1 / 42

FKIP UNS: Berkarakter Kuat dan Cerdas

F K I P. FKIP UNS: Berkarakter Kuat dan Cerdas. HIMNE GURU (Sartono). PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013. M. Furqon Hidayatullah Disampaikan dalam , tanggal 14 Mei 2014. PRODUK GAGAL YANG TIDAK BISA DITARIK. Produk gagal dalam bentuk barang  dapat ditarik lagi

Download Presentation

FKIP UNS: Berkarakter Kuat dan Cerdas

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. F K I P • FKIP UNS: • Berkarakter Kuat dan Cerdas

  2. HIMNE GURU (Sartono)

  3. PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 M. FurqonHidayatullah Disampaikandalam , tanggal 14 Mei 2014

  4. PRODUK GAGAL YANG TIDAK BISA DITARIK • Produk gagal dalam bentuk barang  dapat ditarik lagi • Malpraktek dokter  mengakibatkan seseorang mati • Malpraktek guru – mati akal dan hati  hilangnya satu generasi

  5. I. GAMBARAN KURIKULUM 2013

  6. CIPTA-RASA-KARSA Katakanlah (wahai Muhammad): "Tiap-tiapseorangberamalmenurutpembawaanjiwanyasendirimakaTuhankamulebihmengetahuisiapakah (diantarakamu) yang lebihbetuljalannya“ (Al-Isra’/17: 84).

  7. KURIKULUM 2013 IBARAT FILOSOFI “CANTHING”

  8. FILOSOFI CANTHING Membathik:  Menulis  menuntut ilmu  Mengukir  membentuk karakter  Keterampilan (skill)  berkarya

  9. Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional(UU No. 20/2003 ttg SPN Bab II pasal 3) • “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

  10. KURIKULUM 2013 • Paradigmapendidikan: Menekankankecerdasanakademik pembentukankarakter. Mis, karakterlifelong leaner, berfikirkritisdankreatif, selaluingintahudanbertanya, beranimengambilresiko, dll • Tematikintegratif (khususnya SD) • Penekananpencapaianhasilpembelajaranpadaketigaaspek (Afektif, kognitif, danpsikomotor) • Student centered: Menekankanketerampilanproses Scientific Approach • Prosespembelajaran: Independent learning. • Penilaianbukanhanyapadaaspekpengetahuantetapipenilaianpadaketigaaspek

  11. Keseimbangan antara sikap, keterampilan dan pengetahuan untuk membangun soft skills danhard skills1 PT Skill Knowledge Attitude SMA/K SMP SD Sumber: Marzano (1985), Bruner (1960). 12

  12. PROSES BERBASIS KOMPETENSI : Creating Characterizing/ Actualizing Communicating Evaluating Organizing/ Internalizing Associating Analyzing Attitude (Krathwohl) Skill (Dyers) Knowledge (Bloom) 13

  13. SCIENTIFIC APPROACH

  14. Langkah-Langkah Pembelajaran Proses pembelajaran menyentuh tiga ranah, yaitu: sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Sikap (Tahu Mengapa) Produktif Inovatif Kreatif Afektif Keterampilan (Tahu Bagaimana) Pengetahuan (Tahu Apa) Hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.

  15. Langkah-Langkah Pembelajaran (lanjutan) • Ranah sikap menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu mengapa.” • Ranah keterampilan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu bagaimana”. • Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik “tahu apa.” • Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

  16. Langkah-Langkah Pembelajaran (lanjutan) • Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah. • Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran.

  17. Langkah-Langkah Pembelajaran Observing (mengamati) Questioning (menanya) Associating (menalar) Experimen-ting (mencoba) Networking (membentuk Jejaring) Pendekatan Ilmiah dalam Pembelajaran

  18. SCIENTIFIC APPROACH Obeserving (Mengamati) Networking (MembentukJaringan) Questening (Menanya) Experimenting (Mencoba) Associating (Menalar)

  19. KOMPETENSI LULUSAN Kompetensi lulusan program pendidikan: • Sikap; • Keterampilan; dan • Pengetahuan Konsekuensinya proses pembelajaran harus melibatkan dan mengarah pada tercapainya ketiga aspek tersebut

  20. Bung Hatta

  21. BUNG HATTA • “Dalam memelihara dan memajukan ilmu, maka karakterlah yang utama, bukan kecerdasan. Kurang kecerdasan dapat diisi, kurang karakter sukar memenuhinya seperti ternyata dengan berbagai bukti di dalam sejarah. Kecerdasan dapat dicapai dengan jalan studi oleh orang yang mempunyai karakter”.

  22. KERIKULUM SEBAGAI PERENCANAAN PEMBELAJARAN • Menentukan kompetensi lulusan (Standar Kompetensi Lulusan)  Kurikulum jenjang satuan pendidikan.

  23. SISTEM PERENCANAAN PEMBELAJARAN • Hasil akhir pendidikan yang harus dicapai peserta didik (keluaran)  dirumuskan dalam kompetensi lulusan. • Kandungan materi yang harus diajarkan kepada dan dipelajari oleh peserta didik (masukan/standar isi)  dalam usaha membentuk kompetensi lulusan yang diinginkan. • Pelaksanaan pembelajaran (proses, termasuk metode)  agar ketiga aspek dapat tercapai. • Penilaian kesesuaian proses dan ketercapaian tujuan pembelajaran  untuk memastikan bahwa masukan, proses, dan keluaran sesuai rencana.

  24. KOMPETENSI INTI • Bersifat multidimensi • Dibentuk melalui mata pelajaran-mata pelajaran yang relevan • Tiap mata pelajaran merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kompetensi inti • Mata pelajaran yang tidak relevan dapat dihilangkan • Tiap mata pelajaran harus berkontribusi membentuk kompetensi inti

  25. Kompetensi inti merupakan pengikat kompetensi-kompetensi yang harus dihasilkan dengan mempelajari tiap mata pelajaran (integrator horizontal antar mata pelajaran). • Kompetensi inti adalah bebas dari mata pelajaran karena kompetensi inti tidak mewakili mata pelajaran tertentu. • Kompetensi inti merupakan kebutuhan kompetensi peserta didik sedangkan mata pelajaran merupakan pasokan kompetensi dasar (KD) yang diserap melalui proses pembelajaran. • Capaian tiap mata pelajaran menjadi kompetensi dasar yang akan membentuk kompetensi inti.

  26. KOMPETENSI INTI Kompetensi inti didukung oleh 4 kelompok KD: • Kelompok kompetensi sikap spiritual (KI-1) • Kelompok kompetensi sikap sosial (KI-2) • Kelompok kompetensi pengetahuan (KI-3) • Kelompok kompetensi keterampilan (KI-4)

  27. RANAH SIKAP • Sikap spiritual • Sikap sosial

  28. ParadigmaPragmatis Paradigma Ibadah(pengabdian) IQ, PQ EQ-SQ

  29. SIKAP SPIRITUAL(beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME) • TK  mengenal benar dan salah; baik dan buruk • SD  mampu membedakan benar dan salah; baik dan buruk • SMP  memiliki integritas moral • SMA/K  memiliki keyakinan yang benar

  30. SIKAP SOSIAL • membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

  31. KENDALA • Mind set guru • Teacher centered • Lemahnyaadministratif • Banyak guru menekankanpadaaspekkognitif • Terbatasnyametodemengajar • Banyak guru yang tidakberibadah • Banyak guru yang lemah IT • Banyak guru lemahmenulis/meneliti (PTK) • Dll.

  32. II. GURU YANG DIBUTUHKAN

  33. MIND SET GURU • Sebaikapa pun kurulumsangattergantungpadapelaksanakurikulum (Guru).

  34. 6 INDIKATOR GURU YANG BAIK • Value: fahamtentangfilsafat guru (epistimologi, ontologi, danaksiologi). • Atittude: sikapdankepribadian guru • Etika: tatakrama (caraberpakaian, berbicara, dll) • Habit: kebiasaansebagaipendidik • Academic: keahlian • Skill: terampilmengajar

  35. PROFIL GURU • Guru harustaatberibadah • Guru harusdapatditeladani • Guru harusdapatmenumbuhkanminat/motivasi yang tinggiuntukbelajar • Guru harusdapatmemberdayakanpotensimurid

  36. GURU Sebagai: Panggilanjiwa Profesi

  37. TARGET PENDIDIKAN Membangunmanusiaberakhlak/ berkarakter Membangunmanusiapembelajar

  38. TUGAS UTAMA GURU • (1) Tugas utama Guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah serta tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. • Permen PAN Nomor 16/ 2009 Pasal 5Ayat (1)

  39. PP NO. 19/2005 SNP Pasal 19 ayat 1 Prosespembelajaranpadasatuanpendidikandiselenggarakansecara: • interaktif, • inspiratif, • menyenangkan, • menantang, • memotivasipesertadidikuntukberpartisipasiaktif, • sertamemberikanruang yang cukupbagiprakarsa, kreativitas, dankemandiriansesuaidenganbakat, minat, danperkembanganfisiksertapsikologispesertadidik

  40. TUJUAN MENGAJAR DAN MENDIDIK Meletakkanlandasankarakter yang kuatmelaluiinternalisasinilaidalampendidikan. Menumbuhkan/menanamkankecerdasanemosidan spiritual yang mewarnaiaktivitashidupnya. Menumbuhkankemampuanberfikirkritismelaluipelaksanaantugas-tugaspembelajaran.

  41. 4.Menumbuhkan kebiasaandankemampuanuntukberpartisipasiaktifsecarateraturdalamaktivitashidupnyadanmemahamimanfaatdariketerlibatannya. 5. Menumbuhkankebiasaanuntukmemanfaatkandanmengisiwaktuluangdenganaktivitasbelajar. 6. Menumbuhkanpolahidupsehatdanpemeliharaankebugaranjasmani

More Related