (Scalloped) dalam gambar 13-2 (c). Di sini penjualan melewati serangkaian siklus hidup berdasarkan penemuan karakteristik produk baru, kegunaan, atau pemakai.

  18. Waktu Waktu Waktu (a).Pola”pertumbuhan-kemerosotan-kemapanan (b). Pola”siklus-siklus berulang” (c). Pola “berlekuk” Gambar 13-2 Pola Siklus Hidup produk Umum Penjualan Penjualan Penjualan

  19. Gaya Mode Iseng-iseng Waktu Waktu Waktu Gambar 13-3 Siklus hidup Style, Fashion dan fads Penjualan Penjualan Penjualan

  20. Gaya, Mode, Iseng-iseng • Gaya adalah cara ekspresi yang bersifat dasar dan khusus, yang muncul dalam lapangan usaha manusia. Sebagai contoh gaya muncul dalam pakaian. (formal, santai, fungky). Sekali ditemukan gaya, ia dapat bertahan untuk beberapa generasi, timbul tenggelam dalam mode. • Mode adalah gaya yang diterima saat ini atau populer dalam bidang tertentu. Sebagai contoh, jeans adalah mode dalam pakaian masa kini. Mode melewati empat tahap. • Pada tahap keunikan (distinctiveness stage), beberapa konsumen berminat pada hal baru yang memisahkan mereka dari konsumen lainnya. • Pada tahap penyamaan (emulation stage), konsumen lain menaruh perhatian dengan keinginan untuk menyamai pimpinan fashion. • Di tahap mode masal (mass-fashion stage), mode ini telah menjadi sangat populer, dan produsen menyesuaikannya dengan produksi masal. • Akhirnya pada tahap kemunduran (decline stage), konsumen mulai beralih ke mode lain yang segera menarik perhatian mereka.

  21. Gaya, Mode, Iseng-iseng • Iseng-iseng adalah mode yang segera diterima masyarakat, diikuti dengan penuh semangat, mencapai puncak dalam waktu singkat, dan mundur dengan sangat cepat. Siklus penerimaannya pendek, dan cenderung hanya menarik pengikut yang terbatas. Contoh siklus iseng-iseng adalah “mencat rambut (streak)”

  22. Promosi Tinggi Rendah Strategi Peluncuran Cepat Strategi Peluncuran Lambat Tinggi Harga Strategi Penetrasi Cepat Strategi Penetrasi Lambat Rendah Strategi Pemasaran dalam tahap perkenalan.

  23. Strategi Pemasaran dalam tahap perkenalan. • Strategi peluncuran cepat (rapid-skimming strategy) terdiri dari peluncuran produk baru pada harga tinggi dengan tingkat promosi tinggi. Perusahaan membebankan harga tinggi untuk memperoleh sebanyak mungkin laba bruto per-unit. Perusahaan mengeluarkan sebanyak mungkin biaya promosi untuk menyakinkan pasar akan manfaat produk walaupun dengan harga tinggi. Gencarnya promosi untuk mempercepat penetrasi pasar. • Strategi peluncuran lambat (Slow-skamming strategy) berupa peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi. Harga tinggi membantu memperoleh laba bruto per unit sebanyak mungkin dan tingkat promosi yang rendah menekan biaya pemasaran. Kombinasi ini diharapkan untuk menyaring banyak laba dari pasar. .

  24. Strategi Pemasaran dalam tahap perkenalan. • Strategi penetrasi cepat (rapid-penetration strategy) berupa peluncuran produk pada harga rendah dengan biaya promosi yang besar. Strategi ini menjanjikan penetrasi pasar yang paling cepat dan pangsa pasar paling besar. • Strategi penetrasi lambat (Slow-penetration strategy) berupa peluncuran produk baru dengan harga rendah dan promosi yang rendah. Harga rendah mendorong cepatnya penerimaan produk dan perusahaan menekan biaya produksi untuk merealisasikan lebih banyak laba bersih.

  25. Strategi Pemasaran Tahap pertumbuhan. • Perusahaan meningkatkan kualitas produk dan menambahkan ciri baru pada produk dan meningkatkan gaya. • Perusahaan menambahkan model baru dan produk pengapit. • Perusahaan memasuki segmen pasar baru • Perusahaan meningkatkan cakupan distribusinya dan memasuki saluran distribusi baru. • Perusahaan beralih dari iklan sadar akan produk ke iklan preferensi produk. • Perusahaan menurunkan harga untuk menarik pembeli yang sensitif harga di lapangan berikutnya.

  26. Strategi Pemasaran Tahap Kedewasaan • Modifikasi Pasar Perusahaan dapat mencoba memperluas pasar untuk mereknya yang mapan dengan mengatur dua faktor yang menghasilkan volume penjualan. • Perusahaan dapat mencoba meningkatkan jumlah pemakai merek dengan tiga cara: • Mengubah orang yang bukan pemasar (Nonusers) Perusahaan dapat mencoba menarik orang yang belum menggunakan produknya. • Masuk segmen pasar baru Perusahaan dapat mencoba memasuki segmen pasar baru baik dari segi geografis maupun demografis dan seterusnya • Menangkap pelanggan pesaing. Perusahaan dapat menarik pelanggan pesaing untuk mencoba atau memakai merek itu.

  27. Strategi Pemasaran Tahap Kedewasaan • Perusahaan dapat juga meningkatkan volume dengan meyakinkan pemakai merek sekarang untuk menambah penggunaan tahunan dari merek tersebut. Ada tiga strategi: • Penggunaan lebih sering Perusahaan dapat mencoba mendapat pelanggan untuk menggunakan produk itu lebih sering • Lebih banyak penggunaan per peristiwa Perusahaan dapat mencoba menarik pemakai untuk menggunakan lebih banyak produk pada setiap peristiwa. • Penggunaan baru dan lebih bervariasi Perusahaan dapat mencoba menemukan penggunaan baru dari produk dan meyakinkan pemakai untuk menggunakan produk itu dengan cara yang lebih bervariasi.

  28. Strategi Pemasaran Tahap Kedewasaan • Modifikasi produk • Strategi pengembangan kualitas bertujuan meningkatkan kinerja fungsional produk seperti daya tahannya, keandalan, kecepatan, rasa. • Strategi pengembangan ciri bertujuan menambahkan ciri baru seperti ukuran, berat, bahan, bahan tambahan, asesoris yang memperluas keanekagunaan produk, keamanan dan kenyaman. • Strategi pengembangan gaya bertujuan meningkatkan penampilan estetis dari suatu produk

  29. Strategi Pemasaran Tahap Kedewasaan • Modifikasi bauran Pemasaran Manajer produk juga dapat mencoba mendorong penjualan dengan memodifikasi satu atau lebih elemen bauran pemasaran, seperti melakukan pemotongan harga, atau diskon pembelian awal untuk harga, untuk kegiatan distribusi lebih banyak pajangan di toko yang telah ada, dan menambah frekuensi iklan, tukar tambah barang untuk kegiatan promosi,

  30. Strategi Pemasaran Tahap Penurunan. • Meningkatkan investasi perusahaan untuk mendominasi atau memperkuat posisi kompetitifnya. • Mempertahankan tingkat investasi perusahaan sampai ketidakpastian mengenai industri terpecahkan. • Mengurangi tingkat investasi perusahaan secara selektif, dengan melepas kelompok pelanggan yang tidak menguntungkan dan pada saat yang sama memperkuat investasi perusahaan di ceruk-ceruk yang menguntungkan. • Menuai (atau memeras) investasi perusahaan untuk memperoleh kas secepatnya. • Lepaskan bisnis itu secepatnya dengan menjual asetnya semenguntungkan mungkin.

More Related